-
Alkitab—Diilhamkan Allah?Apakah Akan Ada Suatu Dunia tanpa Perang?
-
-
Apakah Alkitab Penuh Pertentangan?
9-12. (a) Mengapa ada orang yang mengatakan bahwa isi Alkitab saling bertentangan? (b) Bagaimana beberapa ”pertentangan” dijelaskan?
9 Namun ada yang mengajukan keberatan, ’Alkitab penuh pertentangan dan ketidakcocokan.’ Sering kali, mereka yang membuat pernyataan ini belum pernah menyelidiki hal tersebut secara pribadi melainkan hanya mendengar satu atau dua contoh dugaan dari orang-orang lain. Nyatanya, kebanyakan dari yang dianggap ketidakcocokan dengan mudah dipecahkan jika mengingat bahwa penulis-penulis Alkitab sering kali memadatkan berita mereka dalam beberapa kata. Contoh tentang hal ini didapati pada catatan penciptaan. Sewaktu membandingkan Kejadian 1:1, 3 dengan Kejadian 1:14-16, banyak orang bertanya bagaimana mungkin Allah ”membuat” (NW) benda-benda penerang pada hari penciptaan keempat, padahal terang—yang tentunya berasal dari benda-benda penerang yang sama ini—dapat sampai ke bumi pada hari penciptaan pertama. Untuk menjelaskannya, tidak dibutuhkan uraian panjang-lebar karena penulis Ibrani telah memilih kata-kata dengan saksama. Perhatikan bahwa ayat 14-16 berbicara mengenai ”menjadikan” sebagai kontras dari ”menciptakan” dalam Kejadian 1:1, dan ”kedua benda penerang” sebagai kontras dari ”terang” dalam Kejadian 1:3. Hal ini menunjukkan bahwa pada hari penciptaan keempat, matahari dan bulan, yang sudah ada, mulai tampak jelas melalui atmosfer bumi yang tebal.a
10 Daftar silsilah juga telah menimbulkan beberapa kebingungan. Misalnya, Ezra mendaftarkan 23 nama dalam silsilah keimamannya di 1 Tawarikh 6:3-14, tetapi hanya mendaftarkan 16 nama untuk jangka waktu yang sama sewaktu memberikan silsilahnya sendiri di Ezra 7:1-5. Hal ini bukan ketidakcocokan, tetapi hanya suatu ringkasan. Selain itu, berdasarkan maksud penulis dalam mencatat sesuatu kejadian, ia menonjolkan, memperkecil, memasukkan, atau menghilangkan perincian-perincian yang oleh penulis Alkitab lain diungkapkan dengan cara yang berbeda ketika mencatat kejadian yang sama. Hal demikian bukanlah pertentangan melainkan perbedaan penyampaian yang mencerminkan sudut pandangan para penulis dan pembaca yang ditujunya.b
11 Sering kali, apa yang tampaknya tidak konsisten dapat dijelaskan jika kita melihat konteksnya. Misalnya, ”Dari mana Kain mendapat istri?” merupakan pertanyaan yang sering diajukan, yang menonjolkan keyakinan bahwa inilah ketidakcocokan dalam catatan Alkitab. Dugaannya adalah bahwa Adam dan Hawa hanya mempunyai dua anak laki-laki, Kain dan Habel. Kesulitan ini dapat dipecahkan dengan mudah kalau kita membaca kelanjutannya. Kejadian 5:4 mengatakan, ”Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.” Jadi, Kain menikahi salah satu adik perempuannya atau mungkin keponakannya, dan ini selaras sepenuhnya dengan maksud Allah yang semula untuk memperbanyak keturunan manusia.—Kejadian 1:28.
-
-
Alkitab—Diilhamkan Allah?Apakah Akan Ada Suatu Dunia tanpa Perang?
-
-
a Perlu diperhatikan bahwa enam ”hari” penciptaan tidak termasuk pernyataan dalam Kejadian 1:1, yang memaksudkan penciptaan benda-benda angkasa. Lagi pula, kata Ibrani yang diterjemahkan ”hari” mengandung arti bahwa peristiwa-peristiwa yang digambarkan di Kejadian 1:3-31 terjadi selama enam ’masa’ yang bisa jadi berarti ribuan tahun lamanya.—Bandingkan Kejadian 2:4.
-