PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?

      Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?

  • Halaman Judul/Halaman Penerbit
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • Halaman Judul/​Halaman Penerbit

      Jalan Menuju Kehidupan Abadi​—Sudahkah Anda Menemukannya?

      Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan disediakan sebagai bagian dari pekerjaan pendidikan Alkitab sedunia yang didukung oleh sumbangan sukarela.

      Untuk memberi sumbangan, silakan buka www.pr418.com/id.

      Kecuali disebutkan sumbernya, semua kutipan ayat diambil dari Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.

      Cetakan November 2013

      Indonesian (ol-IN)

      © 2013

      Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania

  • Daftar Isi
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • Daftar Isi

      1 Apakah Semua Agama Mengajarkan Kebenaran?

      2 Bagaimana Anda Bisa Mengetahui Kebenaran tentang Allah?

      3 Siapa yang Tinggal di Alam Roh?

      4 Di Manakah Para Leluhur Kita?

      5 Fakta tentang Ilmu Gaib dan Sihir

      6 Apakah Semua Agama Diperkenan Allah?

      7 Siapa yang Menjalankan Agama yang Benar?

      8 Tinggalkan Agama Palsu dan Jalankan Agama

      9 Agama yang Benar Beri Anda Berkat Kekal!

  • Pengantar
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • Pengantar

      ALLAH YANG MAHAKUASA adalah Penguasa alam semesta. Kehidupan kita, sekarang dan di masa depan, bergantung kepada-Nya. Ia memiliki kuasa untuk memberi pahala dan untuk menghukum. Ia memiliki kuasa untuk memberi dan mengambil kehidupan. Jika Ia memperkenan kita, hidup kita akan baik; jika tidak, kita akan mengalami keadaan yang buruk. Ibadat yang diperkenan Allah sangat penting!

      Sebuah keluarga berdiri di persimpangan jalan

      Cara orang beribadat sangat beragam. Jika agama disamakan seperti jalan, apakah semua jalan agama diperkenan Allah? Tidak. Yesus, atau Nabi Isa, yang diutus Allah, menunjukkan bahwa hanya ada dua jalan. Ia mengatakan, ”Lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.”​—Matius 7:13, 14.

      Hanya ada dua jenis agama: yang satu menuju kehidupan dan yang satu lagi menuju kebinasaan. Tujuan brosur ini adalah membantu Anda menemukan jalan yang menuju kehidupan abadi.

  • Apakah Semua Agama Mengajarkan Kebenaran?
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 1

      Apakah Semua Agama Mengajarkan Kebenaran?

      1. Agama apa saja yang Anda ketahui?

      HAMPIR semua orang setuju bahwa beribadat kepada Allah adalah hal yang penting. Tetapi, tidak banyak yang sepakat tentang cara beribadat kepada-Nya. Orang Muslim beribadat di masjid, dan orang Kristen di gereja. Orang Buddha dan Hindu pergi ke kuil. Dan, agama-agama tradisional beribadat di berbagai tempat yang dianggap keramat. Tetapi, bukan hanya itu. Di antara orang-orang Muslim ada berbagai aliran. Di kalangan orang yang mengaku Kristen terdapat banyak denominasi. Di luar gereja-gereja utama, masih ada ribuan gereja independen di seluruh dunia. Dan, agama tradisional sangat bervariasi bergantung daerahnya.

      Seorang wanita berlutut di hadapan patung; seorang pria berlutut di hadapan  meja pemujaan

      Agama Kita Harus Berdasarkan Kebenaran

      2. (a) Apa yang memengaruhi cara beribadat seseorang? (b) Apakah agama yang berasal dari orang tua atau yang dipaksakan oleh bangsa lain selalu benar?

      2 Apa yang memengaruhi cara beribadat seseorang? Kebanyakan orang menerima agama dari orang tua. Namun, ada yang pilihan agamanya dipengaruhi peristiwa masa lalu. Sebagai contoh di Afrika, buku The Africans​—A Triple Heritage mengatakan, ”Islam menyebar di bagian utara Sahara melalui penaklukan, . . . Kekristenan menyebar ke bagian selatan Sahara dengan cara yang sama. Jika di bagian utara penyebaran Islam dilakukan dengan pedang, di bagian selatan Sahara, penyebaran Kekristenan dilakukan dengan bedil.” Meskipun begitu, kita umumnya yakin bahwa agama kita menyenangkan Allah. Tetapi, suatu agama belum tentu benar hanya karena itu berasal dari orang tua atau karena dipaksakan oleh bangsa asing kepada leluhur kita.

      3-5. Ilustrasi apa yang membantu kita melihat bahwa tidak semua agama mengajarkan kebenaran?

      3 Meski semua agama mengaku memberikan tuntunan yang benar dalam beribadat kepada Allah, gagasan mereka berbeda-beda. Mereka mengajarkan banyak hal yang berbeda tentang Allah dan apa yang Ia harapkan dari kita. Pikirkanlah ini: Misalnya, Anda mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Di hari pertama, karena bos Anda sedang cuti, Anda bertanya kepada tiga rekan kerja Anda tentang apa yang harus dilakukan. Pekerja pertama mengatakan bahwa bos ingin agar Anda menyapu lantai. Yang kedua mengatakan bahwa Anda harus mengecat dinding. Yang ketiga menyuruh Anda untuk membagikan surat.

      4 Setelah itu, Anda bertanya kepada mereka tentang bos Anda. Yang pertama menjawab bahwa bos itu tinggi, muda, dan kasar. Yang kedua mengatakan bahwa ia pendek, tua, dan baik. Yang ketiga mengatakan bahwa bos bukanlah seorang pria, melainkan wanita. Kemungkinan besar, Anda menyimpulkan bahwa ketiga teman itu tidak semuanya mengatakan yang benar. Jika Anda ingin tetap bekerja di situ, Anda mungkin akan mencari tahu siapa sebenarnya bos Anda dan apa yang ia inginkan.

      5 Agama juga seperti itu. Karena ada banyak gagasan mengenai siapa Allah itu dan apa yang Ia inginkan dari manusia, kita harus memastikan bahwa cara kita beribadat sesuai dengan kebenaran. Tetapi, dapatkah kita mengetahui kebenaran tentang Allah?

  • Bagaimana Anda Bisa Mengetahui Kebenaran tentang Allah?
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 2

      Bagaimana Anda Bisa Mengetahui Kebenaran tentang Allah?

      Seorang pria membaca Alkitab

      1, 2. Ilustrasi apa yang menunjukkan perlunya patokan untuk menentukan ajaran yang benar?

      BAGAIMANA kita dapat mengenal Allah? Apakah perlu memeriksa satu per satu semua ajaran agama? Ini mustahil dilakukan. Kalaupun bisa, bagaimana kita tahu ajaran mana yang benar?

      2 Mengingat ada banyak pandangan yang berbeda tentang Allah, kita perlu memiliki cara atau patokan untuk bisa memastikan mana yang benar dan bisa diterima umum. Sebagai ilustrasi: Katakanlah di suatu pasar ada beda pendapat antara pembeli dan penjual tentang panjang kain. Penjual mengatakan bahwa panjangnya tiga meter, tetapi si pembeli mengatakan bahwa itu tidak sampai tiga meter. Bagaimana menyelesaikannya? Meteran dapat digunakan.

      3. Untuk apa Alkitab ditulis?

      3 Kalau begitu apa ada meteran, atau patokan, untuk menentukan masalah agama? Ya, Alkitab. Allah menyuruh agar Alkitab ditulis supaya semua orang dapat mengetahui kebenaran tentang Dia. Miliaran Alkitab telah dicetak. Isinya telah diterjemahkan, lengkap atau sebagian, dalam lebih dari 2.100 bahasa. Bisa dikatakan hampir semua orang dapat membaca kebenaran tentang Allah dalam bahasa mereka.

      4. Keterangan apa saja yang ada dalam Alkitab?

      4 Alkitab adalah hadiah yang berharga dari Allah. Alkitab menjelaskan hal-hal yang tidak mungkin kita dapatkan dari sumber lain. Alkitab memberi tahu tentang siapa yang hidup di alam roh. Alkitab menyingkapkan pikiran, kepribadian, dan maksud-tujuan Allah. Alkitab menceritakan bagaimana Ia berurusan dengan manusia selama ribuan tahun. Alkitab menyebutkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Dan, Alkitab memperlihatkan caranya kita bisa menemukan jalan menuju kehidupan abadi.

      Alasan untuk Memercayai Alkitab

      5. Contoh apa yang menunjukkan bahwa Alkitab sesuai dengan ilmu pengetahuan?

      5 Ada banyak alasan mengapa kita dapat yakin bahwa Alkitab memang Firman Allah. Salah satunya: Alkitab sesuai dengan ilmu pengetahuan. Zaman dulu, ada yang percaya bahwa bumi ditopang oleh sesuatu. Misalnya, ada yang percaya bahwa bumi ditopang ular raksasa. Tetapi, cocok seperti yang dinyatakan ilmu pengetahuan, lebih dari 3.500 tahun yang lalu seorang penulis Alkitab menyatakan bahwa Allah ”menggantungkan bumi pada ruang hampa”.​—Ayub 26:7, Bahasa Indonesia Masa Kini.

      6. Apa bukti terkuat bahwa Alkitab berasal dari Allah?

      6 Bukti terkuat bahwa Alkitab berasal dari Allah adalah catatannya yang akurat tentang masa depan. Berbeda dengan peramal manusia, Allah tahu betul tentang masa depan. Semua yang Ia katakan selalu terjadi.

      7. Nubuat Alkitab mana yang tergenap di masa lalu?

      7 Di masa lalu, ada ratusan nubuat Alkitab yang tergenap. Contohnya, 700 tahun sebelum Yesus lahir, Alkitab secara akurat telah memberi tahu bahwa ia akan dilahirkan di kota Betlehem, dan itulah yang terjadi. (Mikha 5:2; Matius 2:3-9) Dari sekian banyak nubuat tentang Yesus, Alkitab juga mencatat bahwa ia akan dilahirkan oleh seorang perawan dan akan dikhianati demi 30 keping perak. Nubuat itu benar-benar terjadi. Jelas, tidak ada manusia yang dapat meramalkan hal-hal itu!​—Yesaya 7:14; Zakharia 11:12, 13; Matius 1:22, 23; 27:3-5.

      8. Nubuat Alkitab apa saja yang tergenap di zaman kita, dan apa yang dibuktikan oleh hal itu?

      8 Banyak nubuat Alkitab tergenap di zaman kita. Berikut beberapa di antaranya:

      • ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa [dalam peperangan], dan kerajaan melawan kerajaan; dan akan ada gempa bumi yang hebat, dan di berbagai tempat akan ada sampar dan kekurangan makanan.”​—Lukas 21:10, 11.

      • ’Pelanggaran hukum akan bertambah banyak.’​—Matius 24:12.

      • ”Pada hari-hari terakhir . . . orang-orang akan menjadi pencinta diri sendiri, pencinta uang, . . . tidak taat kepada orang-tua, . . . tidak mempunyai pengendalian diri, garang, tidak mengasihi kebaikan, . . . besar kepala karena sombong, mencintai kesenangan sebaliknya daripada mengasihi Allah.”​—2 Timotius 3:1-5.

      Seorang anak kelaparan; seorang pria bertempur

      Anda pasti setuju bahwa hal-hal di atas benar-benar terjadi sekarang. Kebenaran dan keakuratan nubuat Alkitab menunjukkan bahwa Alkitab berbeda dari buku-buku pada umumnya. Buku ini adalah Firman Allah yang terilham!​—2 Timotius 3:16.

      Apakah Alkitab Telah Diubah?

      9, 10. Apa yang menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan manusia mengubah isi Alkitab?

      9 Bayangkan Anda adalah pemilik sebuah pabrik, dan Anda membuat daftar aturan bagi para karyawan. Jika ada musuh yang mengubah apa yang telah Anda tulis, apa yang akan Anda lakukan? Anda tentu tidak akan membiarkannya. Demikian pula, Allah tidak akan membiarkan manusia mengubah kebenaran Firman-Nya, Alkitab.

      10 Mereka yang telah mencoba mengubah ajaran Firman Allah terbukti tidak berhasil. Jika kita membandingkan Alkitab sekarang ini dengan Alkitab yang lebih tua, isinya tetap sama. Ini menunjukkan bahwa Alkitab tidak berubah dengan berlalunya waktu.

      Apakah Tradisi Lisan Bisa Dipercaya?

      Kebanyakan agama tradisional tidak memiliki buku suci kuno. Kebiasaan, ritual, dan gagasan tentang Allah disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi. Sebagai contoh, menurut buku West African Traditional Religion, ”Keterangan lisan tidak bisa dipegang kebenarannya. Umumnya, keterangan yang disampaikan secara lisan dibumbui dan dikurangi, diubah dan disimpangkan, dibesar-besarkan dan dikacaukan, sehingga sering kali sulit membedakan mana yang benar dan mana khayalan.”

      Kotak: Apa kata sebuah buku tentang tradisi lisan?

  • Siapa yang Tinggal di Alam Roh?
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 3

      Siapa yang Tinggal di Alam Roh?

      1. Bagaimana kepercayaan tradisional disamakan dengan piramida atau gunung?

      BEBERAPA kepercayaan agama tradisional disamakan dengan piramida atau gunung. Allah berada di puncak dengan kekuatan ilahi tertinggi. Di lerengnya ada para dewa, atau makhluk roh, yang lebih rendah, yang melayani Allah. Di dekat dewa-dewa dan makhluk roh itu, ada para leluhur yang berminat akan kesejahteraan anggota keluarga mereka di bumi. Di bagian dasar ada kekuatan roh yang lebih rendah seperti ilmu gaib, tenung, dan sihir.

      2. Bagaimana pengaruh kepercayaan tradisional terhadap agama?

      2 Kepercayaan tradisional ini sangat memengaruhi agama-agama lain. Misalnya, buku The Asians: Their Heritage and Their Destiny mengatakan, ”Para penganut agama-agama di dunia ada di Asia Tenggara saat ini, tetapi kepercayaan dan kebiasaan sebagian besar masyarakat berasal entah dari animisme, Hinduisme, Buddhisme, atau Islam atau gabungan dari dua atau lebih agama-agama ini.”

      3. Bagaimana kita bisa tahu tentang siapa yang tinggal di alam roh?

      3 Apakah kepercayaan tradisional mengajarkan kebenaran? Alkitab memberi tahu kita tentang siapa yang sebenarnya tinggal di alam roh.

      Yehuwa, Allah yang Benar

      4. Mengenai Allah, persamaan apa yang ada dalam kebanyakan agama?

      4 Kebanyakan agama setuju bahwa Allah ada dan bahwa Ia adalah Yang Mahakuasa. Alkitab menggambarkan-Nya sebagai ”Allah atas segala allah dan Tuan atas segala tuan, Allah yang besar, perkasa dan membangkitkan rasa takut”. (Ulangan 10:17) Kaum Muslim juga percaya akan Allah Yang Maha Esa. Sehubungan dengan agama tradisional, misalnya di Afrika, Profesor Geoffrey Parrinder mengatakan, ”Kebanyakan orang Afrika percaya kepada Allah yang Mahakuasa, bapak dari dewa dan manusia, pencipta alam semesta.”

      Langit berbintang

      5. Apa saja sebutan untuk Allah?

      5 Meskipun hampir semua orang percaya kepada Allah, kebanyakan tidak tahu jelas siapa Allah itu. Langkah pertama untuk mengenal seseorang adalah mengetahui namanya. Tetapi, ada perbedaan tentang nama Allah di antara agama-agama. Beberapa agama yang mengaku Kristen menyebutnya Tuhan, gelar yang berarti ”Yang Mahakuasa”. Orang Muslim menyebutnya Allah. Dalam beberapa agama tradisional, sebutan untuk Yang Mahakuasa berbeda-beda antara satu bahasa dengan bahasa lain. Di Indonesia terdapat banyak nama dan gelar untuk Yang Mahakuasa. Misalnya, Debata Mulajadi Nabolon (Tapanuli), Gusti Allah (Jawa), Hyang Widhi Wasa (Bali), Opo Empung (Minahasa), Puang Matua (Toraja), Ran ying Hatalla (Dayak), atau Sang Hyang Kersa (Sunda).

      6, 7. Siapa nama Allah, dan dari mana kita tahu?

      6 Apa yang Allah katakan tentang nama-Nya? Saat Allah memerintahkan nabi Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa bertanya, ”Sekiranya aku datang kepada putra-putra Israel dan aku mengatakan kepada mereka, ’Allah bapak-bapak leluhurmu telah mengutus aku kepadamu’, dan mereka mengatakan kepadaku, ’Siapa namanya?’ Apa yang akan kukatakan kepada mereka?”​—Keluaran 3:13.

      7 Allah menjawab, ”Inilah yang harus kaukatakan kepada putra-putra Israel, ’Yehuwa, Allah bapak-bapak leluhurmu, . . . telah mengutus aku kepadamu.’ Inilah namaku sampai waktu yang tidak tertentu, dan dengan inilah aku akan diingat, dari generasi ke generasi.” (Keluaran 3:15) Nama Allah muncul lebih dari 7.000 kali dalam Alkitab, meski beberapa penerjemah Alkitab telah menggantinya dengan gelar ”Allah” atau ”Tuhan”.

      8. Seperti apakah Yehuwa itu, dan apa yang harus kita lakukan untuk mendapat perkenan-Nya?

      8 Seperti apakah Yehuwa itu? Ia Pribadi roh, mahakuasa, dan mahamulia. Ia mahatinggi. (Ulangan 6:4; Yesaya 44:6) Yehuwa mengatakan kepada nabi Musa, ”Aku Yehuwa, Allahmu, adalah Allah yang menuntut pengabdian yang eksklusif.” Dengan kata lain, untuk mendapat perkenan Yehuwa, kita harus menyembah Dia saja. Ia tidak ingin kita menyembah benda atau pribadi lain mana pun.—Keluaran 20:3-5.

      Yesus Kristus, Raja Kerajaan Allah

      9. Mengapa kita bisa mengatakan bahwa Yesus tidak setara dengan Yehuwa?

      9 Ada banyak pendapat yang simpang siur tentang siapa Yesus. Banyak yang mengaku Kristen percaya bahwa Yesus adalah bagian dari Tritunggal yang ”Suci”. Tetapi, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah adalah tiga pribadi dalam satu. Dan, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Yesus setara dengan Yehuwa. Yesus sendiri mengatakan, ”Bapak lebih besar daripada aku.”—Yohanes 14:28.

      10. Di manakah Yesus sebelum ia datang ke bumi?

      10 Alkitab mengajarkan bahwa sebelum Yesus hidup di bumi sebagai manusia, ia berada di surga sebagai makhluk roh yang perkasa. Selain menciptakan Adam dan Hawa di bumi, Yehuwa juga menciptakan makhluk-makhluk roh di surga. Yesus adalah pribadi roh pertama yang Yehuwa ciptakan.—Yohanes 17:5; Kolose 1:15.

      11. Bagaimana Yesus bisa terlahir sebagai manusia?

      11 Sekitar 2.000 tahun yang lalu, Yehuwa memindahkan kehidupan makhluk roh ini ke rahim seorang perawan bernama Maria. Malaikat Gabriel (atau, Jibril) mengatakan kepadanya, ”Engkau akan mengandung dalam rahimmu dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau harus menamai dia Yesus. Dan ia akan berkuasa sebagai raja . . . , dan kerajaannya tidak akan berakhir.”—Lukas 1:31, 33.a

      12. Apa salah satu alasan Yesus datang ke bumi?

      12 Lalu, Yesus lahir, tumbuh dewasa, dan mengajar orang-orang mengenai kehendak dan maksud-tujuan Yehuwa. Ia mengatakan kepada seorang gubernur Romawi, ”Untuk inilah aku dilahirkan, dan untuk [alasan] inilah aku datang ke dunia, agar aku memberikan kesaksian tentang kebenaran.” (Yohanes 18:37) Dengan memperhatikan apa yang Yesus ajarkan, kita bisa mengetahui kebenaran tentang kehendak dan maksud-tujuan Allah. Kita akan tahu caranya mendapat perkenan Allah.

      13. Apa alasan kedua Yesus datang ke bumi?

      13 Alasan kedua Yesus datang ke dunia adalah untuk memberikan kehidupan manusianya sebagai tebusan demi umat manusia. (Matius 20:28) Ia melakukannya agar kita dapat dibebaskan dari dosa yang kita warisi dari leluhur kita, Adam. Sebagai hasilnya, kita bisa hidup abadi. Rasul Yohanes menulis, ”Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”​—Yohanes 3:16.

      14. (a) Apa yang terjadi pada Yesus setelah kematiannya sebagai manusia? (b) Apa kedudukan Yesus di surga sekarang?

      14 Setelah kematiannya sebagai manusia, Yesus dibangkitkan ke surga, dan ia kembali hidup sebagai makhluk roh yang penuh kuasa. (Kisah 2:32, 33) Belakangan, Yehuwa memberinya ”kekuasaan dan kehormatan dan kerajaan, agar semua orang dari berbagai bangsa, kelompok bangsa dan bahasa melayani dia”. (Daniel 7:13, 14) Yesus telah menjadi Raja yang perkasa; ia adalah Raja dari pemerintahan surgawi Yehuwa. Segera ia akan menunjukkan kuasanya atas seluruh bumi.

      Malaikat-Malaikat, Pelayan Allah

      15. Kapan dan di mana para malaikat diciptakan?

      15 Bukan hanya Yehuwa dan Yesus yang tinggal di alam roh. Yehuwa menciptakan makhluk-makhluk roh lainnya yaitu para malaikat. Gabriel, yang berbicara kepada Maria, adalah salah satunya. Para malaikat bukanlah manusia yang pernah hidup di bumi. Mereka diciptakan di surga, lama sebelum manusia diciptakan di bumi. (Ayub 38:4-7) Jumlah malaikat ada jutaan.​—Daniel 7:10.

      Satu malaikat menolak disembah oleh rasul Yohanes

      Malaikat yang setia menolak untuk disembah

      16. Mengapa manusia tidak boleh menyembah para malaikat?

      16 Para malaikat yang setia tidak ingin kita menyembah mereka. Dua kali rasul Yohanes mencoba untuk menyembah para malaikat, tetapi mereka menolaknya dengan mengatakan, ”Hati-hatilah! Jangan lakukan itu! . . . Sembahlah Allah.”​—Penyingkapan (Wahyu) 19:10; 22:8, 9.

      17. Bagaimana kita tahu bahwa malaikat sanggup melindungi hamba Allah, dan mengapa ini menenteramkan kita?

      17 Para malaikat tidak lagi menampakkan diri kepada hamba-hamba Allah di bumi, seperti yang mereka lakukan saat membebaskan para rasul Yesus dari penjara. (Kisah 5:18, 19) Tetapi, jika kita menyembah Yehuwa sesuai dengan Firman-Nya, Alkitab, kita dapat yakin bahwa pasukan malaikat-Nya yang kuat dan tidak kelihatan akan melindungi kita. Alkitab mengatakan, ”Malaikat Yehuwa berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan dia, Dan dia menyelamatkan mereka.” (Mazmur 34:7; 91:11) Mengapa informasi ini menenteramkan kita? Karena ada banyak musuh yang berbahaya di alam roh yang ingin menghancurkan kita!

      Setan, Musuh Allah

      18. (a) Mengapa seorang malaikat memberontak melawan Allah? (b) Nama apa yang diberikan kepada malaikat pemberontak ini?

      18 Tidak semua malaikat Allah tetap setia kepada-Nya. Beberapa memberontak terhadap Dia. Mereka menjadi musuh Allah dan musuh manusia di bumi. Bagaimana mungkin? Para malaikat itu diciptakan Yehuwa sebagai malaikat yang baik. Tetapi, salah satu dari putra-putra rohani yang sempurna ini ingin disembah manusia dan ia bertindak sesuai dengan keinginannya yang jahat. Makhluk roh itu diberi nama Setan, yang berarti ”Penentang [Allah]”. Ia juga disebut Iblis, yang artinya ”Pemfitnah”, karena ia mengatakan dusta yang keji tentang Yehuwa.

      19. Mengapa dan bagaimana Setan menyiksa Ayub?

      19 Setan membujuk manusia untuk ikut memberontak melawan Allah. Perhatikan apa yang ia lakukan kepada Ayub, seorang hamba Allah yang setia. Ayub sangat kaya. Ia memiliki 7.000 domba, 3.000 unta, 1.000 lembu, dan 500 keledai betina. Ia juga mempunyai sepuluh anak dan banyak hamba. Pertama, Setan membunuh ternak dan hamba-hamba Ayub. Berikutnya, ia mendatangkan ”angin besar” untuk menghancurkan rumah, dan membunuh semua anak Ayub. Setelah itu, Setan menyiksa Ayub dengan ”bisul yang ganas dari telapak kakinya sampai ke puncak kepalanya”.​—Ayub 1:3-19; 2:7.

      20. (a) Upah apa yang Ayub terima karena ia setia? (b) Apa yang berhasil Setan lakukan atas banyak orang lainnya?

      20 Meski sangat menderita, Ayub tetap setia kepada Allah. Maka Yehuwa menyembuhkannya dan ’sebagai tambahan Ia memberikan semua yang pernah dimiliki Ayub, dalam jumlah dua kali lipat’. (Ayub 42:10) Setan gagal membuat Ayub tidak setia, tetapi ia berhasil membuat banyak orang berpaling dari Allah. Alkitab mengatakan, ”Seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik.”​—1 Yohanes 5:19.

      21. (a) Apa buktinya bahwa Setan ingin disembah? (b) Mengapa Yesus menolak menyembah Setan?

      21 Setan ingin kita menyembah dia. Ini jelas terlihat saat ia menggoda Yesus hampir 2.000 tahun yang lalu. Alkitab menjelaskan, ”Iblis membawa dia [Yesus] ke sebuah gunung yang luar biasa tinggi, dan memperlihatkan kepadanya semua kerajaan dunia serta kemuliaannya, dan ia mengatakan kepadanya, ’Aku akan memberikan kepadamu semua ini jika engkau sujud dan melakukan suatu tindakan penyembahan kepadaku.’” Yesus menolak dengan berkata, ”Pergilah, Setan! Karena ada tertulis, ’Yehuwa, Allahmu, yang harus engkau sembah, dan kepada dia saja engkau harus memberikan dinas suci’.” (Matius 4:8-10) Yesus tahu betul hukum Yehuwa, dan ia tidak sudi melakukan apa yang Setan inginkan.

      Hantu​—Malaikat yang Jahat

      22. Apa yang dilakukan malaikat-malaikat jahat terhadap manusia?

      22 Malaikat-malaikat lain ikut memberontak bersama Setan melawan Allah. Malaikat-malaikat jahat ini adalah musuh manusia di bumi. Mereka kejam dan keji. Di masa lalu, mereka membuat beberapa orang bisu dan buta. (Matius 9:32, 33; 12:22) Yang lain-lain dibuat sakit atau gila. (Matius 17:15, 18; Markus 5:2-5) Mereka bahkan menyiksa anak-anak.​—Lukas 9:42.

      23. (a) Apa yang malaikat-malaikat jahat inginkan dari manusia? (b) Tipuan Setan dan para hantu membuat manusia melakukan apa?

      23 Seperti Setan, malaikat-malaikat jahat ingin disembah, padahal mereka tahu penyembahan itu hanya milik Yehuwa. Mereka bukan cuma senang disembah, tetapi mendambakan, menghasratkan, dan menyebarluaskannya. Melalui tipuan, dusta, dan rasa takut, Setan dan para hantu telah membuat orang-orang menyembah mereka. Tentu, tidak banyak yang sadar bahwa mereka menyembah Setan dan para hantu. Kebanyakan orang akan terkejut kalau mereka tahu bahwa agama mereka mengagungkan Setan. Tetapi, Alkitab memperingatkan, ”Perkara-perkara yang dikorbankan oleh bangsa-bangsa, mereka korbankan kepada hantu-hantu dan bukan kepada Allah.”​—1 Korintus 10:20.

      24. Apa salah satu siasat Setan agar manusia menyembah dia?

      24 Salah satu cara yang Setan dan hantu-hantu lakukan agar manusia menyembah mereka adalah menyebarkan dusta tentang keadaan orang mati. Mari kita perhatikan apa yang Alkitab ajarkan mengenai hal ini.

      a Quran menyebutkan keajaiban kelahiran Yesus di Surat ke-19 Maryam. Bunyinya, ”Kami mengutus Ruh Kami (Jibril) kepada [Maryam], lalu dia menyerupakan dirinya di hadapannya sebagai manusia sempurna. Maryam berkata, ’Sesungguhnya aku berlindung kepada Yang Maha Pemurah dari engkau jika betul engkau orang yang taqwa’. (Jibril) berkata, ’Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci’. Maryam berkata, ’Bagaimana akan ada bagiku seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh seorang laki-laki pun (suami) dan tiadalah aku perempuan jahat’. (Jibril) berkata, ’Demikianlah.’ Tuhanmu berfirman, ’Hal itu mudah bagi-Ku’. Kami hendak menjadikannya sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan adalah urusan itu telah ditetapkan.”

  • Di Manakah Para Leluhur Kita?
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 4

      Di Manakah Para Leluhur Kita?

      Seorang pria memandangi foto leluhurnya

      1, 2. Apa yang diyakini banyak orang tentang mereka yang sudah mati?

      JUTAAN orang percaya bahwa kematian bukanlah akhir segalanya, tetapi hanyalah peralihan ke alam lain. Banyak orang berpikir bahwa para leluhur yang telah mati pindah dari dunia ini ke alam yang tidak kelihatan, dari dunia manusia ke alam roh.

      2 Orang-orang yakin bahwa para leluhur ini, atau arwah mereka, akan menjaga keselamatan dan kemakmuran keluarganya di bumi. Bagi mereka, arwah leluhur adalah teman yang kuat, sanggup mendatangkan panen yang baik, menjaga kesejahteraan, dan memberikan perlindungan. Jika diabaikan atau dibuat tersinggung, mereka akan mendatangkan malapetaka, yakni penyakit, kemiskinan, dan kesengsaraan.

      3. Apa yang dilakukan beberapa orang untuk menyembah leluhur?

      3 Orang-orang yang masih hidup menjalankan tradisi dan ritual untuk menjaga hubungan baik dengan arwah para leluhur. Kebiasaan ini khususnya terlihat dalam tradisi pemakaman dan penguburan, seperti menunggu jenazah semalam suntuk dan penguburan kedua. Penyembahan leluhur juga ditunjukkan melalui cara-cara lain. Contohnya, sebelum minum minuman beralkohol beberapa orang menuangkannya sedikit ke tanah untuk para leluhur. Selain itu, setelah selesai memasak, beberapa orang menyisakan makanan di panci agar para leluhur punya sesuatu untuk dimakan.

      4. Apa yang dipercayai orang-orang tentang jiwa?

      4 Ada juga yang percaya bahwa orang memiliki jiwa yang tidak bisa mati, yang tetap hidup setelah tubuh mati. Jika seseorang berbuat baik semasa hidup, konon jiwanya akan ke surga, tetapi jika ia jahat, jiwanya akan dihukum ke neraka. Orang sering menggabungkan gagasan ini dengan kepercayaan tradisional. Misalnya, berita duka di koran kadang berbunyi: ’Telah pergi ke pangkuan-Nya’, atau ’Telah berpulang ke alam baka’. Semua kepercayaan ini didasarkan atas gagasan bahwa jiwa, atau roh, tetap hidup setelah tubuh mati. Apa kata Alkitab tentang hal ini?

      Jiwa dan Roh

      5, 6. Apa jiwa itu menurut Alkitab?

      5 Alkitab menunjukkan bahwa jiwa bukanlah sesuatu yang ada di dalam diri seseorang; jiwa adalah orang itu sendiri. Sebagai contoh, saat Allah menciptakan Adam, ”manusia itu menjadi jiwa yang hidup”. (Kejadian 2:7) Adam tidak diberi jiwa; ia adalah jiwa, manusia seutuhnya.

      6 Karena itu, kita membaca bahwa jiwa dilahirkan. (Kejadian 46:18) Jiwa bisa makan atau berpuasa. (Imamat 7:20; Mazmur 35:13) Bisa menangis dan lesu. (Yeremia 13:17; Yunus 2:7) Jiwa dapat diculik, dikejar, dan dibelenggu. (Ulangan 24:7; Mazmur 7:5; 105:18) Beberapa Alkitab menerjemahkan kata dalam bahasa aslinya sebagai ”jiwa” di ayat-ayat itu, sedangkan Alkitab lainnya menggunakan kata ”makhluk” atau ”orang”. Semua punya artinya yang sama.

      7. Sebutkan ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa jiwa bisa mati.

      7 Karena jiwa adalah orang itu sendiri, saat orang itu mati, jiwanya pun mati. Yehezkiel 18:4 mengatakan, ”Jiwa yang berbuat dosa​—jiwa itulah yang akan mati.” Juga, Kisah 3:23 mengatakan, ”Setiap jiwa [atau, orang] yang tidak mendengarkan Nabi itu akan dibinasakan dari antara umat ini.” Jadi, jiwa itu bukan sesuatu yang tetap hidup ketika tubuh mati.

      8. Apa itu roh yang ada dalam tubuh manusia?

      8 Roh tidak sama dengan jiwa. Dalam tubuh manusia, roh adalah daya kehidupan yang membuat manusia bisa melakukan kegiatan dalam hidupnya. Roh itu seperti listrik. Listrik membuat kipas angin bisa berputar atau kulkas bisa mendinginkan. Begitu pula, roh kita membuat kita dapat melihat, mendengar, dan berpikir. Tetapi, roh itu tidak dapat melakukan apa pun tanpa mata, telinga, atau otak. Itu sebabnya, mengenai manusia, Alkitab mengatakan, ”Apabila rohnya keluar, ia kembali ke tanah; pada hari itu lenyaplah segala pikirannya.”​—Mazmur 146:4.

      9. Apa yang terjadi dengan jiwa dan roh?

      9 Oleh karena itu, menurut Alkitab, jiwa ataupun roh tidak meninggalkan tubuh untuk terus hidup di alam roh pada waktu manusia mati.

      Keadaan Orang Mati

      10. Apa kata Alkitab tentang keadaan orang mati?

      10 Kalau begitu, bagaimana keadaan orang mati? Karena Yehuwa adalah Pribadi yang menciptakan manusia, Ia juga tahu apa yang terjadi dengan kita saat kita mati. Firman Allah mengajarkan bahwa orang mati tidak hidup, tidak bisa mendengar, melihat, berbicara, atau berpikir. Alkitab mengatakan,

      • ”Orang mati . . . tidak sadar akan apa pun.”​—Pengkhotbah 9:5.

      • ”Kasih mereka dan kebencian mereka serta kecemburuan mereka sudah lenyap.”​—Pengkhotbah 9:6.

      • ”Tidak ada pekerjaan atau rancangan atau pengetahuan atau hikmat di [kuburan], tempat ke mana engkau akan pergi.”​—Pengkhotbah 9:10.

      11. Setelah Adam berdosa, apa yang Yehuwa katakan kepadanya?

      11 Pikirkan apa kata Alkitab tentang orang tua kita yang pertama, Adam. Yehuwa membentuk Adam ”dari debu tanah”. (Kejadian 2:7) Kalau Adam menaati hukum Yehuwa, ia bisa hidup bahagia selamanya di bumi. Tetapi, Adam melanggar hukum Yehuwa, dan hukumannya adalah kematian. Ke mana Adam setelah ia mati? Allah mengatakan kepadanya, ”Engkau [akan] kembali ke tanah, karena dari situ engkau diambil. Karena engkau debu dan engkau akan kembali ke debu.”​—Kejadian 3:19.

      12. Apa yang terjadi atas Adam saat ia mati?

      12 Di manakah Adam sebelum Yehuwa menciptakannya dari debu? Ia tidak ada di alam mana pun. Ia belum ada. Jadi, sewaktu Yehuwa mengatakan bahwa Adam akan ”kembali ke debu”, Ia memaksudkan bahwa Adam akan tidak hidup lagi, seperti debu. Adam tidak hidup di alam roh. Ia tidak ’pergi’ ke alam para leluhur. Ia tidak pergi ke surga atau neraka. Ia kembali ke keadaan tidak hidup; ia tidak ada lagi.

      13. Apa yang terjadi saat manusia dan binatang mati?

      13 Apakah semua manusia akan seperti itu? Ya, pasti. Alkitab menjelaskan, ”[Manusia ataupun binatang] menuju satu tempat. Mereka semua dari debu, dan mereka semua kembali ke debu.”​—Pengkhotbah 3:19, 20.

      14. Di masa depan, apa yang akan terjadi atas orang yang sudah mati?

      14 Alkitab berjanji bahwa Allah akan membangunkan orang-orang mati untuk hidup di firdaus di bumi. (Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15) Tetapi, itu terjadi di masa depan. Sekarang ini, mereka masih tidur dalam kematian. (Yohanes 11:11-14) Kita tidak perlu takut atau menyembah mereka, karena mereka tidak dapat menolong ataupun mencelakai kita.

      15, 16. Bagaimana Setan membuat orang-orang percaya bahwa orang mati sebenarnya masih ada?

      15 Gagasan bahwa orang mati masih hidup adalah dusta yang disebarluaskan Setan Si Iblis. Untuk meyakinkan orang-orang tentang dusta ini, ia dan para hantunya berupaya membuat orang-orang berpikir bahwa penyakit dan masalah lain disebabkan oleh roh-roh orang mati. Memang, beberapa masalah disebabkan oleh para hantu. Dan, memang beberapa masalah tidak disebabkan oleh kekuatan gaib. Tetapi, tidaklah benar bahwa orang yang tidur dalam kematian bisa mencelakai kita.

      16 Namun, ada cara lain yang digunakan hantu-hantu untuk membuat orang-orang berpikir bahwa kata-kata Alkitab tentang orang mati itu salah. Mereka membuat orang-orang seolah-olah melihat atau berbicara dengan orang yang sudah mati. Para hantu melakukannya melalui penglihatan, mimpi, dukun, atau cara lainnya. Tetapi, yang mereka hubungi bukanlah orang-orang yang sudah mati, melainkan hantu-hantu yang berpura-pura menjadi orang yang sudah mati. Itulah sebabnya Yehuwa sangat mengutuk para cenayang (dukun) dan mereka yang bertanya kepada orang mati.​—Ulangan 18:10-12; Zakharia 10:2.

      Orang Mati Tidak Bisa Menolong Kita

      Seorang kepala suku yang terkenal di Afrika Barat meninggal pada 1990. Ia memiliki lima istri dan banyak anak. Ia memiliki dua usaha yang menghasilkan banyak uang.

      Saat kepala suku ini meninggal, para anggota keluarga melakukan upacara yang katanya untuk menghormati arwahnya. Istri-istrinya memakai pakaian hitam, membiarkan rambutnya acak-acakan, makan sedikit, dan tidak mandi. Mereka menangis dan meraung selama tujuh hari setelah penguburan. Setelah itu, sesuai dengan kebiasaan setempat, seluruh anggota keluarga berkumpul dengan kerabat untuk penutupan upacara penguburan, yakni pesta makan-minum yang disertai tarian.

      Seandainya arwah kepala suku itu bisa menjaga dan memberkati para anggota keluarga yang ia kasihi, tentu ia akan melakukannya! Tetapi itu tidak terjadi. Usahanya bangkrut. Anggota keluarganya saling berebut warisan dan akhirnya mengambil jalan masing-masing. Sekarang, kompleks rumah yang dulu berisi banyak orang hanya ditinggali segelintir.

      Orang Mati Tidak Bisa Mengganggu Kita

      Seorang pria di kuburan

      Di sebuah desa di Nigeria, seorang pria meninggal dan dikuburkan. Belakangan, istri pria itu bermimpi bahwa suaminya meminta arlojinya. Jadi, istrinya membawa arloji itu dan menguburnya dekat jasad suaminya.

      Seorang pemuda bernama Dunikan diam-diam mengambil arloji itu dan menggunakannya bertahun-tahun sampai itu rusak. Ia tidak pernah diganggu. Jika orang mati memang bisa mengganggu orang yang masih hidup, ia pasti sudah menghukum pencuri yang mengambil arloji dari kuburan itu!

      Kotak: Pengalaman apa yang menunjukkan bahwa orang mati tidak bisa menolong atau mencelakai kita?

  • Fakta tentang Ilmu Gaib dan Sihir
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 5

      Fakta tentang Ilmu Gaib dan Sihir

      Seorang pria mendatangi seorang dukun

      1. Seberapa umumkah kepercayaan akan ilmu gaib, sihir, dan perdukunan?

      ”DI Afrika, tidak ada gunanya bertanya apakah ada dukun,” kata buku African Traditional Religion, dan menambahkan bahwa ”bagi berbagai kalangan di Afrika, dukun sangatlah penting”. Dari yang tidak berpendidikan sampai yang berpendidikan tinggi, bahkan di antara para ulama dan klerus, ada juga yang memercayai ilmu gaib, sihir, dan perdukunan.

      2. Menurut kepercayaan umum, dari manakah asal kekuatan gaib?

      2 Bagi banyak orang, kekuatan mistis atau gaib itu memang ada. Allah-lah yang mengendalikan semua itu. Makhluk roh dan para leluhur dapat menggunakannya. Dan, beberapa orang tahu cara mendapatkan dan menggunakannya, untuk maksud baik (ilmu putih) atau maksud jahat (ilmu hitam).

      3. Apa ilmu hitam itu, dan menurut banyak orang, apa yang bisa dilakukannya?

      3 Ilmu hitam, atau santet, dipakai untuk menyerang musuh. Konon, mereka yang punya kekuatan ini sanggup mengirim kelelawar, burung, lalat, dan binatang lain untuk menyerang orang. Banyak orang percaya bahwa ilmu hitamlah yang membuat orang berkelahi, mandul, sakit, dan bahkan mati.

      4. Menurut banyak orang, apa yang dapat dilakukan dukun, dan apa pengakuan beberapa mantan dukun?

      4 Ilmu hitam sangat berkaitan dengan dukun. Menurut cerita, dukun dapat meninggalkan tubuhnya dan terbang, untuk bertemu dukun lain atau mencari korban. Ini sebenarnya hanyalah cerita orang-orang yang pernah jadi dukun karena tubuh si dukun masih ada di tempat tidur. Berikut adalah pengakuan para mantan dukun (kebanyakan gadis remaja) yang dikutip sebuah majalah Afrika, ”Saya membunuh 150 orang melalui kecelakaan motor.” ”Saya membunuh lima anak dengan mengisap darah mereka.” ”Saya membunuh tiga pacar saya karena mereka memutuskan saya.”

      5. Apa ilmu putih itu, dan bagaimana orang-orang menggunakannya?

      5 Ilmu putih konon dapat melindungi orang dari hal-hal jahat. Mereka yang menggunakan ilmu putih memakai cincin atau gelang ”sakti”. Mereka meminum atau melumuri tubuh dengan ramuan. Mereka menyimpan benda-benda keramat di rumah atau ditanam di tanah sebagai perlindungan. Ada juga yang mengandalkan jimat yang berisi ayat-ayat dari Quran atau Alkitab.

      Dusta dan Tipuan

      6. Apa yang dilakukan Setan dan para hantunya di masa lalu, dan bagaimana kita hendaknya memandang kekuatan mereka?

      6 Memang, Setan dan para hantunya adalah musuh yang berbahaya bagi manusia. Mereka sanggup memengaruhi pikiran dan kehidupan orang-orang, dan di masa lalu mereka bisa merasuki manusia dan binatang. (Matius 12:43-45) Kita tidak boleh menyepelekan kekuatan mereka, tetapi kita juga tidak boleh membesar-besarkannya.

      7. Setan ingin kita percaya apa, dan berikan ilustrasinya?

      7 Setan adalah penipu ulung. Ia membuat orang-orang berpikir bahwa kekuatannya luar biasa, padahal sebenarnya tidak sehebat itu. Sebagai ilustrasi: Dalam peperangan, ada tentara yang menggunakan rekaman suara untuk menakut-nakuti musuh. Sebelum menyerang, rekaman desingan peluru dan artileri akan diputar dengan suara keras. Tentara ingin agar musuh berpikir bahwa mereka sedang diserang pasukan besar dengan persenjataan hebat. Setan juga ingin kita berpikir bahwa kekuatannya tidak terbatas. Tujuannya: membuat manusia takut dan menuruti kemauannya bukannya kehendak Yehuwa. Perhatikan tiga dusta yang Setan ingin kita percayai.

      8. Apa dusta yang disebarkan Setan?

      8 Satu dusta yang disebarkan Setan adalah: Tidak ada musibah yang kebetulan. Ini pasti dilakukan seseorang, secara langsung atau melalui kekuatan gaib. Contohnya, katakanlah seorang anak meninggal karena malaria. Ibunya mungkin tahu bahwa penyakit ini disebabkan oleh nyamuk. Tetapi, mungkin juga ia percaya bahwa seseorang menggunakan dukun untuk mengirim nyamuk itu.

      Seorang pelari terjatuh di lintasan

      Kadang hal buruk memang murni kecelakaan

      9. Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa Setan bukan penyebab setiap masalah?

      9 Meski Setan sanggup menyebabkan beberapa masalah, bukan berarti ia sanggup menimbulkan setiap masalah. Alkitab mengatakan, ”Perlombaan bukan untuk yang cepat, dan pertempuran bukan untuk orang yang perkasa, dan makanan juga bukan untuk orang yang berhikmat, dan kekayaan juga bukan untuk orang yang berpengertian, dan perkenan bahkan bukan untuk mereka yang berpengetahuan; karena waktu dan kejadian yang tidak terduga menimpa mereka semua.” (Pengkhotbah 9:11) Seorang pelari mungkin lebih cepat daripada lawan-lawannya, tetapi bisa jadi ia tidak menang. Ada ”waktu dan kejadian yang tidak terduga” yang membuatnya kalah. Bisa saja ia tersandung dan jatuh atau sakit atau terkilir. Ini bisa menimpa siapa saja. Kejadian-kejadian ini bukan dari Setan atau dukun, tetapi murni kecelakaan.

      10. Cerita apa yang disebarkan tentang dukun, dan bagaimana kita tahu bahwa ini dusta?

      10 Dusta kedua yang disebarkan Setan: Dukun meninggalkan tubuh mereka pada malam hari dan menemui dukun lain atau mengisap darah atau memakan korbannya. Sekarang, coba pikirkan, ’Kalau dukun bisa melakukannya, apa yang keluar dari tubuhnya?’ Kita tahu bahwa jiwa adalah orang itu sendiri, bukan sesuatu yang dapat keluar dari seseorang. Selain itu, roh adalah daya hidup yang tidak bisa melakukan apa pun tanpa tubuh.

      Seorang wanita tidur

      Dukun tidak bisa meninggalkan tubuh jasmaninya

      11. Mengapa dukun tidak bisa meninggalkan tubuhnya?

      11 Jiwa maupun roh tidak dapat keluar dari tubuh untuk melakukan yang baik ataupun jahat. Jadi, dukun tidak bisa meninggalkan tubuhnya. Mereka tidak benar-benar melakukan apa yang mereka nyatakan atau pikir telah mereka lakukan.

      12. Apa yang Setan lakukan agar orang-orang yakin bahwa mereka telah mengalami hal-hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi?

      12 Apa yang membuat para dukun mengaku pernah mengalaminya? Setan bisa membuat orang merasa mengalami sesuatu padahal sebenarnya tidak. Melalui penglihatan, Setan membuat orang merasa telah melihat, mendengar, dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi. Melalui cara-cara ini, Setan ingin membuat orang-orang menjauh dari Yehuwa dan mengira Alkitab itu keliru.

      13. (a) Apakah ilmu putih itu baik? (b) Apa kata Alkitab tentang ilmu gaib?

      13 Dusta ketiga: Ilmu putih itu baik; untuk melawan ilmu hitam. Alkitab tidak membedakan ilmu putih dan ilmu hitam. Semuanya dikutuk. Perhatikan hukum yang Yehuwa berikan kepada bangsa Israel tentang ilmu gaib dan mereka yang mempraktekkannya:

      • ”Jangan mempraktekkan ilmu gaib.”​—Imamat 19:26.

      • ”Mengenai pria atau wanita yang padanya terdapat roh cenayang atau roh peramal, mereka harus dibunuh.”​—Imamat 20:27.

      • ”Jangan didapati di antaramu . . . orang yang mempraktekkan ilmu gaib, orang yang mencari pertanda, seorang tukang sihir, orang yang mengenakan jampi pada orang lain, orang yang meminta nasihat cenayang.”​—Ulangan 18:10-14.

      14. Mengapa Yehuwa membuat hukum yang melarangkan ilmu gaib?

      14 Hukum-hukum ini jelas menunjukkan bahwa Allah tidak ingin umat-Nya mempraktekkan ilmu gaib. Yehuwa memberikan hukum ini kepada umat-Nya karena Ia mengasihi mereka dan tidak ingin mereka diperbudak oleh rasa takut dan takhayul. Ia tidak ingin mereka ditindas oleh hantu-hantu.

      15. Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa Yehuwa lebih berkuasa daripada Setan?

      15 Meski tidak memerinci hal-hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan hantu-hantu, Alkitab menunjukkan bahwa Allah Yehuwa jauh lebih berkuasa daripada Setan dan hantu-hantunya. Yehuwa telah mengusir Setan dari surga. (Penyingkapan [Wahyu] 12:9) Perhatikan juga bahwa Setan meminta izin Allah untuk mencobai Ayub, dan ia tunduk pada peringatan Allah untuk tidak membunuh Ayub.​—Ayub 2:4-6.

      16. Kita harus berlindung kepada siapa?

      16 Amsal 18:10 mengatakan, ”Nama Yehuwa adalah menara yang kuat. Ke sanalah orang adil-benar berlari dan diberi perlindungan.” Jadi, kita harus berlindung kepada Yehuwa. Hamba-hamba Allah tidak berharap pada jimat atau ”ramuan” untuk melindungi mereka dari perbuatan jahat Setan dan hantu-hantu; mereka juga tidak takut diguna-gunai dukun. Hamba-hamba Allah percaya kata-kata Alkitab, ”Mengenai Yehuwa, matanya menjelajahi seluruh bumi untuk memperlihatkan kekuatannya demi kepentingan orang-orang yang sepenuh hati terhadapnya.”​—2 Tawarikh 16:9.

      17. Yakobus 4:7 meyakinkan kita akan hal apa? Tetapi, apa yang harus kita lakukan?

      17 Anda juga bisa yakin akan hal ini jika Anda melayani Yehuwa. Yakobus 4:7 mengatakan, ”Tunduklah kepada Allah; tetapi lawanlah Iblis, dan ia akan lari darimu.” Jika Anda melayani Allah yang benar, menundukkan diri kepada-Nya, Anda bisa yakin bahwa Yehuwa akan melindungi Anda.

      Dapatkah Tukang Sihir Mengendalikan Petir?

      Kilat menyambar

      Di awal 1977, ada 14 orang yang dicurigai sebagai tukang sihir dibakar sampai mati di dekat Pietersburg, Afrika Selatan. Akibatnya, menurut majalah Drum Afrika Selatan, ”Anggota suku dan para wanita dicekam ketakutan. Mereka takut disihir dan disambar petir . . .

      ”Sesuatu harus dilakukan . . . Untuk itu, DRUM memuat tantangan ini untuk semua tukang sihir: Tersedia R5 000 [kira-kira 5.750 dolar AS pada waktu itu] di kantor kami bagi siapa pun, pada Maret 1977, yang bisa membunuh Stanley Motjuwadi dengan petir. Jika kalian tidak bisa, semua orang harus tahu bahwa tipuan tentang kesanggupan mengendalikan petir itu sesuatu yang konyol dan gertak sambal.

      ”Jadi, hai para penyihir gadungan, siapkanlah ramuanmu. Kami tantang kalian.”

      Apakah para tukang sihir bisa membungkam tantangan berani ini dengan petir? Tidak, mereka tidak bisa. Tn. Motjuwadi, penulis majalah Drum selamat dan baik-baik saja, belakangan menjadi editor majalah tersebut.

      Kotak: Bagaimana seorang penulis di Afrika Selatan menantang para tukang sihir, dan apa hasilnya?

  • Apakah Semua Agama Diperkenan Allah?
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 6

      Apakah Semua Agama Diperkenan Allah?

      1. Menurut Firman Allah, ada berapa jenis agama?

      ”MASUKLAH melalui gerbang yang sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” (Matius 7:13, 14) Menurut Firman Allah, hanya ada dua jenis agama: yang sejati dan yang palsu; yang benar dan yang salah; yang satu menuju kehidupan, yang lain menuju kebinasaan.

      2. Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa tidak semua agama menyenangkan Allah?

      2 Ada yang mengira bahwa semua agama menyenangkan Allah. Ayat-ayat Alkitab berikut menunjukkan bahwa itu tidak benar:

      • ”Putra-putra Israel kembali melakukan apa yang buruk di mata Yehuwa, dan mereka mulai melayani para Baal dan patung-patung Astoret dan allah-allah orang Siria, allah-allah orang Sidon, allah-allah orang Moab, allah-allah putra-putra Ammon dan allah-allah orang Filistin. Demikianlah mereka meninggalkan Yehuwa dan tidak melayani dia. Maka kemarahan Yehuwa berkobar terhadap orang Israel.” (Hakim 10:6, 7) Jika kita menyembah patung-patung atau leluhur atau allah-allah (dewa-dewi) lain dan tidak menyembah Allah yang benar, ibadat kita tidak akan diperkenan Yehuwa.

      • ”Umat ini menghormati aku [Allah] dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dariku. Sia-sia mereka terus menyembah aku, karena mereka mengajarkan perintah manusia sebagai doktrin.” (Markus 7:6, 7) Jika orang-orang yang mengaku menyembah Allah mengajarkan gagasan mereka sendiri dan bukannya ajaran Alkitab, ibadat mereka sia-sia. Ini tidak diterima Allah.

      • ”Allah adalah Roh, dan orang yang menyembah dia harus menyembah dengan roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:24) Ibadat kita harus sesuai dengan Firman Allah.

      Buah dari Agama Palsu

      3. Bagaimana kita membedakan agama yang sejati dari yang palsu?

      3 Bagaimana kita bisa tahu apakah suatu agama menyenangkan Allah atau tidak? Yesus mengatakan, ”Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi setiap pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna . . . Maka sebenarnya, dari buah-buahnya kamu akan mengenali orang-orang itu.” Dengan kata lain, jika suatu agama bersumber dari Allah, agama ini akan menghasilkan buah yang baik; tetapi jika suatu agama bersumber dari Setan, agama ini akan menghasilkan buah yang busuk.​—Matius 7:15-20.

      4. Sifat apa yang harus diperlihatkan penyembah Yehuwa?

      4 Agama yang sejati menghasilkan orang-orang yang memiliki dan memperlihatkan kasih. Mengapa? Karena Yehuwa sendiri adalah Allah kasih. Yesus mengatakan, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” Apakah agama-agama memenuhi patokan ini untuk ibadat yang sejati?​—Yohanes 13:35; Lukas 10:27; 1 Yohanes 4:8.

      5. Apa kata sebuah ensiklopedia tentang perdagangan budak di Afrika?

      5 Sebagai contoh, perhatikan perdagangan budak di Afrika. The New Encyclopædia Britannica menyatakan, ”Diperkirakan ada 18.000.000 orang Afrika yang dikirim melalui Islāmic trans-Saharan dan Samudra Hindia dalam perdagangan budak antara tahun 650 dan tahun 1905. Pada pertengahan hingga akhir abad ke-15 orang-orang Eropa memulai perdagangan budak di pesisir barat Afrika, dan pada tahun 1867 antara 7.000.000 dan 10.000.000 orang Afrika telah dikirim dengan kapal sebagai budak ke Dunia Baru [Amerika].”

      Sebuah kapal mengangkut budak-budak Afrika

      6. Bagaimana agama terlibat dalam perdagangan budak?

      6 Bagaimana sikap agama selama pergolakan di Afrika, ketika pria, wanita, dan anak-anak direnggut dari rumah serta keluarga mereka, dirantai, diselar dengan besi panas, lalu diperjualbelikan layaknya hewan? Bethwell Ogot menulis dalam Daily Nation Nairobi, Kenya, ”Agama Kristen maupun Islam mengajarkan tentang persatuan umat manusia, tetapi mereka juga menciptakan masyarakat yang memiliki budak melalui prasangka ras. . . . Kita harus mengakui bahwa Muslim dan Kristen, negara-negara Barat dan Timur Tengah, serta ketidakpekaan moral sama-sama berperan dalam timbulnya penderitaan yang tak terkira atas orang-orang Afrika.”

      Agama dan Perang

      7. Bagaimana sikap para pemimpin agama mengenai peperangan?

      7 Agama palsu menghasilkan buah busuk yang lain lagi. Misalnya, meski Alkitab mengatakan harus ”mengasihi sesamamu”, para pemimpin agama di seputar dunia dengan berapi-api mendukung dan mengobarkan peperangan.​—Matius 22:39.

      Sebuah bangunan ibadat; seorang pemimpin agama berkhotbah di hadapan tentara; anak-anak bekerja sebagai budak

      Agama palsu terlibat dalam perang dan perdagangan budak

      8. (a) Bagaimana pemimpin agama mendukung pembunuhan dalam pertikaian di Afrika? (b) Apa kata seorang pastor tentang pemimpin agama selama perang sipil di Nigeria?

      8 Sudah bukan rahasia lagi bahwa selama tahun 1994, beberapa biarawati dan pastor ikut dalam pembantaian orang-orang di Rwanda. Agama juga sangat terlibat dalam banyak pertikaian lain di Afrika. Misalnya, selama perang sipil berdarah di Nigeria, agama-agama dari kedua belah pihak mendorong rakyatnya untuk berperang. Sewaktu perang ini berlarut-larut, seorang pastor berkata bahwa pemimpin gereja telah ”mengesampingkan pekerjaan yang diberikan Allah kepada mereka”. Ia juga berkata, ”Kita yang mengaku sebagai pelayan Allah telah menjadi pelayan Setan.”

      9. Apa kata Alkitab tentang pelayan-pelayan Setan?

      9 Senada dengan pernyataan itu, Alkitab mengatakan, ”Setan sendiri terus mengubah dirinya menjadi malaikat terang. Karena itu, bukanlah sesuatu yang hebat jika pelayan-pelayannya juga terus mengubah diri mereka menjadi pelayan-pelayan keadilbenaran.” (2 Korintus 11:14, 15) Sama seperti banyak orang jahat berpura-pura sebagai orang baik, Setan mengelabui orang-orang melalui pelayan-pelayan yang kelihatannya saleh tetapi melakukan hal-hal yang bejat.

      10. Bagaimana para pemimpin agama menyangkal Allah?

      10 Di seputar dunia, para pemimpin agama berkhotbah tentang kasih, perdamaian, dan kebaikan, tetapi mereka bertindak dengan penuh kebencian, terlibat dalam perang, dan berlaku bejat. Alkitab dengan tepat menggambarkan mereka, ”Di depan umum mereka menyatakan bahwa mereka mengenal Allah, tetapi mereka menyangkal dia dengan perbuatan mereka.”​—Titus 1:16.

      Keluar dari ”Babilon Besar”

      11. Apa kata Alkitab tentang agama palsu?

      11 Kita bisa tahu bagaimana pandangan Yehuwa tentang agama palsu dengan membaca buku Penyingkapan (atau, Wahyu) dalam Alkitab. Di situ, agama palsu digambarkan sebagai wanita simbolis, ”Babilon Besar”. (Penyingkapan 17:5) Perhatikan kata-kata Allah tentang wanita simbolis ini,

      • ”Sundal besar . . . dengan dialah raja-raja di bumi melakukan percabulan.” (Penyingkapan 17:1, 2) Agama palsu tidak setia kepada Allah, tetapi terlibat dalam urusan politik, sering kali mengendalikan pemerintahan.

      • ”Di dalam dia ditemukan darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan semua orang yang telah dibantai di bumi.” (Penyingkapan 18:24) Agama palsu menganiaya dan membunuh hamba-hamba Allah yang setia serta ikut bertanggung jawab atas kematian jutaan orang dalam perang.

      • ”Dia memuliakan dirinya sendiri dan hidup dalam kemewahan yang tidak bermalu.” (Penyingkapan 18:7) Agama palsu sangat kaya raya, dan para pemimpinnya hidup mewah.

      • ”Oleh praktek spiritisme[-nya] semua bangsa disesatkan.” (Penyingkapan 18:23) Melalui ajaran palsunya tentang jiwa yang tidak dapat mati, agama palsu membuka pintu untuk segala bentuk spiritisme serta tenung dan membuat orang merasa takut akan orang mati dan menyembah leluhur.

      12. Peringatan apa yang diberikan Alkitab tentang agama palsu?

      12 Alkitab dengan tegas memperingatkan orang-orang untuk memisahkan diri dari agama palsu, ”Hai, umatku, keluarlah dari dalamnya, jika kamu tidak ingin mengambil bagian bersama dia dalam dosa-dosanya, dan jika kamu tidak ingin menerima bagian dari tulah-tulahnya.”​—Penyingkapan 18:4, 5.

      13. Apa yang akan terjadi atas agama palsu dan para penganutnya?

      13 Di masa depan, Babilon Besar, yaitu semua agama palsu di dunia, akan dilenyapkan. Alkitab mengatakan, ”Dalam satu hari tulah-tulahnya akan datang, kematian dan perkabungan dan bala kelaparan, dan dia akan dibakar habis dengan api, karena Allah Yehuwa, yang menghakimi dia, adalah kuat.” (Penyingkapan 18:8) Agar kita tidak kena tulah-tulahnya, kita harus memutuskan semua hubungan dengan agama palsu, tidak ikut dalam semua kebiasaan, perayaan, dan kepercayaannya yang tidak menyenangkan Allah. Ini sangat mendesak. Hidup mati kita dipertaruhkan!​—2 Korintus 6:14-18.

  • Siapa yang Menjalankan Agama yang Benar?
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 7

      Siapa yang Menjalankan Agama yang Benar?

      1. Bagaimana kita bisa memiliki hubungan yang baik dengan Allah?

      UNTUK memiliki hubungan yang baik dengan Allah, kita sama sekali tidak boleh terkait dengan agama palsu. Kita harus menjalankan agama yang benar. Sekarang, ada jutaan orang di seluruh dunia yang melakukannya.

      2. Saksi-Saksi Yehuwa ada di berapa negeri, dan apa yang mereka lakukan?

      2 Seperti telah dinubuatkan dalam Alkitab, orang-orang yang menjalankan agama yang benar akan menjadi suatu ”kumpulan besar” yang berasal ”dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. (Penyingkapan [Wahyu] 7:9) Di lebih dari 235 negeri, jutaan Saksi-Saksi Yehuwa membantu orang-orang lain belajar tentang jalan-jalan Yehuwa dan persyaratan-Nya yang pengasih.

      Mengenali Penganut Agama yang Benar

      3. Saksi-Saksi Yehuwa menyembah siapa, dan apa yang tidak mereka lakukan?

      3 Saksi-Saksi Yehuwa mengakui hanya Yehuwa yang patut disembah. Mereka tidak mau membungkuk di depan patung-patung atau lambang-lambang agama. (1 Yohanes 5:21) Mereka tidak ikut dalam kebiasaan menunggui jenazah semalaman atau upacara lain yang mendukung kepercayaan agama palsu dan ”ajaran hantu-hantu”. (1 Timotius 4:1) Namun, mereka menghibur orang-orang yang berduka dengan menjelaskan janji Allah bahwa akan ada kebangkitan orang mati di firdaus di bumi.​—Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15.

      4. Bagaimana pendirian umat Allah soal ilmu gaib?

      4 Saksi-Saksi sama sekali tidak terlibat dengan ilmu gaib, sihir, atau perdukunan, karena mereka tahu bahwa semua ini berasal dari Iblis. Mereka tidak mengandalkan ilmu gaib sebagai perlindungan, mereka hanya percaya kepada Yehuwa.​—Amsal 18:10.

      5. Apa buktinya bahwa Saksi-Saksi Yehuwa ”bukan bagian dari dunia”?

      5 Yesus mengatakan bahwa murid-muridnya ”bukan bagian dari dunia”. (Yohanes 17:16) Yesus tidak mau ikut dalam politik saat ia di bumi. (Yohanes 6:15) Saksi-Saksi pun tidak ikut politik, semangat nasionalisme, dan perjuangan kelompok-kelompok di dunia ini. Namun, mereka membayar pajak dan mematuhi hukum di negara tempat mereka tinggal.​—Yohanes 15:19; Roma 13:1, 7.

      6. Petunjuk apa yang diikuti hamba-hamba Allah sehubungan dengan perkawinan dan perceraian?

      6 Karena mematuhi peraturan pemerintah, Saksi-Saksi Yehuwa mengesahkan perkawinan mereka secara hukum. (Titus 3:1) Karena mengikuti petunjuk Allah, mereka tidak berpoligami. (1 Timotius 3:2) Karena menjalankan perintah Alkitab, jarang sekali perkawinan hamba-hamba Allah berakhir dengan perceraian.

      7. Bagaimana Saksi-Saksi saling mengasihi?

      7 Saksi-Saksi saling mengasihi. Kasih ini serta kasih akan Allah mempersatukan mereka dalam persaudaraan yang sejati, meski mereka berasal dari banyak suku dan bangsa. Saat terjadi bencana atau keadaan darurat, Saksi-Saksi saling membantu. Mereka menunjukkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.​—Yohanes 13:35.

      Saksi-Saksi Yehuwa dari berbagai macam bangsa

      Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia bersatu dalam persaudaraan

      8. Perbuatan buruk apa saja yang tidak dilakukan umat Allah?

      8 Umat Yehuwa berupaya hidup jujur dan mengikuti kaidah moral. Mereka tidak mencuri, berbohong, berbuat amoral, mabuk, dan juga tidak melakukan bisnis yang tidak jujur. Suami tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Sebelum menjadi Saksi Yehuwa, beberapa dari mereka melakukan hal-hal itu, tetapi berkat bantuan Yehuwa mereka tidak lagi melakukannya. Di mata Allah, mereka telah ”dicuci bersih”.​—1 Korintus 6:9-11.

      Melakukan Kehendak Allah

      9. Apa kata sebuah buku tentang gereja-gereja spiritual di Afrika?

      9 Memang, banyak agama mengaku memiliki kebenaran. Mereka mungkin menunjuk ke tindakan-tindakan yang hebat untuk mendukung pengakuan mereka itu. Contohnya, sebuah buku yang menjelaskan tentang gereja-gereja spiritual di Afrika mengatakan, ”Penggunaan ilmu sihir dan peran dukun sebagian besar telah diambil alih oleh [kelompok Kristen baru] . . . Mereka mengaku memberi pertanda dan mengadakan mukjizat. Para nabi di antara mereka memberikan penglihatan dan menafsirkan mimpi. Mereka menggunakan air dan minyak suci, abu, lilin dan dupa untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit.”

      10, 11. Mengapa agama yang melakukan mukjizat dewasa ini belum tentu berasal dari Allah?

      10 Anggota agama-agama ini mengaku bahwa mukjizat mereka adalah bukti bahwa agama mereka diberkati Allah. Tetapi, mukjizat yang mereka katakan bukanlah bukti bahwa suatu agama diperkenan Yehuwa. Setan memberi kuasa kepada beberapa orang penganut ibadat palsu untuk melakukan ”perbuatan penuh kuasa”. (2 Tesalonika 2:9) Lagi pula, Alkitab menubuatkan bahwa kesanggupan luar biasa yang berasal dari Allah seperti karunia bernubuat, berbahasa roh, dan memiliki pengetahuan khusus, akan ”ditiadakan”.​—1 Korintus 13:8.

      11 Yesus memperingatkan, ”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga. Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu, ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’ Meskipun demikian, pada waktu itu aku akan mengaku kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanku, hai, orang-orang yang melanggar hukum.”​—Matius 7:21-23.

      12. Siapa yang akan masuk Kerajaan Surga?

      12 Jadi, siapa yang akan masuk Kerajaan Surga? Orang-orang yang melakukan kehendak Yehuwa.

      Memberitakan Kerajaan Allah

      13. Pekerjaan apa yang Allah berikan bagi umat-Nya sekarang, dan siapa yang melakukannya?

      13 Apa yang Allah ingin kita lakukan dewasa ini? Yesus mengatakan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa.” (Matius 24:14) Ini adalah pekerjaan yang dilakukan Saksi-Saksi Yehuwa dengan penuh semangat.

      Saksi-Saksi Yehuwa mengabar kepada seorang wanita di persawahan

      14. Apa Kerajaan Allah itu, dan siapa yang akan memerintah dalam Kerajaan itu?

      14 Di seluruh bagian ”bumi yang berpenduduk”, Saksi-Saksi Yehuwa mengumumkan Kerajaan Allah sebagai pemerintahan dari surga yang akan memerintah bumi dengan adil dan benar. Mereka mengajarkan bahwa Yehuwa telah melantik Yesus Kristus sebagai Raja Kerajaan itu, bersama 144.000 rekan penguasa yang dipilih dari antara manusia.​—Daniel 7:14, 18; Penyingkapan 14:1, 4.

      15. Apa yang akan dibinasakan Kerajaan itu?

      15 Saksi-Saksi menunjukkan dari Alkitab bahwa Kerajaan Allah akan membinasakan Setan dan segala sesuatu yang dikendalikannya. Semua agama palsu dan ajarannya yang tidak menghormati Allah dan yang memuliakan Iblis akan lenyap! (Penyingkapan 18:8) Semua pemerintahan manusia yang melawan Allah juga akan lenyap!​—Daniel 2:44.

      Salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa dan putrinya mengabar kepada seorang wanita di toko

      16. Siapa yang akan menjadi rakyat dari pemerintahan Yesus Kristus, dan di mana mereka akan tinggal?

      16 Selain itu, Saksi-Saksi Yehuwa memberi tahu bahwa Yesus Kristus akan memberikan berkat yang menakjubkan bagi semua yang menjalankan perintah Allah. Mereka akan menjadi rakyatnya di bumi. Alkitab berjanji, ”Ia akan membebaskan orang miskin yang berseru meminta tolong, juga orang yang menderita dan siapa pun yang tidak mempunyai penolong. Ia akan merasa kasihan terhadap orang kecil dan orang miskin, dan jiwa orang-orang miskin akan ia selamatkan.”​—Mazmur 72:12, 13.

      17. Hanya siapa yang memberitakan Kerajaan Allah?

      17 Tidak ada kelompok lain yang melakukan kehendak Allah dengan memberitakan kabar baik Kerajaan. Hanya Saksi-Saksi Yehuwa yang memberi tahu orang-orang di seluruh bumi tentang Kerajaan Allah.

  • Tinggalkan Agama Palsu dan Jalankan Agama yang Benar
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 8

      Tinggalkan Agama Palsu dan Jalankan Agama yang Benar

      1. Pilihan apa yang harus dibuat orang-orang sehubungan dengan ibadat?

      YESUS berkata, ”Dia yang tidak di pihakku melawan aku.” (Matius 12:30) Kita memihak Yehuwa atau memihak Setan. Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka melayani Allah dengan cara yang benar, tetapi Alkitab mengatakan bahwa Setan ”sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. (Penyingkapan [Wahyu] 12:9) Jutaan orang percaya bahwa mereka menyembah Allah, tetapi sebenarnya melayani Setan si Iblis! Jadi, orang-orang harus memilih: melayani Yehuwa, ”Allah kebenaran”, atau Setan, ”bapak dusta”.​—Mazmur 31:5; Yohanes 8:44.

      Keluarlah dari Agama Palsu

      2. Cara apa yang Setan gunakan supaya orang tidak menyembah Yehuwa?

      2 Keputusan untuk melayani Yehuwa adalah pilihan yang bijaksana. Pilihan ini diperkenan Allah. Tetapi, Setan tidak menyukai orang-orang yang melayani Allah; ia mempersulit orang-orang yang melakukannya. Salah satu caranya adalah menggunakan orang lain, bahkan para sahabat atau kerabat untuk mengejek dan menentang kita. Yesus memperingatkan, ”Sesungguhnya, musuh orang adalah orang-orang dari rumah tangganya sendiri.”​—Matius 10:36.

      3. Jika keluarga atau sahabat menentang ibadat Anda kepada Allah, apa yang akan Anda lakukan?

      3 Kalau Anda mengalaminya, apa yang akan Anda lakukan? Banyak orang takut atau ragu melepaskan ibadat mereka meski tahu bahwa itu keliru. Bagi mereka, meninggalkan ibadat mereka berarti tidak setia atau tidak loyal pada keluarga. Tetapi coba pikir, jika Anda tahu ada anggota keluarga menggunakan obat terlarang, bukankah Anda akan memperingatkan mereka bahayanya? Anda tentu tidak akan ikut-ikutan menggunakan obat itu, bukan?

      4. Apa yang Yosua katakan kepada orang Israel mengenai ibadat di zamannya?

      4 Bangsa Israel diingatkan oleh Yosua agar meninggalkan kebiasaan dan tradisi agama yang keliru dari leluhur mereka. Ia berkata, ”Maka sekarang, takutlah akan Yehuwa dan layani dia tanpa cela dan dalam kebenaran, dan singkirkan allah-allah yang dilayani bapak-bapak leluhurmu di seberang Sungai dan di Mesir, dan layanilah Yehuwa.” (Yosua 24:14) Yosua loyal kepada Allah, dan Yehuwa memberkatinya. Jika kita loyal kepada Yehuwa, Ia juga akan memberkati kita.​—2 Samuel 22:26.

      Ajaran Agama​—Yang Benar dan Yang Salah

      • Salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa mengajarkan Alkitab kepada seorang wanita dan anak-anaknya

        Tritunggal: Banyak agama mengajarkan bahwa Allah adalah suatu Tritunggal. Mereka mengatakan bahwa ”sang Bapak adalah Allah, sang Putra [Yesus] adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah tetapi hanya satu Allah”.

        Di dalam Alkitab tidak ada kata ”Tritunggal”, ataupun ajaran bahwa Yehuwa adalah tiga pribadi dalam satu. Yehuwa satu-satunya Allah. Satu Korintus 8:6 mengatakan, ”Sesungguhnya bagi kita hanya ada satu Allah, sang Bapak.” Yehuwa adalah Yang Mahatinggi. Yesus bukan Allah, melainkan ”Putra Allah”. (1 Yohanes 4:15) Demikian pula roh kudus bukanlah Allah. Bahkan, roh kudus bukanlah suatu pribadi. Itu adalah tenaga aktif Allah.​—Kisah 1:8; Efesus 5:18.

      • Jiwa: Banyak agama mengajarkan bahwa jiwa adalah sesuatu yang berada di dalam diri seseorang dan tidak dapat mati. Alkitab mengajarkan bahwa jiwa adalah orang itu sendiri, dan orang tentu bisa mati.​—Kejadian 2:7; Yehezkiel 18:4.

      • Api Neraka: Agama-agama palsu mengajarkan bahwa jiwa orang jahat disiksa selamanya di neraka. Alkitab mengatakan bahwa orang mati ”tidak sadar akan apa pun”. (Pengkhotbah 9:5) Alkitab juga mengajarkan bahwa ”Allah adalah kasih”. (1 Yohanes 4:8) Yehuwa, Allah yang pengasih, tidak akan pernah menyiksa orang-orang dengan api.

      Kotak: Apa yang Alkitab ajarkan tentang Tritunggal, jiwa, dan api neraka?

      Singkirkan Semua yang Berkaitan dengan Ibadat Palsu

      Seorang wanita membakar benda-benda gaibnya

      5. Mengapa kita harus menyingkirkan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu gaib?

      5 Untuk meninggalkan agama palsu, kita harus menghancurkan semua milik kita yang berkaitan dengan ilmu gaib, seperti jimat, cincin atau gelang ”sakti”, atau benda-benda sejenisnya. Ini penting karena dengan melakukannya kita menunjukkan bahwa kita benar-benar percaya pada Yehuwa.

      6. Apa yang dilakukan orang-orang Kristen abad pertama terhadap buku ilmu gaib mereka?

      6 Perhatikan apa yang dilakukan orang-orang Kristen abad pertama saat ingin menjalankan agama yang benar. Alkitab mengatakan, ”Cukup banyak dari antara mereka yang mempraktekkan ilmu gaib mengumpulkan buku-buku mereka dan membakarnya habis di hadapan semua orang.”​—Kisah 19:19.

      7. Apa yang dapat kita lakukan bila diganggu hantu-hantu?

      7 Beberapa yang mulai melayani Yehuwa tetapi pernah terlibat langsung dalam ilmu gaib, sihir, dan perdukunan bisa jadi diganggu hantu-hantu. Jika Anda mengalaminya, berteriaklah minta tolong kepada Yehuwa dalam doa dan gunakan nama-Nya. Ia akan menolong Anda.​—Amsal 18:10; Yakobus 4:7.

      8. Bagaimana sikap orang Kristen terhadap benda-benda yang dipakai dalam ibadat palsu?

      8 Mereka yang ingin melayani Yehuwa tidak boleh menyimpan atau menggunakan patung, lambang, atau gambar yang dipakai dalam ibadat palsu. Orang Kristen sejati ”berjalan dengan iman, bukan dengan apa yang kelihatan”. (2 Korintus 5:7) Mereka mematuhi hukum Allah yang melarangkan penggunaan patung dalam ibadat.​—Keluaran 20:4, 5.

      Bergabunglah dengan Umat Yehuwa

      Seorang ibu dan putrinya bersama-sama menyiapkan makanan

      9. Apa nasihat Alkitab agar kita bisa berhikmat?

      9 Alkitab mengatakan, ”Ia yang berjalan dengan orang-orang berhikmat akan menjadi berhikmat.” (Amsal 13:20) Agar berhikmat, kita perlu berjalan, atau bergabung, dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka adalah orang-orang yang menempuh jalan menuju kehidupan.​—Matius 7:14.

      10. Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa membantu Anda melayani Allah?

      10 Saksi-Saksi sangat peduli terhadap orang-orang. Pekerjaan mereka adalah membantu orang-orang yang tulus untuk memahami kebenaran Alkitab yang menghasilkan kehidupan abadi. Mereka senang membantu Anda belajar Alkitab tanpa bayaran. Mereka akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda dan menunjukkan caranya menjalankan ajaran Alkitab.​—Yohanes 17:3.

      11. Bagaimana pertemuan ibadat bisa membantu Anda?

      11 Dalam pertemuan ibadat mereka, disebut perhimpunan, biasanya di Balai Kerajaan, Anda akan belajar lebih banyak tentang jalan-jalan Yehuwa. Anda akan semakin ingin menjalankan agama yang benar. Dan, Anda juga akan dilatih agar bisa membantu orang lain mengetahui kebenaran Alkitab.​—Ibrani 10:24, 25.

      Sebuah sidang berhimpun di Balai Kerajaan

      12. Bagaimana doa bisa membantu Anda melayani Allah?

      12 Semakin banyak pengetahuan Anda tentang kehendak dan maksud-tujuan Yehuwa, kemungkinan besar Anda akan semakin menghargai jalan-jalan-Nya yang pengasih. Anda juga hendaknya memupuk keinginan untuk menyenangkan Allah dan tidak menyakiti hati-Nya. Ingatlah bahwa Anda bisa mendekat kepada Yehuwa dalam doa dan meminta-Nya membantu Anda melakukan yang benar dan menghindari yang salah.​—1 Korintus 6:9, 10; Filipi 4:6.

      Sebuah keluarga membaca Alkitab bersama

      Bagaimana menjalankan ibadat yang benar?

      13. Bagaimana Anda bisa membuat hati Yehuwa bersukacita?

      13 Seraya Anda terus belajar, Anda akan tahu perlunya membaktikan diri dan dibaptis sebagai Saksi Yehuwa. Dengan bergabung bersama umat Yehuwa, Anda akan membuat hati Yehuwa bersukacita. (Amsal 27:11) Anda akan berada di antara umat yang berbahagia, yang tentangnya Allah mengatakan, ”Aku akan berdiam di antara mereka dan berjalan di antara mereka, dan aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatku.”​—2 Korintus 6:16.

      Saya Terbebas dari Hantu-Hantu

      Josephine Ikezu bersama beberapa anaknya

      Suatu malam, saat berbaring di tempat tidur bersama suami, saya mendengar ada suara memanggil-manggil nama saya tiga kali. Kemudian, saya melihat langit-langit terbelah, dan sebuah benda seperti bola-api jatuh ke perut saya. Suami saya memang tidak bisa melihat semua kejadian ini. Tapi, saya merasakan panas membakar selama beberapa bulan.

      Enam bulan kemudian, suara itu kembali memanggil saya. Tiba-tiba, rumah saya seolah-olah tenggelam ke air. Seekor ular yang besar sekali keluar dari air itu dan melilit tangan saya. Saya mencoba mengebaskannya, tapi sia-sia. Saya ketakutan. Kemudian, air dan ular itu lenyap, dan saya terhempas ke tanah. Saya pingsan berjam-jam. Lalu, suara yang memanggil itu memberi tahu saya agar saya pergi ke kuil penyembuhan gaib di desa. Saat saya menanyakan nama roh itu, ia menyebut sebuah nama yang artinya ”pemilik kekayaan tapi tanpa anak”. Ia berjanji akan membuat saya kaya melalui kuasa penyembuhan.

      Orang-orang sakit berdatangan dari mana-mana. Sebelum tiba di rumah saya, bayangan mereka muncul di cermin-khusus saya. Lalu, begitu seseorang tiba, saya akan menepukkan telapak tangan saya pada telapak tangannya, dan saya langsung tahu jenis penyakitnya atau masalahnya serta cara mengobatinya. Roh itu juga memberi tahu saya berapa yang harus dibayar orang itu.

      Uang dan pemberian terus mengalir karena pengobatan yang saya berikan manjur. Saya menjadi ”pemilik kekayaan”, tapi saya juga baru tahu artinya ”tanpa anak”. Tiap kali saya melahirkan anak lagi, anak yang sebelumnya meninggal. Ini membuat saya sangat tertekan. Selama 12 tahun saya melayani roh ini, enam anak saya meninggal.

      Saya mulai memohon pertolongan Allah. Saya berdoa sungguh-sungguh. Suatu hari, Saksi Yehuwa mengetuk pintu rumah saya. Biasanya, saya mengusir mereka, tapi hari itu, saya ingin mendengarkan mereka. Dalam berbagai pembahasan selanjutnya, saya baru tahu bahwa saya melayani suatu hantu! Saya bertekad untuk meninggalkan spiritisme.

      Saat saya memberi tahu roh itu tentang keputusan saya, ia memperingatkan saya untuk tidak melakukannya. Tapi saya berkata, ”Tidak, saya tidak mau melayani kamu lagi.”

      Saya membakar semua yang saya gunakan untuk meramal. Saya belajar Alkitab dengan para Saksi, menjadi hamba Yehuwa, dan dibaptis pada 1973. Sekarang, saya memiliki lima anak yang sehat. Suami saya juga menjadi seorang Saksi yang terbaptis.​—Diceritakan oleh Josephine Ikezu.

      Kotak: Bagaimana seorang wanita terbebas dari hantu-hantu?

  • Agama yang Benar Beri Anda Berkat Kekal!
    Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?
    • BAGIAN 9

      Agama yang Benar Beri Anda Berkat Kekal!

      Sebuah keluarga

      1. Apa hasilnya jika kita ’mendekat kepada Allah’?

      YEHUWA mengasihi orang-orang yang melayani-Nya. Jika Anda menyembah Yehuwa, Ia akan memberkati Anda sekarang dan di masa depan. Alkitab mengatakan, ”Mendekatlah kepada Allah dan ia akan mendekat kepadamu.”​—Yakobus 4:8.

      2. Apa yang harus kita lakukan agar bisa mendekat kepada Allah, dan bagaimana ini memengaruhi doa kita?

      2 Untuk mendekat kepada Allah, Anda harus mempelajari dan menjalankan Firman-Nya. Jika Anda berdoa sesuai dengan kehendak Yehuwa, Ia akan mendengar dan menjawabnya. Rasul Yohanes menulis, ”Inilah keyakinan kita kepada [Allah], bahwa apa pun yang kita minta sesuai dengan kehendaknya, dia mendengar kita. Selanjutnya, jika kita tahu bahwa dia mendengar kita berkenaan dengan apa pun yang kita minta, kita tahu bahwa kita akan memperoleh hal-hal yang diminta karena kita telah memintanya kepadanya.”​—1 Yohanes 5:14, 15.

      3-7. Bagaimana kita bisa memperoleh hikmat dari Allah, dan apa manfaatnya bagi kita?

      3 Selain itu, jika Anda mendekat kepada Allah, Ia akan memberi Anda hikmat untuk mengatasi masalah dalam kehidupan. Alkitab mengatakan, ”Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, biarlah ia terus meminta kepada Allah.”​—Yakobus 1:5.

      4 Bagaimana hikmat dari Allah bisa membantu Anda? Salah satunya, itu bisa membantu Anda mengetahui apa yang Yehuwa tidak suka. Anda juga bisa tahu mengapa itu salah dan bagaimana Anda bisa menghindarinya. Pengetahuan itu bisa melindungi Anda dari banyak masalah yang menimpa orang-orang pada umumnya. Misalnya, karena menaati nasihat Allah untuk tetap bersih secara moral, umat Allah terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks, dan perkawinan yang tidak bahagia atau berantakan.

      5 Apa lagi manfaat hikmat Allah? Itu dapat membantu Anda menikmati kehidupan yang terbaik. Anda bisa membuat keputusan yang bijaksana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengatur uang. Anda bisa mengejar cita-cita yang berguna dan menolak cita-cita yang manfaatnya sementara.

      Sepasang suami istri dan bayi mereka

      6 Hikmat dari Allah juga bisa membantu Anda memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Anda bisa memiliki kehidupan keluarga yang lebih bahagia. Anda dapat menjalin persahabatan yang sejati dan bertahan lama, dan Anda akan direspek orang lain, bahkan orang yang tidak melayani Allah.

      7 Selain itu, dengan memiliki hikmat dari Allah, Anda akan memandang kehidupan dengan lebih baik. Hikmat itu akan membantu Anda mengatasi kesulitan dan kekecewaan. Dan, pandangan Anda tentang masa depan akan lebih positif dan seimbang. Hasilnya, Anda akan lebih sehat secara fisik dan mental.​—Amsal 14:30; Yesaya 48:17.

      8. Jika Anda melayani Allah, Anda akan terbebas dari rasa takut apa?

      8 Jika Anda melayani Allah yang benar, Anda akan bebas dari rasa takut yang menghantui orang-orang yang tidak melayani-Nya. Karena Anda tahu orang mati tidak bisa berbuat apa-apa, Anda tidak akan takut kepada mereka. Karena Anda yakin akan janji Allah untuk membangkitkan orang mati, Anda tidak akan takut mati. Dan, karena Anda tahu bahwa Allah itu mahakuasa, Anda tidak akan takut pada sihir atau ilmu gaib.​—Yohanes 8:32.

      Orang-Orang yang Lembut Hati Akan Memiliki Bumi

      Seorang ibu memeluk anaknya

      9-11. Siapa yang akan hidup di Firdaus, dan siapa yang tidak?

      9 Jika Anda mendekat kepada Allah, Anda tidak akan takut menghadapi masa depan. Kita tahu bahwa masalah-masalah yang terjadi sekarang sudah dinubuatkan Alkitab. Yehuwa memberi tahu kita bahwa ini hanyalah sementara; Kerajaan Allah akan segera mengubah bumi ini menjadi firdaus.​—Lukas 21:10, 11, 31; 23:43.

      10 Hanya orang-orang yang mendekat kepada Yehuwa dan melayani-Nya yang akan hidup di Firdaus. Alkitab mengatakan, ”Hanya sedikit waktu lagi, orang fasik tidak akan ada lagi; dan engkau pasti akan memperhatikan tempatnya, dan ia tidak akan ada. Tetapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.”​—Mazmur 37:10, 11.

      11 Orang-orang yang keras kepala dan tidak mau menaati hukum Allah akan kehilangan kehidupan mereka selamanya. (2 Tesalonika 1:8, 9) Mereka tidak akan ada lagi. Mereka bersama Setan dan para hantunya akan binasa. (Penyingkapan [Wahyu] 20:10, 14) Tetapi, orang-orang yang belajar tentang Yehuwa dan melayani-Nya akan merasakan sukacita yang luar biasa di Firdaus di bumi.

      Orang-orang menikmati makan bersama di Firdaus

      Masa Depan yang Luar Biasa!

      12. Apa yang Alkitab katakan tentang masa depan?

      12 Yehuwa telah menyiapkan banyak hal menakjubkan bagi orang yang mengasihi-Nya! Perhatikan apa yang Firman Allah katakan tentang kehidupan di Firdaus di bumi:

      • Akan ada banyak makanan: ”Akan ada banyak biji-bijian [atau, makanan] di bumi; di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.”​—Mazmur 72:16.

      • Perumahan yang layak: ”Mereka akan membangun rumah dan menghuninya.”​—Yesaya 65:21.

      • Pekerjaan yang menyenangkan: ”Orang-orang pilihanku akan menggunakan sepenuhnya hasil karya tangan mereka. Mereka tidak akan berjerih lelah dengan percuma.”​—Yesaya 65:22, 23.

      • Tidak ada lagi penyakit: ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’.”​—Yesaya 33:24.

      • Keterbatasan fisik tidak ada lagi: ”Pada waktu itu, mata orang buta akan terbuka, dan telinga orang tuli akan dibuka penyumbatnya. Pada waktu itu, orang timpang akan berjalan mendaki seperti rusa jantan, dan lidah orang bisu akan bersorak-sorai.”​—Yesaya 35:5, 6.

      • Tidak ada lagi penderitaan, kesedihan, kematian: ”[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.”​—Penyingkapan 21:4.

      • Tidak ada lagi perang: ”[Allah] menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi.”​—Mazmur 46:9.

      • Hidup selamanya: ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”​—Mazmur 37:29.

      Air terjun

      13. Hanya siapa yang dapat membuat bumi menjadi firdaus? Mengapa?

      13 Manusia tidak pernah dapat mewujudkan semua hal itu, tetapi Yehuwa punya kuasa untuk mewujudkan semua yang Ia inginkan. Tidak ada yang dapat menghentikan Dia. Alkitab mengatakan, ”Bagi Allah tidak ada pernyataan yang mustahil.”​—Lukas 1:37.

      14. Bagaimana Anda bisa berada di jalan menuju kehidupan abadi?

      14 Melalui Saksi-Saksi-Nya, Yehuwa memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk ’masuk melalui gerbang yang sempit’ dan menempuh jalan menuju kehidupan abadi. Semoga Anda bisa berada di antara orang-orang yang bahagia yang menerima undangan itu. Semoga Anda menjalankan agama yang benar dan menikmati berkat Yehuwa selamanya!​—Matius 7:13, 14.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan