-
Kristus dengan Aktif Memimpin SidangnyaMenara Pengawal—1987 (Seri 39) | Menara Pengawal—1987 (Seri 39)
-
-
Badan Pimpinan yang Kelihatan
7. Sarana lain apa yang Kristus gunakan untuk memberikan petunjuk kepada sidangnya, dan ayat-ayat mana yang menyebut tentang ’jabatan sebagai pengawas’ ini?
7 Alkitab juga menyatakan bahwa Yesus Kristus menggunakan sekelompok orang sebagai badan pimpinan untuk memberikan petunjuk kepada sidangnya di bumi. Mula-mula, badan pimpinan ini hanya terdiri dari ke-11 rasul. Ketika mencari tahu kehendak Allah dalam menggantikan Yudas Iskariot, Petrus mengutip Mazmur 109:8, yang berbunyi, ”Biarlah jabatannya [sebagai pengawas, NW] diambil orang lain.” Kemudian, dalam doa mereka kepada Yehuwa, Petrus dan rekan-rekannya memohon kepada Allah agar menunjukkan orang ”untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh”. Matias ”ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu” untuk melayani bersama-sama mereka.—Kisah 1:20, 24-26.
8. Dua contoh apa pada masa-masa awal memperlihatkan cara Kristus menggunakan para anggota dari badan pimpinan yang kelihatan?
8 Menurut catatan, ke-12 rasul untuk pertama kalinya melaksanakan ’jabatan pengawas’ sebagai badan pimpinan ketika mereka mengangkat pria-pria yang memenuhi syarat secara rohani untuk melayani saudara-saudara mereka dalam sidang yang mula-mula. (Kisah 6:1-6) Peristiwa kedua ialah ketika Filipus mulai memberitakan Kristus kepada orang-orang Samaria. Hasilnya ialah, ”rasul-rasul di Yerusalem . . . mengutus Petrus dan Yohanes ke situ”. Baru setelah wakil-wakil anggota badan pimpinan ini menumpangkan tangan mereka ke atas orang-orang Samaria, mereka ”menerima Roh Kudus”.—Kisah 8:5, 14-17.
Kristus Memimpin secara Pribadi
9. Apakah Kristus selalu bertindak melalui para malaikat atau badan pimpinan? Berikan contoh.
9 Jadi, sejak permulaan berdirinya sidang Kristen, Kristus telah menggunakan roh kudus, para malaikat, dan badan pimpinan yang kelihatan agar ia dapat memimpin murid-muridnya di bumi dengan aktif.
-
-
Kristus dengan Aktif Memimpin SidangnyaMenara Pengawal—1987 (Seri 39) | Menara Pengawal—1987 (Seri 39)
-
-
Kristus Mendukung para Anggota Badan Pimpinan
12, 13. Pada waktu Paulus pertama kali berkunjung ke Yerusalem sebagai seorang Kristen, apa yang terjadi yang memperlihatkan cara Kristus mendukung keputusan-keputusan yang dibuat oleh saudara-saudara yang bertanggung jawab di kota itu?
12 Pada waktu rasul Paulus pertama kali berhubungan dengan murid-murid di Yerusalem, dapat dimengerti bahwa mereka enggan bertemu dengannya. ”Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul.” (Kisah 9:26, 27) Paulus bergaul dengan rasul Petrus selama 15 hari. Ia juga bertemu dengan saudara tiri Yesus Yakobus, yang pada waktu itu adalah salah seorang penatua dari sidang Yerusalem. (Galatia 1:18, 19) Ayat-ayat berikut dalam buku Kisah memperlihatkan bahwa para penatua di Yerusalem menjadi bagian dari badan pimpinan sidang Kristen yang mula-mula, bersama ke-12 rasul.—Kisah 15:2; 21:18.
13 Selama tinggal dua minggu di Yerusalem, Paulus memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi ”mereka itu berusaha membunuh dia”. Lukas menambahkan bahwa ”setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus”. (Kisah 9:28-30) Namun siapakah yang ada di belakang keputusan yang bijaksana ini? Bertahun-tahun kemudian ketika menceritakan episode yang sama dalam kehidupannya, Paulus menyatakan bahwa Yesus muncul di hadapannya dan memerintahkan dia untuk segera meninggalkan Yerusalem. Ketika Paulus keberatan, Yesus menambahkan, ”Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.” (Kisah 22:17-21) Kristus dengan saksama mengamati masalah-masalah dari atas dan bertindak melalui saudara-saudara yang bertanggung jawab di Yerusalem maupun secara langsung dengan berbicara kepada Paulus.
14. Perbandingan apa antara kisah-kisah di buku Kisah dan Galatia menunjukkan bahwa Kristus membimbing masalah-masalah sehubungan dengan rapat badan pimpinan yang membahas tentang sunat?
14 Demikian pula, jika kita membaca Alkitab dengan saksama, diperlihatkan dengan jelas bahwa Kristus ada di belakang rapat badan pimpinan yang penting yang diadakan untuk menyelesaikan pertanyaan mengenai apakah orang-orang Kristen Kafir harus disunat dan tunduk kepada Taurat Musa atau tidak. Buku Kisah menyatakan bahwa ketika masalah itu timbul, ”ditetapkan [pasti oleh para anggota yang bertanggung jawab, atau penatua-penatua, dari sidang Antiokhia], supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu”. (Kisah 15:1, 2) Tetapi ketika Paulus menceritakan hal yang membuat ia pergi ke Yerusalem untuk menyelesaikan masalah sunat, ia mengatakan, ”Aku pergi berdasarkan suatu penyataan.” (Galatia 2:1-3; bandingkan 1:12.) Sebagai Kepala sidang yang aktif, Kristus ingin agar masalah doktrin yang penting ini diselesaikan oleh seluruh badan pimpinan yang kelihatan. Melalui roh kudus, ia membimbing pikiran orang-orang yang berbakti ini dalam membuat keputusan mereka.—Kisah 15:28, 29.
Keputusan yang Aneh
15, 16. (a) Apa yang diperintahkan oleh badan pimpinan kepada Paulus setelah ia kembali dari perjalanan utusan injilnya yang ketiga? (b) Mengapa perintah ini mungkin kelihatannya aneh, dan mengapa Paulus mentaatinya? (c) Pertanyaan apa yang timbul?
15 Contoh lain yang menarik bahwa Kristus dengan aktif memimpin perkara-perkara dari surga ialah apa yang terjadi setelah perjalanan utusan injil Paulus yang ketiga. Lukas menceritakan bahwa ketika kembali ke Yerusalem, Paulus memberikan laporan lengkap kepada para anggota badan pimpinan yang ada. Lukas menulis, ”Pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ. Paulus memberi salam kepada mereka, lalu menceriterakan dengan terperinci apa yang dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa lain oleh pelayanannya.” (Kisah 21:17-19) Setelah mendengarkan Paulus, badan yang berkumpul itu memberikan petunjuk yang jelas kepadanya, dengan menyatakan, ”Lakukanlah apa yang kami katakan ini.” Mereka memerintahkan dia untuk pergi ke bait dan memperlihatkan di depan umum bahwa ia tidak ”mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, . . . supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat”.—Kisah 21:20-24.
16 Ada yang mungkin meragukan kebijaksanaan dari perintah ini. Seperti telah kita lihat, bertahun-tahun sebelumnya Yakobus, dan mungkin penatua-penatua lain yang hadir pada kedua peristiwa itu, telah menyuruh Paulus pergi dari Yerusalem karena kehidupannya terancam oleh ”orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani”. (Kisah 9:29) Meskipun demikian, Paulus mentaati perintah itu, selaras dengan apa yang sudah ia katakan di 1 Korintus 9:20. Tetapi penyebab yang sama menimbulkan akibat yang sama. ”Orang-orang Yahudi yang datang dari [propinsi Roma di] Asia” menimbulkan kerusuhan dan berusaha membunuh Paulus. Hanya suatu tindakan yang cepat dari para prajurit Roma telah menyelamatkan dia sehingga tidak dibunuh tanpa diadili. (Kisah 21:26-32) Karena Kristus adalah Kepala sidang yang aktif, mengapa ia memerintahkan badan pimpinan untuk menyuruh Paulus pergi ke bait?
17. Bagaimana keputusan yang aneh ini ternyata telah ditetapkan ilahi, dan apa yang ditunjukkan oleh ini?
17 Jawabannya menjadi jelas dalam apa yang terjadi pada malam kedua setelah Paulus ditangkap. Ia telah memberikan kesaksian yang baik kepada gerombolan orang-orang yang berusaha membunuhnya dan, keesokan harinya, kepada Sanhedrin. (Kisah 22:1-21; 23:1-6) Untuk kedua kalinya ia hampir dibunuh tanpa diadili. Tetapi malam itu, Yesus muncul di hadapannya dan mengatakan, ”Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.” (Kisah 23:11) Ingat tiga macam tugas yang telah Kristus nubuatkan bagi Paulus. (Kisah 9:15) Paulus telah memberitakan nama Kristus kepada ”bangsa-bangsa lain” dan kepada ”orang-orang Israel” namun kini tiba waktunya bagi dia untuk bersaksi kepada ”raja-raja”. Karena keputusan dari badan pimpinan itu, Paulus dapat bersaksi kepada gubernur Roma Feliks dan Festus, kepada Raja Herodes Agripa II, dan, akhirnya, kepada Kaisar Roma Nero. (Kisah, pasal 24-26; 27:24) Siapa yang dapat meragukan bahwa Kristus ada di belakang ini semua?
-