PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Apakah Saudara Tetap Bersih dalam Segala Hal?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 42) | Menara Pengawal—1987 (Seri 42)
    • 10. (a) Apa salah satu alasan mengapa begitu banyak yang ditegur atau dipecat tiap tahun? (b) Prinsip Alkitab apa hendaknya membimbing tingkah laku kita pada waktu liburan dan di tempat kerja?

      10 Di Efesus 5:5 Paulus memperingatkan, ”Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” Namun, tiap tahun ribuan ditegur atau dipecat karena imoralitas seks—”berdosa kepada tubuhnya sendiri”. (1 Korintus 6:18, Bode) Sering, ini hanya akibat dari tidak ”menjaganya sesuai dengan firman [Allah]”. (Mazmur 119:9) Banyak saudara misalnya, menanggalkan kewaspadaan moral mereka selama masa liburan. Dengan melalaikan pergaulan teokratis, mereka mulai berteman dengan orang-orang duniawi yang sedang berlibur juga. Karena menganggap bahwa mereka adalah ’orang-orang yang sebenarnya baik’, ada orang-orang Kristen yang telah ikut dalam kegiatan yang meragukan. Demikian pula, orang-orang lain terlalu akrab dengan teman-teman sekerja. Seorang penatua Kristen menjadi begitu akrab dengan seorang karyawati sehingga ia meninggalkan keluarganya dan tinggal bersama wanita itu! Akibatnya ia dipecat. Betapa benar kata-kata Alkitab, ”Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”!—1 Korintus 15:33.

      11. Mengapa pertemuan-pertemuan ramah-tamah Kristen hendaknya diawasi dengan sepatutnya?

      11 Dari Afrika Selatan datang laporan berikut, ”Bahaya lain yang mengancam ketulusan moral ialah pesta-pesta yang besar . . . beberapa di antaranya ada yang diadakan setelah acara kebaktian distrik.” Tetapi, pertemuan-pertemuan Kristen yang lebih kecil yang diawasi dengan baik jarang berubah menjadi ”pesta pora”. (Galatia 5:21) Jika minuman keras disajikan, lakukanlah itu di bawah pengawasan dan secara bersahaja. ”Anggur adalah pencemooh,” dan di bawah pengaruhnya, ada saudara-saudara yang telah menanggalkan kewaspadaan moral mereka atau membangkitkan kelemahan mereka yang selama ini terpendam. (Amsal 20:1) Demikianlah, dua rohaniwan muda melakukan perbuatan homoseks setelah meminum minuman keras dengan berlebihan.

      12, 13. (a) Bagaimana ada orang yang membenarkan tingkah laku imoral? Mengapa cara berpikir sedemikian keliru? (b) Bagaimana kita dapat tetap waspada kepada ancaman terhadap moral yang baik?

      12 Bila tergoda untuk berbuat salah, ingatlah bahwa, tidak soal betapa bersih kita mungkin dari luar, keadaan kita yang sesungguhnya dalam hati itulah yang penting. (Amsal 21:2) Ada yang rupanya merasa bahwa Allah akan mengampuni petualangan dalam tingkah laku imoral yang dilakukan berulang kali karena mereka lemah. Tetapi tidakkah ini ”menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu”? (Yudas 4) Ada yang bahkan membayangkan bahwa ”Yehuwa tidak melihat kita.” (Yehezkiel 8:12) Namun ingat, bahwa ”tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab”.—Ibrani 4:13.

      13 Jadi waspadalah kepada ancaman terhadap moral yang baik! ”Percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono [”cabul”, BIS]—karena hal-hal ini tidak pantas—tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.” (Efesus 5:3, 4) ”Bencilah yang jahat”, tidak soal betapa menyenangkan hal itu bagi tubuh kita.—Roma 12:9, BIS.

  • Apakah Saudara Tetap Bersih dalam Segala Hal?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 42) | Menara Pengawal—1987 (Seri 42)
    • 18 Kita juga dapat lebih menyadari daripada sebelumnya bahwa kita harus tetap bersih secara moral dalam kata-kata maupun tindakan. Yehuwa dengan jelas dan tegas memperingatkan kita bahwa mereka yang melakukan bentuk imoralitas apapun tidak akan mewarisi Kerajaan Allah. (1 Korintus 6:9-11) Tidak soal betapa menyenangkan nampaknya perkara-perkara yang kotor sedemikian, jika kita menabur menurut daging, kita akan menuai kebinasaan menurut daging. (Galatia 6:8)

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan