-
Dari Anak Nakal Menjadi MisionarisSedarlah!—1990 (No. 33) | Sedarlah!—1990 (No. 33)
-
-
Pada bulan Februari 1960, setelah kira-kira enam bulan pelajaran dan pelatihan, kami lulus dari kelas Gilead yang ke-34. Kami ditugaskan ke Bogotá, Kolombia, dan tiba pada tanggal 1 Maret 1960.
Tantangan kami yang pertama ialah belajar bahasa Spanyol. Kata-kata yang saya pakai secara keliru sering menjadi bahan tertawaan orang. Saya teringat, pada waktu saya bertugas di Bagian Penginapan selama kebaktian distrik kami yang pertama, saya meminta kepada saudara-saudara untuk meminjamkan beberapa kasur (colchones), tetapi saya menggunakan kata cochinos (babi). Dengan sopan mereka bertanya kepada saya, ”Saudara membutuhkannya untuk apa?” Saya berkata, ”Untuk tempat tidur saudara-saudara.” Setelah semuanya tertawa, kami mendapatkan kasur-kasur itu.
Sambil menikmati ciptaan Allah dalam keindahan alam dari pegunungan Andes yang megah dengan puncak tertutup salju, hutan-hutan, dan dataran rendah, kami memperoleh banyak pengalaman yang tak terlupakan. Salah satunya ialah pada waktu kami mengunjungi perintis-perintis istimewa di Villavicencio, di tepi llano (dataran rendah). Di kota San Martin, kami bertemu dengan rombongan Saksi-Saksi dari Granada. Ini adalah untuk pertama kalinya orang-orang di San Martin mendengar berita Kerajaan. Ketika istri saya sedang berbicara dengan seorang wanita di rumahnya, seorang anak laki-laki datang menghampiri istri saya dan menanyakan apa yang sedang ia kerjakan. Setelah diberi tahu, anak itu pergi tetapi kemudian kembali lagi dan mengatakan bahwa seorang pelanggan di toko obat di seberang jalan ingin berbicara dengan istri saya. Orang itu mendengarkan berita itu dengan gembira dan ingin memiliki semua bacaan Alkitab yang ada pada istri saya. Pada waktu langganan majalah Menara Pengawal dan Sedarlah! ditawarkan, ia berkata, ”Rumah saya sangat jauh sehingga tidak ada pelayanan pos di sana. Saya harus mengambil surat-surat saya di sini di San Martin, dan saya hanya datang ke mari sekali setahun untuk barang-barang yang diperlukan.” Untunglah, pada tahun itu ia datang ketika kami sedang berkunjung.
Kami sangat menikmati pekerjaan membagikan kebenaran Firman Allah kepada orang-orang Kolumbia selama 16 tahun, melakukan perjalanan dengan segala macam sarana transport: piragua (sampan dari batang pohon), pesawat udara, bis, mobil, kuda, dan burro (keledai kecil). Ke manapun kami pergi, kami bertemu dengan orang-orang yang ramah yang senang membicarakan kebenaran Alkitab dan belajar mengenal dan mengerti kasih Yehuwa dan Putra-Nya yang Ia kasihi.
-
-
Dari Anak Nakal Menjadi MisionarisSedarlah!—1990 (No. 33) | Sedarlah!—1990 (No. 33)
-
-
[Gambar di hlm. 31]
Hari mencuci di Kolombia untuk istri saya, Earline
-