-
Berpaling kepada Yehuwa untuk Mendapatkan PenghiburanMenara Pengawal—1996 | 1 November
-
-
Berpaling kepada Yehuwa untuk Mendapatkan Penghiburan
”Semoga Allah yang menyediakan ketekunan dan penghiburan mengaruniakan kepadamu untuk memiliki di antara kamu sendiri sikap mental yang sama yang dimiliki Kristus Yesus.”—ROMA 15:5.
1. Mengapa kebutuhan akan penghiburan semakin bertambah setiap hari?
DARI hari ke hari kebutuhan akan penghiburan semakin bertambah. Sebagaimana diamati seorang penulis Alkitab lebih dari 1.900 tahun yang lalu, ”semua ciptaan sama-sama terus mengerang dan sama-sama dalam kesakitan sampai sekarang”. (Roma 8:22) Pada zaman kita, ”mengerang” dan ”kesakitan” telah menjadi lebih parah daripada sebelumnya. Sejak Perang Dunia I, umat manusia telah menderita krisis demi krisis dalam bentuk peperangan, kejahatan, dan bencana alam yang sering kali berkaitan dengan pengelolaan yang salah oleh manusia atas bumi ini.—Penyingkapan 11:18.
2. (a) Siapa yang paling patut dipersalahkan atas celaka umat manusia dewasa ini? (b) Fakta apa memberikan bagi kita dasar untuk penghiburan?
2 Mengapa terdapat begitu banyak penderitaan pada zaman kita? Sewaktu melukiskan pencampakan Setan dari surga setelah berdirinya Kerajaan pada tahun 1914, Alkitab menjawab, ”Celaka bagi bumi dan bagi laut, sebab si Iblis telah turun kepadamu, dengan kemarahan yang besar, karena tahu ia mempunyai jangka waktu yang singkat.” (Penyingkapan 12:12) Bukti jelas dari penggenapan nubuat tersebut mengartikan bahwa kita hampir mencapai akhir pemerintahan Setan yang fasik. Alangkah menghiburnya untuk mengetahui bahwa kehidupan di bumi akan segera kembali kepada keadaan damai yang ada sebelum Setan menggiring orang-tua kita yang pertama ke dalam pemberontakan!
3. Kapankah manusia tidak membutuhkan penghiburan?
3 Pada mulanya, Pencipta manusia menyediakan suatu taman yang indah sebagai rumah bagi pasangan manusia pertama. Ini terletak di sebuah kawasan yang disebut Eden, yang berarti ”Kesenangan” atau ”Kegembiraan”. (Kejadian 2:8, catatan kaki NW bahasa Inggris) Selain itu, Adam dan Hawa menikmati kesehatan yang sempurna, dengan prospek untuk tidak pernah mati. Coba pikirkan banyak bidang yang di dalamnya mereka dapat memperkembangkan kesanggupan mereka—seperti bertaman, seni, konstruksi, musik. Juga, pikirkan tentang semua karya ciptaan yang mereka dapat pelajari seraya mereka memenuhi tugas mereka untuk menaklukkan bumi dan menjadikannya suatu firdaus. (Kejadian 1:28) Memang, kehidupan Adam dan Hawa dapat dipenuhi, bukan dengan erangan dan kesakitan, tetapi dengan kegembiraan dan kesenangan. Jelaslah, mereka sebenarnya tidak membutuhkan penghiburan.
4, 5. (a) Mengapa Adam dan Hawa gagal melewati ujian ketaatan? (b) Bagaimana umat manusia sampai membutuhkan penghiburan?
4 Akan tetapi, apa yang sebenarnya dibutuhkan Adam dan Hawa adalah memupuk kasih dan penghargaan yang dalam terhadap Bapak surgawi mereka yang baik hati. Kasih demikian akan memotivasi mereka untuk menaati Allah di bawah segala keadaan. (Bandingkan Yohanes 14:31.) Sayang sekali, kedua orang-tua kita yang pertama gagal menaati Penguasa mereka yang benar, Yehuwa. Mereka malahan membiarkan diri mereka berada di bawah pemerintahan yang fasik dari malaikat yang bejat, Setan si Iblis. Setanlah yang menggoda Hawa untuk melakukan dosa dan memakan buah yang terlarang. Kemudian Adam berdosa sewaktu ia juga memakan buah dari pohon yang Allah peringatkan dengan jelas, ”Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”—Kejadian 2:17.
5 Dengan cara ini, pasangan yang berdosa ini mulai mati. Sewaktu menjatuhkan hukuman mati, Allah juga mengatakan kepada Adam, ”Terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu.” (Kejadian 3:17, 18) Oleh karena itu Adam dan Hawa kehilangan prospek untuk menjadikan bumi yang belum digarap menjadi suatu firdaus. Karena diusir dari Eden, mereka harus banting tulang mencari makan dari tanah yang telah dikutuk. Keturunan mereka, karena mewarisi keadaan berdosa dan sekarat, menjadi sangat membutuhkan penghiburan.—Roma 5:12.
Sebuah Janji yang Menghibur Digenapi
6. (a) Janji yang menghibur apa dibuat Allah setelah umat manusia jatuh ke dalam dosa? (b) Nubuat apa sehubungan dengan penghiburan diucapkan Lamekh?
6 Sewaktu menjatuhkan hukuman atas penyulut pemberontakan manusia, Yehuwa terbukti sebagai ’Allah yang menyediakan penghiburan’. (Roma 15:5) Ia melakukan hal itu dengan berjanji untuk mengutus ”benih” yang pada akhirnya akan melepaskan keturunan Adam dari pengaruh yang membawa bencana akibat pemberontakan Adam. (Kejadian 3:15, NW) Pada waktunya, Allah juga menyediakan gambaran pendahuluan dari pembebasan ini. Misalnya, Ia mengilhami Lamekh, seorang keturunan jauh dari Adam melalui putranya, Set, untuk bernubuat tentang apa yang akan dilakukan putra Lamekh, ”Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN.” (Kejadian 5:29) Selaras dengan janji ini, anak tersebut dinamakan Nuh, yang artinya ”Istirahat” atau ”Penghiburan”.
7, 8. (a) Keadaan apa yang membuat Yehuwa menyesal telah menciptakan manusia, dan apa yang menjadi maksud-tujuan-Nya sebagai tanggapan? (b) Bagaimana Nuh menggenapi arti dari namanya?
7 Sementara itu, Setan mendapat pengikut di antara beberapa malaikat surgawi. Mereka menjelma sebagai manusia dan mengambil wanita-wanita yang menarik dari keturunan Adam sebagai istri. Percampuran yang tidak wajar demikian merusak masyarakat manusia dan menghasilkan suatu ras yang fasik yaitu Nefilim, ”jagoan-jagoan”, yang memenuhi bumi dengan kekerasan. (Kejadian 6:1, 2, 4, 11; Yudas 6) ”Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi . . . maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.”—Kejadian 6:5, 6.
8 Maksud-tujuan Yehuwa adalah untuk membinasakan dunia yang fasik tersebut melalui suatu banjir global, namun pertama-tama Ia memerintahkan Nuh agar membangun sebuah bahtera untuk memelihara kehidupan. Dengan demikian, ras manusia dan segala jenis binatang diselamatkan. Setelah Air Bah Nuh dan keluarganya pasti merasa lega sekali seraya mereka keluar dari bahtera ke dalam bumi yang dibersihkan! Alangkah menghiburnya untuk mendapati bahwa kutuk atas tanah telah dihapus, membuat kegiatan pertanian menjadi jauh lebih mudah! Tidak diragukan, nubuat Lamekh terbukti benar, dan Nuh hidup sesuai dengan arti namanya. (Kejadian 8:21) Sebagai hamba Allah yang setia, Nuh menjadi alat yang digunakan untuk mendatangkan sejumlah ”penghiburan” kepada umat manusia. Akan tetapi, pengaruh yang fasik dari Setan dan para malaikat hantunya tidak berakhir dengan Air Bah, dan umat manusia terus mengerang di bawah beban dosa, penyakit, dan kematian.
Seseorang yang Lebih Besar daripada Nuh
9. Bagaimana Yesus Kristus telah terbukti menjadi penolong dan penghibur bagi manusia yang bertobat?
9 Akhirnya, pada akhir dari kira-kira 4.000 tahun sejarah manusia, Benih yang dijanjikan pun tiba. Digerakkan oleh kasih yang besar kepada umat manusia, Allah Yehuwa mengutus Putra satu-satunya yang diperanakkan ke bumi untuk mati sebagai tebusan bagi umat manusia yang berdosa. (Yohanes 3:16) Yesus Kristus mendatangkan kelegaan besar bagi para pedosa yang bertobat yang menjalankan iman akan kematiannya sebagai korban. Semua yang membaktikan kehidupannya kepada Yehuwa dan menjadi murid yang terbaptis dari Putra-Nya, menikmati penyegaran dan penghiburan yang langgeng. (Matius 11:28-30; 16:24) Meskipun mereka tidak sempurna, mereka mendapatkan sukacita yang sangat besar dalam melayani Allah dengan hati nurani yang bersih. Alangkah menghiburnya bagi mereka untuk mengetahui bahwa jika mereka terus menjalankan iman akan Yesus, mereka akan diberi upah kehidupan abadi! (Yohanes 3:36; Ibrani 5:9) Jika mereka melakukan dosa yang serius karena kelemahan, maka mereka memiliki seorang penolong, atau penghibur, dalam diri Tuan Yesus Kristus yang dibangkitkan. (1 Yohanes 2:1, 2) Dengan mengakui dosa demikian dan dengan mengambil langkah-langkah berdasarkan Alkitab agar tidak mempraktekkan dosa, mereka mendapatkan kelegaan, karena mengetahui bahwa ’Allah setia dan adil-benar sehingga mengampuni dosa-dosa mereka’.—1 Yohanes 1:9; 3:6; Amsal 28:13.
10. Apa yang kita pelajari dari mukjizat-mukjizat yang Yesus lakukan sewaktu ia berada di atas bumi?
10 Sewaktu berada di bumi, Yesus juga mendatangkan penyegaran dengan membebaskan orang yang kerasukan hantu, dengan menyembuhkan segala jenis penyakit, dan dengan membangkitkan orang-orang yang dikasihi yang telah meninggal untuk hidup kembali. Memang, mukjizat-mukjizat demikian hanya menyediakan manfaat sementara, karena orang-orang yang diberkati tersebut menjadi tua dan mati setelah itu. Meskipun demikian, Yesus dengan cara ini menandaskan berkat-berkat di masa depan yang permanen yang ia akan limpahkan ke atas segenap umat manusia. Kini sebagai Raja surgawi yang perkasa, ia akan segera melakukan jauh lebih banyak daripada sekadar mengusir hantu-hantu. Ia akan mencampakkan mereka bersama pemimpin mereka, Setan, ke dalam keadaan tidak aktif. Kemudian Pemerintahan Seribu Tahun Kristus yang mulia akan dimulai.—Lukas 8:30, 31; Penyingkapan 20:1, 2, 6.
11. Mengapa Yesus menyebut dirinya ”Tuan atas sabat”?
11 Yesus mengatakan bahwa ia adalah ”Tuan atas sabat”, dan banyak penyembuhannya dilakukan pada hari Sabat. (Matius 12:8-13; Lukas 13:14-17; Yohanes 5:15, 16; 9:14) Mengapa demikian? Nah, Sabat merupakan bagian dari Hukum Allah kepada orang-orang Israel dan dengan demikian menjadi ”bayangan dari perkara-perkara baik yang akan datang”. (Ibrani 10:1) Enam hari kerja mengingatkan kita akan 6.000 tahun perbudakan manusia kepada pemerintahan Setan yang menindas. Hari Sabat pada akhir pekan mengingatkan kepada istirahat yang menghibur yang akan dialami umat manusia selama Pemerintahan Seribu Tahun dari Nuh yang Lebih Besar, Yesus Kristus.—Bandingkan 2 Petrus 3:8.
12. Pengalaman-pengalaman apa yang menghibur yang dapat kita nantikan?
12 Alangkah leganya rakyat pemerintahan Kristus di bumi sewaktu, pada akhirnya, mereka mendapati diri mereka sepenuhnya bebas dari pengaruh Setan yang fasik! Penghiburan lebih lanjut akan datang seraya mereka mengalami penyembuhan dari penyakit jasmani, emosi, dan mental. (Yesaya 65:17) Maka, coba pikirkan tentang emosi mereka yang meluap seraya mereka mulai menyambut orang-orang yang dikasihi dari kematian! Dengan cara-cara ini Allah ”akan menghapus segala air mata dari mata mereka”. (Penyingkapan 21:4) Seraya manfaat korban tebusan Yesus secara progresif diterapkan, rakyat yang taat dari Kerajaan Allah akan berkembang kepada kesempurnaan, menjadi bebas sepenuhnya dari segala pengaruh buruk dari dosa Adam. (Penyingkapan 22:1-5) Kemudian Setan akan dibebaskan ”untuk sedikit waktu”. (Penyingkapan 20:3, 7) Semua manusia yang dengan setia menjunjung kedaulatan Yehuwa yang benar akan diberi imbalan kehidupan abadi. Bayangkan sukacita dan kelegaan yang tidak terkatakan karena sepenuhnya ”dimerdekakan dari perbudakan kepada kefanaan”! Dengan demikian umat manusia yang taat akan menikmati ”kemerdekaan yang mulia sebagai anak-anak Allah”.—Roma 8:21.
13. Mengapa semua orang Kristen yang sejati membutuhkan penghiburan yang disediakan Allah?
13 Sementara ini, kita masih terus mengalami erangan dan kesakitan yang lazim bagi semua yang hidup di tengah-tengah sistem Setan yang fasik. Meningkatnya penyakit jasmani dan gangguan emosi mempengaruhi segala macam orang, termasuk orang-orang Kristen yang setia. (Filipi 2:25-27; 1 Tesalonika 5:14) Selain itu, sebagai orang-orang Kristen kita sering kali menderita ejekan dan penganiayaan yang tidak adil yang Setan timpakan atas kita karena ”menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia”. (Kisah 5:29) Oleh karena itu, jika kita ingin bertekun melakukan kehendak Allah terus sampai akhir dunia Setan, kita membutuhkan penghiburan, bantuan, dan kekuatan yang Ia sediakan.
Di Mana Menemukan Penghiburan
14. (a) Janji apa dibuat Yesus pada malam sebelum kematiannya? (b) Apa yang perlu jika kita ingin mendapatkan manfaat sepenuhnya dari penghiburan melalui roh kudus Allah?
14 Pada malam sebelum kematiannya, Yesus menjelaskan kepada para rasulnya yang setia bahwa ia akan segera meninggalkan mereka dan kembali kepada Bapaknya. Ini menyusahkan dan menyedihkan hati mereka. (Yohanes 13:33, 36; 14:27-31) Menyadari kebutuhan mereka akan penghiburan yang berkelanjutan, Yesus berjanji, ”Aku akan memohon kepada Bapak dan ia akan memberimu penolong yang lain untuk berada bersamamu selama-lamanya.” (Yohanes 14:16, catatan kaki NW bahasa Inggris) Yesus di sini merujuk kepada roh kudus Allah, yang dicurahkan ke atas murid-muridnya 50 hari setelah kebangkitannya.a Antara lain, roh Allah menghibur mereka selama cobaan mereka dan menguatkan mereka untuk terus melakukan kehendak Allah. (Kisah 4:31) Akan tetapi, bantuan demikian hendaknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang otomatis. Agar sepenuhnya mendapat manfaat, setiap orang Kristen harus terus berdoa memohon bantuan yang menghibur yang Allah sediakan melalui roh kudus-Nya.—Lukas 11:13.
15. Apa beberapa cara Yehuwa menyediakan penghiburan bagi kita?
15 Cara lain Allah menyediakan penghiburan adalah melalui Firman-Nya, Alkitab. Paulus menulis, ”Segala perkara yang ditulis dahulu kala ditulis untuk instruksi kita, agar melalui ketekunan kita dan melalui penghiburan dari Tulisan-Tulisan Kudus kita dapat mempunyai harapan.” (Roma 15:4) Ini memperlihatkan pentingnya bagi kita untuk belajar dan merenungkan perkara-perkara yang ditulis dalam Alkitab dan publikasi-publikasi berdasarkan Alkitab. Kita juga perlu tetap tentu menghadiri perhimpunan-perhimpunan Kristen, di mana gagasan yang menghibur dari Firman Allah dibagikan. Salah satu tujuan utama dari pertemuan demikian adalah untuk menganjurkan satu sama lain.—Ibrani 10:25.
16. Persediaan-persediaan yang menghibur dari Allah hendaknya memotivasi kita untuk melakukan apa?
16 Surat Paulus kepada orang-orang Romawi selanjutnya memperlihatkan hasil-hasil baik yang kita terima dengan memanfaatkan persediaan yang menghibur dari Allah. ”Semoga Allah yang menyediakan ketekunan dan penghiburan,” tulis Paulus, ”mengaruniakan kepadamu untuk memiliki di antara kamu sendiri sikap mental yang sama yang dimiliki Kristus Yesus, agar dengan sehati kamu dapat dengan satu mulut memuliakan Allah dan Bapak dari Tuan kita Yesus Kristus.” (Roma 15:5, 6) Ya, dengan memanfaatkan sepenuhnya persediaan-persediaan yang menghibur dari Allah, kita akan cenderung menjadi seperti Pemimpin kita yang pemberani, Yesus Kristus. Ini akan memotivasi kita untuk terus menggunakan mulut kita untuk memuliakan Allah dalam pekerjaan kesaksian kita, dalam perhimpunan-perhimpunan kita, dalam percakapan pribadi dengan rekan-rekan seiman, dan dalam doa-doa kita.
Pada Masa-Masa Cobaan yang Hebat
17. Bagaimana Yehuwa menghibur Putra-Nya, dan dengan hasil apa?
17 Yesus merasa ”sangat susah” dan ”sangat pedih” pada malam sebelum kematiannya yang penuh penderitaan. (Matius 26:37, 38) Maka ia sedikit menjauh dari murid-muridnya dan berdoa kepada Bapaknya memohon bantuan. ”Ia berkenan didengar karena rasa takutnya yang saleh.” (Ibrani 5:7) Alkitab melaporkan bahwa ”malaikat dari langit muncul kepada [Yesus] dan menguatkannya”. (Lukas 22:43) Cara yang berani dan jantan yang diperlihatkan Yesus dalam menghadapi para penentangnya membuktikan bahwa cara Allah menghibur Putra-Nya merupakan cara yang paling efektif.—Yohanes 18:3-8, 33-38.
18. (a) Periode apa dalam kehidupan rasul Paulus yang khususnya penuh cobaan? (b) Bagaimana kita dapat menjadi penghiburan bagi para penatua yang beriba hati dan bekerja keras?
18 Rasul Paulus juga melewati periode-periode cobaan yang hebat. Misalnya, pelayanannya di Efesus ditandai oleh ”air mata dan cobaan yang menimpa[nya] melalui rencana-rencana jahat orang Yahudi”. (Kisah 20:17-20) Pada akhirnya, Paulus meninggalkan Efesus setelah para pendukung dewi Artemis membuat huru-hara di dalam kota menentang kegiatan pengabarannya. (Kisah 19:23-29; 20:1) Seraya Paulus mengadakan perjalanan ke utara ke kota Troas, ada hal lain yang sangat membebani pikirannya. Beberapa saat sebelum huru-hara di Efesus, ia telah menerima laporan yang mengganggu. Sidang yang muda di Korintus dilanda perpecahan, dan mereka mentoleransi percabulan. Maka dari Efesus, Paulus telah menulis sepucuk surat berupa teguran yang keras dengan harapan memperbaiki keadaan. Ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk ia lakukan. ”Dari banyak kesengsaraan dan penderitaan hati yang berat aku menulis kepadamu dengan banyak air mata,” demikian belakangan ia singkapkan dalam suratnya yang kedua. (2 Korintus 2:4) Seperti Paulus, para penatua yang beriba hati tidak mendapati mudah untuk memberikan nasihat dan teguran yang memberi koreksi, antara lain karena mereka juga menyadari kelemahan mereka sendiri. (Galatia 6:1) Oleh karena itu, semoga kita menjadi penghiburan bagi orang-orang yang mengambil pimpinan di antara kita dengan senang hati menyambut nasihat pengasih yang berdasarkan Alkitab.—Ibrani 13:17.
19. Mengapa Paulus pindah dari Troas ke Makedonia, dan bagaimana ia pada akhirnya mendapatkan kelegaan?
19 Sewaktu berada di Efesus, Paulus tidak hanya menulis kepada saudara-saudara di Korintus namun ia juga mengutus Titus untuk membantu mereka, menugaskannya untuk melaporkan kembali tentang tanggapan mereka atas surat tersebut. Paulus berharap untuk mencegat Titus di Troas. Di sana Paulus diberkati dengan kesempatan yang bagus untuk menjadikan murid. Tetapi ini tidak menghapus kekhawatirannya karena Titus belum tiba. (2 Korintus 2:12, 13) Maka ia menempuh perjalanan ke Makedonia, dengan berharap menjumpai Titus di sana. Kekhawatiran Paulus diperberat dengan tentangan yang kuat terhadap pelayanannya. ”Ketika kami tiba di Makedonia,” ia menjelaskan, ”daging kami tidak mendapat kelegaan, tetapi kami terus sangat disusahkan dengan segala cara—ada perkelahian di luar, perasaan takut di dalam. Meskipun demikian Allah, yang menghibur mereka yang direndahkan, menghibur kami dengan kehadiran Titus.” (2 Korintus 7:5, 6) Alangkah leganya sewaktu Titus akhirnya tiba untuk memberi tahu Paulus tentang tanggapan yang positif dari orang-orang Korintus atas suratnya!
20. (a) Sebagaimana halnya Paulus, dengan cara penting lain apa Yehuwa dapat menyediakan penghiburan? (b) Apa yang akan dibahas pada artikel berikutnya?
20 Pengalaman Paulus menghibur hamba-hamba Allah dewasa ini, yang kebanyakan di antaranya juga menghadapi cobaan yang menyebabkan mereka ”direndahkan”, atau ”depresi” (Phillips). Ya, ’Allah yang menyediakan penghiburan’ mengetahui kebutuhan pribadi kita dan dapat menggunakan kita untuk menjadi penghiburan bagi satu sama lain, sama seperti Paulus memperoleh penghiburan melalui laporan Titus tentang sikap bertobat dari orang-orang Korintus. (2 Korintus 7:11-13) Dalam artikel kita yang berikut, kita akan membahas tanggapan Paulus yang hangat kepada orang-orang Korintus dan bagaimana ini dapat membantu kita untuk menjadi orang yang dengan efektif membagikan penghiburan dari Allah dewasa ini.
-
-
Mengambil Bagian dari Penghiburan yang Yehuwa SediakanMenara Pengawal—1996 | 1 November
-
-
Mengambil Bagian dari Penghiburan yang Yehuwa Sediakan
”Harapan kami bagimu tidak goyah, karena mengetahui bahwa, sebagaimana kamu adalah orang-orang yang mengambil bagian dari penderitaan itu, dengan cara yang sama kamu juga akan mengambil bagian dari penghiburan itu.”—2 KORINTUS 1:7.
1, 2. Apa pengalaman banyak orang yang menjadi Kristen dewasa ini?
BANYAK orang yang sekarang membaca Menara Pengawal bertumbuh dewasa tanpa pengetahuan tentang kebenaran Allah. Barangkali demikian halnya keadaan saudara. Jika demikian, ingatlah apa yang saudara rasakan ketika mata pengertian saudara mulai terbuka. Misalnya, sewaktu saudara pertama kali mengerti bahwa orang mati tidak menderita melainkan tidak tahu apa-apa, tidakkah saudara merasa lega? Dan sewaktu saudara mengetahui harapan bagi orang mati, bahwa miliaran orang akan dibangkitkan kepada kehidupan dalam dunia baru Allah, bukankah saudara merasa terhibur?—Pengkhotbah 9:5, 10; Yohanes 5:28, 29.
2 Bagaimana dengan janji Allah untuk mengakhiri kefasikan dan mengubah bumi ini menjadi suatu firdaus? Sewaktu saudara mengetahui tentang hal ini, bukankah ini menghibur saudara dan memenuhi saudara dengan penantian yang sangat besar? Bagaimana perasaan saudara sewaktu saudara pertama kali mengetahui akan kemungkinan untuk tidak pernah mati melainkan selamat memasuki Firdaus di bumi kelak? Tidak diragukan saudara merasa tergetar. Ya, saudara telah menjadi penerima berita menghibur dari Allah yang kini diberitakan di seluas dunia oleh Saksi-Saksi Yehuwa.—Mazmur 37:9-11, 29; Yohanes 11:26; Penyingkapan 21:3-5.
3. Mengapa orang-orang yang membagikan berita yang menghibur dari Allah kepada orang-orang lain juga menderita kesengsaraan?
3 Akan tetapi, sewaktu saudara berupaya membagikan berita Alkitab kepada orang-orang lain, saudara juga mulai menyadari bahwa ”iman bukanlah milik semua orang”. (2 Tesalonika 3:2) Barangkali beberapa bekas teman saudara mengejek saudara karena menyatakan iman akan janji-janji Alkitab. Saudara bahkan mungkin mengalami penganiayaan karena terus mempelajari Alkitab dengan bergabung bersama Saksi-Saksi Yehuwa. Tentangan mungkin semakin gencar seraya saudara membuat perubahan untuk menyelaraskan kehidupan saudara dengan prinsip-prinsip Alkitab. Saudara mulai mengalami kesengsaraan yang Setan dan dunianya datangkan atas semua yang menerima penghiburan dari Allah.
4. Dengan cara-cara yang berbeda apa para peminat baru menanggapi kesengsaraan?
4 Sayang sekali, seperti yang dinubuatkan Yesus, kesengsaraan menyebabkan beberapa orang tersandung dan tidak lagi bergabung dengan sidang Kristen. (Matius 13:5, 6, 20, 21) Ada pula orang-orang yang bertekun mengalami kesengsaraan dengan memusatkan pikiran pada janji-janji yang menghibur yang mereka sedang pelajari. Akhirnya mereka membaktikan kehidupan mereka kepada Yehuwa dan dibaptis sebagai murid-murid dari Putra-Nya, Yesus Kristus. (Matius 28:19, 20; Markus 8:34) Tentu saja, kesengsaraan tidak berhenti saat seorang Kristen dibaptis. Misalnya, menjaga diri tetap murni mungkin merupakan perjuangan berat bagi orang yang memiliki latar belakang amoral. Orang-orang lain harus bergumul melawan tentangan yang terus-menerus dari anggota-anggota keluarga yang tidak seiman. Apa pun kesengsaraannya, semua yang dengan setia menempuh kehidupan yang berbakti kepada Allah dapat merasa yakin akan satu hal. Dengan cara yang sangat pribadi, mereka akan merasakan penghiburan dan bantuan Allah.
”Allah Segala Penghiburan”
5. Bersama dengan banyak cobaan yang diderita Paulus, apa yang ia juga alami?
5 Salah seorang yang sangat menghargai penghiburan yang Allah sediakan adalah rasul Paulus. Setelah melewati suatu masa yang khususnya penuh cobaan di Asia dan Makedonia, ia mengalami kelegaan besar ketika mendengar bahwa sidang Korintus dengan baik menanggapi suratnya yang berisi teguran. Ini menggerakkannya untuk menulis surat yang kedua kepada mereka, yang berisi pernyataan pujian berikut ini, ”Diberkatilah Allah dan Bapak Tuan kita Yesus Kristus, Bapak belas kasihan yang lembut dan Allah segala penghiburan, yang menghibur kami dalam semua kesengsaraan kami.”—2 Korintus 1:3, 4.
6. Apa yang kita pelajari dari kata-kata Paulus yang terdapat di 2 Korintus 1:3, 4?
6 Kata-kata terilham ini menyediakan banyak keterangan. Marilah kita memeriksanya. Sewaktu Paulus menyatakan pujian atau syukur kepada Allah atau membuat permohonannya dalam surat-suratnya, kita biasanya mendapati bahwa ia juga menyertakan penghargaan yang dalam kepada Yesus, Kepala sidang Kristen. (Roma 1:8; 7:25; Efesus 1:3; Ibrani 13:20, 21) Oleh karena itu, Paulus menujukan pernyataan pujian ini kepada ”Allah dan Bapak Tuan kita Yesus Kristus”. Kemudian, untuk pertama kali dalam tulisannya, ia menggunakan sebuah kata benda Yunani yang diterjemahkan ”belas kasihan yang lembut”. Kata benda ini berasal dari sebuah kata yang digunakan untuk menyatakan dukacita karena penderitaan orang lain. Oleh karena itu, Paulus menggambarkan perasaan Allah yang lembut terhadap siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang setia yang menderita kesengsaraan—perasaan-perasaan lembut yang menggerakkan Allah untuk bertindak dengan penuh belas kasihan demi kepentingan mereka. Akhirnya, Paulus berpaling kepada Yehuwa sebagai sumber dari sifat yang memikat hati ini dengan menyapa-Nya ”Bapak belas kasihan yang lembut”.
7. Mengapa dapat dikatakan bahwa Yehuwa adalah ”Allah segala penghiburan”?
7 ”Belas kasihan yang lembut” dari Allah mendatangkan kelegaan bagi orang yang menderita kesengsaraan. Paulus selanjutnya menggambarkan Yehuwa sebagai ”Allah segala penghiburan”. Maka, penghiburan apa pun yang mungkin kita rasakan dari kebaikan hati rekan-rekan seiman, kita dapat memandang Yehuwa sebagai sumbernya. Tidak ada penghiburan yang sejati dan bertahan lama yang tidak berasal dari Allah. Selain itu, Allahlah yang menciptakan manusia menurut gambar-Nya, dengan demikian memungkinkan kita untuk menjadi penghibur. Dan adalah roh kudus Allah yang memotivasi hamba-hamba-Nya untuk memperlihatkan belas kasihan yang lembut terhadap orang-orang yang membutuhkan penghiburan.
Dilatih untuk Menjadi Penghibur
8. Meskipun Allah bukanlah sumber segala cobaan kita, pengaruh yang bermanfaat apa akan dihasilkan ketekunan kita atas diri kita?
8 Meskipun Allah Yehuwa mengizinkan berbagai cobaan menimpa hamba-hamba-Nya yang setia, Ia tidak pernah menjadi sumber dari cobaan-cobaan demikian. (Yakobus 1:13) Akan tetapi, penghiburan yang Ia sediakan bila kita bertekun menahan kesengsaraan, dapat melatih kita untuk menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang-orang lain. Dengan hasil apa? ’Agar kita dapat menghibur mereka yang ada dalam segala macam kesengsaraan melalui penghiburan yang dengannya kita sendiri dihibur oleh Allah.’ (2 Korintus 1:4) Demikianlah Yehuwa melatih kita untuk menjadi orang-orang yang dengan efektif membagi penghiburan-Nya kepada rekan-rekan seiman dan kepada orang-orang yang kita jumpai dalam pelayanan kita seraya kita meniru Kristus dan ”menghibur semua orang berkabung”.—Yesaya 61:2; Matius 5:4.
9. (a) Apa yang akan membantu kita untuk bertekun menahan penderitaan? (b) Bagaimana orang-orang lain terhibur bila kita dengan setia bertekun menahan kesengsaraan?
9 Paulus bertekun menahan banyak penderitaannya, berkat penghiburan yang limpah yang ia terima dari Allah melalui Kristus. (2 Korintus 1:5) Kita juga dapat mengalami banyak penghiburan dengan merenungkan janji-janji Allah yang berharga, dengan berdoa memohon dukungan roh kudus-Nya, dan dengan merasakan jawaban Allah atas doa-doa kita. Dengan demikian kita akan dikuatkan untuk terus menjunjung kedaulatan Yehuwa dan membuktikan si Iblis pendusta. (Ayub 2:4; Amsal 27:11) Bila kita telah dengan setia bertekun menahan suatu bentuk kesengsaraan, seperti Paulus, kita hendaknya memberikan segala pujian kepada Yehuwa, yang penghiburan-Nya memungkinkan orang-orang Kristen untuk tetap setia di bawah cobaan. Ketekunan dari orang-orang Kristen yang setia memiliki pengaruh yang menghibur terhadap saudara-saudara lain, membuat orang-orang bertekad untuk ”bertekun menahan penderitaan yang sama”.—2 Korintus 1:6.
10, 11. (a) Apa saja penyebab penderitaan bagi sidang Korintus purba? (b) Bagaimana Paulus menghibur sidang Korintus, dan harapan apa yang ia nyatakan?
10 Orang-orang Korintus mengalami penderitaan yang menimpa semua orang Kristen sejati. Selain itu, mereka membutuhkan nasihat untuk memecat seorang pelaku percabulan yang tidak bertobat. (1 Korintus 5:1, 2, 11, 13) Kegagalan untuk mengambil tindakan ini dan untuk mengakhiri pertikaian dan perpecahan telah mendatangkan aib atas sidang. Tetapi mereka akhirnya menerapkan nasihat Paulus dan mempertunjukkan pertobatan yang tulus. Oleh karena itu, ia dengan hangat memuji mereka dan mengatakan bahwa tanggapan mereka yang bagus kepada suratnya telah menghiburnya. (2 Korintus 7:8, 10, 11, 13) Rupanya, orang yang dipecat juga telah bertobat. Maka Paulus menasihati mereka untuk ”mengampuni dan menghibur dia, agar dengan satu atau lain cara orang yang demikian tidak tertelan habis oleh karena ia terlalu sedih”.—2 Korintus 2:7.
11 Surat Paulus yang kedua pastilah menghibur sidang Korintus. Dan ini adalah salah satu tujuannya. Ia menjelaskan, ”Harapan kami bagimu tidak goyah, karena mengetahui bahwa, sebagaimana kamu adalah orang-orang yang mengambil bagian dari penderitaan itu, dengan cara yang sama kamu juga akan mengambil bagian dari penghiburan itu.” (2 Korintus 1:7) Pada penutup suratnya, Paulus mendesak, ”Teruslah . . . dihibur, . . . dan Allah kasih dan kedamaian akan menyertaimu.”—2 Korintus 13:11.
12. Kebutuhan apa yang dimiliki semua orang Kristen?
12 Sungguh suatu pelajaran yang penting dapat kita peroleh dari hal ini! Semua anggota sidang Kristen perlu ”mengambil bagian dari penghiburan itu” yang Allah sediakan melalui Firman-Nya, roh kudus-Nya, dan organisasi-Nya di bumi. Bahkan orang-orang yang dipecat mungkin membutuhkan penghiburan jika mereka telah bertobat dan mengoreksi haluan mereka yang salah. Oleh karena itu, ”budak yang setia dan bijaksana” menetapkan suatu persediaan yang berbelaskasihan untuk membantu mereka. Sekali setahun dua penatua dapat mengunjungi orang-orang tertentu yang telah dipecat. Mereka mungkin tidak lagi memperlihatkan sikap yang memberontak atau terlibat dalam dosa yang serius dan mungkin membutuhkan bantuan untuk mengambil langkah-langkah yang perlu agar diterima kembali.—Matius 24:45; Yehezkiel 34:16.
Kesengsaraan Paulus di Asia
13, 14. (a) Bagaimana Paulus menggambarkan suatu masa kesengsaraan yang hebat yang ia alami di Asia? (b) Insiden apa yang mungkin ada dalam benak Paulus?
13 Jenis penderitaan yang harus dialami oleh sidang Korintus sampai taraf ini, tidak dapat dibandingkan dengan banyak kesengsaraan yang Paulus harus alami. Oleh karena itu, ia dapat mengingatkan mereka, ”Kami tidak ingin kamu kurang pengetahuan, saudara-saudara, mengenai kesengsaraan yang terjadi atas kami di distrik Asia, bahwa kami berada di bawah tekanan yang luar biasa berat melampaui kekuatan kami, sehingga kami merasa sangat tidak pasti bahkan akan kehidupan kami. Sebenarnya, kami merasa dalam diri kami bahwa kami telah menerima vonis kematian. Hal ini adalah agar kami menaruh kepercayaan kami, bukan kepada diri kami sendiri, tetapi kepada Allah yang membangkitkan orang mati. Dari perkara yang demikian hebat seperti kematian ia telah menyelamatkan kami dan akan menyelamatkan kami; dan harapan kami adalah kepadanya bahwa ia juga akan menyelamatkan kami lebih lanjut.”—2 Korintus 1:8-10.
14 Beberapa sarjana Alkitab menganggap bahwa Paulus merujuk kepada huru-hara di Efesus, yang dapat merenggut nyawa Paulus serta dua rekan perjalanannya dari Makedonia, yakni Gaius dan Aristarkhus. Kedua orang Kristen ini dipaksa masuk ke dalam sebuah teater yang penuh sesak dengan gerombolan yang ”berteriak selama kira-kira dua jam, ’Agunglah Artemis [ratu] orang Efesus!’” Pada akhirnya, seorang pejabat kota berhasil menenangkan kumpulan orang ini. Ancaman terhadap kehidupan Gaius dan Aristarkhus ini pastilah membuat Paulus sangat menderita. Sebenarnya, ia ingin masuk dan bertukar pikiran dengan gerombolan yang fanatik, namun ia dicegah agar tidak mempertaruhkan kehidupannya dengan cara ini.—Kisah 19:26-41.
15. Keadaan ekstrem apa yang dapat digambarkan di 1 Korintus 15:32?
15 Akan tetapi, Paulus mungkin telah menggambarkan keadaan yang jauh lebih ekstrem daripada insiden yang sebelumnya. Dalam suratnya yang pertama kepada orang-orang Korintus, Paulus bertanya, ”Jika, seperti manusia, aku bertarung dengan binatang-binatang buas di Efesus, apa gunanya bagiku?” (1 Korintus 15:32) Ini dapat berarti bahwa kehidupan Paulus terancam bukan hanya oleh pria-pria yang buas namun oleh binatang-binatang buas harfiah dalam stadion di Efesus. Para pelaku kejahatan kadang-kadang dihukum dengan dipaksa bertarung melawan binatang-binatang buas seraya kumpulan orang yang haus darah menyaksikannya. Jika Paulus memaksudkan bahwa ia telah menghadapi binatang-binatang buas harfiah, ia pasti pada saat-saat terakhir telah diselamatkan secara mukjizat dari kematian yang keji, sebagaimana Daniel diselamatkan dari mulut singa-singa harfiah.—Daniel 6:22.
Contoh-Contoh pada Zaman Modern
16. (a) Mengapa banyak Saksi-Saksi Yehuwa dapat dikatakan mengalami kesengsaraan yang sama dengan yang diderita Paulus? (b) Akan hal apa kita dapat merasa yakin sehubungan dengan orang-orang yang meninggal karena iman mereka? (c) Pengaruh baik apa telah dihasilkan bila orang-orang Kristen lolos dari kematian?
16 Banyak orang Kristen dewasa ini dapat merujuk kepada kesengsaraan yang diderita Paulus. (2 Korintus 11:23-27) Juga, dewasa ini orang-orang Kristen telah berada ”di bawah tekanan yang luar biasa berat melampaui kekuatan [mereka]”, dan banyak yang telah menghadapi keadaan-keadaan manakala ’merasa sangat tidak pasti bahkan akan kehidupan mereka’. (2 Korintus 1:8) Beberapa telah mati di tangan para pembunuh massal dan penganiaya yang kejam. Kita dapat merasa yakin bahwa kuasa yang menghibur dari Allah memungkinkan mereka untuk bertekun dan bahwa mereka meninggal dengan hati dan pikiran mereka terpusat teguh pada penggenapan dari harapan mereka, entah harapan surgawi atau harapan di bumi. (1 Korintus 10:13; Filipi 4:13; Penyingkapan 2:10) Dalam kasus-kasus lain, Yehuwa telah memanuver segala sesuatu, dan saudara-saudara kita telah lolos dari maut. Tidak diragukan orang-orang yang telah mengalami penyelamatan demikian telah memperkembangkan kepercayaan yang semakin bertambah ”kepada Allah yang membangkitkan orang mati”. (2 Korintus 1:9) Setelah itu, mereka dapat berbicara dengan keyakinan yang bahkan lebih besar seraya mereka membagikan berita yang menghibur dari Allah kepada orang-orang lain.—Matius 24:14.
17-19. Pengalaman-pengalaman apa yang memperlihatkan bahwa saudara-saudara kita di Rwanda telah menjadi orang-orang yang mengambil bagian dalam penghiburan Allah?
17 Baru-baru ini, saudara-saudara yang kita kasihi di Rwanda menghadapi pengalaman yang serupa dengan apa yang dialami Paulus dan rekan-rekannya. Banyak yang kehilangan nyawa mereka, namun upaya Setan tidak berhasil membinasakan iman mereka. Sebaliknya, saudara-saudara kita di negeri ini telah mengalami penghiburan Allah dengan banyak cara yang bersifat pribadi. Selama genosida orang-orang Tutsi dan Hutu yang tinggal di Rwanda, terdapat orang-orang Hutu yang mempertaruhkan kehidupan mereka untuk melindungi orang-orang Tutsi dan orang-orang Tutsi yang melindungi orang-orang Hutu. Beberapa dibantai oleh kelompok ekstremis karena melindungi rekan-rekan seiman mereka. Misalnya, seorang Saksi Hutu bernama Gahizi dibunuh setelah menyembunyikan seorang saudari Tutsi bernama Chantal. Suami Chantal yang berasal dari suku Tutsi, Jean, disembunyikan di tempat lain oleh seorang saudari Hutu bernama Charlotte. Selama 40 hari, Jean dan seorang saudara Tutsi lain tetap bersembunyi dalam sebuah cerobong besar, hanya keluar selama waktu singkat pada malam hari. Selama masa-masa itu, Charlotte menyediakan bagi mereka makanan dan perlindungan, meskipun tinggal sangat dekat dengan bala tentara Hutu. Di halaman ini, saudara dapat melihat sebuah foto dari Jean dan Chantal yang dipersatukan kembali dan merasa bersyukur bahwa rekan-rekan seiman Hutu mereka ”mempertaruhkan leher mereka”, bagi mereka berdua seperti yang dilakukan Priska dan Akuila bagi rasul Paulus.—Roma 16:3, 4.
18 Seorang Saksi Hutu lain, Rwakabubu, dipuji oleh surat kabar Intaremara karena melindungi rekan-rekan seiman Tutsi.a Surat kabar itu menulis, ”Ada juga Rwakabubu, salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa, yang terus menyembunyikan orang-orang di sana sini di kalangan saudara-saudaranya (demikianlah rekan-rekan seiman saling menyebut satu sama lain). Ia biasa menghabiskan sepanjang hari untuk membawakan makanan dan air minum bagi mereka meskipun ia sendiri seorang penderita asma. Namun Allah membuatnya luar biasa kuat.”
19 Juga, perhatikan sepasang suami-istri Hutu bernama Nicodeme dan Athanasie. Sebelum pecahnya genosida, pasangan suami-istri ini telah belajar Alkitab dengan seorang Saksi Tutsi bernama Alphonse. Dengan nyawa mereka sebagai taruhan, mereka menyembunyikan Alphonse di rumah mereka. Belakangan mereka menyadari bahwa rumah mereka bukanlah tempat yang aman karena tetangga Hutu mereka mengetahui tentang sahabat Tutsi mereka. Maka, Nicodeme dan Athanasie menyembunyikan Alphonse di dalam sebuah lubang di halaman mereka. Ini adalah tindakan yang bagus karena para tetangga mulai mencari Alphonse hampir setiap hari. Sewaktu berbaring dalam lubang ini selama 28 hari, Alphonse merenungkan kisah-kisah Alkitab seperti kisah tentang Rahab, yang menyembunyikan dua orang Israel di atap rumahnya di Yerikho. (Yosua 6:17) Dewasa ini, Alphonse terus melanjutkan dinasnya di Rwanda sebagai pemberita kabar baik, dengan bersyukur bahwa pelajar-pelajar Alkitabnya yang berasal dari suku Hutu mempertaruhkan nyawa mereka baginya. Dan bagaimana dengan Nicodeme dan Athanasie? Mereka kini Saksi-Saksi yang terbaptis dari Yehuwa dan memimpin lebih dari 20 pengajaran Alkitab dengan para peminat.
20. Dengan cara apa Yehuwa telah menghibur saudara-saudara kita di Rwanda, namun kebutuhan yang terus berlanjut apa yang dimiliki banyak di antara mereka?
20 Pada saat genosida di Rwanda dimulai, terdapat 2.500 pemberita kabar baik di negeri ini. Meskipun ratusan kehilangan nyawa mereka atau dipaksa untuk meninggalkan negeri tersebut, jumlah Saksi-Saksi telah meningkat menjadi lebih dari 3.000. Ini membuktikan bahwa Allah benar-benar menghibur saudara-saudara kita. Bagaimana dengan banyak anak yatim dan janda di antara Saksi-Saksi Yehuwa? Sewajarnyalah, mereka menderita kesengsaraan dan membutuhkan penghiburan yang terus-menerus. (Yakobus 1:27) Air mata mereka akan sepenuhnya dihapus hanya sewaktu kebangkitan terjadi dalam dunia baru Allah. Meskipun demikian, berkat bantuan saudara-saudara mereka dan karena mereka adalah penyembah ”Allah segala penghiburan”, mereka dapat menanggulangi problem-problem kehidupan.
21. (a) Di mana lagi saudara-saudara kita berada dalam keadaan yang benar-benar membutuhkan penghiburan Allah, dan apa salah satu cara kita semua dapat membantu? (Lihat kotak ”Penghiburan Selama Empat Tahun Masa Perang”.) (b) Kapan kebutuhan kita akan penghiburan akan sepenuhnya dipuaskan?
21 Di banyak tempat lain, seperti Eritrea, Singapura, dan bekas Yugoslavia, saudara-saudara kita terus melayani Yehuwa dengan setia meskipun adanya kesengsaraan. Semoga kita membantu saudara-saudara tersebut dengan membuat permohonan yang tetap tentu agar mereka dapat menerima penghiburan. (2 Korintus 1:11) Dan semoga kita bertekun dengan setia sampai saatnya sewaktu Allah melalui Yesus Kristus ”akan menghapus segala air mata dari mata [kita]” dalam arti sepenuhnya. Pada saat itu kita akan menikmati penghiburan Yehuwa sampai taraf yang penuh yang Yehuwa akan sediakan dalam dunia baru-Nya yang adil-benar.—Penyingkapan 7:17; 21:4; 2 Petrus 3:13.
-
-
Penghiburan selama Empat Tahun Masa PerangMenara Pengawal—1996 | 1 November
-
-
Penghiburan selama Empat Tahun Masa Perang
SELAMA empat tahun masa perang di daerah bekas Yugoslavia, banyak orang menderita kesukaran dan kekurangan yang hebat. Termasuk di antara mereka ratusan Saksi-Saksi Yehuwa, yang dengan setia terus beribadat kepada ”Allah segala penghiburan”.—2 Korintus 1:3.
Di Sarajevo, orang-orang menderita kesukaran tambahan karena hidup di kota besar yang berada di bawah pengepungan selama perang. Terdapat kekurangan listrik, air, kayu bakar, dan makanan. Bagaimana Sidang Saksi-Saksi Yehuwa di Sarajevo berfungsi di bawah keadaan yang ekstrem ini? Orang-orang Kristen dari negeri-negeri tetangga mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengirim sejumlah besar persediaan bantuan kemanusiaan. (Lihat Menara Pengawal, 1 November 1994, halaman 23-7.) Di samping itu, saudara-saudara di Sarajevo saling membagi apa yang mereka miliki, menitikberatkan pada membagi perkara-perkara rohani. Selama pengepungan seorang pengawas Kristen dari kota itu memberikan laporan berikut,
”Kami sangat menghargai perhimpunan. Saya dan istri saya, bersama-sama dengan 30 orang lain, berjalan sejauh 15 kilometer setiap kali ke perhimpunan. Kadang-kadang, diumumkan bahwa air akan disediakan selama waktu-waktu ketika perhimpunan diadakan. Apa yang akan dilakukan saudara-saudara kita? Apakah mereka akan tetap tinggal di rumah atau menghadiri perhimpunan? Saudara-saudara kita memilih untuk menghadiri perhimpunan. Saudara-saudara selalu saling membantu; mereka saling berbagi apa saja yang mereka miliki. Seorang saudari di sidang kami tinggal di daerah pinggiran kota, di dekat hutan; jadi agak lebih mudah baginya untuk memperoleh beberapa kayu bakar. Ia juga bekerja di sebuah toko roti, dan dia menerima terigu sebagai upah. Apabila mungkin, ia memanggang seketul besar roti membawanya ke perhimpunan. Selesai perhimpunan, di jalan keluar, ia memberi sepotong untuk setiap orang.
”Penting agar tidak seorang pun dari saudara atau saudari tersebut pernah merasa diabaikan. Tak seorang pun tahu siapa berikutnya di antara kita yang akan membutuhkan bantuan dalam keadaan yang buruk. Sewaktu jalanan bersalju selama musim dingin dan seorang saudari sakit, saudara-saudara yang muda dan kuat menariknya dengan kereta luncur ke perhimpunan.
”Kami semua ambil bagian dalam pekerjaan pengabaran, dan Yehuwa telah memberkati upaya-upaya kami. Ia telah melihat keadaan kami yang memprihatinkan di Bosnia, tetapi Ia telah memberkati kami dengan pertambahan—pertambahan yang tidak pernah kami lihat sebelum perang.”
Demikian pula, di bagian-bagian bekas Yugoslavia yang diporak-poranda oleh perang, Saksi-Saksi Yehuwa telah menikmati pertambahan meskipun adanya kesukaran yang hebat. Dari kantor Saksi-Saksi Yehuwa di Kroatia datang laporan berikut mengenai sekelompok Saksi-Saksi, ”Saudara-saudara yang tinggal di Velika Kladuša menghadapi masa-masa yang luar biasa sulit. Kota itu beberapa kali diserang. Saudara-saudara harus menjelaskan kenetralan mereka kepada pasukan-pasukan Kroatia, Serbia dan berbagai pasukan Muslim. Pastilah mereka harus sangat bertekun—pemenjaraan, pemukulan, kelaparan, bahaya kematian. Namun, mereka semua tetap setia dan memiliki hak istimewa melihat berkat Yehuwa atas kegiatan mereka.”
Meskipun mengalami kesukaran-kesukaran ini, Saksi-Saksi Yehuwa di Velika Kladuša dan kota tetangga Bihać, terus menikmati pertambahan-pertambahan seraya mereka dengan bergairah membagikan berita penghiburan dari Allah kepada sesama mereka. Sejumlah 26 penyiar Kerajaan dari kedua tempat ini sedang memimpin 39 pengajaran Alkitab di rumah!
-