-
ArmagedonBertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab
-
-
Definisi: Har Ma·ge·donʹ dalam bahasa Yunani, yang berasal dari bahasa Ibrani dan diterjemahkan ’Armagedon’ oleh banyak penerjemah, berarti ”Gunung Megido”, atau ”Gunung Pertemuan Pasukan-Pasukan”. Alkitab menghubungkan nama itu, bukan dengan suatu bencana nuklir, tetapi dengan ”perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa” yang akan datang. (Pny. 16:14, 16) Nama ini secara khusus berlaku untuk ”tempat [bahasa Yunani, toʹpon; yaitu keadaan]” para penguasa politik bumi dikumpulkan untuk melawan Yehuwa dan Kerajaan-Nya di tangan Yesus Kristus. Perlawanan demikian akan diperlihatkan melalui tindakan seluas dunia terhadap hamba-hamba Yehuwa di bumi, wakil-wakil yang kelihatan dari Kerajaan Allah.
-
-
ArmagedonBertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab
-
-
Sebagaimana disebutkan dalam Alkitab, apa Armagedon itu?
Pny. 16:14, 16: ”Mereka adalah pernyataan-pernyataan yang diilhami oleh hantu-hantu dan mengadakan tanda-tanda, dan mereka pergi kepada raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk, untuk mengumpulkan mereka menuju perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa. Lalu mereka mengumpulkan mereka ke tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har–Magedon [Armagedon].”
-
-
ArmagedonBertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab
-
-
Penggunaan nama Armagedon [Har–Magedon] tidak mengartikan bahwa peperangan itu akan dilangsungkan di suatu Gunung Megido harfiah
Gunung Megido harfiah tidak ada; yang ada hanya suatu gundukan tanah setinggi kira-kira 21 meter tempat terdapatnya puing-puing Megido kuno.
Raja-raja dan kekuatan militer dari ”seluruh bumi yang berpenduduk” tidak akan tertampung di Dataran Esdraelon harfiah, di bawah Megido. Dataran itu berbentuk segi tiga, panjangnya hanya 32 kilometer dan lebarnya 29 kilometer di ujung sebelah timur.—The Geography of the Bible (New York, 1957), Denis Baly, hlm. 148.
Nama itu cocok karena peranan Megido dalam sejarah; dataran di bawah Megido merupakan tempat peperangan-peperangan yang menentukan
Di sana, Yehuwa menyebabkan kekalahan Sisera, panglima tentara Kanaan, di hadapan Hakim Barak.—Hak. 5:19, 20; 4:12-24.
Tutmose III, firaun Mesir, mengatakan, ”Mengalahkan Megido berarti mengalahkan seribu kota!”—Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old Testament (Princeton, N.J.; 1969), diedit oleh James Pritchard, hlm. 237.
Sebutan Megido (yang berarti ”Pertemuan Pasukan-Pasukan”) cocok karena Armagedon adalah suatu keadaan dunia ketika pasukan-pasukan dan pendukung-pendukung lain dari penguasa-penguasa segala bangsa akan terlibat.
-