PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Pelajaran Nomor 7​—Alkitab pada Zaman Modern
    “Segenap Alkitab Diilhamkan Allah dan Bermanfaat”
    • NEW WORLD TRANSLATION OF THE HOLY SCRIPTURES

      17. (a) Bagaimana terjemahan-terjemahan Alkitab yang banyak itu berguna, namun demikian kelemahan-kelemahan apa yang terdapat di dalamnya? (b) Sejak tahun 1946, apa yang telah dicari oleh presiden Lembaga Menara Pengawal?

      17 Saksi-Saksi Yehuwa mengakui bahwa mereka berutang budi kepada semua terjemahan Alkitab yang begitu banyak yang telah mereka gunakan dalam mempelajari kebenaran dari Firman Allah. Namun, semua terjemahan ini, bahkan yang paling akhir, mempunyai kekurangan-kekurangan. Ada ungkapan-ungkapan yang tidak konsisten atau tidak memuaskan, yang dicemari dengan tradisi-tradisi sekte atau filsafat-filsafat dunia dan karena itu tidak selaras benar dengan kebenaran-kebenaran suci yang telah Yehuwa catat dalam firman-Nya. Terutama sejak tahun 1946, presiden Lembaga Alkitab dan Risalat Menara Pengawal telah mencari suatu terjemahan Alkitab yang saksama dari bahasa-bahasa asli—suatu terjemahan yang dapat dimengerti oleh para pembaca zaman modern seperti halnya tulisan-tulisan yang asli dapat dimengerti oleh orang-orang biasa maupun terpelajar pada zaman penulisan Alkitab itu sendiri.

      18. Bagaimana Lembaga ini menjadi penerbit dan pencetak dari New World Translation?

      18 Pada tanggal 3 September 1949, di kantor pusat Lembaga di Brooklyn, presiden mengumumkan kepada Dewan Direksi tentang dibentuknya Panitia Penerjemahan Alkitab New World Translation dan bahwa panitia ini telah selesai mengerjakan suatu terjemahan modern dari Kitab-Kitab Yunani Kristen. Dokumen panitia itu dibacakan, melalui mana hak milik, pengawasan, dan penerbitan manuskrip terjemahan itu diberikan panitia kepada Lembaga Menara Pengawal, karena mengakui pekerjaan Lembaga Menara Pengawal yang tidak terikat kepada sekte mana pun dalam memajukan pengajaran Alkitab di seluruh muka bumi. Beberapa bagian dari manuskrip itu juga dibacakan, sebagai contoh dari sifat dan mutu terjemahan. Para direksi dengan suara bulat menerima pemberian terjemahan itu, dan pengaturan-pengaturan diadakan untuk segera mencetaknya. Penyusunan huruf-huruf dimulai pada tanggal 29 September 1949, dan menjelang permulaan musim panas tahun 1950, berpuluh-puluh ribu buku telah selesai dalam bentuk yang telah dijilid.

      19. (a) Bagaimana New World Translation muncul dalam beberapa bagiannya? (b) Usaha apa telah dibuat dalam mempersiapkan jilid-jilid ini?

      19 Menerbitkan New World Translation Bagian Demi Bagian. Pada hari Rabu, tanggal 2 Agustus 1950, pada hari keempat kebaktian internasional mereka di Yankee Stadium, New York, sejumlah 82.075 hadirin Saksi-Saksi Yehuwa dengan sukacita menyambut diperkenalkannya New World Translation of the Christian Greek Scriptures. Karena mendapat anjuran dari sambutan pertama yang antusias, dan dari pernyataan-pernyataan penghargaan yang disampaikan kemudian akan manfaat dari terjemahan itu, maka Panitia itu kemudian mulai melaksanakan pekerjaan besar yaitu menerjemahkan Kitab-Kitab Ibrani. Terjemahan ini muncul dalam lima jilid tambahan, diedarkan berurutan dari tahun 1953 sampai 1960. Maka, satu set yang terdiri dari enam jilid membentuk suatu perpustakaan dari seluruh Alkitab dalam bahasa Inggris modern. Setiap jilid juga berisi petunjuk-petunjuk berharga untuk pelajaran Alkitab. Dengan demikian suatu perbendaharaan yang luas sekali dari keterangan-keterangan Alkitab diberikan kepada siswa Alkitab zaman modern ini. Telah dikerahkan usaha yang sungguh-sungguh untuk menggunakan setiap sumber yang tepercaya mengenai keterangan-keterangan ayat agar New World Translation dapat menyatakan dengan jelas dan tepat berita yang penuh kuasa dari Kitab-Kitab terilham yang asli.

      20. Bantuan berharga apa terdapat dalam edisi pertama dari New World Translation dalam (a) catatan kakinya, (b) referensi pinggir, dan (c) kata pengantar dan apendiksnya?

      20 Di antara berbagai alat bantuan pengajaran Alkitab dalam New World Translation yang terdiri dari enam jilid edisi pertama itu terdapat kumpulan catatan kaki yang berharga yang memberikan latar belakang dari ayat-ayat tersebut. Dalam catatan ini dimuat argumen-argumen yang kuat untuk membela Alkitab. Suatu sistem referensi yang berantai juga terdapat di dalamnya. Rantai kata-kata doktrin yang penting ini dirancang untuk mengarahkan siswa kepada serangkaian ayat kunci mengenai pokok-pokok ini. Ada banyak referensi silang pada pinggir halaman. Referensi ini mengarahkan para pembaca kepada (a) kata-kata yang sejajar (b) pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan kejadian-kejadian yang sejajar, (c) keterangan biografi, (d) keterangan geografis, (e) penggenapan nubuat-nubuat, dan (f) kutipan langsung dalam atau dari bagian-bagian lain Alkitab. Jilid-jilid itu juga memuat kata pengantar yang penting, ilustrasi-ilustrasi dari beberapa manuskrip kuno, apendiks dan indeks yang berguna, dan peta dari negeri-negeri dan tempat-tempat yang disebutkan di dalam Alkitab. Edisi pertama dari New World Translation merupakan tambang emas bagi pelajaran Alkitab pribadi dan bagi pengajaran yang bermanfaat kepada orang-orang yang berhati jujur yang diberikan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Sebuah edisi istimewa untuk para siswa, diterbitkan dalam satu jilid sebanyak 150.000 buah, belakangan diperkenalkan pada tanggal 30 Juni 1963, pada pembukaan Kebaktian ”Kabar Baik yang Kekal” dari Saksi-Saksi Yehuwa di Milwaukee, Wisconsin, A.S.

      21. (a) Bagaimana situasinya sewaktu New World Translation yang telah diperbaiki diperkenalkan? (b) Apa beberapa dari corak-coraknya?

      21 Edisi yang Diperbaiki dalam Satu Jilid. Dalam musim panas tahun 1961, pada serangkaian kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa yang diadakan di Amerika Serikat dan Eropa, edisi yang telah diperbaiki dari New World Translation of the Holy Scriptures yang lengkap dalam satu jilid ringkas diperkenalkan untuk disiarkan. Buku itu disambut dengan sukacita oleh ratusan ribu orang yang menghadiri kebaktian-kebaktian ini. Buku yang dijilid dengan sampul hijau itu berisi 1.472 halaman dan mempunyai sebuah konkordans yang bagus sekali, sebuah apendiks mengenai topik-topik Alkitab, serta peta-peta.

      22, 23. Edisi-edisi berikut apa telah diterbitkan, dan apa saja coraknya?

      22 Edisi-Edisi selanjutnya. Pada tahun 1969 The Kingdom Interlinear Translation of the Greek Scriptures diperkenalkan, dengan edisi kedua dikeluarkan pada tahun 1985. Buku ini menyajikan terjemahan Inggris harfiah dari teks Yunani yang diedit oleh Westcott dan Hort serta terjemahan Inggris modern dari New World Translation edisi 1984. Dengan demikian ini menyingkapkan kepada siswa Alkitab yang serius apa yang secara harfiah dikatakan oleh teks Yunani yang asli.

      23 Revisi kedua dari New World Translation diperkenalkan pada tahun 1970, dan revisi ketiga dengan catatan kaki menyusul pada tahun 1971. Pada Pesta Distrik ”Pertambahan Kerajaan” dari Saksi-Saksi Yehuwa, yang diadakan pada tahun 1984, diperkenalkan sebuah edisi referensi yang telah diperbaiki dalam bahasa Inggris. Edisi ini berisi pembaharuan dan perbaikan yang lengkap dari referensi pinggir (silang) yang semula disajikan dalam bahasa Inggris dari tahun 1950 sampai 1960. Dirancang untuk siswa Alkitab yang serius, buku ini berisi lebih dari 125.000 referensi pinggir, lebih dari 11.000 catatan kaki, sebuah konkordans, peta-peta, dan 43 artikel apendiks. Juga pada tahun 1984, tersedia edisi berukuran biasa dari revisi tahun 1984, dengan ayat-ayat pinggir tetapi tanpa catatan kaki.

      24. (a) Apa beberapa keuntungan dari edisi yang biasa dan edisi referensi? (b) Lukiskan penggunaan judul-judul berjalan.

      24 Beberapa Keuntungan. Untuk membantu pembaca menemukan dengan cepat bahan apa saja yang diinginkan, baik edisi biasa maupun edisi referensi berisi judul berjalan yang disusun dengan saksama pada bagian atas setiap halaman. Judul berjalan ini menjelaskan bahan yang ada di bawahnya, dan terutama disusun untuk membantu penyiar Kerajaan cepat menemukan ayat-ayat guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan kepadanya. Misalnya, seseorang mungkin mencoba mencari nasihat mengenai mendidik anak-anak. Jika sampai pada halaman 860 (edisi biasa) dalam Amsal, tampak kalimat kunci yang terakhir, ”Nama yang baik.” Karena ini merupakan kalimat terakhir dari judul yang ada, maka ini menunjukkan bahwa pokok tersebut akan muncul belakangan pada halaman itu, dan di situlah ia dapat menemukannya, yaitu di Amsal 22:1. Ayat yang ditunjuk dari bagian pertama dari judul berjalan pada halaman 861, yaitu ”Mendidik orang muda,” dapat ia temukan di bagian awal halaman itu, di Amsal 22 ayat 6. Bagian berikutnya dari judul berbunyi, ”Jangan menahan tongkat.” Bahan ini terletak dekat bagian bawah kolom pertama, di Amsal 22 ayat 15. Judul-judul yang berurutan pada bagian atas halaman dapat menjadi bantuan besar bagi penyiar Kerajaan yang hanya mengetahui lokasi umum dari ayat yang ia cari. Mereka dapat membuka Alkitab dengan cara yang cepat.

      25. Jasa konkordans apa yang disediakan, dan untuk kegunaan praktis apa ini dimuat?

      25 Pada bagian belakang dari Alkitab ini, baik yang edisi biasa maupun edisi referensi, terdapat bagian yang disebut ”Indeks Kata-Kata Alkitab.” Di sini akan ditemukan ribuan kata Alkitab yang penting beserta kalimat-kalimat konteksnya. Dengan demikian suatu jasa konkordans tersedia, termasuk sederetan luas kata-kata baru dan deskriptif yang digunakan dalam teks. Bagi mereka yang terbiasa dengan terjemahan-terjemahan King James Version, petunjuk diberikan dalam hal mencari kata-kata peralihan dari kata-kata Alkitab bahasa Inggris yang lebih kuno ke istilah-istilah Alkitab yang lebih modern. Misalnya, kata ”grace” (rahmat) dalam King James Version. Kata ini terdaftar dalam indeks, menunjuk siswa kepada ”undeserved kindness” (kasih karunia), yaitu istilah terbaru yang digunakan dalam terjemahan baru. Indeks kata memungkinkan untuk mengetahui ayat-ayat Alkitab mengenai pokok-pokok yang merupakan doktrin dasar, seperti misalnya ”jiwa” atau ”tebusan,” sehingga menunjang penyelidikan yang terinci langsung dari ayat-ayat Alkitab. Seorang penyiar Kerajaan yang diminta membahas salah satu dari pokok-pokok yang menarik ini dapat segera menggunakan bagian-bagian singkat dari konteks ayat yang diberikan dalam konkordans ini. Selain itu, didaftarkan juga kutipan-kutipan penting dari nama-nama diri yang menonjol, termasuk tempat-tempat geografis serta tokoh-tokoh Alkitab terkenal. Dengan demikian bantuan yang tak terhingga nilainya diberikan kepada semua siswa Alkitab yang menggunakan terjemahan ini.

      26.Lukiskan salah satu cara apendiks pada New World Translation dapat dijadikan alat bantuan.

      26 Apendiks ilmiahnya memberikan lebih banyak keterangan saksama yang bermanfaat untuk mengajar. Artikel-artikel apendiks diatur sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menjelaskan doktrin-doktrin dasar Alkitab dan pokok-pokok yang berhubungan. Misalnya, dalam membahas pokok ”jiwa,” di bawah delapan judul yang berlainan, apendiks mencantumkan ayat-ayat Alkitab yang memperlihatkan berbagai cara kata ”jiwa” (Ibrani: ne’phesh) digunakan. Diagram-diagram dan peta-peta juga disediakan dalam artikel-artikel apendiks. Reference Bible berisi apendiks yang lebih luas serta catatan kaki yang berguna yang memberikan keterangan ayat yang penting dengan cara yang sederhana. Jadi, New World Translation menonjol karena adanya sederetan bantuan yang disediakan yang memungkinkan para pembacanya dapat cepat menerima pengetahuan yang saksama.

      27, 28. Jelaskan dan lukiskan bagaimana New World Translation menunjukkan pengucapan nama-nama diri yang tepat.

      27 Bantuan untuk Mengucapkan Nama-Nama Alkitab. Dalam teks bahasa Inggris sendiri, semua edisi dari New World Translation memberikan bantuan dalam mengucapkan nama-nama diri. Sistemnya sama dengan cara yang digunakan seorang ahli untuk Revised Standard Version tahun 1952. Nama diri itu dibagi menjadi suku-suku kata yang dipisahkan oleh sebuah titik atau aksen (’). Tanda aksen mengikuti suku kata yang mendapat tekanan utama dalam mengucapkan kata tersebut. Jika suku kata yang beraksen berakhir dengan huruf hidup, maka huruf hidup itu diucapkan panjang. Jika suatu suku kata berakhir dengan huruf mati, maka huruf hidup dalam suku kata itu diucapkan pendek.

      28 Sebagai contoh perhatikan Ayub 4:1. Di sini ayat itu berbicara tentang ”El’i·phaz orang Te’man.” Meskipun aksen pada dua kata itu jatuh pada suku kata pertama, maka huruf ”e” dalam dua hal ini harus diucapkan berbeda. Pada ”El’i·phaz” tanda aksen jatuh setelah huruf mati ”l” membuat huruf hidup ”e” pendek, seperti pada ”end” (akhir). Sedangkan pada ”Te’man” aksen jatuh langsung setelah huruf hidup ”e” membuatnya panjang, seperti ”e” pertama pada ”Eden.” Bila dua huruf hidup ”a” dan ”i” digabungkan, seperti pada ”Mor’de·khai” di Ester 2:5 dan ”Si’nai” di Keluaran 19:1, ”ai” diucapkan biasa, seperti pada kata ”sampai.”

      29. Apakah New World Translation hanya sekedar perbaikan dari terjemahan-terjemahan yang lebih awal, dan corak-corak apa menguatkan jawaban anda?

      29 Suatu Terjemahan yang Baru. New World Translation adalah terjemahan yang baru dari bahasa-bahasa asli Alkitab yaitu Ibrani, Aramaik, dan Yunani. Ini sama sekali bukan perbaikan dari terjemahan Inggris lain mana pun, bukan juga meniru terjemahan lain dalam hal gaya, perbendaharaan kata, atau irama. Untuk bagian Ibrani-Aramaik, digunakan teks Biblia Hebraica dari Rudolf Kittel yang telah disempurnakan dan diakui secara universal, edisi ke-7, ke-8, dan ke-9 (1951-55). Edisi baru dari teks yang dikenal sebagai Biblia Hebraica Stuttgartensia, dari tahun 1977, digunakan untuk memperbarui keterangan yang disajikan dalam catatan kaki dari New World Translation—With References. Bagian bahasa Yunani diterjemahkan terutama dari teks terkenal bahasa Yunani yang disusun oleh Wescott dan Hort, diterbitkan pada tahun 1881. Akan tetapi, Panitia Penerjemahan Alkitab Dunia Baru juga memeriksa teks-teks Yunani yang lain, termasuk teks Yunani Nestle (1948). Gambaran-gambaran mengenai teks-teks induk yang menakjubkan ini disajikan dalam Pelajaran 5 dan 6 dari buku ini. Panitia Penerjemahan telah membuat suatu terjemahan Alkitab yang berbobot dan saksama, dan ini telah menghasilkan teks yang jelas dan hidup, membuka jalan kepada pengertian yang lebih dalam, dan lebih memuaskan mengenai Firman Allah.

      30. Bagaimana seorang kritikus menilai terjemahan ini?

      30 Perhatikan penilaian seorang kritikus mengenai terjemahan ini: ”Terjemahan-terjemahan Kitab-Kitab Ibrani yang asli ke dalam bahasa Inggris sangatlah sedikit. Karena itu kita sangat senang menyambut penerbitan bagian pertama (dari Kitab-Kitab Ibrani) New World Translation, yaitu Kejadian sampai Rut. . . . Terjemahan ini rupanya telah membuat usaha khusus agar dapat mudah dibaca. Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa terjemahan itu kurang segar atau berbeda jauh dari aslinya. Istilah-istilah yang digunakannya sama sekali tidak didasarkan atas terjemahan-terjemahan yang terdahulu.”b

      31. Bagaimana seorang sarjana bahasa Ibrani menilai New World Translation?

      31 Sarjana Ibrani Profesor Dr. Benjamin Kedar dari Israel, dalam suatu wawancara dengan wakil dari Lembaga Menara Pengawal, mengevaluasi New World Translation seperti berikut: ”Dalam riset linguistik sehubungan dengan Alkitab dan terjemahan-terjemahan Ibrani, saya sering membuat acuan kepada edisi Inggris dari apa yang dikenal sebagai New World Translation. Dengan melakukan demikian, saya mendapati perasaan saya berulang-ulang menyatakan bahwa karya ini mencerminkan usaha yang tulus untuk mencapai pengertian mengenai teks sesaksama mungkin. Seraya memberikan bukti adanya penguasaan yang luas dari bahasa aslinya, buku ini menerjemahkan kata-kata asli ke dalam bahasa kedua dengan cara yang mudah dimengerti tanpa penyimpangan yang tak perlu dari struktur spesifik bahasa Ibrani. . . . Setiap pernyataan bahasa mempunyai ruang gerak tertentu dalam menginterpretasi atau menerjemahkan. Maka pemecahan linguistik dalam kasus tertentu apa pun dapat saja menjadi bahan perdebatan. Tetapi saya belum pernah menemukan dalam New World Translation niat apa pun yang menyimpang untuk memasukkan sesuatu dalam teks yang sebenarnya tidak terkandung di situ.”c

      32. Sejauh mana New World Translation bersifat harfiah, dan dengan manfaat apa?

      32 Suatu Terjemahan Harfiah. Kesaksamaan terjemahan juga ditunjukkan dalam hal sifatnya yang harfiah. Hal ini menuntut persesuaian hampir kata demi kata antara terjemahan ke dalam bahasa Inggris dengan teks-teks Ibrani dan Yunani. Dalam penyajian teks ke dalam bahasa terjemahan yang dituju, tingkat keharfiahannya harus sama tinggi dengan yang diperbolehkan oleh ungkapan dalam bahasa aslinya. Lebih lanjut, sifat harfiah menuntut agar susunan kata dari kebanyakan penerjemahannya sama dengan bahasa Ibrani atau Yunaninya, dengan demikian mempertahankan tekanan dalam tulisan-tulisan yang asli. Melalui terjemahan harfiah, aroma, warna, dan irama dari tulisan-tulisan yang asli dapat disampaikan dengan saksama.

      33. Bagaimana kadang-kadang penyimpangan dari teks yang harfiah ditangani?

      33 Kadang-kadang terdapat penyimpangan dari teks aslinya, dengan maksud menyampaikan idiom-idiom Ibrani atau Yunani yang sulit ke dalam istilah-istilah yang dapat dimengerti. Namun, dalam New World Translation edisi referensi, hal ini telah dibawa kepada perhatian pembaca melalui catatan kaki yang memberikan terjemahan harfiah.

      34. (a) Apa akibat-akibat dari tindakan meninggalkan terjemahan yang harfiah? (b) Lukiskan.

      34 Banyak penerjemah Alkitab telah meninggalkan terjemahan yang harfiah karena mereka lebih mementingkan apa yang disebut keluwesan bahasa dan bentuk. Mereka berargumentasi bahwa terjemahan harfiah bersifat kaku, dan terbatas. Namun, dengan meninggalkan terjemahan yang harfiah melalui penggunaan uraian dengan kata-kata sendiri dan interpretasi, telah mengakibatkan banyak penyimpangan dari pernyataan kebenaran yang asli dan saksama. Mereka sesungguhnya telah mengaburkan pikiran-pikiran Allah sendiri. Misalnya, seorang pensiunan dekan dari sebuah universitas besar di Amerika pernah menuduh Saksi-Saksi Yehuwa merusak keindahan dan keluwesan Alkitab. Alkitab yang ia maksudkan ialah King James Version, yang sudah lama dipuja sebagai standar bahasa Inggris yang indah. Ia mengatakan: ’Coba lihat apa yang telah kalian lakukan dengan Mazmur 23. Kalian telah merusak alunan dan keindahan dengan terjemahan kalian ”Je/ho/vah/is/my/shep/herd” (Yehuwa adalah gembalaku). Tujuh suku kata sebaliknya daripada enam. Ini keterlaluan. Ini tidak seimbang. Tidak ada irama. Alkitab King James memberikan terjemahan yang tepat dengan keenam suku katanya yang seimbang—”The/Lord/is/my/shep/herd” (Tuhan adalah gembalaku).’ Protes diajukan kepada guru besar itu bahwa lebih penting menerjemahkan dengan cara yang dilakukan oleh Daud, penulis Alkitab itu, lakukan. Apakah Daud menggunakan istilah umum ”Tuhan,” atau apakah ia menggunakan nama ilahi? Guru besar itu mengakui bahwa Daud menggunakan nama ilahi, tetapi ia masih berargumentasi bahwa demi keindahan dan keluwesan, kata ”Tuhan” dapat dibenarkan penggunaannya. Betapa lemahnya alasan untuk menghapuskan nama Yehuwa yang termasyhur dari mazmur untuk kepujian bagi-Nya!

      35. Untuk apa kita patut bersyukur kepada Allah, dan apa harapan serta doa kita?

      35 Beribu-ribu penerjemahan telah dikorbankan dengan cara ini di hadapan mezbah konsep manusia mengenai keindahan bahasa, dan ini mengakibatkan ketidaksaksamaan dalam banyak terjemahan Alkitab. Kita bersyukur kepada Allah bahwa Ia telah menyediakan New World Translation, dengan teks Alkitabnya yang jelas dan saksama! Semoga nama-Nya yang agung, Yehuwa, dimuliakan di dalam hati semua orang yang membacanya!

  • Pelajaran Nomor 8​—Keuntungan-Keuntungan dari ”New World Translation”
    “Segenap Alkitab Diilhamkan Allah dan Bermanfaat”
    • Pelajaran Nomor 8​—Keuntungan-Keuntungan dari ”New World Translation”

      Suatu pembahasan tentang bahasanya yang modern, keseragamannya, terjemahan kata-kata kerja yang saksama, dan pernyataan-pernyataan yang dinamis tentang Firman Allah yang terilham.

      1. (a) Kecenderungan apa diperbaiki oleh New World Translation, dan bagaimana? (b) Dalam bahasa Inggris, mengapa Jehovah digunakan sebaliknya daripada Yahweh atau bentuk yang lain?

      PADA tahun-tahun belakangan ini telah diterbitkan sejumlah terjemahan Alkitab modern yang sudah banyak membantu para pencinta Firman Allah memahami tulisan-tulisan yang asli dengan cepat. Akan tetapi, banyak terjemahan telah menghapuskan penggunaan nama ilahi dari tulisan-tulisan suci itu. Sebaliknya, Alkitab New World Translation memuliakan dan menghormati nama yang layak dari Allah Yang Maha Tinggi dengan memulihkan nama itu pada tempat-tempat yang semestinya dalam teks itu. Nama itu sekarang muncul di 6.973 tempat dalam bagian Kitab Ibrani, serta di 237 tempat dalam bagian Kitab Yunani, seluruhnya berjumlah 7.210. Bentuk Yahweh pada umumnya lebih disukai oleh para sarjana Ibrani, tetapi kepastian dalam pengucapannya tidak diketahui dewasa ini. Karena itu, bentuk bahasa Latin Yehuwa terus digunakan karena nama itu telah digunakan selama berabad-abad dan merupakan terjemahan bahasa Inggris dari Tetragramaton yang paling umum diterima, atau nama dalam bahasa Ibrani yang terdiri dari empat huruf, יהוה. Sarjana bahasa Ibrani R. H. Pfeiffer mengulas: ”Apa pun yang mungkin dikatakan mengenai asal usulnya yang meragukan, ’Jehovah’ merupakan dan harus tetap merupakan terjemahan Inggris yang tepat dari Yahweh.”a

      2. (a) Apakah ada contoh-contoh sebelumnya dalam memulihkan nama ilahi dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen? (b) Dengan demikian, keragu-raguan apa dihilangkan?

      2 New World Translation bukanlah terjemahan pertama yang memulihkan nama ilahi dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen. Paling tidak mulai abad keempat belas dan seterusnya, banyak penerjemah merasa harus memulihkan nama Allah dalam teks, terutama pada tempat-tempat di mana para penulis Kitab-Kitab Yunani Kristen mengutipnya dari teks-teks Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama ilahi. Banyak terjemahan ke dalam bahasa modern oleh para misionaris, termasuk terjemahan-terjemahan dari Kitab-Kitab Yunani ke dalam bahasa Afrika, Asia, Amerika, dan bahasa di Kepulauan Pasifik, menggunakan nama Yehuwa secara bebas, seperti halnya beberapa terjemahan ke dalam bahasa Eropa. Di mana pun nama ilahi diterjemahkan, keragu-raguan tidak ada lagi mengenai ”Tuhan” mana yang dimaksudkan. Ini adalah Tuhan dari langit dan bumi, Yehuwa, yang nama-Nya dimuliakan dengan menjaganya tetap unik dan terpisah dalam New World Translation of the Holy Scriptures.b

      3. Dengan cara apa saja New World Translation membantu menyampaikan kekuatan, keindahan, dan pengertian dari tulisan-tulisan yang asli?

      3 New World Translation lebih lanjut memuliakan nama Yehuwa dengan mempersembahkan Kitab-Kitab-Nya yang terilham dalam bahasa yang jelas dan mudah dimengerti, menyampaikan arti yang dimaksud secara sederhana kepada pikiran si pembaca. Alkitab ini menggunakan bahasa modern yang sederhana, berupaya sekonsisten mungkin dalam terjemahannya, dengan saksama menceritakan perbuatan atau keadaan yang dinyatakan dalam kata-kata kerja bahasa Ibrani dan Yunani, dan memperlihatkan perbedaan antara bentuk jamak dan tunggal dalam penggunaan kata ganti ”kamu” dan pada waktu menggunakan kata kerja bentuk perintah yang dalam konteks tidak jelas diperlihatkan. Dengan cara ini dan cara yang lain, New World Translation sedapat mungkin menjelaskan dengan bahasa yang modern, kekuatan, keindahan, dan arti dari tulisan-tulisan yang asli.

      DINYATAKAN DALAM BAHASA MODERN

      4. (a) Maksud yang mulia apa pernah dinyatakan oleh seorang penerjemah Alkitab dulu? (b) Apa yang kemudian perlu dilakukan dengan berlalunya waktu?

      4 Terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih lama memuat banyak kata yang sudah usang yang berasal dari abad ke-16 dan ke-17. Meskipun sekarang tidak dimengerti, kata-kata itu dulu dimengerti. Misalnya, seorang yang banyak berperan dalam memasukkannya dalam Alkitab bahasa Inggris adalah William Tyndale, yang dilaporkan pernah mengatakan kepada salah seorang penentang religiusnya: ”Jika Allah memperpanjang umurku, sebelum banyak tahun lewat aku akan membuat seorang anak yang menarik bajak mengenal lebih banyak tentang Alkitab daripada kamu.” Terjemahan Tyndale dari Kitab-Kitab Yunani cukup mudah untuk dimengerti seorang anak yang membajak pada zamannya itu. Akan tetapi, banyak kata yang digunakannya sekarang sudah kuno, sehingga ’seorang anak yang membajak’ tidak lagi dapat mengerti dengan jelas arti dari banyak kata dalam Alkitab terjemahan King James Version dan terjemahan-terjemahan lain yang lebih tua. Maka, telah dirasakan kebutuhan untuk menghilangkan selubung bahasa kuno dan memulihkan Alkitab kepada bahasa biasa yang umum digunakan orang.

      5. Dalam bahasa apa seharusnya Alkitab ditulis, dan mengapa?

      5 Penulisan Kitab-Kitab yang terilham dilakukan dalam bahasa sehari-hari. Para rasul dan orang-orang Kristiani lainnya pada masa awal tidak menggunakan bahasa Yunani klasik dari para ahli filsafat seperti Plato. Mereka menggunakan bahasa Yunani sehari-hari, yaitu Koine, atau bahasa Yunani umum. Jadi, Kitab-Kitab Yunani, seperti Kitab-Kitab Ibrani yang ada sebelumnya, ditulis dalam bahasa sehari-hari. Maka penting sekali bahwa terjemahan-terjemahan dari Kitab-Kitab yang asli juga dilakukan dalam bahasa sehari-hari, sehingga mudah dimengerti. Untuk maksud inilah New World Translation menggunakan, bukan bahasa kuno dari tiga atau empat abad yang lalu, melainkan bahasa modern yang jelas dan ekspresif, sehingga para pembaca benar-benar mengetahui apa yang Alkitab katakan.

      6. Jelaskan manfaat menggunakan istilah-istilah yang umum sebagai ganti kata-kata yang usang.

      6 Untuk memberikan gambaran tertentu tentang besarnya perubahan dalam bahasa Inggris dari abad ke-17 ke abad ke-20, perhatikan perbandingan-perbandingan berikut ini dari Alkitab King James Version dan New World Translation. ”Suffered” (Mendapat) dalam King James Version menjadi ”allowed” (membiarkan) dalam New World Translation (Kej. 31:7), ”was bolled” (”mempunyai kotak benih”) menjadi ”had flower buds” (bersemi) (Kel. 9:31), ”spoilers”(”perusak-perusak”) menjadi ”pillagers” (”perampok-perampok”) (Hak. 2:14), ”ear his ground” menjadi ”do his plowing” (membajak) (1 Sam. 8:12), ”when thou prayest” menjadi ”when you pray” (bila kamu berdoa) (Mat. 6:6), ”sick of the palsy” menjadi ”paralytic” (lumpuh) (Mrk. 2:3), ”quickeneth” menjadi ”makes . . . alive” (menghidupkan) (Roma 4:17), ”shambles” (tempat menyembelih) menjadi ”meat market” (pasar daging) (1 Kor. 10:25), ”letteth” menjadi ”acting as a restraint” (menjadi penghalang) (2 Tes. 2:7), dan sebagainya. Dalam hal ini nilai dari New World Translation dalam menggunakan kata-kata yang lazim dipakai sebagai ganti kata-kata yang sudah kedaluwarsa, patut dihargai.

      KESERAGAMAN TERJEMAHAN

      7. Bagaimana New World Translation konsisten dalam terjemahannya?

      7 New World Translation berusaha keras untuk bersifat konsisten dalam terjemahan-terjemahannya. Untuk sebuah kata Ibrani atau Yunani, digunakan satu kata bahasa Inggris, dan kata ini digunakan secara seragam jika cocok dengan tata bahasa atau hubungannya dalam memberikan pengertian bahasa Inggris yang sepenuhnya. Sebagai contoh, kata Ibrani neʹphesh diterjemahkan secara konsisten ”soul” (jiwa). Kata Yunaninya, psy·kheʹ, diterjemahkan ”soul” setiap kali kata itu muncul.

      8. (a) Berikan contoh homograf. (b) Bagaimana kata-kata ini ditangani dalam penerjemahan?

      8 Di beberapa tempat timbul persoalan dalam menerjemahkan homograf. Ini adalah kata-kata dalam bahasa asli yang ejaannya sama tetapi mempunyai arti dasar yang berlainan. Maka, kesulitannya ialah bagaimana menggunakan kata yang tepat artinya pada waktu menerjemahkan. Dalam bahasa Inggris terdapat homograf seperti ”Polish” (orang Polandia) dan ”polish” (menyemir) dan ”lead” (domba) dan ”lead” (pipa), ejaannya sama, tetapi mempunyai arti yang sangat berbeda. Satu contoh dalam Alkitab yaitu kata Ibrani rav, mengandung arti beberapa kata dasar yang berlainan, dan karena itu kata-kata ini diterjemahkan berbeda-beda dalam New World Translation. Kata rav pada umumnya berarti ”banyak,” seperti dalam Keluaran 5:5. Akan tetapi, kata rav yang digunakan untuk gelar, seperti dalam ”Rabshakeh” (bahasa Ibr., Rav-sha·qehʹ) di 2 Raja 18:17, berarti ”kepala,” seperti ketika diterjemahkan ”kepala istananya” di Daniel 1:3. (Lihat juga Yeremia 39:3, catatan kaki, NW.) Kata rav, identik dalam bentuk, berarti ”pemanah,” diterjemahkan demikian di Yeremia 50:29. Ahli kata-kata, seperti L. Koehler dan W. Baumgartner, oleh para penerjemah telah diakui sebagai orang-orang yang berwenang dalam memisahkan kata-kata yang ejaannya sama.

      9. Bagaimana seorang komentator bahasa Ibrani dan Yunani memuji New World Translation?

      9 Berkenaan keseragaman ini, perhatikan apa yang telah dikatakan oleh komentator bahasa Ibrani dan Yunani, Alexander Thomson, dalam tinjauannya atas New World Translation of the Christian Greek Scriptures: ”Terjemahan itu jelas merupakan hasil karya sarjana-sarjana yang terlatih dan pandai, yang telah berusaha memberikan sebanyak mungkin arti sesungguhnya dari teks Yunani dalam bahasa Inggris. Terjemahan ini bermaksud untuk tetap berpaut pada satu arti dalam bahasa Inggris untuk setiap kata Yunani yang penting, dan seharfiah mungkin. . . . Kata yang biasanya diterjemahkan ’justify’ umumnya diterjemahkan dengan tepat sekali sebagai ’declare righteous’ (dinyatakan benar). . . . Kata untuk Salib diterjemahkan ’tiang siksaan’ yang merupakan suatu perbaikan lain lagi. . . . Lukas 23:43 diterjemahkan dengan baik, ’Sesungguhnya aku berkata kepadamu hari ini, engkau akan beserta aku di dalam Firdaus.’ Ini merupakan kemajuan besar dibanding dengan kebanyakan terjemahan lain.” Mengenai terjemahan Kitab-Kitab Ibrani, peninjau yang sama memberikan komentar ini: ”New World Version adalah buku yang patut dimiliki. Buku itu segar dan hidup, dan membuat pembaca berpikir dan belajar. Ini bukan karya Kritikus-Kritikus Alkitab, melainkan sarjana-sarjana yang menghormati Allah dan Firman-Nya.”—The Differentiator, April 1952, halaman 52-7, dan Juni 1954, halaman 136.

      10. Jelaskan bagaimana sifat konsisten New World Translation menjunjung kebenaran Alkitab.

      10 Sifat konsisten dalam New World Translation telah memenangkan bagi banyak orang pembahasan teknis Alkitab dalam masyarakat. Misalnya, beberapa tahun yang lalu, suatu perkumpulan dari para penganut pemikiran bebas di New York yang meminta kepada Lembaga Menara Pengawal untuk mengirimkan dua pembicara guna memberikan ceramah kepada mereka mengenai soal-soal Alkitab, dan permohonan mereka dikabulkan. Orang-orang terpelajar ini berpaut kepada peribahasa Latin, falsum in uno falsum in toto, yang berarti bahwa suatu argumen yang dibuktikan salah dalam satu hal berarti seluruhnya salah. Selama pembahasan itu, seorang pria menentang Saksi-Saksi Yehuwa soal keandalan Alkitab. Ia minta agar Kejadian 1:3 dibacakan kepada hadirin, dan ini dilakukan, dari Alkitab New World Translation: ”Dan Allah berkata: ’Biarlah terang itu jadi.’ Maka jadilah terang itu.” Karena merasa yakin, ia kemudian menunjuk Kejadian 1:14, dan ayat ini juga dibacakan dari New World Translation: ”Dan Allah berkata: ’Biarlah jadi benda-benda bercahaya di bentangan langit.’” ”Berhenti,” ia berseru, ”apa yang sedang anda baca? Alkitab saya mengatakan bahwa Allah menjadikan terang pada hari pertama, dan sekali lagi pada hari keempat, dan ini tidak konsisten.” Meskipun ia mengatakan mengetahui bahasa Ibrani, harus juga ditunjukkan kepadanya bahwa kata Ibrani yang diterjemahkan ”terang” dalam ayat 3 adalah ʼohr, sedangkan kata dalam ayat 14 berbeda, yaitu ma·ʼohrʹ, yang berarti bintang, atau sumber cahaya. Orang terpelajar itu duduk menerima kekalahan.c Sifat konsisten yang tulus dari New World Translation telah memenangkan soal itu, serta menjunjung Alkitab sebagai dapat dipercaya dan bermanfaat.

      TERJEMAHAN KATA KERJA YANG SAKSAMA

      11. Sifat dinamis apa dari Kitab-Kitab yang asli terpelihara dalam New World Translation? Cara bagaimana?

      11 New World Translation memberi perhatian khusus dalam menyampaikan pengertian mengenai tindakan dari kata-kata kerja dalam bahasa Yunani dan Ibrani. Dengan berbuat demikian, New World Translation berusaha memelihara pesona yang istimewa, kesederhanaan, kekuatan, dan gaya ekspresi dari tulisan-tulisan dalam bahasa asli. Maka, diperlukan kata-kata kerja bantu dalam bahasa Inggris guna menyampaikan secara saksama keadaan sebenarnya dari perbuatan-perbuatan itu. Karena kekuatan dari kata-kata kerjanyalah, Kitab-Kitab yang asli ini begitu dinamis dan ekspresif.

      12. (a) Dalam satu hal apa bahasa Ibrani berbeda dengan bahasa-bahasa Barat? (b) Jelaskan kedua keadaan kata kerja Ibrani.

      12 Kata kerja Ibrani tidak mempunyai ”tense” (bentuk waktu) dalam arti istilah ”tense” seperti digunakan oleh kebanyakan bahasa di Barat. Dalam bahasa Inggris, kata kerja dipandang terutama dari segi masa, atau waktu: lampau, sekarang, dan yang akan datang. Sebaliknya, kata kerja Ibrani pada dasarnya menyatakan keadaan dari perbuatan, yaitu, perbuatan dipandang selesai (keadaan sempurna) atau belum selesai (keadaan tidak sempurna). Keadaan-keadaan dari sebuah kata kerja Ibrani ini dapat digunakan untuk menunjukkan perbuatan-perbuatan di masa lampau atau di masa depan, konteksnya yang menjadi penunjuk waktu. Misalnya, keadaan kata kerja yang sempurna atau selesai tentu saja mewakili perbuatan-perbuatan di masa lampau, tetapi ini juga dipakai untuk membicarakan suatu kejadian di masa depan, seolah-olah hal itu sudah terjadi dan sudah lewat, dengan demikian memperlihatkan kepastian di masa yang akan datang atau kewajiban agar hal itu terjadi.

      13. Mengapa pandangan yang tepat terhadap keadaan kata kerja Ibrani penting untuk mencapai pengertian yang benar dari Kejadian 2:2, 3?

      13 Menyampaikan dengan saksama keadaan kata kerja Ibrani ke dalam bahasa Inggris memang sangat penting; jika tidak, pengertiannya dapat berubah dan pemikiran yang diungkapkan dapat sama sekali berbeda. Sebagai contoh mengenai ini, pertimbangkan ungkapan-ungkapan kata kerja dalam Kejadian 2:2, 3. Dalam banyak terjemahan, sewaktu berbicara tentang Allah beristirahat pada hari ketujuh, ungkapan-ungkapan seperti ”ia beristirahat,” ”ia berhenti,” ”ia telah berhenti,” ”kemudian ia beristirahat,” ”Allah beristirahat,” dan ”ia telah beristirahat” digunakan. Dari perkataan-perkataan ini seorang akan menyimpulkan bahwa istirahat Allah pada hari ketujuh sudah lewat. Tetapi perhatikan bagaimana New World Translation menyampaikan arti dari kata-kata kerja yang digunakan dalam bagian di Kejadian 2:2, 3: ”Dan pada hari ketujuh Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya yang telah Ia lakukan, dan Ia mulai beristirahat pada hari ketujuh itu dari segala pekerjaan-Nya yang telah Ia lakukan. Dan Allah mulai memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia sedang beristirahat dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” Ungkapan dalam ayat 2 ”Ia mulai beristirahat” merupakan kata kerja yang dalam bahasa Ibrani mempunyai keadaan belum selesai dan karena itu mengungkapkan gambaran dari suatu perbuatan yang belum selesai atau masih sedang berlangsung. Terjemahan ”Ia mulai beristirahat” selaras dengan apa yang dikatakan di Ibrani 4:4-7. Sebaliknya, kata kerja di Kejadian 2:3 berada dalam keadaan sempurna, tetapi agar selaras dengan ayat 2 dan Ibrani 4:4-7, ini diterjemahkan ”Ia sedang beristirahat.”

      14. Untuk menghindari pandangan keliru mengenai ”konsekutif waw,” apa yang New World Translation usahakan berkenaan kata-kata kerja Ibrani?

      14 Salah satu alasan untuk ketidaktepatan dalam menerjemahkan bentuk-bentuk kata kerja Ibrani adalah teori tata bahasa yang dewasa ini disebut konsekutif waw. Waw (ו) adalah kata penghubung dalam bahasa Ibrani yang pada dasarnya berarti ”dan.” Kata itu tidak pernah berdiri sendiri tetapi selalu diikuti dengan kata lain tertentu, sering kali dengan kata kerja Ibrani, sehingga membentuk satu kata dengannya. Beberapa orang pernah dan masih menyatakan bahwa hubungan ini dapat mengubah kata kerja dari satu keadaan ke keadaan lain, yaitu, dari bentuk tidak sempurna menjadi bentuk sempurna (seperti telah dilakukan dalam banyak terjemahan, termasuk yang modern, di Kejadian 2:2, 3) atau dari sempurna menjadi tidak sempurna. Pengaruh ini dilukiskan juga dengan istilah ”konversif waw.” Penerapan yang keliru dari bentuk kata kerja ini telah mengakibatkan banyak kekacauan dan salah terjemahan dari teks Ibrani. New World Translation tidak beranggapan bahwa huruf waw mempunyai pengaruh apa pun untuk mengubah keadaan kata kerja. Sebaliknya, usaha dibuat untuk memperlihatkan kekuatan yang tepat dan khas dari kata kerja Ibrani, dengan demikian mempertahankan pengertian aslinya secara saksama.d

      15. (a) Dengan cara apa kata-kata kerja Yunani telah diterjemahkan? (b) Jelaskan manfaat dari menyajikan gagasan kesinambungan dengan benar.

      15 Kesaksamaan serupa diterapkan dalam menerjemahkan kata kerja Yunani. Dalam bahasa Yunani bentuk waktu kata kerja mengungkapkan tidak hanya waktu dari suatu perbuatan atau keadaan tetapi juga jenis perbuatan, apakah sesaat, baru mulai, sedang berlangsung, berulang-ulang, atau sudah selesai. Perhatian kepada pengertian-pengertian demikian dalam bentuk-bentuk kata kerja Yunani menghasilkan terjemahan yang tepat dengan kekuatan penuh dari perbuatan yang dilukiskan. Misalnya, dengan memberikan pengertian mengenai gagasan kesinambungan yang muncul dalam kata kerja Yunani tidak hanya mengungkapkan suasana yang benar dari suatu situasi tetapi juga membuat teguran dan anjuran menjadi lebih tegas. Misalnya, ketidakpercayaan yang bersinambung dari orang-orang Farisi dan Saduki diperlihatkan melalui kata-kata Yesus: ”Suatu generasi yang jahat dan berzinah terus mencari suatu tanda.” Dan perlunya perbuatan yang terus-menerus dalam perkara-perkara yang benar dengan tepat dinyatakan oleh kata-kata Yesus: ”Teruslah kasihi musuh-musuhmu.” ”Maka teruslah cari dulu kerajaan itu.” Teruslah minta, dan akan diberi kepadamu; teruslah cari, dan kamu akan mendapat; teruslah ketuk, dan akan dibukakan bagimu.”—Mat. 16:4; 5:44; 6:33; 7:7.

      16. Dengan memperhatikan bentuk waktu aorist, bagaimana komentar Yohanes mengenai ”dosa” di 1 Yohanes 2:1 dinyatakan dengan benar?

      16 Bahasa Yunani mempunyai suatu ”tense” atau bentuk waktu yang tidak biasa yang disebut aorist, menunjuk kepada perbuatan yang bersifat sesaat. Kata kerja dalam bentuk aorist dapat diterjemahkan dengan berbagai macam cara, menurut ikatan kalimatnya. Satu cara penggunaan ialah untuk menunjukkan satu perbuatan dari suatu jenis tertentu, namun tidak dihubungkan dengan waktu tertentu mana pun. Contoh seperti ini ditemukan dalam 1 Yohanes 2:1, yang banyak versi menerjemahkan kata kerjanya sebagai ”dosa” untuk memungkinkan adanya pengertian akan suatu tindakan dosa yang terus-menerus, sedangkan New World Translation berbunyi, ”melakukan suatu dosa,” yaitu satu perbuatan dosa. Ini memberikan pengertian yang benar bahwa jika seorang Kristiani melakukan suatu perbuatan dosa, ia mempunyai Yesus Kristus, yang bertindak sebagai pembela, atau pembantu, beserta Bapa Surgawi. Jadi, 1 Yohanes 2:1 sama sekali tidak bertentangan tetapi hanya berbeda dengan penghukuman atas ’praktik dosa’ [perbuatan berulang kali] yang terdapat di 1 Yohanes 3:6-8 dan 5:18.e

      17. Selain menunjukkan perbuatan yang masih berlangsung, apa lagi yang mungkin dinyatakan oleh bentuk waktu tidak sempurna dalam bahasa Yunani? Jelaskan.

      17 Bentuk waktu yang tidak sempurna dalam bahasa Yunani dapat menyatakan tidak hanya suatu perbuatan yang masih berlangsung tetapi juga suatu perbuatan yang diusahakan tetapi tidak diselesaikan. Perhatikan bagaimana Ibrani 11:17 dalam Alkitab King James Version mengatakan: ”Oleh karena iman Abraham, ketika ia diuji, mempersembahkan Ishak: dan ia yang telah menerima janji-janji itu mempersembahkan putranya yang tunggal.” Kata kerja ”mempersembahkan” dalam bahasa Yunani mempunyai bentuk yang berbeda dalam dua kejadian ini. Kejadian yang pertama dalam bentuk waktu yang sempurna (selesai), sedangkan yang kedua dalam bentuk tidak sempurna (sedang berlangsung pada waktu lampau). New World Translation, dengan mengingat bentuk-bentuk waktu yang berbeda itu, menerjemahkan ayat itu: ”Abraham, pada waktu ia diuji, seolah-olah telah mengorbankan Ishak, dan ia . . . berusaha untuk mengorbankan putranya yang tunggal.” Pengertian selesai dari kata kerja pertama dengan demikian dipertahankan, sementara bentuk waktu yang tidak sempurna dari kata kerja kedua menunjukkan bahwa perbuatan tersebut direncanakan atau diusahakan tetapi belum dilaksanakan sampai selesai.—Kej. 22:9-14.

      18. Apa yang dihasilkan oleh perhatian saksama terhadap fungsi bagian-bagian kalimat yang lain? Berikan sebuah contoh.

      18 Perhatian saksama kepada fungsi dari bagian-bagian kalimat yang lain, seperti kasus dari kata-kata benda, telah membawa kepada penjelasan atas hal-hal yang kelihatannya bertentangan. Misalnya, di Kisah 9:7, ketika menceritakan pengalaman yang menakjubkan dari Saulus dalam perjalanan menuju Damaskus, sejumlah terjemahan mengatakan bahwa orang-orang yang beserta dia ’mendengar suara’ tetapi tidak melihat seorang pun. Kemudian, Kisah 22:9, ketika Paulus menceritakan kejadian ini, terjemahan-terjemahan yang sama berbunyi bahwa meskipun mereka melihat sinar itu, ’mereka tidak mendengar suara.’ Akan tetapi, dalam ayat yang pertama, kata Yunani untuk ”suara” ada dalam bentuk genitif, tetapi dalam ayat yang kedua, kata itu ada dalam bentuk akusatif, seperti di Kisah 9:4. Mengapa ada perbedaan? Tidak satu pun kasus kata benda itu diungkapkan dalam terjemahan kedua ayat di atas dalam bahasa Inggris [maupun Indonesia], namun bahasa Yunani, dengan adanya perubahan kasus, menunjukkan sesuatu yang berbeda. Orang-orang itu secara harfiah mendengar ”suara” tetapi tidak mendengarnya seperti yang Paulus lakukan, yaitu, mendengar kata-kata dan memahaminya. Maka, Alkitab New World Translation, seraya memperhatikan penggunaan dari kasus genitif di Kisah 9:7, berbunyi bahwa orang-orang yang beserta dia ”memang mendengar bunyi dari suatu suara, tetapi tidak melihat seorang pun.”

      ”KAMU” BENTUK JAMAK DITUNJUKKAN

      19, 20. (a) Apa yang telah dilakukan New World Translation berkenaan bentuk-bentuk sapaan yang berisi sanjungan, dan mengapa? (b) Jelaskan bagaimana bentuk tunggal ”kamu” dapat dibedakan dari bentuk jamak.

      19 Bentuk-bentuk bahasa Inggris yang lebih kuno dari orang kedua tunggal, ”thee,” ”thou,” dan ”thy,” masih dipertahankan dalam beberapa terjemahan modern dalam kasus-kasus yang menunjuk kepada Allah. Akan tetapi, dalam bahasa-bahasa yang digunakan untuk menulis Alkitab, tidak ada bentuk khusus dari kata ganti orang untuk sapaan kepada Allah, tetapi bentuk yang sama digunakan seperti halnya untuk menyapa sesama rekan. Maka New World Translation tidak lagi menggunakan kata-kata yang berisi sanjungan ini dan memakai kata ganti dalam percakapan biasa ”kamu” atau ”engkau” dalam semua peristiwa. Untuk membedakan kata ganti orang kedua dalam bentuk jamak ”kamu” dan kata-kata kerja yang jumlah jamaknya tidak jelas dalam bahasa Inggris, kata-kata itu dicetak seluruhnya dengan huruf besar. Sering kali bermanfaat bagi pembaca untuk mengetahui apakah suatu ayat Alkitab menggunakan kata ”kamu” untuk orang perorangan, atau ”KAMU” sebagai suatu kelompok orang, suatu sidang.

      20 Sebagai contoh, di Roma 11:13 (NW) Paulus berbicara kepada banyak orang: ”Aku berkata kepada KAMU, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi.” Tetapi di ayat 17 bahasa Yunani mengubahnya menjadi ”kamu” bentuk tunggal, dan dikenakan kepada orang perorangan: ”Apabila beberapa cabang telah dipatahkan, dan kamu . . . dicangkokkan di antaranya.”

      NEW WORLD TRANSLATION DALAM BAHASA-BAHASA LAIN

      21. (a) Apa yang memungkinkan semakin banyak penduduk bumi dapat menikmati manfaat-manfaat dari New World Translation? (b) Berapa jumlah semua buku Alkitab New World Translation yang telah dicetak oleh Lembaga Menara Pengawal sampai tahun 1989?

      21 Pada tahun 1961 diumumkan bahwa Lembaga Menara Pengawal akan mulai menerjemahkan New World Translation ke dalam enam bahasa lain yang digunakan secara luas, yaitu, bahasa Belanda, Italia, Jerman, Perancis, Portugis, dan Spanyol. Pekerjaan menerjemahkan ini dipercayakan kepada penerjemah-penerjemah yang terlatih dan berbakti, semua bekerja sama di kantor pusat dari Lembaga Menara Pengawal di Brooklyn, New York. Mereka bekerja sebagai suatu panitia internasional besar di bawah pengarahan yang kompeten. Pada bulan Juli 1963, dalam Kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa ”Kabar Baik yang Kekal” di Milwaukee, Wisconsin, A.S., karya pertama dari pekerjaan penerjemahan ini mulai tersedia, yaitu pada waktu New World Translation of the Christian Greek Scriptures diperkenalkan secara serentak dalam keenam bahasa tersebut di atas. Sekarang penduduk bumi yang menggunakan bahasa-bahasa yang lain dari bahasa Inggris dapat mulai menikmati keuntungan-keuntungan dari terjemahan modern ini. Sejak itu, pekerjaan menerjemahkan terus berlanjut, sampai pada tahun 1989 New World Translation of the Holy Scriptures telah diterbitkan dalam 11 bahasa, dan lebih dari 56.000.000 eksemplar dicetak.f

      PERASAAN SYUKUR AKAN ALAT YANG AMPUH

      22, 23. Dengan cara-cara luar biasa apa terjemahan dari Kitab-Kitab yang terilham ini memberi faedah kepada seorang Kristiani?

      22 Alkitab New World Translation benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk menunjukkan bahwa ”segenap Alkitab diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat.” Dari hal-hal yang telah dibahas dalam pelajaran ini, kita dapat menghargai bahwa buku itu saksama dan dapat diandalkan dan bahwa buku itu dapat memberikan keriangan sejati kepada mereka yang ingin mendengar Allah berbicara dengan penuh semangat kepada manusia dalam bahasa modern yang hidup. Bahasa dari New World Translation menggairahkan kerohanian, dan cepat membuat pembaca memahami ungkapan yang dinamis dari Kitab-Kitab asli yang terilham. Kita tidak perlu lagi membaca berulang kali ayat-ayat tertentu agar dapat memahami pernyataan yang samar-samar. Kata-katanya ampuh dan jelas sejak permulaan.

      23 New World Translation of the Holy Scriptures adalah suatu terjemahan saksama dari Firman Allah, yaitu ”pedang roh.” Sebagai pedang roh, buku itu benar-benar merupakan senjata yang efektif dalam peperangan rohani seorang Kristiani, sebagai alat bantuan untuk ’merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah.’ Betapa baiknya buku itu telah memungkinkan kita untuk mengumumkan perkara-perkara yang berguna dan membina dengan pengertian yang lebih baik, yaitu perkara-perkara mulia sehubungan dengan Kerajaan Allah yang adil-benar—ya, ”perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah!”—Ef. 6:17; 2 Kor. 10:4, 5; Kis. 2:11.

      [Catatan Kaki]

      a Introduction to the Old Testament, Robert H. Pfeiffer, 1952, halaman 94.

      b Kingdom Interlinear Translation, Edisi 1985, halaman 1133-8.

      c Pemahaman Alkitab, Jil. 1, halaman 528.

      d Reference Bible, apendiks 3C, ”Kata-Kata Kerja Ibrani yang Menunjukkan Perbuatan yang Berkesinambungan atau Progresif.”

      e Pemahaman Alkitab, Jil. 1, halaman 1008.

      f Edisi-edisi lengkap diterbitkan dalam bahasa Belanda, Denmark, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugis, dan Spanyol (juga sebagian dalam bahasa Finlandia dan Swedia).

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan