PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Alkitab—Diilhamkan Allah?
    Apakah Akan Ada Suatu Dunia tanpa Perang?
    • 5, 6. Penggenapan-penggenapan apa atas nubuat memberikan bukti bahwa para penulis Alkitab diilhamkan Allah?

      5 Nubuat, yang sebenarnya adalah sejarah yang ditulis sebelum itu terjadi, agaknya merupakan unsur utama Alkitab yang meneguhkan pernyataannya sebagai yang diilhamkan Allah. Misalnya, nabi Yesaya menubuatkan bukan hanya bahwa Yerusalem akan dibinasakan oleh Babilon dan bahwa seluruh bangsa Yahudi akan ditawan, tetapi juga bahwa pada waktunya, Jenderal Kores dari Persia akan mengalahkan Babilon dan membebaskan orang-orang Yahudi dari penawanan. (Yesaya 13:17-19; 44:27–45:1) Dapatkah saudara memikirkan suatu sarana, selain pengilhaman ilahi, sehingga 200 tahun sebelumnya, Yesaya dapat dengan jitu meramalkan kelahiran Kores, namanya, dan tepatnya apa yang akan ia lakukan? (Lihat kotak, halaman 7.)

      6 Beberapa nubuat yang terkenal dicatat oleh Daniel, nabi yang hidup pada abad keenam SM. Ia tidak hanya menubuatkan kejatuhan Babilon ke tangan orang-orang Media dan Persia, tetapi juga meramalkan peristiwa-peristiwa jauh melampaui zamannya, jauh ke masa depan. Misalnya, nubuat Daniel meramalkan bangkitnya Yunani sebagai kuasa dunia di bawah Iskandar Agung (336-323 SM), terbaginya imperium Iskandar di antara keempat jenderalnya setelah ia meninggal pada usia muda, dan bangkitnya Kekaisaran Romawi, dengan kekuatan militer yang ditakuti (abad pertama SM). (Daniel 7:6; 8:21, 22) Semua peristiwa tersebut kini merupakan fakta sejarah yang tidak dapat disangkal.

      7, 8. (a) Tuduhan apa diajukan beberapa orang mengenai nubuat-nubuat Alkitab? (b) Apa yang membuktikan bahwa tuduhan mengenai adanya kecurangan tidak ada dasarnya?

      7 Karena nubuat-nubuat Alkitab begitu tepat, para pengkritik mencapnya sebagai penipuan, yaitu, sejarah yang ditulis setelah terjadinya fakta dan disamarkan sebagai nubuat. Namun bagaimana seseorang secara masuk akal dapat menyatakan bahwa imam-imam Yahudi akan berani merancang suatu nubuat? Dan untuk apa mereka merancang nubuat-nubuat yang memuat kecaman paling tajam terhadap diri mereka sendiri? (Yesaya 56:10, 11; Yeremia 8:10; Zefanya 3:4) Lagi pula, bagaimana seluruh bangsa yang melek huruf, yang dilatih dan dididik dengan Alkitab sebagai kitab suci, dapat dikelabui oleh olok-olok semacam itu?—Ulangan 6:4-9.

      8 Bagaimana mungkin ada kecurangan sehubungan dengan lenyapnya seluruh peradaban, seperti Edom dan Babilon, padahal peristiwa-peristiwa ini terjadi berabad-abad setelah Kitab-Kitab Ibrani selesai ditulis? (Yesaya 13:20-22; Yeremia 49:17, 18) Bahkan jika seseorang berkeras bahwa nubuat-nubuat ini tidak ditulis pada zaman nabi-nabi itu sendiri, nubuat-nubuat tersebut tetap dicatat sebelum abad ketiga SM, karena pada waktu itu nubuat-nubuat tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dalam Septuagint. Juga, Gulungan Laut Mati (yang memuat bagian-bagian dari semua buku yang bersifat nubuat dalam Alkitab) tertanggal abad kedua dan pertama SM. Sebagaimana dicatat, banyak nubuat justru digenapi setelah tanggal-tanggal ini.

  • Alkitab—Diilhamkan Allah?
    Apakah Akan Ada Suatu Dunia tanpa Perang?
    • [Kotak di hlm. 7]

      ALLAH—’PENYINGKAP RAHASIA’ MELALUI NUBUAT

      SEWAKTU berbicara kepada seorang raja zaman purba, nabi Daniel mengatakan, ”Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia.” (Daniel 2:27, 28) Apakah ada bukti bahwa Allah benar-benar Penyingkap rahasia melalui nubuat? Perhatikan beberapa contoh berikut ini.

      Kejatuhan Babilon: ”Beginilah firman TUHAN: ’Inilah firmanKu kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup.’”—Yesaya 45:1, dinubuatkan ± 732 SM. Lihat juga Yeremia 50:35-38; 51:30-32, dinubuatkan sebelum 625 SM.

      Penggenapan—539 SM: Sejarawan Herodotus dan Xenophon menceritakan bahwa Kores dari Persia mengalihkan air Sungai Efrat, yang mengalir melalui tengah-tengah Babilon, dan mengirimkan tentaranya melalui dasar sungai, menyergap para penjaga Babilon secara tiba-tiba dan menduduki kota dalam waktu satu malam. Bahkan dengan strategi ini pun, Kores tidak akan dapat memasuki kota itu andai kata gerbang-gerbangnya yang terletak di tepian Sungai Efrat yang menuju ke kota tidak dibiarkan terbuka secara ceroboh. ”Pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup”, tepat seperti dinubuatkan.

      Nasib Tirus: ”Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Tirus. Aku akan menyuruh bangkit banyak bangsa melawan engkau, seperti lautan menimbulkan gelombang-gelombangnya. . . . Debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan akan Kujadikan dia gunung batu yang gundul. . . . Batumu, kayumu, dan tanahmu akan dibuang ke dalam air.”—Yehezkiel 26:3, 4, 12, dinubuatkan ± 613 SM.

      Penggenapan—332 SM: Iskandar Agung membangun sebuah jembatan darat, atau jalan lintas, dari daratan utama sampai ke bagian pulau dari Tirus (0,8 kilometer dari pantai) sehingga tentara-tentaranya dapat berjalan menyeberang dan menyerbu kota pulau itu. The Encyclopedia Americana melaporkan, ”Dengan puing-puing dari sebagian tanah daratan kota tersebut, yang sudah dihancurkannya, ia membangun jalan lintas yang besar sekali pada tahun 332 untuk menghubungkan pulau tersebut dengan daratan utama.” Setelah pengepungan yang relatif singkat, kota pulau itu dimusnahkan, dan nubuat Yehezkiel tergenap sampai kepada segala perinciannya. Bahkan ’batu, kayu, dan tanah’ dari Tirus lama (bagian daratan dari kota tersebut) ”dibuang ke dalam air”.

      Kehancuran Yerusalem: ”Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: ’Dengarkanlah firman TUHAN semesta alam! Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan.’”—Yesaya 39:5, 6, dinubuatkan ± 732 SM; lihat juga Yesaya 24:1-3; 47:6.

      Yeremia sang nabi menyerukan, ”Aku akan mendatangkan mereka [orang-orang Babilon] melawan negeri ini, melawan penduduknya . . . Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya.”—Yeremia 25:9, 11, dinubuatkan sebelum 625 SM.

      Penggenapan—607 SM (586 SM menurut kebanyakan kronologi duniawi): Babilon menghancurkan Yerusalem setelah pengepungan selama satu setengah tahun. Kota dan baitnya diratakan dengan tanah dan orang-orang Yahudi sendiri dibawa ke Babilon. (2 Tawarikh 36:6, 7, 12, 13, 17-21) Seluruh bangsa tinggal sebagai tawanan selama 70 tahun, sebagaimana telah dinubuatkan Yeremia. Pembebasan mereka secara mukjizat pada tahun 537 SM oleh Kores Agung, yang mengalahkan Babilon, menggenapi nubuat Yesaya, yang telah menyebutkan namanya. (Yesaya 44:24-28) Nabi Daniel, dalam penawanan di Babilon, membuat perhitungan yang tepat sehubungan saat pembebasan bangsanya, mendasarkan kesimpulannya atas nubuat Yeremia.—Daniel 9:1, 2.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan