-
Membangun Bersama dalam Skala GlobalSaksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
-
-
Kantor, Percetakan, dan Rumah Betel Seluas Dunia
Di seputar bola bumi pada tahun 1992 terdapat 99 kantor cabang Lembaga Menara Pengawal, yang masing-masing mengkoordinasi kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa pada bagiannya masing-masing di ladang dunia. Lebih dari sebagian cabang-cabang ini melakukan berbagai pencetakan untuk memajukan pekerjaan pendidikan Alkitab. Mereka yang bekerja di kantor-kantor cabang kebanyakan diberi pemondokan sebagai suatu keluarga besar di rumah-rumah yang dinamakan Betel, artinya ”Rumah Allah”. Karena ekspansi dalam jumlah Saksi-Saksi Yehuwa dan kegiatan pengabaran mereka, maka ada kebutuhan untuk memperluas fasilitas-fasilitas ini dan membangun yang baru.
Begitu cepatnya laju pertumbuhan organisasi sehingga sering kali ada 20 hingga 40 program perluasan kantor cabang demikian yang berlangsung pada suatu waktu. Ini mengharuskan adanya suatu program pembangunan internasional yang berskala luas.
Oleh karena besarnya jumlah pekerjaan pembangunan yang sedang dilakukan di seluas dunia, maka Lembaga Menara Pengawal mempunyai Departemen Rekayasa dan Gambar Rancang Bangun sendiri di kantor pusatnya di New York. Insinyur-insinyur dengan pengalaman bertahun-tahun telah meninggalkan pekerjaan duniawi mereka dan dengan sukarela membantu sepenuh waktu proyek-proyek pembangunan yang berhubungan langsung dengan kegiatan Kerajaan. Selain itu, mereka yang berpengalaman telah melatih pria dan wanita lain dalam pekerjaan rekayasa, desain, dan rancang bangun. Dengan mengkoordinasi pekerjaan melalui departemen ini, maka pengalaman yang diperoleh dalam pembangunan kantor cabang di banyak tempat di dunia dapat bermanfaat bagi mereka yang bekerja pada proyek-proyek di negeri-negeri lain.
Pada waktunya, karena banyaknya pekerjaan yang dilakukan, maka bermanfaat untuk membuka Kantor Rekayasa Regional di Jepang untuk membantu pembuatan cetak biru bangunan untuk proyek-proyek di Asia. Kantor-kantor Rekayasa Regional yang lain dibuka di Eropa dan Australia, dengan personel yang diambil dari berbagai negeri. Kantor-kantor ini erat bekerja sama dengan kantor pusat, dan jasa pelayanannya bersamaan dengan penggunaan teknologi komputer, menghemat juru gambar yang dibutuhkan di setiap lokasi pembangunan.
Beberapa proyek secara relatif tidak berukuran terlalu besar. Demikian halnya dengan kantor cabang yang dibangun di Tahiti pada tahun 1983. Bangunan ini mencakup ruang untuk kantor, gudang, dan akomodasi untuk delapan pekerja sukarela. Demikian pula halnya dengan bangunan kantor cabang empat tingkat yang didirikan di Pulau Martinik, Karibia selama tahun 1982 hingga 1984. Bangunan-bangunan ini mungkin kelihatannya tidak luar biasa bagi para warga kota besar di negeri-negeri lain, tetapi bangunan-bangunan ini menarik; perhatian masyarakat. Surat kabar France-Antilles menyatakan bahwa gedung kantor cabang di Martinik merupakan ”sebuah mahakarya arsitektur” yang mencerminkan ”kasih yang besar untuk pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik”.
Sebagai kontras dalam soal ukuran, gedung-gedung yang selesai dibangun di Kanada pada tahun 1981 mencakup sebuah percetakan yang luasnya lebih dari 9.300 meter persegi dan sebuah bangunan tempat tinggal untuk 250 sukarelawan. Di Cesario Lange, Brasil, kompleks Menara Pengawal yang selesai pada tahun yang sama mencakup delapan bangunan, dengan luas lantai hampir 46.000 meter persegi. Diperlukan semen, batu, dan pasir sebanyak 10.000 truk dan juga tiang-tiang beton yang cukup untuk mencapai dua kali ketinggian Gunung Everest! Pada tahun 1991, sewaktu sebuah percetakan baru yang besar selesai dibangun di Filipina, dianggap perlu juga untuk membangun sebuah bangunan tempat tinggal 11 tingkat.
Untuk memenuhi kebutuhan para pemberita Kerajaan yang jumlahnya meningkat di Nigeria, sebuah proyek pembangunan yang luas dimulai di Igieduma pada tahun 1984. Proyek ini mencakup sebuah gedung percetakan, sebuah bangunan kantor yang luas, empat bangunan tempat tinggal yang saling berhubungan, dan fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan. Direncanakan untuk membangun seluruh percetakan itu dengan bahan-bahan yang siap dipasang dan dikapalkan dari Amerika Serikat. Namun kemudian saudara-saudara dihadapkan kepada berbagai batas waktu impor yang tampaknya mustahil untuk dipenuhi. Sewaktu batas-batas waktu ini dipenuhi dan segala sesuatu tiba dengan selamat di lokasi pembangunan, Saksi-Saksi tidak menganggap mereka yang berjasa melainkan mengucapkan syukur kepada Yehuwa atas berkat-Nya.
Ekspansi yang Pesat di Seputar Bola Bumi
Begitu pesatnya kemajuan pekerjaan pemberitaan Kerajaan, sehingga bahkan sesudah ekspansi besar dari fasilitas kantor cabang di suatu negeri, sering kali perlu untuk mulai membangun lagi dalam waktu yang relatif singkat. Pertimbangkan beberapa contoh.
Di Peru sebuah kantor cabang baru yang bagus—dengan ruang kantor, 22 kamar tidur maupun fasilitas-fasilitas penting lainnya untuk para anggota keluarga Betel, dan sebuah Balai Kerajaan—selesai pada akhir tahun 1984. Tetapi sambutan kepada berita Kerajaan di negeri Amerika Selatan tersebut lebih besar daripada yang diantisipasi. Empat tahun kemudian kompleks yang sudah ada terpaksa harus dilipatgandakan, kali ini dengan menggunakan suatu desain anti gempa bumi.
Sebuah kompleks kantor cabang baru yang luas selesai dibangun di Kolombia pada tahun 1979. Kelihatannya ini akan memberikan tempat yang cukup untuk bertahun-tahun yang akan datang. Akan tetapi, dalam waktu tujuh tahun jumlah Saksi-Saksi di Kolombia telah hampir berlipatganda, dan kantor cabang kini mencetak majalah La Atalaya (Menara Pengawal) dan ¡Despertad! (Sedarlah!) bukan saja untuk Kolombia melainkan juga untuk empat negeri tetangga. Mereka harus mulai membangun lagi pada tahun 1987—kali ini di tanah yang tersisa untuk ekspansi.
Selama tahun 1980, Saksi-Saksi Yehuwa di Brasil membaktikan sekitar 14.000.000 jam untuk pengabaran berita Kerajaan kepada umum. Angka ini melonjak menjadi hampir 50.000.000 jam pada tahun 1989. Lebih banyak orang menunjukkan keinginan untuk dipuaskan rasa lapar rohaninya. Fasilitas kantor cabang yang luas yang ditahbiskan pada tahun 1981 sudah tidak memadai lagi. Menjelang bulan September 1988, penggalian untuk gedung percetakan yang baru sudah berlangsung. Gedung ini akan menyediakan ruangan 80 persen lebih luas daripada yang terdapat di gedung percetakan yang sudah ada, dan tentu saja, fasilitas tempat tinggal untuk keluarga Betel yang diperbanyak juga diperlukan.
Di Selters/Taunus, Jerman, kompleks percetakan Lembaga Menara Pengawal terbesar kedua ditahbiskan pada tahun 1984. Lima tahun kemudian, karena pertambahan di Jerman maupun peluang-peluang untuk meluaskan pekerjaan kesaksian di negeri-negeri yang lektur mereka biasa dicetak oleh kantor cabang di sana, maka dibuat perencanaan untuk memperluas percetakan hingga lebih dari 85 persen dan untuk menambah fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.
Kantor cabang Jepang telah pindah dari Tokyo ke fasilitas-fasilitas baru yang luas di Numazu pada tahun 1972. Ada ekspansi besar selanjutnya pada tahun 1975. Menjelang tahun 1978 tanah milik lainnya diperoleh, di Ebina; dan pembangunan gedung percetakan yang luasnya lebih dari tiga kali gedung yang ada di Numazu segera dimulai. Ini selesai pada tahun 1982. Itu masih belum mencukupi; lebih banyak bangunan ditambahkan pada tahun 1989. Apakah tidak mungkin untuk membangun sekali saja dan membuatnya cukup luas? Tidak. Jumlah pemberita Kerajaan di Jepang telah berlipat ganda berulang kali dengan cara yang tidak dapat diantisipasi oleh manusia mana pun. Dari 14.199 pada tahun 1972, barisan mereka telah melonjak hingga menjadi 137.941 pada tahun 1989, dan sebagian besar di antara mereka membaktikan diri sepenuh waktu untuk pelayanan.
Pola yang serupa terlihat di bagian-bagian lain di dunia. Dalam jangka waktu satu dekade—dan kadang-kadang dalam beberapa tahun—sesudah pembangunan kantor-kantor cabang yang luas yang diperlengkapi untuk percetakan, adalah perlu untuk melaksanakan ekspansi yang besar. Itu terjadi antara lain di Meksiko, Kanada, Afrika Selatan, dan Republik Korea.
Siapa yang sebenarnya melakukan pekerjaan pembangunan? Bagaimana semuanya itu terlaksana?
Ribuan yang Ingin Sekali Membantu
Di Swedia, dari 17.000 Saksi-Saksi di negara itu pada waktu pembangunan kantor cabang mereka dilaksanakan di Arboga, kurang lebih 5.000 orang dengan sukarela membantu pekerjaan. Kebanyakan sekadar membantu dengan rela, tetapi terdapat juga cukup tenaga profesional yang sangat terampil, yang memperhatikan agar pekerjaan dilakukan dengan benar. Motivasi mereka? Kasih kepada Yehuwa.
Sewaktu seorang pejabat di sebuah kantor pertanahan di Denmark mendengar bahwa segala pekerjaan pada pembangunan kantor cabang yang baru di Holbæk semuanya akan dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa, ia menyatakan keraguannya. Meskipun demikian, di antara Saksi-Saksi yang sukarela membantu, segala kecakapan teknik yang diperlukan bisa didapatkan. Namun, tidakkah lebih baik bagi mereka untuk menyewa kontraktor-kontraktor komersial untuk pekerjaan itu? Sesudah proyek itu selesai, para pakar dari departemen pembangunan kota meninjau kompleks bangunan tersebut dan memberi komentar atas pengerjaan yang baik sekali—sesuatu yang jarang mereka lihat pada pekerjaan-pekerjaan komersial dewasa ini. Sang pejabat yang sebelumnya telah menyatakan keraguan tersenyum dan berkata, ”Soalnya, waktu itu saya belum mengenal organisasi macam apa yang kalian miliki.”
Kota-kota di Australia tersebar jauh satu sama lain; jadi, kebanyakan dari 3.000 orang yang dengan sukarela membantu di fasilitas kantor cabang di Ingleburn antara tahun 1978 dan 1983 harus menempuh perjalanan sedikitnya 1.600 kilometer. Akan tetapi, bus perjalanan untuk kelompok-kelompok sukarelawan dikoordinasi, dan sidang-sidang yang dilewati pada rute perjalanan dengan murah hati menawarkan makanan dan pergaulan bagi saudara-saudara di tempat-tempat perhentian untuk beristirahat. Ada saudara-saudara yang menjual rumah mereka, menutup usaha bisnis, mengambil cuti, dan membuat pengorbanan lain supaya dapat mengambil bagian dalam proyek itu. Berbagai tim pekerja ahli datang—beberapa di antara mereka lebih dari sekali—untuk mengecor beton, memasang langit-langit, membangun pagar. Yang lain-lainnya menyumbang bahan-bahan.
Mayoritas sukarelawan pada proyek-proyek ini bukan tenaga terampil, tetapi dengan sedikit pelatihan, beberapa di antara mereka menangani tanggung jawab besar dan bekerja dengan sempurna. Mereka belajar cara membuat jendela, menjalankan traktor, membuat adukan beton, dan memasang batu bata. Mereka menikmati keuntungan yang nyata dibandingkan orang-orang bukan Saksi yang melakukan jenis pekerjaan yang sama secara komersial. Dengan cara bagaimana? Mereka yang berpengalaman rela membagi pengetahuan mereka. Tidak ada yang takut bahwa yang lain akan mengambil alih pekerjaannya; ada banyak pekerjaan untuk semuanya. Serta ada motivasi kuat untuk melakukan pekerjaan yang bermutu tinggi, karena dilakukan sebagai pernyataan kasih kepada Allah.
Di semua lokasi pembangunan, beberapa Saksi membentuk inti dari ”keluarga” pembangunan. Selama pekerjaan yang dilakukan di Selters/Taunus, Jerman, dari tahun 1979 hingga 1984, beberapa ratus saudara pada umumnya membentuk inti dari para pekerja tersebut. Ribuan saudara lain bergabung dengan mereka selama jangka waktu yang berbeda-beda, banyak pada akhir pekan. Ada perencanaan yang cermat sehingga pada waktu para sukarelawan tiba, ada banyak yang dapat mereka kerjakan.
Selama manusia masih belum sempurna, tentu ada saja masalah-masalah, tetapi mereka yang bekerja pada proyek-proyek ini berusaha untuk memecahkannya berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Mereka tahu bahwa melakukan berbagai hal menurut cara Kristen lebih penting daripada efisiensi. Sekadar sebagai pengingat, di lokasi pembangunan di Ebina, Jepang, ada tanda-tanda besar dengan gambar para pekerja yang mengenakan helm proyek, dan di setiap helm tertulis dengan huruf-huruf Jepang salah satu dari buah-buah roh Allah: kasih, sukacita, perdamaian, panjang sabar, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, pengendalian diri. (Gal. 5:22, 23, NW) Mereka yang mengunjungi lokasi pekerjaan dapat melihat dan mendengar perbedaannya. Sewaktu mengutarakan pengamatannya, seorang reporter berita yang meninjau lokasi pembangunan kantor cabang di Brasil berkata, ”Tidak ada kekacauan atau kurangnya kerja sama. . . . Suasana Kristen ini membuat keadaan di sini berbeda daripada yang biasa terlihat di pembangunan sipil di Brasil.”
Pertumbuhan yang Berkesinambungan di Kantor Pusat Sedunia
Sementara kantor-kantor cabang Lembaga Menara Pengawal terus bertumbuh, maka perlu juga untuk terus meluaskan fasilitas-fasilitas kantor pusat sedunia. Penambahan besar pada percetakan dan perkantorannya di Brooklyn dan di lokasi-lokasi lain di New York State sudah dilakukan, lebih dari sepuluh kali sejak Perang Dunia II. Untuk menampung personelnya, perlu membangun atau membeli dan merenovasi sejumlah gedung, baik besar maupun kecil. Perluasan besar selanjutnya di Brooklyn diumumkan pada bulan Agustus 1990 dan pada bulan Januari 1991—bahkan sementara pembangunan di sebelah utara New York City yang dimulai pada tahun 1989 terus berlanjut di Pusat Pendidikan Menara Pengawal yang luas sekali, yang dirancang untuk menampung 1.200 orang, termasuk staf yang menetap dan siswa-siswa.
Sejak tahun 1972, pekerjaan pembangunan berlangsung terus-menerus di kantor pusat sedunia di Brooklyn dan fasilitas-fasilitas yang berhubungan erat dengannya di tempat-tempat lain di New York dan di New Jersey. Pada waktunya, nyatalah bahwa walaupun para pekerja pembangunan yang reguler berjumlah ratusan, mereka kewalahan menangani pekerjaan yang ada. Maka pada tahun 1984, suatu program pekerja sementara yang berkelanjutan diperkenalkan. Surat-surat dikirim kepada 8.000 sidang yang ada pada waktu itu di Amerika Serikat untuk mengundang saudara-saudara yang memenuhi syarat agar datang membantu selama seminggu atau lebih. (Program yang serupa sudah berjalan baik di beberapa kantor cabang, termasuk Australia, di sana mereka yang dapat tinggal selama dua minggu diundang untuk merelakan diri.) Bagi para pekerja akan disediakan pemondokan dan makanan tetapi mereka akan membayar ongkos perjalanannya sendiri dan tidak akan menerima upah. Siapa gerangan yang akan menyambut?
Menjelang tahun 1992, lebih dari 24.000 permohonan telah diproses! Sedikitnya 3.900 di antaranya adalah untuk orang-orang yang datang kembali untuk ke-2 atau ke-3, bahkan ke-10 atau ke-20 kali. Kebanyakan di antara mereka adalah penatua, pelayan sidang, atau perintis—pribadi-pribadi yang memiliki persyaratan rohani yang bagus. Mereka semua merelakan diri untuk melakukan apa pun yang diperlukan, tidak soal apakah mereka perlu menggunakan keahlian mereka atau tidak. Sering kali pekerjaan itu berat dan kotor. Tetapi mereka menganggap sebagai hak istimewa dapat menyumbang dengan cara ini demi kemajuan kepentingan Kerajaan. Ada yang merasa bahwa mereka dibantu untuk lebih dapat menghargai semangat rela berkorban yang mencirikan pekerjaan yang dilakukan di kantor pusat sedunia. Mereka semua merasa sangat beruntung karena dapat hadir bersama keluarga Betel untuk acara ibadat pagi dan bersama keluarga mengikuti pelajaran Menara Pengawal setiap minggu.
Sukarelawan Internasional
Karena meningkatnya kebutuhan untuk ekspansi yang cepat, penyelenggaraan untuk sukarelawan internasional dimulai pada tahun 1985. Itu sama sekali bukan awal dari kerja sama internasional dalam hal membangun, tetapi penyelenggaraan itu kini dikoordinasi dengan cermat dari kantor pusat. Semua yang ambil bagian adalah Saksi-Saksi yang secara sukarela membantu pekerjaan pembangunan di luar negeri. Mereka adalah pekerja-pekerja terampil, dan juga istri-istri yang menyertai suami mereka untuk membantu dengan cara apa pun yang dapat mereka lakukan. Kebanyakan dari mereka membiayai sendiri perjalanan mereka; tidak ada yang mendapat upah untuk apa yang mereka kerjakan. Beberapa di antara mereka pergi untuk jangka pendek, biasanya tinggal antara dua minggu hingga tiga bulan. Yang lainnya adalah sukarelawan jangka panjang, tinggal selama setahun atau lebih, barangkali sampai proyek itu selesai. Lebih dari 3.000 orang Saksi Yehuwa dari 30 negeri yang berlainan mengambil bagian di dalamnya selama lima tahun pertama, dan ada lebih banyak lagi yang ingin sekali ambil bagian seraya keterampilan mereka diperlukan. Mereka menganggapnya sebagai hak istimewa untuk mengerahkan diri dan sumber daya materi mereka demi memajukan kepentingan Kerajaan Allah dengan cara ini.
Kepada para sukarelawan internasional ini disediakan tempat penampungan dan makanan. Soal kenyamanan sering kali hanya minimal. Saksi-Saksi setempat sangat menghargai apa yang dilakukan oleh saudara-saudara mereka yang berkunjung, dan di tempat yang memungkinkan, mereka menyambut para sukarelawan untuk tinggal bersama mereka betapa pun sederhananya rumah mereka. Mengenai makanan, lebih sering disediakan di tempat bekerja.
Saudara-saudara dari luar negeri tidak berada di sana untuk melakukan seluruh pekerjaan. Tujuan mereka adalah untuk bekerja berdampingan dengan tim pembangunan setempat. Dan ratusan, bahkan ribuan saudara lainnya di negeri tersebut juga datang membantu pada akhir pekan atau selama seminggu atau lebih secara serentak. Di Argentina, 259 sukarelawan dari negara-negara lain bekerja bersama beberapa ribu saudara setempat, dan beberapa di antara mereka datang bekerja setiap hari, yang lain selama beberapa minggu, dan lebih banyak lagi pada akhir pekan. Di Kolombia, lebih dari 830 sukarelawan internasional membantu selama berbagai jangka waktu. Juga ada lebih dari 200 sukarelawan setempat yang ikut serta sepenuh waktu dalam proyek tersebut dan 250 lagi atau lebih datang membantu setiap akhir pekan. Seluruhnya ada lebih dari 3.600 orang berlainan yang ambil bagian.
Perbedaan bahasa dapat menimbulkan masalah, tetapi ini tidak menghalangi kelompok-kelompok internasional itu untuk bekerja bersama-sama. Bahasa isyarat, ekspresi wajah, perasaan humor yang baik, dan keinginan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan menghormati Yehuwa membantu terlaksananya pekerjaan dengan berhasil.
Perkembangan yang luar biasa dalam organisasi—dengan sendirinya kebutuhan akan fasilitas-fasilitas kantor cabang yang lebih luas—kadang-kadang dialami di negeri-negeri yang tidak memiliki cukup orang yang terampil dalam bidang bangunan. Tetapi ini bukan merupakan halangan di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa, yang dengan senang hati membantu satu sama lain. Mereka bekerja sama sebagai bagian dari keluarga sedunia yang tidak terpecah-belah oleh kebangsaan, warna kulit, atau bahasa.
Di Papua Nugini, masing-masing sukarelawan yang datang dari Australia dan Selandia Baru melatih seorang Papua Nugini menurut keahliannya, sesuai dengan permintaan Departemen Tenaga Kerja Pemerintah. Dengan demikian, seraya mengerahkan diri, Saksi-Saksi setempat mempelajari keahlian yang dapat membantu mereka memelihara kebutuhan diri mereka sendiri dan keluarga mereka.
Sewaktu sebuah kantor cabang yang baru dibutuhkan di El Salvador, 326 sukarelawan dari luar negeri bergabung dengan saudara-saudara setempat. Untuk proyek di Ekuador, 270 Saksi-Saksi dari 14 negeri bekerja berdampingan dengan saudara dan saudari mereka dari Ekuador. Beberapa sukarelawan internasional membantu beberapa proyek yang sedang berjalan bersamaan waktu. Mereka secara bergiliran bekerja di lokasi pembangunan di Eropa dan di Afrika, sesuai kebutuhan akan bidang keterampilan mereka.
Menjelang tahun 1992, sukarelawan internasional telah dikirim ke 49 lokasi kantor cabang untuk membantu para pekerja pembangunan setempat. Dalam beberapa peristiwa mereka yang menerima bantuan dari program ini pada gilirannya dapat membantu yang lainnya. Maka, setelah mendapat manfaat dari jerih payah kurang lebih 60 hamba internasional jangka panjang yang membantu proyek pembangunan kantor cabang di Filipina, maupun juga lebih dari 230 sukarelawan dari luar negeri yang membantu selama jangka waktu yang lebih pendek, beberapa saudara Filipina merelakan diri untuk membantu membangun fasilitas di tempat-tempat lain di Asia Tenggara.
-
-
Membangun Bersama dalam Skala GlobalSaksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
-
-
[Gambar di hlm. 337]
Para pekerja pembangunan sementara yang baru tiba di kantor pusat sedunia di New York
Setiap kelompok diingatkan bahwa menjadi seorang yang bersifat rohani dan melakukan pekerjaan yang bermutu lebih diprioritaskan daripada melakukan pekerjaan dengan cepat
-
-
Membangun Bersama dalam Skala GlobalSaksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah
-
-
[Kotak/Gambar di hlm. 338]
Program Pembangunan Internasional Memenuhi Kebutuhan yang Mendesak
Perkembangan yang pesat dari organisasi memerlukan ekspansi yang berkelanjutan dari kantor, percetakan, dan rumah-rumah Betel di seputar bola bumi
Sukarelawan internasional membantu Saksi-Saksi setempat
Spanyol
Metode-metode pembangunan yang digunakan memungkinkan banyak sukarelawan dengan pengalaman terbatas melakukan pekerjaan berharga
Puerto Riko
Pekerja-pekerja terampil dengan senang hati menyediakan jasa mereka
Selandia Baru
Yunani
Brasil
Penggunaan bahan-bahan yang kuat membantu agar biaya pemeliharaan jangka panjang dapat ditekan
Inggris
Pekerjaan bermutu tinggi dihasilkan oleh minat pribadi dari pihak yang melakukannya; ini merupakan pernyataan kasih mereka kepada Yehuwa
Kanada
Proyek-proyek ini adalah peristiwa-peristiwa yang menyenangkan hati; banyak persahabatan yang tahan lama terjalin
Kolombia
Papan tanda di Jepang mengingatkan para pekerja kepada langkah-langkah keselamatan kerja, juga perlunya menunjukkan buah-buah roh Allah
-