-
Saksi-Saksi YehuwaBertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab
-
-
Seluruh kepercayaan Saksi-Saksi Yehuwa, patokan tingkah laku, dan prosedur organisasi mereka berdasarkan Alkitab. Iman mereka kepada Alkitab sendiri sebagai Firman Allah, memberi mereka keyakinan bahwa memang mereka memiliki kebenaran. Jadi, sikap mereka bukan sombong, melainkan menunjukkan keyakinan bahwa Alkitab adalah patokan yang benar untuk menentukan suatu agama. Mereka tidak memikirkan diri sendiri tetapi ingin sekali menceritakan kepercayaan mereka kepada orang lain.
-
-
Saksi-Saksi YehuwaBertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab
-
-
Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa sampai pada kesimpulan mereka dalam menjelaskan Alkitab?
Faktor yang penting ialah bahwa Saksi-Saksi benar-benar percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang berisi pengajaran bagi kita. (2 Tim. 3:16, 17; Rm. 15:4; 1 Kor. 10:11) Jadi, mereka tidak menggunakan argumen-argumen filosofis untuk mengelak dari fakta-fakta kebenaran yang jelas atau membenarkan cara hidup orang-orang yang telah meninggalkan standar-standar moral Alkitab.
Untuk menjelaskan arti bahasa simbolis dalam Alkitab, mereka membiarkan Alkitab sendiri memberikan penjelasan, mereka tidak mengemukakan teori mereka sendiri. (1 Kor. 2:13) Petunjuk sehubungan dengan arti istilah-istilah simbolis biasanya terdapat di bagian lain dalam Alkitab. (Misalnya, lihat Penyingkapan 21:1; kemudian, mengenai arti ”laut”, baca Yesaya 57:20. Untuk mengetahui siapa ”Anak Domba” yang disebut di Penyingkapan 14:1, lihat Yohanes 1:29 dan 1 Petrus 1:19.)
Mengenai penggenapan nubuat, mereka menerapkan anjuran Yesus untuk memperhatikan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan apa yang dinubuatkan. (Luk. 21:29-31; bandingkan 2 Petrus 1:16-19.) Dengan saksama mereka menunjuk kejadian-kejadian itu dan menghubungkannya dengan apa yang dikatakan Alkitab tentang artinya.
Yesus mengatakan bahwa di bumi ini ia akan mempunyai ”budak yang setia dan bijaksana” (pengikut-pengikutnya yang terurap sebagai suatu kelompok), melalui sarana ini ia akan menyediakan makanan rohani bagi orang-orang yang membentuk rumah tangga iman. (Mat. 24:45-47) Saksi-Saksi Yehuwa mengetahui penyelenggaraan ini. Sama seperti umat Kristen di abad pertama, mereka meminta nasihat dari badan pimpinan golongan ”budak” ini untuk memecahkan persoalan-persoalan yang rumit—bukan berdasarkan hikmat manusia, melainkan pengetahuan tentang Firman Allah dan cara Ia berurusan dengan hamba-hamba-Nya, dan dengan bantuan roh Allah, yang mereka mohonkan dengan sungguh-sungguh dalam doa.—Kis. 15:1-29; 16:4, 5.
-