-
Kasih kepada Yehuwa Akan Membuat Saudara Tergerak untuk DibaptisMenara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2020 | Maret
-
-
ARTIKEL PELAJARAN 10
Kasih kepada Yehuwa Akan Membuat Saudara Tergerak untuk Dibaptis
”Kenapa saya tidak dibaptis saja?”—KIS. 8:36.
NYANYIAN 37 Mengabdi kepada Yehuwa
YANG DIBAHASa
1-2. Menurut Kisah 8:27-31, 35-38, mengapa pejabat Etiopia itu mau dibaptis?
APAKAH Saudara ingin dibaptis untuk menjadi murid Kristus? Banyak orang tergerak untuk dibaptis karena mereka mengasihi Yehuwa dan bersyukur atas hal-hal baik yang telah Dia lakukan bagi mereka. Salah satu contohnya adalah seorang pejabat yang bekerja untuk ratu Etiopia.
2 Saat pejabat Etiopia itu mendengar penjelasan dari Kitab Suci, dia langsung ingin dibaptis. (Baca Kisah 8:27-31, 35-38.) Apa saja yang membuat pejabat itu tergerak untuk dibaptis? Saat Filipus menemuinya, dia sedang dalam perjalanan dengan kereta kuda dari Yerusalem ke Etiopia. Di kereta kuda itu, dia membaca gulungan Nabi Yesaya. Jadi, pejabat itu pasti sangat menghargai Firman Allah. Dan setelah mendengar penjelasan Filipus, pejabat itu merasa bersyukur atas apa yang Yesus lakukan baginya. Selain itu, pejabat itu juga pasti sangat mengasihi Yehuwa. Mengapa kita bisa menyimpulkan hal itu? Pejabat itu baru saja beribadah kepada Yehuwa di Yerusalem. Dia telah meninggalkan agama yang dia anut sejak lahir dan menyembah Allah yang benar, bersama bangsa yang dibaktikan kepada Allah. Jadi, kasih kepada Yehuwa itulah yang terutama membuat dia mau mengambil langkah yang sangat penting untuk dibaptis dan menjadi murid Kristus.—Mat. 28:19.
3. Apa saja yang bisa membuat seseorang belum juga dibaptis? (Lihat kotak ”Hati Saudara Seperti Jenis Tanah yang Mana?”)
3 Kasih kepada Yehuwa bisa tumbuh dalam hati Saudara dan membuat Saudara tergerak untuk dibaptis. Tapi, ada hal-hal lain di hati Saudara yang bisa menahan Saudara untuk dibaptis. Mari kita bahas beberapa contohnya. Saudara mungkin sangat menyayangi keluarga dan teman-teman. Jadi, Saudara mungkin khawatir mereka akan membenci Saudara kalau Saudara dibaptis. (Mat. 10:37) Atau, Saudara mungkin masih menyukai kebiasaan-kebiasaan yang Allah benci dan merasa sulit untuk menghentikannya. (Mz. 97:10) Atau, Saudara bisa jadi dibesarkan dalam keluarga yang merayakan hari raya agama palsu. Saudara mungkin senang dengan kenangan-kenangan indah yang Saudara rasakan saat merayakannya dulu. Karena itu, Saudara mungkin merasa sulit untuk berhenti merayakan hari raya yang membuat Yehuwa tidak senang. (1 Kor. 10:20, 21) Jadi Saudara perlu memutuskan: ”Di hati saya, apa atau siapa yang saya anggap paling penting?”
SIAPA YANG TERUTAMA HARUS KITA KASIHI?
4. Apa alasan utama yang bisa membuat kita tergerak untuk dibaptis?
4 Sebelum Saudara belajar dengan Saksi-Saksi Yehuwa, Saudara mungkin sudah menghargai Alkitab dan mengasihi Yesus. Selain itu, setelah belajar dengan Saksi-Saksi Yehuwa, Saudara mungkin merasa senang bergaul dengan mereka. Saudara pasti mengasihi dan menghargai semua hal baik itu. Tapi, semua itu tidak cukup untuk membuat Saudara mau membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis. Saudara akan tergerak untuk dibaptis kalau Saudara mengasihi Yehuwa. Itulah alasan utama kita semua ingin dibaptis. Kalau Saudara mengasihi Yehuwa lebih daripada semua hal lain, Saudara tidak akan membiarkan apa pun atau siapa pun menahan Saudara untuk melayani Yehuwa. Kasih Saudara kepada Yehuwa akan membuat Saudara tergerak untuk dibaptis, dan kasih itu juga akan menjadi pagar pembatas yang menjaga Saudara tetap setia kepada-Nya setelah dibaptis.
5. Apa yang akan kita bahas di artikel ini?
5 Yesus mengatakan bahwa kita harus mengasihi Yehuwa dengan sepenuh hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita. (Mrk. 12:30) Apa saja yang perlu Saudara lakukan agar Saudara bisa punya kasih dan respek yang sedalam itu kepada Yehuwa? Kalau Saudara merenungkan dalamnya kasih Yehuwa kepada Saudara, Saudara pasti ingin mengasihi Dia juga. (1 Yoh. 4:19) Jadi di artikel ini, kita akan membahas hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan agar kita semakin mengasihi Yehuwa dan mau dibaptis.
6. Menurut Roma 1:20, apa salah satu cara Saudara bisa belajar tentang Yehuwa?
6 Belajarlah tentang Yehuwa dari ciptaan-Nya. (Baca Roma 1:20; Why. 4:11) Renungkanlah hikmat Yehuwa yang terlihat dari cara Dia menciptakan tumbuhan dan binatang. Pelajari juga tentang tubuh manusia yang mengagumkan. (Mz. 139:14) Selain itu, pikirkan tentang besarnya energi yang Yehuwa taruh dalam matahari. Dan, matahari hanyalah satu dari miliaran bintang yang punya energi yang luar biasa.b (Yes. 40:26) Dengan merenungkan semua itu, Saudara akan semakin merespek Yehuwa. Tapi, sekadar tahu bahwa Yehuwa itu berhikmat dan penuh kuasa belum cukup. Agar Saudara bisa bersahabat dengan Yehuwa, Saudara perlu belajar lebih banyak tentang Dia.
7. Agar Saudara bisa benar-benar mengasihi Yehuwa, Saudara harus yakin akan hal apa?
7 Saudara harus yakin bahwa Yehuwa sangat peduli kepada Saudara. Apakah Saudara sulit membayangkan bahwa Yehuwa, Pencipta langit dan bumi, memperhatikan Saudara secara pribadi? Jika begitu, ingatlah bahwa Yehuwa ”tidak jauh dari kita masing-masing”. (Kis. 17:26-28) Yehuwa ”menyelidiki hati” setiap orang, dan Dia berjanji bahwa ’kalau kita mencari Dia, Dia akan membiarkan diri-Nya ditemukan oleh kita’. (1 Taw. 28:9) Sebenarnya, sekarang ini Saudara belajar Alkitab karena Yehuwa ”menarik” Saudara kepada-Nya. (Yer. 31:3) Setelah Saudara memahami semua hal yang Yehuwa lakukan bagi Saudara, Saudara pasti akan semakin mengasihi Dia.
8. Bagaimana Saudara bisa menunjukkan bahwa Saudara bersyukur atas kasih Yehuwa?
8 Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita bersyukur atas kasih Yehuwa? Salah satu caranya adalah dengan berbicara kepada-Nya dalam doa. Saat Saudara menceritakan tentang kekhawatiran Saudara kepada Yehuwa dan berterima kasih atas semua hal yang Dia lakukan, kasih Saudara kepada-Nya akan semakin kuat. Persahabatan Saudara dengan Yehuwa juga akan semakin erat saat Saudara melihat Dia menjawab doa-doa Saudara. (Mz. 116:1) Saudara akan benar-benar yakin bahwa Yehuwa memahami Saudara. Tapi, agar Saudara bisa semakin dekat dengan Yehuwa, Saudara harus memahami cara berpikir-Nya. Saudara juga harus tahu apa yang Dia inginkan dari Saudara. Satu-satunya cara Saudara bisa mengetahui hal-hal itu adalah dengan mempelajari Firman Allah, Alkitab.
Cara terbaik untuk bersahabat dengan Yehuwa dan mengetahui apa yang Dia inginkan adalah dengan mempelajari Alkitab (Lihat paragraf 9)c
9. Bagaimana Saudara bisa menunjukkan bahwa Saudara menghargai Alkitab?
9 Berusahalah untuk lebih menghargai Firman Allah, Alkitab. Alkitab adalah satu-satunya buku yang berisi kebenaran tentang Yehuwa dan kehendak-Nya bagi Saudara. Bagaimana Saudara bisa menunjukkan bahwa Saudara menghargai Alkitab? Bacalah Alkitab setiap hari, buatlah persiapan sebelum belajar Alkitab dengan guru Alkitab Saudara, dan jalankan apa yang Saudara pelajari. (Mz. 119:97, 99; Yoh. 17:17) Apakah Saudara punya jadwal untuk membaca Alkitab? Apakah Saudara mengikuti jadwal itu dan membaca Alkitab setiap hari?
10. Apa salah satu hal yang membuat Alkitab sangat istimewa?
10 Alkitab adalah buku yang sangat istimewa. Mengapa? Salah satu alasannya, Alkitab berisi tulisan dan laporan dari orang-orang yang pernah melihat Yesus. Alkitab adalah satu-satunya buku yang dengan akurat menjelaskan apa yang telah Yesus lakukan untuk Saudara. Kalau Saudara mempelajari apa yang Yesus katakan dan lakukan, Saudara pasti ingin bersahabat dengan dia.
11. Apa yang bisa membantu kita semakin mengasihi Yehuwa?
11 Berusahalah untuk lebih mengasihi Yesus. Kalau Saudara mengasihi Yesus, Saudara akan semakin mengasihi Yehuwa. Mengapa? Karena Yesus meniru sifat-sifat Bapaknya dengan sempurna. (Yoh. 14:9) Jadi kalau Saudara terus belajar tentang Yesus, Saudara akan semakin memahami cara berpikir Yehuwa dan ingin mendekat kepada-Nya. Coba pikirkan bagaimana Yesus sangat beriba hati kepada orang-orang yang dipandang rendah karena mereka miskin, sakit, atau lemah. Selain itu, coba renungkan tentang nasihat yang Yesus berikan untuk kehidupan sehari-hari dan manfaat yang sudah Saudara rasakan karena mengikuti nasihat itu.—Mat. 5:1-11; 7:24-27.
12. Kalau Saudara terus belajar tentang Yesus, Saudara akan tergerak untuk melakukan apa?
12 Coba renungkan tentang pengorbanan yang Yesus buat sehingga dosa-dosa kita bisa diampuni. Kalau Saudara melakukannya, kasih Saudara kepada Yesus bisa semakin kuat. (Mat. 20:28) Setelah Saudara tahu bahwa Yesus rela mati demi Saudara, Saudara juga akan tergerak untuk bertobat dan mencari pengampunan dari Yehuwa. (Kis. 3:19, 20; 1 Yoh. 1:9) Dan kalau kasih Saudara kepada Yesus dan Yehuwa semakin dalam, Saudara pasti ingin bersahabat dengan orang-orang yang juga mengasihi mereka.
13. Apa yang telah Yehuwa berikan bagi Saudara?
13 Berusahalah untuk lebih menyayangi orang-orang yang mengasihi Yehuwa. Teman-teman Saudara yang dulu dan keluarga Saudara yang tidak mengenal Yehuwa mungkin tidak paham mengapa Saudara mau membaktikan diri kepada Yehuwa. Bisa jadi, mereka bahkan menentang Saudara. Tapi, Yehuwa akan membantu Saudara dengan memberi Saudara keluarga rohani. Kalau Saudara tetap dekat dengan keluarga rohani itu, Saudara akan mendapatkan kasih dan dukungan yang Saudara butuhkan. (Mrk. 10:29, 30; Ibr. 10:24, 25) Dan mungkin suatu saat nanti, anggota keluarga Saudara juga akan melayani Yehuwa dan mengikuti standar-Nya.—1 Ptr. 2:12.
14. Seperti yang disebutkan di 1 Yohanes 5:3, bagaimana perasaan Saudara tentang standar Yehuwa?
14 Berusahalah untuk lebih menghargai standar Yehuwa dan menjalankannya. Sebelum mengenal Yehuwa, Saudara mungkin menentukan sendiri apa yang benar dan salah. Tapi sekarang, Saudara sudah menyadari bahwa mengikuti standar Yehuwa itu jauh lebih baik. (Mz. 1:1-3; baca 1 Yohanes 5:3.) Coba pikirkan tentang nasihat Alkitab bagi para suami, istri, orang tua, dan anak-anak. (Ef. 5:22–6:4) Setelah Saudara menjalankan nasihat itu, apakah keluarga Saudara lebih harmonis? Dan setelah Saudara mengikuti petunjuk Yehuwa tentang memilih teman, apakah Saudara menjadi orang yang lebih baik? Apakah Saudara lebih bahagia? (Ams. 13:20; 1 Kor. 15:33) Saudara kemungkinan besar menjawab ya untuk semua pertanyaan itu.
15. Apa yang perlu Saudara lakukan saat Saudara tidak tahu caranya menjalankan nasihat Alkitab?
15 Kadang, Saudara mungkin bingung karena tidak tahu caranya menjalankan nasihat Alkitab yang Saudara pelajari. Karena itulah Yehuwa menggunakan organisasi-Nya untuk menyediakan publikasi berdasarkan Alkitab. Semua publikasi itu bisa membantu Saudara untuk membedakan mana yang benar dan salah. (Ibr. 5:13, 14) Sewaktu Saudara membaca dan mempelajari semua publikasi itu, Saudara akan melihat bahwa nasihat-nasihat Alkitab itu sangat jelas dan bermanfaat. Dan kemungkinan besar, Saudara akan tertarik untuk menjadi bagian dari organisasi Yehuwa.
16. Bagaimana Yehuwa mengatur umat-Nya?
16 Berusahalah untuk lebih mengenal organisasi Yehuwa dan mendukungnya. Yehuwa telah mengatur agar umat-Nya tergabung dalam sidang-sidang jemaat. Putra Allah, Yesus, adalah kepala atas semua sidang jemaat. (Ef. 1:22; 5:23) Yesus telah menunjuk sekelompok kecil pria terurap untuk mengatur semua pekerjaan yang dia inginkan. Yesus menyebut kelompok ini sebagai ”budak yang setia dan bijaksana”. Budak yang setia menganggap serius tanggung jawab mereka untuk memberi makan dan melindungi Saudara secara rohani. (Mat. 24:45-47) Salah satu cara budak yang setia membantu Saudara adalah dengan membuat pengaturan agar saudara-saudara yang memenuhi syarat dilantik menjadi penatua. Para penatua bisa membimbing dan melindungi Saudara. (Yes. 32:1, 2; Ibr. 13:17; 1 Ptr. 5:2, 3) Mereka rela melayani Saudara sebisa-bisanya. Mereka juga mau menghibur Saudara dan membantu Saudara untuk lebih dekat dengan Yehuwa. Tapi, salah satu hal terpenting yang mereka lakukan adalah membantu Saudara untuk mengajar orang lain tentang Yehuwa.—Ef. 4:11-13.
17. Menurut Roma 10:10, 13, 14, mengapa kita memberi tahu orang lain tentang Yehuwa?
17 Bantulah orang lain untuk mengasihi Yehuwa. Yesus memerintahkan para pengikutnya untuk mengajar orang lain tentang Yehuwa. (Mat. 28:19, 20) Bisa jadi, kita mengikuti perintah itu karena kita merasa wajib melakukannya. Tapi, saat kasih Saudara kepada Yehuwa semakin dalam, Saudara akan merasa seperti Rasul Petrus dan Yohanes, yang mengatakan, ”Kami tidak bisa berhenti berbicara tentang apa yang kami lihat dan dengar.” (Kis. 4:20) Kalau kita bisa membantu seseorang untuk mengasihi Yehuwa, kebahagiaan yang kita rasakan tidak terlukiskan. Bayangkan betapa bahagianya Filipus saat dia membantu pejabat Etiopia itu untuk mempelajari kebenaran dari Kitab Suci dan dibaptis! Selain itu, kalau Saudara meniru Filipus dan menaati perintah Yesus untuk mengabar, Saudara menunjukkan bahwa Saudara mau menjadi seorang Saksi Yehuwa. (Baca Roma 10:10, 13, 14.) Setelah itu, seperti pejabat Etiopia tadi, Saudara kemungkinan juga akan bertanya, ”Kenapa saya tidak dibaptis saja?”—Kis. 8:36.
18. Apa yang akan kita bahas di artikel berikutnya?
18 Keputusan untuk dibaptis adalah keputusan terpenting dalam kehidupan Saudara. Karena hal itu sangat serius, Saudara harus benar-benar memikirkan apa arti keputusan tersebut. Jadi, di artikel berikutnya, kita akan membahas pertanyaan-pertanyaan ini: Apa saja yang perlu Saudara ketahui tentang baptisan? Apa saja yang perlu Saudara lakukan sebelum dan setelah dibaptis?
NYANYIAN 2 Yehuwa Nama-Mu
a Ada orang-orang yang mengasihi Yehuwa tapi merasa ragu untuk dibaptis menjadi Saksi Yehuwa. Kalau itu yang Saudara rasakan, artikel ini akan membahas beberapa hal yang bisa Saudara lakukan agar Saudara tergerak untuk dibaptis.
b Untuk melihat contoh-contoh lainnya, lihat brosur Benarkah Kehidupan Diciptakan? dan Asal Mula Kehidupan—Lima Pertanyaan yang Patut Direnungkan.
-
-
Apakah Saudara Sudah Siap untuk Dibaptis?Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2020 | Maret
-
-
ARTIKEL PELAJARAN 11
Apakah Saudara Sudah Siap untuk Dibaptis?
”Baptisan . . . menyelamatkan kalian.”—1 PTR. 3:21.
NYANYIAN 28 Bersahabat dengan Yehuwa
YANG DIBAHASa
1. Apa yang perlu dilakukan seseorang sebelum dia mulai membangun rumah?
KATAKANLAH seseorang memutuskan untuk membangun rumah. Dia tahu rumah seperti apa yang mau dia bangun. Apakah dia bisa langsung pergi ke toko untuk membeli bahan-bahan lalu mulai membangun rumah itu? Pasti tidak. Sebelum mulai membangun, dia harus menghitung dulu berapa biayanya. Mengapa itu penting? Karena dia perlu memastikan apakah dia punya cukup uang untuk membangun rumah itu sampai selesai. Kalau dia sudah benar-benar menghitung biayanya sebelum mulai membangun, dia kemungkinan akan menyelesaikan pembangunan rumah itu.
2. Menurut Lukas 14:27-30, apa yang perlu Saudara pikirkan baik-baik sebelum dibaptis?
2 Karena mengasihi Yehuwa dan bersyukur atas segala hal yang Dia lakukan untuk Saudara, Saudara mungkin tergerak untuk dibaptis. Tapi sebelum dibaptis, apa yang perlu Saudara lakukan? Saudara perlu ”menghitung biayanya”, sama seperti pria yang ingin membangun rumah tadi. Mengapa? Coba perhatikan kata-kata Yesus di Lukas 14:27-30. (Baca.) Yesus sedang membahas tentang apa yang perlu kita lakukan untuk bisa menjadi muridnya. Kita perlu siap menanggung ”biayanya”. Maksudnya, kita harus rela menghadapi kesulitan atau membuat pengorbanan. (Luk. 9:23-26; 12:51-53) Jadi sebelum dibaptis, Saudara perlu benar-benar memikirkan tentang hal-hal yang akan Saudara hadapi sebagai murid Kristus. Dengan begitu, Saudara akan lebih siap untuk melayani Allah dengan setia sebagai orang Kristen terbaptis.
3. Apa yang akan kita bahas di artikel ini?
3 Berkat yang akan Saudara dapatkan karena menjadi murid Yesus jauh melebihi pengorbanan yang Saudara buat. Baptisan akan membawa banyak berkat untuk Saudara, sekarang maupun di masa depan. Di artikel ini, kita akan membahas beberapa pertanyaan penting tentang baptisan. Pembahasan ini akan membantu Saudara menentukan apakah Saudara sudah siap untuk dibaptis.
YANG PERLU SAUDARA KETAHUI TENTANG PEMBAKTIAN DAN BAPTISAN
4. (a) Bagaimana kita membaktikan diri kepada Yehuwa? (b) Apa arti ”menyangkal diri” yang disebutkan di Matius 16:24?
4 Apa itu pembaktian? Sebelum dibaptis, Saudara harus membaktikan diri kepada Yehuwa. Bagaimana caranya? Saudara harus berdoa dengan tulus untuk memberi tahu Yehuwa bahwa Saudara mau menggunakan kehidupan Saudara untuk melayani Dia selamanya. Saat membaktikan diri kepada Allah, Saudara ”menyangkal diri”. Maksudnya, Saudara memberi tahu Yehuwa bahwa sejak saat itu, hal yang terpenting bagi Saudara adalah melayani Dia, bukan menyenangkan diri sendiri. (Baca Matius 16:24.) Saudara menjadi milik Yehuwa, dan itu adalah kehormatan yang luar biasa. (Rm. 14:8) Pembaktian adalah ikrar yang serius kepada Allah. Yehuwa tidak memaksa kita untuk membuat ikrar itu. Tapi, jika kita sudah berikrar, Yehuwa ingin agar kita memenuhinya.—Mz. 116:12, 14.
5. Apa bedanya pembaktian dengan baptisan?
5 Apa bedanya pembaktian dengan baptisan? Sewaktu seseorang membaktikan diri kepada Yehuwa, tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Tapi, baptisan dilakukan di depan banyak orang, biasanya di kebaktian. Saat dibaptis, Saudara menunjukkan kepada orang-orang bahwa Saudara telah membaktikan diri kepada Yehuwa.b Jadi, orang lain akan tahu bahwa Saudara mengasihi Yehuwa dengan sepenuh hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan. Mereka juga akan tahu bahwa Saudara bertekad untuk melayani Yehuwa selamanya.—Mrk. 12:30.
6-7. Menurut 1 Petrus 3:18-22, apa dua alasan yang membuat baptisan sangat penting?
6 Apakah baptisan itu memang perlu? Coba pikirkan kata-kata di 1 Petrus 3:18-22. (Baca.) Bahtera yang Nuh buat adalah bukti nyata bahwa Nuh beriman kepada Allah. Sama seperti itu, baptisan Saudara juga adalah bukti nyata bahwa Saudara sudah membaktikan diri kepada Yehuwa. Tapi, apakah baptisan memang diperlukan? Ya. Rasul Petrus memberitahukan alasannya. Pertama, baptisan ”menyelamatkan” Saudara. Agar baptisan bisa menyelamatkan kita, kita perlu menunjukkan bahwa kita beriman kepada Yesus. Kita juga perlu percaya bahwa Yesus mati demi kita, dibangkitkan untuk hidup di surga, dan sekarang berada ”di sebelah kanan Allah”.
7 Kedua, dengan dibaptis, kita bisa punya ”hati nurani yang bersih”. Saat kita membaktikan diri kepada Allah dan dibaptis, kita mulai memiliki hubungan yang istimewa dengan-Nya. Karena saat itu kita sudah benar-benar bertobat dan beriman akan korban tebusan, Allah mau mengampuni dosa-dosa kita. Dengan begitu, kita bisa beribadah kepada-Nya dengan ”hati nurani yang bersih”.
8. Apa seharusnya alasan utama Saudara ingin dibaptis?
8 Apa seharusnya alasan utama Saudara ingin dibaptis? Setelah mempelajari Alkitab dengan teliti, Saudara sekarang sudah mengetahui banyak hal tentang Yehuwa, misalnya tentang sifat-sifat dan cara berpikir-Nya. Semua yang Saudara pelajari menyentuh hati Saudara dan membuat Saudara sangat mengasihi Yehuwa. Kasih itulah yang seharusnya menjadi alasan utama Saudara ingin dibaptis.
9. Apa maksudnya dibaptis dengan nama Bapak dan Putra dan kuasa kudus, seperti yang dikatakan di Matius 28:19, 20?
9 Alasan lain yang seharusnya membuat Saudara ingin dibaptis adalah karena Saudara sudah percaya dengan hal-hal yang Saudara pelajari dari Alkitab. Perhatikan apa yang Yesus katakan sewaktu dia memerintahkan kita untuk membuat murid. (Baca Matius 28:19, 20.) Menurut Yesus, mereka yang dibaptis harus dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan kuasa kudus”. Apa maksudnya? Saudara harus dengan sepenuh hati memercayai kebenaran dari Alkitab tentang Yehuwa, Yesus, dan kuasa kudus. Semua kebenaran itu penuh kuasa dan bisa benar-benar menyentuh hati Saudara. (Ibr. 4:12) Mari kita membahas beberapa kebenaran itu.
10-11. Apa saja kebenaran tentang Sang Bapak yang sudah Saudara pelajari dan percayai?
10 Coba pikirkan lagi perasaan Saudara saat mengetahui kebenaran-kebenaran ini tentang Sang Bapak: Dia ”bernama Yehuwa”, Dia adalah ”Yang Mahatinggi atas seluruh bumi”, dan Dialah ”satu-satunya Allah yang benar”. (Mz. 83:18; Yes. 37:16) Dia adalah Pencipta dan Penyelamat kita. (Mz. 3:8; 36:9) Dia telah mengatur agar kita bisa dibebaskan dari dosa dan kematian, dan Dia juga memberi kita harapan untuk hidup selamanya. (Yoh. 17:3) Setelah membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis, Saudara akan menjadi salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa. (Yes. 43:10-12) Saudara akan menjadi bagian dari keluarga besar penyembah Yehuwa, yang bangga menyandang nama Allah serta memberitahukan nama itu kepada orang lain.—Mz. 86:12.
11 Kita pasti merasa sangat bersyukur karena bisa memahami apa yang Alkitab ajarkan tentang Bapak Yehuwa. Ini benar-benar suatu kehormatan! Kalau Saudara yakin akan semua kebenaran itu, Saudara akan tergerak untuk membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis.
12-13. Apa saja kebenaran tentang Sang Putra yang sudah Saudara pelajari dan percayai?
12 Bagaimana perasaan Saudara sewaktu mengetahui kebenaran-kebenaran berikut tentang Sang Putra? Yesus adalah pribadi terbesar kedua di alam semesta. Dia adalah Penebus kita. Dia dengan rela memberikan nyawanya demi kita. Kalau kita beriman akan korban tebusan Yesus dan menunjukkannya lewat tindakan kita, dosa-dosa kita akan diampuni. Selain itu, kita bisa bersahabat dengan Allah dan akhirnya mendapat kehidupan abadi. (Yoh. 3:16) Yesus adalah Imam Besar kita. Dengan bantuannya, kita bisa mendapat manfaat dari korban tebusan dan punya hubungan yang akrab dengan Allah. (Ibr. 4:15; 7:24, 25) Yesus adalah Raja dari Kerajaan Allah. Melalui Yesus, Yehuwa akan menyucikan nama-Nya, menghapus kejahatan, dan mendatangkan berkat-berkat yang bertahan selamanya di bumi firdaus. (Mat. 6:9, 10; Why. 11:15) Yesus adalah teladan yang harus kita ikuti. (1 Ptr. 2:21) Dia menggunakan seluruh kehidupannya untuk melakukan kehendak Allah, dan kita mau meniru dia.—Yoh. 4:34.
13 Setelah Saudara memercayai apa yang Alkitab ajarkan tentang Yesus, Putra yang Allah sayangi, Saudara pasti akan mengasihi dia. Karena kasih itu, Saudara mau menggunakan kehidupan Saudara untuk melakukan kehendak Allah, sama seperti yang Yesus lakukan. Saudara pun akan tergerak untuk membaktikan kehidupan Saudara kepada Yehuwa dan dibaptis.
14-15. Apa saja kebenaran tentang kuasa kudus yang sudah Saudara pelajari dan percayai?
14 Bagaimana perasaan Saudara sewaktu mengetahui kebenaran-kebenaran berikut tentang kuasa kudus? Kuasa kudus bukanlah suatu pribadi roh, melainkan tenaga Allah. Yehuwa menggunakan kuasa kudus-Nya untuk membimbing sejumlah pria untuk menulis Alkitab. (2 Ptr. 1:21) Kuasa kudus juga membantu kita memahami apa yang kita baca di Alkitab dan menjalankannya. (Yoh. 14:26) Melalui kuasa kudus-Nya, Yehuwa memberi kita ’kesanggupan yang begitu luar biasa’. (2 Kor. 4:7) Kuasa itu membuat kita sanggup memberitakan kabar baik, menolak godaan, menghadapi kekecewaan, dan mengatasi kesulitan. Kuasa kudus juga membantu kita menunjukkan sifat-sifat baik yang adalah ”buah yang dihasilkan kuasa kudus”. (Gal. 5:22) Allah pasti akan memberikan kuasa kudus-Nya kepada siapa pun yang dengan sungguh-sungguh memintanya dan juga beriman kepada Dia.—Luk. 11:13.
15 Kuasa kudus pasti akan membantu semua hamba Yehuwa untuk terus setia melayani-Nya. Hal ini sangat menguatkan kita! Setelah memercayai semua kebenaran tentang kuasa kudus, Saudara akan tergerak untuk membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis.
16. Apa saja yang sudah kita bahas?
16 Keputusan Saudara untuk membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis adalah langkah yang sangat penting. Seperti yang telah kita bahas, Saudara harus siap menghadapi kesulitan dan membuat pengorbanan. Tapi, berkat-berkat yang akan Saudara terima jauh lebih besar daripada semua pengorbanan yang Saudara buat. Dengan dibaptis, Saudara bisa diselamatkan dan beribadah kepada Allah dengan hati nurani yang bersih. Kasih Saudara kepada Allah seharusnya menjadi alasan utama Saudara ingin dibaptis. Saudara juga harus benar-benar memercayai kebenaran yang Saudara pelajari tentang Bapak, Putra, dan kuasa kudus. Setelah kita membahas semua hal di atas, apakah Saudara merasa sudah siap untuk dibaptis?
YANG PERLU SAUDARA LAKUKAN SEBELUM DIBAPTIS
17. Sebelum Saudara dibaptis, apa saja yang perlu Saudara lakukan?
17 Kalau Saudara merasa sudah siap dibaptis, Saudara pasti sudah melakukan banyak hal agar bisa punya hubungan yang baik dengan Yehuwa.c Saudara sudah belajar Alkitab secara teratur sehingga Saudara tahu banyak hal tentang Yehuwa dan Yesus. Saudara sudah membangun iman yang kuat. (Ibr. 11:6) Saudara benar-benar percaya akan janji-janji Yehuwa yang ada di Alkitab, dan Saudara yakin bahwa iman Saudara pada korban tebusan Yesus bisa menyelamatkan Saudara dari dosa dan kematian. Saudara sudah bertobat dari dosa-dosa Saudara. Saudara merasa sangat menyesalinya dan telah meminta ampun kepada Yehuwa. Saudara sudah mengubah kehidupan Saudara. Saudara sudah menghentikan semua hal buruk yang dulu Saudara lakukan dan sekarang menjalani kehidupan yang menyenangkan Allah. (Kis. 3:19) Saudara juga ingin sekali memberi tahu orang lain tentang apa yang Saudara percayai. Saudara sudah memenuhi syarat untuk menjadi penyiar belum terbaptis dan ikut mengabar bersama sidang. (Mat. 24:14) Yehuwa sangat bangga karena Saudara sudah melakukan semua hal itu. Ya, Saudara membuat Dia sangat bahagia.—Ams. 27:11.
18. Apa lagi yang perlu Saudara lakukan sebelum dibaptis?
18 Sebelum Saudara bisa dibaptis, ada beberapa hal lain lagi yang perlu Saudara lakukan. Seperti yang telah kita bahas, Saudara harus membaktikan diri kepada Yehuwa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh kepada Yehuwa. Dalam doa itu, berjanjilah kepada Yehuwa bahwa Saudara akan menggunakan kehidupan Saudara untuk melakukan kehendak-Nya. (1 Ptr. 4:2) Setelah itu, Saudara bisa memberi tahu koordinator badan penatua bahwa Saudara ingin dibaptis. Dia akan mengatur agar beberapa penatua bertemu dengan Saudara. Saudara tidak perlu merasa takut untuk bertemu dengan mereka. Saudara-saudara yang baik hati ini pasti sudah mengenal dan mengasihi Saudara. Mereka akan membahas bersama Saudara ajaran-ajaran dasar Alkitab yang sudah Saudara pelajari. Mereka ingin memastikan bahwa Saudara memahami ajaran-ajaran itu dan menyadari betapa seriusnya pembaktian dan baptisan. Kalau mereka yakin bahwa Saudara telah siap untuk dibaptis, mereka akan memberi tahu Saudara bahwa Saudara bisa dibaptis di kebaktian berikutnya.
YANG PERLU SAUDARA LAKUKAN SETELAH DIBAPTIS
19-20. Setelah dibaptis, apa yang perlu Saudara lakukan, dan bagaimana Saudara bisa melakukannya?
19 Ingatlah bahwa pembaktian Saudara adalah sebuah ikrar dan Yehuwa ingin Saudara memenuhinya. Jadi setelah Saudara dibaptis, apa yang perlu Saudara lakukan?d Saudara harus terus menepati ikrar Saudara kepada Yehuwa. Bagaimana caranya?
20 Tetaplah dekat dengan sidang. Sebagai orang Kristen yang terbaptis, Saudara adalah bagian dari persaudaraan sedunia. (1 Ptr. 2:17) Saudara-saudari di sidang adalah keluarga rohani Saudara. Jadi, teruslah berhimpun dengan rutin supaya Saudara bisa memperkuat persahabatan dengan mereka. Saudara juga perlu membaca dan merenungkan Firman Allah setiap hari. (Mz. 1:1, 2) Setiap kali Saudara membaca Alkitab, sisihkan waktu untuk benar-benar memikirkan apa yang Saudara baca. Dengan begitu, Firman Allah akan menyentuh hati Saudara. Selain itu, ”teruslah berdoa”. (Mat. 26:41) Doa Saudara yang tulus akan membuat Saudara semakin dekat dengan Yehuwa. Dan, ”teruslah utamakan Kerajaan”. (Mat. 6:33) Jadikan pengabaran sebagai hal yang utama dalam kehidupan Saudara. Dengan rutin mengabar, Saudara akan menjaga iman Saudara tetap kuat, dan Saudara bisa membantu orang lain untuk mendapatkan kehidupan abadi.—1 Tim. 4:16.
21. Setelah dibaptis, kehidupan seperti apa yang akan Saudara nikmati?
21 Keputusan untuk membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis adalah keputusan terbesar dalam kehidupan Saudara. Memang, ada kesulitan yang akan Saudara hadapi. Tapi, berkat yang akan Saudara terima jauh lebih banyak. Kesulitan apa pun yang Saudara hadapi dalam dunia ini hanyalah ”sementara dan ringan”. (2 Kor. 4:17) Tapi, setelah dibaptis, Saudara bisa menikmati kehidupan yang memuaskan sekarang dan mendapatkan ”kehidupan yang sebenarnya” di masa depan. (1 Tim. 6:19) Jadi, berdoalah kepada Yehuwa, dan tolong pikirkan baik-baik pertanyaan ini: ”Apakah saya sudah siap untuk dibaptis?”
NYANYIAN 50 Doa Pembaktianku
a Apakah Saudara sedang mempertimbangkan untuk dibaptis? Jika ya, artikel ini dibuat khusus untuk Saudara. Kita akan membahas beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan langkah yang penting ini. Pembahasan ini akan membantu Saudara menentukan apakah Saudara sudah siap untuk dibaptis.
d Kalau Saudara belum menyelesaikan pelajaran dari buku Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Alkitab? dan Cara agar Tetap Dikasihi Allah, Saudara perlu terus melanjutkan pelajaran dengan guru Alkitab Saudara sampai kedua buku itu selesai.
-