-
Mempunyai Anak—Suatu Tanggung-Jawab dan BerkatMembina Keluarga Bahagia
-
-
PERKEMBANGAN ANAK—BAGAIMANA ANDA AKAN MEMBIDIKKAN ANAK PANAH?
23. Prinsip-prinsip apa berkenaan pendidikan anak yang terkandung dalam Mazmur 127:4, 5?
23 ”Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu.” (Mazmur 127:4, 5) Kegunaan anak panah itu dinilai dari kepandaian orang membidikkan anak panah tersebut dengan busurnya. Untuk mengenai sasaran, orang harus membidik dengan hati-hati dan tepat. Demikian juga, sebagai orang tua anda perlu sekali memikirkan bagaimana memulai kehidupan anak anda dengan baik, disertai doa dan hikmat kebijaksanaan. Apakah anak anda kelak akan meninggalkan rumah sebagai orang dewasa yang matang dan bijaksana, direspek orang-orang lain dan memuliakan Allah?
24. (a) Suasana rumah tangga yang bagaimana perlu diusahakan oleh orang tua bagi anak-anak mereka? (b) Mengapa ini penting?
24 Sebelum bayi itu lahir, orang tua harus mengambil keputusan bagaimana mereka akan merawat dan mendidiknya. Satu-satunya dunia kehidupan si bayi adalah orang tuanya. Dunia macam apakah yang anda ciptakan? Apakah dunia kehidupan anak itu memperlihatkan bahwa orang tua menghayati nasihat Firman Allah: ”Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:31, 32) Entah bagaimana suasana rumah tangga, hal itu akan dipantulkan dalam kehidupan si anak. Usahakanlah supaya dunia anak anda penuh damai dan aman sentosa, penuh kehangatan dan kasih. Bayi yang mendapat kasih sayang akan menyerap sifat-sifat ini yang akan menentukan emosi-emosinya. Anak itu akan merasakan apa yang anda rasakan, ia akan meniru contoh yang anda berikan. Perkembangan bayi dalam kandungan diatur secara menakjubkan oleh hukum-hukum genetika dari Pencipta kita. Tetapi bagaimana perkembangan anak itu di luar kandungan, setelah anda menanganinya? Banyak bergantung kepada suasana rumah tangga anda. Pengaruhnya sama besar seperti gen, yang menentukan orang dewasa macam apa itu kelak. ”Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”—Amsal 22:6.
25, 26. Mengapa patut bagi orang tua untuk memberikan banyak waktu dan perhatian kepada anak-anak mereka?
25 Manusia, baik pria maupun wanita, tidak dapat membuat daun rumput sehelai pun. Tetapi bersama-sama mereka dapat menghasilkan satu manusia lain, yang lebih rumit dan berbeda dari orang-orang lain yang ada di dunia! Alangkah menakjubkan hal ini! Begitu menakjubkan sehingga hampir-hampir sulit untuk dipercaya mengapa banyak orang dewasa ini, tidak melihat betapa sucinya tanggung-jawab yang menyertainya! Untuk memelihara sebuah taman yang indah, kita menanam bunga, menyiraminya, memberi pupuk dan mencabut lalang. Tidakkah sepatutnya kita menggunakan lebih banyak waktu dan berusaha lebih keras untuk mengembangkan kepribadian yang indah dalam diri anak-anak?
26 Orang yang sudah menikah tentu berhak mendapat anak. Demikian juga anak mereka berhak mempunyai orang tua, bukan dalam nama saja tetapi dengan sesungguhnya. Boleh saja seorang Kristen menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membagikan pengetahuan Alkitab guna menjadikan seorang murid, padahal tidak selalu berhasil. Tidakkah sepatutnya orang tua Kristen menggunakan bahkan lebih banyak waktu untuk ’mendidik mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan’? (Efesus 6:4) Jika orang tua mendidik seorang anak untuk menjadi hamba yang baik dari Pemberi hidup, Allah Yehuwa, tidakkah hal itu dapat dibanggakan? Hanya dengan cara itulah dapat dikatakan bahwa seseorang menerima berkat karena mempunyai anak.—Amsal 23:24, 25.
27. Mengapa dalam mengatur perkembangan anak, orang tua harus mempertimbangkan kepribadian anak itu sendiri?
27 Mazmur 128:3 mengumpamakan anak-anak seperti tanaman zaitun: ”Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu.” Bagaimana pertumbuhan sebuah pohon ditentukan oleh caranya pohon itu dirawat. Ada yang dibiarkan tumbuh pada dinding. Yang lainnya dibiarkan tumbuh rendah di atas tanah. Yang lain lagi sengaja dibiarkan kecil dan kerdil dengan memotong-motong akarnya, seperti caranya orang memelihara tanaman bonsai. Suatu peribahasa kuno dalam bahasa Inggris menunjukkan bagaimana pendidikan semasa kecil akan membentuk seorang anak: ”Tumbuhnya sebatang pohon bergantung pada condongnya ranting.” Di sini kita perlu memakai akal sehat. Memang betul anak itu membutuhkan bimbingan tertentu, sehingga ia mengikuti patokan-patokan yang baik. Tetapi itu tidak berarti anak itu harus memenuhi suatu gambaran cita-cita yang ideal dari orang tuanya, sehingga menghasilkan kepribadian tertentu. Pohon zaitun mustahil menghasilkan buah ara. Bimbinglah anak itu dengan baik, tetapi jangan dipaksa untuk mengikuti suatu ”cetakan” tertentu. Sebab dengan demikian akan mengekang kepribadiannya sendiri, sehingga bakat-bakatnya tidak dapat berkembang secara wajar. Anda harus sabar menunggu sampai anda mulai mengenal anak yang anda hasilkan itu. Kemudian seperti tanaman yang masih kecil, berikan kepada anak anda bimbingan yang cukup kuat untuk melindungi dan mengarahkannya dengan baik, namun cukup lembut sehingga tidak mengekang perkembangannya menjadi sempurna dalam kemampuannya.
KARUNIA DARI YEHUWA
28. Bagaimana kita dapat menarik manfaat dari keterangan di Kejadian 33:5, 13, 14 mengenai perhatian Yakub kepada anak-anaknya?
28 Yakub di zaman dulu seorang yang selalu memikirkan kesejahteraan anak-anaknya. Pernah mereka membicarakan suatu rencana perjalanan yang harus ditempuh dengan segera, sehingga mungkin terlalu berat bagi anak-anaknya. Maka Yakub mengatakan kepada orang yang mengusulkan perjalanan itu: ”Tuanku maklum, bahwa anak-anak ini masih kurang kuat, dan bahwa beserta aku ada kambing domba dan lembu sapi yang masih menyusui, jika diburu-buru, satu hari saja, maka seluruh kumpulan binatang itu akan mati. Biarlah kiranya tuanku berjalan lebih dahulu dari hambamu ini dan aku mau dengan hati-hati beringsut maju menurut langkah hewan, yang berjalan di depanku dan menurut langkah anak-anak, sampai aku tiba pada tuanku di Seir.” Beberapa waktu sebelum itu ketika menemui Esau, saudaranya, ia ditanyakan, ”Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?” Maka Yakub menjawab: ”Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini.” (Kejadian 33:5, 13, 14) Demikian juga para orang tua zaman sekarang hendaknya bukan saja memikirkan kesejahteraan anak-anak sama seperti dia—sebagai karunia dari Yehuwa. Tentu saja orang perlu memikirkan sebelum kawin apakah ia dapat menunjang seorang isteri dan anak-anak. Alkitab menasihatkan: ”Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu.” (Amsal 24:27) Selaras dengan nasihat praktis ini, orang hendaknya mengadakan persiapan sebelumnya untuk perkawinan dan kehidupan keluarga. Dengan demikian, biarpun isteri mulai mengandung di luar rencana semula, kehadiran anak akan disambut dengan gembira dan tidak ditakuti, seolah-olah suatu beban keuangan.
29. Mengapa jauh sebelumnya perlu dipikirkan sungguh-sungguh apa yang tersangkut bila mempunyai anak-anak?
29 Soal mendapat anak-anak jelas perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh. Bukan saja anak yang pertama, tetapi juga bagaimana kalau ada yang lain sesudah itu. Apakah orang tua mengalami kesulitan untuk memberi makan, merawat dan mendidik anak-anak mereka yang sudah ada? Jika demikian, demi untuk menghormati Pencipta dan demi menjaga kemurnian kasih mereka, seharusnya orang tua memikirkan juga sampai di mana mereka perlu mengendalikan diri, sehingga jangan terlalu cepat menambah anak.
30. (a) Mengapa dapat dikatakan bahwa sebenarnya anak-anak itu milik Allah? (b) Bagaimana ini semestinya mempengaruhi sikap orang tua?
30 Sesungguhnya milik siapakah anak-anak itu? Tentu saja milik anda. Tetapi dalam hal lain anak itu milik Pencipta. Anda diberi kepercayaan untuk merawat anak itu sebagaimana orang tua anda juga diberi kepercayaan untuk memelihara anda sewaktu masih anak. Tetapi itu tidak berarti bahwa anda adalah milik orang tua yang boleh diperlakukan dengan semena-mena. Demikian juga anak anda tidak boleh diperlakukan demikian. Pembuahan benih dan perkembangan bayi dalam kandungan terjadi di luar kekuasaan orang tua. Mereka bahkan tidak dapat melihat atau mengerti sepenuhnya seluruh rangkaian proses yang menakjubkan yang terjadi. (Mazmur 139:13, 15; Pengkhotbah 11:5) Seandainya terjadi keguguran atau anak itu lahir dalam keadaan mati, orang tua tidak berdaya menghidupkan kembali anak yang sudah mati itu. Maka, kita perlu dengan rendah hati mengakui bahwa Allah adalah Pemberi-Hidup dari kita semua, dan karena itu kita semua adalah milik-Nya: ”TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”—Mazmur 24:1.
31, 32. (a) Bagaimana tanggung-jawab orang tua di hadapan hadirat Allah? (b) Apa hasilnya jika orang tua menunaikan tanggung-jawab itu dengan baik?
31 Anda bertanggungjawab atas anak-anak yang anda bawa ke dalam dunia, dan anda bertanggungjawab kepada Pencipta mengenai cara bagaimana anda membesarkan mereka. Dia yang menciptakan bumi, dengan maksud tujuan untuk dihuni. Dan Ia melengkapi nenek moyang kita yang pertama dengan kesanggupan berkembang biak demi memenuhi maksud tersebut. Karena mereka menyeleweng, mereka berada di pihak Musuh yang menantang hak Allah untuk berdaulat atas seluruh keluarga besar makhluk ciptaan-Nya di surga dan di bumi. Dengan mendidik anak-anak anda menjadi orang yang memiliki integritas terhadap Pencipta mereka, anda dan keluarga anda dapat membuktikan bahwa Musuh itu jahat dan Allah Yehuwa yang benar. Seperti dikatakan Amsal 27:11: ”Anakku, hendaklah engkau bijak, sukakanlah hatiku, supaya aku dapat menjawab orang yang mencela aku.”
32 Dengan memenuhi kewajiban terhadap anak-anak anda, demikian juga kewajiban anda terhadap Allah, anda merasakan kepuasan yang sejati dalam hidup ini. Dengan penuh penghargaan anda dapat membenarkan apa yang dikatakan di Mazmur 127:3: ”Buah kandungan adalah suatu upah [berkat, NW].”
-
-
Mempunyai Anak—Suatu Tanggung-Jawab dan BerkatMembina Keluarga Bahagia
-
-
[Gambar di hlm. 94]
Keakraban sekarang menghindari jurang pemisah kelak
-