PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • ”Jangan Lekas Bingung”
    Menara Pengawal—1986 (Seri 22) | Menara Pengawal—1986 (Seri 22)
    • ”Jangan Lekas Bingung”

      ”Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami.”—2 TESALONIKA 2:1, 2

      1. Kenangan yang indah apa timbul dalam pikiran bila kita memikirkan saat ketika kita pertama kali mengetahui kebenaran?

      KENANGAN yang indah selalu timbul dalam pikiran bila kita sebagai orang Kristen memikirkan kembali saat ketika kita pertama kali belajar kebenaran dari Firman Allah. Pengalaman itu indah, rasional, memuaskan. Hati kita benar-benar dipenuhi penghargaan pada waktu kita belajar tentang Yehuwa dan sifat-sifatNya yang mulia, termasuk kasih dan belas kasihanNya yang besar! Kita bersukacita ketika kita mulai bergabung dengan rekan-rekan seiman yang memperlihatkan kasih Kristen yang sejati dan hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab.

      2. Harapan apa yang kita miliki sebagai hamba-hamba Yehuwa, dan dalam keadaan rohani apa kita mendapati diri kita?

      2 Betapa bersyukurnya kita karena mengetahui bahwa Yehuwa tidak lama lagi akan melenyapkan kesakitan, kesedihan, dan bahkan kematian. (Wahyu 21:3, 4) Bayangkan, hidup kekal di suatu bumi firdaus, dengan kesehatan yang sempurna dan kebahagiaan sepenuhnya! Kedengarannya hampir tak dapat dipercaya. Tetapi hal itu benar. Ini didukung oleh Firman Allah. Benar-benar menggetarkan! Pasti, kita merasa sama seperti murid-murid Yesus ketika ia muncul di hadapan mereka setelah kebangkitannya. Mereka mengatakan kepada satu sama lain, ”Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” (Lukas 24:32) Ya, pada waktu kita mengetahui kebenaran dan membaktikan kehidupan kepada Yehuwa, kita mendapati diri dalam suatu firdaus rohani. Benar-benar suatu berkat!

      3. Bagaimana si Iblis dan penentang-penentang lain berusaha merampas manfaat-manfaat firdaus rohani Yehuwa dari kita?

      3 Namun berada dalam firdaus rohani Yehuwa bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap sudah semestinya. Kita memasuki firdaus ini dengan suka rela; kita dapat keluar (atau dikeluarkan) jika kita menjadi tidak beriman atau sengaja melanggar hukum-hukum Yehuwa yang benar. Tentu, ini tidak akan terjadi jika kita menjaga agar ’kasih kita yang semula’ tetap kuat, jika kita terus menghargai semua persediaan Yehuwa yang dapat membuat kita tetap kuat secara rohani. (Wahyu 2:4) Tetapi Iblis dan penentang-penentang ibadat sejati lainnya pandai memperdayakan. Kita tidak boleh sekali-kali lupa bahwa mereka selalu siap untuk mematahkan integritas kita jika mereka dapat. Propaganda mereka dirancang untuk melemahkan iman kita, mendinginkan kasih kita kepada Allah, menaburkan keraguan dalam pikiran kita—ya, untuk membuat firdaus rohani sama sekali tidak kelihatan seperti firdaus!

      4. Apa akibatnya jika kita membiarkan iman kita menjadi lemah dan membiarkan keraguan yang serius berkembang?

      4 Boleh jadi, kita merasa sulit untuk melihat pepohonan dalam firdaus rohani karena kita terlalu teliti mengamati pohon-pohon manusia yang tidak sempurna yang sekarang ada di dalamnya. Getaran hati yang kita rasakan ketika mengetahui kebenaran Firman Allah, harapan mulia yang kita miliki, kasih yang kita perkembangkan untuk Allah dan saudara-saudara seiman kita, dan gairah yang kita miliki terhadap dinas Yehuwa dapat memudar. Jika kita tidak mengambil langkah-langkah yang drastis guna memperbaiki kemunduran rohani apapun seperti itu, dalam waktu singkat tuntutan-tuntutan Allah yang pengasih bisa kelihatan seolah-olah mengekang. Makanan rohani yang bergizi dari ”hamba yang setia dan bijaksana” mungkin akan kelihatan sebagai sesuatu yang memuakkan, dan persaudaraan dari hamba-hamba Yehuwa yang pengasih mungkin kelihatan sebagai keluarga musuh-musuh. Kemudian satu-satunya kepuasan, yang bersifat sesat, mungkin diperoleh dengan mulai menyerang sesama hamba dengan fitnahan dan dusta.—Matius 24:45-51.

      5. Bagaimana kerugian seseorang dapat dibandingkan dengan apa yang dihilangkan Adam dan Hawa ketika diusir dari Firdaus Eden?

      5 Ya, kita bukan hanya dapat kehilangan berkat dari firdaus rohani sekarang tetapi lebih serius lagi, juga kehilangan harapan untuk hidup kekal dalam Firdaus aksara. Dan kita dapat gagal karena alasan serupa yang membuat Adam dan Hawa kehilangan Firdaus Eden. Mereka memiliki segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk berbahagia sepenuhnya dan mereka dapat hidup kekal. Tetapi kebebasan—sebenarnya suatu ajaran yang berbeda—lebih penting bagi mereka dari pada taat kepada Yehuwa dan berkat-berkat Eden. Hawa terpedaya. Meskipun Adam tidak terpedaya, ia membiarkan desakan dari keadaan, termasuk pengaruh kuat dari istrinya, membuatnya berdosa pula. Maka, mereka diusir dari Firdaus, untuk menempuh kehidupan yang menyedihkan sampai mereka mati. Mereka kehilangan harapan hidup kekal bagi diri sendiri dan meneruskan warisan dosa dan kematian kepada keturunan mereka. (Kejadian 3:1-7, 14-19, 24; 1 Timotius 2:14; Roma 5:12) Betapa mahal harga yang harus mereka bayar untuk apa yang mereka sebut kebebasan!

      6. (a) Kekuatiran apa diungkapkan Paulus berkenaan beberapa orang di sidang Korintus? (b) Bagaimana kekuatiran yang sama ini diperlihatkan dalam apa yang ditulis kepada sidang di Tesalonika?

      6 Rasul Paulus menyatakan kekuatiran ini, ”Aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dan dengan kelicikannya.” (2 Korintus 11:3) Paulus merasa perlu menulis tentang beberapa ajaran salah yang tersebar di jamannya. Dalam suratnya yang kedua kepada sidang di Tesalonika, ia menulis, ”Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari [Yehuwa] telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga!”—2 Tesalonika 2:1-3.

      Tidak Berurusan Dengan Orang-Orang Murtad

      7. (a) Pertanyaan-pertanyaan apa timbul jika kita menerima bacaan-bacaan yang sesat melalui pos? (b) Dalam hal melindungi diri sendiri dari pengaruh orang-orang murtad, mengapa keyakinan yang berlebihan berbahaya?

      7 Nah, apa yang akan saudara lakukan jika saudara menghadapi ajaran dari seseorang yang murtad—pemikiran yang licik—yang menyatakan bahwa apa yang saudara percayai sebagai salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa tidak benar? Misalnya, apa yang akan saudara lakukan jika saudara menerima sepucuk surat atau bacaan, membukanya, dan langsung melihat bahwa ini berasal dari seorang yang murtad? Apakah perasaan ingin tahu akan mendorong saudara untuk membacanya, hanya untuk melihat apa yang ia katakan? Saudara mungkin bahkan berpikir, ’Hal itu tidak akan mempengaruhi saya; saya kuat sekali dalam kebenaran. Dan selain itu, jika kita mempunyai kebenaran, kita tidak perlu takut apa-apa. Kebenaran tahan uji.’ Dengan berpikir demikian, ada yang telah mengisi pikiran mereka dengan buah pikiran yang sesat dan menjadi korban dari keragu-raguan yang serius. (Bandingkan Yakobus 1:5-8.) Camkanlah selalu peringatan di 1 Korintus 10:12, ”Siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”

      8. Bantuan apa yang dibutuhkan oleh beberapa orang yang telah dikuasai oleh keraguan?

      8 Dengan bantuan yang pengasih dari saudara-saudara yang prihatin, beberapa orang yang karena dipengaruhi oleh orang-orang yang murtad sehingga menjadi ragu-ragu, telah pulih kembali setelah secara rohani mengalami suatu masa kebingungan dan kegoncangan jiwa. Tetapi perasaan sakit itu dapat dihindari. Dalam Amsal 11:9 kita diberitahu, ”Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.” Yudas mengatakan kepada sesama Kristennya untuk terus ’menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, menyelamatkan mereka dengan jalan merampas mereka dari api.’ (Yudas 22, 23) Paulus menasihati Timotius, pengawas itu, agar mengajar ”dengan lemah lembut . . . orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.”—2 Timotius 2:25, 26.

      9. Apa akibat yang menyedihkan bagi mereka yang meninggalkan ibadat yang benar?

      9 Menyedihkan sekali, yang lain-lain telah jatuh ke dalam kegelapan total, bahkan kembali kepada ajaran-ajaran Susunan Kristen yang salah. Rasul Petrus menulis tentang akibat yang menyedihkan bagi mereka yang mula-mula berjalan dalam kebenaran tetapi kemudian menyimpang. Ia mengatakan, ”Jika mereka, oleh pengenalan [yang saksama, NW] akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.” Petrus mengatakan bahwa mereka seperti anjing yang kembali lagi ke muntahnya dan babi yang mandi kembali dalam kubangan.—2 Petrus 2:20-22.

      10. (a) Apa yang dikatakan Yehuwa mengenai mendengarkan kepada orang-orang murtad? (b) Membaca bacaan-bacaan yang sesat sama dengan melakukan apa?

      10 Bila seseorang mengatakan kepada kita, ’Jangan membaca ini’ atau, ’Jangan mendengarkan kepada itu,’ kita mungkin cenderung untuk meremehkan nasihatnya. Tetapi ingat, dalam hal ini Yehuwalah Pribadi yang memberitahu kita dalam FirmanNya apa yang harus kita lakukan. Dan apa yang Ia katakan tentang orang-orang yang murtad? ”Hindarilah mereka” (Roma 16:17, 18); ”jangan bergaul dengan” mereka (1 Korintus 5:11); dan ”janganlah kamu menerima [mereka] di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepada [mereka]” (2 Yohanes 9, 10). Ini adalah kata-kata yang tegas, petunjuk-petunjuk yang jelas. Jika, karena ingin tahu, kita membaca bacaan dari seseorang yang kita tahu telah murtad, bukankah hal itu sama dengan mengundang musuh dari ibadat yang sejati ke rumah kita untuk duduk bersama-sama dengan kita dan mengemukakan pandangan-pandangannya yang sesat?

      11, 12. (a) Perumpamaan apa diberikan untuk membantu kita menyadari bahwa kita tidak dapat membaca bacaan-bacaan yang sesat tanpa merasa bersalah? (b) Bagaimana ini berlaku juga bagi keprihatinan Yehuwa akan umatNya?

      11 Masalah ini dapat kita gambarkan sebagai berikut: Andai kata putra saudara yang masih remaja menerima bacaan porno melalui pos. Apa yang akan saudara lakukan? Jika ia cenderung membacanya karena ingin tahu, apakah saudara akan mengatakan, ’Ya, nak, silakan baca. Tidak ada ruginya. Dari kecil kami telah mengajarmu bahwa imoralitas itu jahat. Selain itu, kau perlu tahu apa yang terjadi di dunia ini supaya sadar bahwa hal-hal tersebut benar-benar jahat’? Apakah demikian cara berpikir saudara? Pasti tidak! Sebaliknya, saudara pasti akan memperlihatkan kepadanya bahaya dari membaca bacaan porno dan menuntut agar itu dimusnahkan. Mengapa? Karena, tidak soal betapa kuat seseorang dalam kebenaran, jika ia mengisi pikirannya dengan gagasan yang sesat yang terdapat dalam bacaan sedemikian, pikiran dan hatinya akan terpengaruh. Keinginan salah yang terus ada yang ditanamkan jauh dalam lubuk hati akhirnya dapat menimbulkan selera seks yang buruk. Akibatnya? Yakobus mengatakan bahwa bila keinginan yang salah menjadi subur, ia akan melahirkan dosa, dan dosa menuntun kepada kematian. (Yakobus 1:15) Jadi, untuk apa memulai reaksi berantai itu?

      12 Nah, jika kita bertindak sedemikian tegas untuk melindungi anak-anak kita dari serangan pornografi, tidakkah kita seharusnya mengharap bahwa Bapa surgawi kita yang pengasih juga akan memperingatkan kita dan melindungi kita dari percabulan rohani, termasuk kemurtadan? Ia mengatakan, Jauhilah itu!

      13. Apa yang dapat dilakukan jika pertanyaan-pertanyaan yang menantang, berdasarkan apa yang telah dikatakan atau ditulis orang-orang murtad, diajukan pada waktu kita ambil bagian dalam pekerjaan pengabaran?

      13 Tetapi bagaimana andai kata kita memberitakan kabar baik dan orang mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau bantahan yang sama seperti yang diajukan oleh para penentang? Tentu, jika seseorang tidak sungguh-sungguh dan hanya ingin berdebat, biasanya yang terbaik ialah meminta diri dan pergi ke rumah lain. Tetapi jika seseorang dengan sungguh-sungguh bertanya tentang beberapa pernyataan dari orang-orang yang murtad, apa yang dapat dilakukan? Mula-mula kita dapat bertanya apa, sesungguhnya, yang membuatnya kuatir. Mungkin hanya satu atau dua pokok. Kemudian berhentilah sampai di situ dan jawablah dari Alkitab, dari publikasi Lembaga, dan dari apa yang benar-benar kita ketahui tentang pokok itu. Kita tidak usah mengambil kesimpulan bahwa kita harus membaca buku atau pamflet yang memuat fitnahan dan kepalsuan untuk dapat menolak pernyataan dan ajaran-ajaran palsu dari para penentang.

      Yakin kepada Yehuwa

      14. Perhatian yang pengasih apa dimiliki Bapa surgawi kita terhadap kita, dan mengapa kita dapat betul-betul yakin kepadaNya?

      14 Seraya kita terus maju, membina iman dan tetap sibuk dalam dinas Kerajaan, kita dapat dengan yakin percaya kepada Yehuwa, karena mengetahui bahwa, sebagai Bapa surgawi kita yang pengasih, Ia menginginkan yang paling baik bagi kita. Allah mengajar kita; Ia memperingatkan kita. Hal ini dilakukanNya melalui FirmanNya dan petunjuk yang jelas yang disediakan oleh organisasiNya yang kelihatan. Jika kita meminta roti dan ikan kepada orangtua yang pengasih, ia tidak akan memberi kita batu atau seekor ular. Allah juga tidak akan mengelabui atau menipu kita. (Matius 7:7-11) Namun, Allah tidak akan melindungi kita sepenuhnya dari godaan atau bahkan dusta-dusta yang memperdayakan dan propaganda yang jahat. Ia mengatakan tentang diriNya, ”Akulah [Yehuwa], Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.” (Yesaya 48:17) Ya, Yehuwa ’mengajar kita tentang apa yang memberi faedah.’ Ia memberitahu kita agar tetap menjauhi orang-orang yang murtad dan ajaran mereka, dan ini demi perlindungan kita sendiri. Kehidupan kita tersangkut.

      15. Peringatan apa yang diberikan rasul Paulus berkenaan beberapa orang yang berusaha menjauhkan murid-murid?

      15 Rasul Paulus memperingatkan sesama penatua Kristen, ”Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid.” (Kisah 20:30) Jika kita terus mendengarkan pendapat-pendapat yang licik dan pemikiran yang kelihatannya bagus, ”ajaran palsu” bisa kedengaran seolah-olah benar. Makin lama Hawa memandang buah terlarang itu dan mendengarkan pemikiran yang sesat dari Iblis, ia makin yakin bahwa si Iblis benar. Paulus memperingatkan, ”Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.” (Kolose 2:8) Rasul itu juga menyatakan bahwa ’dengan kata-kata yang muluk-muluk dan bahasa yang manis orang-orang yang murtad menipu orang-orang yang tulus hatinya.’ (Roma 16:17, 18; bandingkan 2 Korintus 11:13-15.) Tentu, fakta bahwa beberapa orang dijauhkan oleh propaganda semacam itu tidak berarti kita harus mengikuti mereka. Tetapi, kita harus terus waspada.

      16. Dengan menerapkan peringatan-peringatan Alkitab yang mana kita akan dibantu untuk bertahan terhadap usaha-usaha Setan dalam memperdayakan dan menjauhkan orang-orang dari ibadat yang sejati?

      16 Taktik si Iblis tidak berubah sejak di Eden. Ia menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang licik dan merangsang sifat mementingkan diri. Petrus menulis, ”Di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, . . . karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol.” (2 Petrus 2:1-3) Cerita-cerita isapan jempol dibuat sedemikian rupa agar kelihatan atau kedengaran benar. Di 2 Timotius 2:14-19, Paulus menandaskan pentingnya menggunakan Firman Yehuwa untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tetapi memperingatkan perlunya menjauhi orang-orang murtad, yang ’omongannya kosong dan tak suci,’ karena, katanya, ”perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker.”

      17, 18. (a) Bagaimana ajaran yang sesat sama seperti penyakit kanker? (b) Peringatan apa diberikan rasul Petrus berkenaan mereka yang berusaha menjauhkan kita dari ibadat yang benar? (c) Pertanyaan-pertanyaan apa akan dijawab dalam pelajaran berikut?

      17 Benar-benar suatu persamaan yang cocok! Seperti penyakit kanker, pemikiran yang sesat tidak lain ialah kematian rohani yang, menjalar dengan cepat. Dan karena anggota-anggota sidang adalah seperti satu tubuh, ada bahaya orang-orang lain akan ditulari. Jika orang yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat itu tidak dapat dipulihkan kepada kesehatan rohani dengan mengoleskan balsem Firman Allah yang pengasih namun tegas, maka satu-satunya pilihan mungkin adalah amputasi (pemotongan) dari anggota ini (pemecatan) untuk melindungi anggota-anggota lain dari tubuh itu. (Bandingkan Titus 1:10, 11.) Jangan ditulari oleh penyakit kanker rohani yang mematikan! Jagalah kesehatan rohani yang baik dengan menghindari pencemaran berupa pemikiran yang sesat. Taati nasihat yang baik di 2 Petrus 3:17, 18, ”Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesakan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”

      18 Namun bagaimana kita dapat melindungi diri dari kemurtadan? Bagaimana kita dapat menjaga hati kita agar tidak menerima pemikiran yang sesat? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dibahas dalam artikel berikut.

  • Jangan Beri Kesempatan kepada Iblis!
    Menara Pengawal—1986 (Seri 22) | Menara Pengawal—1986 (Seri 22)
    • Jangan Beri Kesempatan kepada Iblis!

      ”Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”—EFESUS 4:26, 27.

      1. Bagaimana Petrus menggambarkan si Iblis, tetapi jaminan perlindungan apa diberikan rasul itu?

      SEEKOR binatang buas yang ganas sedang mencari mangsa. Ia mempunyai keinginan yang tak terpuaskan untuk menelan orang-orang Kristen. Petrus memperingatkan, ”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh. Allah, sumber segala kasih karunia, . . . akan . . . menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”—1 Petrus 5:8-10.

      2. (a) Keadaan apa membuat kita lebih mudah kena serangan Iblis? (b) Mengapa orang yang menjadi korban kemurtadan tidak dapat menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri? (c) Kelemahan apa membuka jalan bagi Iblis untuk menaruh dalam hati Yudas Iskariot keinginan untuk mengkhianati Yesus?

      2 Kita dapat merasa pasti bahwa si Iblis dan kaki tangannya, hantu-hantu maupun manusia, siap memanfaatkan setiap keraguan yang mengganggu batin, setiap cacat yang serius dalam kepribadian, dan kelalaian di pihak kita untuk tetap kuat secara rohani dalam iman. Tetapi Firman Yehuwa meyakinkan kita bahwa si Iblis tidak akan menelan kita jika kita berdiri teguh melawan dia. (Yakobus 4:7) Misalnya, tidak seorang pun akan menjadi korban dari kemurtadan hanya karena memang itu sama sekali tidak dapat dielakkan. Tidak seorang pun sudah ditentukan (ditakdirkan) sebelumnya akan meninggalkan iman. Motif hati tersangkut di sini. Memang, Yohanes mengatakan bahwa ada orang-orang yang ”sudah keluar dari antara kita, tetapi mereka itu bukannya asal daripada kita.” (1 Yohanes 2:19, Bode) Namun ini terjadi karena mereka memang memilih untuk murtad atau sejak semula masuk ke dalam organisasi Yehuwa dengan motif yang jahat. Yudas Iskariot berhati baik ketika dipanggil menjadi salah seorang dari 12 rasul Yesus, tetapi si Iblis memanfaatkan kelemahan Yudas yaitu ketamakan. Bahkan sebelum malam Yesus dikhianati, ”Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.”—Yohanes 13:2.

      3. Faktor-faktor apa dapat mempengaruhi seseorang untuk menjadi korban kemurtadan?

      3 Seseorang menjadi jahat karena ia membiarkan pemikirannya sendiri yang mementingkan diri, ambisi dan keinginannya sendiri, teman-teman yang dipilihnya dan lingkungannya, membentuk jalan pikirannya dan menentukan arah dari kehendaknya. Paulus berbicara tentang orang-orang yang ’pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, namun yang murtad.’ (Ibrani 6:4-6) Jika kita tidak terus waspada, si Iblis melalui propagandanya yang licik dapat membuat hati kita menerima pemikiran yang sesat. Tetapi bagaimana Iblis sebenarnya membuat seseorang menjadi calon mangsanya, korban kemurtadan?

      4. Apa yang dapat terjadi jika kita menyerah kepada kebencian, perasaan kesal, dan mencari-cari kesalahan?

      4 Sikap umum yang ia incar ialah kebencian, perasaan kesal dan mencari-cari kesalahan. Perasaan sedemikian dapat menjadi begitu kuat sehingga hanya sedikit tempat yang masih tersisa untuk kasih dan penghargaan. Mungkin suatu problem yang belum dipecahkan makin memburuk, sehingga membuat seseorang marah dan merasa dibenarkan untuk menjauh dari organisasi dan perhimpunan-perhimpunan Kristen yang penting. Dengan terus berada dalam keadaan marah selama suatu jangka waktu yang lama, ia ’memberi kesempatan kepada Iblis.’ (Efesus 4:27) Pribadi yang merasa terganggu itu hanya melihat kelemahan manusiawi dari saudaranya ketimbang mengampuninya ”tujuh puluh kali tujuh kali.” (Matius 18:22) Dalam keadaan pikiran sedemikian, jika seseorang datang kepadanya dan mengatakan, bahwa organisasi Yehuwa bersifat menindas atau mengekang, atau bahkan keliru di dalam ajaran-ajaran tertentu yang penting, hati orang Kristen yang sedang sakit ini mungkin akan menerima pernyataan-pernyataan yang tidak ada dasarnya ini. Maka betapa penting untuk mencegah berkembangnya kebencian dan kekesalan! Jangan biarkan amarah saudara sampai matahari terbenam. Sebaliknya, biarkan kasih dinyatakan sepenuhnya dalam kehidupan saudara.

      5. (a) Bagaimana keangkuhan atau perasaan kesal karena dikoreksi ternyata dapat menjadi jerat? (b) Apa peranan kerendahan hati terhadap tetap teguh dalam iman?

      5 Keadaan hati dan pikiran apa lagi yang diincar si Iblis? Ya, keangkuhan, merasa diri penting, perasaan kesal karena tidak mendapat kedudukan terkemuka yang menurut seseorang seharusnya ia dapat. Ini semua merupakan jerat yang digunakan si Iblis. (Roma 12:3) Jika saudara dinasihati atau bahkan ditegur oleh karena suatu perbuatan atau sikap salah, hal ini juga, merupakan kesempatan yang bagus sekali bagi Iblis untuk mendorong saudara bertanya kepada diri sendiri apakah saudara berada dalam organisasi yang benar. Jadi teruslah bersikap rendah hati. Berpuaslah untuk menjadi ’yang lebih kecil.’ Jangan biarkan keangkuhan atau perasaan bahwa diri kita penting membuat kita goyah dan tidak berdiri teguh dalam iman.—Lukas 9:48; 1 Petrus 5:9.

      6, 7. (a) Apa beberapa perwujudan dari ketidaksabaran yang cepat dimanfaatkan si Iblis? (b) Jika seseorang kurang berhikmat, apa yang harus dilakukan?

      6 Sifat tidak sabar merupakan suatu hal lain yang diperhatikan si Iblis. Kadang-kadang kita merasa harus diadakan perubahan; kita ingin tindakan yang cepat, jawaban-jawaban yang langsung. ’Problem ini harus diselesaikan sekarang, atau saya keluar. Saya harus mendapat jawaban untuk pertanyaan ini sekarang, atau saya tidak akan maju lagi. Armagedon dan sistem yang baru dari dulu dikatakan ”sudah di ambang pintu.” Saya sudah capek menunggu.’ Pasti si Iblis siap menaburkan benih-benih keraguan dan pemberontakan dalam ladang-ladang ketidaksabaran sedemikian. Ketekunan dan iman dibutuhkan.—Ibrani 10:36, 39.

      7 Yakobus mengatakan, ”Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,—yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit—, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari [Yehuwa]. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” (Yakobus 1:4-8) Jangan biarkan si Iblis menjadikan saudara seorang calon yang murtad karena saudara menjadi tidak sabar dan menuntut, ragu-ragu terhadap janji-janji Allah! Bersabarlah, bersyukurlah. Berharaplah kepada Yehuwa.—Mazmur 42:6.

      8. Bagaimana kecenderungan untuk memberontak melawan wewenang membuka jalan bagi si Iblis untuk memikat seseorang agar membuang hati nurani Kristen?

      8 Apa lagi yang digunakan si Iblis dalam usahanya untuk memalingkan kita? Bukankah ia selalu berusaha menghasut pemberontakan, mendorong hamba-hamba Yehuwa untuk mengritik mereka yang mengambil pimpinan? ’Para penatua tidak mengerti, mereka terlalu kritis, terlalu menuntut,’ mungkin ada yang berkata demikian. Ada yang mungkin bertindak lebih jauh dan menyatakan bahwa Badan Pimpinan dari Saksi-Saksi Yehuwa atau saudara-saudara lain yang bertanggung jawab mencampuri kebebasan hati nurani mereka dan ”hak” pribadi untuk menafsirkan ayat-ayat Alkitab. Tetapi ingat kata-kata Yusuf yang rendah hati, ”Bukankah Allah yang menerangkan [menafsirkan, NW]?” (Kejadian 40:8) Dan bukankah Yesus bernubuat bahwa pada hari-hari terakhir ini suatu organisasi terdiri dari orang-orang yang terurap, ”hamba yang setia dan bijaksana,” akan dipercayakan untuk menyediakan makanan rohani pada waktu yang tepat? (Matius 24:45-47) Hati-hatilah terhadap mereka yang berusaha mengeluarkan pendapat mereka sendiri yang bertentangan. Juga berhati-hatilah terhadap mereka yang ingin melepaskan semua kendali atau yang menjanjikan kebebasan, dengan menyatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa diperbudak! Petrus mengatakan tentang guru-guru palsu, ”Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.”—2 Petrus 2:1, 19.

      9. Sikap apa sering terdapat di kalangan orang-orang yang suka mengritik saudara-saudara yang mengambil pimpinan?

      9 Biasanya, apa motif dari orang-orang yang mengritik Lembaga atau mereka yang mengambil pimpinan? Bukankah sering kali suatu ayat tertentu kena pada diri mereka secara pribadi? Dari pada menyesuaikan diri dengan doktrin dan petunjuk yang benar, mereka ingin agar organisasi mengadakan perubahan. Mari kita gambarkan ini dengan beberapa contoh:

      10. Bagaimana berkeras dalam hal pakaian atau gaya dandanan yang aneh mengakibatkan seseorang ’memberi kesempatan kepada Iblis’?

      10 Seorang saudara berkeras mengenai pakaian atau gaya dandanan yang aneh. Para penatua merasa dia bukan contoh yang baik dan tidak memberikan kepadanya hak-hak istimewa tertentu, misalnya tampil di mimbar untuk memberikan instruksi. Ia menjadi kesal, dan mengatakan bahwa orang-orang lain mencoba merampas kebebasan Kristennya. Tetapi apa yang ada di balik cara berpikir ini? Bukankah biasanya keangkuhan, sikap ingin bebas, atau keinginan yang agak kekanak-kanakan agar kemauannya sendiri dipenuhi? Meskipun hal ini kelihatannya soal kecil, dengan berpikiran sedemikian seseorang dapat ’memberi kesempatan kepada Iblis.’ Tetapi kasih dan kerendahan hati akan mendorong kita untuk berpakaian dan berdandan dengan bersahaja, dapat diterima. Kita hendaknya ingin melakukan segala sesuatu demi kemajuan kabar baik dan tidak menyenangkan diri sendiri.—Roma 15:1, 2; 1 Korintus 10:23, 24.

      11. Apa yang kemungkinan ada di balik keraguan terhadap perintah Yehuwa untuk menjauhkan diri dari darah?

      11 Mari kita ambil suatu contoh lain. Kadang-kadang mungkin saudara mendengar seseorang meragukan apakah larangan Alkitab berkenaan makan darah benar-benar berlaku untuk transfusi. Namun apa yang ada di balik gagasan itu? Apakah rasa takut—takut akan kemungkinan hilang kehidupannya yang sekarang atau kehidupan orang yang dikasihinya? Apakah harapan kebangkitan sudah kabur? Orang-orang Kristen yang setia tidak mengkompromikan hukum Allah atau mencari jalan untuk mengencerkannya. Menjauhkan diri dari penggunaan darah untuk memelihara tubuh sama pentingnya dengan menjauhkan diri dari percabulan dan penyembahan berhala, semuanya itu dikutuk dalam keputusan yang sama dari para rasul dan penatua di Yerusalem yang mendapat bimbingan roh kudus.—Kisah 15:19, 20, 28, 29.

      12. Mengapa keloyalan yang salah seharusnya tidak membuat kita melanggar tuntutan Alkitab, agar kita menghindari pergaulan dengan mereka yang dipecat?

      12 Orang yang suka mengritik mengatakan bahwa organisasi Yehuwa terlalu keras dalam hal tidak boleh bergaul dengan orang-orang yang dipecat. (2 Yohanes 10, 11) Namun mengapa pengritik-pengritik tersebut merasa demikian? Apakah mereka mempunyai hubungan keluarga yang erat atau perasaan loyal yang salah terhadap seorang teman, yang lebih mereka utamakan dari pada keloyalan kepada Yehuwa dan standar-standar serta tuntutan-tuntutanNya? Pikirkan pula bahwa jika kita terus bergaul dengan seorang yang dipecat, sekalipun dengan seseorang yang dekat dengan kita misalnya anggota keluarga, orang yang bersalah itu mungkin akan menarik kesimpulan bahwa haluannya tidak begitu serius, dan hal ini lebih merugikannya lagi. Tetapi, dengan tidak bergaul dengannya, ia akan terdorong untuk merindukan apa yang telah ia lepaskan dan suatu keinginan untuk mendapatkannya kembali. Jalan Yehuwa selalu yang paling baik, dan ini demi perlindungan kita sendiri.—Amsal 3:5.

      13. Sikap apa hendaknya kita miliki terhadap pekerjaan kesaksian umum?

      13 Ada juga yang mungkin dengan salah mengatakan bahwa ayat-ayat Alkitab tidak mendukung pekerjaan kesaksian umum. Namun apakah ini disebabkan karena ia memang tidak menyukai pekerjaan yang penting ini dan mencari-cari dalih untuk tidak melakukannya? Kasih akan Allah dan sesama seharusnya menggerakkan kita untuk menyadari mendesaknya pekerjaan yang menyelamatkan kehidupan ini. Sekali lagi, perlu ketekunan. Paulus menceritakan tentang ketekunannya sendiri dalam ”senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani,” pada waktu ia mengajar di muka umum maupun dari rumah ke rumah. (Kisah 20:18-21) Dari pada mengeluh, bukankah kita seharusnya dengan loyal mengikuti contohnya yang baik? Amatilah ribuan orang yang telah dikumpulkan ke dalam ”satu kawanan” karena berkat Yehuwa Atas pekerjaan kesaksian umum! (Yohanes 10:16) Dan jangan lupakan manfaat-manfaat baik yang kita peroleh dalam latihan dan disiplin, dalam menguatkan iman kita, dengan pergi dari rumah ke rumah untuk mencapai orang-orang dengan kabar baik.—Bandingkan Kisah 5:42; 1 Timotius 4:16.

      14. Menurut saudara bagaimana hendaknya reaksi kita bila para pengritik menuduh Saksi-Saksi Yehuwa sebagai nabi-nabi palsu?

      14 Akhirnya, kita akan membahas apa yang telah diterbitkan Lembaga pada waktu yang lampau mengenai khronologi (urutan waktu). Ada penentang-penentang yang mengatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah nabi-nabi palsu. Para penentang ini mengatakan bahwa tanggal-tanggal ditetapkan, tetapi tidak terjadi apa-apa. Sekali lagi kita bertanya, Apa motif para pengritik ini? Apakah mereka menganjurkan kewaspadaan di pihak umat Allah, atau apakah sebaliknya mereka berusaha membenarkan diri karena telah mundur dalam keadaan tidak aktif? (1 Tesalonika 5:4-9) Lebih penting lagi, apa yang akan saudara lakukan jika saudara mendengar kritikan sedemikian? Jika seseorang meragukan apakah kita hidup dalam ”hari-hari terakhir” dari sistem ini, atau mungkin mempunyai gagasan bahwa Allah sangat berbelas kasihan sehingga Ia pasti tidak akan membinasakan jutaan orang dalam ’sengsara besar,’ maka orang ini sudah menyiapkan hatinya untuk mendengarkan kritikan sedemikian.—2 Timotius 3:1; Matius 24:21, Bode.

      15. Bukan nabi palsu, tetapi apa yang justru membuktikan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa beriman dalam Firman Allah dan janji-janjinya yang pasti?

      15 Ya, umat Yehuwa memang harus meninjau kembali pengharapan mereka dari waktu ke waktu. Karena keinginan kita yang besar, kita telah mengharapkan tibanya sistem baru lebih awal dari pada jadwal waktu Yehuwa. Tetapi kita memperlihatkan iman dalam Firman Allah dan janji-janjinya yang pasti dengan mengumumkan beritanya kepada orang lain. Selain itu, perlunya kita memperbaiki pengertian kita tidak menjadikan kita nabi-nabi palsu atau mengubah fakta bahwa kita memang hidup di ”hari-hari terakhir,” dan tidak lama lagi akan mengalami ’sengsara besar’ yang akan membuka jalan bagi Firdaus di bumi. Betapa bodoh untuk berpandangan bahwa karena beberapa penyesuaian perlu diadakan dalam pengharapan, maka seluruh kebenaran harus diragukan! Kenyataan jelas menunjukkan bahwa Yehuwa telah menggunakan dan masih terus menggunakan satu-satunya organisasiNya ini, dengan ”hamba yang setia dan bijaksana” yang mengambil pimpinan. Maka kita mempunyai perasaan yang sama seperti Petrus, yang mengatakan, ”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal.”—Yohanes 6:68.

      16, 17. (a) Bagaimana penerapan kata-kata Yesus di Matius 7:15-20 membantu mengenali organisasi yang mendapat berkat Yehuwa? (b) Apa beberapa dari buah-buah baik yang dihasilkan dalam kehidupan hamba-hamba Yehuwa yang sejati?

      16 Hanya dalam firdaus rohani, di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa, kita dapat menemukan kasih yang rela berkorban yang menurut Yesus akan mencirikan murid-muridnya yang sejati. (Yohanes 13:34, 35) Melalui buah-buah buruk yang mereka hasilkan, nabi-nabi palsu akan disingkapkan keadaan mereka yang sebenarnya. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa pohon-pohon yang baik, akan dicirikan oleh buah-buahnya yang baik. (Matius 7:15-20) Dan betapa baiknya buah-buah yang kita hasilkan dalam firdaus rohani! Pertambahan yang menakjubkan sedang terjadi hampir di setiap negeri. Lebih dari 3.000.000 warga yang bahagia dari Kerajaan Allah di seluruh bola bumi, merupakan bukti nyata bahwa Yehuwa mempunyai umat di bumi.

      17 Karena mereka diajar oleh Allah, Saksi-Saksi Yehuwa benar-benar menghasilkan buah-buah Kekristenan dalam kehidupan mereka. (Yesaya 54:13) Hanya umat Yehuwa saja yang telah sama sekali membebaskan diri dari takhyul-takhyul yang bersifat Babel. Hanya merekalah yang mempunyai organisasi yang sepenuhnya mentaati apa yang dikatakan Firman Allah tentang imoralitas seks, pengguguran kandungan, pemabukan, pencurian, penyembahan berhala, prasangka ras, dan praktek-praktek serta keinginan-keinginan duniawi lainnya. Mereka sajalah yang mentaati perintah untuk memberikan kabar baik tentang Kerajaan Yehuwa. (Matius 24:14) Firman Allah sendiri dengan pasti menyatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah satu-satunya umat yang diorganisasi yang mendapat berkatNya!

      18. Bila harus menghadapi ajaran-ajaran yang sesat, bagaimana seharusnya sikap hamba-hamba Yehuwa?

      18 Ya, bagi semua orang yang dengan setia dan loyal bertekun dalam haluan Kristen, kita yakin bahwa kebenaran Yehuwa masih tetap indah, memuaskan—bahkan lebih lagi dari pada ketika mereka pertama kali mendengarnya. Maka, bertekadlah dalam hati saudara untuk sekali-kali tidak menyentuh racun yang disajikan orang-orang yang murtad. Taatilah perintah yang bijaksana namun tegas dari Yehuwa untuk sama sekali menghindari mereka yang akan menipu saudara, menyesatkan saudara, memalingkan saudara kepada jalan-jalan kematian. Jika kita mengasihi Yehuwa dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran kita, seraya mengasihi sesama seperti diri sendiri, maka gagasan-gagasan yang sesat sama sekali tidak dapat menembus. (Matius 22:37-39) Kita tidak akan ’memberi kesempatan kepada Iblis’ dan tidak ingin berpaling ke tempat lain. Kita tidak akan ”lekas bingung” dengan ajaran-ajaran palsu.—2 Tesalonika 2:1, 2.

      19. Haluan apa akan memastikan bahwa ’tidak seorang pun akan merampas pahala hidup kekal’ dari diri kita?

      19 Marilah kita selalu menghargai hak istimewa kita untuk berada dalam firdaus rohani Yehuwa, di mana kita menikmati begitu banyak berkat rohani yang limpah. Kita mengetahui siapa yang berpaut dengan setia kepada ucapan-ucapan hidup yang kekal. Maka teruslah erat bergaul dengan mereka, yang adalah saudara-saudari kita yang sejati dan loyal dalam iman. Semoga kita terus memiliki sukacita dan kepuasan yang sama seperti yang kita miliki ketika pertama kali belajar kebenaran, dengan keyakinan akan pahala yang mulia yaitu hidup kekal dalam sistem baru Yehuwa. Seperti Paulus katakan dengan tepat, ”Jangan seorang pun merampas pahala dari saudara”!—Kolose 2:18, NW.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan