-
Mengapa Mengendalikan Kemarahan Anda?Sedarlah!—1997 | 8 Juni
-
-
Kemarahan yang terkendali boleh jadi dapat dibenarkan. Misalnya, kemarahan Allah berkobar terhadap kota-kota purba Sodom dan Gomora yang amoral. (Kejadian 19:24) Mengapa? Karena penduduk kota-kota itu melakukan kekerasan dan praktek-praktek seksual yang menyimpang, dan perbuatan itu sudah diketahui secara luas di seluruh wilayah itu. Misalnya, sewaktu para malaikat yang diutus mengunjungi Lot, pria yang adil-benar, segerombolan pemuda bersama pria-pria lanjut usia mencoba memperkosa tamu-tamu Lot secara beramai-ramai. Kemarahan Allah Yehuwa terhadap perbuatan amoral mereka yang berat ini dapat dibenarkan.—Kejadian 18:20; 19:4, 5, 9.
-
-
Mengapa Mengendalikan Kemarahan Anda?Sedarlah!—1997 | 8 Juni
-
-
Jadi, ada perbedaan antara Allah dan manusia. Yehuwa dapat ’menahan amarah-Nya’, dan memang tepat jika Ia digambarkan sebagai Pribadi yang ”panjang sabar” karena sifat-Nya yang dominan adalah kasih, bukan kemarahan. Kemarahan-Nya selalu adil-benar, selalu dapat dibenarkan, selalu terkendali. (Keluaran 34:6; Yesaya 48:9; 1 Yohanes 4:8)
-