PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Suatu Dunia tanpa Otomobil?
    Sedarlah!—1996 | 8 Juni
    • Suatu Dunia tanpa Otomobil?

      DAPATKAH Anda membayangkan suatu dunia tanpa kendaraan bermotor? Atau dapatkah Anda menyebutkan suatu penemuan yang selama seabad lalu telah mengubah gaya hidup dan perilaku orang-orang secara mendasar selain daripada otomobil? Tanpa otomobil, tidak akan ada motel, restoran mobil, teater mobil. Lebih penting lagi, tanpa bis, taksi, mobil, atau truk, bagaimana Anda pergi bekerja? ke sekolah? Bagaimana para petani dan pabrik-pabrik menyalurkan barang-barang mereka ke pasar?

      ”Satu dari setiap enam bisnis di AS bergantung pada manufaktur, distribusi, servis, atau penggunaan kendaraan bermotor,” kata The New Encyclopædia Britannica, dan menambahkan, ”Omset usaha dagang otomotif membentuk lebih dari seperlima omset usaha dagang grosir nasional dan lebih dari seperempat omset usaha dagang eceran nasional. Di negara-negara lain, proporsi ini sedikit lebih kecil, tetapi Jepang dan negara-negara Eropa bagian barat dengan pesat mendekati tingkat omset AS.”

      Meskipun demikian, beberapa orang mengatakan bahwa dunia tanpa kendaraan bermotor akan menjadi tempat yang lebih baik. Pada dasarnya, pendapat ini didasarkan atas dua alasan.

      Kemacetan Lalu Lintas di Seluas Dunia

      Jika Anda pernah lama berputar-putar mencari tempat parkir, dengan sendirinya Anda tahu bahwa meskipun mengendarai mobil ada untungnya, tetapi terlalu banyak mobil di tempat yang ramai tidak lagi menguntungkan. Atau jika Anda pernah terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang parah, pasti Anda menyadari betapa frustrasinya terperangkap di dalam suatu kendaraan yang dirancang untuk bergerak tetapi terpaksa harus diam tak bergeming.

      Pada tahun 1950, hanya Amerika Serikat yang memiliki rasio 1 mobil untuk setiap 4 orang. Menjelang tahun 1974, Belanda, Belgia, Inggris Raya, Italia, Jerman, Prancis, dan Swedia mencapai tingkat tersebut. Tetapi pada saat itu, rasionya di AS telah melonjak hampir 1 mobil untuk setiap 2 orang. Kini Jerman dan Luksemburg memiliki rasio kira-kira 1 kendaraan bermotor untuk setiap 2 penduduk. Belanda, Belgia, Inggris Raya, Italia, dan Prancis tidak tertinggal jauh.

      Mayoritas kota besar​—di mana pun kota-kota itu berada di dunia ini​—mulai berubah menjadi tempat parkir raksasa. Misalnya, di India pada saat kemerdekaannya pada tahun 1947, New Delhi, ibu kotanya, bangga karena memiliki 11.000 mobil dan truk. Menjelang tahun 1993, jumlah tersebut melebihi 2.200.000! Suatu kenaikan yang luar biasa​—tetapi ”jumlah itu diperkirakan akan melonjak dua kali lipat menjelang akhir dari abad ini”, menurut majalah Time.

      Sementara itu, di Eropa Timur, yang jumlah kendaraan per kapitanya hanya seperempat jumlah di Eropa Barat, terdapat kira-kira 400 juta calon pembeli. Dalam beberapa tahun, situasi di Cina, hingga kini dikenal karena 400 juta sepedanya, segera akan berubah. Sebagaimana dilaporkan pada tahun 1994, ”pemerintah sedang merencanakan peningkatan pesat dalam produksi otomobil” mulai dari 1,3 juta hingga 3 juta mobil per tahun menjelang akhir dari abad ini.

      Ancaman Polusi

      ”Inggris telah kehabisan udara segar,” kata The Daily Telegraph tanggal 28 Oktober 1994. Ini mungkin terlalu berlebihan namun cukup beralasan untuk menyebabkan keprihatinan. Profesor Stuart Penkett, dari University of East Anglia, memperingatkan, ”Kendaraan bermotor mengubah susunan kimia dari atmosfer alami kita secara keseluruhan.”

      Konsentrasi polusi karbon monoksida yang tinggi, kata buku 5000 Days to Save the Planet, ”menyebabkan tubuh kehilangan oksigen, merusak persepsi dan pikiran, memperlambat refleks dan menyebabkan kantuk”. Dan Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, ”Kira-kira setengah dari semua penduduk kota di Eropa dan di Amerika Utara terkena tingkat karbon monoksida yang sangat tinggi.”

      Diperkirakan bahwa di beberapa tempat, emisi otomobil per tahun membunuh banyak orang​—selain menyebabkan kerusakan lingkungan senilai miliaran dolar. Pada bulan Juli 1995, sebuah laporan berita televisi mengatakan bahwa setiap tahun kira-kira 11.000 orang Inggris meninggal karena polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan.

      Pada tahun 1995, Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa diselenggarakan di Berlin. Perwakilan dari 116 negara setuju bahwa perlu dilakukan suatu tindakan. Tetapi yang mengecewakan banyak pihak adalah ditangguhkannya tugas untuk menerima tujuan-tujuan yang spesifik dan menetapkan peraturan-peraturan yang pasti atau menggariskan program-program yang tepat.

      Mengingat apa yang pernah dikatakan dalam buku 5000 Days to Save the Planet pada tahun 1990, kurangnya kemajuan ini kemungkinan sudah diperkirakan. ”Sifat dari kekuatan politik dan ekonomi dalam masyarakat industri modern,” katanya menguraikan, ”mengatur bahwa langkah-langkah untuk memerangi kehancuran lingkungan hanya akan dapat diterima jika hal itu tidak mengganggu jalannya perekonomian.”

      Karena itu, Time baru-baru ini memperingatkan tentang ”kemungkinan bahwa penumpukan karbon dioksida dan gas-gas rumah kaca lainnya di dalam atmosfer lambat laun akan membuat seluruh bola bumi menjadi hangat. Akibatnya, menurut banyak ilmuwan, dapat berupa kekeringan, melelehnya lapisan es pada puncak-puncak gunung, meningginya permukaan laut, banjir di kawasan pantai, terjadinya lebih banyak badai yang hebat dan bencana iklim lainnya”.

      Seriusnya problem polusi menuntut dilakukannya suatu tindakan. Tetapi apa?

  • Pencarian akan Jalan Keluar yang Memuaskan
    Sedarlah!—1996 | 8 Juni
    • Pencarian akan Jalan Keluar yang Memuaskan

      KENDARAAN BERMOTOR bukanlah satu-satunya penyebab polusi. Rumah-rumah pribadi, pabrik-pabrik industri, dan stasiun-stasiun pembangkit tenaga pasti juga turut menjadi penyebabnya. Akan tetapi, kendaraan bermotor memiliki porsi yang sangat besar dalam menciptakan polusi global.

      Bahkan, 5000 Days to Save the Planet berani mengatakan, ”Jika semua kerugian ini harus dipertanggungjawabkan​—terutama kerugian terhadap iklim kita karena emisi karbon dioksida​—maka mobil-mobil mungkin tidak akan pernah dibuat.” Meskipun demikian, buku itu juga mengakui, ”Tetapi itu merupakan pilihan yang tidak pernah dipertimbangkan oleh pabrik-pabrik otomobil, atau industri jalan raya, atau instansi pemerintah, ataupun masyarakat umum, yang kehidupannya semakin bergantung pada kendaraan pribadi.”

      Bukankah teknologi yang dapat menaruh manusia di bulan seharusnya sanggup memproduksi mobil bebas polusi? Melakukan tidak pernah semudah mengatakannya, maka sebelum kendala untuk mengembangkan mobil bebas polusi dapat diatasi, pencarian untuk mendapatkan jalan keluar lain yang lebih memuaskan terus berlanjut.

      Pengurangan Polutan

      Pada tahun 1960-an, Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang yang menuntut pemasangan semacam alat pengendali pada kendaraan bermotor untuk membatasi emisi polutan. Negara dan pemerintah lain sejak itu melakukan hal yang sama.

      Konvertor, yang menuntut digunakannya bensin yang tidak mengandung timah hitam, kini secara luas digunakan untuk menyaring polutan-polutan yang berbahaya. Antara tahun 1976 dan 1980, setelah para pemakai kendaraan bermotor dalam jumlah besar mulai menggunakan bensin yang tidak mengandung timah hitam, tingkat timah hitam dalam darah orang-orang Amerika menurun hingga sepertiganya. Dan hal itu bagus sekali, sebab kelebihan timah hitam dapat mempengaruhi sistem saraf dan menghambat kesanggupan belajar. Akan tetapi, sayang sekali, meskipun kadar timah hitam telah menurun di banyak negara maju, namun itu tidak terjadi di negara-negara yang kurang maju.

      Berhasilnya konvertor memang memuaskan, tetapi penggunaannya tetap kontroversial. Karena menurunnya performa yang dihasilkan bila timah hitam tidak lagi ditambahkan, komposisi hidrokarbon dari bensin berubah. Hal ini mengakibatkan meningkatnya emisi karsinogen lain, seperti benzena dan toluena, yang tingkat emisi konvertor katalisisnya tidak menurun.

      Di samping itu, konvertor katalisis menuntut digunakannya platinum. Menurut Profesor Iain Thornton dari Imperial College di Inggris, salah satu efek sampingannya adalah meningkatnya endapan platinum pada debu di pinggir jalan. Ia memperingatkan tentang kemungkinan bahwa ”bentuk-bentuk platinum yang dapat larut dapat masuk ke dalam rantai makanan”.

      Walaupun adanya sukses dari ”konvertor katalisis di Amerika Utara, Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara Eropa”, 5000 Days to Save the Planet secara realistis mengakui, ”pertambahan besar-besaran jumlah mobil di seluruh dunia telah meniadakan sama sekali manfaat dari kualitas udara”.

      Memperlambat

      Metode lain berkenaan pengurangan emisi kendaraan adalah mengendarai dengan lebih lambat. Tetapi di Amerika Serikat, beberapa negara bagian baru-baru ini meningkatkan batas kecepatan. Di Jerman, pemberlakuan pembatasan tidak disukai. Pabrik-pabrik otomobil yang keistimewaannya adalah kesanggupan pembuatan mesin tangguh yang dengan mudah memungkinkan kecepatan jelajah melebihi 150 kilometer per jam pada dasarnya bersikap menentang, demikian pula sejumlah besar pengemudi. Akan tetapi, kini tampaknya semakin banyak orang Jerman bersedia menerima pembatasan kecepatan, bukan semata-mata karena alasan lingkungan hidup melainkan demi keselamatan.

      Di beberapa negara, para pengemudi diharuskan untuk memperlambat kecepatan bila polusi mencapai tingkat yang tidak dapat diterima​—atau mungkin tidak mengemudi sama sekali. Suatu pol tahun 1995 menyingkapkan bahwa 80 persen dari orang-orang Jerman bersedia menyetujui diperkenalkannya batas kecepatan jika tingkat ozon menjadi terlalu tinggi. Banyak kota di seluruh dunia, termasuk Athena dan Roma, telah mengambil tindakan untuk membatasi mengemudi di bawah keadaan tertentu. Negara-negara lain sedang mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama.

      Menggunakan Sepeda

      Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, beberapa kota telah memberikan harga khusus untuk angkutan bis kota. Kota-kota lain menyediakan transportasi bis gratis bagi para pengemudi yang membayar sekadar tarif parkir mobil mereka di tempat-tempat yang tersedia. Kota-kota lain telah menyediakan jalur-jalur khusus bagi bis dan taksi guna mempercepat sarana transportasi ini.

      Suatu cara baru untuk memerangi problem tersebut akhir-akhir ini dikemukakan dalam The European, ”Diilhami oleh suatu kampanye di Belanda pada akhir tahun 1960-an, orang-orang Denmark yang banyak akal mengajukan sebuah rencana untuk mengurangi polusi udara dan kemacetan lalu lintas dengan merangsang orang-orang untuk menggunakan sarana transportasi roda dua daripada roda empat.” Sepeda-sepeda ditaruh di berbagai lokasi di seluruh jalan di Kopenhagen. Sepeda itu dapat digunakan dengan memasukkan sekeping koin ke dalam semacam alat. Uang jaminan itu dapat diambil kembali bila sepeda itu dikembalikan di lokasi yang sesuai. Waktu akan memberi tahu apakah rencana itu akan terbukti praktis dan populer.

      Untuk menganjurkan penggunaan sepeda sebagai pengganti mobil, beberapa kota di Jerman mengizinkan para pemakainya mengayuh sepedanya melewati jalan-jalan satu arah secara berlawanan! Mengingat kira-kira sepertiga dari seluruh perjalanan di kota dan lebih dari sepertiga dari perjalanan di desa tidak lebih dari tiga kilometer, banyak warga dapat menempuhnya dengan mudah dengan berjalan kaki atau bersepeda. Hal ini turut mengurangi polusi; pada saat yang bersamaan, para pengendaranya akan mendapatkan gerak badan yang diperlukan.

      Merancang Ulang

      Upaya terus dilakukan dalam merancang otomobil yang bebas polusi. Mobil-mobil listrik yang mengandalkan baterai telah diproduksi, tetapi kecepatan serta waktu pengoperasiannya terbatas. Demikian pula halnya dengan mobil-mobil bertenaga surya.

      Kemungkinan lain yang sedang diselidiki adalah menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar. Pembakaran hidrogen hampir tidak mengeluarkan polutan, tetapi biayanya sangat mahal.

      Karena sangat menyadari perlunya menciptakan kembali otomobil, presiden AS Clinton mengumumkan pada tahun 1993 bahwa pemerintah dan industri otomobil AS akan bekerja sama dalam merancang mobil masa depan. Ia mengatakan, ”Kami akan berupaya meluncurkan suatu petualangan teknologi yang sama ambisiusnya seperti yang pernah diupayakan oleh bangsa kami.” Soal kemungkinan ”untuk menciptakan kendaraan yang benar-benar efisien dan tidak merusak secara ekologis untuk abad ke-21”, yang ia bicarakan, itu masih belum pasti. Rencana tersebut membutuhkan diproduksinya suatu prototipe dalam jangka satu dasawarsa​—akan tetapi, dengan biaya yang luar biasa besar.

      Beberapa pabrik otomobil sedang menggarap suatu model yang mengandalkan kombinasi antara bensin dan listrik. Yang telah tersedia di Jerman​—dengan harga yang mahal​—adalah mobil sport listrik yang mampu melesat dalam sembilan detik dari posisi diam hingga mencapai 100 kilometer per jam, dan terus melaju hingga kecepatan puncak 180 kilometer per jam. Tetapi setelah menempuh 200 kilometer, tenaganya mulai melemah sehingga baterai itu perlu diisi kembali selama sekurang-kurangnya tiga jam. Penyelidikan terus dilakukan, dan diharapkan akan ada kemajuan lebih jauh.

      Hanya Sebagian dari Problemnya

      Cara membuang emisi beracun hanyalah sebagian dari problemnya. Mobil juga menimbulkan polusi suara, sesuatu yang sangat dirasakan oleh siapa pun yang tinggal di pinggir jalan yang ramai. Karena kebisingan lalu lintas yang terus-menerus dapat sangat membahayakan kesehatan, hal ini juga merupakan bagian elementer dari problem ini yang perlu dicari jalan keluarnya.

      Para pencinta alam juga menuding bahwa banyak keindahan alami di pedesaan dirusak oleh berkilo-kilometer jalan raya yang buruk, termasuk tempat-tempat bisnis yang tidak sedap dipandang dan papan-papan reklame di pinggir jalan. Tetapi seraya jumlah mobil meningkat, demikian pula dengan kebutuhan akan lebih banyak jalanan.

      Beberapa otomobil, yang setelah bertahun-tahun menyebabkan polusi semasa digunakan sang pemiliknya, terus menimbulkan polusi bahkan ”setelah tidak lagi digunakan”. Bangkai-bangkai mobil, yang hanya merusak pemandangan, telah menjadi problem sehingga undang-undang harus diterapkan di beberapa tempat untuk menghindari pengotoran yang tidak perlu di pedesaan. Apakah otomobil yang ideal, yang terbuat dari bahan yang mudah didaur ulang, akan pernah dibuat? Kendaraan semacam itu tidak ada di mana pun.

      ”Mayoritas orang Jerman sangat prihatin terhadap lingkungan,” kata sebuah surat kabar baru-baru ini, yang menambahkan, ”tetapi tidak banyak tindakan yang diambil sehubungan dengan hal itu.” Kata-kata seorang pejabat pemerintah dikutip, ”Tidak seorang pun menganggap dirinya sebagai tertuduh, atau mau dianggap bertanggung jawab.” Ya, problem-problem sulit diatasi dalam suatu dunia yang dicirikan oleh orang-orang yang adalah ”pencinta diri sendiri” dan ”tidak mau bersepakat”.​—2 Timotius 3:1-3.

      Akan tetapi, pencarian akan jalan keluar yang memuaskan masih berlanjut. Dapatkah jalan keluar yang ideal berkenaan polusi dan otomobil akan pernah ditemukan?

  • Menemukan Jalan Keluar yang Ideal
    Sedarlah!—1996 | 8 Juni
    • Menemukan Jalan Keluar yang Ideal

      FIRMAN ALLAH, Alkitab, berbicara mengenai suatu masa manakala pemerintah surgawi Allah akan memecahkan semua problem umat manusia, yang sekarang ini meliputi problem polusi oleh otomobil. Apakah Kerajaan Mesianik ini, yang tentangnya banyak orang telah diajar untuk berdoa, akan menyediakan jalan keluar yang ideal dengan memproduksi otomobil yang sama sekali bebas polusi? Atau apakah jalan keluar yang ideal akan dicapai dengan menyingkirkan semua kendaraan bermotor dari muka bumi ini? Karena Alkitab tidak memberikan jawaban yang pasti kepada kita, kita tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya menunggu dan melihat.​—Matius 6:9, 10.

      Tetapi tentang yang satu ini kita dapat yakin: pemerintah Allah tidak akan membiarkan polusi merusak keindahan karya ciptaan di dalam Firdaus yang dipulihkan yang akan didatangkan oleh Kerajaan itu.​—Yesaya 35:1, 2, 7; 65:17-25.

      Karena orang-orang yang berpaut pada Firman Allah sedang dilatih untuk hidup dalam suatu dunia baru yang bebas polusi, bagaimana seharusnya perasaan mereka tentang penggunaan otomobil dewasa ini? Awake! tanggal 22 Juni 1987, membahas pokok ”Apa yang Terjadi Pada Hutan Kita?” Artikel itu melaporkan bahwa beberapa ilmuwan berpikir bahwa ada suatu hubungan antara polutan udara yang terdapat di dalam gas buang kendaraan dengan hutan yang kian punah. Hal ini menggerakkan seorang pembaca yang prihatin menulis surat ke Lembaga Menara Pengawal, menanyakan bahwa mempertimbangkan fakta ini, apakah patut bagi orang-orang Kristen untuk mengendarai mobil. Ia bertanya-tanya apakah dengan melakukan hal itu akan memperlihatkan sikap tidak respek terhadap ciptaan Yehuwa.

      Suratnya dijawab, antara lain berbunyi sebagai berikut, ”Saksi-Saksi Yehuwa dengan setia menaati peraturan lingkungan yang diberlakukan oleh para pejabat pemerintah untuk mengurangi polusi. (Roma 13:1, 7; Titus 3:1) Mengambil tindakan melebihi apa yang dituntut oleh pemerintah tergantung pada kebijaksanaan individu. Jika seseorang memutuskan untuk tidak lagi mengendarai mobil, itu adalah urusan pribadinya. Akan tetapi, artikel di dalam Awake! itu memperlihatkan bagaimana perasaan beberapa orang, dengan mengatakan seperti di halaman 8, ’Banyak orang mengambil langkah praktis untuk mengurangi polusi udara hingga taraf selogis mungkin. Mereka mengemudikan kendaraannya dengan lebih lambat, tidak banyak bepergian, memakai mobil bersama-sama, menggunakan bensin yang tidak mengandung timah hitam, dan menaati peraturan antipolusi yang ditentukan oleh pemerintah.’”

      Keseimbangan Kristen

      Jawaban ini memperlihatkan keseimbangan Kristen. Haruslah diingat bahwa bukan otomobil saja yang menyebabkan polusi. Pesawat terbang dan kereta api—bahkan, kebanyakan sarana transportasi modern—juga menimbulkan polusi. Tetapi sarana transportasi ini tidak dikembangkan dengan tujuan untuk menimbulkan polusi. Polusi yang dihasilkannya adalah suatu efek sampingan, memang disayangkan, yang disebabkan karena pengetahuan yang terbatas dan sikap yang tidak sempurna.

      Menara Pengawal 1 Januari 1993, halaman 31, membahas masalah ini, bunyinya, ”Sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita amat prihatin dengan problem-problem ekologi yang sekarang mempengaruhi bumi, tempat tinggal kita. Lebih daripada kebanyakan orang, kita menyadari bahwa bumi diciptakan sebagai tempat tinggal yang bersih dan sehat bagi suatu keluarga manusia yang sempurna. (Kejadian 1:31; 2:15-17; Yesaya 45:18) . . . Maka, tepat untuk membuat upaya-upaya yang seimbang dan masuk akal untuk menghindari bertambahnya perusakan yang tidak perlu yang tengah berlangsung atas bola bumi kita. Namun, perhatikan kata ’masuk akal’. . . . Umat Allah hendaknya tidak melupakan masalah-masalah ekologi. Yehuwa menuntut umat-Nya di zaman purba agar mengambil langkah-langkah untuk membuang kotoran, langkah-langkah sehubungan dengan kepentingan ekologi maupun sanitasi. (Ulangan 23:9-14) Dan karena kita mengetahui pandangan-Nya terhadap orang-orang yang sedang merusak bumi, tentu saja kita hendaknya tidak mengabaikan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk memelihara lingkungan kita bersih. . . . Akan tetapi, sampai sejauh mana seorang Kristen akan bertindak dalam haluan ini, adalah masalah pribadi kecuali bila dituntut oleh hukum. . . . Manusia yang tidak sempurna dengan mudah jatuh ke dalam jerat untuk menjadi ekstremis. . . . Upaya-upaya umat manusia untuk melenyapkan problem-problem ekologi dari bumi, termasuk polusi, sama sekali tidak akan berhasil. Boleh jadi ada kemajuan di sana-sini, tetapi campur tangan Allah dibutuhkan sebagai satu-satunya penyelesaian yang bersifat kekal. Untuk alasan inilah, kita mengkonsentrasikan upaya dan sumber daya kita pada penyelesaian ilahi, daripada berupaya menghilangkan gejala-gejala yang semu.”

      Orang-orang Kristen bersikap seimbang seraya mereka menjalankan prinsip-prinsip Alkitab, tetap mengingat penugasan ilahi yang mereka telah terima untuk memberitakan berita Kerajaan Allah di seluruh dunia. (Matius 24:14) Tidak ada yang lebih penting atau yang lebih mendesak! Jika sarana transportasi dan komunikasi modern dapat membantu orang-orang Kristen memenuhi kewajiban ini, mereka memiliki alasan kuat untuk memanfaatkan sarana itu. Sementara itu, mereka menghindari membuat polusi secara sengaja atau secara tidak terkendali. Karena itu, mereka tetap memiliki hati nurani yang baik di hadapan manusia maupun Allah.

      Jadi walaupun kita dewasa ini tidak benar-benar mengetahui bagaimana akhirnya problem polusi dan otomobil akan dipecahkan, kita tahu benar bahwa hal itu pasti akan dilakukan. Bahkan, jalan keluar yang ideal sudah di ambang pintu.

      [Kotak di di hlm. 9]

      Memerangi Polusi

      • Bila mungkin, hendaklah berjalan kaki atau bersepeda

      • Menggunakan mobil bersama-sama

      • Kendaraan bermotor hendaknya diservis secara teratur

      • Sadarlah akan perlunya bahan bakar yang tidak terlalu menimbulkan polusi

      • Hindarilah perjalanan yang tidak perlu

      • Kemudikanlah kendaraan pada kecepatan sedang namun tetap

      • Gunakanlah transportasi umum bila hal itu mungkin dan mudah

      • Matikan mesin bila dalam keadaan diam daripada dibiarkan nyala

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan