PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Armagedon​—Perang Allah yang Mengakhiri Segala Perang
    Menara Pengawal—2008 | 1 April
    • Meskipun kata ”Armagedon” pada tahun-tahun belakangan ini digunakan untuk memaksudkan malapetaka nuklir sedunia, sebuah kamus menguraikan arti utama kata ini sebagai berikut: ”Tempat terjadinya konflik besar dan terakhir antara kuasa kebaikan dan kuasa kejahatan.” Apakah kebaikan akan mengalahkan kejahatan, atau apakah pertempuran demikian hanya suatu fiksi?

      Kita dapat berbesar hati dengan memperhatikan bahwa Alkitab berulang kali mengatakan tentang berakhirnya kefasikan. ”Orang-orang berdosa akan dilenyapkan dari bumi,” demikian nubuat sang pemazmur. ”Mengenai orang-orang fasik, mereka tidak akan ada lagi.” (Mazmur 104:35) ”Orang yang lurus hatilah yang akan berdiam di bumi, dan orang yang tidak bercelalah yang akan disisakan di situ,” kata buku Amsal. ”Sedangkan orang fasik, mereka akan dimusnahkan dari bumi; dan mengenai pengkhianat, mereka akan direnggut dari situ.”​—Amsal 2:21, 22.

      Alkitab juga menunjukkan dengan jelas bahwa orang fasik tidak akan menyerahkan kuasanya dengan baik-baik; karena itu perlu tindakan tegas dari Allah untuk menyingkirkan semua yang jahat, termasuk peperangan yang tercela. (Mazmur 2:2) Nama yang diberikan Alkitab untuk konflik yang unik ini Armagedon, sangatlah penting.

  • Armagedon​—Perang Allah yang Mengakhiri Segala Perang
    Menara Pengawal—2008 | 1 April
    • Armagedon Menurut Alkitab

      Meskipun di masa lampau Megido telah menjadi ajang dari banyak pertempuran yang menentukan, tidak satu pun di antaranya yang berhasil menyingkirkan kefasikan. Tidak ada yang benar-benar merupakan pertarungan antara kuasa kebaikan dan kuasa kejahatan, dalam arti mutlak. Logisnya, bentuk konflik seperti ini harus berasal dari Allah. Seperti yang pernah Yesus katakan, ”tidak seorang pun yang baik, kecuali satu, yakni Allah”. (Lukas 18:19) Selain itu, Alkitab secara spesifik menyebut Armagedon sebagai perang Allah.

      Dalam Alkitab, buku Penyingkapan mengatakan bahwa ”raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk” akan dikumpulkan ”menuju perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa”. (Penyingkapan 16:14) Kemudian, catatan nubuat itu menambahkan, ”Lalu mereka mengumpulkan mereka ke tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har–Magedon,” atau Armagedon.a (Penyingkapan 16:16) Kemudian, Penyingkapan menjelaskan bahwa ”raja-raja di bumi dan bala tentara mereka” akan ”berkumpul untuk berperang melawan pribadi yang duduk di atas kuda itu dan bala tentaranya”. (Penyingkapan 19:19) Penunggang kuda itu tidak lain adalah Yesus Kristus.​—1 Timotius 6:14, 15; Penyingkapan 19:11, 12, 16.

      Apa yang dapat kita simpulkan dari ayat-ayat di atas? Bahwa Armagedon adalah perang antara Allah dan pasukan manusia yang tidak taat. Mengapa Yehuwa dan putra-Nya, Yesus Kristus, akan melakukan perang seperti itu? Salah satu alasannya, Armagedon akan ”membinasakan orang-orang yang sedang membinasakan bumi”. (Penyingkapan 11:18) Selain itu, perang tersebut akan menghasilkan dunia yang damai, suatu ”bumi baru yang kita nantikan sesuai dengan janji [Allah], tempat ”keadilbenaran akan tinggal”.​—2 Petrus 3:13.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan