PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Saudara Bisa Menjadi ”Sumber Penghiburan” Bagi Orang Lain
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2020 | Januari
    • Bahkan setelah kesulitan yang dialami saudara-saudari kita berakhir, mereka mungkin masih perlu dihibur. Perhatikan pengalaman berikut. Dalam waktu tiga bulan, kedua orang tua Fransiskab meninggal karena penyakit kanker. Fransiska bercerita, ”Menurut saya, masalah yang berat bisa memengaruhi kita sampai waktu yang sangat lama. Saya bersyukur karena punya teman-teman yang setia. Mereka paham bahwa saya masih sangat sedih meski orang tua saya sudah cukup lama meninggal.”

      6. Kalau kita adalah teman yang setia, apa yang akan kita lakukan?

      6 Teman yang setia akan rela berkorban untuk membantu saudara-saudarinya. Misalnya, seorang saudara bernama Philip diberi tahu oleh dokter bahwa dia menderita penyakit ganas dan akan segera meninggal. Istrinya, Karina, bercerita, ”Hari itu, yang mengantar kami ke dokter adalah sepasang suami istri di sidang. Saat mereka mendengar tentang penyakit Philip, mereka langsung memutuskan bahwa mereka tidak akan membiarkan kami menghadapi situasi yang sulit ini sendirian. Mereka selalu siap saat kami butuh bantuan mereka.” Ya, kita pasti sangat terhibur kalau kita punya sahabat sejati yang menemani kita menghadapi berbagai kesulitan!

  • Saudara Bisa Menjadi ”Sumber Penghiburan” Bagi Orang Lain
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2020 | Januari
    • Jika dia tahu bahwa kita bisa diandalkan, dia akan merasa sangat terhibur. Seorang saudari berkata, ”Kita jadi tenang karena kita tidak akan bertanya-tanya apakah orang yang menawarkan bantuan itu akan menepati janjinya.”

      10. Seperti yang dikatakan Amsal 18:24, orang-orang yang menghadapi masalah bisa mendapat penghiburan dari siapa?

      10 Sering kali, orang-orang yang sedang sedih atau kecewa bisa merasa terhibur setelah mencurahkan isi hati mereka kepada teman yang bisa dipercaya. (Baca Amsal 18:24.) Seorang saudara bernama Bobby merasa kecewa karena anaknya dipecat. Dia mengatakan, ”Saya perlu menceritakan perasaan saya kepada orang yang saya percayai.” Saudara lain bernama Diego tidak lagi mendapat tanggung jawab di sidang karena dia melakukan kesalahan. Dia mengatakan, ”Saya butuh ’tempat yang aman’ untuk mengungkapkan perasaan saya tanpa takut dihakimi.” Diego merasa bahwa para penatua adalah ”tempat yang aman” itu. Mereka membantu dia menghadapi masalahnya. Diego juga merasa tenang karena dia yakin bahwa para penatua tidak akan memberi tahu orang lain apa yang telah dia ceritakan.

      11. Bagaimana kita bisa menjadi teman yang bisa dipercaya?

      11 Untuk menjadi teman yang bisa dipercaya, kita perlu bersikap sabar. Sewaktu seorang saudari bernama Zhanna ditinggal oleh suaminya, dia merasa terhibur saat mencurahkan perasaannya kepada sahabat-sahabatnya. Dia berkata, ”Mereka mendengarkan saya dengan sabar meski saya mungkin mengatakan sesuatu yang sama berulang-ulang.” Ya, dengan menjadi pendengar yang baik, Saudara bisa membuktikan bahwa Saudara adalah teman yang baik.

  • Saudara Bisa Menjadi ”Sumber Penghiburan” Bagi Orang Lain
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2020 | Januari
    • 14-15. Menurut Matius 7:12, prinsip apa yang perlu kita ingat dalam membantu orang lain?

      14 Baca Matius 7:12. Sewaktu kita mengalami masalah yang berat, kita pasti sangat bersyukur kalau ada orang-orang yang memberikan bantuan yang berguna. Perhatikan pengalaman seorang saudara bernama Ryan. Ayahnya tiba-tiba meninggal karena kecelakaan. Ryan mengatakan, ”Waktu kita sedang berduka, rasanya sulit sekali melakukan hal-hal yang biasanya kita lakukan setiap hari. Jadi, bantuan yang berguna dari orang lain, meskipun kelihatannya kecil, bisa sangat berarti.”

      15 Kalau kita berusaha mengamati apa yang orang lain butuhkan, kita akan lebih mudah menemukan cara untuk memberikan bantuan yang berguna. Misalnya, seorang saudari memutuskan untuk membantu Philip dan Karina, yang disebutkan sebelumnya, untuk pergi ke dokter. Philip maupun Karina tidak bisa menyetir lagi, jadi saudari itu membuat jadwal agar saudara-saudari di sidang bisa bergantian mengantar mereka ke dokter. Apakah bantuan itu berguna? Karina mengatakan, ”Rasanya seperti beban berat terangkat dari pundak kami.” Jadi, jangan anggap remeh bantuan kecil yang Saudara berikan. Walaupun kelihatannya sederhana, bantuan Saudara bisa sangat menghibur orang lain.

      16. Dari teladan Markus, hal bagus apa yang kita pelajari tentang menghibur orang lain?

      16 Markus, rekan Paulus, pasti adalah pria yang sangat sibuk. Dia punya banyak tugas yang penting dari Yehuwa, termasuk menulis Injil Markus. Namun, Markus menyediakan waktu untuk menghibur Paulus, dan Paulus tidak merasa segan untuk meminta bantuan Markus. Seorang saudari bernama Amelia berduka karena neneknya dibunuh. Banyak saudara-saudari rela menyediakan waktu untuk menguatkan dia. Amelia merasa sangat bersyukur. Amelia berkata, ”Kalau teman kita memang tulus ingin membantu, mereka akan mudah didekati dan tidak terlihat enggan untuk membantu.” Kita semua bisa bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah saya dikenal sebagai orang yang rela membantu rekan seiman?’

  • Saudara Bisa Menjadi ”Sumber Penghiburan” Bagi Orang Lain
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2020 | Januari
    • 18. (a) Mengapa beberapa orang merasa khawatir saat ingin menghibur orang lain? (b) Bagaimana kita bisa membuat orang merasa terhibur? Berikan contoh.

      18 Sewaktu kita ingin membantu orang yang sedang sedih, kita mungkin khawatir karena kita tidak tahu harus mengatakan atau melakukan apa. Meskipun begitu, kita perlu mencari cara untuk menguatkan orang lain. Seorang penatua bernama Paul masih ingat upaya yang dilakukan beberapa saudara-saudari untuk menghibur dia setelah ayahnya meninggal. Paul menceritakan, ”Saya bisa lihat bahwa sebenarnya sulit bagi mereka untuk mendekati saya. Mereka tidak tahu harus bilang apa. Tapi, saya sangat menghargai keinginan mereka untuk membantu dan menghibur saya.” Saudara lain bernama Tajon, yang menjadi korban gempa bumi yang besar, mengatakan, ”Jujur saja, saya tidak ingat isi setiap pesan yang orang-orang kirimkan setelah gempa terjadi. Yang saya ingat adalah perhatian mereka kepada saya. Mereka mau memastikan saya baik-baik saja.” Kalau kita menunjukkan kepada orang lain bahwa kita peduli kepada mereka, mereka pasti akan terhibur.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan