-
Mengapa Alkitab Pemberian yang Diilhamkan AllahMenara Pengawal—1992 | 15 Mei
-
-
Bukti Terbesar
Walaupun arkeologi, astronomi, sejarah, dan bidang-bidang pengetahuan lainnya mendukung Alkitab, iman kepada Alkitab tidak didasarkan pada konfirmasi demikian. Di antara banyak bukti bahwa Alkitab merupakan pemberian yang diilhamkan Allah bagi kita, tidak ada bukti yang lebih besar yang dapat dikemukakan selain penggenapan nubuat-nubuatnya.
Allah Yehuwa adalah Sumber nubuat sejati. Melalui nabi-Nya Yesaya, Ia mengatakan, ”Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.” (Yesaya 42:9) Lagipula, Alkitab mengatakan bahwa para penulisnya diilhami oleh Allah melalui roh kudus atau tenaga aktif-Nya. Misalnya, rasul Kristen Paulus menulis, ”Segenap Alkitab diilhamkan Allah.” (2 Timotius 3:16, NW) Rasul Petrus menulis, ”Nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan [”tidak ada nubuat Alkitab yang muncul”, NW] menurut kehendak [”tafsiran”, NW] sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Petrus 1:20, 21) Maka marilah kita pertimbangkan nubuat Alkitab.
Di antara ratusan nubuat dalam Alkitab terdapat nubuat-nubuat mengenai kota Niniwe ibu kota Asyur, ”kota penumpah darah” yang menimbulkan kengerian di seluruh Timur Tengah zaman purba selama lebih dari 15 abad. (Nahum 3:1) Namun, pada puncak kekuasaan Niniwe, Alkitab menubuatkan, ”[Allah] akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun. Dan di tengah-tengahnya akan berbaring kawanan binatang, yakni segala macam binatang hutan; baik burung undan maupun burung bangau akan bermalam di hulu tiangnya; burung ponggok akan berbunyi di tingkap, burung gagak di ambang pintu: Pemapan dari kayu aras telah tersingkap!” (Zefanya 2:13, 14) Dewasa ini, para pengunjung melihat bahwa hanya suatu gundukan tanah menandai lokasi Niniwe purba yang sunyi sepi itu. Lebih jauh, kawanan domba makan rumput di sana, seperti dinubuatkan.
Dalam penglihatan, Daniel nabi Allah melihat seekor domba jantan bertanduk dua dan seekor kambing jantan yang mempunyai sebuah tanduk kecil di antara kedua matanya. Kambing itu menjatuhkan domba jantan itu, dan mematahkan kedua tanduknya. Kemudian, tanduk besar kambing itu dipatahkan, dan empat tanduk muncul sebagai gantinya. (Daniel 8:1-8) Malaikat Gabriel menjelaskan, ”Domba jantan yang kau lihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia. Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama. Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah, berarti: empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang terdahulu.” (Daniel 8:20-22) Seperti terbukti dalam sejarah, domba jantan bertanduk dua itu—Imperium Media Persia—digulingkan oleh ”raja negeri Yunani.” Kambing jantan kiasan itu mempunyai ”tanduk besar” yaitu pribadi Iskandar Agung. Setelah kematiannya, keempat jenderalnya menggantikan ”tanduk besar” itu dengan memantapkan kekuasaan mereka dalam ”empat kerajaan”.
Puluhan nubuat dalam Alkitab Ibrani (”Perjanjian Lama”) telah tergenap sehubungan dengan Kristus Yesus. Beberapa di antaranya dikenakan kepadanya oleh para penulis Alkitab Yunani Kristen (”Perjanjian Baru”) yang diilhamkan secara ilahi. Misalnya, Matius penulis Injil menjelaskan penggenapan nubuat-nubuat Alkitab pada kelahiran Yesus melalui seorang perawan, dalam hal bahwa kedatangan-Nya akan didahului oleh seorang pelopor, dan bahwa Ia akan memasuki Yerusalem menunggangi seekor keledai muda. (Bandingkan Matius 1:18-23; 3:1-3; 21:1-9 dengan Yesaya 7:14; 40:3; Zakharia 9:9.) Nubuat-nubuat yang telah tergenap seperti ini turut membuktikan bahwa Alkitab benar-benar pemberian yang diilhamkan Allah.
Penggenapan nubuat Alkitab pada zaman sekarang ini membuktikan bahwa kita telah hidup pada ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1-5) Peperangan, kekurangan makanan, penyakit sampar, dan gempa bumi dengan ukuran yang tidak ada duanya sebelumnya menjadi bagian dari ”tanda” untuk ”kedatangan [”kehadiran”, NW]” Yesus dalam kuasa Kerajaan. Tanda itu juga mencakup kegiatan dari empat juta lebih Saksi-Saksi Yehuwa di seluas dunia, yang sedang memberitakan kabar baik tentang Kerajaan yang telah didirikan itu. (Matius 24:3-14; Lukas 21:10, 11) Nubuat Alkitab yang kini sedang mengalami penggenapannya juga meyakinkan kita bahwa pemerintahan surgawi Allah di bawah Kristus Yesus akan segera mendatangkan suatu dunia baru berisi kebahagiaan kekal bagi umat manusia yang taat.—2 Petrus 3:13; Wahyu 21:1-5.
Bagan terlampir yang berjudul ”Nubuat-Nubuat Alkitab yang Telah Tergenap” menampilkan hanya beberapa dari ratusan nubuat Alkitab yang dapat dicantumkan. Penggenapan untuk beberapa di antaranya dicatat dalam Alkitab sendiri, tetapi yang teristimewa patut diperhatikan adalah nubuat-nubuat yang sedang digenapi dewasa ini.
-
-
Mengapa Alkitab Pemberian yang Diilhamkan AllahMenara Pengawal—1992 | 15 Mei
-
-
[Tabel di hlm. 7]
NUBUAT-NUBUAT ALKITAB YANG TELAH TERGENAP
NUBUAT PENGGENAPAN
Kejadian 49:10 Yehuda dijadikan suku raja bagi Israel
Zefanya 2:13, 14 Niniwe dibuat sunyi sepi kira-kira
pada tahun 632 S.M.
Yeremia 25:1-11; Penaklukan Yerusalem memulai 70 tahun
Yesaya 39:6 masa sunyi sepi (2 Tawarikh 36:17-21;
Yesaya 13:1, 17-22; Kores menaklukkan Babel; orang Yahudi
44:24-28; 45:1, 2 kembali ke tanah air (2 Tawarikh 36:20-23;
Daniel 8:3-8, 20-22 Media-Persia digulingkan oleh
Aleksander Agung dan Imperium Yunani dibagi
Yesaya 7:14; Yesus lahir dari seorang perawan di
Mikha 5:1 Betlehem (Matius 1:18-23; 2:1-6)
Daniel 9:24-26 Pengurapan Yesus sebagai Mesias (29 M)
Yesaya 8:23; 9:1 Pelayanan Yesus yang membawa terang
mulai di Galilea (Matius 4:12-23)
Yesaya 53:4, 5, 12 Kematian Kristus sebagai korban
tebusan (Matius 20:28; 27:50)
Mazmur 22:19 Undi dibuang untuk pakaian Yesus
Mazmur 16:10; Kebangkitan Kristus pada hari
Matius 12:40 ketiga (Markus 16:1-6; 1 Korintus 15:3-8)
Lukas 19:41-44; 21:20-24 Kehancuran Yerusalem oleh orang
Roma (70 M.)
Lukas 21:10, 11; Peperangan, kelaparan, gempa bumi,
Matius 24:3-13; penyakit sampar, pelanggaran hukum,
2 Timotius 3:1-5 yang tidak ada duanya, dan lain sebagainya,
menandakan ”hari-hari terakhir”
Matius 24:14; Pengumuman seluas dunia oleh
Yesaya 43:10; Saksi-Saksi Yehuwa bahwa Kerajaan Allah
Mazmur 2:1-9 telah didirikan dan akan segera
menaklukkan semua penentang
Matius 24:21-34; Keluarga Internasional Saksi-Saksi
Wahyu 7:9-17 Yehuwa menyembah Allah dan
mempersiapkan diri untuk selamat
diri untuk selamat melampaui
”kesusahan yang besar
-