-
Berbahagialah—Perlihatkan Belas Kasihan kepada Orang Yang MenderitaMenara Pengawal—1986 (Seri 29) | Menara Pengawal—1986 (Seri 29)
-
-
1, 2. Apa yang terjadi atas tiga keluarga Filipina, yang membuat kita perlu memikirkan pertanyaan-pertanyaan apa?
KETIKA tiga keluarga Filipina di Propinsi Pangasinan sedang menghadiri perhimpunan, rumah mereka habis terbakar. Setibanya di rumah, ternyata tidak ada makanan atau tempat untuk tidur. Mendengar tentang musibah itu, sesama rekan Kristen segera datang membawa makanan dan mengatur agar mereka tinggal bersama saudara-saudara lain di sidang. Keesokan hari, orang-orang Kristen datang dengan bambu dan bahan-bahan bangunan lain. Kasih persaudaraan ini mengesankan para tetangga. Ketiga keluarga itu mendapat pengaruh baik juga dari musibah ini. Memang api telah memusnahkan rumah mereka, tetapi iman dan sifat-sifat Kristen lain yang mereka miliki terpelihara dan bertumbuh karena adanya tanggapan yang penuh kasih.—Matius 6:33; bandingkan 1 Korintus 3:12-14.
2 Bukankah pengalaman-pengalaman seperti ini membesarkan hati? Hal itu membina iman kita dalam kebaikan manusia dan terlebih lagi dalam kuasa dari Kekristenan yang sejati. (Kisah 28:2) Namun, apakah kita mengetahui dasar Alkitab untuk ’perbuatan baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman’? (Galatia 6:10) Dan bagaimana kita secara pribadi dapat berbuat lebih banyak dalam hal ini?
Pola Yang Bagus Sekali bagi Kita
3. Mengenai apa kita dapat yakin dalam hal perhatian Yehuwa untuk kita?
3 Sang murid Yakobus memberitahu kita, ”Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas.” (Yakobus 1:17) Betapa benar hal itu, karena Yehuwa menyediakan dengan limpah demi kebaikan rohani dan jasmani kita! Namun, hal apakah yang Ia utamakan? Perkara-perkara rohani. Misalnya, Ia memberi kita Alkitab agar kita mendapat bimbingan rohani dan harapan. Harapan tersebut berpusat pada pemberian PutraNya sebagai karunia, yang korbannya merupakan dasar bagi pengampunan kita dan prospek untuk mendapat hidup kekal.—Yohanes 3:16; Matius 20:28.
4. Bagaimana nyata bahwa Allah juga berminat dalam kebutuhan jasmani kita?
4 Yehuwa juga berminat dalam kesejahteraan jasmani kita. Rasul Paulus membahas hal ini dengan orang-orang di kota Listra jaman dulu. Meskipun mereka bukan penyembah yang benar, mereka tidak dapat menyangkal bahwa sang Pencipta ’telah berbuat baik, dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur, memuaskan hati kita dengan makanan dan kegembiraan.’ (Kisah 14:15-17) Didorong oleh kasih, Yehuwa memenuhi kebutuhan rohani kita dan juga membuat persediaan yang perlu untuk kehidupan jasmani kita. Menurut saudara tidakkah hal ini turut membuat Dia ’Allah yang bahagia’?—1 Timotius 1:11.
-
-
Berbahagialah—Perlihatkan Belas Kasihan kepada Orang Yang MenderitaMenara Pengawal—1986 (Seri 29) | Menara Pengawal—1986 (Seri 29)
-
-
1, 2. Apa yang terjadi atas tiga keluarga Filipina, yang membuat kita perlu memikirkan pertanyaan-pertanyaan apa?
KETIKA tiga keluarga Filipina di Propinsi Pangasinan sedang menghadiri perhimpunan, rumah mereka habis terbakar. Setibanya di rumah, ternyata tidak ada makanan atau tempat untuk tidur. Mendengar tentang musibah itu, sesama rekan Kristen segera datang membawa makanan dan mengatur agar mereka tinggal bersama saudara-saudara lain di sidang. Keesokan hari, orang-orang Kristen datang dengan bambu dan bahan-bahan bangunan lain. Kasih persaudaraan ini mengesankan para tetangga. Ketiga keluarga itu mendapat pengaruh baik juga dari musibah ini. Memang api telah memusnahkan rumah mereka, tetapi iman dan sifat-sifat Kristen lain yang mereka miliki terpelihara dan bertumbuh karena adanya tanggapan yang penuh kasih.—Matius 6:33; bandingkan 1 Korintus 3:12-14.
-