PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Hendaklah Jujur dalam Segala Hal
    Menara Pengawal—1986 (Seri 30) | Menara Pengawal—1986 (Seri 30)
    • Jadi, setiap hari mereka dituntut untuk membuat keputusan moral yang menyangkut soal kejujuran. Ini termasuk keadaan di tempat kerja, di sekolah, dalam lingkungan keluarga, atau dengan teman-teman. Dalam semua tantangan atas hati nurani mereka yang sudah dilatih oleh Alkitab, hamba-hamba Yehuwa ingin mempunyai perasaan yang sama seperti rasul Paulus ketika ia mengatakan, ”Kami yakin hati nurani kami murni, sebab dalam segala hal kami selalu mau melakukan apa yang benar.”—Ibrani 13:18, BIS.

  • Hendaklah Jujur dalam Segala Hal
    Menara Pengawal—1986 (Seri 30) | Menara Pengawal—1986 (Seri 30)
    • 13, 14. Bagaimana orang-orang lain memberi komentar tentang kejujuran dari umat Yehuwa?

      13 Kejujuran umat Allah sering kali diperhatikan oleh orang-orang lain. Misalnya, surat kabar Italia Il Piccolo memuat sepucuk surat dari salah seorang pembacanya yang mengatakan, ”Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada wanita yang memperkenalkan diri sebagai Saksi Yehuwa. Ia memberikan bukti tentang kejujuran yang patut ditiru dengan mengirimkan kepada saya, melalui surat kabar ini, uang saya yang cukup besar jumlahnya yang hilang.” Di Amerika Serikat, The Indianapolis Star menulis tentang suatu pasangan Saksi yang menemukan $4,000 [Rp. 6.560.000,-] dan mengembalikan kepada pemiliknya. Surat kabar itu mengatakan bahwa pasangan itu ”tidak ragu-ragu mengenai apa yang harus mereka lakukan.” Mengapa tidak? Mereka mengatakan, ”Kami tidak dapat mengambilnya. Kami adalah Saksi-Saksi Yehuwa.”

      14 Ketika seorang Saksi di Missouri menemukan $9,500 [Rp. 15.580.000,-] dan mengembalikannya ke kantor polisi, sebuah surat kabar mengutip kata-kata salah seorang perwira polisi, ”Benar-benar sangat jarang sekali bahwa ada orang yang menemukan uang sebesar itu akan mau melaporkannya. Seingat saya tidak pernah ada satu orang pun yang melakukan hal itu sebelumnya. Benar-benar mengagumkan.” Artikel itu menyebutkan bahwa Saksi tersebut ”tidak pernah mempunyai pikiran untuk mengambil uang itu.” Perwira polisi yang sedang bertugas mengatakan Saksi itu ”telah memulihkan imannya bahwa masih ada orang-orang yang jujur di antara umat manusia.” Saksi itu menjawab, ”Kami sebagai suatu umat merasa bangga karena jujur dalam segala hal.”

      15, 16. Pengalaman-pengalaman apa menunjukkan bahwa kejujuran bahkan dalam hal-hal kecil diperhatikan oleh orang-orang lain?

      15 Bukan hanya dalam hal-hal besar saja kita harus berlaku jujur. Kejujuran juga penting dalam hal-hal kecil. (Lukas 16:10) Misalnya, ketika suatu keluarga Saksi menginap di sebuah hotel di Florida, putra mereka dengan tidak sengaja mengambil sebuah sarung bantal, karena mengira itu adalah kaos dalamnya. Keluarga itu mengirimnya kembali ke hotel itu, dan manajer hotel menulis, ”Kami ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk kejujuran anda. Walaupun mengirim kembali sarung bantal mungkin merupakan hal biasa bagi anda, bagi kami hal itu sesuatu yang patut dipuji.” Demikian pula, ketika suatu pasangan Saksi dengan tidak sengaja mengambil sebuah pena dari suatu hotel di Georgia dan kemudian mengembalikannya, manajernya menulis, ”Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda karena telah meluangkan waktu untuk mengembalikan pena yang dengan tidak sengaja anda masukkan ke dalam kopor bersama barang-barang anda. Benar-benar menyegarkan hati menerima surat seperti itu dari orang-orang yang begitu jujur dan prihatin!”

      16 Seorang anak Saksi di kelas lima sedang bermain baseball di sekolah. Dalam permainan itu ia melakukan sesuatu yang agak sukar dinilai, tetapi ia tahu bahwa ia ”keluar.” Teman-teman seregunya berusaha untuk mengatakan bahwa ia ”masuk.” Tetapi kemudian salah seorang pemain dari regu lawan mengatakan bahwa ada suatu cara yang pasti untuk menentukan siapa yang benar. Ia mengatakan, ”Tanyalah kepadanya apakah ia ’keluar’ atau ’masuk.’ Ia seorang Saksi, dan Saksi-Saksi tidak berdusta.” Tingkah laku sehari-hari yang baik dari anak itu diperhatikan orang lain. Sesungguhnya, dengan hidup menurut standar-standar Allah, bahkan ”dari mulut bayi-bayi” pujian dapat diberikan kepada Yehuwa.—Matius 21:16.

      17, 18. Pengaruh baik apa dapat dihasilkan oleh prinsip-prinsip Yehuwa mengenai kejujuran atas orang-orang yang berhati baik?

      17 Di Nigeria, suami seorang Saksi sangat menentang karena si istri pergi ke kebaktian wilayah. Jadi sang suami mengikutinya ke tempat itu dan berusaha mengacau. Setelah acara selesai, pria itu mengatakan, ”Sekarang saya akan menguji kalian Saksi-Saksi.” Pada waktu tidak ada yang melihat, ia mengambil uang dari kantungnya, memberi tanda di atasnya, menggumpal uang itu, dan menjatuhkannya ke lantai. Kemudian, ia mengatakan bahwa uangnya hilang. Tetapi, ia telah diberitahu untuk tidak merasa kuatir karena uang itu pasti akan ditemukan. Ia kembali ke tempat di mana ia menjatuhkan uang itu, tapi uang itu sudah tidak ada lagi. ”Nah,” katanya, ”saya telah memergoki kalian menipu!” Kemudian ia diberitahu bahwa uang itu tidak ada di sana lagi karena sudah dibawa ke Bagian Barang-Barang yang Hilang dan yang Ditemukan. Uang yang telah diberi tanda itu benar-benar ada di bagian itu dan dikembalikan kepadanya. Pengalaman ini menganjurkan dia untuk menyelidiki kepercayaan istrinya, dan sekarang ia menjadi salah seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa.

      18 Dalam sepucuk surat yang ditulis kepada kantor pusat sedunia dari Saksi-Saksi Yehuwa di New York, seorang wanita yang bukan Saksi mengatakan bahwa ia ingin menceritakan tentang suatu peristiwa yang terjadi atas putrinya di sekolah. Pada suatu hari putrinya telah kecurian sebuah kekang kuda yang mahal. Dua tahun kemudian, putrinya menerima sepucuk surat yang berbunyi, ”Lili yang baik, Ini kekang kudamu yang telah dicuri beberapa tahun yang lalu. Sayalah yang telah mengambilnya, tetapi sekarang saya telah menjadi salah seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa, dan hati nurani yang baru tidak mengijinkan saya untuk menahannya lebih lama lagi. Saya benar-benar menyesal. Saya mohon pengampunan anda. Saya mohon maaf.” Ya, mereka yang ingin melayani Yehuwa harus memupuk ”hati nurani yang murni, sebab dalam segala hal kami selalu mau melakukan apa yang benar.”—Ibrani 13:18, BIS.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan