PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Mengabdikan Diri Saudara kepada Pembacaan
    Menara Pengawal—1996 | 15 Mei
    • Mengabdikan Diri Saudara kepada Pembacaan

      ”Sampai aku datang, teruslah kerahkan dirimu dalam pembacaan di depan umum, dalam hal menganjurkan dengan kuat, dalam pengajaran.”​—1 TIMOTIUS 4:13.

      1. Bagaimana kita dapat memperoleh manfaat dari pembacaan Alkitab?

      ALLAH YEHUWA telah memberikan umat manusia kemampuan yang menakjubkan untuk belajar membaca dan menulis. Ia juga telah menyediakan Firman-Nya, Alkitab, sehingga kita dapat diajar dengan baik. (Yesaya 30:20, 21) Secara kiasan halaman-halaman Alkitab memungkinkan kita untuk ’berjalan’ bersama para patriark yang takut akan Allah seperti Abraham, Ishak, dan Yakub. Kita dapat ”melihat” wanita-wanita yang saleh seperti Sara, Ribka, dan Rut orang Moab yang loyal. Ya, dan kita dapat ”mendengar” Yesus Kristus memberikan Khotbahnya di Gunung. Semua kesenangan dan pengajaran yang luar biasa dari Kitab-Kitab Suci dapat menjadi milik kita jika kita adalah pembaca yang baik.

      2. Apa yang memperlihatkan bahwa Yesus dan para rasulnya dapat membaca dengan baik?

      2 Tidak disangsikan, pria yang sempurna Yesus Kristus memiliki kemampuan membaca yang sangat bagus, dan ia tentu saja mengenal Kitab-Kitab Ibrani dengan sangat baik. Maka, sewaktu digoda oleh Iblis, Yesus berulang-kali merujuk kepada Kitab-Kitab Ibrani dan mengatakan, ”Ada tertulis.” (Matius 4:4, 7, 10) Pada suatu peristiwa di sinagoge di Nazaret, ia membaca di depan umum dan menerapkan kepada dirinya suatu bagian dari nubuat Yesaya. (Lukas 4:16-21) Bagaimana dengan rasul-rasul Yesus? Dalam tulisan-tulisan mereka, mereka sering kali mengutip Kitab-Kitab Ibrani. Meskipun para penguasa Yahudi memandang Petrus dan Yohanes sebagai tidak terpelajar dan orang biasa karena mereka tidak dididik di sekolah-sekolah tinggi Ibrani, surat-surat mereka yang diilhami ilahi dengan jelas membuktikan bahwa mereka dapat membaca dan menulis dengan baik. (Kisah 4:13) Namun apakah kemampuan membaca benar-benar penting?

      ”Berbahagialah Dia yang Membaca dengan Suara Keras”

      3. Mengapa sangat penting untuk membaca Alkitab dan publikasi-publikasi Kristen?

      3 Memperoleh dan menerapkan pengetahuan yang saksama dari Alkitab dapat menghasilkan bagi kita kehidupan kekal. (Yohanes 17:3) Oleh karena itu Saksi-Saksi Yehuwa menyadari bahwa sangat penting untuk membaca dan mempelajari Kitab Suci dan publikasi-publikasi Kristen yang disediakan oleh Allah melalui golongan budak yang setia dan bijaksana dari orang-orang Kristen yang terurap. (Matius 24:45-47) Bahkan, dengan menggunakan publikasi-publikasi Menara Pengawal yang dirancang secara khusus, ribuan orang telah diajar untuk membaca sehingga dapat memperoleh pengetahuan yang memberi kehidupan dari Firman Allah.

      4. (a) Mengapa kebahagiaan dihasilkan dari membaca, belajar, dan menerapkan Firman Allah? (b) Sehubungan dengan membaca, apa yang Paulus katakan kepada Timotius?

      4 Kebahagiaan dihasilkan dari membaca, belajar, dan menerapkan Firman Allah. Hal ini demikian karena dengan berbuat itu kita menyenangkan dan menghormati Allah, menerima berkat-Nya, dan menikmati sukacita. Yehuwa ingin agar hamba-hamba-Nya berbahagia. Oleh karena itu, Ia memerintahkan para imam untuk membacakan Hukum-Nya kepada orang-orang Israel purba. (Ulangan 31:9-12) Sewaktu Ezra sang penyalin dan orang-orang lain membacakan Hukum kepada semua orang yang berkumpul di Yerusalem, maknanya dijelaskan, dan hasilnya adalah ”kegirangan besar”. (Nehemia 8:6-8, 12, NW) Rasul Kristen, Paulus, belakangan memberi tahu rekan sekerjanya Timotius, ”Sampai aku datang, teruslah kerahkan dirimu dalam pembacaan di depan umum, dalam hal menganjurkan dengan kuat, dalam pengajaran.” (1 Timotius 4:13) Terjemahan lain berbunyi, ”Abdikan dirimu kepada pembacaan Kitab-Kitab di depan umum.”—New International Version.

      5. Bagaimana Penyingkapan 1:3 mengaitkan kebahagiaan dengan pembacaan?

      5 Bahwa kebahagiaan kita bergantung kepada pembacaan dan penerapan Firman Allah dibuktikan dalam Penyingkapan 1:3. Di sana kita diberi tahu, ”Berbahagialah dia yang membaca dengan suara keras dan mereka yang mendengar perkataan nubuat ini, dan yang menjalankan hal-hal yang tertulis di dalamnya; karena waktu yang ditetapkan sudah dekat.” Ya, kita perlu membaca dengan suara keras dan mendengar perkataan nubuat Allah dalam buku Penyingkapan dan seluruh Alkitab. Orang yang benar-benar berbahagia adalah orang yang ”kesukaannya ialah Taurat [Yehuwa], dan yang merenungkan Taurat itu [”membaca dengan suara rendah”, NW] siang dan malam”. Hasilnya? ”Apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3) Oleh karena itu, untuk alasan-alasan yang baik, organisasi Yehuwa mendesak masing-masing di antara kita untuk membaca dan mempelajari Firman-Nya secara pribadi, sebagai keluarga, dan dengan teman-teman.

      Berpikirlah dengan Aktif dan Adakan Renungan

      6. Yosua diperintahkan untuk membaca apa, dan bagaimana hal ini bermanfaat?

      6 Bagaimana saudara dapat memperoleh manfaat maksimal dari pembacaan Firman Allah dan publikasi-publikasi Kristen saudara? Saudara mungkin akan merasakan ada manfaatnya untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Yosua, seorang pemimpin bangsa Israel purba yang takut akan Allah. Ia diperintahkan, ”Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu [”membaca dengan suara rendah”, NW] siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung [”bertindak dengan berhikmat”, NW].” (Yosua 1:8) ”Membaca dengan suara rendah” berarti mengucapkan kata-kata kepada diri saudara dengan suara pelan. Ini adalah bantuan untuk mengingat, karena ini mengesankan bahan dalam pikiran. Yosua harus membaca Hukum Allah ”siang dan malam”, atau secara tetap tentu. Inilah cara agar berhasil dan bertindak dengan bijaksana untuk melaksanakan tanggung jawab yang diberikan Allah. Pembacaan Firman Allah yang tetap tentu demikian dapat membantu saudara dengan cara serupa.

      7. Mengapa kita hendaknya tidak memusatkan perhatian kepada kecepatan sewaktu kita membaca Firman Allah?

      7 Jangan mementingkan kecepatan sewaktu membaca Firman Allah. Jika saudara telah merencanakan untuk menggunakan suatu periode waktu untuk membaca Alkitab atau publikasi Kristen lain, saudara dapat membacanya perlahan-lahan. Ini khususnya penting bila saudara sedang belajar dengan maksud untuk mengingat pokok-pokok penting. Dan sewaktu membaca, berpikirlah dengan aktif. Analisislah pernyataan-pernyataan penulis Alkitab. Tanyakan diri saudara, ’Apa maksud sang penulis? Apa yang harus saya lakukan dengan keterangan ini?’

      8. Mengapa bermanfaat untuk merenungkan sewaktu membaca Alkitab?

      8 Gunakan waktu untuk merenung sewaktu membaca Kitab Suci. Ini akan membantu saudara mengingat kisah-kisah Alkitab dan untuk menerapkan prinsip-prinsip Alkitab. Merenungkan Firman Allah dan dengan demikian mengingat pokok-pokoknya juga akan memungkinkan saudara untuk berbicara dari hati, memberikan jawaban yang akurat kepada orang-orang yang dengan tulus mencari tahu sebaliknya daripada mengatakan sesuatu yang saudara akan sesali di belakang hari. Sebuah amsal yang diilhami ilahi mengatakan, ”Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya.”—Amsal 15:28.

      Hubungkan Pokok-Pokok yang Baru dengan Pokok-Pokok yang Telah Dipelajari

      9, 10. Bagaimana pembacaan Alkitab saudara dapat ditingkatkan dengan menghubungkan pokok-pokok Alkitab yang baru dengan yang saudara telah ketahui?

      9 Kebanyakan orang Kristen harus mengakui bahwa pada suatu waktu mereka mengetahui sedikit tentang Allah, Firman-Nya, dan maksud-tujuan-Nya. Akan tetapi, sekarang pelayan-pelayan Kristen ini, mulai dengan penciptaan dan jatuhnya manusia ke dalam dosa, dapat menjelaskan maksud-tujuan dari korban tebusan Kristus, dapat memberi tahu tentang kebinasaan dari sistem perkara yang fasik ini, dan dapat memperlihatkan bagaimana umat manusia yang taat akan diberkati dengan kehidupan kekal dalam firdaus di bumi. Hal ini sebagian besar dimungkinkan karena hamba-hamba Yehuwa ini telah memperoleh ”pengetahuan tentang Allah” dengan mempelajari Alkitab dan publikasi-publikasi Kristen. (Amsal 2:1-5, NW) Mereka secara bertahap telah menghubungkan pokok-pokok yang baru dipelajari dengan pokok-pokok lama yang sudah dipahami.

      10 Menghubungkan pokok-pokok Alkitab yang baru dengan yang saudara telah ketahui, bermanfaat dan membawa hasil. (Yesaya 48:17) Sewaktu hukum-hukum, prinsip-prinsip, atau bahkan gagasan yang agak abstrak dari Alkitab disampaikan, hubungkan itu dengan apa yang saudara telah ketahui. Selaraskan keterangan ini dengan apa yang saudara telah pelajari tentang ”pola perkataan yang sehat”. (2 Timotius 1:13) Cari keterangan yang dapat membantu saudara menguatkan hubungan saudara dengan Allah, memperbaiki kepribadian Kristen saudara, atau membantu saudara untuk membagikan kebenaran Alkitab kepada orang-orang lain.

      11. Apa yang saudara lakukan bila membaca sesuatu yang Alkitab katakan tentang tingkah laku? Ilustrasikan.

      11 Sewaktu membaca sesuatu yang Alkitab katakan tentang tingkah laku, berupayalah untuk memahami prinsip yang tersangkut. Renungkanlah hal tersebut, dan putuskan apa yang saudara akan lakukan di bawah keadaan yang sama. Yusuf putra Yakub dengan konsisten menolak melakukan perbuatan seksual yang amoral dengan istri Potifar, dengan bertanya, ”Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:7-9) Dalam kisah yang menggugah ini, terdapat prinsip yang mendasar—perbuatan seksual yang amoral adalah dosa terhadap Allah. Saudara dapat secara mental menghubungkan prinsip ini dengan pernyataan-pernyataan lain dari Firman Allah, dan saudara akan mendapat manfaat dengan mengingat hal ini jika digoda untuk melakukan perbuatan salah demikian.—1 Korintus 6:9-11.

      Membayangkan Peristiwa-Peristiwa Alkitab

      12. Mengapa membayangkan kisah-kisah Alkitab sewaktu saudara membacanya?

      12 Untuk mengesankan pokok-pokok dalam pikiran saudara seraya saudara membaca, bayangkan apa yang terjadi. Secara mental lihat keadaan daerahnya, rumah-rumahnya, orang-orangnya. Dengarkan suara-suara mereka. Hirup aroma roti yang dipanggang di oven. Hidupkan adegannya. Maka pembacaan saudara akan menjadi pengalaman yang menyentuh hati, karena saudara dapat melihat sebuah kota purba, mendaki gunung yang tinggi, merasa takjub akan keajaiban ciptaan, atau bergaul dengan pria dan wanita yang memiliki iman yang kuat.

      13. Bagaimana saudara dapat menggambarkan apa yang dicatat di Hakim-Hakim 7:19-22?

      13 Misalnya saudara sedang membaca Hakim-Hakim 7:19-22. Bayangkan apa yang terjadi. Hakim Gideon dan tiga ratus pria Israel yang gagah berani telah mengambil tempat mereka di tepi perkemahan orang Midian. Itu terjadi sekitar pukul sepuluh malam, permulaan dari ”giliran jaga tengah malam”. Pengawal-pengawal Midian baru saja ditempatkan, dan kegelapan menyelubungi perkemahan dari musuh-musuh Israel yang sedang tidur. Lihat! Gideon dan pria-prianya diperlengkapi dengan sangkakala. Mereka membawa buyung air yang besar yang menutupi obor di tangan kiri mereka. Tiba-tiba tiga pasukan yang terdiri dari seratus orang, masing-masing meniup sangkakala, memecahkan buyung air, mengangkat obor tinggi-tinggi, dan berseru, ”Pedang demi [Yehuwa] dan demi Gideon!” Saudara melihat ke dalam perkemahan. Wah, orang-orang Midian melarikan diri dan mulai berteriak-teriak! Seraya ketiga ratus orang terus meniup sangkakala mereka, Allah menyebabkan pedang orang-orang Midian melawan satu sama lain. Midian telah diusir, dan Yehuwa telah memberi kemenangan kepada Israel.

      Mengambil Pelajaran yang Bernilai

      14. Bagaimana Hakim-Hakim pasal 9 dapat digunakan untuk mengajar seorang anak perlunya bersikap rendah hati?

      14 Dengan membaca Firman Allah, kita dapat mengambil banyak pelajaran. Misalnya, barangkali saudara ingin menanamkan kepada anak-anak saudara perlunya bersikap rendah hati. Nah, mudah untuk membayangkan dan mengerti maknanya dari apa yang dikatakan dalam nubuat dari putra Gideon Yotam. Mulailah membaca di Hakim-Hakim 9:8. ”Sekali peristiwa,” kata Yotam, ”pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka.” Pohon zaitun, pohon ara, dan pohon anggur menolak untuk memerintah. Namun semak duri yang pendek senang menjadi penguasa. Setelah membaca kisah ini dengan suara keras kepada anak-anak saudara, saudara dapat menjelaskan bahwa tanaman-tanaman yang berguna menggambarkan orang-orang baik yang tidak berupaya mendapatkan jabatan raja atas sesama orang Israel. Semak duri, yang hanya berguna untuk kayu bakar, menggambarkan kekuasaan sebagai raja dari Abimelekh yang sombong, seorang pembunuh yang ingin menguasai orang-orang lain namun menemui ajalnya sebagai penggenapan dari nubuat Yotam. (Hakim-Hakim, pasal 9) Anak mana yang ingin bertumbuh dan menjadi seperti semak duri?

      15. Bagaimana pentingnya loyalitas ditonjolkan dalam buku Rut?

      15 Pentingnya loyalitas diperjelas dalam buku Rut di Alkitab. Misalnya anggota-anggota keluarga saudara bergiliran membaca kisah ini dengan suara keras dan berupaya menyerap apa yang dikatakannya. Saudara melihat Rut orang Moab dalam perjalanan ke Betlehem dengan ibu mertuanya yang janda, Naomi, dan saudara mendengar Rut mengatakan, ”Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” (Rut 1:16) Rut yang rajin tampak memungut sisa di belakang para pemanen di ladang Boas. Saudara mendengar Boas memujinya, dengan mengatakan, ”Setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.” (Rut 3:11) Tak lama kemudian, Boas menikahi Rut. Sesuai dengan penyelenggaraan untuk perkawinan saudara ipar, melalui Boas, Rut melahirkan seorang putra ’bagi Naomi’. Rut menjadi nenek moyang dari Daud dan pada akhirnya dari Yesus Kristus. Ia dengan demikian menerima ”upah yang sempurna”. Selain itu, orang-orang yang membaca kisah Alkitab mendapatkan suatu pelajaran bernilai: Loyallah kepada Yehuwa, maka saudara akan diberkati dengan limpah.—Rut 2:12, NW; 4:17-22; Amsal 10:22; Matius 1:1, 5, 6.

      16. Ujian apa dialami oleh ketiga orang Ibrani, dan bagaimana kisah ini membantu kita?

      16 Kisah tentang orang-orang Ibrani bernama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dapat membantu kita untuk tetap setia kepada Allah dalam keadaan-keadaan yang menguji. Bayangkan peristiwanya seraya Daniel pasal 3 dibacakan dengan suara keras. Sebuah patung menara besar dari emas di atas dataran Dura, tempat para pejabat Babilon berkumpul. Pada waktu alat-alat musik terdengar, mereka sujud dan menyembah patung yang didirikan Raja Nebukadnezar. Semua melakukan hal tersebut kecuali Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Dengan penuh respek, namun tegas, mereka memberi tahu raja bahwa mereka tidak akan melayani allah-allahnya dan menyembah patung dari emas tersebut. Orang-orang Ibrani muda ini dilempar ke dapur api yang dipanaskan secara luar biasa. Tetapi apa yang terjadi? Melihat ke dalam, raja melihat empat pria tegap, salah seorang dari mereka ”mirip dengan putra para allah”. (Daniel 3:25, NW) Ketiga orang Ibrani ini dikeluarkan dari perapian, dan Nebukadnezar mengagungkan Allah mereka. Ada manfaatnya untuk membayangkan kisah ini. Dan benar-benar pelajaran yang bagus perihal kesetiaan kepada Yehuwa di bawah ujian!

      Manfaat dari Membaca Alkitab sebagai Satu Keluarga

      17. Dengan singkat sebutkan beberapa hal bermanfaat yang dapat dipelajari keluarga saudara dengan membaca Alkitab bersama-sama.

      17 Keluarga saudara dapat menikmati banyak manfaat jika saudara dengan tetap tentu menggunakan waktu untuk membaca Alkitab bersama-sama. Dimulai dengan buku Kejadian, saudara dapat membayangkan penciptaan dan melihat rumah manusia yang semula yang adalah Firdaus. Saudara dapat menikmati pengalaman dari para patriark yang setia dan keluarga mereka dan mengikuti orang-orang Israel seraya mereka melewati Laut Merah dengan kaki kering. Saudara dapat melihat si gembala muda Daud menaklukkan raksasa Filistin, Goliat. Keluarga saudara dapat memperhatikan pembangunan bait Yehuwa di Yerusalem, dapat melihat penghancurannya oleh bala tentara Babilon, dan dapat melihat rekonstruksinya di bawah Gubernur Zerubabel. Bersama dengan gembala-gembala yang rendah hati di dekat Betlehem, saudara dapat mendengar pengumuman dari kelahiran Yesus oleh malaikat. Saudara dapat memperoleh perincian tentang pembaptisannya dan pelayanannya, dapat melihatnya meninggalkan kehidupan manusianya sebagai tebusan, dan dapat menikmati sukacita dari kebangkitannya. Kemudian, saudara dapat mengadakan perjalanan bersama rasul Paulus dan melihat didirikannya sidang-sidang seraya kekristenan menyebar luas. Kemudian, dalam buku Penyingkapan, keluarga saudara dapat menikmati penglihatan agung dari rasul Yohanes akan masa depan, termasuk Pemerintahan Seribu Tahun Kristus.

      18, 19. Saran-saran apa disediakan sehubungan dengan pembacaan Alkitab keluarga?

      18 Jika saudara membaca Alkitab dengan suara keras sebagai satu keluarga, bacalah dengan jelas dan bersemangat. Sewaktu membaca beberapa bagian dari Alkitab, seorang anggota keluarga—mungkin sang ayah—dapat membaca ceritanya. Anggota-anggota lain dapat memainkan peran dari tokoh-tokoh Alkitab, dengan membacakan bagian-bagian saudara dengan perasaan yang cocok.

      19 Seraya saudara ambil bagian dalam pembacaan Alkitab sebagai satu keluarga, kemampuan membaca saudara dapat meningkat. Kemungkinan, pengetahuan saudara tentang Allah akan bertambah, dan ini hendaknya mendekatkan saudara kepada-Nya. Asaf bernyanyi, ”Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.” (Mazmur 73:28) Ini akan membantu keluarga saudara untuk menjadi seperti Musa, yang ”tetap kukuh seperti melihat Pribadi yang tidak kelihatan”, yaitu Allah Yehuwa.—Ibrani 11:27.

      Pembacaan dan Pelayanan Kristen

      20, 21. Bagaimana tugas kita untuk memberitakan berhubungan dengan kemampuan membaca?

      20 Keinginan kita untuk menyembah ”Pribadi yang tidak kelihatan” hendaknya menggerakkan kita untuk berupaya menjadi pembaca yang baik. Kemampuan untuk membaca dengan baik membantu kita untuk memberi kesaksian dari Firman Allah. Ini pasti akan membantu kita untuk melaksanakan pekerjaan pemberitaan Kerajaan yang diperintahkan Yesus untuk dilakukan para pengikutnya sewaktu ia mengatakan, ”Pergilah dan jadikanlah murid-murid dari orang-orang segala bangsa, membaptis mereka dalam nama Bapak dan Putra dan roh kudus, mengajar mereka untuk menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu.” (Matius 28:19, 20; Kisah 1:8) Memberi kesaksian adalah pekerjaan yang utama dari umat Yehuwa, dan kemampuan membaca membantu kita melaksanakannya.

      21 Upaya dibutuhkan untuk menjadi seorang pembaca yang baik dan guru yang mahir dari Firman Allah. (Efesus 6:17) Maka, ’berupayalah sebisa-bisanya untuk mempersembahkan dirimu diperkenan Allah, mempergunakan firman kebenaran dengan tepat’. (2 Timotius 2:15) Tingkatkan pengetahuan saudara akan kebenaran Alkitab dan kemampuan saudara sebagai seorang Saksi dari Yehuwa dengan mengabdikan diri saudara kepada pembacaan.

  • Bacalah Firman Allah dan Layani Dia dalam Kebenaran
    Menara Pengawal—1996 | 15 Mei
    • Bacalah Firman Allah dan Layani Dia dalam Kebenaran

      ”Ajarlah aku, Oh Yehuwa, tentang jalanmu. Aku akan berjalan dalam kebenaranmu.”​—MAZMUR 86:11, NW.

      1. Pada dasarnya, apa yang dikatakan oleh terbitan pertama dari jurnal ini tentang kebenaran?

      YEHUWA mengirimkan terang dan kebenaran. (Mazmur 43:3, NW) Ia juga memberikan kepada kita keterampilan untuk membaca Firman-Nya, Alkitab, dan mempelajari kebenaran. Terbitan pertama dari jurnal ini​—Juli 1879​—mengatakan, ”Kebenaran, bagaikan bunga kecil yang bersahaja dalam padang belantara kehidupan, dikelilingi dan nyaris dicekik oleh pertumbuhan yang subur dari lalang kepalsuan. Jika saudara ingin menemukannya, saudara harus senantiasa waspada. Jika saudara ingin melihat keindahannya saudara harus menyingkirkan lalang kepalsuan dan semak belukar berduri dari kemunafikan. Jika saudara ingin memilikinya saudara harus membungkuk untuk mendapatkannya. Jangan puas dengan satu bunga kebenaran saja. Andai satu saja sudah cukup, tidak mungkin ada lagi yang lain. Terus kumpulkan, terus cari lebih banyak.” Membaca dan mempelajari Firman Allah memungkinkan kita untuk memperoleh pengetahuan yang saksama dan berjalan dalam kebenaran-Nya.​—Mazmur 86:11.

      2. Apa yang dihasilkan sewaktu Ezra dan orang-orang lain membacakan Hukum Allah kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem purba?

      2 Setelah tembok-tembok Yerusalem dibangun kembali pada tahun 455 SM, imam Ezra dan orang-orang lain membacakan Hukum Allah kepada orang-orang Yahudi. Ini dilanjutkan dengan suatu Festival Pondok-Pondok yang penuh sukacita, pengakuan dosa, dan ditutup dengan ”sebuah pengaturan yang dapat dipercaya” (NW). (Nehemia 8:2–9:38) Kita membaca, ”Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan [”maknanya diberikan”, NW], sehingga pembacaan dimengerti.” (Nehemia 8:9) Beberapa orang mengatakan bahwa orang-orang Yahudi tidak mengerti bahasa Ibrani dengan baik dan bahwa penyaduran ulang dalam bahasa Aramaik dilakukan. Namun ayat ini tidak memperlihatkan sekadar penjelasan istilah-istilah bahasa. Ezra dan orang-orang lain menjelaskan Hukum sehingga orang-orang dapat memahami prinsip-prinsipnya dan menerapkannya. Publikasi-publikasi Kristen dan perhimpunan juga berperan untuk ’memberikan makna’ Firman Allah. Demikian pula dengan para penatua yang terlantik, yang ”cakap mengajar”.—1 Timotius 3:1, 2; 2 Timotius 2:24.

      Manfaat yang Bertahan Lama

      3. Apa beberapa manfaat yang dapat diambil dari pembacaan Alkitab?

      3 Sewaktu keluarga-keluarga Kristen membaca Alkitab bersama-sama, mereka kemungkinan besar akan menikmati manfaat yang bertahan lama. Mereka akan mengenal hukum-hukum Allah dengan baik dan mempelajari kebenaran tentang doktrin-doktrin, soal-soal nubuat, dan pokok-pokok lain. Setelah sebuah bagian dari Alkitab dibacakan, kepala keluarga dapat bertanya: Bagaimana ini hendaknya mempengaruhi kita? Dengan cara apa hal ini berhubungan dengan ajaran-ajaran Alkitab yang lain? Bagaimana kita dapat menggunakan pokok-pokok ini dalam mengabarkan kabar baik? Keluarga mendapatkan pemahaman yang lebih baik sewaktu membaca Alkitab jika mereka mengadakan riset dengan menggunakan Watch Tower Publications Index atau indeks-indeks Lembaga lainnya. Dua jilid dari buku Insight on the Scriptures dapat diperiksa dan akan menghasilkan manfaat.

      4. Bagaimana Yosua harus menerapkan pengajaran yang dicatat di Yosua 1:8?

      4 Prinsip-prinsip yang diambil dari Alkitab dapat membimbing kita dalam kehidupan. Lagi pula, membaca dan mempelajari ’tulisan-tulisan kudus dapat membuat kita berhikmat untuk keselamatan’. (2 Timotius 3:15) Jika kita membiarkan Firman Allah membimbing kita, kita akan terus berjalan dalam kebenaran-Nya dan hasrat kita yang adil-benar akan diwujudkan. (Mazmur 26:3; 119:130) Akan tetapi, kita perlu mencari pemahaman, seperti Yosua, penerus Musa. ”Buku hukum” tidak boleh lalu dari mulutnya, dan ia harus membacanya siang dan malam. (Yosua 1:8, NW) Tidak membiarkan ”buku hukum” berlalu dari mulutnya berarti bahwa Yosua tidak boleh berhenti memberitahukan orang-orang lain tentang perkara-perkara yang memberi penerangan yang dikatakannya. Membaca Hukum siang dan malam berarti bahwa Yosua harus merenungkannya, harus mempelajarinya. Rasul Paulus juga mendesak Timotius untuk ’memikirkan dalam-dalam’—merenungkan—tingkah laku, pelayanan, dan pengajarannya. Sebagai seorang penatua Kristen, Timotius khususnya perlu berhati-hati agar kehidupannya menjadi contoh dan bahwa ia mengajarkan kebenaran Alkitab.—1 Timotius 4:15.

      5. Apa yang dibutuhkan jika kita ingin memperoleh kebenaran Allah?

      5 Kebenaran Allah adalah harta yang tidak ternilai. Untuk memperolehnya menuntut menggali, menyelidiki Alkitab dengan gigih. Hanya dengan menjadi murid yang seperti anak-anak dari Instruktur Agung, kita memperoleh hikmat dan memahami takut yang sehat akan Yehuwa. (Amsal 1:7; Yesaya 30:20, 21, NW) Tentu saja, kita hendaknya membuktikan hal-hal berdasarkan Alkitab. (1 Petrus 2:1, 2) Orang-orang Yahudi di Berea ”lebih berbudi luhur daripada mereka yang di Tesalonika, karena mereka menerima firman dengan kegairahan pikiran yang sebesar-besarnya, dengan teliti memeriksa Tulisan-Tulisan Kudus setiap hari apakah hal-hal ini [yang dikatakan oleh Paulus] memang demikian”. Orang-orang Berea dipuji sebaliknya daripada dihardik karena melakukan hal ini.—Kisah 17:10, 11.

      6. Mengapa Yesus dapat mengatakan bahwa tidak ada manfaatnya bagi orang-orang Yahudi tertentu untuk menyelidiki Alkitab?

      6 Yesus memberi tahu orang-orang Yahudi tertentu, ”Kamu menyelidiki Tulisan-Tulisan Kudus, karena kamu pikir bahwa dengan perantaraan itu kamu akan mempunyai kehidupan abadi; dan justru itulah yang memberi kesaksian mengenai aku. Namun demikian kamu tidak mau datang kepadaku agar kamu memperoleh kehidupan.” (Yohanes 5:39, 40) Mereka menyelidiki Tulisan-Tulisan Kudus dengan tujuan yang benar—bahwa hal ini dapat membimbing mereka kepada kehidupan. Memang, Alkitab memuat nubuat-nubuat tentang Mesias yang menunjuk kepada Yesus sebagai sarana kehidupan. Tetapi orang-orang Yahudi menolak dia. Karena itu menyelidiki Alkitab tidak ada manfaatnya bagi mereka.

      7. Apa yang dibutuhkan untuk terus bertumbuh dalam pemahaman Alkitab, dan mengapa?

      7 Untuk bertumbuh dalam pemahaman Alkitab, kita membutuhkan bimbingan roh, atau tenaga aktif Allah. ”Roh menyelidiki segala perkara, bahkan perkara-perkara yang dalam dari Allah” sehingga memberikan maknanya. (1 Korintus 2:10) Orang-orang Kristen di Tesalonika harus ’memastikan segala hal’ dalam nubuat apa pun yang mereka dengar. (1 Tesalonika 5:20, 21) Sewaktu Paulus menulis kepada orang-orang Tesalonika (sekitar tahun 50 M), satu-satunya bagian dari Kitab-Kitab Yunani yang telah ditulis adalah Injil Matius. Maka orang-orang Tesalonika dan orang-orang Berea dapat memastikan segala hal ini, kemungkinan dengan memeriksa terjemahan Septuaginta Yunani dari Kitab-Kitab Ibrani. Mereka perlu membaca dan mempelajari Alkitab, dan demikian pula kita.

      Penting bagi Semua

      8. Mengapa para penatua yang terlantik hendaknya unggul dalam pengetahuan Alkitab?

      8 Para penatua yang terlantik hendaknya unggul dalam pengetahuan Alkitab. Mereka harus ”cakap mengajar” dan harus ”berpegang teguh pada firman yang setia”. Sang pengawas Timotius harus ”mempergunakan firman kebenaran dengan tepat”. (1 Timotius 3:2; Titus 1:9; 2 Timotius 2:15) Ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois, telah mengajarkannya tulisan-tulisan kudus dari sejak bayi, menanamkan ’iman yang tidak munafik’ dalam dirinya, meskipun ayahnya bukan seorang yang percaya. (2 Timotius 1:5; 3:15) Para ayah yang percaya harus membesarkan anak-anak mereka ”dalam disiplin dan pengaturan-mental dari Yehuwa”, dan khususnya para penatua yang adalah ayah yang memiliki ’anak-anak yang percaya yang tidak sukar dikendalikan atau di bawah tuduhan mengejar nafsu’. (Efesus 6:4; Titus 1:6) Maka, apa pun keadaan kita, kita hendaknya menganggap sangat serius perlunya membaca, mempelajari, dan menerapkan Firman Allah.

      9. Mengapa mempelajari Alkitab sewaktu berkumpul bersama rekan-rekan Kristen?

      9 Kita hendaknya juga mempelajari Alkitab sewaktu berkumpul bersama rekan-rekan seiman. Paulus ingin agar orang-orang Kristen di Tesalonika membahas nasihatnya bersama-sama. (1 Tesalonika 4:18) Untuk menajamkan pemahaman kita tentang kebenaran, tidak ada cara lain yang lebih baik selain daripada turut serta bersama siswa-siswa lain yang berbakti dalam menyelidiki Alkitab. Benar apa yang dikatakan amsal ini, ”Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” (Amsal 27:17) Suatu alat dari besi dapat menjadi karatan jika tidak digunakan dan ditajamkan. Demikian pula, kita perlu berkumpul secara tetap tentu dan menajamkan satu sama lain dengan membagikan pengetahuan yang kita peroleh dari membaca, mempelajari, dan merenungkan Firman kebenaran Allah. (Ibrani 10:24, 25) Lagi pula, ini adalah sebuah cara untuk memastikan bahwa kita mendapat manfaat dari pancaran terang rohani.—Mazmur 97:11; Amsal 4:18.

      10. Apa artinya berjalan dalam kebenaran?

      10 Dalam mempelajari Alkitab, kita dapat dengan tepat berdoa kepada Allah sebagaimana sang pemazmur, ”Kirimkanlah terang dan kebenaranmu. Biarlah semua ini menuntun aku.” (Mazmur 43:3, NW) Jika kita ingin mendapat perkenan Allah, kita harus berjalan dalam kebenaran-Nya. (3 Yohanes 3, 4) Ini mencakup menaati tuntutan-tuntutan-Nya dan melayani Dia dalam kesetiaan dan ketulusan. (Mazmur 25:4, 5; Yohanes 4:23, 24) Kita harus melayani Yehuwa dalam kebenaran, sebagaimana disingkapkan dalam Firman-Nya dan diperjelas dalam publikasi-publikasi dari ”budak yang setia dan bijaksana”. (Matius 24:45-47) Ini menuntut kebenaran yang saksama dari Alkitab. Maka, bagaimana kita hendaknya membaca dan mempelajari Firman Allah? Haruskah kita membacanya mulai dari Kejadian pasal 1, ayat 1, terus sampai menyelesaikan 66 buku? Ya, setiap orang Kristen yang memiliki Alkitab lengkap dalam bahasanya hendaknya membaca dari Kejadian sampai Penyingkapan. Dan tujuan kita dalam membaca Alkitab dan publikasi-publikasi Kristen hendaknya meningkatkan pengertian kita akan banyak kebenaran Alkitab yang Allah sediakan melalui ”budak yang setia”.

      Membaca Firman Allah dengan Suara Keras

      11, 12. Mengapa bermanfaat untuk membaca Alkitab dengan suara keras di perhimpunan-perhimpunan?

      11 Kita mungkin membaca dalam hati sewaktu seorang diri. Namun, pada zaman purba, pembacaan pribadi dilakukan dengan suara keras. Seperti halnya sida-sida Etiopia yang berada dalam keretanya, sehingga penginjil Filipus mendengar dia membaca nubuat Yesaya. (Kisah 8:27-30) Kata Ibrani yang diterjemahkan ”membaca” terutama berarti ”berseru”. Maka orang-orang yang pada mulanya tidak dapat membaca dalam hati dan memahami pembacaan hendaknya tidak merasa kecil hati untuk mengeja setiap kata dengan suara keras. Hal yang utama adalah untuk mempelajari kebenaran dengan membaca Firman tertulis Allah.

      12 Adalah bermanfaat untuk membaca Alkitab dengan suara keras di perhimpunan-perhimpunan Kristen. Rasul Paulus mendesak rekan sekerjanya Timotius, ”Teruslah kerahkan dirimu dalam pembacaan di depan umum, dalam hal menganjurkan dengan kuat, dalam pengajaran.” (1 Timotius 4:13) Paulus memberi tahu orang-orang di Kolose, ”Apabila surat ini telah dibacakan di antara kamu, aturlah agar ini dibacakan juga di sidang jemaat Laodikia dan agar kamu juga membaca yang dari Laodikia.” (Kolose 4:16) Dan Penyingkapan 1:3 mengatakan, ”Berbahagialah dia yang membaca dengan suara keras dan mereka yang mendengar perkataan nubuat ini, dan yang menjalankan hal-hal yang tertulis di dalamnya; karena waktu yang ditetapkan sudah dekat.” Oleh karena itu, seorang pembicara umum hendaknya membaca ayat-ayat dari Alkitab untuk mendukung apa yang ia katakan kepada sidang.

      Metode Pelajaran Menurut Topik

      13. Metode apa yang paling progresif dalam mempelajari kebenaran-kebenaran Alkitab, dan apa yang dapat membantu kita untuk menemukan ayat-ayat?

      13 Pelajaran berdasarkan topik adalah metode yang paling progresif dalam mempelajari kebenaran-kebenaran Alkitab. Konkordansi, yang mencantumkan kata-kata Alkitab menurut abjad dalam konteksnya menurut buku, pasal, dan ayat, mempermudah menemukan ayat-ayat yang berhubungan dengan topik tertentu. Dan ayat-ayat demikian dapat diselaraskan dengan satu sama lain karena Pengarang Alkitab tidak akan menyampaikan hal-hal yang saling bertentangan. Melalui roh kudus, Ia mengilhami kira-kira 40 pria untuk menulis Alkitab selama periode 16 abad, dan mempelajari hal itu menurut topik merupakan cara yang teruji oleh waktu untuk mempelajari kebenaran.

      14. Mengapa mempelajari Kitab-Kitab Ibrani dan Yunani Kristen bersama-sama?

      14 Penghargaan kita atas kebenaran Alkitab hendaknya memotivasi kita untuk membaca dan mempelajari Kitab-Kitab Yunani Kristen bersama dengan Kitab-Kitab Ibrani. Ini akan memperlihatkan bagaimana Kitab-Kitab Yunani dikaitkan dengan maksud-tujuan Allah dan akan memancarkan terang kepada nubuat-nubuat dalam Kitab-Kitab Ibrani. (Roma 16:25-27; Efesus 3:4-6; Kolose 1:26) Dalam hal ini New World Translation of the Holy Scriptures sangat membantu. Itu telah dipersiapkan oleh hamba-hamba Allah yang berbakti, yang memanfaatkan pengetahuan yang bertambah yang sekarang tersedia sehubungan dengan naskah asli Alkitab serta juga latar belakang dan ungkapan idiomatis. Yang juga sangat penting adalah alat-alat bantu pelajaran Alkitab yang Yehuwa sediakan melalui ”budak yang setia dan bijaksana”.

      15. Bagaimana saudara akan membuktikan bahwa adalah tepat untuk mengutip dari sana-sini dalam Alkitab?

      15 Ada yang mungkin mengatakan, ’Publikasi kalian membuat ribuan kutipan dari Alkitab, namun mengapa kalian mengutip dari bagian yang berbeda-beda?’ Dengan mengutip dari sana-sini dalam 66 buku Alkitab, publikasi kita mengambil beberapa saksi yang terilham untuk membuktikan kebenaran dari sebuah ajaran. Yesus sendiri menggunakan metode pengajaran ini. Sewaktu ia memberikan Khotbah di Gunung, ia membuat 21 kutipan dari Kitab-Kitab Ibrani. Khotbah tersebut memuat tiga kutipan dari buku Keluaran, dua dari buku Imamat, satu dari buku Bilangan, enam dari buku Ulangan, satu dari Dua Raja-Raja, empat dari Mazmur, tiga dari Yesaya, dan satu dari Yeremia. Dengan melakukan hal ini, apakah Yesus ’mencoba mencari-cari bukti’? Tidak, karena ’ia mengajar sebagai seorang yang memiliki wewenang, dan tidak seperti para penulis’. Hal ini demikian karena Yesus mendukung pengajarannya dengan wewenang dari Firman tertulis Allah. (Matius 7:29) Demikian pula yang dilakukan rasul Paulus.

      16. Kutipan apa dari Alkitab dibuat Paulus di Roma 15:7-13?

      16 Dalam ayat-ayat Alkitab yang terdapat di Roma 15:7-13, Paulus mengutip dari tiga bagian dari Kitab-Kitab Ibrani—Hukum, para Nabi, dan Mazmur. Ia memperlihatkan bahwa orang-orang Yahudi dan orang-orang Kafir akan memuliakan Allah, dan dengan demikian orang-orang Kristen hendaknya menyambut orang-orang dari segala bangsa. Paulus mengatakan, ”Sambutlah satu sama lain, sebagaimana Kristus juga menyambut kita, dengan mengingat kemuliaan bagi Allah. Sebab aku mengatakan bahwa Kristus sebenarnya menjadi pelayan dari mereka yang disunat demi kepentingan kebenaran Allah, untuk meneguhkan janji-janji yang Ia buat kepada bapak-bapak leluhur mereka, dan agar bangsa-bangsa dapat memuliakan Allah karena belas kasihannya. Sebagaimana ada tertulis [di Mazmur 18:50], ’Itulah sebabnya aku akan mengakuimu secara terbuka di antara bangsa-bangsa dan aku akan membuat melodi bagi namamu.’ Dan sekali lagi ia mengatakan [di Ulangan 32:43], ’Bergembiralah, kamu bangsa-bangsa, bersama umatnya.’ Dan sekali lagi [di Mazmur 117:1], ’Pujilah Yehuwa, kamu semua bangsa, dan biarlah segenap umat memuji dia.’ Dan sekali lagi Yesaya [11:1, 10] mengatakan, ’Akan ada akar Isai, dan akan ada pribadi yang tampil untuk berkuasa atas bangsa-bangsa; pada dia bangsa-bangsa akan mendasarkan harapan mereka.’ Semoga Allah yang memberikan harapan memenuhimu dengan segala sukacita dan kedamaian karena kamu percaya, agar kamu dapat melimpah dalam harapan dengan kuasa roh kudus.” Melalui metode menurut topik ini, Paulus memperlihatkan bagaimana mengutip ayat-ayat untuk membangun kebenaran Alkitab.

      17. Selaras dengan preseden apa orang-orang Kristen mengutip dari sana-sini dalam seluruh Alkitab?

      17 Surat pertama yang terilham dari rasul Petrus memuat 34 kutipan dari sepuluh buku dalam Hukum, para Nabi, dan Mazmur. Dalam suratnya yang kedua, Petrus mengutip enam kali dari tiga buku. Injil Matius memiliki 122 kutipan dari buku Kejadian sampai Maleakhi. Dalam 27 buku dari Kitab-Kitab Yunani, terdapat 320 kutipan langsung dari buku Kejadian sampai Maleakhi serta juga ratusan referensi lain kepada Kitab-Kitab Ibrani. Selaras dengan preseden yang ditetapkan oleh Yesus dan diikuti oleh para rasulnya, sewaktu orang-orang Kristen zaman modern mengadakan pengajaran berdasarkan topik dari sebuah pokok Alkitab, mereka mengutip dari sana-sini dalam seluruh Alkitab. Hal ini khususnya cocok pada ”hari-hari terakhir”, manakala kebanyakan dari Kitab-Kitab Ibrani dan Yunani sedang digenapi. (2 Timotius 3:1) ”Budak yang setia” menggunakan Alkitab sedemikian rupa dalam publikasi-publikasinya, namun tidak pernah menambah Firman Allah atau mengambil sesuatu darinya.—Amsal 30:5, 6; Penyingkapan 22:18, 19.

      Senantiasa Berjalan dalam Kebenaran

      18. Mengapa kita harus ”berjalan dalam kebenaran”?

      18 Kita tidak boleh mengambil sesuatu dari Alkitab, karena seluruh pengajaran Kristen dalam Firman Allah adalah ”kebenaran” atau ”kebenaran dari kabar baik”. Berpaut kepada kebenaran ini—”berjalan” di dalamnya—penting untuk keselamatan. (Galatia 2:5; 2 Yohanes 4; 1 Timotius 2:3, 4) Karena kekristenan adalah ”jalan kebenaran”, dengan membantu orang-orang lain untuk memajukan kepentingannya, kita menjadi ”rekan-rekan sekerja dalam kebenaran”.—2 Petrus 2:2; 3 Yohanes 8.

      19. Bagaimana kita dapat ”tetap berjalan dalam kebenaran”?

      19 Jika kita ingin ”tetap berjalan dalam kebenaran”, kita harus membaca Alkitab dan mengambil manfaat dari bantuan rohani yang Allah sediakan melalui ”budak yang setia”. (3 Yohanes 4) Semoga kita melakukan ini demi kebaikan kita dan agar kita sanggup mengajar orang-orang lain tentang Allah Yehuwa, Yesus Kristus, dan maksud-tujuan ilahi. Dan marilah kita bersyukur bahwa roh Yehuwa membantu kita untuk memahami Firman-Nya dan berhasil dalam melayani Dia dalam kebenaran.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan