-
Integritas Ayub—Mengapa Begitu Luar Biasa?Menara Pengawal—1986 (Seri 22) | Menara Pengawal—1986 (Seri 22)
-
-
16. Bagaimana Bildad meneruskan serangan Elifas, dan perumpamaan yang tidak benar apa yang ia gunakan?
16 Bildad melanjutkan serangan lisan itu. ”Kalau engkau bersih dan jujur,” katanya, ”maka tentu [Allah] akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.” Bildad menyatakan bahwa pandan dan mensiang (semacam rumput gelagah) akan menjadi kering dan mati tanpa air dan sebenarnya menyimpulkan bahwa ”semua orang yang melupakan Allah” juga demikian. Tetapi betapa kelirunya dia dalam menerapkan perumpamaan ini pada Ayub dan menambahkan, ”Lenyaplah harapan orang fasik”!—Ayub 8:6, 11-13.
-
-
Integritas Ayub—Mengapa Begitu Luar Biasa?Menara Pengawal—1986 (Seri 22) | Menara Pengawal—1986 (Seri 22)
-
-
Bildad yang marah karena sanggahan Ayub yang keras melawan argumen mereka, sebenarnya mengatakan, ’Terangmu akan dipadamkan. Semua kenangan tentang kehidupanmu akan lenyap. Itulah yang terjadi atas mereka yang melupakan Allah.’ (Ayub 18:5, 12, 13, 17-21)
-
-
Integritas Ayub—Mengapa Begitu Luar Biasa?Menara Pengawal—1986 (Seri 22) | Menara Pengawal—1986 (Seri 22)
-
-
Bildad mengakhiri serangan lisan itu. ’Siapa gerangan dapat membual, bahwa ia bersih?’ ia bertanya. ’Allah begitu mulia sehingga bahkan bulan dan bintang-bintang tidak ada artinya bagi Dia. Lebih-lebih lagi manusia, yang hanya seekor ulat dalam pandanganNya!’—Ayub 25:2-6.
-