-
Apakah Rumah Saudara Tempat yang Tenang dan Tenteram?Menara Pengawal—1988 (Seri 54) | Menara Pengawal—1988 (Seri 54)
-
-
Peranan Anak-Anak dalam Ketentraman Keluarga
15. Bagaimana anak kecil dapat membantu memajukan ketentraman keluarga?
15 Anak kecil juga dapat membantu memajukan ketentraman keluarga. Bagaimana? Dengan memperlihatkan semangat ketaatan dan kerja sama. Semangat tersebut sebagian besar bergantung pada pengajaran Alkitab yang mereka terima dan cara seorang ayah atau ibu Kristen memenuhi peranan pribadinya sebagai guru. Sebagian dari latihan yang penting ini adalah memberikan teladan yang benar sebagai orangtua. Seperti dengan tepat dikatakan oleh Amsal 22:6: ”Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Dengan latihan yang yang baik dan contoh baik dari orangtua, anak-anak biasanya tidak akan menyimpang dari jalan yang benar. Namun, tentu, ini banyak bergantung pada mutu dan tingkat latihan itu, maupun hati anak tersebut.
16. Dengan melihat Timotius, teladan apa yang kita miliki dalam melatih seorang anak?
16 Mulailah melatih anak-anak saudara secara rohani pada waktu mereka masih kecil. Itu dilakukan dengan Timotius, karena Paulus menganjurkan dia: ”Tetaplah dalam hal-hal yang telah engkau pelajari dan diyakinkan agar kaupercayai, dengan mengetahui dari orang-orang macam apa engkau mempelajarinya dan bahwa dari kecil engkau sudah mengenal tulisan-tulisan suci, yang dapat menjadikanmu bijaksana untuk keselamatan melalui iman sehubungan dengan Yesus Kristus.” (2 Timotius 3:14, 15, NW) Ya, Timotius ’diyakinkan agar mempercayai’ kebenaran-kebenaran Alkitab. Di sini digunakan kata Yunani yang berarti ”dengan kuat didesak untuk; diyakinkan akan” sesuatu. (New Thayer’s Greek-English Lexicon, halaman 514) ’Desakan yang kuat’ itu menuntut upaya yang sungguh-sungguh di pihak ibu Timotius, Eunike, dan neneknya, Lois, yang kedua-duanya orang Kristen. Mereka berhasil menanamkan dalam diri Timotius ’iman tanpa kemunafikan,’ meskipun ayahnya seorang yang tidak beriman. (2 Timotius 1:5) Apakah saudara berupaya keras untuk memperkembangkan iman yang serupa dalam diri anak-anak saudara?
17. Apa buktinya bahwa seorang dapat diajar sejak bayi?
17 Timotius diajar Alkitab sejak kecil. Karena itu, jangan sekali-kali meremehkan kesanggupan belajar seorang anak. The New York Times melaporkan bahwa menurut suatu penelitian, ”ada dua kali lebih banyak hubungan sinapsis—lokasi tempat cabang sel-sel otak yang menyerupai pohon bertemu—dalam bagian-bagian tertentu dari otak anak-anak daripada yang terdapat dalam otak orang dewasa.” Anak-anak yang masih sangat kecil sekalipun dapat belajar sesuatu mengenai apa yang benar dan apa yang buruk, menyenangkan atau menyakitkan. Dalam bukunya The Brain (Otak), Richard M. Restak, M.D., mengatakan: ”Dalam semua organisme hidup, ingatan dapat disimpan dalam otak sesuai dengan urutan pentingnya hal itu untuk kelangsungan hidup. Seekor hewan ’mengingat’ hewan lain pemangsanya dan akan lari melihat tanda pertama mendekatnya si musuh. Ingatan juga ditaruh secara berurutan dengan meningkatnya pengalaman emosional. Ketika masih anak, kita tidak perlu diberitahu lebih dari satu kali agar tidak menaruh tangan pada kompor yang panas.” Memang masih banyak hal yang harus dipelajari mengenai fungsi otak, namun seorang anak dapat belajar melalui pengalaman. Misalnya, bahkan pada usia sangat dini, seorang anak dapat diajar untuk duduk tenang di perhimpunan.
18. Dalam Efesus 6:1-4, nasihat apa yang Paulus berikan kepada anak-anak dan orangtua?
18 Seraya anak tumbuh menjadi dewasa, mereka dapat secara progresif menerima pengajaran rohani. Antara lain, mereka dapat belajar bahwa Allah mengharapkan agar mereka dapat menaati orangtua mereka. Ini menuntut latihan yang tegas namun pengasih dari orangtua, karena Paulus menulis: ”Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat [Yehuwa, NW].” (Efesus 6:1-4) Anak-anak yang taat sangat membantu menjadikan rumah suatu tempat yang tenang dan tentram.
-
-
Apakah Rumah Saudara Tempat yang Tenang dan Tenteram?Menara Pengawal—1988 (Seri 54) | Menara Pengawal—1988 (Seri 54)
-
-
Dan anak-anak yang dengan bijaksana tunduk kepada disiplin orangtua mendatangkan sukacita dan hormat kepada keluarga dan menjunjung nama baiknya. (Amsal 10:1; 13:1; 23:24, 25) Sesungguhnya, dengan memenuhi peranan yang berdasarkan Alkitab, orangtua dan anak-anak menjadikan rumah mereka tempat yang tenang dan tentram.
-