PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Perjanjian Baru Allah Mendekati Penyelesaiannya
    Keamanan Seluas Dunia di Bawah ”Raja Damai”
    • 4. (a) Perjanjian Allah dengan Daud untuk suatu Kerajaan yang kekal dihubungkan dengan perjanjian lain apa? (b) Apa yang Yesus Kristus katakan mengenai itu, dan di bawah keadaan apa?

      4 Perjanjian Allah untuk Kerajaan yang kekal dalam garis keturunan Daud dihubungkan dengan suatu perjanjian lain, ”perjanjian baru”. Yesus menyebutkan Perjanjian ini, yang akan menggantikan suatu perjanjian lama. Ini terjadi setelah ia merayakan Paskah Yahudi bersama dengan murid-muridnya yang setia pada malam tanggal 14 Nisan tahun 33 M. Ia mengadakan apa yang kemudian disebut ”perjamuan malam Tuhan”. Ia tahu bahwa, pada hari Paskah yang sama itu, ia akan mencurahkan darahnya sebagai korban. Mengingat hal itu, ia mengambil secawan anggur merah, tetapi sebelum mengedarkannya kepada rasul-rasulnya yang setia, ia mengatakan, ”Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu.”—Lukas 22:20; 1 Korintus 11:20, 23-26.

      5. Kepada siapa janji Allah mengenai suatu perjanjian baru dibuat, dan apakah Republik Israel mengaku berada dalam perjanjian ini?

      5 Sama seperti perjanjian lama, perjanjian baru ini dibuat dengan suatu bangsa tetapi bukan dengan bangsa manapun dari Susunan Kristen. Meskipun janji mengenai perjanjian baru ini disampaikan melalui nabi Yeremia kepada bangsa Israel lebih dari 2.500 tahun yang lalu, Republik Israel jaman sekarang tidak mengaku berada dalam perjanjian baru. Sebaliknya, Republik Israel menjadi anggota PBB.

      6. Menurut Yeremia pasal 31, mengapa Allah menganggap perlu untuk membuat suatu perjanjian baru, dan hal itu akan menghasilkan apa?

      6 Mengapa Allah menghendaki suatu perjanjian baru? Yeremia 31:31-34 menjelaskan, ”Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman [Yehuwa], Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjianKu itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman [Yehuwa]. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman [Yehuwa]: Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah [Yehuwa]! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman [Yehuwa], sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”

      Perjanjian yang Lebih Baik dengan Perantara yang Lebih Baik

      7. Apakah perjanjian baru ini bukan sekedar pembaharuan dari perjanjian yang dilanggar orang Israel, dan mengapa ini lebih baik dari pada perjanjian Taurat?

      7 Perjanjian baru bukan sekedar pembaharuan dari perjanjian sebelumnya yang telah dilanggar oleh orang Israel. Sama sekali tidak! Karena rasul Paulus menulis kepada orang Kristen di Roma, dengan mengatakan, ”Kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14) Ini benar-benar suatu perjanjian baru dan diharapkan bahwa ini suatu perjanjian yang lebih baik, karena Allah Yang Mahakuasa Yehuwa dapat memperbaiki hal-hal sehubungan dengan mereka yang Ia terima ke dalam perjanjian baru. Suatu contoh, Ia mengangkat seorang perantara yang lebih baik, dalam menegakkan perjanjian baru. Perantara ini bukan orang yang tidak sempurna, berdosa seperti nabi Musa.

      8. (a) Apa yang membuat perjanjian baru itu lebih baik dari pada perjanjian Taurat? (b) Siapakah Perantara dari perjanjian baru yang lebih baik itu? (c) Apa yang dikatakan Ibrani 8:6, 13 mengenai perjanjian baru dan keunggulan dari Perantaranya, dan dengan pengaruh apa atas perjanjian sebelumnya?

      8 Perjanjian Taurat yang perantaranya adalah nabi Musa memang baik. Tetapi, perjanjian itu menyediakan korban binatang yang darahnya tidak pernah akan dapat membersihkan dosa-dosa manusia. Jadi, agar Allah Yehuwa dapat membentuk suatu perjanjian yang lebih baik, harus ada seorang perantara yang lebih baik dengan korban yang lebih baik. Perantara yang sangat dibutuhkan ini ternyata adalah Yesus Kristus. Ketika menyatakan keunggulan dari Perantara ini dibandingkan dengan nabi Musa, Alkitab memberi kita penjelasan sebagai berikut, ”Tetapi sekarang Ia [Yesus] telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi. Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.”—Ibrani 8:6, 13.

      Perjanjian Lama ”yang Telah Menjadi Tua” Diganti

      9. (a) Pada hari apa perjanjian lama itu berlalu? (b) Apa yang terjadi pada pagi hari itu, dan sebagai peneguhan dari apa?

      9 Perjanjian ”yang telah menjadi tua”, atau sudah kuno itu, tidak berlaku lagi 50 hari setelah kebangkitan dari Perantara perjanjian baru. Ini terjadi pada hari Pentakosta. Pada pagi hari tersebut, gambaran dari Perayaan Pengumpulan Yahudi mulai berlangsung. Bagaimana? Ya, 120 murid yang setia dari Perantara perjanjian baru itu berkumpul bersama dalam sebuah ruangan atas di Yerusalem dan menerima roh suci yang dijanjikan, sebagai penggenapan dari nubuat di Yoel 2:28-32. Hal ini meneguhkan dimulainya perjanjian baru dengan diberikannya bukti yang dapat didengar dan dapat dilihat kepada semua pengamat.

      10. Pada hari Pentakosta, bagaimana dinyatakan bahwa murid-murid Yesus telah diurapi dengan roh suci?

      10 Ketika Yesus keluar dari air baptisan dan roh suci dicurahkan ke atasnya, roh itu secara mujizat dilambangkan dalam bentuk seekor burung merpati yang melayang-layang di atas kepalanya. Namun dalam hal ke-120 murid-murid Ibrani pada hari Pentakosta, bagaimana pengurapan mereka dengan roh suci dinyatakan? Dengan munculnya lidah-lidah api di atas kepala mereka dan mereka dikaruniai kemampuan untuk memberitakan Firman Allah dalam bahasa-bahasa asing yang tidak pernah mereka pelajari sebelumnya.—Matius 3:16; Kisah 2:1-36.

      11. (a) Apa yang seharusnya nyata bagi orang Yahudi, dan mengapa? (b) Bagaimana kita tahu bahwa orang Yahudi tidak mengatakan kepada satu sama lain, ”Kenallah [Yehuwa]!” dan kebahagiaan apa yang tidak mereka nikmati?

      11 Seharusnya jelas bagi orang-orang Yahudi dan rabi-rabi mereka bahwa perjanjian Taurat Musa tidak berlaku lagi. Sejak Yerusalem dihancurkan oleh pasukan tentara Roma pada tahun 70 M., mereka tidak mempunyai bait lagi. Pada waktu itu, catatan silsilah mereka sudah hilang atau musnah. Jadi dewasa ini mereka tidak mengetahui siapa yang berasal dari suku Lewi dan siapa keturunan Harun supaya ia dapat melayani dalam jabatan imam besar bagi bangsa Yahudi. Sebaliknya dari mengatakan kepada satu sama lain, ”Kenallah [Yehuwa]!” menurut mereka menyebut nama ilahi adalah suatu pelanggaran terhadap hal-hal yang dianggap suci. Jadi mereka tidak ikut menikmati kebahagiaan dari Saksi-Saksi Yehuwa atas kenyataan bahwa perjanjian lama ”yang sudah menjadi tua” telah diganti dengan suatu perjanjian baru.

      ”Perjanjian yang Kekal”

      12. (a) Dalam doa apa Saksi-Saksi Yehuwa dapat bergabung dari hati? (b) Dengan apa Yesus dibangkitkan dari antara orang mati?

      12 Sebagai pertentangan yang besar sekali dengan keadaan orang Yahudi dewasa ini, Saksi-Saksi Yehuwa mempunyai Imam Besar yang aktif, dan yang melaksanakan kewajibannya di sebelah tangan kanan Allah di surga. Ia adalah Perantara dari perjanjian baru, perantara yang jauh lebih besar dari pada Musa. Dari hati, para saksi dari Yehuwa ini dapat turut dalam doa dari penulis Ibrani 13:20, 21, ”Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendakNya.” Karena ”Gembala Agung” itu telah menyerahkan kehidupan manusianya untuk ”segala domba”, ia dapat dibangkitkan dari antara orang mati dengan suatu tubuh roh yang tidak berkematian dan tanpa darah namun dengan nilai dari darah perjanjian baru yang dengan setia dipelihara dan yang bersifat kekal dalam hal pengaruh baiknya.

      13. (a) Bagaimana kematian dari Perantara perjanjian baru itu diingat oleh Saksi-Saksi Yehuwa setiap tahunnya? (b) Apa yang digambarkan oleh lambang-lambang itu?

      13 Kematian sebagai korban dari Perantara perjanjian baru, Yesus Kristus, setiap tahun diingat oleh Saksi-Saksi Yehuwa pada perayaan tahunan ”perjamuan malam Tuhan”. Roti tidak beragi yang dimakan oleh mereka dalam perjanjian baru pada ”perjamuan malam” itu melambangkan tubuh sempurna dari sang Perantara, dan anggur melambangkan darah murni, yang tidak tercemar yang, menurut Alkitab, berisi nilai kehidupan sesungguhnya dari sang Perantara.—1 Korintus 11:20-26; Imamat 17:11.

      14. Pada waktu mereka dalam perjanjian baru ambil bagian dari lambang-lambang Perjamuan Malam, secara kiasan, apa yang mereka lakukan?

      14 Pada waktu mereka yang berada dalam perjanjian baru ambil bagian dari cawan anggur pada ”perjamuan malam Tuhan”, mereka secara kiasan saja minum darah dari Perantara perjanjian baru. Mereka juga makan tubuhnya secara kiasan pada waktu mereka ambil bagian dari roti yang tidak beragi pada perjamuan malam. Dengan melakukan hal itu, secara lambang, mereka memperlihatkan iman dalam korban tebusan dari Putra Allah, Penebus seluruh umat manusia.

      15. (a) Berapa lama perjanjian baru sudah berlangsung, dan bagaimana ini benar-benar terbukti suatu perjanjian yang lebih baik? (b) Mengapa perjanjian baru dapat disebut ”perjanjian yang kekal”?

      15 Perjanjian itu, yang kini sudah berusia lebih dari 1.950 tahun, sudah mendekati penyelesaian dari tujuannya. Perjanjian itu sudah berlangsung berabad-abad lebih lama dari pada perjanjian Taurat Musa. Karena didasarkan atas janji-janji yang lebih baik dan suatu korban yang lebih baik dengan Perantara yang lebih baik, hal itu benar-benar terbukti suatu perjanjian yang lebih baik. Karena tidak perlu diganti dengan sebuah perjanjian yang baru dan lebih baik, perjanjian baru yang sukses ini disebut ”perjanjian yang kekal”.—Ibrani 13:20.

      16. Untuk apa kita harus bersyukur kepada Allah Yehuwa?

      16 Syukur kepada Allah Yang Mahakuasa, Yehuwa, bahwa Ia telah mengangkat seorang Perantara yang lebih baik dari pada Musa, melalui siapa Ia secara sah dapat menyingkirkan perjanjian Taurat Musa dengan memakukannya pada tiang siksaan dan menyediakan darah dari perjanjian baru yang kekal!

  • ”Raja Damai” Berpaling kepada Mereka yang di Luar Perjanjian Baru
    Keamanan Seluas Dunia di Bawah ”Raja Damai”
    • Pasal 13

      ”Raja Damai” Berpaling kepada Mereka yang di Luar Perjanjian Baru

      1. Mengapa orang Yahudi jaman sekarang tidak dapat menyangkal bahwa perjanjian Musa yang diadakan dengan nenek moyang mereka harus berakhir?

      ORANG Yahudi dewasa ini, yang adalah keturunan jasmani dari sang datuk Abraham, tidak dapat menyangkal bahwa perjanjian Taurat Musa yang lama memang dimaksudkan untuk diganti dengan suatu perjanjian yang baru dan lebih baik. Mereka tidak dapat menghapus dari naskah Alkitab Ibrani mereka kata-kata Allah di Yeremia 31:31, ”Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman [Yehuwa], Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.”

      2. Bagaimana pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi Perantara dari perjanjian baru itu akhirnya disingkapkan?

      2 Siapa perantara dari perjanjian baru itu kelak tidak dinubuatkan oleh Yeremia. Tetapi pada malam tanggal 14 Nisan tahun 33 M., ketika Yesus Kristus menyampaikan cawan yang berisi anggur Paskah kepada murid-muridnya, ia menunjukkan bahwa dialah yang akan menjadi Perantara. (Lukas 22:20) Di Ibrani 7:22 (BIS) kita diberitahu bahwa ia adalah ”jaminan”, atau penanggung, dari ”perjanjian” yang baru dan ”lebih baik” tersebut.

      3. Jabatan lain apa untuk Allah dipegang oleh Yesus Kristus, dan apakah ini karena garis keturunan?

      3 Melalui korbannya demi kepentingan perjanjian baru, Yesus menjadi Imam Besar Yehuwa. Ia tidak mendapat kedudukan itu karena ia keturunan jasmani dari Harun, imam besar pertama dari Israel. Ia dilantik untuk jabatan Imam Besar melalui sumpah dari Allah Yang Maha Tinggi, Yehuwa, sang Pembentuk-Imam. Kata-kata dari Mazmur 110:4 berlaku atas Yesus, ”[Yehuwa] telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: ’Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.’”—Ibrani 7:20, 21.

      4. (a) Dengan ”Israel” macam apakah Yehuwa membuat perjanjian baru, dan mengapa? (b) Mereka yang dibawa ke dalam perjanjian baru menjadi anak-anak dari orangtua apa?

      4 Kecuali suatu sisa yang kecil, bangsa Israel jasmani menolak Yesus Kristus sebagai Perantara dari perjanjian baru. Jadi ”kaum Israel” yang dengan mereka Allah membuat perjanjian baru yang dinubuatkan ternyata adalah Israel rohani, ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16) Israel rohani dilahirkan pada hari Pentakosta, tahun 33 M. Karena bersifat rohani, ia dapat menerima sebagai warga-warga negaranya orang-orang yang bukan Yahudi atau Kafir, yang percaya. (Kisah 15:14) Petrus menyebutnya ”bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan [”milik istimewa,” NW] Allah sendiri”. (1 Petrus 2:9) ”Bangsa yang kudus” ini terdiri dari putra-putra rohani dari Abraham Yang Lebih Besar, Yehuwa, Pembentuk dan Penggenap dari perjanjian Abraham. Jadi, mereka juga adalah ”anak-anak” dari organisasi surgawi Yehuwa yang bagaikan seorang istri, yang digambarkan sebelumnya oleh Sara, istri Abraham. Tidak dapat dihindari lagi, perjanjian baru dari Abraham Yang Lebih Besar organisasi surgawi dianggap sebagai ibu dari ”benih” yang dijanjikan, yang digambarkan sebelumnya oleh Ishak.

      ”Domba-Domba Lain” Dimasukkan dalam Satu Kawanan

      5. Apa yang dituntut oleh perjanjian baru di atas bumi ini?

      5 Perjanjian baru membutuhkan pelayan-pelayan yang aktif di atas bumi, dan para anggota dari kaum sisa terurap menjadi ’pelayan-pelayan perjanjian baru’ yang cukup memenuhi syarat, yaitu perjanjian yang telah menggantikan perjanjian Taurat Musa yang lama. (2 Korintus 3:6) Mereka bukan pendeta-pendeta yang tergabung dalam ratusan sekte agama Susunan Kristen, bagian paling menonjol dari Babel Besar jaman modern. Mereka telah mentaati perintah dari Wahyu 18:4 dan keluar dari imperium agama palsu sedunia itu.

      6. (a) Jumlah dari pelayan-pelayan perjanjian baru terbatas kepada berapa banyak? (b) Bagaimana kita tahu bahwa Gembala Yang Baik akan mengalihkan perhatiannya kepada mereka yang di luar perjanjian baru?

      6 Jumlah pelayan-pelayan perjanjian baru terbatas pada 144.000. (Wahyu 7:1-8; 14:1-5) Jadi waktunya pasti akan datang manakala Gembala Yang Baik mengalihkan perhatiannya kepada orang-orang lain di samping pelayan-pelayan dari perjanjian baru itu. Pelayan Utama dari Yehuwa telah mengetahui sebelumnya dan menyebut tentang hal ini ketika ia mengatakan, di Yohanes 10:16, bahwa ia mempunyai ”domba-domba lain”, yang bukan dari ”kawanan kecil”, 144.000.—Lukas 12:32.

      7. (a) Mengapa anggota-anggota dari golongan ”domba-domba lain” bukan pelayan-pelayan dari perjanjian baru? (b) Bagaimana sisa dari mereka yang ada dalam perjanjian baru sudah menjadi berkat bagi keluarga-keluarga dan bangsa-bangsa di bumi?

      7 Meskipun ”domba-domba lain” bukan dari ”kawanan kecil”, mereka juga akan menjadi pelayan-pelayan Allah, tetapi bukan pelayan-pelayan dari perjanjian baru. Dan kenyataan bahwa ”domba-domba lain” akan menjadi ”satu kawanan” dengan kaum sisa dari ’pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru’ itu menunjukkan sesuatu yang agung. Apa? Yaitu: Sebelum dimuliakan dalam Kerajaan surgawi, kaum sisa secara pribadi akan bergabung dengan ”domba-domba lain” di bumi. Dengan cara demikian kaum sisa dari benih rohani Abraham akan mulai menjadi berkat bagi semua keluarga dan bangsa sebelum ’peperangan pada hari besar Allah Yang Mahakuasa’ di Armagedon dan sebelum permulaan dari Milenium.—Galatia 3:29; Wahyu 16:14, 16.

      8. Bilamana Gembala Yang Baik mengalihkan perhatiannya kepada orang-orang di luar perjanjian baru, dan langkah pendahuluan apa telah diambil oleh ”domba-domba lain” ini?

      8 Hal ini benar-benar terbukti demikian, terutama sejak 1935. Sejak itu, jutaan dari ”domba-domba lain” itu telah bergabung dengan puluhan ribu sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia dan membaktikan diri kepada Gembala Tertinggi, Allah Yehuwa. Dengan demikian mereka diterima ke dalam ”satu kawanan” dari Gembala Yang Baik, Yesus Kristus.

      9. Apakah diperluasnya perhatian dari Perantara perjanjian baru berarti bahwa pelayanan dari perjanjian baru sudah berakhir di bumi?

      9 Apakah kenyataan bahwa Perantara dari perjanjian baru ini, yang sejak waktu itu meluaskan perhatiannya sehingga juga mencakup ”domba-domba lain” mengartikan bahwa pelayanan dari perjanjian baru itu berakhir pada tahun 1935? Tidak, karena ada suatu sisa dari pelayan-pelayan perjanjian baru yang masih ada di bumi, dan mereka masih harus menyelesaikan pelayanan itu.

      10. Siapa dewasa ini mendapat manfaat dari pelayanan perjanjian baru yang diberikan oleh kedelapan penulis Alkitab Yunani Kristen?

      10 Dewasa ini, sisa dari ”kawanan kecil” itu maupun ”kumpulan besar” yang makin berkembang dari ”domba-domba lain” milik Gembala Yang Baik mendapat manfaat dari pelayanan orang-orang lain yang mendahului mereka, seperti misalnya rasul Paulus. Dalam melaksanakan pelayanan perjanjian baru dengan setia sampai ia mati di Roma beberapa waktu sebelum Yerusalem dibinasakan pada tahun 70 M., Paulus diilhami untuk menulis 14 dari 27 buku dalam Alkitab Yunani Kristen. Betapa bersyukurnya kaum sisa terurap dan ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” bahwa orang-orang yang setia dari abad pertama, seperti misalnya rasul Paulus dan ketujuh penulis lain dari Alkitab Yunani Kristen, melaksanakan pelayanan perjanjian baru sampai akhir kehidupan mereka di bumi! Dan pada jaman kita, jutaan dari ”domba-domba lain” sudah mendapat manfaat dari pelayanan perjanjian baru, yang diberikan oleh kaum sisa terurap di bawah sang Perantara, Yesus Kristus. ”Raja Damai” kini mengalihkan perhatiannya kepada ”domba-domba lain” yang dikasihi ini, yang jumlahnya bertambah dengan pesat.

      11. (a) Berapa lama perjanjian baru sudah berlaku, dan apa yang ditunjukkan oleh hal ini? (b) Kaum sisa dari pelayan-pelayan perjanjian baru melayani dalam jabatan apa dewasa ini?

      11 Tetapi, waktunya kini pasti hampir habis! Perjanjian baru sudah berjalan selama 1.950 tahun, 400 tahun lebih lama dari pada perjanjian Taurat Musa yang digantikannya, dan jumlah pelayan-pelayan perjanjian baru makin berkurang karena anggota-anggotanya mati dan meninggalkan bumi ini. Namun sisa dari pelayan-pelayan itu sekarang tetap melayani sebagai ”hamba yang setia dan bijaksana” yang oleh sang Majikan, Yesus Kristus, telah dilantik menjadi ”pengawas miliknya”.—Matius 24:45-47.

      Menyampaikan Undangan, ”Mari!”

      12. Menurut Wahyu 22:17, undangan apa diulurkan oleh golongan ”pengantin perempuan”, dan kepada siapa?

      12 Betapa pengasihnya pelayanan yang diberikan oleh pelayan-pelayan perjanjian baru itu! Misalnya, dalam Wahyu 22:17 kita membaca, ”Roh dan pengantin perempuan itu berkata: ’Marilah!’ Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: ’Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” Golongan ”pengantin perempuan”, yang disertai oleh tenaga aktif, atau roh Yehuwa, mengulurkan undangan itu kepada orang-orang di luar perjanjian baru. Undangan itu disampaikan, bukan kepada mereka yang sekarang sudah mati dalam kuburan peringatan yang akan mendapat berkat kebangkitan dari antara orang-orang mati, tetapi kepada orang-orang yang sekarang masih hidup, yang berada dalam bahaya kebinasaan di Armagedon namun yang mau mendengarkan.

      13. (a) Apakah undangan yang disampaikan oleh golongan ”pengantin perempuan” itu sia-sia? Jelaskan. (b) Apa yang dilakukan oleh mereka yang sudah menerima undangan itu dalam mentaati Wahyu 22:17? (c) Bagaimana halnya sehubungan dengan waktu yang tersisa untuk memberikan undangan?

      13 Undangan yang pengasih ini tidak diberikan dengan sia-sia di seluruh dunia terutama sejak 1935. Lebih dari tiga juta orang sudah menyambut undangan yang pemurah ini untuk datang dan minum. Karena telah mendengarkan dengan penuh penghargaan, mereka dengan taat mengatakan kepada jutaan orang lain lagi yang haus akan kehidupan kekal di atas bumi firdaus, ”Marilah!” Tetapi waktu untuk mengulurkan undangan yang pemurah ini kepada ”domba-domba lain” terbatas. Setelah disampaikan lebih dari setengah abad, waktu yang tersisa untuk itu sekarang seharusnya sudah sangat singkat, karena perang Allah di Armagedon mengancam ”keturunan [generasi] ini” dari umat manusia.—Matius 24:34.

      14. Untuk hal apa kita harus memberikan syukur dan pujian kepada Yehuwa?

      14 Jadi sekarang, syukur kepada Yehuwa bahwa Ia telah menyediakan Perantara yang cakap yang berhasil melaksanakan tujuan dari perjanjian baru itu dalam menghasilkan suatu umat, yang berjumlah 144.000, untuk namaNya! Juga, terpujilah Yehuwa bahwa PerantaraNya sebagai Gembala Yang Baik sudah membawa masuk jutaan ”domba-domba lain” yang makin bertambah ke dalam ”satu kawanan”, yang sudah menikmati manfaat-manfaat awal yang mengalir kepada umat manusia dari perjanjian baru!

  • Setelah Perjanjian Baru—Kerajaan Milenium
    Keamanan Seluas Dunia di Bawah ”Raja Damai”
    • Pasal 14

      Setelah Perjanjian Baru—Kerajaan Milenium

      1, 2. (a) Dengan siapa jutaan orang yang mendapat manfaat dari pelaksanaan perjanjian baru dapat dibandingkan dewasa ini? (b) Apa yang disebutkan dalam syarat-syarat perjanjian baru?

      JUTAAN orang di seluruh bola bumi sudah mendapat manfaat-manfaat yang besar dari pelaksanaan perjanjian baru, meskipun mereka tidak berada di dalamnya. Mereka seperti penduduk bukan Israel yang tinggal di Israel pada jaman ketika perjanjian Taurat Musa masih berlaku. (Keluaran 20:10) Bagaimana hal ini sama dengan jutaan orang yang makin bertambah jumlahnya yang menerima manfaat, yang bergabung dengan kaum sisa Israel rohani dewasa ini?

      2 Dalam nubuat di Yeremia 31:31-34, Pribadi yang menetapkan syarat-syarat perjanjian baru mengatakan, ”Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.”

      3. (a) Dalam bentuk apa hukum dari perjanjian Musa yang lama diberikan kepada Israel? (b) Sebelum Alkitab Yunani Kristen mulai ditulis, Allah memerintahkan agar hukum-hukum dari perjanjian baru itu ditulis di mana?

      3 Dalam hal Perjanjian Taurat, Allah Yehuwa, melalui nabi Musa sebagai perantara, memberi Israel jasmani ”dokumen yang ditulis dengan tangan . . . , yang berisi ketentuan-ketentuan hukum”. (Kolose 2:14) Namun bagaimana dengan hukum dari perjanjian baru? Perantaranya tidak diperintahkan untuk mengukirnya pada batu, atau menulisnya dalam sebuah naskah. Perantaranya tidak meninggalkan tulisan apapun yang berasal dari dirinya sendiri. Kita mengetahui dengan pasti apa hukum dari perjanjian baru ini dari Alkitab Yunani Kristen yang terilham. (2 Timotius 3:16) Namun bahkan sebelum Alkitab Yunani mulai ditulis, sejak kira-kira tahun 41 M., Allah Yehuwa sudah mulai menulis hukumNya dari perjanjian baru. Bilamana? Pada hari Pentakosta, tahun 33 M. Di mana? Tepatnya di tempat Ia lama sebelumnya telah berjanji untuk menulisnya, ”Aku akan menaruh hukumKu dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka.”—Ibrani 8:10.

      4. Karena Allah menulis hukum-hukumNya di atas hati dan menaruhnya dalam pikiran hamba-hambaNya, pengaruh baik apa akan dihasilkan?

      4 Karena ditulis dalam hati, kecil kemungkinan bahwa hukum-hukum itu tidak akan dikasihi oleh mereka yang mentaatinya. Jika hukum-hukum itu ditaruh ”dalam akal budi mereka”, kecil kemungkinan bahwa mereka akan melupakannya. Jadi, mereka yang memelihara hukum-hukum itu mengatakan, dengan kata-kata dari Mazmur 119:97, ”Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” Dari batin mereka yang paling dalam, mereka mengasihi hukum-hukum Yehuwa yang diberikan melalui PerantaraNya, Yesus Kristus. Jadi, dengan motif yang benar, mereka bertekad untuk memelihara hukum-hukum yang berharga itu. Ini berlaku atas ”kawanan kecil” dalam perjanjian baru dan juga ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” yang tidak berada dalam perjanjian baru, tetapi berada di bawahnya.—Bandingkan 1 Yohanes 5:3; Yohanes 14:15.

      Sengketa Kerajaan Ditonjolkan!

      5. Apa yang dinubuatkan oleh Perantara perjanjian baru di Matius 24:12-14?

      5 Para pemelihara hukum-hukum perjanjian baru tidak berani mengalah kepada apa yang oleh sang Perantara, Yesus Kristus, dinubuatkan sebagai bagian dari ”tanda kesudahan dunia”: ”Karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa.”—Matius 24:3, 12-14.

      6. (a) Apakah Matius 24:14 hanya suatu nubuat belaka? (b) Siapa yang menganggapnya lebih dari sekedar suatu nubuat, dan apa yang dapat dikatakan mengenai ketekunan mereka?

      6 Pernyataan terakhir mengenai kesaksian seluas dunia tentang Kerajaan bukan hanya suatu ramalan belaka. Ini adalah perintah kepada murid-muridnya yang hidup dalam ”kesudahan dunia”. Ini adalah suatu pembimbing untuk haluan tindakan mereka yang benar terus sampai akhir yang lengkap dari sistem ini yang tanpa kasih dan umumnya dilanda kedurhakaan, bukan hanya tidak respek terhadap hukum Allah. Siapa dewasa ini yang terbukti sebagai orang-orang Kristen sejati, yang menganggap kata-kata Yesus Kristus tersebut sebagai suatu perintah bagi mereka? Fakta-fakta sejarah yang telah berlipat ganda sejak tahun 1919 dengan sesungguhnya menjawab: ”Saksi-Saksi Yehuwa”! Kampanye pendidikan Alkitab mereka berkenaan Kerajaan adalah yang terbesar menurut catatan, dan mereka telah memperlihatkan ketekunan dalam hal itu selama 67 tahun terakhir. Kini setiap tahun, pekerjaan semakin bertambah luas dan kuat.

      7, 8. (a) Selama Perang Dunia I, apa yang Setan berusaha lakukan terhadap mereka dalam perjanjian baru? (b) Dalam masa setelah perang, bagaimana sengketa Kerajaan ditonjolkan?

      7 Setan si Iblis berusaha untuk mencegah kampanye pendidikan Alkitab yang luar biasa ini dengan mencoba menyingkirkan sisa kecil dari Israel rohani selama Perang Dunia I. Ia gagal! Segera setelah mereka dibangkitkan kembali dari keadaan seperti mati pada musim panas tahun 1919, mereka mengadakan kebaktian yang pertama setelah perang di Cedar Point, Ohio, pada bulan September tahun itu. Pada kebaktian yang kedua di Cedar Point bulan September 1922, sengketa Kerajaan ditonjolkan. Pada hari keempat dari kebaktian tersebut, yang berjudul ”Hari Itu”, presiden Lembaga Menara Pengawal membawa khotbahnya yang menggetarkan sampai kepada puncak istimewa dengan menyatakan,

      8 ”Maka kembalilah ke ladang. Hai kalian putra-putra Allah Yang Maha Tinggi! Kenakanlah perlengkapan perang kalian! Hendaklah tetap sadar, waspada, aktif, berani. Jadilah saksi-saksi yang setia dan benar untuk Tuhan. Maju terus dalam perjuangan sampai semua sisa-sisa Babel dimusnahkan. Umumkan berita ini ke mana-mana. Dunia harus tahu bahwa Yehuwa adalah Allah dan bahwa Yesus Kristus adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Inilah hari segala hari. Pandanglah, Raja itu memerintah! Kalian adalah wakil-wakil yang akan mengumumkannya. Maka umumkan, umumkan, umumkan Raja dan Kerajaannya.”

      Mengenal Yehuwa dengan Pengertian Lebih Besar

      9. (a) Karena bukti bertambah banyak mengenai pemerintahan yang benar, orang-orang harus mengambil sikap apa? (b) Mereka yang mengambil sikap yang diperkenan akan diberi pengetahuan apa?

      9 Kini sudah lebih dari 70 tahun sejak Kristus dinobatkan dalam kuasa Kerajaan pada tahun 1914. Sejak itu, bukti mengenai pemerintahan Allah yang benar telah bertambah secara luar biasa. Orang-orang dari dunia umat manusia harus mengambil sikap berkenaan sengketa Kerajaan, yaitu berpihak kepada Kerajaan atau melawannya. Dan mereka yang mengambil sikap berpihak kepada pemerintahan ilahi itu mengalami penggenapan dari kata-kata yang penting ini dari perjanjian baru, ”Tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah [Yehuwa]! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.”—Yeremia 31:34.

      10. (a) Jadi dengan pengakuan apa kaum sisa dari Israel rohani mulai menyambut ”domba-domba lain”? (b) Pengetahuan apa yang diperoleh ”domba-domba lain”?

      10 Pada tahun 1935 kaum sisa dari Israel rohani mulai menyambut ”domba-domba lain” dari Gembala Yang Baik untuk bergabung secara aktif dengan mereka dalam ”satu kawanan” di bawah Yesus Kristus, semuanya sebagai Saksi-Saksi Yehuwa. Kemudian ”domba-domba lain”, yang mulai berkembang membentuk menjadi ”suatu kumpulan besar” tanpa jumlah yang ditetapkan sebelumnya, bersama kaum sisa yang dilahirkan dengan roh, ”mentaati perintah-perintah Allah” dan melaksanakan pekerjaan ”memberi kesaksian tentang Yesus”. (Wahyu 7:9-17; 12:17, BIS) Jadi sejak awal pada tahun 1935, ”domba-domba lain” ini, ”semua, besar kecil”, juga mengenal Yehuwa.

      11. Bagaimana pengetahuan Kristen tentang Yehuwa berbeda dan lebih baik dari pada pengetahuan yang dimiliki orang Yahudi di bawah perjanjian Taurat?

      11 Tetapi, dalam hal apakah pengetahuan Kristen tentang Yehuwa berbeda dan lebih baik dari pada pengetahuan yang dimiliki orang-orang Yahudi di bawah perjanjian Taurat Musa yang lama? Pencipta surgawi dari perjanjian baru selanjutnya memberitahu kita, ”Sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” (Yeremia 31:34; Ibrani 8:12) Hal ini disebabkan kenyataan bahwa perjanjian baru didasarkan atas suatu korban yang lebih baik melalui Perantara yang lebih baik. (Ibrani 8:6; 9:11, 12, 22, 23) Korban yang lebih baik tidak perlu diulangi lagi, seperti pada Hari Pendamaian setiap tahun di bawah Perjanjian Taurat Musa yang lama. (Ibrani 10:15-18) Mengingat ini semua, pengetahuan tentang Yehuwa yang dimiliki oleh mereka yang ada di dalam dan di bawah perjanjian baru memang lebih baik, lebih memperkaya, lebih memberikan pengertian, lebih lengkap dari pada pengetahuan tentang Allah yang dimiliki orang Yahudi di bawah perjanjian Taurat.

      12. Yang terutama, kedudukan apa yang dipegang oleh Yehuwa terhadap mereka yang dibawa ke dalam perjanjian baru dan mereka yang ada di bawahnya?

      12 Yang terutama, Allah Yehuwa, Pembuat-Perjanjian itu, adalah Raja atas mereka yang Ia bawa ke dalam perjanjian baru dan atas mereka yang Ia taruh di bawahnya. (Matius 5:34, 35; Yeremia 10:7) Rasul Paulus, 1.850 tahun sebelum Yesus dinobatkan sebagai Raja di surga pada tahun 1914, menyebut tentang kedudukan Yehuwa sebagai raja atas mereka yang mentaati hukum-hukum dari perjanjian baru, dengan mengatakan, ”Maka segala kehormatan dan kemuliaan bagi Raja yang kekal, yang tiada berkebinasaan dan tiada kelihatan, yaitu Allah yang Esa, selama-lamanya. Amin.”—1 Timotius 1:17, Bode.

      Kerajaan Milenium setelah ”Kesudahan yang Besar”

      13. (a) Bilamana dan di bawah keadaan apa ”kumpulan besar” sepenuhnya akan menikmati berkat-berkat yang mengalir dari perjanjian baru? (b) Tujuan mulia apa sudah akan dicapai oleh perjanjian baru?

      13 ”Kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”, yang tidak termasuk dalam perjanjian baru namun berada di bawahnya, berharap untuk selamat melampaui ”kesusahan yang besar”. Setelah sistem sekarang yang pasti binasa ini dihancurkan, mereka akan menikmati, selama seribu tahun, pemerintahan dari Yesus Kristus dan rekan-rekan sewarisnya atas bumi yang sudah dibersihkan. (Wahyu 7:9-14) Pada waktu itu tujuan dari perjanjian baru sudah akan tercapai, yaitu menghasilkan ’suatu umat khusus milik Allah sendiri’ untuk menjadi waris-waris dari Kerajaan surgawi Allah. (1 Petrus 2:9; Kisah 15:14) Melalui Kerajaan Allah, berkat-berkat akan mengalir dalam ukuran penuh kepada ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”. Setan si Iblis dan organisasi hantu-hantunya yang tidak kelihatan sudah akan dimasukkan ke dalam jurang maut dan tidak dapat mengganggu lagi.—Wahyu 21:1-4; 20:1-3.

      14. Persiapan yang baik apa sudah akan dibuat oleh ”kumpulan besar” yang selamat?

      14 ”Kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” yang selamat sudah mempunyai persiapan yang baik untuk hidup dalam sistem baru. Seperti kaum sisa Israel rohani, mereka ”semua, besar kecil” akan mengenal Allah. (Yeremia 31:34) Dalam doa kepada Allah, Raja yang memerintah itu pernah mengatakan, ”Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3) Jadi pengetahuan universal mengenai Allah Yehuwa akan menghasilkan keselamatan yang kekal. Hal ini akan berlaku bukan hanya bagi ”segala yang hidup” yang akan diselamatkan dari ’sengsara besar’ tetapi juga bagi bermilyar-milyar orang mati yang akan mendengar suara sang Raja dan keluar dari kuburan peringatan mereka. Semua pengetahuan yang diperlukan tentang Yehuwa akan diberikan kepada orang-orang yang dibangkitkan itu.—Matius 24:21, 22; Yohanes 5:28, 29; Wahyu 20:11-15.

      15. Mengapa pelaksanaan dari perjanjian baru tidak akan menimbulkan kerugian apapun atas ”kumpulan besar” dan ”domba-domba lain”?

      15 Untunglah, pelaksanaan perjanjian baru Allah hingga mencapai sukses besar tidak akan menimbulkan kerugian bagi ”kumpulan besar” dari orang-orang bersifat domba yang akan selamat melewati kebinasaan sistem yang pasti akan hancur ini. Sebaliknya, hal itu akan membuka jalan bagi berkat-berkat yang bahkan lebih mulia di atas bumi yang sudah dibersihkan ini, yang akan mereka warisi, dan mereka akan mendapat bagian pertama dalam mengubahnya menjadi firdaus seluas dunia. (Matius 25:34; Lukas 23:43) Kini tidak lama lagi, mereka yang merusak bumi akan lenyap, ”tetapi orang yang menantikan [Yehuwa] itu akan mempusakai tanah . . . orang yang lemah lembut hatinya itu akan mempusakai tanah itu kelak dan merasai kesukaan dan sejahtera dengan kelimpahannya”. (Mazmur 37:9-11) Marilah semua menyambut dengan gembira Kerajaan Milenium dari Allah Yehuwa melalui ”Raja Damai” yang menyusul setelah pelaksanaan perjanjian baru!

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan