PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kristus Berbicara kepada Sidang-Sidang
    Menara Pengawal—2003 | 15 Mei
    • Kristus Berbicara kepada Sidang-Sidang

      ”Inilah hal-hal yang dikatakan oleh dia yang memegang ketujuh bintang di tangan kanannya.”​—PENYINGKAPAN (WAHYU) 2:1.

      1, 2. Mengapa kita hendaknya berminat pada kata-kata Kristus kepada tujuh sidang di Asia Kecil?

      PUTRA Yehuwa satu-satunya yang diperanakkan, Yesus Kristus, adalah Kepala sidang Kristen. Untuk menjaga agar sidang para pengikut terurapnya tetap tak bercacat, Kristus menjalankan kekepalaannya dengan memuji dan mengoreksi mereka. (Efesus 5:21-27) Contohnya terdapat di Penyingkapan pasal 2 dan 3, yang memuat pesan-pesan Yesus yang tegas tetapi pengasih kepada tujuh sidang di Asia Kecil.

      2 Sebelum mendengar kata-kata Yesus kepada ketujuh sidang itu, rasul Yohanes dikaruniai penglihatan tentang ”hari Tuan”. (Penyingkapan 1:10) ”Hari” itu dimulai sewaktu Kerajaan Mesianik berdiri pada tahun 1914. Oleh karena itu, apa yang Kristus katakan kepada sidang-sidang itu sangatlah penting pada hari-hari terakhir ini. Anjuran dan nasihatnya membantu kita menghadapi masa kritis ini.—2 Timotius 3:1-5.

      3. Apa makna kiasan ’bintang-bintang’, ”malaikat-malaikat”, dan ”kaki pelita emas” yang dilihat rasul Yohanes?

      3 Yohanes melihat Yesus Kristus yang telah dimuliakan, yang ”memegang ketujuh bintang di tangan kanannya” dan yang ”berjalan di tengah-tengah ketujuh kaki pelita emas”, atau sidang. ’Bintang-bintang’ itu adalah ”malaikat-malaikat ketujuh sidang jemaat”. (Penyingkapan 1:20; 2:1) Meskipun bintang adakalanya melambangkan makhluk roh di surga, Kristus tidak mungkin menggunakan seorang manusia untuk mencatat pesan bagi makhluk roh. Oleh karena itu, ’bintang-bintang’ ini secara masuk akal berarti para pengawas yang diurapi roh, atau badan-badan penatua. Istilah ”malaikat-malaikat” berkaitan dengan peranan mereka sebagai utusan. Karena organisasi Allah telah berkembang, ”pengurus yang setia” juga telah melantik pria-pria yang cakap di antara ”domba-domba lain” Yesus sebagai pengawas-pengawas.—Lukas 12:42-44; Yohanes 10:16.

      4. Bagaimana para penatua memperoleh manfaat dengan memperhatikan kata-kata Kristus kepada sidang-sidang itu?

      4 ’Bintang-bintang’ itu ada di tangan kanan Yesus—berada dalam kuasa, kendali, perkenan, dan perlindungannya. Oleh karena itu, mereka bertanggung jawab kepadanya. Dengan mengindahkan kata-katanya kepada ketujuh sidang itu masing-masing, para penatua dewasa ini memahami caranya mereka dapat menangani situasi yang serupa. Tentu saja, semua orang Kristen perlu mendengarkan Putra Allah. (Markus 9:7) Jadi, apa yang dapat kita pelajari dengan memperhatikan kata-kata Kristus kepada sidang-sidang itu?

      Kepada Malaikat di Efesus

      5. Kota macam apa Efesus itu?

      5 Yesus memuji dan menegur sidang di Efesus. (Baca Penyingkapan 2:1-7.) Kuil dewi Artemis yang megah berdiri di kota perdagangan yang makmur dan sekaligus pusat keagamaan di pesisir barat Asia Kecil ini. Meskipun Efesus sarat dengan perbuatan amoral, agama palsu, dan praktek ilmu gaib, Allah memberkati pelayanan rasul Paulus dan yang lainnya di kota itu.—Kisah, pasal 19.

      6. Bagaimana orang Kristen yang loyal dewasa ini mirip dengan orang Kristen di Efesus zaman dahulu?

      6 Kristus memuji sidang di Efesus dengan mengatakan, ”Aku tahu perbuatanmu, dan kerja keras serta ketekunanmu, dan bahwa engkau tidak dapat bersabar terhadap orang-orang jahat, dan bahwa engkau menguji orang-orang yang mengatakan bahwa mereka adalah rasul padahal bukan, dan engkau mendapati mereka pendusta.” Dewasa ini, sidang-sidang dari para pengikut Yesus yang sejati memiliki catatan serupa dalam hal perbuatan baik, kerja keras, dan ketekunan. Mereka tidak mentoleransi saudara-saudara palsu yang ingin dipandang sebagai rasul-rasul. (2 Korintus 11:13, 26) Seperti orang Efesus, orang Kristen yang loyal dewasa ini ”tidak dapat bersabar terhadap orang-orang jahat”. Oleh karena itu, untuk menjaga kemurnian ibadat Yehuwa dan untuk melindungi sidang, mereka tidak mau bergaul dengan orang murtad yang tidak bertobat.—Galatia 2:4, 5; 2 Yohanes 8-11.

      7, 8. Problem serius apa terdapat di sidang Efesus, dan bagaimana kita dapat menghadapi situasi serupa?

      7 Namun, orang Kristen di Efesus memiliki problem yang serius. ”Aku mencela engkau,” kata Yesus, ”karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang mula-mula.” Para anggota sidang itu perlu mengobarkan kembali kasih mereka yang mula-mula kepada Yehuwa. (Markus 12:28-30; Efesus 2:4; 5:1, 2) Kita semua harus waspada agar tidak kehilangan kasih kita yang mula-mula kepada Allah. (3 Yohanes 3) Tetapi, bagaimana jika hal-hal seperti hasrat akan kekayaan materi atau pengejaran kesenangan mulai menjadi hal utama dalam kehidupan kita? (1 Timotius 4:8; 6:9, 10) Jika demikian, kita hendaknya berdoa dengan khusyuk memohon bantuan Allah untuk menggantikan kecenderungan demikian dengan kasih yang berurat berakar kepada Yehuwa dan rasa syukur atas segala sesuatu yang telah Ia dan Putra-Nya lakukan bagi kita.—1 Yohanes 4:10, 16.

      8 Kristus mendesak orang Efesus, ”Ingatlah dari mana engkau jatuh, dan bertobatlah dan lakukanlah apa yang telah kaulakukan sebelumnya.” Bagaimana jika mereka tidak melakukannya? ”Jika tidak,” kata Yesus, ”aku akan datang kepadamu, dan aku akan menyingkirkan kaki pelitamu dari tempatnya.” Jika semua domba sampai kehilangan kasih mereka yang mula-mula, ”kaki pelita”, atau sidang itu, tidak akan ada lagi. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen yang bergairah, semoga kita berupaya keras menjaga sidang terus bersinar secara rohani.—Matius 5:14-16.

      9. Bagaimana hendaknya kita memandang sektarianisme?

      9 Yang patut dipujikan ialah orang Efesus membenci ”perbuatan-perbuatan sekte Nikolaus”. Selain pernyataan dalam buku Penyingkapan, tidak diketahui dengan pasti tentang asal usul, ajaran, dan praktek sekte ini. Namun, mengingat Yesus mengecam tindakan mengikuti manusia, kita perlu selalu membenci sektarianisme, seperti yang dilakukan orang Kristen di Efesus.—Matius 23:10.

      10. Apa yang akan dialami oleh orang-orang yang mengindahkan apa yang dikatakan roh?

      10 ”Hendaklah orang yang bertelinga mendengar apa yang dikatakan roh kepada sidang-sidang jemaat,” kata Kristus. Ketika berada di bumi, Yesus berbicara di bawah pengaruh roh Allah. (Yesaya 61:1; Lukas 4:16-21) Jadi, kita hendaknya memperhatikan apa yang sekarang Allah firmankan melalui dia dengan roh kudus. Di bawah pengarahan roh, Yesus berjanji, ”Dia yang menang akan kuperkenankan untuk makan dari pohon kehidupan, yang ada di firdaus Allah.” Bagi kaum terurap, yang mengindahkan apa yang dikatakan roh, hal ini berarti peri yang tidak berkematian di ”firdaus Allah” surgawi, atau tempat Yehuwa berada. ”Kumpulan besar”, yang juga mendengarkan apa yang dikatakan roh, akan menikmati firdaus di bumi, tempat mereka akan minum dari ”sebuah sungai air kehidupan” dan akan mendapatkan kesembuhan dari ”daun pohon-pohon” di sepanjang tepinya.—Penyingkapan 7:9; 22:1, 2; Lukas 23:43.

      11. Bagaimana kita dapat meningkatkan kasih akan Yehuwa?

      11 Orang Efesus telah kehilangan kasih mereka yang mula-mula, tetapi bagaimana jika situasi yang serupa berkembang dalam sebuah sidang dewasa ini? Secara pribadi, mari kita tingkatkan kasih akan Yehuwa dengan membicarakan jalan-jalan-Nya yang pengasih. Kita dapat menyatakan rasa syukur kita akan kasih yang Allah perlihatkan dalam menyediakan tebusan melalui Putra-Nya yang Ia kasihi. (Yohanes 3:16; Roma 5:8) Jika cocok, kita dapat menyebutkan kasih Allah dalam komentar-komentar dan bagian-bagian acara perhimpunan. Kita dapat memperlihatkan kasih kita sendiri kepada Yehuwa dengan memuji nama-Nya dalam pelayanan Kristen. (Mazmur 145:10-13) Ya, tutur kata dan tingkah laku kita dapat sangat berperan dalam mengobarkan kembali atau menguatkan kasih yang mula-mula dari sebuah sidang.

      Kepada Malaikat di Smirna

      12. Apa yang sejarah singkapkan tentang Smirna dan praktek-praktek keagamaannya?

      12 Sidang di Smirna mendapat pujian dari Kristus, ” ’Yang Awal dan Yang Akhir’, yang pernah mati dan hidup kembali” melalui kebangkitan. (Baca Penyingkapan 2:8-11.) Smirna (sekarang Izmir, Turki) dibangun di pesisir barat Asia Kecil. Orang Yunani menghuni kota ini, tetapi orang Lidia menghancurkannya sekitar tahun 580 SM. Para penerus Iskandar Agung membangun kembali Smirna di lokasi baru. Kota ini menjadi bagian provinsi Asia di wilayah Romawi dan merupakan pusat perdagangan yang tumbuh pesat serta terkenal dengan bangunan-bangunan umumnya yang bagus. Keberadaan kuil Kaisar Tiberius menjadikannya pusat penyembahan kaisar. Para penyembah harus membakar sejumput dupa dan mengatakan, ”Kaisar adalah Tuan.” Orang Kristen tidak dapat mengikutinya karena bagi mereka ”Yesus adalah Tuan”. Oleh karena itu, mereka mengalami kesengsaraan.—Roma 10:9.

      13. Walaupun miskin secara materi, dalam arti apa orang Kristen di Smirna kaya?

      13 Selain kesengsaraan, orang Kristen di Smirna mengalami kemiskinan, ada kemungkinan menderita sanksi ekonomi karena tidak mau menyembah kaisar. Hamba-hamba Yehuwa zaman modern tidak kebal terhadap pencobaan serupa. (Penyingkapan 13:16, 17) Meskipun miskin secara materi, orang-orang yang seperti orang Kristen di Smirna sebenarnya kaya secara rohani, dan hal itulah yang benar-benar penting!—Amsal 10:22; 3 Yohanes 2.

      14, 15. Penyingkapan 2:10 memberikan penghiburan apa kepada kaum terurap?

      14 Kebanyakan orang Yahudi di Smirna adalah ”sinagoga Setan”, karena mereka berpegang pada tradisi-tradisi yang tidak berdasarkan tulisan-tulisan kudus, menolak Putra Allah, dan mencerca para pengikutnya yang diperanakkan roh. (Roma 2:28, 29) Namun, alangkah terhiburnya kaum terurap oleh kata-kata Kristus selanjutnya! Ia mengatakan, ”Janganlah takut terhadap hal-hal yang akan engkau derita. Lihat! Si Iblis akan terus melemparkan beberapa dari antara kamu ke dalam penjara agar kamu diuji sepenuhnya, dan agar kamu mengalami kesengsaraan selama sepuluh hari. Buktikanlah dirimu setia bahkan sampai mati, dan aku akan memberimu mahkota kehidupan.”—Penyingkapan 2:10.

      15 Yesus tidak takut mati untuk menjunjung kedaulatan Yehuwa. (Filipi 2:5-8) Meskipun sekarang Setan memerangi kaum sisa terurap, mereka tidak takut terhadap hal-hal yang harus mereka derita sebagai suatu kelompok—kesengsaraan, pemenjaraan, atau kematian yang mengenaskan. (Penyingkapan 12:17) Mereka akan menjadi penakluk dunia. Dan, alih-alih memberikan mahkota rangkaian bunga yang dapat pudar seperti yang dikenakan para pemenang dalam pertandingan olahraga kafir, Kristus menjanjikan kaum terurap yang telah dibangkitkan ”mahkota kehidupan” sebagai makhluk surgawi yang memiliki peri tidak berkematian. Benar-benar hadiah yang tak ternilai!

      16. Jika kita tergabung dengan sidang yang kondisinya seperti sidang di Smirna zaman dahulu, perhatian kita hendaknya terpusat pada sengketa apa?

      16 Bagaimana jika kita, tidak soal harapan kita di surga atau di bumi, tergabung dalam sidang yang kondisinya seperti sidang di Smirna zaman dahulu? Jika demikian, marilah kita bantu rekan-rekan seiman memusatkan perhatian pada alasan utama Allah membiarkan penganiayaan terjadi—sengketa kedaulatan universal. Setiap Saksi Yehuwa yang memelihara integritas membuktikan Setan sebagai pendusta dan mempertunjukkan bahwa manusia yang dianiaya pun dapat memberikan dukungan yang tak tergoyahkan kepada hak Allah untuk memerintah sebagai Penguasa Universal. (Amsal 27:11) Marilah kita anjurkan rekan-rekan seiman untuk bertekun menghadapi penganiayaan dan, sebagai hasilnya, memiliki ”hak istimewa untuk memberikan dinas suci kepada [Yehuwa] tanpa perasaan takut disertai loyalitas dan keadilbenaran di hadapannya sepanjang hari-hari kehidupan kita” untuk seterusnya—bahkan selama-lamanya.—Lukas 1:68, 69, 74, 75.

      Kepada Malaikat di Pergamus

      17, 18. Pergamus merupakan pusat ibadat macam apa, dan apa akibatnya apabila seseorang menolak ikut serta dalam penyembahan berhala demikian?

      17 Sidang di Pergamus dipuji dan juga dikoreksi. (Baca Penyingkapan 2:12-17.) Pergamus, yang terletak kira-kira 80 kilometer di sebelah utara Smirna, adalah kota yang sarat dengan agama kafir. Tampaknya, orang majus (ahli nujum) asal Khaldea telah hijrah ke kota itu dari Babilon. Orang sakit berbondong-bondong ke kuil terkenal di Pergamus yang dibaktikan bagi Asklepius, dewa palsu kesembuhan dan obat-obatan. Pergamus, dengan kuil-kuilnya yang dibaktikan untuk penyembahan Kaisar Agustus, telah dijuluki ”pusat kultus kaisar selama kekaisaran masa awal”.—Encyclopædia Britannica, 1959, Jilid 17, halaman 507.

      18 Di Pergamus, ada sebuah mezbah yang dibaktikan bagi Zeus. Kota itu juga merupakan pusat pendewaan manusia yang diilhami oleh Iblis. Tidaklah mengherankan apabila sidang di kota itu dikatakan tinggal di tempat ”takhta Setan” berada! Menolak menyembah kaisar dapat mengakibatkan kematian bagi seorang penjunjung kedaulatan Yehuwa. Dunia ini masih berada dalam kuasa si Iblis, dan lambang-lambang nasional kini dipuja-puja. (1 Yohanes 5:19) Sejak abad pertama sampai sekarang, banyak orang Kristen yang setia telah menjadi martir, seperti pribadi yang Kristus sebut ”Antipas, saksiku, orang yang setia itu, yang dibunuh di sisimu”. Allah Yehuwa dan Yesus Kristus pasti mengingat hamba-hamba yang loyal seperti itu.—1 Yohanes 5:21.

      19. Apa yang Bileam lakukan, dan terhadap apa semua orang Kristen harus waspada?

      19 Kristus juga berbicara tentang ”ajaran Bileam”. Karena tamak akan keuntungan materi, nabi palsu Bileam berupaya mengutuki Israel. Sewaktu Allah membalikkan kutukannya menjadi berkat, Bileam bekerja sama dengan raja Moab, Balak, dan memikat banyak orang Israel ke dalam penyembahan berhala dan perbuatan seks yang amoral. Para penatua Kristen perlu sama teguhnya demi keadilbenaran seperti halnya Pinehas, yang bertindak menentang pekerjaan-pekerjaan Bileam. (Bilangan 22:1–25:15; 2 Petrus 2:15, 16; Yudas 11) Sebenarnya, semua orang Kristen harus mewaspadai penyembahan berhala dan penyusupan perbuatan seks yang amoral ke dalam sidang.—Yudas 3, 4.

      20. Jika seorang Kristen mulai memperkembangkan pandangan-pandangan yang murtad dalam pikirannya, apa yang harus ia lakukan?

      20 Sidang di Pergamus berada dalam keadaan yang sangat genting karena sidang itu membiarkan ”orang-orang yang memegang erat ajaran sekte Nikolaus” ada di tengah-tengah mereka. Kristus memberi tahu sidang itu, ”Bertobatlah. Jika tidak, aku akan segera datang kepadamu, dan aku akan berperang melawan mereka dengan pedang yang panjang di mulutku.” Para sektarian ingin merusak orang Kristen secara rohani, dan mereka yang berkeras menyebarluaskan perpecahan dan sekte-sekte tidak akan mewarisi Kerajaan Allah. (Roma 16:17, 18; 1 Korintus 1:10; Galatia 5:19-21) Jika seorang Kristen mulai memperkembangkan pandangan-pandangan yang murtad dalam pikirannya dan ingin menyebarkan pandangan-pandangan tersebut, ia hendaknya mencamkan peringatan Kristus! Untuk menyelamatkan dirinya dari bencana, ia harus bertobat dan meminta bantuan rohani dari para penatua di sidang. (Yakobus 5:13-18) Sangatlah penting untuk segera mengambil tindakan, karena Yesus segera datang untuk melaksanakan penghakiman.

      21, 22. Siapa yang ambil bagian dari ”manna yang tersembunyi”, dan apa yang dilambangkannya?

      21 Orang Kristen terurap yang setia dan rekan-rekan mereka yang loyal tidak perlu takut terhadap penghakiman yang akan datang. Berkat-berkat menanti semua orang yang mengindahkan nasihat yang Yesus berikan melalui pengarahan roh kudus Allah. Misalnya, kaum terurap yang menaklukkan dunia akan diundang untuk makan sebagian dari ”manna yang tersembunyi” dan akan diberi ”batu kecil putih” bertuliskan ”sebuah nama baru”.

      22 Allah menyediakan manna guna memelihara bangsa Israel selama 40 tahun perjalanan mereka melewati padang belantara. Sebagian dari ”roti” itu disimpan dalam tempayan emas di dalam tabut perjanjian, dengan demikian, tersembunyi di Ruang Mahakudus tabernakel, tempat cahaya ajaib yang melambangkan kehadiran Yehuwa berada. (Keluaran 16:14, 15, 23, 26, 33; 26:34; Ibrani 9:3, 4) Tidak seorang pun diizinkan makan manna yang tersembunyi itu. Namun, pada saat kebangkitan mereka, para pengikut Yesus yang terurap mengenakan peri yang tidak berkematian, yang dilambangkan dengan memakan ”manna yang tersembunyi”.—1 Korintus 15:53-57.

      23. Apa makna penting ”batu kecil putih” dan ”nama baru”?

      23 Di pengadilan Romawi, batu hitam berarti vonis bersalah, sedangkan batu putih berarti vonis tidak bersalah. Dengan memberikan ”sebuah batu kecil putih” kepada orang Kristen terurap yang menang, Yesus menunjukkan bahwa ia menganggap mereka tak bersalah, murni, dan bersih. Mengingat orang Romawi juga menggunakan batu kecil sebagai tiket masuk acara penting, ”batu kecil putih” itu bisa berarti diperbolehkannya orang terurap itu mendapat tempat di surga pada perkawinan Anak Domba. (Penyingkapan 19:7-9) ”Nama baru” tampaknya menunjukkan hak istimewa dipersatukan bersama Yesus sebagai sesama waris dalam Kerajaan surgawi. Semua hal ini sungguh membesarkan hati kaum terurap serta rekan-rekan mereka dalam dinas kepada Yehuwa, yang berharap untuk hidup di bumi firdaus!

      24. Bagaimana hendaknya pendirian kita sehubungan dengan kemurtadan?

      24 Sungguh bijaksana untuk mengingat bahwa sidang Pergamus terancam oleh orang murtad. Jika situasi yang serupa mengancam kesejahteraan rohani sidang tempat kita tergabung, dengan tegas marilah kita tolak kemurtadan dan teruslah berjalan dalam kebenaran. (Yohanes 8:32, 44; 3 Yohanes 4) Mengingat para guru palsu atau orang-orang yang cenderung murtad dapat merusak sidang secara keseluruhan, kita harus mempertahankan sikap yang teguh terhadap kemurtadan, tidak pernah membiarkan bujukan yang fasik menghalangi kita menaati kebenaran.—Galatia 5:7-12; 2 Yohanes 8-11.

      25. Pesan Kristus kepada sidang mana saja akan dibahas dalam artikel berikut?

      25 Sungguh menggugah kata-kata pujian dan nasihat yang diberikan oleh Yesus Kristus yang telah dimuliakan kepada tiga dari ketujuh sidang di Asia Kecil yang telah kita bahas! Namun, seraya diarahkan oleh roh kudus, ia masih memiliki banyak hal yang harus dikatakan kepada keempat sidang lainnya. Pesan-pesan ini, yang ditujukan kepada sidang di Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia, akan dibahas dalam artikel berikut.

  • Dengarkan Apa yang Dikatakan Roh!
    Menara Pengawal—2003 | 15 Mei
    • Dengarkan Apa yang Dikatakan Roh!

      ”Hendaklah orang yang bertelinga mendengar apa yang dikatakan roh kepada sidang-sidang jemaat.”​—PENYINGKAPAN 3:22.

      1, 2. Nasihat apa yang diulangi dalam pesan Yesus kepada ketujuh sidang yang disebutkan dalam Penyingkapan?

      HAMBA-HAMBA Yehuwa harus memperhatikan kata-kata Yesus Kristus yang diilhami roh kepada ketujuh sidang yang disebutkan di buku Penyingkapan dalam Alkitab. Sesungguhnya, setiap pesannya memuat nasihat ini, ”Hendaklah orang yang bertelinga mendengar apa yang dikatakan roh kepada sidang-sidang jemaat.”​—Penyingkapan 2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22.

      2 Kita telah membahas pesan-pesan Yesus kepada para malaikat, atau pengawas, di Efesus, Smirna, dan Pergamus. Bagaimana kita dapat menarik manfaat dari apa yang ia katakan melalui roh kudus kepada keempat sidang lainnya?

      Kepada Malaikat di Tiatira

      3. Di manakah letak Tiatira, dan produk apa yang terkenal dari kota itu?

      3 ”Putra Allah” memuji dan juga menegur sidang Tiatira. (Baca Penyingkapan 2:18-29.) Tiatira (sekarang Akhisar) dibangun di tepi sebuah anak Sungai Gediz (dahulu Hermus) di Asia Kecil bagian barat. Kota itu terkenal dengan banyak kerajinan tangannya. Para pembuat bahan pewarna di kota itu menggunakan akar pohon madder sebagai sumber warna merah maraknya, atau ungu, yang terkenal. Lidia, yang menjadi orang Kristen pada kunjungan Paulus ke Filipi di Yunani, adalah ”penjual bahan ungu dari kota Tiatira”.​—Kisah 16:12-15.

      4. Sidang di Tiatira dipuji atas hal apa?

      4 Yesus memuji sidang di Tiatira atas perbuatan baik, kasih, iman, ketekunan, dan pekerjaannya dalam pelayanan. Malahan, ’perbuatan mereka yang belakangan lebih banyak daripada yang sebelumnya’. Namun, sekalipun kita telah memiliki riwayat yang baik, kita tidak boleh sembrono dalam hal moral.

      5-7. (a) Siapakah ”wanita Izebel itu”, dan apa yang harus dilakukan terhadap pengaruhnya? (b) Pesan Kristus kepada sidang Tiatira membantu para wanita yang saleh untuk melakukan apa?

      5 Sidang di Tiatira mentoleransi penyembahan berhala, ajaran palsu, dan perbuatan seks yang amoral. Di tengah-tengah mereka, ada ”wanita Izebel itu”​—bisa jadi sekelompok wanita yang berperangai seperti Ratu Izebel yang fasik dari Kerajaan Israel sepuluh suku. Beberapa pakar menyatakan bahwa ’para nabiah’ di Tiatira itu berupaya memikat orang Kristen untuk menyembah dewa-dewi serikat dagang dan ikut serta dalam perayaan-perayaan yang mencakup penggunaan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Jangan biarkan ada nabiah yang mengangkat dirinya sendiri dan berupaya memanipulasi orang lain di dalam sidang Kristen dewasa ini!

      6 Kristus ’akan melemparkan wanita Izebel itu ke tempat tidur orang sakit, dan mereka yang berzina dengannya, ke dalam kesengsaraan besar, kecuali mereka bertobat dari perbuatan perempuan itu’. Para pengawas tidak boleh menyerah kepada ajaran dan pengaruh fasik demikian, dan tidak seorang Kristen pun perlu sampai melakukan percabulan rohani dan jasmani atau terlibat dalam penyembahan berhala untuk menyadari bahwa ”perkara-perkara yang dalam dari Setan” itu benar-benar buruk. Jika kita mengindahkan peringatan Yesus, ’kita akan memegang erat apa yang kita miliki’, dan dosa tidak akan menguasai diri kita. Karena kaum terurap yang telah dibangkitkan menolak praktek, hawa nafsu, dan tujuan yang tidak saleh, mereka menerima ”wewenang atas bangsa-bangsa” dan akan bergabung dengan Kristus dalam menghancurluluhkannya. Sidang-sidang zaman modern memiliki bintang simbolis, dan kaum terurap akan diberi ”bintang pagi yang cemerlang”, sang Mempelai Pria, Yesus Kristus, sewaktu mereka dibangkitkan ke surga.​—Penyingkapan 22:16.

      7 Sidang Tiatira diperingatkan agar tidak mentoleransi pengaruh jahat wanita-wanita yang murtad. Pesan Kristus yang diilhami roh kepada sidang tersebut membantu wanita-wanita yang saleh untuk tetap berada pada posisi mereka yang telah Allah tetapkan dewasa ini. Mereka tidak berupaya menjalankan wewenang atas para saudara dan tidak memikat saudara mana pun ke dalam percabulan rohani atau jasmani. (1 Timotius 2:12) Sebaliknya, wanita-wanita seperti itu menetapkan teladan dalam perbuatan baik dan pelayanan demi kepujian Allah. (Mazmur 68:11; 1 Petrus 3:1-6) Jika sidang menjaga apa yang dimilikinya​—doktrin dan tingkah laku yang murni serta dinas Kerajaan yang berharga—Kristus akan datang dengan pahala yang menakjubkan, bukan dengan penghukuman.

      Kepada Malaikat di Sardis

      8. (a) Di manakah Sardis, dan apa saja perincian mengenai kota itu? (b) Mengapa sidang di Sardis membutuhkan bantuan?

      8 Sidang di Sardis perlu segera mendapat bantuan karena sidang itu mati secara rohani. (Baca Penyingkapan 3:1-6.) Sardis, yang terletak kira-kira 50 kilometer di selatan Tiatira, merupakan kota yang berkembang dengan pesat. Perdagangan, kesuburan tanah, dan produksi kain serta karpet dari wol turut menjadikannya kota yang kaya yang pernah dihuni sekitar 50.000 warga. Menurut sejarawan Yosefus, di Sardis terdapat komunitas Yahudi yang besar pada abad pertama SM. Di antara reruntuhan kota itu, terdapat sebuah sinagoga dan sebuah kuil bagi Artemis, dewi orang Efesus.

      9. Apa yang harus kita lakukan jika kegiatan dinas kita hanya ala kadarnya?

      9 Kristus memberi tahu malaikat di sidang Sardis, ”Aku tahu perbuatanmu, engkau mempunyai nama bahwa engkau hidup, tetapi engkau mati.” Bagaimana jika kita telah memiliki reputasi sebagai manusia rohani tetapi pada dasarnya kita sangat tidak acuh terhadap hak istimewa sebagai orang Kristen, kegiatan dinas kita hanya ala kadarnya, dan secara rohani ”sudah hampir mati”? Jika demikian, kita perlu ’terus mengingat bagaimana kita telah menerima dan mendengar’ berita Kerajaan, dan kita harus menggairahkan kembali upaya-upaya kita dalam dinas suci. Tentulah, kita harus mulai berpartisipasi dengan sepenuh hati dalam perhimpunan Kristen. (Ibrani 10:24, 25) Kristus memperingatkan sidang di Sardis, ”Jika engkau tidak bangun, aku akan datang bagaikan pencuri, dan engkau tidak akan tahu jam berapa aku akan datang kepadamu.” Bagaimana dengan zaman kita? Tidak lama lagi, kita harus memberikan pertanggungjawaban.

      10. Bahkan dalam situasi seperti di Sardis, bisa jadi apa sikap beberapa orang Kristen?

      10 Bahkan dalam situasi seperti yang terjadi di Sardis, mungkin masih ada beberapa orang yang ’tidak mencemari pakaian luar mereka dan yang dapat berjalan bersama Kristus dengan pakaian luar putih karena mereka layak’. Mereka mempertahankan identitas Kristen mereka, tetap tidak tercemar, tanpa noda moral dan religius dari dunia ini. (Yakobus 1:27) Oleh karena itu, Yesus ’tidak akan menghapus nama mereka dari buku kehidupan, tetapi ia akan mengakui mereka di hadapan Bapaknya dan para malaikat’. Karena dinyatakan layak untuk berjalan bersama Kristus, golongan pengantin perempuannya, yaitu kaum terurap, akan berbajukan linen halus yang cemerlang dan bersih, yang melambangkan tindakan adil-benar orang-orang kudus milik Allah. (Penyingkapan 19:8) Hak istimewa dinas yang luar biasa yang menanti mereka di surga mengobarkan semangat mereka untuk menaklukkan dunia ini. Berkat-berkat juga tersedia bagi mereka yang layak mendapat kehidupan kekal di bumi. Nama mereka pun tertulis dalam buku kehidupan.

      11. Apa yang harus kita lakukan jika kita mulai mengantuk secara rohani?

      11 Tidak seorang pun dari kita ingin mengalami keadaan rohani yang menyedihkan seperti yang terjadi pada sidang di Sardis. Namun, bagaimana jika kita mengamati bahwa kita mulai mengantuk secara rohani? Kita harus bertindak dengan sigap demi kebaikan kita sendiri. Barangkali kita tertarik pada jalan-jalan yang tidak saleh atau menjadi jarang berhimpun atau berdinas. Marilah kita mohon bantuan Yehuwa dalam doa yang sungguh-sungguh. (Filipi 4:6, 7, 13) Pembacaan Alkitab setiap hari dan pemelajaran Alkitab serta publikasi-publikasi dari ”pengurus yang setia” akan turut mempertahankan kesiagaan rohani kita. (Lukas 12:42-44) Kita pun akan menjadi seperti orang-orang di Sardis yang mendapat perkenan Kristus, dan kita akan menjadi berkat bagi rekan-rekan seiman.

      Kepada Malaikat di Filadelfia

      12. Bagaimana Saudara akan menggambarkan situasi religius di Filadelfia zaman dahulu?

      12 Yesus memuji sidang Filadelfia. (Baca Penyingkapan 3:7-13.) Filadelfia (sekarang Alasehir) adalah pusat kawasan penghasil anggur yang makmur di Asia Kecil bagian barat. Bahkan, dewa utamanya adalah Dionisus, dewa anggur. Tampaknya, orang Yahudi di Filadelfia tidak berhasil membujuk orang Kristen Yahudi di kota itu untuk mempertahankan praktek-praktek tertentu dalam Hukum Musa atau kembali melakukannya.

      13. Bagaimana Kristus telah menggunakan ”kunci Daud”?

      13 Kristus ”memiliki kunci Daud”, dan oleh karena itu, ia telah dipercayakan dengan semua kepentingan Kerajaan dan administrasi rumah tangga iman. (Yesaya 22:22; Lukas 1:32) Yesus menggunakan kunci itu untuk membuka kesempatan dan hak-hak istimewa Kerajaan bagi orang Kristen di Filadelfia zaman dahulu dan di mana-mana. Sejak tahun 1919, ia telah membukakan bagi ”pengurus yang setia” ”sebuah pintu besar” yang menuju pengabaran Kerajaan, yang tidak dapat ditutup oleh penentang mana pun. (1 Korintus 16:9; Kolose 4:2-4) Tentu saja, pintu menuju hak-hak istimewa Kerajaan telah tertutup bagi para anggota ”sinagoga Setan”, karena mereka bukan Israel rohani.

      14. (a) Janji apa yang Yesus berikan kepada sidang di Filadelfia? (b) Bagaimana caranya agar kita tidak jatuh selama ”masa ujian”?

      14 Yesus memberikan janji ini kepada orang Kristen di Filadelfia zaman dahulu, ”Karena engkau memperhatikan firman tentang ketekunanku, aku juga akan menjagamu dari masa ujian, yang akan datang atas seluruh bumi yang berpenduduk.” Pengabaran menuntut jenis ketekunan seperti yang diperlihatkan oleh Yesus. Ia tidak pernah menyerah kepada musuh, tetapi terus melakukan kehendak Bapaknya. Itulah sebabnya, Kristus dibangkitkan ke kehidupan yang tak berkematian di surga. Jika kita berpegang teguh pada keputusan untuk menyembah Yehuwa dan kita mendukung Kerajaan dengan memberitakan kabar baik, kita tidak akan jatuh selama periode pengujian, ”masa ujian”, dewasa ini. Kita akan ’terus memegang erat apa yang kita miliki’ dari Kristus dengan berupaya keras meningkatkan kepentingan Kerajaan itu. Dengan melakukan hal ini, kaum terurap akan mendapat mahkota surgawi yang tak ternilai dan rekan-rekan mereka yang loyal akan mendapat kehidupan abadi di bumi.

      15. Apa yang dituntut dari orang-orang yang ingin menjadi ’pilar di bait Allah’?

      15 Kristus menambahkan, ”Orang yang menang​—aku akan menjadikan dia pilar di bait Allahku, . . . dan padanya aku akan menuliskan nama Allahku dan nama kota Allahku, yaitu Yerusalem baru yang turun dari surga dari Allahku, dan namaku yang baru itu.” Para pengawas yang terurap harus menjunjung ibadat sejati. Mereka harus senantiasa memenuhi syarat sebagai anggota ”Yerusalem baru” dengan mengabarkan Kerajaan Allah dan menjaga diri tetap bersih secara rohani. Hal ini perlu dilakukan jika mereka ingin menjadi pilar dalam bait surgawi yang telah dimuliakan dan jika mereka hendak menyandang nama kota Allah sebagai warga-warga surgawinya dan menjadi bagian dari nama Kristus sebagai pengantin perempuannya. Dan, tentu saja, mereka harus mempunyai telinga yang ”mendengar apa yang dikatakan roh kepada sidang-sidang jemaat”.

      Kepada Malaikat di Laodikia

      16. Apa saja beberapa fakta mengenai Laodikia?

      16 Kristus menegur sidang di Laodikia yang berpuas diri. (Baca Penyingkapan 3:14-22.) Laodikia, yang terletak sekitar 150 kilometer di timur Efesus dan berada di pertemuan rute-rute perdagangan utama di lembah Sungai Likus yang subur, merupakan kota industri dan pusat perbankan yang sangat makmur. Pakaian dari wol hitam daerah itu sangat terkenal. Karena ada sebuah sekolah kedokteran yang terkenal di Laodikia, kota itu bisa jadi menghasilkan obat mata yang dikenal sebagai serbuk Frigia. Asklepius, dewa obat-obatan, adalah salah satu dewa utama kota itu. Laodikia tampaknya memiliki populasi Yahudi yang cukup besar, beberapa di antaranya kelihatannya cukup kaya.

      17. Mengapa orang Laodikia ditegur?

      17 Sewaktu menyapa sidang di Laodikia melalui ’malaikatnya’, Yesus berbicara dengan penuh wewenang sebagai ”saksi yang setia dan benar, awal dari ciptaan Allah”. (Kolose 1:13-16) Orang-orang Laodikia ditegur karena mereka ”tidak dingin ataupun panas” secara rohani. Karena mereka suam-suam kuku, Kristus akan memuntahkan mereka dari mulutnya. Tidaklah sulit bagi mereka untuk memahami maksud kata-kata Yesus. Kota Hierapolis di dekat Laodikia memiliki mata air panas, sedangkan kota Kolose memiliki air dingin. Namun, karena air yang dialirkan dengan pipa ke Laodikia harus menempuh jarak yang cukup jauh, kemungkinan besar air itu sudah suam-suam kuku sesampainya di kota itu. Pada separuh perjalanan, air itu dialirkan melalui akuaduk. Mendekati Laodikia, air itu disalurkan melalui balok-balok batu yang dilubangi dan disemen menjadi satu.

      18, 19. Bagaimana orang Kristen dewasa ini, yang mirip dengan orang Kristen di Laodikia, dapat dibantu?

      18 Dewasa ini, orang-orang yang seperti orang Laodikia tidaklah bersifat panas menggairahkan maupun dingin menyegarkan. Seperti air suam-suam kuku, mereka pasti akan dimuntahkan! Yesus tidak menginginkan mereka menjadi juru bicaranya, sebagai ’duta-duta terurap yang menggantikan Kristus’. (2 Korintus 5:20) Jika mereka tidak bertobat, mereka akan kehilangan hak istimewa mereka sebagai pemberita Kerajaan. Orang Laodikia mencari kekayaan bumiah dan mereka ’tidak tahu bahwa mereka sengsara, patut dikasihani, miskin, buta, dan telanjang’. Untuk menyingkirkan kemiskinan, kebutaan, dan ketelanjangan rohaninya, siapa pun dewasa ini yang seperti orang Laodikia perlu membeli dari Kristus ”emas yang dimurnikan” berupa iman yang teruji, ”pakaian luar putih” berupa keadilbenaran, dan ”salep mata” yang meningkatkan penglihatan rohani. Para pengawas Kristen senang membantu mereka untuk menyadari kebutuhan rohani mereka sehingga mereka menjadi ”kaya dalam iman”. (Yakobus 2:5; Matius 5:3) Selain itu, para pengawas perlu membantu mereka mengoleskan ”salep mata” rohani​—untuk menerima dan menyelaraskan diri dengan ajaran, nasihat, teladan, dan sikap mental Yesus. Inilah obat yang mujarab untuk ”keinginan daging, keinginan mata, dan pameran sarana kehidupan seseorang”.​—1 Yohanes 2:15-17.

      19 Yesus menegur dan mendisiplin semua orang yang ia kasihi. Para pengawas di bawah dia harus melakukan hal yang sama dengan kelembutan. (Kisah 20:28, 29) Orang Laodikia perlu ’bergairah dan bertobat’, mengubah cara berpikir dan jalan hidup mereka. Nah, apakah ada di antara kita yang telah terbiasa dengan gaya hidup yang mengecilkan porsi dinas suci kita kepada Allah? Jika demikian halnya, marilah kita ’membeli salep mata dari Yesus’ agar kita dapat melihat pentingnya mencari dahulu Kerajaan dengan bergairah.​—Matius 6:33.

      20, 21. Siapa saja yang menjawab dengan baik ’ketukan’ Yesus dewasa ini, dan apa prospek mereka?

      20 ”Lihat!” kata Kristus, ”Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk. Jika ada yang mendengar suaraku dan membukakan pintu, aku akan masuk ke dalam rumahnya dan makan malam bersama dia dan dia bersamaku.” Yesus sering menyampaikan instruksi rohani saat ikut dalam acara santap bersama. (Lukas 5:29-39; 7:36-50; 14:1-24) Sekarang, ia mengetuk pintu sidang yang situasinya seperti sidang di Laodikia. Apakah para anggota sidang itu akan menjawab ketukannya, membangkitkan kembali kasih sayang mereka kepadanya, menyambutnya ke tengah-tengah mereka, dan mempersilakannya mengajar mereka? Jika demikian halnya, Kristus akan bersantap bersama mereka demi manfaat rohani yang besar bagi mereka.

      21 ”Domba-domba lain” dewasa ini secara kiasan mempersilakan Yesus masuk, dan tindakan itu membimbing kepada kehidupan abadi. (Yohanes 10:16; Matius 25:34-40, 46) Kepada setiap orang terurap yang menang, Kristus akan mengaruniakan hak istimewa untuk ’duduk bersamanya di atas takhtanya, sebagaimana ia pun telah menang dan duduk bersama Bapaknya di takhta-Nya’. Ya, kepada orang-orang terurap yang menang, Yesus menjanjikan pahala besar berupa sebuah takhta bersamanya di sebelah kanan Bapaknya di surga. Dan, domba-domba lain yang menang menantikan tempat yang sangat indah di bumi di bawah pemerintahan Kerajaan.

      Pelajaran bagi Kita Semua

      22, 23. (a) Bagaimana semua orang Kristen dapat memperoleh manfaat dari kata-kata Yesus kepada ketujuh sidang? (b) Apa hendaknya tekad kita?

      22 Tidak ada keraguan bahwa semua orang Kristen dapat menarik manfaat yang sangat besar dari kata-kata Yesus kepada ketujuh sidang di Asia Kecil. Sebagai contoh, dengan memperhatikan bahwa Kristus menyampaikan pujian yang sepatutnya, para penatua Kristen yang pengasih tergugah untuk memuji pribadi-pribadi dan sidang-sidang yang bagus kerohaniannya. Jika terdapat kelemahan, para penatua membantu rekan-rekan seiman mengoleskan obat dari Alkitab. Kita semua dapat senantiasa memperoleh manfaat dari berbagai corak nasihat Kristus kepada ketujuh sidang, asalkan kita menerapkannya dengan disertai doa yang sungguh-sungguh dan tanpa menunda-nunda.a

      23 Hari-hari terakhir ini bukanlah waktunya untuk berpuas diri, mengejar harta, atau melakukan apa pun yang dapat membuat kita memberikan dinas yang asal-asalan kepada Allah. Oleh karena itu, hendaklah semua sidang terus bersinar dengan cemerlang seperti kaki pelita emas yang Yesus pertahankan di tempatnya. Sebagai orang Kristen yang setia, semoga kita selalu bertekad untuk memberi perhatian pada saat Kristus berbicara dan mendengarkan apa yang dikatakan roh. Dengan demikian, kita akan menikmati sukacita yang bertahan lama sebagai pembawa terang bagi kemuliaan Yehuwa.

      [Catatan Kaki]

      a Penyingkapan 2:1–3:22 juga dibahas dalam buku Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat! pasal 7 sampai 13, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan