PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Asyur yang Kejam​—Kuasa Dunia Termasyhur yang Kedua
    Menara Pengawal—1988 (Seri 46) | Menara Pengawal—1988 (Seri 46)
    • Apakah Sanherib meneguhkan keterangan bahwa ia berada di Lakhis? Tentu! Ia memperlihatkan adegan-adegan dari pengepungan ini pada panel-panel batu yang besar di istananya yang sangat luas yang dipelajari para ahli ilmu purbakala di Niniwe. Cetakan-cetakan dari panel-panel yang berukir ini di British Museum memperlihatkan Lakhis yang sedang diserang. Penduduk berduyun-duyun ke luar untuk menyerah. Tawanan digiring. Ada yang dipakukan pada tiang-tiang. Yang lain-lain sembah sujud kepada Sanherib sendiri, tokoh yang disebutkan dalam kisah Alkitab. Sebuah prasasti dengan tulisan berbentuk paku mengatakan: ”Sanherib, raja dunia, raja Asyur, duduk di atas sebuah takhta nimedu dan menikmati pemandangan tawanan (yang diambil) dari Lakhis.”

      Alkitab mengatakan bahwa Hizkia membayar sebagai upeti ”tiga ratus talenta perak dan tiga puluh talenta emas.” (2 Raja 18:14, 15) Pembayaran ini diteguhkan dalam tawarikh Sanherib, walaupun ia mengaku telah menerima ”800 talenta perak.”

  • Asyur yang Kejam​—Kuasa Dunia Termasyhur yang Kedua
    Menara Pengawal—1988 (Seri 46) | Menara Pengawal—1988 (Seri 46)
    • Kita tentu tidak berharap bahwa Sanherib yang angkuh akan menyombongkan diri dengan kekalahan dari pasukannya ini. Namun apa yang ia katakan menarik. Tawarikhnya, yang dicatat pada Prisma di Oriental Institute dan Prisma Taylor, berbunyi: ”Berkenaan Hizkia, orang Yahudi itu, ia tidak tunduk kepada kuk saya, saya mengepung 46 dari kotanya yang kuat, kubunya yang bertembok dan tidak terhitung banyaknya desa-desa kecil di daerah sekitarnya, dan mengalahkan (mereka) . . . Dia sendiri kujadikan tawanan di Yerusalem, istananya, seperti burung dalam sangkar.” Sanherib mengatakan bahwa ”semarak yang membangkitkan kengerian dari kedudukanku sebagai penguasa” telah membuat Hizkia takut. Tetapi, ia tidak mengatakan bahwa ia menawan Hizkia atau mengalahkan Yerusalem, seperti yang ia katakan mengenai ”kota-kota yang kuat” dan ”desa-desa kecil.” Mengapa tidak? Seperti ditunjukkan Alkitab, pasukan elit yang telah diutus Sanherib untuk melaksanakan itu telah dibinasakan!

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan