PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Jumlah Korban Aborsi yang Tragis
    Sedarlah!—1993 | 8 Mei
    • Pemuaian dan pemasukan alat-alat ke dalam rahim dapat menimbulkan rasa nyeri dan trauma. Aborsi dengan cara disedot dapat memakan waktu 30 menit atau lebih yang dalam jangka waktu tersebut beberapa wanita mungkin merasakan nyeri yang biasa sampai yang hebat dan kejang pada otot perut. Melalui aborsi dengan menggunakan larutan garam, kelahiran prematur dipaksakan, kadang-kadang dengan menggunakan prostaglandin, semacam zat yang mendorong kelahiran. Kontraksinya dapat berlangsung selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari dan dapat menyakitkan dan menguras emosi.

  • Jumlah Korban Aborsi yang Tragis
    Sedarlah!—1993 | 8 Mei
    • Banyak janin direnggut dari rahim dan diisap ke dalam sebuah stoples menggunakan sebuah alat penyedot berbentuk tabung dengan tepi yang tajam. Prosedur ini disebut penyedotan aspirasi. Daya isapnya yang kuat (29 kali kekuatan alat pengisap debu di rumah Anda) menghancurleburkan tubuh yang mungil itu. Bayi-bayi lain diaborsi dengan cara pemuaian rahim kemudian dikuret, menggunakan pisau berbentuk melingkar yang mengeruk dinding rahim, menyayat-nyayat sang bayi hingga berkeping-keping.

      Janin yang berusia lebih dari 16 minggu dapat mati karena metode aborsi dengan larutan garam, atau meracuni dengan larutan garam. Sebuah jarum panjang ditusuk menembus kantong cairan, menyedot sejumlah cairan ketuban, dan menggantikannya dengan larutan garam pekat. Seraya bayi menelan dan bernafas, mengisi paru-parunya yang halus dengan larutan beracun itu, ia meronta dan menggelepar. Dampak kaustik dari racun membakar lapisan luar dari kulit, membuatnya lecet dan rapuh. Otaknya mungkin mulai mengalami pendarahan. Kematian yang menyakitkan dapat terjadi beberapa jam kemudian, meskipun kadang-kadang sewaktu persalinan mulai kira-kira sehari sesudahnya, seorang bayi yang hidup namun sekarat dilahirkan.

      Jika bayi ternyata terlalu besar untuk dibunuh dengan metode semacam ini, masih ada satu pilihan​—histerotomi, pembedahan cesar dengan tujuan lain, mengakhiri kehidupan sebaliknya daripada menyelamatkannya. Perut sang ibu dibuka melalui pembedahan, dan hampir selalu seorang bayi yang masih hidup dikeluarkan. Ia bahkan mungkin menangis. Namun, ia harus dibiarkan untuk mati. Beberapa dengan sengaja dibunuh dengan cara mencekik, menenggelamkan dan dengan cara-cara lain.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan