-
Dapatkah Anda Mempercayai Alkitab?Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
-
-
Pasal 17
Dapatkah Anda Mempercayai Alkitab?
1. (a) Apa pendapat banyak orang mengenai Alkitab, yang bertentangan dengan pengakuan Alkitab sendiri? (b) Pertanyaan apa yang timbul?
BAGI banyak orang, Alkitab sekadar buku yang ditulis oleh orang-orang bijaksana pada masa silam. Seorang profesor universitas, Gerald A. Larue, menyatakan, ”Pandangan para penulisnya, sebagaimana tertuang dalam Alkitab, mencerminkan gagasan, kepercayaan, dan konsep yang umum pada zaman mereka sendiri dan terbatas pada tingkat pengetahuan kala itu.”1 Namun, Alkitab mengaku sebagai buku yang diilhamkan Allah. (2 Timotius 3:16) Jika ini benar, buku itu pasti bebas dari pandangan keliru yang umum pada masa ketika bagian-bagiannya ditulis. Dapatkah Alkitab mempertahankan pernyataannya jika diuji dengan pengetahuan masa kini?
2. Bagaimana informasi yang baru sering mempengaruhi tulisan manusia tentang hal-hal ilmiah?
2 Seraya kita membahas pertanyaan ini, ingatlah bahwa seiring dengan kemajuan pengetahuan, manusia harus terus menyesuaikan pandangannya agar selaras dengan informasi dan temuan yang baru. Scientific Monthly pernah menyatakan, ”Kurang masuk akal untuk mengharapkan bahwa artikel-artikel yang kadang-kadang [baru] ditulis lima tahun yang lalu sekarang dapat diakui mewakili gagasan terkini dalam bidang sains terkait.”2 Akan tetapi, Alkitab ditulis dan disusun selama kira-kira 1.600 tahun, dan sudah rampung sekitar 2.000 tahun yang lalu. Apakah sekarang Alkitab masih bisa dikatakan akurat?
Alkitab dan Sains
3. Apa pendapat orang-orang zaman dahulu tentang penopang bumi, tetapi apa yang Alkitab katakan?
3 Pada waktu Alkitab ditulis, orang masih menebak-nebak bagaimana bumi ini ditopang di ruang angkasa. Misalnya, ada yang percaya bahwa bumi ditopang oleh empat gajah yang berdiri di atas seekor penyu besar. Namun, Alkitab tidak mengandung khayalan yang tidak ilmiah yang ada pada masa penulisannya, tetapi langsung menyatakan, ”[Allah] merentangkan utara di tempat yang kosong, menggantung bumi pada ketiadaan.” (Ayub 26:7) Ya, lebih dari 3.000 tahun yang lalu Alkitab dengan tepat menyebutkan bahwa bumi tidak ditopang oleh apa pun yang kelihatan, suatu fakta yang selaras dengan hukum gravitasi dan pergerakan yang dipahami belum lama ini. ”Bagaimana Ayub mengetahui kebenarannya,” kata seorang pakar agama, ”adalah pertanyaan yang tidak mudah dijawab oleh orang-orang yang menyangkal keterilhaman Kitab Suci.”3
4, 5. (a) Apa yang pernah dipercayai orang tentang bentuk bumi, dan hal itu menimbulkan ketakutan apa? (b) Apa yang Alkitab katakan tentang bentuk bumi?
4 Mengenai bentuk bumi, The Encyclopedia Americana mengatakan, ”Gambaran paling awal yang manusia bayangkan tentang bumi ialah bahwa bumi adalah suatu panggung datar yang kaku di pusat jagat raya. . . . Konsep tentang bumi yang bulat baru diterima secara luas pada zaman Renaisans.”4 Beberapa pelaut zaman dahulu bahkan tidak mau berlayar jauh-jauh karena takut jatuh dari tepi bumi yang datar ini! Tetapi, kemudian, dengan ditemukannya kompas dan adanya kemajuan lain, pelayaran yang lebih jauh pun dapat diadakan. ”Penjelajahan ini,” kata sebuah ensiklopedia lain, ”menunjukkan bahwa dunia ini bulat, tidak datar seperti yang pernah dipercayai kebanyakan orang.”5
5 Namun, lama sebelum adanya penjelajahan demikian, bahkan sekitar 2.700 tahun yang lalu, Alkitab mengatakan, ”Ada Pribadi yang tinggal di atas lingkaran bumi, yang penghuninya seperti belalang-lompat.” (Yesaya 40:22) Kata Ibrani khugh, yang diterjemahkan menjadi ”lingkaran”, bisa juga berarti ”bulatan”, seperti yang diperlihatkan oleh beberapa karya referensi seperti Analytical Hebrew and Chaldee Lexicon karangan Davidson. Karena itu, terjemahan-terjemahan lain berbunyi, ”bulatan bumi” (Terjemahan Baru), dan ”bumi yang bundar”. (Moffatt) Jadi, Alkitab tidak dipengaruhi oleh anggapan yang salah bahwa bumi ini datar, yang umum pada masa penulisannya. Alkitab akurat.
6. Alkitab menggambarkan siklus menakjubkan apa, yang umumnya tidak dimengerti pada zaman dahulu?
6 Manusia sudah lama memperhatikan bahwa air sungai mengalir ke laut dan samudra, tetapi laut dan samudra tidak bertambah dalam. Sebelum diketahui bahwa bumi bulat, beberapa orang percaya bahwa penyebabnya adalah karena jumlah air yang sama tertumpah di ujung-ujung bumi. Belakangan diketahui bahwa setiap detik matahari mengubah ribuan juta air dari lautan menjadi uap air, lalu ”memompanya” ke atas. Uap ini membentuk awan, yang didorong oleh angin melintasi daratan, lalu jatuh dalam bentuk hujan dan salju. Air kemudian mengalir ke sungai dan kembali lagi ke lautan. Siklus yang menakjubkan ini, meskipun umumnya tidak diketahui pada zaman dahulu, telah disebutkan dalam Alkitab, ”Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tak kunjung penuh. Airnya kembali ke hulu sungai, lalu mulai mengalir lagi.”—Pengkhotbah 1:7, Bahasa Indonesia Masa Kini.
7, 8. (a) Bagaimana Alkitab terbukti akurat tentang asal mula alam semesta? (b) Bagaimana reaksi beberapa astronom mengenai informasi yang lebih baru itu, dan mengapa?
7 Mengenai asal mula alam semesta, Alkitab mengatakan, ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kejadian 1:1) Banyak ilmuwan menganggap hal ini tidak ilmiah, dan berkeras bahwa alam semesta tidak mempunyai permulaan. Akan tetapi, astronom Robert Jastrow menunjukkan informasi yang lebih baru dan menjelaskan, ”Inti perkembangan yang aneh itu ialah bahwa Alam Semesta bisa dikatakan mempunyai permulaan—bahwa ini dimulai pada titik tertentu dalam garis waktu.” Yang Jastrow maksud adalah apa yang kini umumnya dipercayai sebagai teori big bang (ledakan dahsyat), sebagaimana dikemukakan di Pasal 9. Ia menambahkan, ”Sekarang tampak jelas bahwa bukti-bukti astronomi cenderung membenarkan pandangan Alkitab tentang asal mula dunia ini. Perinciannya berbeda, tetapi unsur-unsur esensial dalam catatan astronomi dan catatan Alkitab di Kejadian adalah sama.”6
8 Bagaimana temuan tersebut ditanggapi? ”Anehnya, para astronom merasa kesal,” tulis Jastrow. ”Reaksi mereka menjadi pertunjukan yang menarik tentang tanggapan kalangan ilmiah—yang seharusnya sangat objektif—apabila bukti-bukti yang ditemukan oleh sains sendiri ternyata bertentangan dengan apa yang kita percayai dalam profesi kita. Rupanya, perilaku ilmuwan tidak ada bedanya dengan orang-orang lain di antara kita bila kepercayaan kita bertentangan dengan bukti-bukti. Kita merasa jengkel, kita berpura-pura pertentangan itu tidak ada, atau kita menutupinya dengan kalimat-kalimat yang tidak berarti.”7 Namun, kenyataannya adalah meskipun ”bukti-bukti yang ditemukan oleh sains” tidak sejalan dengan apa yang telah lama dipercayai para ilmuwan tentang asal mula alam semesta, hal itu meneguhkan apa yang ditulis dalam Alkitab ribuan tahun yang lalu.
9, 10. (a) Apa yang Alkitab katakan tentang suatu banjir besar? (b) Bukti apa yang kini membenarkan kata-kata Alkitab?
9 Pada zaman Nuh, menurut Alkitab, terjadi banjir besar yang menutupi gunung-gunung tertinggi di bumi dan memusnahkan semua manusia di luar bahtera besar yang dibangun oleh Nuh. (Kejadian 7:1-24) Banyak yang mencemooh kisah ini. Namun, kulit-kulit kerang telah ditemukan di gunung-gunung yang tinggi. Dan, bukti lebih lanjut bahwa banjir yang luar biasa besar pernah terjadi pada masa yang belum begitu lama berselang adalah ditemukannya sejumlah besar fosil dan bangkai dalam timbunan sampah yang kotor dan beku. The Saturday Evening Post mengatakan, ”Banyak dari binatang-binatang ini masih sangat segar, utuh dan tidak rusak, dan masih berdiri atau setidaknya dalam posisi duduk. . . . Ini gambaran yang benar-benar mengejutkan—berbeda sekali dengan pendapat kita sebelumnya. Sekelompok besar binatang raksasa yang gemuk dan yang tidak secara khusus dirancang untuk hidup di udara yang luar biasa dingin, sedang makan dengan tenang di padang rumput ketika langit cerah . . . Tiba-tiba mereka semua terbunuh tanpa ada tanda kekerasan yang jelas dan bahkan sebelum mereka dapat menelan makanan terakhir di mulut mereka, lalu mereka membeku sedemikian cepatnya sampai-sampai setiap sel tubuh mereka terawetkan secara sempurna.”8
10 Hal ini cocok dengan apa yang terjadi pada waktu Air Bah. Alkitab melukiskannya sebagai berikut, ”Pecahlah semua sumber air yang dalam dan sangat luas dan terbukalah pintu-pintu air di langit.” Curah hujan itu ”meliputi bumi”, dan tentunya disertai angin yang sangat dingin di kedua wilayah kutub. (Kejadian 1:6-8; 7:11, 19) Di sana, suhu berubah secara drastis dalam sekejap mata. Karena itu, berbagai bentuk kehidupan tertimbun dan terawetkan dalam kotoran yang membeku. Salah satunya mungkin mamut yang ditemukan oleh para penggali di Siberia, yang gambarnya terlihat di sini. Masih ada tumbuhan dalam mulut serta perutnya, dan dagingnya pun dapat dimakan jika esnya dicairkan.
11. Hal lain apa dalam Alkitab yang diteguhkan seiring dengan bertambahnya pengetahuan, sampai-sampai beberapa ilmuwan membuat kesimpulan apa?
11 Semakin diperiksa, keakuratan Alkitab semakin mengagumkan. Sebagaimana dikatakan di halaman 36 dan 37 buku ini, Alkitab menceritakan tahap-tahap penciptaan dengan urutan yang sama seperti yang kini diteguhkan oleh sains, suatu fakta yang sulit dijelaskan jika Alkitab semata-mata buatan manusia. Itu contoh lain dari banyak perincian dalam Alkitab yang telah diteguhkan seiring dengan bertambahnya pengetahuan. Sungguh beralasan apabila salah seorang ilmuwan terbesar sepanjang masa, Isaac Newton, mengatakan, ”Tidak ada ilmu yang lebih diteguhkan kebenarannya daripada agama dari Alkitab.”9
Alkitab dan Kesehatan
12. Bagaimana seorang dokter mempertentangkan takhayul umum tentang kesehatan dengan pernyataan dalam Alkitab?
12 Selama berabad-abad, banyak masalah kesehatan belum dipahami. Seorang dokter bahkan mengatakan, ”Banyak takhayul masih dipercayai oleh sejumlah besar orang, misalnya, sebuah biji pohon berangan dalam kantong akan mencegah rematik; memegang katak akan menyebabkan kutil; mengenakan kain flanel merah di sekeliling leher akan mengobati sakit tenggorokan,” dan lain-lain. Tetapi, ia menjelaskan, ”Pernyataan semacam itu tidak ada di dalam Alkitab. Hal itu saja sudah luar biasa.”10
13. Pengobatan berbahaya apa disarankan oleh orang Mesir kuno?
13 Menarik juga untuk membandingkan cara pengobatan yang berbahaya yang digunakan di masa lalu dengan pernyataan Alkitab. Misalnya, Papirus Ebers, sebuah dokumen kedokteran Mesir kuno, meresepkan tinja untuk mengobati beragam penyakit. Dikatakan bahwa tinja manusia yang dicampur susu segar harus dikompreskan pada luka lecet setelah keraknya terlepas. Dan, obat untuk mengeluarkan serpihan kaca atau kayu ialah, ”Darah cacing, dimasak dan dilumatkan dalam minyak; tikus mondok, dibunuh, dimasak, dan ditiriskan dalam minyak; kotoran keledai, dicampuri susu segar. Taruh di atas bagian yang terluka.”11 Pengobatan seperti itu kini diketahui dapat mengakibatkan infeksi yang serius.
14. Apa yang Alkitab katakan tentang membuang kotoran, dan bagaimana hal ini merupakan perlindungan?
14 Apa yang Alkitab katakan tentang tinja? Ada perintah, ”Pada waktu engkau berjongkok di luar, engkau harus menggali lubang dengan [alat penggali], lalu berbalik dan menutup tinjamu.” (Ulangan 23:13) Jadi, Alkitab sama sekali tidak menganjurkan penggunaan kotoran sebagai obat, tetapi mengajarkan cara yang aman untuk membuang kotoran. Sampai abad belakangan ini, banyak orang belum tahu bahayanya meninggalkan tinja yang bisa dihinggapi lalat. Akibatnya adalah penyakit yang disebarkan oleh lalat dan kematian banyak orang. Namun, sejak dahulu Alkitab sudah mencatat cara pencegahan yang sederhana, dan hal itu telah dijalankan oleh bangsa Israel lebih dari 3.000 tahun yang lalu.
15. Jika saran Alkitab mengenai menyentuh mayat diikuti, kebiasaan medis apa yang mengakibatkan banyak kematian dapat dihindari?
15 Pada abad ke-19, para personel medis langsung memeriksa pasien di ruang bersalin setelah bekerja di ruang bedah mayat, bahkan tanpa mencuci tangan lebih dahulu. Jadi, infeksi ditularkan, dan akibatnya orang yang mati pun bertambah banyak. Bahkan setelah pentingnya mencuci tangan diketahui, banyak orang di kalangan kedokteran menolak tindakan higienis tersebut. Tentu tanpa sepengetahuan mereka, mereka menolak hikmat dalam Alkitab, karena hukum Yehuwa kepada bangsa Israel menetapkan bahwa setiap orang yang menyentuh mayat akan menjadi najis dan harus mandi serta mencuci pakaiannya.—Bilangan 19:11-22.
16. Bagaimana hikmat yang melebihi pengetahuan manusia diperlihatkan dalam perintah agar sunat dilakukan pada hari kedelapan?
16 Sebagai tanda perjanjian dengan Abraham, Allah Yehuwa mengatakan, ”Setiap laki-laki di antara kamu yang berumur delapan hari harus disunat.” Belakangan, perintah yang sama diulangi kepada bangsa Israel. (Kejadian 17:12; Imamat 12:2, 3) Tidak dijelaskan mengapa harus pada hari kedelapan, tetapi baru sekarang kita mengerti. Menurut riset kedokteran, pada hari itulah vitamin K sebagai unsur pembeku darah naik hingga kadar yang cukup. Unsur pembeku penting lain, yakni protrombin, tampaknya lebih tinggi kadarnya pada hari kedelapan ketimbang pada waktu lain sepanjang kehidupan seorang anak. Berdasarkan bukti ini, Dr. S.I. McMillen menyimpulkan, ”Hari yang paling baik untuk melakukan sunat adalah hari kedelapan.”12 Apakah ini hanya kebetulan? Sama sekali tidak. Pengetahuan ini disampaikan oleh Allah yang memahami hal itu.
17. Temuan lain apa dari sains yang meneguhkan Alkitab?
17 Temuan lain dari sains modern ialah sejauh mana sikap mental dan emosi mempengaruhi kesehatan. Sebuah ensiklopedia menjelaskan, ”Sejak tahun 1940, semakin jelas saja bahwa fungsi fisiologis organ dan sistem organ berkaitan erat dengan kondisi pikiran seseorang dan bahkan perubahan jaringan dapat terjadi dalam organ yang dipengaruhi olehnya.”13 Tetapi, kaitan erat antara sikap mental dan kesehatan jasmani sudah lama disebutkan dalam Alkitab. Misalnya, ”Hati yang tenang adalah kehidupan bagi tubuh, tetapi kecemburuan adalah kebusukan bagi tulang.”—Amsal 14:30; 17:22.
18. Bagaimana Alkitab menganjurkan agar orang-orang menghindari emosi yang merugikan dan menandaskan perlunya kasih?
18 Karena itu, Alkitab menganjurkan orang untuk menghindari emosi dan sikap yang merugikan. ”Biarlah kita berjalan dengan sopan,” nasihatnya, ”tidak dengan percekcokan dan kecemburuan.” Juga dinasihatkan, ”Biarlah semua kebencian dan kemarahan dan murka dan teriakan serta cacian disingkirkan darimu, beserta semua keburukan. Tetapi hendaklah kamu baik hati seorang kepada yang lain, memiliki keibaan hati yang lembut.” (Roma 13:13; Efesus 4:31, 32) Alkitab khususnya menganjurkan kasih. ”Selain semua perkara ini,” katanya, ”kenakanlah kasih.” Sebagai pendukung utama kasih, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Aku memberikan kepadamu perintah baru, agar kamu mengasihi satu sama lain; sebagaimana aku telah mengasihi kamu.” Dalam Khotbah di Gunung, ia bahkan mengatakan, ”Teruslah kasihi musuh-musuhmu.” (Kolose 3:12-15; Yohanes 13:34; Matius 5:44) Banyak orang mungkin mengejek hal ini, menyebutnya kelemahan, tetapi mereka harus menanggung akibatnya. Menurut temuan sains, kurangnya kasih adalah faktor utama dalam banyak penyakit mental dan problem lainnya.
19. Apa yang telah ditemukan oleh sains modern tentang kasih?
19 Jurnal medis Inggris Lancet pernah mengatakan, ”Temuan yang luar biasa penting dalam ilmu kesehatan mental adalah kesanggupan kasih untuk melindungi serta memulihkan pikiran.”14 Dengan nada serupa, seorang spesialis stres terkemuka, Dr. Hans Selye, mengatakan, ”Bukan orang yang dibenci atau bos yang menjengkelkan yang akan terkena penyakit lambung, hipertensi, dan penyakit jantung, melainkan orang yang membenci atau orang yang membiarkan dirinya merasa jengkel. ’Kasihilah sesamamu’ adalah salah satu nasihat medis paling bijaksana yang pernah diberikan.”15
20. Bagaimana seorang dokter membandingkan ajaran Kristus dalam Khotbah di Gunung dengan saran-saran psikiatris?
20 Memang, hikmat Alkitab jauh lebih maju daripada berbagai temuan modern. Dr. James T. Fisher pernah menulis, ”Jika Anda mengumpulkan semua artikel terbaik yang pernah ditulis oleh psikolog dan psikiater yang paling kompeten tentang pokok kesehatan mental—jika Anda menggabungkannya, menyaringnya, menyingkirkan kelebihan kata yang tidak perlu—jika Anda mengambil intisarinya saja dan membuang omong kosong yang bertele-tele, dan jika pengetahuan ilmiah yang murni ini secara ringkas diungkapkan oleh penyair-penyair paling cakap yang ada, Anda pun akan mendapatkan suatu ringkasan yang kaku dan tidak lengkap tentang Khotbah di Gunung.”16
Alkitab dan Sejarah
21. Kira-kira seratus tahun yang lalu, bagaimana pendapat para kritikus tentang nilai sejarah Alkitab?
21 Setelah Darwin mempublikasikan teori evolusinya, catatan sejarah Alkitab diserang di mana-mana. Arkeolog Leonard Woolley menjelaskan, ”Menjelang akhir abad kesembilan belas muncullah aliran kritikus yang ekstrem yang siap menyangkal fondasi historis dari hampir semua yang diceritakan dalam buku-buku pertama Perjanjian Lama.”17 Malah, ada kritikus yang menyatakan bahwa tulis-menulis baru umum pada zaman Salomo atau sesudahnya; dan karena itu, narasi yang mula-mula dalam Alkitab tidak dapat dipercaya karena baru ditulis berabad-abad setelah peristiwanya terjadi. Seorang pendukung teori ini mengatakan pada tahun 1892, ”Zaman yang diceritakan dalam kisah-kisah sebelum zaman Musa sudah cukup membuktikan bahwa itu bersifat dongeng. Itu adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan.”18
22. Apa yang diketahui mengenai kesanggupan orang-orang zaman dahulu untuk menulis?
22 Akan tetapi, belakangan ini, banyak sekali bukti arkeologis telah terkumpul yang menunjukkan bahwa tulis-menulis sudah umum jauh sebelum zaman Musa. ”Kita harus menandaskan sekali lagi,” jelas arkeolog William Foxwell Albright, ”bahwa tulisan dengan abjad Ibrani sudah digunakan di Kanaan dan di distrik-distrik sekitarnya sejak Zaman Patriarkat, dan cepatnya perubahan yang terjadi pada bentuk huruf dengan jelas membuktikan penggunaannya yang umum.”19 Dan, seorang sejarawan terkemuka lain, yang juga penggali, mengatakan, ”Pertanyaan yang pernah diajukan tentang apakah Musa bisa menulis, kini tampak tidak masuk akal bagi kita.”20
23. Apa yang telah ditemukan sehubungan dengan Raja Sargon, dan alhasil, perubahan pendapat apa yang terjadi?
23 Berulang kali catatan sejarah Alkitab telah dibenarkan dengan ditemukannya informasi baru. Raja Sargon dari Asiria, misalnya, untuk waktu yang lama hanya dikenal dari catatan Alkitab di Yesaya 20:1. Malah, pada awal abad ke-19, para kritikus menganggap catatan Alkitab tentang dia tidak mengandung nilai sejarah. Kemudian, penggalian arkeologis menemukan puing-puing istana Sargon yang megah di Khorsabad, termasuk banyak inskripsi mengenai pemerintahannya. Alhasil, Sargon kini adalah salah satu raja Asiria yang paling dikenal. Sejarawan Israel Moshe Pearlman menulis, ”Tiba-tiba, para skeptis yang meragukan keautentikan bagian-bagian sejarah dalam Perjanjian Lama mulai berubah pendapat.”21
24. Seberapa miripkah catatan Asiria tentang Sargon dengan catatan Alkitab mengenai penaklukan Samaria?
24 Salah satu inskripsi Sargon menceritakan peristiwa yang sebelumnya hanya diketahui dari Alkitab. Bunyinya, ”Aku mengepung dan menaklukkan Samaria, menggiring 27.290 penduduknya sebagai tawanan.”22 Catatan Alkitab mengenai hal ini di 2 Raja 17:6 berbunyi, ”Pada tahun kesembilan pemerintahan Hosyea, raja Asiria merebut Samaria kemudian menggiring orang Israel ke pembuangan.” Mengenai betapa miripnya kedua catatan ini, Pearlman mengatakan, ”Jadi, di sini ada dua laporan sejarah dari pihak penakluk dan pihak yang kalah, yang satu nyaris sama dengan yang lain.”23
25. Mengapa catatan Alkitab dan catatan sekuler belum tentu sejalan dalam setiap aspeknya?
25 Kalau begitu, apakah catatan Alkitab dan catatan sekuler selalu sejalan dalam setiap perinciannya? Tidak, karena Pearlman mengatakan, ”’Laporan perang’ yang mirip dari kedua pihak semacam ini tidak lazim di Timur Tengah zaman kuno (dan kadang-kadang pada zaman modern juga). Hal ini terjadi hanya jika negara-negara yang berperang adalah Israel dan salah satu negara tetangganya, dan hanya jika Israel kalah. Jika Israel menang, tidak ada laporan tentang kekalahan dalam catatan pihak musuh.”24 (Cetak miring ditambahkan.) Karena itu, tidak mengherankan bahwa ada bagian penting yang tidak disebutkan dalam catatan Asiria tentang kampanye militer putra Sargon, yaitu Sanherib, ke Israel. Apa itu?
26. Bagaimana catatan Sanherib dibandingkan dengan catatan Alkitab mengenai ekspedisi militernya ke Israel?
26 Relief pada tembok istana Raja Sanherib, yang menggambarkan ekspedisinya ke Israel, telah ditemukan. Keterangan tertulis mengenai hal itu juga ditemukan. Salah satunya, sebuah prisma tanah liat, berbunyi, ”Mengenai Hizkia, orang Yahudi itu, ia tidak tunduk di bawah kuk aku, aku mengepung 46 kotanya yang kuat . . . Ia sendiri kujadikan tahanan di Yerusalem, istananya, seperti burung dalam sangkar. . . . Aku memusnahkan negerinya, tetapi aku tetap menaikkan upeti dan hadiah-hadiah katrû (yang harus) diberikan kepadaku (sebagai) tuan(-nya).”25 Jadi, versi Sanherib selaras dengan Alkitab sehubungan dengan kemenangan Asiria. Namun, seperti yang diperkirakan, ia tidak menyebutkan kegagalannya menaklukkan Yerusalem dan fakta bahwa ia terpaksa pulang karena 185.000 prajuritnya tewas dalam satu malam.—2 Raja 18:13–19:36; Yesaya 36:1–37:37.
27. Bagaimana catatan Alkitab tentang pembunuhan Sanherib dibandingkan dengan catatan sekuler kuno tentang hal itu?
27 Perhatikan pembunuhan Sanherib dan apa yang terungkap dari sebuah temuan baru-baru ini. Alkitab mengatakan bahwa Sanherib dibunuh oleh dua putranya, Adramelekh dan Syarezer. (2 Raja 19:36, 37) Tetapi, baik catatan yang dibuat Nabonidus, raja Babilonia, maupun catatan Berosus, imam Babilonia dari abad ketiga SM, menyebutkan bahwa hanya satu putra yang terlibat dalam pembunuhan itu. Mana yang benar? Ketika mengomentari temuan yang lebih baru berupa fragmen prisma Esar-hadon, yaitu putra Sanherib yang menggantikannya sebagai raja, sejarawan Philip Biberfeld menulis, ”Hanya kisah Alkitab yang terbukti benar. Hal itu diteguhkan dalam semua perincian kecil lainnya oleh inskripsi Esar-hadon dan sehubungan dengan peristiwa dalam sejarah Babilonia-Asiria ini, Alkitab ternyata lebih akurat daripada sumber-sumber Babilonia sendiri. Ini adalah fakta yang sangat penting untuk mengevaluasi bahkan sumber-sumber yang berasal dari zaman yang bersangkutan tetapi yang tidak sesuai dengan kisah Alkitab.”26
28. Bagaimana Alkitab terbukti benar mengenai Belsyazar?
28 Pada suatu waktu, semua sumber kuno yang ada juga berbeda dengan Alkitab sehubungan dengan Belsyazar. Alkitab menampilkan Belsyazar sebagai raja Babilon pada saat kejatuhan imperium itu. (Daniel 5:1-31) Namun, tulisan sekuler sama sekali tidak menyebutkan Belsyazar, tetapi mengatakan bahwa raja kala itu adalah Nabonidus. Jadi, menurut para kritikus, Belsyazar tidak pernah ada. Akan tetapi, baru-baru ini telah ditemukan tulisan kuno yang menyebutkan Belsyazar sebagai putra Nabonidus dan rekan penguasa bersama ayahnya di Babilon. Pasti karena alasan itulah Alkitab mengatakan bahwa Belsyazar menawarkan kepada Daniel untuk menjadi ”penguasa ketiga dalam kerajaan itu”, karena Belsyazar sendiri adalah yang kedua. (Daniel 5:16, 29) Jadi, profesor Universitas Yale, R. P. Dougherty, ketika membandingkan buku Daniel dalam Alkitab dengan tulisan kuno lain, mengatakan, ”Catatan Alkitab bisa dianggap lebih unggul karena menggunakan nama Belsyazar, karena menyebutkan Belsyazar mempunyai kekuasaan sebagai raja, dan karena mengakui adanya kepemimpinan ganda dalam kerajaan itu.”27
29. Temuan apa meneguhkan catatan Alkitab mengenai Pontius Pilatus?
29 Contoh lain mengenai temuan yang meneguhkan bahwa orang yang disebutkan dalam Alkitab benar-benar tokoh sejarah diberikan oleh Michael J. Howard, yang bekerja bersama ekspedisi Kaisarea di Israel pada tahun 1979. ”Selama 1.900 tahun,” tulisnya, ”Pilatus hanya ada di halaman-halaman Injil dan dalam ingatan yang samar-samar dari para sejarawan Romawi dan Yahudi. Selain itu tidak ada lagi yang diketahui tentang kehidupannya. Beberapa orang mengatakan bahwa ia tidak pernah ada. Namun, pada tahun 1961, sebuah ekspedisi arkeologis Italia bekerja di reruntuhan sebuah teater Romawi kuno di Kaisarea. Seorang pekerja menggulingkan sebuah batu yang tadinya digunakan sebagai salah satu anak tangga. Di sisi baliknya terdapat inskripsi berikut dalam bahasa Latin yang sebagian sudah kabur: ’Caesariensibus Tiberium Pontius Pilatus Praefectus Iudaeae.’ (Kepada penduduk Kaisarea Tiberium, dari Pontius Pilatus, Penguasa daerah Yudea.) Hal ini secara telak menghapus keraguan tentang adanya Pilatus. . . . Untuk pertama kalinya ada bukti epigrafis kontemporer tentang kehidupan orang yang memerintahkan penyaliban Kristus.”28—Yohanes 19:13-16; Kisah 4:27.
30. Temuan apa mengenai penggunaan unta yang membenarkan catatan Alkitab?
30 Berbagai temuan zaman modern malah membenarkan banyak perincian kecil dalam catatan kuno Alkitab. Misalnya, bertentangan dengan Alkitab, Werner Keller menulis pada tahun 1964 bahwa pada zaman permulaan, unta belum dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, dan karena itu, pada peristiwa ketika ”kita pertama kali bertemu dengan Ribka di kota kelahirannya, Nahor, kita harus membayangkan latar yang berbeda. ’Unta-unta’ milik calon ayah mertuanya, yakni Abraham, yang ia beri minum di sumur adalah—keledai”.29 (Kejadian 24:10) Namun pada tahun 1978, pemimpin militer Israel dan arkeolog Moshe Dayan menunjukkan bukti bahwa unta ”menjadi sarana transportasi” pada zaman permulaan tersebut, dan karena itu catatan Alkitab akurat. ”Sebuah relief dari abad kedelapan belas SM yang ditemukan di Byblos, Fenisia, menggambarkan seekor unta yang sedang berlutut,” jelas Dayan. ”Dan penunggang unta tergambar pada meterai silinder yang baru-baru ini ditemukan di Mesopotamia yang berasal dari periode patriarkat.”30
31. Bukti lebih jauh apa yang menunjukkan bahwa Alkitab akurat dari segi sejarah?
31 Bukti bahwa Alkitab akurat dari segi sejarah terus bertambah tanpa terbendung. Meskipun catatan sekuler tentang kegagalan Mesir di Laut Merah dan kekalahan lain semacam itu memang tidak ditemukan, hal ini tidak mengherankan karena para penguasa tidak biasa mencatat kekalahan mereka. Namun, pada tembok-tembok kuil di Karnak, Mesir, ditemukan catatan tentang keberhasilan Firaun Syisyak dalam penyerbuannya ke Yehuda selama pemerintahan putra Salomo, Rehoboam. Alkitab menceritakan hal ini di 1 Raja 14:25, 26. Selain itu, versi raja Mesya dari Moab tentang pemberontakannya terhadap Israel telah ditemukan, tercatat pada apa yang disebut Batu Moab. Kisah itu juga dapat dibaca dalam Alkitab di 2 Raja 3:4-27.
32. Apa yang dapat dilihat para pengunjung museum dewasa ini yang meneguhkan catatan Alkitab?
32 Di banyak museum, para pengunjung dapat melihat berbagai relief tembok, inskripsi, dan patung yang meneguhkan catatan Alkitab. Nama raja-raja Yehuda dan Israel seperti Hizkia, Manasye, Omri, Ahab, Pekah, Menahem, dan Hosyea disebutkan pada catatan berhuruf paku dari para penguasa Asiria. Raja Yehu atau seorang utusannya tergambar sedang membayar upeti pada Obelisk Hitam dari Syalmaneser. Replika dekorasi istana Persia di Syusyan, seperti yang dikenal oleh tokoh-tokoh Alkitab Mordekhai dan Ester, telah dibuat agar orang-orang dapat melihatnya dewasa ini. Patung para kaisar Romawi masa awal, yakni Agustus, Tiberius, dan Klaudius, yang disebutkan dalam catatan Alkitab, juga dapat dilihat oleh para pengunjung museum. (Lukas 2:1; 3:1; Kisah 11:28; 18:2) Bahkan, sekeping uang perak senilai satu dinar dengan gambar Tiberius Caesar telah ditemukan—uang logam yang Yesus minta ketika membahas soal pajak.—Matius 22:19-21.
33. Bagaimana negeri Israel dan ciri-cirinya membuktikan keakuratan Alkitab?
33 Seseorang yang mengenal isi Alkitab, yang berkunjung ke Israel zaman modern, mau tidak mau akan terkesan atas fakta bahwa Alkitab menggambarkan negeri itu dan ciri-cirinya dengan sangat akurat. Dr. Ze’ev Shremer, pemimpin ekspedisi geologis di Semenanjung Sinai, pernah mengatakan, ”Kami memang membawa peta dan denah survei geodesik, tetapi jika Alkitab dan peta-peta itu tidak bersesuaian, kami lebih memilih Alkitab.”31 Sebagai contoh bagaimana seseorang dapat menyelami sejarah yang diketengahkan dalam Alkitab: Di Yerusalem zaman sekarang seseorang dapat menyusuri terowongan sepanjang kira-kira 533 meter yang digali menembus batu cadas lebih dari 2.700 tahun yang lalu. Terowongan tersebut dibuat untuk melindungi persediaan air di kota itu dengan mengalirkan air dari mata air yang tersembunyi di Gihon di luar tembok kota ke Kolam Siloam di dalam kota. Alkitab menjelaskan bahwa Hizkia menyuruh terowongan air ini dibangun demi menyediakan air bagi penduduk kota untuk mengantisipasi pengepungan yang akan dilakukan Sanherib.—2 Raja 20:20; 2 Tawarikh 32:30.
34. Apa komentar beberapa pakar yang disegani tentang keakuratan Alkitab?
34 Ini baru sedikit contoh yang menggambarkan mengapa tidak bijaksana untuk meremehkan keakuratan Alkitab. Dan, masih ada banyak sekali contoh lain. Jadi, keraguan tentang keterandalan Alkitab biasanya tidak didasarkan pada kata-katanya atau bukti yang kuat, tetapi pada informasi yang keliru atau kurangnya pengetahuan. Mantan direktur British Museum, Frederic Kenyon, menulis, ”Arkeologi masih belum memberikan kepastian; tetapi hasil-hasil yang diperoleh sejauh ini meneguhkan apa yang dinyatakan oleh iman, bahwa Alkitab hanya akan mendapat keuntungan dari bertambahnya pengetahuan.”32 Dan, arkeolog terkenal Nelson Glueck mengatakan, ”Dapat dinyatakan dengan pasti bahwa temuan arkeologis tidak pernah bertentangan dengan kata-kata Alkitab. Ada banyak sekali temuan arkeologis yang memberikan gambaran yang jelas atau perincian yang akurat sehingga meneguhkan pernyataan sejarah dalam Alkitab.”33
Kejujuran dan Keselarasan
35, 36. (a) Kelemahan pribadi apa yang diakui beberapa penulis Alkitab? (b) Mengapa kejujuran para penulis ini menambah bobot pernyataan mereka bahwa Alkitab berasal dari Allah?
35 Ciri lain yang menunjukkan bahwa Alkitab berasal dari Allah ialah kejujuran para penulisnya. Mengakui kesalahan atau kegagalan, terutama secara tertulis, bertentangan dengan sifat manusia yang tidak sempurna. Kebanyakan penulis kuno hanya melaporkan keberhasilan serta kebajikan mereka. Namun, Musa menulis bahwa ia telah ’lalai pada waktu melakukan kewajiban’, dan karena itu tidak diizinkan memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. (Ulangan 32:50-52; Bilangan 20:1-13) Yunus menceritakan ketidakpatuhannya sendiri. (Yunus 1:1-3; 4:1) Paulus mengakui perbuatan salahnya di masa lalu. (Kisah 22:19, 20; Titus 3:3) Dan Matius, seorang rasul Kristus, melaporkan bahwa para rasul kadang-kadang kurang iman, berupaya menjadi terkemuka, bahkan meninggalkan Yesus ketika ia ditangkap.—Matius 17:18-20; 18:1-6; 20:20-28; 26:56.
36 Seandainya para penulis Alkitab ingin memalsukan sesuatu, yang dipalsukan tentulah keterangan yang kurang baik mengenai diri mereka, bukan? Mereka tidak akan mengungkapkan kelemahan mereka sendiri lalu memalsukan keterangan tentang hal-hal lain, bukan? Maka, kejujuran para penulis Alkitab menambah bobot pernyataan mereka bahwa Allah telah membimbing mereka pada waktu menulisnya.—2 Timotius 3:16.
37. Mengapa keselarasan isi Alkitab merupakan bukti yang sangat kuat bahwa buku itu diilhamkan Allah?
37 Keselarasan isinya seputar sebuah tema utama juga membuktikan bahwa Alkitab dikarang oleh Allah. Memang mudah untuk mengatakan bahwa ke-66 buku Alkitab ditulis dalam jangka waktu 16 abad oleh kira-kira 40 penulis. Tetapi, pikirkan betapa luar biasanya fakta itu! Andaikan sebuah buku mulai ditulis pada zaman Imperium Romawi, dan penulisannya berlangsung selama zaman monarki dan terus sampai zaman republik sekarang ini, dan penulisnya terdiri dari beragam latar belakang misalnya prajurit, raja, imam, nelayan, bahkan gembala serta dokter. Apakah menurut Anda, setiap bagian buku itu akan mengikuti tema yang persis sama? Alkitab ditulis dalam jangka waktu yang hampir sama, di bawah berbagai rezim politik, dan oleh orang-orang dari semua golongan tersebut. Dan isi Alkitab selaras seluruhnya. Berita utamanya mempunyai benang merah yang sama dari awal sampai akhir. Bukankah ini menandaskan pernyataan Alkitab bahwa ”manusia mengatakan apa yang berasal dari Allah seraya mereka dibimbing oleh roh kudus”?—2 Petrus 1:20, 21.
38. Apa yang perlu dilakukan seseorang agar mempercayai Alkitab?
38 Dapatkah Anda mempercayai Alkitab? Jika Anda benar-benar memeriksa kata-katanya, dan tidak sekadar mempercayai apa yang orang katakan tentang isinya, Anda pun akan memiliki alasan untuk percaya. Tetapi, ada bukti yang lebih kuat lagi bahwa Alkitab benar-benar diilhamkan Allah, dan inilah pokok bahasan pasal berikut.
-
-
Alkitab—Benarkah Diilhamkan oleh Allah?Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
-
-
Pasal 18
Alkitab—Benarkah Diilhamkan oleh Allah?
1. Kesanggupan apa yang dimiliki sang Pencipta yang tidak dimiliki manusia?
TIDAK seorang pun dapat meramalkan masa depan dengan tepat dan terperinci. Hal itu di luar kesanggupan manusia. Namun, Pencipta alam semesta memiliki semua fakta yang dibutuhkan dan bahkan dapat mengendalikan segala sesuatu. Maka, Ia bisa disebut sebagai Pribadi yang ”sejak awal memberitahukan kesudahannya, dan dari masa lampau, hal-hal yang belum terlaksana”.—Yesaya 46:10; 41:22, 23.
2. Bukti kuat apa yang menunjukkan bahwa Alkitab diilhamkan Allah?
2 Alkitab berisi ratusan nubuat. Apakah sejauh ini nubuat-nubuat itu telah digenapi secara akurat? Jika ya, hal itu bisa menjadi petunjuk yang kuat bahwa Alkitab ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:16, 17) Dan, kita akan yakin pada nubuat-nubuat lain yang belum terjadi. Karena itu, ada baiknya kita membahas beberapa nubuat yang sudah digenapi.
Kejatuhan Tirus
3. Apa yang dinubuatkan tentang Tirus?
3 Tirus adalah kota pelabuhan penting di Fenisia yang telah mengkhianati bangsa Israel kuno, tetangganya di sebelah selatan yang menyembah Yehuwa. Melalui nabi yang bernama Yehezkiel, Yehuwa menubuatkan kehancuran totalnya lebih dari 250 tahun sebelum hal itu terjadi. Yehuwa berfirman, ”Aku akan membangkitkan banyak bangsa untuk melawan engkau . . . Mereka pasti akan membinasakan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, dan aku akan mengikis habis debunya dan menjadikannya permukaan tebing batu yang gundul dan terang. Dia akan menjadi pelataran untuk mengeringkan pukat tarik di tengah lautan.” Jauh di muka, Yehezkiel juga menyebutkan bangsa pertama yang akan menyerang Tirus beserta nama pemimpinnya, ”Lihat, terhadap Tirus aku akan mendatangkan Nebukhadrezar, raja Babilon.”—Yehezkiel 26:3-5, 7.
4. (a) Bagaimana nubuat tentang penaklukan Tirus oleh Babilon digenapi? (b) Mengapa orang Babilon tidak mengambil jarahan?
4 Sebagaimana dinubuatkan, Nebukhadrezar [Nebukhadnezar] belakangan memang menggulingkan kota Tirus di daratan utama. The Encyclopædia Britannica melaporkan tentang ”pengepungan selama 13 tahun . . . oleh Nebukhadnezar”.1 Setelah pengepungan itu, dilaporkan bahwa ia tidak mengambil jarahan, ”Tidak ada upah dari Tirus baginya.” (Yehezkiel 29:18) Mengapa? Karena sebagian kota Tirus berada di sebuah pulau yang dipisahkan selat kecil.2 Kebanyakan harta Tirus sudah dipindahkan dari daratan ke kota-pulau itu, yang tidak dihancurkan.
5, 6. Bagaimana Aleksander Agung menghancurkan kota-pulau Tirus dan secara terperinci menggenapi apa yang dinubuatkan?
5 Tetapi, dalam penaklukannya, Nebukhadrezar tidak ”mengikis habis debu [Tirus] dan menjadikannya permukaan tebing batu yang gundul dan terang” seperti yang dinubuatkan Yehezkiel. Nubuat Zakharia juga belum tergenap, yang mengatakan bahwa Tirus akan dihempaskan ”ke dalam laut”. (Zakharia 9:4) Apakah nubuat-nubuat ini tidak akurat? Tentu saja akurat. Lebih dari 250 tahun setelah nubuat Yehezkiel dan hampir 200 tahun setelah nubuat Zakharia, Tirus dihancurkan secara total oleh pasukan Yunani di bawah Aleksander Agung, pada tahun 332 SM. ”Dengan puing-puing yang berasal dari kota di daratan utama,” Encyclopedia Americana menjelaskan, ”ia membangun [jalan lintasan] yang sangat besar pada tahun 332 untuk menghubungkan pulau tersebut dengan daratan. Setelah pengepungan selama tujuh bulan . . . ia merebut dan menghancurkan Tirus.”3
6 Maka, seperti yang dinubuatkan oleh Yehezkiel dan Zakharia, debu dan puing-puing Tirus memang dibuang ke tengah-tengah laut. Tirus menjadi tebing batu yang gundul, ”menjadi tempat menjemur jala”, seperti yang dikatakan oleh seseorang yang berkunjung ke sana.4 Jadi, nubuat yang diucapkan ratusan tahun sebelumnya benar-benar digenapi secara terperinci!
Kores dan Kejatuhan Babilon
7. Apa yang Alkitab nubuatkan tentang orang Yahudi dan Babilon?
7 Yang juga mengagumkan adalah nubuat tentang orang Yahudi dan Babilon. Sejarah mencatat bahwa Babilon menawan orang Yahudi. Namun, kira-kira 40 tahun sebelum hal itu terjadi, Yeremia telah menubuatkannya. Yesaya menubuatkan hal itu sekitar 150 tahun sebelum kejadiannya. Ia juga menubuatkan bahwa orang Yahudi akan kembali dari penawanan. Yeremia pun mengatakan bahwa mereka akan dipulangkan ke negeri mereka setelah 70 tahun.—Yesaya 39:6, 7; 44:26; Yeremia 25:8-12; 29:10.
8, 9. (a) Siapa yang menaklukkan Babilon, dan bagaimana caranya? (b) Bagaimana sejarah membenarkan nubuat tentang Babilon?
8 Mereka bisa pulang karena Babilon digulingkan oleh Media dan Persia pada tahun 539 SM. Hal itu dinubuatkan oleh Yesaya hampir 200 tahun sebelumnya, dan oleh Yeremia kira-kira 50 tahun sebelumnya. Yeremia mengatakan bahwa tentara Babilon tidak akan mengadakan perlawanan. Yesaya maupun Yeremia menubuatkan bahwa air yang melindungi Babilon, yakni Sungai Efrat, akan ”menjadi kering”. Yesaya bahkan menyebutkan nama jenderal penakluknya, yaitu Kores dari Persia, dan mengatakan bahwa di hadapannya ”pintu-pintu gerbang [Babilon] tidak tertutup”.—Yeremia 50:38; 51:11, 30; Yesaya 13:17-19; 44:27; 45:1.
9 Sejarawan Yunani Herodotus menjelaskan bahwa Kores mengalihkan aliran Sungai Efrat dan ”air surut hingga dasar sungai dapat dilalui”.5 Maka pada malam hari, tentara musuh mengarungi dasar sungai dan memasuki kota melalui pintu-pintu gerbang yang secara sembrono dibiarkan terbuka. ”Seandainya orang Babilon diberi tahu apa yang akan dilakukan Kores,” Herodotus melanjutkan, ”mereka tentu akan mengunci rapat semua pintu jalan yang [terdapat] di tepi sungai . . . Tetapi, seperti yang terjadi, orang Persia datang dengan tiba-tiba lalu merebut kota tersebut.”6 Malah, orang-orang Babilon sedang bermabuk-mabukan, seperti yang dijelaskan Alkitab, dan yang dibenarkan oleh Herodotus.7 (Daniel 5:1-4, 30) Yesaya maupun Yeremia menubuatkan bahwa Babilon akhirnya akan menjadi reruntuhan yang tak berpenghuni. Dan, itulah yang terjadi. Sekarang, Babilon adalah timbunan puing yang telantar.—Yesaya 13:20-22; Yeremia 51:37, 41-43.
10. Bukti apa yang membenarkan bahwa orang Yahudi dibebaskan oleh Kores?
10 Kores juga memulangkan orang Yahudi ke tanah air mereka. Lebih dari dua abad sebelumnya, Yehuwa bernubuat tentang Kores, ”Segala sesuatu yang aku sukai akan ia laksanakan sepenuhnya.” (Yesaya 44:28) Sesuai dengan nubuat itu, setelah orang Yahudi ditawan selama 70 tahun, Kores memulangkan mereka ke tanah air mereka pada tahun 537 SM. (Ezra 1:1-4) Sebuah prasasti Persia kuno, yang disebut Silinder Kores, telah ditemukan yang dengan jelas menyatakan kebijakan Kores untuk memulangkan para tawanan. Menurut catatan, Kores pernah mengatakan, ”Mengenai penduduk Babilon, aku (juga) mengumpulkan semua (bekas) penduduknya dan mengembalikan tempat-tempat tinggal mereka.”8
Media-Persia dan Yunani
11. Bagaimana Alkitab menubuatkan kebangkitan kuasa Media-Persia dan kejatuhannya oleh Yunani?
11 Sewaktu Babilon masih menjadi kuasa dunia, Alkitab sudah menubuatkan kejatuhannya oleh seekor domba jantan bertanduk dua, yang melambangkan ”raja-raja Media dan Persia”. (Daniel 8:20) Seperti yang dinubuatkan, Media-Persia menjadi kuasa dunia berikutnya sewaktu mereka menaklukkan Babilon pada tahun 539 SM. Namun, belakangan, ”seekor kambing jantan”, yang dinyatakan sebagai Yunani, ”menghantam domba jantan itu dan mematahkan kedua tanduknya”. (Daniel 8:1-7) Itu terjadi pada tahun 332 SM ketika Yunani mengalahkan Media-Persia dan menjadi kuasa dunia yang baru.
12. Apa yang Alkitab katakan tentang pemerintahan Yunani?
12 Perhatikan apa yang dinubuatkan berikutnya, ”Dan kambing jantan itu, ia sangat berlagak besar; tetapi segera setelah ia menjadi perkasa, tanduknya yang besar itu patah, lalu secara mencolok, muncullah empat tanduk menggantikannya.” (Daniel 8:8) Apa arti nubuat itu? Alkitab menjelaskan, ”Kambing jantan yang berbulu itu menggambarkan raja Yunani; dan tanduk besar yang ada di antara kedua matanya menggambarkan raja yang pertama. Lalu tanduk itu patah, sehingga akhirnya ada empat yang bangkit berdiri menggantikannya, dan dari bangsanya akan bangkit berdiri empat kerajaan, tetapi tidak memiliki kekuatannya.”—Daniel 8:21, 22.
13. Lebih dari 200 tahun setelah penulisannya, bagaimana nubuat tentang Yunani digenapi?
13 Sejarah menunjukkan bahwa ”raja Yunani” itu adalah Aleksander Agung. Tetapi setelah kematiannya pada tahun 323 SM, imperiumnya belakangan dibagi-bagi di antara empat jenderal—Seleukus Nikator, Kasander, Ptolemeus Lagus dan Lisimakhus. Tepat seperti yang Alkitab nubuatkan, ”akhirnya ada empat yang bangkit berdiri menggantikannya”. Namun, seperti yang juga dinubuatkan, tidak satu pun dari mereka memiliki kekuasaan sebesar Aleksander. Maka, lebih dari 200 tahun setelah penulisannya, nubuat tersebut mulai digenapi—lagi-lagi keterilhaman Alkitab diteguhkan secara luar biasa!
Mesias Dinubuatkan
14. Apa yang dikatakan seorang pakar tentang banyaknya nubuat yang digenapi oleh Yesus Kristus?
14 Yang khususnya mengagumkan adalah banyaknya nubuat Alkitab tentang Yesus Kristus. Profesor J. P. Free mengatakan, ”Kemungkinan bahwa semua nubuat ini digenapi dalam diri satu orang benar-benar sangat kecil sehingga jelas sekali menunjukkan bahwa semua itu tidak mungkin sekadar dugaan hasil kecerdasan manusia.”9
15. Sebutkan beberapa nubuat yang digenapi dalam diri Kristus yang berada di luar kekuasaannya.
15 Penggenapan dari banyak nubuat ini sama sekali di luar kekuasaan Yesus. Misalnya, ia tidak dapat mengatur agar dilahirkan dari suku Yehuda, atau sebagai keturunan Daud. (Kejadian 49:10; Yesaya 9:5, 6; 11:1, 10; Matius 1:2-16) Ia juga tidak bisa memanuver berbagai peristiwa agar dilahirkan di Betlehem. (Mikha 5:2; Lukas 2:1-7) Ia juga tidak dapat mengatur agar dikhianati demi 30 keping perak (Zakharia 11:12; Matius 26:15); agar musuh-musuhnya meludahinya (Yesaya 50:6; Matius 26:67); agar ia diolok-olok sewaktu tergantung di tiang hukuman (Mazmur 22:7, 8; Matius 27:39-43); agar ia ditusuk, tetapi tidak satu pun tulang tubuhnya dipatahkan (Zakharia 12:10; Mazmur 34:20; Yohanes 19:33-37); dan agar para prajurit melempar undi untuk mendapatkan pakaiannya (Mazmur 22:18; Matius 27:35). Ini hanya beberapa dari banyak nubuat yang digenapi dalam diri Yesus.
Pembinasaan Yerusalem
16. Apa yang Yesus nubuatkan tentang Yerusalem?
16 Yesus adalah Nabi terbesar utusan Yehuwa. Pertama-tama, perhatikan apa yang ia katakan akan terjadi atas Yerusalem, ”Musuh-musuhmu akan membangun di sekelilingmu sebuah pertahanan dengan kayu-kayu runcing, lalu mengepung engkau dan membuat engkau menderita dari setiap sisi, dan mereka akan menghempaskan engkau serta anak-anakmu yang ada padamu ke tanah, dan mereka tidak akan meninggalkan sebuah batu di atas batu yang lain padamu, karena engkau tidak menyadari waktunya, bilamana engkau diperiksa.” (Lukas 19:43, 44) Yesus juga berkata, ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh bala tentara yang berkemah, kemudian ketahuilah bahwa penghancuran atasnya sudah dekat. Kemudian hendaklah orang-orang yang di Yudea mulai melarikan diri ke pegunungan.”—Lukas 21:20, 21.
17. Bagaimana nubuat Yesus mengenai pasukan yang mengepung Yerusalem digenapi, dan bagaimana orang-orang dapat melarikan diri dari kota tersebut?
17 Sesuai dengan nubuat itu, pasukan Romawi di bawah pimpinan Cestius Gallus datang menyerang Yerusalem pada tahun 66 M. Namun anehnya, ia tidak meneruskan pengepungan itu sampai tuntas, tetapi, seperti yang dilaporkan sejarawan abad pertama Flavius Yosefus, ”Ia mundur dari kota itu, tanpa alasan yang jelas.”10 Karena pengepungan dihentikan secara tak terduga, ada kesempatan untuk menaati instruksi Yesus agar melarikan diri dari Yerusalem. Sejarawan Eusebius melaporkan bahwa orang-orang Kristen-lah yang melarikan diri.11
18. (a) Apa yang terjadi pada tahun 70 M, tidak sampai empat tahun setelah pasukan Romawi mundur dari Yerusalem? (b) Seberapa besarkah kehancuran Yerusalem?
18 Tidak sampai empat tahun kemudian, pada tahun 70 M, pasukan Romawi di bawah Jenderal Titus datang lagi dan mengepung Yerusalem. Mereka menebas pohon-pohon hingga beberapa kilometer di sekitarnya dan membangun dinding di sekeliling kota, ”pertahanan dengan kayu-kayu runcing”. Akibatnya, Yosefus mengatakan, ”Kini sirnalah semua harapan orang Yahudi untuk melarikan diri.”12 Yosefus mencatat bahwa setelah dikepung selama kira-kira lima bulan, selain tiga menara dan sebagian tembok, apa yang tertinggal ”sama sekali diratakan dengan tanah . . . tidak ada yang tersisa sehingga orang-orang yang ke sana tidak percaya bahwa kota itu pernah berpenghuni”.13
19. (a) Seberapa parahkah penderitaan yang menimpa Yerusalem? (b) Gapura Titus sekarang menjadi saksi bisu yang mengingatkan akan hal apa?
19 Sekitar 1.100.000 orang tewas selama pengepungan itu, dan 97.000 orang ditawan.14 Sampai hari ini bukti penggenapan nubuat Yesus dapat dilihat di Roma. Di sana terdapat Gapura Titus, yang didirikan oleh orang Romawi pada tahun 81 M untuk memperingati keberhasilan merebut Yerusalem. Gapura tersebut masih menjadi saksi bisu yang mengingatkan bahwa kelalaian mengindahkan peringatan dalam nubuat Alkitab bisa mengakibatkan bencana.
Nubuat-Nubuat yang Sedang Digenapi
20. Sebagai jawaban atas pertanyaan apa Yesus memberikan ”tanda” yang memberi tahu kita bahwa perubahan dunia secara besar-besaran sudah dekat?
20 Menurut Alkitab, perubahan dunia secara besar-besaran sudah dekat. Sebagaimana Yesus menubuatkan kejadian-kejadian yang memberi tahu orang-orang abad pertama bahwa kebinasaan Yerusalem sudah dekat, ia juga menubuatkan kejadian-kejadian yang memberi tahu orang-orang sekarang bahwa perubahan dunia sudah dekat. Yesus memberikan ”tanda” ini untuk menjawab pertanyaan murid-muridnya, ”Apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?”—Matius 24:3.
21. (a) Apa yang dimaksud dengan ’kehadiran’ Kristus dan ”penutup sistem ini”? (b) Di mana kita dapat membaca tentang tanda yang Yesus berikan?
21 Menurut Alkitab, Kristus tidak akan ’hadir’ dalam wujud manusia, tetapi ia akan menjadi penguasa yang perkasa di surga, penyelamat umat manusia yang tertindas. (Daniel 7:13, 14) ’Kehadirannya’ akan terjadi pada masa yang ia sebut ”penutup sistem ini”. Nah, apa sebenarnya tanda yang Yesus berikan untuk menandai waktu manakala ia akan hadir secara tidak kelihatan sebagai penguasa dan waktu manakala akhir sistem ini sudah dekat? Dalam Alkitab di Matius pasal 24, Markus pasal 13 dan Lukas pasal 21, Anda dapat memeriksa kejadian-kejadian yang secara keseluruhan akan menjadi tanda tersebut. Beberapa kejadian utama adalah sebagai berikut:
22. Bagaimana peperangan sejak 1914 merupakan bagian dari tanda tersebut, dan seberapa parahkah kehancuran yang diakibatkannya?
22 PERANG-PERANG BESAR: ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan.” (Matius 24:7) Sejak 1914 sampai sekarang, nubuat itu telah digenapi secara luar biasa. Perang Dunia I, yang dimulai pada tahun 1914, memperkenalkan penggunaan senapan mesin, tank, kapal selam, pesawat terbang, dan juga gas beracun secara besar-besaran. Ketika perang itu berakhir pada tahun 1918, sekitar 14 juta tentara dan penduduk sipil telah terbunuh. Seorang sejarawan mengatakan, ”Perang Dunia Pertama adalah perang ’total’ yang pertama.”15 Perang Dunia II dari tahun 1939 sampai 1945 jauh lebih menghancurkan, dengan angka kematian tentara dan penduduk sipil melonjak hingga kira-kira 55 juta. Dan, perang tersebut memperkenalkan kengerian yang sama sekali baru—bom atom! Sejak itu, lebih dari 30 juta orang telah tewas dalam banyak perang, besar dan kecil. Majalah berita Jerman Der Spiegel menyatakan, ”Sejak 1945, tidak pernah satu hari pun dunia ini menikmati perdamaian sejati.”16
23. Sejauh mana kekurangan makanan melanda dunia sejak tahun 1914?
23 KEKURANGAN MAKANAN: ”Akan ada kekurangan makanan.” (Matius 24:7) Perang Dunia I disusul oleh kelaparan di mana-mana. Setelah Perang Dunia II bala kelaparan lebih parah lagi. Dan sekarang? ”Dewasa ini, kelaparan ada pada skala yang sama sekali baru. . . . sebanyak 400 juta orang terus dalam keadaan nyaris mati kelaparan,” kata Times dari London.17 The Globe and Mail dari Toronto menyatakan, ”Lebih dari 800 juta orang kurang makan.”18 Dan, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa ”12 juta anak mati setiap tahun sebelum ulang tahun mereka yang pertama” akibat gizi buruk.19
24. Seberapa besar peningkatan gempa bumi sejak tahun 1914?
24 GEMPA BUMI: ”Akan ada gempa bumi yang hebat.” (Lukas 21:11) Seorang pakar teknik antigempa, George W. Housner, menyebut gempa bumi di Tangshan, Cina, pada tahun 1976 sebagai ”bencana gempa bumi terbesar dalam sejarah umat manusia”, yang telah menewaskan ratusan ribu jiwa.20 Jurnal Italia Il Piccolo melaporkan, ”Statistik menunjukkan bahwa generasi kita hidup pada periode yang berbahaya karena banyaknya kegiatan seismik.”21 Rata-rata, korban tewas akibat gempa bumi berjumlah kira-kira sepuluh kali lebih banyak setiap tahun sejak 1914 dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya.
25. Epidemi apa saja yang membawa bencana sejak tahun 1914 untuk menggenapi sebagian dari tanda itu?
25 PENYAKIT: ”Di berbagai tempat akan ada sampar.” (Lukas 21:11) Science Digest melaporkan, ”Epidemi influenza Spanyol pada tahun 1918 melanda bumi ini dengan cepat [dan] merenggut 21 juta korban jiwa.” Dan, ditambahkan, ”Sepanjang sejarah belum pernah ada amukan kematian yang begitu sadis dan cepat. . . . jika epidemi itu terus melaju dengan kecepatan yang sama, umat manusia akan musnah dalam waktu beberapa bulan saja.”22 Sejak itu, penyakit jantung, kanker, penyakit kelamin dan banyak wabah lain telah membunuh dan membuat cacat ratusan juta jiwa.
26. Bagaimana pelanggaran hukum meningkat sejak tahun 1914?
26 KEJAHATAN: ”Bertambahnya pelanggaran hukum.” (Matius 24:12) Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, terorisme, korupsi—daftarnya panjang dan tidak asing lagi. Di banyak tempat, jalan-jalan semakin tidak aman. Mengenai kecenderungan setelah 1914 ini, seorang pakar terorisme membenarkan, ”Masa-masa sebelum Perang Dunia pertama, secara keseluruhan, lebih manusiawi.”23
27. Bagaimana nubuat tentang rasa takut sedang digenapi dewasa ini?
27 KETAKUTAN: ”Akan ada pemandangan yang menakutkan.” (Lukas 21:11) Die Welt dari Hamburg menyebut zaman kita ”abad ketakutan”.24 Ada banyak ancaman baru yang membuat umat manusia ketakutan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, hal-hal seperti pemusnahan dan polusi akibat nuklir menjadi ancaman yang akan ”membinasakan bumi”. (Penyingkapan 11:18) Meningkatnya kejahatan, inflasi, senjata nuklir, kelaparan, penyakit, dan hal-hal buruk lain telah membuat manusia semakin takut sehubungan dengan keamanan serta keselamatan jiwa mereka sendiri.
Apa yang Membuatnya Berbeda?
28. Mengapa berbagai corak tanda yang terjadi sekarang menunjukkan bahwa zaman kita adalah ”penutup sistem ini”?
28 Namun, ada yang mengatakan bahwa banyak dari antara hal-hal ini telah terjadi selama abad-abad yang lalu. Jadi, apa bedanya dengan yang sekarang? Pertama, setiap kejadian yang menjadi tanda itu telah disaksikan sejak 1914. Kedua, dampak tanda tersebut dirasakan di seluruh dunia, ”di berbagai tempat”. (Matius 24:3, 7, 9) Ketiga, keadaan memburuk secara progresif selama zaman ini, ”Semuanya ini merupakan awal sengatan-sengatan penderitaan”; ”orang fasik dan penipu akan menjadi lebih buruk”. (Matius 24:8; 2 Timotius 3:13) Dan keempat, semua ini dibarengi dengan perubahan sikap dan tindakan manusia sebagaimana telah Yesus peringatkan, ”Kasih kebanyakan orang akan mendingin.”—Matius 24:12.
29. Bagaimana gambaran Alkitab tentang ”hari-hari terakhir” cocok dengan keadaan moral orang-orang sekarang?
29 Ya, salah satu bukti kuat bahwa kita hidup dalam zaman akhir yang genting yang telah dinubuatkan, dapat terlihat dari kebobrokan moral manusia. Bandingkan apa yang Anda amati di dunia dengan kata-kata nubuat tentang zaman kita, ”Ingatlah ini: Pada hari-hari terakhir akan ada banyak kesusahan. Manusia akan mementingkan dirinya sendiri, bersifat mata duitan, sombong dan suka membual. Mereka suka menghina orang, memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan membenci hal-hal rohani. Mereka tidak mengasihi sesama, tidak suka memberi ampun, mereka suka memburuk-burukkan nama orang lain, suka memakai kekerasan, mereka kejam, dan tidak menyukai kebaikan. Mereka suka mengkhianat, angkuh dan tidak berpikir panjang. Mereka lebih suka pada kesenangan dunia daripada menuruti Allah. Meskipun secara lahir, mereka taat menjalankan kewajiban agama, namun menolak inti dari agama itu sendiri.”—2 Timotius 3:1-5, Bahasa Indonesia Masa Kini.
1914—Titik Balik dalam Sejarah
30, 31. (a) Bagaimana pandangan orang-orang yang hidup sebelum tahun 1914 mengenai keadaan dunia, dan apa yang mereka bayangkan tentang masa depan? (b) Selain tanda itu, apa lagi yang Alkitab katakan untuk menunjukkan bahwa kita hidup di ”hari-hari terakhir”?
30 Dari sudut pandang manusia, kesukaran dan perang global yang dinubuatkan dalam Alkitab sama sekali tidak terbayangkan oleh orang-orang sebelum tahun 1914. Negarawan Jerman Konrad Adenauer berkata, ”Kenangan dan bayangan timbul dalam pikiranku, . . . kenangan dari masa sebelum tahun 1914 ketika ada perdamaian sejati, ketenangan dan keamanan di bumi ini—masa manakala kita tidak mengenal takut. . . . Keamanan dan ketenangan telah lenyap dari kehidupan manusia sejak 1914.”25 Orang-orang yang hidup sebelum tahun 1914 mengira bahwa masa depan ”akan semakin baik”, kata negarawan Inggris Harold Macmillan.26 Buku 1913: America Between Two Worlds mengatakan, ”Menteri Luar Negeri Bryan berkata [pada tahun 1913] bahwa ’keadaan yang menjanjikan perdamaian dunia tidak pernah sebaik sekarang’.”27
31 Jadi, bahkan di ambang Perang Dunia I, para pemimpin dunia meramalkan zaman kemajuan dan pencerahan sosial. Tetapi, Alkitab telah menubuatkan yang sebaliknya—bahwa perang yang lebih hebat daripada sebelumnya, yaitu yang terjadi pada tahun 1914 sampai 1918, akan menandai awal dari ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1) Alkitab juga memberikan bukti kronologis bahwa tahun 1914 akan menandai lahirnya Kerajaan surgawi Allah, yang akan diikuti oleh problem dunia yang lebih parah daripada yang sudah-sudah.28 Tetapi, adakah orang yang kala itu menyadari bahwa tahun 1914 akan menjadi titik balik dalam sejarah?
32. (a) Apa yang dikatakan oleh orang-orang yang mengetahui kronologi Alkitab tentang tahun 1914 selama puluhan tahun sebelumnya? (b) Menurut daftar kutipan berikut ini, apa komentar berbagai pihak lain tentang tahun 1914?
32 Puluhan tahun sebelum tahun itu, ada sebuah organisasi yang memberitahukan makna penting tahun 1914. Majalah World dari New York, terbitan 30 Agustus 1914, menjelaskan, ”Pecahnya perang yang dahsyat di Eropa telah menggenapi suatu nubuat yang luar biasa. Selama seperempat abad sebelumnya, melalui para penginjil dan pers, ’Siswa-Siswa Alkitab Internasional’ [Saksi-Saksi Yehuwa] . . . telah mengumumkan kepada dunia bahwa Hari Kemurkaan yang dinubuatkan dalam Alkitab akan dimulai pada tahun 1914. ’Perhatikanlah tahun 1914!’ demikian seruan . . . penginjil-penginjil itu.”29
Umat yang Menggenapi Nubuat
33. Bagian lain apa dari tanda itu digenapi oleh Saksi-Saksi Yehuwa?
33 Alkitab juga meramalkan bahwa ”pada akhir masa itu”, orang-orang dari segala bangsa akan pergi, secara kiasan, ke ”gunung Yehuwa” di mana Ia akan ”mengajar [mereka] tentang jalan-jalannya”. Nubuat tersebut mengatakan bahwa, sebagai hasil dari pengajaran itu, ”mereka akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas; . . . mereka juga tidak akan belajar perang lagi”. (Yesaya 2:2-4) Sikap Saksi-Saksi Yehuwa yang terkenal mengenai perang dengan jelas menggenapi nubuat ini.
34. Apa buktinya bahwa Saksi-Saksi Yehuwa telah ”menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak”?
34 Martin Niemöller, seorang pemimpin Protestan di Jerman sebelum dan sesudah Perang Dunia II, menyebut Saksi-Saksi Yehuwa sebagai ”pakar Alkitab yang serius, dan ratusan bahkan ribuan di antara mereka telah dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi dan mati karena menolak untuk berdinas dalam perang dan tidak mau menembak sesama manusia”. Sebaliknya, ia menulis, ”Gereja-Gereja Kristen, sepanjang masa, selalu setuju untuk memberkati perang, pasukan dan persenjataan dan . . . mereka berdoa dengan cara yang sangat tidak bersifat Kristen agar musuh mereka binasa.”30 Kalau begitu, siapakah yang hidup sesuai dengan tanda pengenal yang Yesus berikan bagi orang Kristen sejati? Ia berkata, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” (Yohanes 13:35) Sebagaimana dijelaskan di 1 Yohanes 3:10-12, hamba-hamba Allah tidak saling membunuh. Anak-anak Setanlah yang berbuat demikian.
35. (a) Apa yang mempersatukan Saksi-Saksi Yehuwa? (b) Apakah pengabdian mereka kepada Kerajaan Allah ada dasarnya dalam Alkitab?
35 Saksi-Saksi Yehuwa dapat dipersatukan dalam persaudaraan sedunia karena mereka sama-sama mengabdi kepada Kerajaan Allah dan dengan setia berpaut pada prinsip-prinsip Alkitab. Mereka sepenuhnya mempercayai apa yang Alkitab ajarkan: bahwa Kerajaan itu adalah pemerintahan yang nyata dan mempunyai hukum serta wewenang, dan tidak lama lagi akan memerintah atas seluruh bumi. Sekarang sudah ada jutaan rakyatnya di bumi yang terus meningkat jumlahnya, yang sedang dibentuk menjadi fondasi peradaban mendatang. Tentang Kerajaan itu, nabi Daniel diilhami untuk menulis, ”Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan pernah binasa. . . . Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini [yang ada sekarang], dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.” (Daniel 2:44) Yesus mengutamakan Kerajaan itu sewaktu ia mengajar, ”Beginilah kamu harus berdoa: ’Bapak kami yang di surga, . . . Biarlah kerajaanmu datang.’”—Matius 6:9, 10.
36. (a) Apa yang Allah ingin agar diumumkan? (b) Siapa yang melakukannya?
36 Banyak kejadian yang menggenapi nubuat Alkitab sejak 1914 menunjukkan bahwa sebentar lagi Kerajaan surgawi Allah akan ’meremukkan dan mengakhiri semua pemerintahan lain’. Dan, Allah ingin agar fakta ini diumumkan, sebagaimana ditunjukkan oleh bagian penting tanda itu, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:14) Jutaan Saksi-Saksi Yehuwa, suatu persaudaraan sedunia, sekarang sedang menggenapi nubuat ini.
37. Mengapa akhir sistem ini di Armagedon merupakan kabar baik?
37 Apabila Kerajaan tersebut telah diberitakan hingga taraf yang Allah inginkan, dunia ini akan mengalami, kata Yesus, ”kesengsaraan besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia hingga sekarang, tidak, dan juga tidak akan terjadi lagi”. Ini akan mencapai puncaknya dalam perang Armagedon yang akan mengakhiri pengaruh jahat Setan. Seluruh bumi akan dibersihkan dari bangsa-bangsa dan orang-orang yang fasik sehingga terbukalah jalan bagi terwujudnya Firdaus di mana ”keadilbenaran akan tinggal”.—Matius 24:21; 2 Petrus 3:13; Penyingkapan 16:14-16; 12:7-12; 2 Korintus 4:4.
38. (a) Apa yang telah dibuktikan oleh tergenapnya nubuat-nubuat Alkitab? (b) Apa yang layak kita yakini sehubungan dengan nubuat-nubuat tentang masa depan?
38 Dengan begitu banyaknya nubuat yang tergenap, nyatalah bahwa Alkitab benar-benar buku yang ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:16) Jadi, ’jangan menerima itu sebagai perkataan manusia, tetapi, sebagaimana itu sesungguhnya, yaitu sebagai perkataan Allah’. (1 Tesalonika 2:13) Juga, karena Pengarangnya, Allah Yehuwa, adalah ”Pribadi yang sejak awal memberitahukan kesudahannya”, Anda dapat yakin sepenuhnya pada nubuat-nubuat yang masih akan digenapi di masa depan. (Yesaya 46:10) Dan, apa yang akan terjadi benar-benar menakjubkan. Anda akan terpesona sewaktu membaca mengenai hal itu di pasal berikut.
-
-
Alkitab—Benarkah Diilhamkan oleh Allah?Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
-
-
[Kotak di hlm. 228]
1914—TITIK BALIK DALAM SEJARAH
Bahkan setelah perang dunia kedua, banyak orang tetap menunjuk tahun 1914 sebagai titik balik yang penting dalam sejarah modern:
”Sesungguhnya, tahun 1914-lah, dan bukan tahun terjadinya peristiwa Hiroshima, yang menjadi titik balik zaman kita.”—René Albrecht-Carrié, The Scientific Monthly, Juli 1951.
”Sejak 1914, setiap orang yang sadar akan kecenderungan di dunia telah sangat dicemaskan oleh apa yang tampaknya seperti gerak maju yang telah ditentukan dan ditakdirkan menuju bencana yang bahkan lebih besar. Banyak orang yang suka berpikir mulai merasa bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah dunia ini terjun ke dalam kehancuran. Mereka melihat umat manusia, seperti pahlawan dalam tragedi Yunani, yang dikendalikan oleh dewa-dewi yang pemarah dan tidak sanggup lagi mengendalikan nasib.”—Bertrand Russell, The New York Times Magazine, 27 September 1953.
”Era modern . . . dimulai pada tahun 1914, dan tidak seorang pun tahu kapan atau bagaimana akhirnya. . . . Bisa saja era ini berakhir dalam pemusnahan besar-besaran.”—The Seattle Times, 1 Januari 1959.
”Pada tahun 1914, dunia, seperti yang telah dikenal dan diterima pada waktu itu, berakhir.”—James Cameron, 1914, diterbitkan pada tahun 1959.
”Seluruh dunia hancur berantakan sekitar Perang Dunia I dan kita masih tidak tahu apa penyebabnya. . . . Utopia ada di depan mata. Ada perdamaian dan kemakmuran. Kemudian segalanya hancur. Sejak itu, kehidupan menjadi serba tidak pasti.”—Dr. Walker Percy, American Medical News, 21 November 1977.
”Pada tahun 1914, dunia kehilangan ikatan yang kokoh yang sejak itu tidak dapat dimilikinya kembali. . . . Timbul masa kekacauan dan kekerasan yang luar biasa, antarnegara maupun di dalam negeri.”—The Economist, London, 4 Agustus 1979.
”Peradaban mengidap penyakit yang parah dan mungkin memautkan sejak tahun 1914.”—Frank Peters, St. Louis Post-Dispatch, 27 Januari 1980.
”Segala sesuatu kelihatannya akan semakin baik. Demikianlah dunia tempat saya dilahirkan. . . . Tiba-tiba, tanpa terduga, pada suatu pagi di tahun 1914, segalanya berakhir.”—Negarawan Inggris Harold Macmillan, The New York Times, 23 November 1980.
[Gambar di hlm. 217]
Pembangunan jalan lintasan untuk mencapai kota-pulau Tirus menggenapi nubuat Alkitab
[Gambar di hlm. 218]
Nubuat Alkitab tergenap dengan dikeringkannya Sungai Efrat
[Gambar di hlm. 219]
Silinder Kores dari tanah liat ini (terlihat vertikal) menceritakan kebiasaan Kores untuk memulangkan tawanan
[Gambar di hlm. 220]
Medali emas bergambar Aleksander Agung, yang tindakannya telah dinubuatkan
[Gambar di hlm. 221]
Yesus tidak mungkin mengatur penggenapan dari banyak nubuat tentang dirinya
[Gambar di hlm. 223]
Relief pada Gapura Titus, yang menggambarkan harta yang diangkut setelah pembinasaan Yerusalem, menjadi saksi bisu
-