-
Video-conference untuk Pertemuan IbadahBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Video-conference untuk Pertemuan Ibadah
26 JUNI 2020
Di banyak negeri, pemerintah mengharuskan orang-orang untuk menjaga jarak dan tidak berkumpul. Saksi-Saksi Yehuwa dengan sungguh-sungguh berupaya menaati arahan itu. Tapi, mereka tetap beribadah bersama dengan cara yang aman. Jadi, sidang-sidang jemaat mengadakan pertemuan dengan aplikasi video-conference seperti Zoom.
Agar pertemuan ibadah bisa diadakan secara rutin dan aman, Badan Pimpinan setuju kalau dana sumbangan digunakan untuk membeli akun Zoom bagi sidang-sidang jemaat. Pengaturan ini sangat bermanfaat untuk sidang-sidang yang tidak mampu membeli akun video-conference, yang harganya sekitar 200 sampai 300 ribu rupiah per bulan atau bahkan lebih. Sebelumnya, sidang-sidang ini sering menggunakan aplikasi gratis. Akibatnya, hanya sedikit yang bisa bergabung dan keamanannya kurang. Tapi sekarang semua sidang yang menggunakan akun Zoom dari organisasi bisa menggunakan fitur pengamanan dengan mudah, dan ada lebih banyak orang yang bisa mengikuti acara pertemuan. Sejauh ini sudah ada lebih dari 65.000 sidang di lebih dari 170 negeri yang menggunakan akun-akun ini.
Salah satu sidang di Indonesia, yaitu Sidang Kairagi di Manado, Sulawesi Utara, tadinya menggunakan aplikasi video-conference yang gratis. Tapi sekarang, mereka memakai akun Zoom yang disediakan organisasi. Saudara Hadi Santoso bercerita, ”Saudara-saudari yang kurang fasih menggunakan perangkat elektronik juga dapat lebih menikmati perhimpunan karena tidak perlu masuk ke meeting beberapa kali dalam satu perhimpunan.”
Saudara Lester Jijón, Jr., seorang penatua di Sidang Guayacanes Oeste di Guayaquil, Ekuador, bercerita, ”Banyak saudara-saudari di sini kesulitan secara ekonomi. Jadi, beberapa sidang tidak mungkin bisa membeli akun Zoom yang memungkinkan seluruh sidang mengikuti acara perhimpunan. Sekarang, dengan adanya akun Zoom dari organisasi, lebih banyak orang bisa terhubung, dan kami jadi bisa mengundang orang lain dengan leluasa, tanpa perlu memikirkan batasan jumlah peserta di Zoom.”
Saudara Johnson Mwanza, seorang penatua di Sidang Ngwerere North di Lusaka, Zambia, menulis, ”Banyak saudara-saudari sering berkata, ’Pengaturan Zoom dari organisasi membuat kami merasa lebih dekat dengan saudara-saudari. Selain itu, kami jadi merasa disayang dan diperhatikan oleh Yehuwa.’”
Akun-akun dari organisasi ini dibeli dengan dana yang dikhususkan untuk penanggulangan bencana. Dana itu adalah hasil sumbangan sukarela untuk pekerjaan sedunia, yang kebanyakan diberikan melalui donate.jw.org. Terima kasih karena Saudara-Saudari sudah dengan murah hati memberikan sumbangan, yang akan digunakan juga untuk bantuan kemanusiaan lainnya di seluruh dunia.—2 Korintus 8:14.
-
-
Penerjemahan Acara Pertemuan Regional 2020 ”Teruslah Bersukacita”!Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Penerjemahan Acara Pertemuan Regional 2020 ”Teruslah Bersukacita”!
10 JULI 2020
Di bulan Juli dan Agustus 2020, untuk pertama kalinya, semua saudara-saudari di seluruh dunia akan menonton acara pertemuan regional yang sama, pada waktu yang sama juga. Jadi, rekaman acaranya perlu diterjemahkan ke lebih dari 500 bahasa. Biasanya, untuk merencanakan dan mengerjakan proyek sebesar ini, dibutuhkan waktu paling tidak satu tahun. Tapi karena pandemi virus corona, para penerjemah Pertemuan Regional 2020 ”Teruslah Bersukacita”! hanya punya waktu kurang dari empat bulan untuk menyelesaikannya.
Proyek yang luar biasa ini bisa terlaksana dengan bantuan Layanan Penerjemahan dan Departemen Pembelian Global dari Kantor Saksi-Saksi Yehuwa Sedunia. Layanan Penerjemahan sadar bahwa banyak tim penerjemah memerlukan peralatan tambahan, khususnya mikrofon yang berkualitas. Jadi, Departemen Pembelian Global membeli 1.000 mikrofon dan mengatur agar itu diantarkan ke hampir 200 lokasi yang membutuhkannya.
Untuk menghemat biaya, mikrofon-mikrofon itu dibeli dalam jumlah besar dan dikirimkan ke satu lokasi saja. Dari situ, barulah semuanya dikirimkan ke para penerjemah di seluruh dunia. Karena pembeliannya banyak, harga setiap mikrofon jadi lebih murah, yaitu sekitar 2,5 juta rupiah dan itu sudah termasuk biaya kirim. Jadi kita bisa menghemat lebih dari 20 persen.
Departemen Pembelian Global harus mengatur pembelian dan pengiriman barang-barang tersebut selama bulan April dan Mei 2020. Padahal, waktu itu banyak perusahaan tidak bisa beroperasi seperti biasanya karena ada pandemi. Meski begitu, di akhir bulan Mei, peralatan yang dibutuhkan sudah diterima oleh hampir semua tim penerjemah, di kantor penerjemahan, kantor cabang, dan tempat-tempat lainnya.
”Ada kerja sama yang baik antara berbagai departemen di Betel dan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek ini,” kata Saudara Jay Swinney, yang mengawasi Departemen Pembelian Global. ”Karena kuasa kudus Yehuwa-lah kita bisa membantu saudara-saudari kita dengan cepat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.”
Saudara Nicholas Ahladis, yang bekerja di Layanan Penerjemahan berkata, ”Para penerjemah yang sedang mengalami lockdown sangat senang menerima peralatan ini. Meskipun mereka tidak bisa berkumpul sebagai satu tim, mereka tetap bisa kerja sama dengan baik. Hasilnya, khotbah-khotbah, drama, dan lagu bisa diterjemahkan dan direkam ke dalam lebih dari 500 bahasa.”
Ini baru salah satu dari sekian banyaknya proyek yang dikerjakan supaya saudara-saudari kita di seluruh dunia bisa menikmati Pertemuan Regional 2020 ”Teruslah Bersukacita”! Semua peralatan tadi bisa dibeli karena saudara-saudari sudah dengan murah hati menyumbang melalui donate.jw.org dan cara-cara lainnya.
-
-
Produksi Video untuk Pertemuan Regional 2020 ”Teruslah Bersukacita”!Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
Untuk membuat drama Alkitab tentang Nehemia, saudara-saudara membawa lebih dari 27.500 kilogram batu yang sudah dihancurkan ke studio Mount Ebo
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Produksi Video untuk Pertemuan Regional 2020 ”Teruslah Bersukacita”!
10 AGUSTUS 2020
Video-video di pertemuan regional membuat kita tersentuh dan semakin memahami ajaran Alkitab. Di Pertemuan Regional 2020 ”Teruslah Bersukacita”! ada 114 video, termasuk 43 rekaman khotbah yang disampaikan oleh para anggota Badan Pimpinan dan asisten mereka. Tahukah Saudara apa saja yang dilakukan dan berapa biayanya untuk membuat video-video itu?
Ada hampir 900 saudara-saudari kita dari seluruh dunia yang menggunakan waktu dan keterampilan mereka untuk menyiapkan acaranya. Selama dua tahun lebih, mereka menghabiskan hampir 100.000 jam untuk proyek tersebut. Ini termasuk 70.000 jam yang digunakan untuk membuat drama Alkitab Nehemia: ”Sukacita dari Yehuwa Adalah Benteng Kalian” yang berdurasi 76 menit.
Tentu saja ada banyak biaya yang dikeluarkan untuk mengurus kebutuhan para sukarelawan itu, belum lagi biaya untuk peralatan dan berbagai fasilitas yang diperlukan.
Jared Gossman, yang bekerja di Layanan Audio/Video mengatakan, ”Panitia Pengajaran dari Badan Pimpinan ingin sekali menampilkan berbagai budaya dan lokasi di video-video kita. Mereka ingin menunjukkan bahwa kita punya persaudaraan sedunia.” Dia menambahkan, ”Jadi, ada 24 tim di 11 negeri yang ikut mengerjakan proyek ini. Supaya semua tim yang tersebar di seluruh dunia itu bisa bekerja sama dengan baik, dibutuhkan perencanaan dan pengaturan yang matang serta biaya yang cukup besar.”
Ada peralatan dan set khusus yang dipersiapkan untuk membuat banyak video kita. Misalnya, kami membuat set untuk film Nehemia: ”Sukacita dari Yehuwa Adalah Benteng Kalian” di studio Mount Ebo dekat Patterson, New York, Amerika Serikat. Kami berusaha membuat film itu sesuai dengan latar sejarahnya. Untuk menghemat biaya, saudara-saudara membuat tiruan tembok Yerusalem kuno dari bahan-bahan yang ringan. Tiap tembok terbuat dari rangka kayu setinggi enam meter, yang dilapisi busa dan dicat supaya menyerupai batu. ”Tembok-tembok” itu bisa digeser-geser sehingga bisa dipakai untuk berbagai latar adegan. Meski begitu, biaya untuk membangun set film itu saja mencapai hampir sekitar 1,5 miliar rupiah.a
Setelah mengetahui bagaimana acara pertemuan regional ini disiapkan, kita pasti semakin menghargainya. Semua upaya yang dikerahkan pasti menghasilkan pujian bagi Yehuwa di seluruh dunia. Terima kasih karena Saudara-Saudari sudah dengan murah hati menyumbang untuk pekerjaan sedunia melalui donate.jw.org serta cara-cara lainnya.
a Set untuk film Nehemia: ”Sukacita dari Yehuwa Adalah Benteng Kalian” dibuat sebelum pandemi COVID-19. Waktu itu, belum ada kebutuhan untuk jaga jarak (physical distancing).
-
-
Mengirimkan Bantuan di Tengah ”Suara Peperangan dan Berita-Berita Perang”Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Mengirimkan Bantuan di Tengah ”Suara Peperangan dan Berita-Berita Perang”
27 MEI 2022
Selama hari-hari terakhir ini, kita tahu bahwa kita akan ”mendengar suara peperangan dan berita-berita perang”. (Matius 24:6) Kalau saudara-saudari kita terkena dampak perang, organisasi Yehuwa selalu menyalurkan bantuan yang mereka butuhkan. Dalam Laporan Badan Pimpinan 2022 (Bagian 3), kita diberi tahu bahwa saudara-saudari di Eropa Timur bekerja sama untuk membantu mereka yang menjadi korban perang di Ukraina. Bagaimana bantuan bisa diberikan di tengah berkecamuknya perang? Bagaimana perasaan saudara-saudari yang mendapat bantuan ini?
Apa Saja yang Dibutuhkan? Bagaimana Itu Disalurkan?
Serangan ke Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022. Pada hari yang sama, Panitia Koordinator langsung menyetujui dikeluarkannya sejumlah dana untuk membantu saudara-saudari di Ukraina. Kantor cabang Ukraina segera membeli barang-barang yang dibutuhkan dan menyalurkannya lewat 27 Panitia Penanggulangan Bencana yang telah dibentuk.
Selain itu, saudara-saudara di Kantor Pusat Saksi-Saksi Yehuwa langsung berupaya untuk mencari tahu bantuan lain yang bisa diberikan. Untuk membicarakan hal itu dan merencanakan penyaluran bantuan, Panitia Koordinator dan Panitia Penerbitan meminta Departemen Pembelian Global untuk bekerja sama dengan kantor cabang Ukraina dan Polandia. Jadi setiap hari, Departemen Pembelian Global mengadakan rapat dengan saudara-saudara dari departemen Pembelian, Pengiriman, dan Hukum di dua kantor cabang itu dan seorang anggota Panitia Cabang Ukraina.
Setiap paket bantuan berisi kartu dan gambar, makanan, serta kebutuhan lainnya, seperti sabun dan tisu toilet
Jay Swinney, yang bekerja di Departemen Pembelian Global, mengatakan, ”Pertama, kami harus cari tahu apa saja yang mereka butuhkan. Kami ingin bisa mengirimkan makanan dan benda-benda yang memang mereka biasa makan dan pakai setiap hari. Tapi bukan itu saja. Kami juga harus cari tahu cara yang paling aman dan cepat untuk mengirimkannya ke daerah-daerah konflik di Ukraina.”
Pada 9 Maret 2022, daftar barang yang dibutuhkan sudah selesai dibuat. Itu mencakup makanan kaleng, sereal, beras, kacang-kacangan, dan kebutuhan lainnya, seperti sabun dan tisu toilet. Menurut perkiraan, kalau semua itu diberikan untuk memenuhi kebutuhan satu orang selama empat minggu, nilainya sekitar 65 dolar AS (kira-kira 950.000 rupiah). Karena ada ribuan saudara-saudari yang butuh bantuan, Panitia Koordinator menyetujui dikeluarkannya dana dalam jumlah yang besar. Tapi, bagaimana bantuan ini bisa dikirimkan tanpa membahayakan keselamatan saudara-saudari?
Pada 13 Maret, dua saudara dari Polandia merelakan diri untuk mengadakan percobaan pengiriman bantuan dari kantor cabang Polandia ke sebuah gudang dekat Lviv, Ukraina. Beberapa hari sebelum kedua saudara itu berangkat, kantor cabang Polandia dan Ukraina memastikan surat-surat izin untuk melewati batas negara sudah lengkap. Mereka juga memastikan kendaraan kedua saudara itu sudah ditandai dengan jelas sebagai kendaraan pengangkut bantuan. Kedua kantor cabang itu juga bekerja sama dengan saudara-saudara di Ukraina untuk mencari jalur tercepat di dalam negeri itu. Berkat dukungan Yehuwa dan persiapan yang matang, bantuan bisa sampai ke Lviv. Dan dalam waktu 24 jam setelah itu, semuanya bisa disalurkan ke Panitia Penanggulangan Bencana. Kedua saudara sukarelawan itu juga bisa kembali dengan selamat ke Polandia.
Meskipun percobaan itu berhasil, jumlah bantuan yang diantarkan kedua saudara itu hanya sekitar satu ton. Masih ada 200 ton bantuan yang perlu dikirimkan. Bagaimana bantuan sebanyak itu bisa dikirimkan dan dibagikan secepatnya?
”Rakyatmu Akan Merelakan Diri”
Setelah membaca laporan berita di jw.org tentang dampak perang di Ukraina atas rekan-rekan seiman mereka, banyak Saksi Yehuwa di seluruh dunia ingin membantu. Para Saksi yang tinggal jauh dari Ukraina menyumbangkan uang untuk pekerjaan sedunia Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka yakin bahwa dana yang mereka sumbangkan akan digunakan sebaik-baiknya. Para Saksi yang tinggal di negeri-negeri sekitar Ukraina menyumbangkan waktu, tenaga, dan sumber daya lainnya. Mari kita lihat beberapa contohnya.
Di Polandia, para sukarelawan menyiapkan puluhan ribu paket bantuan, dan anak-anak membuat kartu dan gambar untuk dimasukkan ke paket-paket itu. Bartosz Kościelniak, anggota Departemen Pembelian di kantor cabang Polandia, mengatakan, ”Sebelumnya, saya sudah sering baca Mazmur 110:3, yang mengatakan bahwa umat Yehuwa ’akan merelakan diri’. Tapi sekarang, saya sudah melihat sendiri benarnya ayat itu. Ada ratusan sukarelawan yang siap membantu kapan saja ada kebutuhan. Mereka sangat bersemangat.”
Salah seorang Saksi Yehuwa yang punya perusahaan pengiriman internasional meminjamkan beberapa truknya dan menyumbangkan bahan bakar untuk perjalanan pengiriman bantuan. Dia berkata, ”Bagi saya, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kasih saya kepada Yehuwa dan saudara-saudari. Saya senang sekali bisa membantu.” Untuk mengantarkan bantuan, para sukarelawan menggunakan waktu dan tenaga mereka untuk menyetir truk-truk itu sejauh hampir 48.000 kilometer. Seluruh perjalanan itu menghabiskan lebih dari 7.700 liter bahan bakar.
Karena bantuan dari saudara-saudari, pada 28 Maret, hanya 15 hari setelah percobaan pengiriman yang pertama, sudah ada 100 ton makanan, obat-obatan, dan barang kebutuhan lainnya yang dikirimkan ke Ukraina! Dan karena saudara-saudari dengan murah hati menyumbangkan banyak barang, dana yang diperlukan untuk membeli paket bantuan bisa jauh berkurang. Sampai sekarang, Saksi-Saksi Yehuwa sudah mengirimkan lebih dari 190 ton bantuan kemanusiaan ke Ukraina. Bagaimana perasaan saudara-saudari yang menerimanya?
”Yang Kalian Kirimkan Bukan Hanya Barang, Tapi Juga Kasih Kalian!”
Setelah paket-paket bantuan itu sampai di Lviv, Panitia Penanggulangan Bencana di seluruh Ukraina mengirimkannya kepada saudara-saudari di berbagai daerah. Ada daerah yang jaraknya mencapai lebih dari 1.300 kilometer dari Lviv. Jadi, meskipun pengirimannya sudah dilakukan dengan secepat mungkin, tetap butuh waktu sampai bantuan itu diterima oleh saudara-saudari.a
Markus Reinhardt, anggota Panitia Cabang Ukraina, mengatakan, ”Selama masa yang sulit ini, banyak saudara-saudari bisa merasakan sendiri kasih Yehuwa. Mereka juga merasakan manfaatnya mengikuti petunjuk dari organisasi-Nya, bahkan sebelum situasi sulit terjadi. Contohnya adalah petunjuk untuk menyimpan persediaan makanan dan air minum yang cukup untuk beberapa minggu. Karena saudara-saudari mengikuti petunjuk itu, kantor cabang jadi punya waktu untuk mengatur pengiriman bantuan. Kami sangat menghargai ketaatan mereka.” Saudara Reinhardt juga menceritakan komentar Anton, seorang penatua di Kyiv, yang mengatakan, ”Kami sangat bersyukur atas petunjuk yang diberikan organisasi Yehuwa. Karena kami sudah punya radio serta persediaan makanan dan air, nyawa kami bisa selamat.”
Bagaimana perasaan saudara-saudari yang menerima paket bantuan? Mykola dan Zinaida, yang tinggal di Kharkiv, mengatakan, ”Perhatian kalian membuat kami sangat tersentuh. Terima kasih banyak untuk kiriman makanan dan obat-obatan ini. Kami benar-benar bisa melihat tangan Yehuwa.” Valentyna, yang tinggal di daerah yang sama, mengatakan, ”Sejak awal konflik ini, orang harus mengantre berjam-jam untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Dan sering kali, mereka bahkan tidak bisa mendapat apa yang mereka butuhkan. Tapi, Yehuwa mengerti kesulitan kami. Dia menggunakan saudara-saudara untuk mengirimkan paket bantuan ke rumah-rumah kami, dan semua yang kami butuhkan ada di paket itu! Kalau kita mengalami keadaan yang sangat sulit dan seolah tanpa jalan keluar, kita jadi bisa merasakan kasih dan perhatian dari Yehuwa dan organisasi-Nya dengan cara-cara yang tidak pernah kita rasakan sebelumnya. . . . Bantuan yang Yehuwa berikan benar-benar pas dengan kebutuhan kami. Kami jadi merasa sangat diperhatikan oleh Yehuwa.”
Yevhen dan Iryna, yang melarikan diri dari Mariupol, mengatakan, ”Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan yang kalian berikan untuk keluarga kami. Kami benar-benar membutuhkannya. Waktu kami buka paket-paket dari kalian, kami sadar, ternyata yang kalian kirimkan bukan hanya barang, tapi juga kasih kalian!”
Di tengah ”suara peperangan dan berita-berita perang”, bantuan berhasil disalurkan kepada saudara-saudari yang membutuhkan. Pastilah, ini bisa dilakukan berkat dukungan dan arahan dari Yehuwa serta sumbangan yang Saudara berikan untuk pekerjaan sedunia, misalnya melalui donate.jw.org. Terima kasih banyak untuk kemurahan hati Saudara!
Mengirimkan Bantuan dengan Cepat dan Aman
24 Februari 2022: Panitia Koordinator menyetujui dikeluarkannya sejumlah dana bantuan untuk Ukraina, dan kantor cabang pun bisa mulai mengatur pemberian bantuan
24 Februari–8 Maret 2022: Kantor cabang Ukraina membeli barang-barang yang dibutuhkan dan mulai menyalurkannya lewat Panitia Penanggulangan Bencana. Kantor cabang Ukraina juga menyiapkan penyaluran bantuan yang dikirimkan dari Polandia
9 Maret 2022: Panitia Koordinator menyetujui penyaluran bantuan ke Ukraina
10-12 Maret 2022: Rencana dibuat untuk percobaan pengiriman bantuan dari Polandia ke Lviv, Ukraina
13 Maret 2022: Percobaan pengiriman bantuan dilakukan dari Polandia ke Lviv, Ukraina
14-16 Maret 2022: Di sebuah Balai Pertemuan dekat Poznan, Polandia, para sukarelawan Rancang/Bangun Setempat menyiapkan paket bantuan yang berisi makanan dan barang-barang lainnya
17 Maret 2022: Empat hari setelah percobaan pengiriman bantuan, 13 ton paket bantuan mulai dikirimkan ke perbatasan Ukraina
21-27 Maret 2022: Sisa paket bantuan disiapkan di Polandia lalu dikirimkan ke Ukraina dan dalam waktu 24 jam dibagikan kepada mereka yang membutuhkan
28 Maret 2022: Dalam 20 hari sejak dikeluarkannya persetujuan untuk mengirimkan bantuan, 100 ton makanan, obat-obatan, dan bantuan lainnya sudah dikirimkan ke Ukraina
Sampai saat ini, Saksi-Saksi Yehuwa sudah mengirimkan lebih dari 190 ton bantuan kemanusiaan ke Ukraina.
a Untuk tahu lebih banyak tentang cara bantuan ini dikirimkan, silakan baca artikel ”Saudara-Saudara di Ukraina Mempertaruhkan Nyawa untuk Mengantarkan Bantuan dan Menyelamatkan Rekan Seiman”.
-
-
Kotak Kecil yang Berisi Makanan RohaniBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Kotak Kecil yang Berisi Makanan Rohani
1 SEPTEMBER 2020
Sekarang, Saksi-Saksi Yehuwa menerima banyak sekali makanan rohani dalam bentuk elektronik. Tapi di banyak negeri, saudara-saudari tidak bisa memiliki akses Internet karena harganya mahal. Dan di tempat-tempat lain, sambungan Internetnya sering mati, sangat lambat, atau sama sekali tidak ada.
Meski begitu, banyak saudara-saudari sekarang bisa mendownload publikasi elektronik tanpa sambungan Internet. Bagaimana caranya?
JW Box adalah alat berukuran kecil yang disediakan untuk sidang-sidang yang akses Internetnya terbatas. Paket JW Box berisi alat yang dipesan dari sebuah perusahaan, program yang dibuat oleh Departemen Komputer di Betel, dan publikasi elektronik serta video dari jw.org. Biaya untuk setiap alatnya kira-kira 1 juta rupiah.
Di Balai Kerajaan, saudara-saudari bisa menghubungkan perangkat elektronik mereka ke JW Box untuk mendownload publikasi dan video. Bahkan perangkat elektronik yang murah atau yang sudah agak tua masih bisa terhubung dengan JW Box. Tapi, kalau sidang tidak memiliki akses Internet, bagaimana saudara-saudari bisa mendapatkan publikasi dan video terbaru? Kantor cabang akan mengirimkan flash disk secara berkala kepada sidang-sidang. Biaya untuk setiap flash disk kira-kira 60 ribu rupiah. Flash disk itu berisi publikasi dan video terbaru di jw.org dan bisa dihubungkan dengan JW Box.
Apa manfaat JW Box bagi saudara-saudari kita? Nathan Adruandra, seorang ayah yang tinggal di Republik Demokratik Kongo berkata, ”Saya sudah lama mencoba untuk download drama ’Oh Yehuwa, Kepada-Mu Aku Percaya’ dan Ingat Istri Lot, tapi tidak pernah berhasil, dan saya jadi patah semangat. Sekarang, saya bisa download video-video ini di HP saya. Dan ini membantu saya dan istri untuk mengajar anak-anak kami dengan lebih baik.”
Di Nigeria, seorang saudara yang membantu sidang-sidang untuk memasang JW Box berkata, ”Saudara-saudari merasa bahwa JW Box adalah hadiah yang istimewa dari Yehuwa. Mereka sangat senang karena sekarang mereka bisa dengan mudah mendownload publikasi dan video yang ada di Alat Bantu Pengajaran.”
Lebih dari 1.700 paket JW Box sudah dikirim ke saudara-saudari kita di Afrika, Oseania, dan Amerika Selatan. Rencananya, ini juga akan dikirimkan ke lebih banyak sidang. Bagaimana pengaturan ini dibiayai? Dengan menggunakan dana sumbangan untuk pekerjaan sedunia, termasuk yang dikirimkan melalui donate.jw.org. Terima kasih untuk kemurahan hati Saudara-Saudari.
-
-
Kelebihan Menutupi KekuranganBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Kelebihan Menutupi Kekurangan
1 OKTOBER 2020
Saksi-Saksi Yehuwa memberikan bantuan rohani dan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di lebih dari 200 negeri. Tapi, hanya ada sekitar 35 negeri yang memiliki dana sumbangan yang cukup untuk mengurus kebutuhan di wilayah mereka sendiri. Nah, bagaimana dengan negeri-negeri yang mengalami kesulitan secara ekonomi?
Badan Pimpinan memperhatikan kebutuhan rohani dan kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia. Dana sumbangan diatur dan digunakan dengan sebaik mungkin. Jika dana sumbangan yang diterima suatu kantor cabang melebihi kebutuhan cabang itu, kelebihan dananya akan diberikan kepada kantor cabang lain di negeri yang ekonominya sulit. Ini sesuai dengan contoh orang Kristen di abad pertama. Mereka membantu satu sama lain supaya ”bebannya merata”. (2 Korintus 8:14) Mereka yang punya lebih banyak bisa menutupi kekurangan saudara-saudari lain.
Bagaimana perasaan saudara-saudari di negeri-negeri yang menerima bantuan dari kantor cabang lain? Misalnya, di Tanzania, lebih dari setengah penduduknya hidup dengan kurang dari 30 ribu rupiah setiap hari. Tapi, di negeri itu, Saksi-Saksi Yehuwa bisa merenovasi Balai Kerajaan yang digunakan oleh Sidang Mafinga. Saudara-saudari di sidang itu berkata, ”Setelah Balai kami direnovasi, jumlah hadirin perhimpunan meningkat pesat. Kami sangat berterima kasih kepada organisasi Yehuwa dan saudara-saudari di seluruh dunia karena mereka sangat murah hati. Kami jadi bisa punya tempat ibadah yang bagus.”
Beberapa saudara-saudari di Sri Lanka mengalami kekurangan makanan karena pandemi virus corona. Ini termasuk Imara Fernando dan putranya yang masih kecil, Enosh. Tapi berkat sumbangan dari negeri-negeri lain, mereka bisa menerima bantuan kemanusiaan. Mereka membuat sebuah kartu ucapan dan menulis, ”Kami berterima kasih kepada saudara-saudari yang menyayangi dan membantu kami di masa-masa sulit ini. Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar ini. Dan, kami terus berdoa agar Yehuwa membantu saudara-saudari selama hari-hari terakhir.”
Imara dan Enosh Fernando
Tidak soal di mana saudara-saudari kita tinggal, mereka senang berbagi apa yang mereka punya. Misalnya, Enosh membuat sebuah kotak kecil untuk menabung supaya dia juga bisa menyumbang. Guadalupe Álvarez juga menunjukkan sikap murah hati yang sama. Dia tinggal di suatu negara bagian di Meksiko. Penduduk di sana berpenghasilan rendah atau kadang tidak punya penghasilan sama sekali. Tapi, dia selalu berupaya untuk menyumbang. Guadalupe menulis, ”Saya bersyukur kepada Yehuwa untuk kebaikan dan kasih setia-Nya. Saya tahu sumbangan saya akan digabung dengan sumbangan saudara-saudari lain, dan itu akan berguna bagi rekan-rekan seiman yang membutuhkan.”
Kantor-kantor cabang senang bisa mengirimkan sumbangan ke negeri-negeri yang membutuhkan. Anthony Carvalho, yang melayani sebagai anggota Panitia Cabang Brasil mengatakan, ”Selama bertahun-tahun, pekerjaan di negeri kami didukung oleh sumbangan dari negeri-negeri lain. Dan karena itu, pekerjaan di sini jadi semakin maju. Sekarang, keadaan ekonomi di negeri kami sudah lebih baik, jadi kami bisa membantu yang lain. Saudara-saudari di sini tahu bahwa pekerjaan pengabaran membutuhkan kerja sama dari umat Yehuwa di seluruh dunia. Karena itu, mereka mencari cara untuk bisa ikut mendukungnya.”
Bagaimana caranya Saksi-Saksi Yehuwa bisa mendukung saudara-saudari mereka yang membutuhkan? Bukan dengan mengirimkan uang secara langsung ke kantor cabang lain, tapi dengan menyumbang untuk pekerjaan sedunia. Caranya dengan memasukkan sumbangan ke kotak yang bertuliskan ”Pekerjaan Sedunia” di Balai Kerajaan atau melalui donate.jw.org. Semua sumbangan saudara-saudari sangat dihargai.
-
-
Proyek-Proyek Pembangunan yang Selesai Sebelum PandemiBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Proyek-Proyek Pembangunan yang Selesai Sebelum Pandemi
1 NOVEMBER 2020
Ratusan ribu orang dibaptis setiap tahun. Karena itu, dibutuhkan semakin banyak bangunan untuk mendukung kegiatan organisasi dan untuk ibadah. Departemen Rancang/Bangun Setempat di seluruh dunia berencana untuk membangun atau merenovasi lebih dari 2.700 tempat ibadah selama tahun dinas 2020.a
Sayangnya, rencana-rencana ini tertunda akibat wabah virus corona. Untuk melindungi saudara-saudari dan mengikuti aturan pemerintah, Panitia Penerbitan dari Badan Pimpinan menunda hampir semua proyek pembangunan di seluruh dunia. Meski begitu, selama tahun dinas 2020, lebih dari 1.700 tempat ibadah telah dibangun dan direnovasi sebelum terjadinya pandemi. Selain itu, lebih dari 100 proyek besar untuk berbagai fasilitas cabang telah diselesaikan. Perhatikan bagaimana dua proyek pembangunan yang telah selesai berikut ini bermanfaat bagi saudara-saudari.
Cabang Kamerun. Kantor cabang sebelumnya terletak di Douala, tapi itu terlalu kecil dan perlu direnovasi besar-besaran. Panitia Penerbitan sempat mempertimbangkan untuk merenovasi cabang ini. Tapi, biayanya terlalu besar, bahkan lebih besar daripada harga fasilitas itu sendiri. Mereka juga sempat mempertimbangkan untuk membangun fasilitas cabang yang baru atau membeli dan merenovasi bangunan yang sudah ada. Tapi karena keadaan, kedua rencana itu tidak terlaksana.
Sementara itu, saudara-saudara tahu bahwa di bagian utara Douala, pemerintah setempat berencana membangun jalan yang melintasi salah satu Balai Pertemuan kita. Dengan adanya jalan tersebut, akses menuju properti itu jadi lebih mudah, dan properti itu jadi punya fasilitas seperti air, listrik, dan sambungan Internet. Hal-hal inilah yang dibutuhkan kantor cabang. Jadi, Badan Pimpinan setuju untuk membangun kantor cabang yang baru di sebuah lahan kosong di area Balai Pertemuan.
Saudara-saudari membantu pembangunan kantor cabang yang baru di Kamerun
Untuk menghemat waktu dan uang, para Saksi bekerja sama dengan beberapa kontraktor. Yang menarik, biaya yang dihabiskan untuk menyelesaikan proyek ini jauh lebih kecil daripada yang diperkirakan. Organisasi berhasil menghemat lebih dari 30 miliar rupiah! Dan, keluarga Betel bisa pindah ke fasilitas cabang yang baru tepat sebelum pandemi virus corona.
Proyek pembangunan cabang Kamerun selesai sebelum pandemi virus corona
Sekarang, keluarga Betel di Kamerun menikmati tempat tinggal dan lingkungan kerja yang lebih baik. Mereka menganggap kantor cabang yang baru ini sebagai hadiah dari Yehuwa. Sepasang suami istri berkata, ”Kami tidak mau menyia-nyiakan hadiah ini, dan kami akan bekerja dengan lebih bersemangat.”
Saudara-saudari bekerja di kantor yang baru sebelum pandemi virus corona
Kantor Penerjemahan Tojolabal, Meksiko. Selama bertahun-tahun, tim penerjemahan Tojolabal bekerja di cabang Amerika Tengah, yang terletak dekat Mexico City. Tapi, bahasa Tojolabal umumnya digunakan di daerah Altamirano dan Las Margaritas, yang jaraknya hampir 1.000 kilometer dari Mexico City. Akibatnya, para penerjemah kesulitan untuk tahu seperti apa bahasa Tojolabal yang digunakan saat ini. Dan karena jarak yang jauh, kantor cabang kesulitan mencari saudara-saudari untuk membantu penerjemahan dan perekaman audio bahasa Tojolabal.
Saudara-saudari membantu pembangunan kantor penerjemahan
Karena itu, Panitia Penulisan dari Badan Pimpinan ingin memindahkan tim penerjemahan ke wilayah berbahasa Tojolabal. Jadi, kantor cabang memutuskan untuk membeli dan merenovasi sebuah bangunan. Ini lebih murah daripada membangun atau menyewa gedung kantor.
Seorang penerjemah menceritakan manfaat yang dia rasakan: ”Saya sudah sepuluh tahun bekerja sebagai penerjemah di kantor cabang, tapi di daerah sana, saya tidak pernah bertemu seorang pun yang berbicara bahasa saya. Sekarang, kantor kami berada di daerah yang orang-orangnya berbicara bahasa Tojolabal. Saya bisa bertemu dengan mereka setiap hari. Dengan begitu, kosa kata saya bertambah, dan saya bisa menjadi penerjemah yang lebih baik.”
Kantor penerjemahan Tojolabal sebelum dan setelah direnovasi
Proyek-proyek untuk Tahun Dinas 2021
Jika situasinya memungkinkan, pada tahun dinas 2021, ada rencana untuk memulai 75 proyek kantor penerjemahan dan fasilitas sekolah Alkitab. Selain itu, ada delapan proyek besar yang akan dilanjutkan, termasuk proyek kantor pusat di Ramapo, New York, dan juga proyek pemindahan cabang Argentina dan Italia. Kita juga membutuhkan lebih dari 1.000 Balai Kerajaan yang baru. Ada lebih dari 6.000 tempat perhimpunan yang sudah tidak cocok lagi dan perlu diganti. Ada juga 4.000 Balai Kerajaan yang perlu direnovasi.
Bagaimana semua proyek pembangunan dan renovasi ini dibiayai? Saudara Lázaro González, seorang anggota Panitia Cabang Amerika Tengah, menjawab pertanyaan ini sewaktu dia membahas proyek kantor penerjemahan Tojolabal. Dia berkata, ”Di wilayah cabang kami, sumber dayanya terbatas. Jadi, tanpa dukungan dari saudara-saudari di seluruh dunia, kami tidak mungkin bisa membangun kantor-kantor penerjemahan. Karena sumbangan dari saudara-saudari di seluruh dunia, para penerjemah bisa pindah ke daerah yang orang-orangnya menggunakan bahasa yang mereka terjemahkan. Kami sangat berterima kasih untuk kemurahan hati saudara-saudari di seluruh dunia.” Ya, proyek-proyek pembangunan ini bisa terlaksana berkat sumbangan Saudara-Saudari untuk pekerjaan sedunia. Banyak dari sumbangan itu dikirimkan melalui donate.jw.org.
a Departemen Rancang/Bangun Setempat merencanakan dan mengerjakan pembangunan Balai-Balai Kerajaan di wilayah cabangnya. Departemen Rancang/Bangun Sedunia yang ada di kantor pusat mengatur dan mengarahkan proyek-proyek pembangunan di seluruh dunia.
-
-
Sekolah Gilead—Pengaruhnya di Seluruh DuniaBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
Suasana belajar di salah satu kelas Gilead pada 2017
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Sekolah Gilead—Pengaruhnya di Seluruh Dunia
1 DESEMBER 2020
Setiap tahun, sekelompok pelayan sepenuh waktu khusus dari seluruh dunia diundang untuk mengikuti Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal, yang diadakan di Pusat Pendidikan Menara Pengawal di Patterson, New York.a Selama sekolah, para siswa diajar untuk lebih terampil dalam menjalankan berbagai tugas dari organisasi Yehuwa. Pelatihan ini membantu mereka agar bisa menguatkan sidang dan kantor cabang di seluruh dunia.
Siswa Sekolah Gilead datang dari berbagai penjuru dunia. Misalnya pada 2019, ada 56 siswa dari 29 negeri yang mengikuti kelas ke-147. Para siswa yang ikut sekolah Gilead telah melayani dalam berbagai bentuk dinas sepenuh waktu khusus, seperti melayani sebagai pekerja Betel, pengawas wilayah, utusan injil, atau perintis istimewa.
Jauh sebelum kelas dimulai, ada banyak persiapan yang perlu dibuat. Contohnya, Departemen Perjalanan di Kantor Pusat perlu membeli tiket pesawat untuk para siswa yang diundang. Untuk kelas ke-147, biaya perjalanan pulang pergi untuk satu siswa rata-rata sebesar 1.075 dolar AS (sekitar 16 juta rupiah). Para siswa dari Kepulauan Solomon harus ganti penerbangan sebanyak empat kali untuk pergi ke Patterson. Lalu saat pulang, mereka harus ganti penerbangan sebanyak tiga kali. Mereka harus menempuh total perjalanan sejauh 35.400 kilometer, dan biaya perjalanan mereka mencapai 2.300 dolar AS (sekitar 34,5 juta rupiah) untuk satu siswa. Jadi, agar bisa menghemat dana, Departemen Perjalanan menggunakan program komputer untuk mendapatkan harga tiket yang termurah. Bahkan kalau tiketnya sudah di-booking, program komputer itu akan terus memeriksa apakah ada harga tiket yang lebih murah sampai beberapa minggu atau beberapa bulan setelahnya. Departemen Perjalanan juga menggunakan sumbangan berupa poin atau kredit penerbangan untuk membeli tiket.
Kebanyakan siswa juga perlu visa untuk masuk ke Amerika Serikat. Karena itu, Departemen Hukum di Kantor Pusat memberikan bantuan agar mereka bisa mendapatkan visa pelajar. Untuk setiap siswa, biaya visa dan pendaftarannya rata-rata mencapai 510 dolar AS (sekitar 7,5 juta rupiah).
Manfaat apa yang kita dapatkan dari para lulusan Gilead ini? Ada sepasang suami istri lulusan Gilead yang ditugaskan ke sebuah sidang di Indonesia. Saudara Hendra Gunawan, seorang penatua di sidang itu, berkata, ”Dulu, tidak ada perintis biasa di sidang kami. Tapi, semangat dan kerelaan dari kedua lulusan Gilead itu menular kepada yang lain. Hasilnya, ada beberapa yang mulai merintis di sidang kami. Bahkan, ada satu saudari yang akhirnya ikut Sekolah bagi Penginjil Kerajaan!”
Saudara Sergio Panjaitan bekerja sama dengan beberapa lulusan Gilead di kantor cabang Indonesia. Dia berkata, ”Pendidikan yang mereka terima tidak hanya jadi berkat bagi mereka. Kami juga ikut merasakan berkatnya! Ada banyak yang mereka pelajari, tapi mereka tidak mau menonjolkan diri dan tidak pelit membagikan ilmu. Ini sangat menganjurkan kami, dan kami jadi ingin menganjurkan yang lain.”
Bagaimana caranya sekolah ini dibiayai? Dengan sumbangan bagi pekerjaan sedunia. Banyak sumbangan dikirimkan melalui berbagai cara yang terdapat pada donate.jw.org. Terima kasih banyak atas sumbangan Saudara yang murah hati, yang turut mendukung sekolah ini.
a Kurikulum sekolah ini diatur dan disusun oleh Departemen Sekolah-Sekolah Teokratis, yang bekerja di bawah pengawasan Panitia Pengajaran dari Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. Pengajarnya adalah para instruktur dari departemen tersebut. Kadang, ada juga saudara lain yang diundang untuk mengajar, termasuk para anggota Badan Pimpinan.
-
-
Memproduksi Buku yang Paling Penting di DuniaBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Memproduksi Buku yang Paling Penting di Dunia
1 JANUARI 2021
”Saya sudah tunggu-tunggu ini selama 19 tahun!” Apa yang ditunggu-tunggu saudara kita ini? Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru dalam bahasanya sendiri, Bengali. Banyak saudara-saudari kita juga mengutarakan kata-kata serupa ketika Terjemahan Dunia Baru dirilis dalam bahasa mereka. Nah, bagaimana Alkitab itu diterjemahkan dan diproduksi?
Pertama-tama, sebuah tim penerjemah dibentuk sesuai arahan Panitia Penulisan dari Badan Pimpinan. Berapa lama mereka menerjemahkan seluruh Alkitab? Nicholas Ahladis, yang bekerja di Layanan Penerjemahan di Warwick, New York, Amerika Serikat, menjelaskan, ”Itu bergantung pada berapa banyak penerjemah yang bisa dipakai untuk proyek ini, seberapa rumit bahasanya, berapa banyak pengetahuan pembacanya tentang kehidupan di zaman Alkitab, dan apakah arti kata-kata dalam bahasa itu bisa berbeda-beda di setiap daerah. Rata-rata, satu tim membutuhkan sekitar satu sampai tiga tahun untuk menerjemahkan Kitab-Kitab Yunani Kristen saja. Dan untuk menerjemahkan seluruh Alkitab, biasanya dibutuhkan empat tahun atau lebih. Kalau untuk bahasa isyarat, penerjemahannya lebih lama lagi.”
Bukan hanya tim penerjemah yang berperan dalam proyek ini. Setelah terjemahannya dibuat, itu dikirimkan ke sekelompok saudara-saudari yang berasal dari berbagai latar belakang, atau kadang dari berbagai negeri. Lalu, saudara-saudari itu dengan sukarela membaca terjemahannya dan memberikan masukan. Masukan mereka membantu para penerjemah untuk membuat Alkitab yang akurat tapi jelas dan mudah dimengerti. Seperti yang dikatakan seorang pelatih penerjemahan Alkitab di Afrika Selatan, ”Para penerjemah sadar bahwa mereka punya tanggung jawab yang luar biasa besar kepada Yehuwa dan pembaca Firman-Nya.”
Setelah penerjemahan selesai, Alkitab harus dicetak dan dijilid. Paling tidak, ada sepuluh bahan yang dibutuhkan, yaitu kertas, tinta, sampul, lem, pelapis sampul, lembaran perak, tali pita, tali pengikat halaman, tulang buku, dan bahan tipis yang menyatukan kumpulan kertas. Pada tahun 2019, biaya untuk bahannya saja lebih dari 280 miliar rupiah. Dan di tahun itu, saudara-saudari di bagian Percetakan bekerja lebih dari 300.000 jam untuk memproduksi dan mengirimkan Alkitab.
”Alkitab adalah buku yang paling penting dari semua buku yang kita produksi”
Mengapa organisasi sampai menghabiskan banyak waktu dan uang untuk menghasilkan Alkitab? Karena seperti yang dikatakan Joel Blue dari Departemen Percetakan Internasional, ”Alkitab adalah buku yang paling penting dari semua buku yang kita produksi. Jadi, kita mau tampilannya memuliakan Allah yang kita sembah dan membuat berita yang kita sampaikan lebih dihargai.”
Selain Terjemahan Dunia Baru edisi biasa, organisasi juga memproduksi edisi-edisi lain untuk pembaca dengan kebutuhan khusus. Misalnya, Terjemahan Dunia Baru edisi Braille yang tersedia dalam sepuluh bahasa. Untuk membuat satu Alkitab Braille yang lengkap, dibutuhkan waktu sampai delapan jam. Dan kalau semua jilidnya disusun, dibutuhkan rak yang panjangnya paling tidak 2,3 meter. Ada juga edisi khusus untuk para tahanan di penjara yang hanya boleh menerima buku dengan sampul dari kertas.
Saudara-saudari sangat terbantu dengan adanya Terjemahan Dunia Baru. Contohnya adalah sidang berbahasa Kiluba di tempat yang disebut Tombe, di Republik Demokratik Kongo. Untuk sampai ke Tombe dari ibu kota, seseorang harus menempuh lebih dari 1.700 kilometer lewat jalur darat. Di sana, hanya ada satu Alkitab yang dipakai para Saksi, dan bahasanya adalah bahasa Kiluba kuno. Satu-satunya Alkitab itu dipinjamkan ke sana kemari supaya saudara-saudari bisa mempersiapkan bagian-bagian perhimpunan. Tapi sejak Agustus 2018, semua orang di sidang bisa memiliki Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Kiluba yang dipakai sekarang.
Seorang saudari berbahasa Jerman yang menerima Terjemahan Dunia Baru edisi revisi dalam bahasanya mengatakan, ”Yang saya pikirkan sekarang bukan lagi: ’Saya harus membaca Alkitab,’ tapi, ’Kapan saya bisa baca lebih banyak?’” Seorang tahanan menulis, ”Hidup saya berubah sejak saya menerima Terjemahan Dunia Baru. Saya baru benar-benar mengerti Firman Allah setelah membaca terjemahan ini. Saya ingin tahu lebih banyak tentang Saksi Yehuwa dan caranya menjadi Saksi.”
Terjemahan Dunia Baru bisa diproduksi berkat sumbangan yang dikumpulkan untuk pekerjaan sedunia melalui donate.jw.org. Semua pembaca Terjemahan Dunia Baru sangat bersyukur atas sumbangan ini. Terima kasih atas kemurahan hati Saudara-Saudari.
-
-
Bantuan Kemanusiaan untuk Para Korban BencanaBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Bantuan Kemanusiaan untuk Para Korban Bencana
1 FEBRUARI 2021
Pada tahun 2020, ada banyak bencana alam yang terjadi di seluruh dunia. Selain itu, COVID-19 mulai menyebar dan menjadi pandemi. Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa membantu orang-orang yang terkena dampaknya?
Selama tahun dinas 2020,a Panitia Koordinator dari Badan Pimpinan setuju untuk mengeluarkan dana sebesar kira-kira 395 miliar rupiah untuk penanggulangan lebih dari 200 bencana, termasuk pandemi COVID-19, siklon tropis, banjir di Afrika, kekurangan makanan di Venezuela, dan kekeringan di Zimbabwe. Dana sumbangan itu digunakan untuk persediaan makanan, air, tempat tinggal, pakaian, bantuan medis, dan bahan-bahan untuk pembersihan, perbaikan, dan pembangunan. Berikut ini beberapa contoh dari bantuan yang diberikan.
COVID-19. Saudara-saudari kita di seluruh dunia terkena dampak pandemi ini, baik secara fisik, emosi, maupun ekonomi. Untuk membantu mereka, seluruhnya ada lebih dari 800 Panitia Penanggulangan Bencana (PPB) yang dibentuk. PPB terus memantau kebutuhan saudara-saudari kita dan melaporkan setiap perkembangan kepada Panitia Koordinator. Dengan begitu, Panitia Koordinator bisa mengatur penyaluran bantuan dengan sebaik-baiknya.
Sepanjang tahun itu, PPB membantu banyak saudara-saudari yang terkena dampak pandemi ini untuk mendapatkan makanan, air, barang-barang untuk sanitasi, dan obat-obatan. Di beberapa tempat, PPB juga bekerja sama dengan para penatua untuk membantu saudara-saudari menerima bantuan dari pemerintah.
Banyak orang yang bukan Saksi memperhatikan bantuan kemanusiaan yang kita berikan. Misalnya, Field Simwinga, seorang pejabat di kota Nakonde, Zambia, berkata kepada saudara-saudara kita, ”Kami berutang budi kepada kalian, karena kalian menyediakan bantuan yang tepat waktu dan sangat dibutuhkan oleh keluarga-keluarga yang menjadi korban.”
Kekurangan Makanan di Angola. Karena pandemi COVID-19, persediaan makanan di Angola menipis sehingga harganya naik sampai tinggi sekali. Akibatnya, banyak saudara-saudari kita semakin kesulitan untuk membeli makanan.
Paket-paket makanan yang dikirim dari Brasil ke Angola
Kantor cabang Brasil diminta untuk mengirimkan paket-paket makanan kepada saudara-saudari kita di Angola. Agar dana sumbangan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya, mereka mencari cara yang paling cocok untuk membeli dan mengirimkan makanan itu. Lalu, mereka membeli makanannya dalam jumlah besar. Hasilnya, biaya rata-rata untuk setiap paket makanan, termasuk ongkos kirimnya, hanya sekitar 310.000 rupiah, padahal isinya hampir 20 kilogram makanan yang terdiri dari beras, kacang-kacangan, dan minyak goreng. Sampai saat ini, ada 33.544 paket yang sudah dikirimkan, yang beratnya mencapai 654 ton. Semua makanan yang dikirimkan dari Brasil, ditambah makanan lain yang dikumpulkan di Angola, bisa memberi makan lebih dari 50.000 orang!
Bagaimana reaksi saudara-saudari kita yang menerima bantuan ini? Alexandre, yang tinggal di daerah terpencil di Angola, berkata, ”Ini bukti kalau Yehuwa sayang kepada saya dan saya tidak sendirian. Saya diperhatikan oleh organisasi Yehuwa!” Seorang ibu tunggal bernama Mariza berkata, ”Yehuwa mendengarkan doa saya. Saya berterima kasih kepada Dia dan organisasi-Nya!”
Saudara-saudari di Angola berterima kasih atas bantuan yang mereka dapatkan
Kekeringan di Zimbabwe. Selama tahun dinas 2020, Zimbabwe mengalami kekeringan yang parah. Akibatnya, ada jutaan orang yang menderita kelaparan. Ribuan Saksi di Zimbabwe kekurangan makanan.
Ada lima PPB yang dibentuk untuk menyalurkan makanan kepada saudara-saudari kita. Ratusan penyiar membantu mereka dengan mengepak makanan, memasukkan semuanya ke dalam kendaraan, atau meminjamkan kendaraan pribadi mereka.b Selama tahun dinas 2020, sekitar 978 juta rupiah digunakan untuk memberi makan lebih dari 22.700 orang.
Saudara-saudari di Zimbabwe menerima bantuan makanan (sebelum pandemi)
Kadang-kadang, bantuan itu datang saat saudara-saudari memang sudah kehabisan makanan. Sewaktu mereka mendapat makanan itu, mereka memuji Yehuwa. Ada yang bahkan menyanyikan lagu Kerajaan.
Di sebuah daerah, dua Saksi yang sudah menjanda menghadiri pertemuan untuk membahas tentang bantuan makanan yang ditawarkan salah satu organisasi swasta. Tapi lama-lama, mereka melihat bahwa pertemuan itu dikait-kaitkan dengan politik. Jadi, kedua saudari kita tidak mau memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan tersebut. Mereka diejek ketika mereka meninggalkan pertemuan itu, dan ada yang berkata, ”Jangan harap kalian dapat makanan dari kami!” Tapi hanya dalam waktu dua minggu, saudara-saudara kita datang dan membawakan persediaan makanan untuk kedua saudari itu, sedangkan bantuan dari organisasi tadi masih belum datang.
”Yehuwa tidak pernah meninggalkan hamba-Nya”, kata Prisca
Bantuan kemanusiaan kita juga menjadi kesaksian yang bagus di Zimbabwe. Misalnya, perhatikan pengalaman Prisca, yang tinggal di sebuah desa kecil. Walaupun dia mengalami banyak kesulitan karena kekeringan ini, dia selalu mengabar setiap Rabu dan Jumat, bahkan pada musim membajak. Orang-orang di desanya mengejek dia, ”Nanti keluarga kamu kelaparan karena kamu mengabar terus.” Tapi Prisca menjawab, ”Yehuwa tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.” Tidak lama setelah itu, dia mendapat kiriman bantuan dari organisasi kita. Ini membuat para tetangganya terkesan. Mereka berkata kepada Prisca, ”Allah tidak pernah meninggalkan kamu. Jadi kami mau tahu lebih banyak tentang Dia.” Sekarang, tujuh tetangganya juga mengikuti acara perhimpunan yang disiarkan lewat radio.
Karena kita sudah semakin dekat dengan akhir dunia ini, bencana alam akan terus terjadi. (Matius 24:3, 7) Tapi berkat kemurahan hati kalian, saudara-saudari kita bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan saat mereka benar-benar membutuhkannya. Kami sangat menghargai sumbangan yang Saudara-Saudari berikan dengan berbagai cara di situs donate.jw.org.
-
-
Kantor-Kantor Penerjemahan—Bermanfaat untuk Jutaan OrangBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Kantor-Kantor Penerjemahan—Bermanfaat untuk Jutaan Orang
1 MARET 2021
Lebih dari 60 persen tim penerjemah kita yang melayani sepenuh waktu bekerja di kantor penerjemahan (RTO), bukan di kantor cabang. Apa manfaat pengaturan ini? Perlengkapan apa saja yang mereka butuhkan di RTO? Dan, bagaimana lokasi tempat kerja mereka memengaruhi mutu terjemahan mereka?
Karena adanya RTO, para penerjemah bisa tinggal di lingkungan orang-orang yang menggunakan bahasa itu. Karin, seorang penerjemah bahasa Jerman dialek Utara, berkata, ”Sejak kami pindah ke RTO di Cuauhtémoc, Chihuahua, Meksiko, kami selalu pakai bahasa Jerman dialek Utara, misalnya waktu ngobrol dengan sesama penerjemah, waktu dinas, dan waktu belanja. Semua orang di sekitar kami pakai bahasa itu. Kami dengar ungkapan-ungkapan yang sudah lama tidak kami dengar, dan kami jadi bisa tahu kata-kata apa yang dipakai orang-orang sekarang.”
James, salah satu anggota tim penerjemah bahasa Frafra di Ghana, mengakui bahwa dia kadang rindu dengan keluarga Betel di kantor cabang. Tapi dia berkata, ”Saya senang sekali kerja di RTO. Saya sangat suka mengabar dengan bahasa daerah. Waktu saya lihat reaksi orang-orang saat mendengar kabar baik dalam bahasa mereka, saya jadi terharu.”
Apa saja yang dipertimbangkan saudara-saudara kita ketika akan menentukan lokasi RTO? ”Di beberapa tempat, kendalanya adalah listrik atau air. Dan kadang, akses Internetnya juga tidak memadai sehingga bahan-bahan yang akan diterjemahkan tidak bisa didownload,” kata Joseph, yang bekerja di Departemen Rancang/Bangun Sedunia di Warwick, New York, Amerika Serikat. ”Jadi sewaktu akan membuka RTO baru, kami mempertimbangkan beberapa lokasi tempat bahasa itu digunakan.”
Biasanya, cara yang paling cepat dan tidak mahal adalah membuka RTO di Balai Kebaktian, Balai Kerajaan, atau rumah utusan injil yang sudah ada, dan para penerjemah bisa datang ke situ untuk bekerja. Kalau tidak ada fasilitas yang tersedia, mereka bisa diizinkan untuk membeli apartemen atau kantor sebagai tempat tinggal dan tempat kerja. Kalau kebutuhan tim penerjemahnya berubah, fasilitas ini bisa dijual dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
Diperlengkapi untuk Bisa Terus Bekerja
Selama tahun dinas 2020, kita menghabiskan sekitar 183 miliar rupiah untuk biaya operasional RTO di seluruh dunia. Saudara-saudari di RTO membutuhkan komputer, software khusus, alat-alat perekaman, akses Internet, dan sarana lainnya seperti air dan listrik. Satu set komputer untuk satu pengguna kira-kira harganya 10,5 juta rupiah. Setiap komputer dilengkapi dengan software berbayar dan program Watchtower Translation System (Sistem Penerjemahan Menara Pengawal). Dengan program ini, para penerjemah bisa mengatur pekerjaan mereka dan mengakses berbagai referensi dengan mudah.
Para penerjemah mengerjakan bahan tertulis dan video dengan cara merekam terjemahan mereka. Jadi, mereka mendapat alat perekaman yang bisa digunakan di kantor. Alat-alat itu terbukti sangat berguna selama pandemi COVID-19, karena banyak penerjemah bisa menggunakannya untuk bekerja dari rumah.
Sering kali, saudara-saudari setempat diminta untuk memberikan pendapat tentang hasil terjemahan dari sebuah publikasi. Ada juga yang membantu merawat fasilitas RTO. Cirstin, yang melayani di RTO bahasa Afrikaans di Cape Town, Afrika Selatan, berkata, ”Banyak perintis biasa dan penyiar jadi punya kesempatan untuk bekerja di sini.”
Saudara-saudari yang merelakan diri itu sangat senang bisa membantu pekerjaan di RTO. Seorang saudari berkata bahwa dia disegarkan dan dikuatkan karena bisa bekerja di sana. Beberapa saudara-saudari setempat juga menjadi pengisi suara untuk rekaman audio. Juana, penerjemah bahasa Totonac di negara bagian Veracruz, Meksiko, berkata, ”Sekarang, kami ada di dekat beberapa kota yang orang-orangnya memakai bahasa kami. Jadi, saudara-saudari bisa lebih mudah membantu kami merekam audio dan video.”
Nah, bagaimana dengan hasil terjemahannya setelah para penerjemah pindah ke RTO? Jutaan pembaca kita merasa bahwa hasilnya jadi lebih bagus. Cédric, penerjemah bahasa Kongo di Republik Demokratik Kongo, berkata, ”Dulu, beberapa saudara-saudari menyebut bahasa yang kami pakai di publikasi sebagai ’bahasa Kongo Menara Pengawal’, karena memang bahasanya tidak umum. Tapi sekarang, mereka bilang publikasi kita memakai bahasa Kongo modern, bahasa yang biasa mereka pakai sehari-hari.”
Andile, yang bekerja di tim bahasa Xhosa, juga mendapat reaksi yang sama dari para pembaca di Afrika Selatan. ”Banyak yang bilang kalau sekarang terjemahannya berubah,” katanya. ”Ada anak-anak kecil yang dulunya membaca Menara Pengawal dalam bahasa Inggris tapi sekarang membacanya dalam bahasa Xhosa. Dan, mereka senang sekali karena bahasa yang dipakai di Terjemahan Dunia Baru edisi revisi sangat wajar.”
Semua pengeluaran untuk membuka dan merawat RTO, serta memenuhi kebutuhan para pekerja di sana, dibiayai oleh sumbangan untuk pekerjaan sedunia, termasuk yang diberikan melalui situs donate.jw.org.
-
-
Saluran Satelit JW Menjangkau Tempat yang Tidak Ada InternetBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Saluran Satelit JW Menjangkau Tempat yang Tidak Ada Internet
1 APRIL 2021
Setiap bulan, kita pasti menantikan acara rohani dan video yang dirilis di JW Broadcasting. Tapi sayangnya, banyak saudara-saudari kita di Afrika tidak bisa menonton itu lewat Internet. Kenapa?
Di banyak tempat di Afrika, akses Internetnya terbatas. Dan kalaupun ada, Internetnya biasanya lambat atau sangat mahal. Misalnya, seorang pengawas wilayah di Madagaskar pernah mendownload acara bulanan JW Broadcasting di sebuah tempat semacam warnet, dan dia harus bayar sekitar 230 ribu rupiah. Bagi beberapa orang, itu lebih dari penghasilan mereka selama seminggu.
Meski begitu, sekarang jutaan orang di Afrika bisa menikmati JW Broadcasting tanpa koneksi Internet. Bagaimana caranya?
Sejak 2017, JW Broadcasting tersedia melalui saluran televisi satelit bagi orang-orang yang tinggal di bagian selatan Sahara (sub-Sahara) Afrika. Acara ini disiarkan gratis selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan dalam 16 bahasa.
Saudara-saudara di Mozambik mengatur peralatan untuk menerima sinyal dari saluran satelit JW di Balai Kerajaan mereka, 2018
Untuk menyiarkan acaranya lewat satelit, Saksi Yehuwa membuat kontrak dengan sebuah layanan siaran televisi. Satelit itu bisa menjangkau kira-kira 35 negeri di bagian selatan Sahara Afrika. Harga kontraknya lebih dari 170 juta rupiah per bulan. Kalau ada pertemuan regional atau acara khusus selama kunjungan wakil kantor pusat, kita perlu membayar biaya tambahan untuk menyiarkan acaranya di saluran lain. Dengan begitu, ribuan saudara-saudari bisa menikmati acaranya secara langsung.
Sebuah tim Rancang/Bangun Setempat di Malawi menonton saluran satelit JW, 2018
Banyak orang, termasuk yang bukan Saksi, bisa menonton saluran satelit JW di televisi masing-masing. Tapi, ada banyak saudara kita yang tidak mampu membeli peralatan untuk menonton saluran satelit itu. Jadi, lebih dari 3.670 Balai Kerajaan diperlengkapi dengan peralatan untuk menerima sinyal satelit supaya saudara-saudari bisa menonton JW Broadcasting di sana. Harga perlengkapan itu, termasuk biaya kirimnya, kira-kira satu juta rupiah kalau Balai Kerajaannya sudah punya televisi atau proyektor. Tapi kalau belum, biayanya bisa mencapai 7,6 juta rupiah.
Saudara-saudari kita sangat menghargai saluran ini. Seorang penatua di Kamerun berkata, ”Ini seperti manna di tengah-tengah padang gurun untuk keluarga kami.” Odebode, seorang saudara di Nigeria, berkata, ”Kami sekeluarga nonton saluran ini tiga kali seminggu. Anak-anak saya selalu menunggu-nunggu untuk menontonnya. Bahkan kalau kami lagi nonton saluran lain, mereka minta supaya kami ganti ke saluran JW.” Rose, yang juga tinggal di Nigeria, berkata, ”Saya senang sekali karena sejak ada saluran satelit JW, saya tidak lagi kecanduan nonton berita. Waktu nonton berita, saya jadi gampang stres dan tekanan darah saya naik. Tapi waktu nonton JW Broadcasting, saya merasa dikuatkan dan hati saya juga damai! Ini saluran favorit saya. Ini berkat yang luar biasa dari Yehuwa.”
Sebuah keluarga di Malawi menonton video untuk anak-anak di saluran satelit kita
Seorang pengawas wilayah di Mozambik melaporkan bahwa di wilayahnya, Balai Kerajaan sudah diperlengkapi supaya bisa menerima sinyal satelit. Jadi, saudara-saudari biasanya datang satu jam atau lebih sebelum perhimpunan dimulai untuk menonton JW Broadcasting.
Sebuah sidang di Etiopia menonton acara bulanan JW Broadcasting tanpa menggunakan Internet, 2018
Pada pertemuan internasional tahun 2019 di Johannesburg, Afrika Selatan, beberapa khotbah utama, termasuk yang disampaikan oleh anggota Badan Pimpinan, disiarkan ke sembilan lokasi lainnya lewat saluran ini. Sphumelele, dari Departemen Siaran setempat di kantor cabang Afrika Selatan, berkata, ”Sebelumnya, khotbah-khotbah itu harus disiarkan lewat Internet. Tapi, biayanya mahal dan koneksi Internetnya harus stabil. Sedangkan dengan saluran satelit JW, biayanya jadi lebih murah dan sinyalnya juga stabil.”
Berkat kemurahan hati Saudara dalam menyumbang untuk pekerjaan sedunia, banyak saudara-saudari kita di Afrika bisa menonton JW Broadcasting lewat satelit. Kami sangat menghargai sumbangan yang Saudara berikan melalui berbagai metode yang ada di donate.jw.org.
-
-
Membela Kebebasan Beribadah di Komunitas Penduduk AsliBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Membela Kebebasan Beribadah di Komunitas Penduduk Asli
1 MEI 2021
Ada ratusan juta orang yang tinggal di Amerika Latin. Di antara mereka, ada jutaan penduduk asli yang punya bahasa dan kebudayaan mereka sendiri. Banyak dari mereka adalah saudara-saudari kita, yang juga menghargai budaya setempat. Saudara-saudari di sana mau membantu orang-orang belajar Alkitab, jadi mereka menerjemahkan dan membagikan publikasi Saksi Yehuwa dalam lebih dari 130 bahasa daerah di Amerika Latin.a Tapi sayangnya, beberapa dari mereka ditentang karena melayani Yehuwa dan karena menolak adat-istiadat yang bertentangan dengan Alkitab. Nah, bagaimana sumbangan Saudara digunakan untuk membela mereka?
Membantu Mereka yang Diusir untuk Kembali
Beberapa saudara-saudari kita termasuk dalam komunitas Huichol.b Mereka tinggal di pegunungan yang ada di Negara Bagian Jalisco, Meksiko. Mereka dengan sopan menolak untuk ikut kegiatan agama yang tidak sesuai Alkitab. Ini membuat beberapa orang dari komunitas mereka menjadi marah. Lalu pada 4 Desember 2017, gerombolan massa menyerang sekelompok Saksi dan beberapa orang yang bersama mereka. Gerombolan itu mengusir mereka, menghancurkan properti mereka, dan mengancam akan membunuh siapa pun yang berani kembali ke komunitas.
Para Saksi di kota-kota sekitar situ langsung membantu saudara-saudari tersebut. Tapi, bagaimana caranya supaya mereka bisa kembali ke tempat tinggal mereka? Seorang saudara bernama Agustín berkata, ”Kami tidak sanggup menyewa pengacara, dan kami tidak tahu harus meminta bantuan hukum ke mana.”
Karena saudara-saudari itu tidak bebas beribadah, kantor cabang Amerika Tengah langsung bertindak. Pertama, mereka meminta pemerintah setempat untuk menyelidiki kasusnya. Lalu, dengan persetujuan Panitia Koordinator dari Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa, mereka bekerja sama dengan Departemen Hukum di kantor pusat dan mengajukan gugatan untuk membela saudara-saudari kita di komunitas Huichol. Kasus ini akhirnya dibawa ke pengadilan tertinggi di Meksiko, yaitu Mahkamah Agung Nasional.
Sebuah tim pengacara pun dibentuk. Mereka terdiri dari para pengacara yang berasal dari berbagai negeri. Mereka menyiapkan pembelaan yang jelas: Sama seperti orang-orang harus menghormati kebudayaan dari suatu komunitas, komunitas itu sendiri juga harus menghormati dan melindungi hak semua orang dalam komunitas tersebut. Setiap orang punya hak asasi, tidak soal di mana pun mereka tinggal.
Pada 8 Juli 2020, Mahkamah dengan suara bulat mengeluarkan putusan yang memenangkan Saksi Yehuwa. Mereka memerintahkan bahwa semua Saksi yang diusir harus diizinkan untuk kembali ke komunitas mereka. Agustín, yang disebutkan sebelumnya, menceritakan apa yang dia dan saudara-saudari lainnya rasakan: ”Kami sangat senang dan bersyukur atas bantuan saudara-saudara. Tanpa bantuan mereka, kami tidak bisa apa-apa.”
”Bantuan yang Luar Biasa Demi Segelintir Orang”
Saudara-saudari kita di tempat lain juga menghadapi tentangan, misalnya mereka yang adalah penduduk asli Lembah Otavalo di desa San Juan de Ilumán, Ekuador. Pada tahun 2014, mereka mulai membangun Balai Kerajaan setelah mendapatkan semua izin yang diperlukan. Tapi, seorang pendeta mengerahkan massa, yang jumlahnya lebih dari 100 orang, untuk memaksa saudara-saudari menghentikan pembangunan. Lalu, komunitas itu melarang para Saksi mengadakan pertemuan ibadah.
Departemen Hukum di kantor cabang Ekuador dan di kantor pusat bekerja sama untuk membela kebebasan beribadah saudara-saudari di desa itu. Kasus ini pun dibawa ke pengadilan, dan hasilnya, saudara-saudari kita tidak lagi ditentang. Mereka diizinkan untuk mengadakan pertemuan ibadah seperti sebelumnya dan menyelesaikan pembangunan Balai Kerajaan. Tapi, perwakilan dari organisasi kita mengambil tindakan lain untuk mencegah pelanggaran seperti ini terjadi lagi di kemudian hari. Mereka meminta pengadilan yang lebih tinggi untuk membuat sebuah keputusan penting: Apakah komunitas penduduk asli juga harus menghormati hak asasi manusia sesuai hukum internasional?
Pada 16 Juli 2020, kasus ini disidangkan di Mahkamah Konstitusi Ekuador, pengadilan tertinggi di negeri itu. Saudara-saudara kita yang adalah pengacara di Ekuador mewakili para Saksi di sana. Selain mereka, ada empat saudara lain yang berbicara di persidangan itu. Mereka adalah pengacara internasional yang sudah berpengalaman. Karena pembatasan terkait COVID-19, mereka mengikuti persidangan lewat video-conference dari negeri masing-masing. Ini pertama kalinya ada pengadilan yang mengizinkan tim kuasa hukum Saksi-Saksi Yehuwa sedunia untuk menyampaikan pembelaan tanpa menghadiri persidangan secara langsung.c Tim pengacara kita mengutip beberapa badan hukum internasional untuk meneguhkan bahwa setiap orang dalam komunitas penduduk asli tetap punya hak asasi. Mereka tidak kehilangan hak itu hanya karena mereka adalah bagian dari komunitas tersebut.
Tim pengacara kita dari berbagai negeri membela hak saudara-saudari kita melalui video-conference
Saat ini, saudara-saudari kita di Lembah Otavalo sedang menunggu putusan Mahkamah Konstitusi. Mereka sangat bersyukur atas bantuan yang sudah mereka terima selama ini. César, seorang penatua di Sidang Ilumán Quichua berkata, ”Hanya Yehuwa yang melalui organisasi-Nya mau memberikan bantuan yang luar biasa demi segelintir orang.”
Semua pengacara yang terlibat adalah Saksi Yehuwa. Mereka dengan senang hati menggunakan keahlian mereka untuk membela saudara-saudari tanpa dibayar. Meski begitu, dibutuhkan waktu dan uang untuk mengajukan kasus, menyiapkan pembelaan, dan menyampaikannya di persidangan. Para pengacara kita dan saudara-saudara lainnya menghabiskan lebih dari 380 jam dalam menyiapkan pembelaan dan 240 jam dalam menerjemahkan dokumen untuk persidangan di Meksiko. Ada hampir 40 pengacara dari berbagai belahan dunia yang menghabiskan ratusan jam untuk kasus di Ekuador ini. Bagaimana kita bisa membiayai semua pengeluaran untuk kasus-kasus ini? Dengan sumbangan yang saudara-saudari berikan melalui berbagai cara yang ada di donate.jw.org. Terima kasih atas kemurahan hati kalian!
a Saksi Yehuwa juga menerjemahkan ke banyak bahasa lain yang digunakan di Amerika Latin dan beberapa bahasa isyarat setempat
b Orang-orang Huichol juga disebut Wixáritari, dan bahasa mereka sering disebut bahasa Wixárika.
c Meskipun organisasi sedunia kita bukan salah satu pihak di kasus ini, para hakim mengizinkan saudara-saudara kita untuk berbicara di persidangan sebagai amicus curiae, atau ”sahabat pengadilan”.
-
-
Utusan Injil Dikirim ”ke Bagian yang Paling Jauh di Bumi”Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Utusan Injil Dikirim ”ke Bagian yang Paling Jauh di Bumi”
1 JUNI 2021
Dulu, Yesus memberikan tugas kepada murid-muridnya dengan berkata, ”Kalian akan menjadi saksiku . . . sampai ke bagian yang paling jauh di bumi.” (Kisah 1:8) Sekarang, Saksi-Saksi Yehuwa dengan bersemangat menjalankan tugas itu sampai ke seluruh dunia. Tapi memang, di daerah-daerah tertentu, termasuk yang luas dan padat penduduknya, masih ada orang-orang yang belum pernah mendapat kesaksian yang saksama. Dan di beberapa negeri, jumlah Saksinya masih sedikit. (Matius 9:37, 38) Nah, apa yang kita lakukan supaya bisa menjangkau sebanyak mungkin orang?
Untuk membantu kita menjalankan tugas dari Yesus, Panitia Dinas dari Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa mengirim para utusan injil lapangan ke berbagai daerah yang membutuhkan. Saat ini, ada 3.090 utusan injil lapangan di seluruh dunia.a Kebanyakan dari mereka sudah dilatih di sekolah Alkitab, seperti Sekolah bagi Penginjil Kerajaan. Mereka rela meninggalkan daerah tempat tinggal mereka dan pindah ke negeri asing. Karena para utusan injil yang setia ini matang secara rohani, sudah terlatih, dan berpengalaman, mereka bisa berperan besar dalam memberitakan kabar baik dan menjadi teladan bagi murid-murid baru.
Para utusan injil memberitakan kabar baik di daerah-daerah yang sangat membutuhkan penyiar
Dukungan bagi Para Utusan Injil
Di setiap kantor cabang, Bagian Pelayan Lapangan di Departemen Dinas bekerja sama dengan Panitia Cabang untuk memenuhi kebutuhan para utusan injil. Mereka memastikan agar para utusan injil mendapat tempat tinggal yang memadai, perawatan kesehatan, dan sedikit tunjangan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Selama tahun dinas 2020, Saksi-Saksi Yehuwa menghabiskan sekitar 380 miliar rupiah untuk mendukung para utusan injil. Hasilnya, mereka jadi tidak tersimpangkan dan bisa menggunakan seluruh tenaga mereka untuk memberitakan kabar baik serta menguatkan sidang setempat.
Para utusan injil menguatkan sidang
Apa peran para utusan injil lapangan dalam pekerjaan pengabaran? Saudara Frank Madsen, anggota Panitia Cabang Malawi, berkata, ”Para utusan injil yang berani dan terampil ini membantu sidang-sidang untuk mulai mengerjakan daerah-daerah yang sulit, seperti daerah yang dijaga ketat dan yang penduduknya berbahasa asing. Selain itu, mereka berupaya keras untuk belajar bahasa dan kebudayaan setempat. Ini menjadi teladan yang bagus bagi saudara-saudari di sidang. Para utusan injil juga menyemangati anak-anak muda untuk melayani dalam dinas sepenuh waktu. Kami bersyukur kepada Yehuwa karena ada utusan injil di sini.”
Seorang anggota Panitia Cabang dari negeri lain berkata, ”Para utusan injil menjadi bukti nyata bahwa umat Yehuwa memang bersatu di seluruh dunia. Orang-orang yang bukan Saksi pun bisa melihat dengan jelas bahwa kita tidak terpecah belah oleh budaya, tapi kita bersatu seperti sebuah keluarga karena ajaran Alkitab.”
Bagaimana para utusan injil lapangan membantu penyiar setempat? Saudara Paulo dari Timor-Leste sangat menghargai peran sepasang utusan injil yang ada di sidangnya. Dia berkata, ”Daerah kami sangat, sangat panas. Nah, para utusan injil ini datang dari tempat yang dingin. Tapi, cuaca panas di sini tidak menghalangi mereka untuk mengabar. Mereka selalu datang ke pertemuan dinas lapangan di pagi hari. Saya sering lihat mereka kunjungan kembali di siang hari, waktu sedang panas-panasnya, dan juga di malam hari. Ada banyak orang yang sudah mereka bantu untuk kenal kebenaran, termasuk saya. Mereka benar-benar bersemangat. Mereka menggunakan seluruh hidup mereka untuk melayani Yehuwa. Karena teladan mereka, seluruh sidang kami jadi tergerak untuk berbuat lebih banyak dalam pelayanan.”
Saudari Ketti, seorang perintis biasa di Malawi, menceritakan bagaimana sepasang utusan injil membantu keluarganya: ”Waktu ada sepasang utusan injil yang ditugaskan ke sidang kami, hanya saya yang Saksi di keluarga saya. Tapi, pasangan itu mendukung saya, dan mereka menjadi sangat akrab dengan keluarga saya. Teladan mereka membuat anak-anak saya sadar kalau melayani Yehuwa itu membuat hidup kita bahagia dan puas. Karena pengaruh positif mereka, ketiga anak perempuan saya sekarang menjadi perintis biasa, dan suami saya sudah mulai berhimpun.”
Bagaimana kebutuhan para utusan injil lapangan ini dibiayai? Melalui sumbangan untuk pekerjaan sedunia, yang kebanyakan diberikan lewat situs donate.jw.org. Terima kasih banyak karena Saudara-Saudari sudah menyumbang dengan murah hati.
a Para utusan injil ini ditugaskan ke sidang-sidang yang membutuhkan bantuan untuk pengabaran di daerah mereka. Ada 1.001 utusan injil lainnya yang melayani dalam pekerjaan wilayah.
-
-
Bantuan Kemanusiaan untuk Menanggapi Pandemi SeduniaBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Bantuan Kemanusiaan untuk Menanggapi Pandemi Sedunia
1 JULI 2021
Pada Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa penyakit COVID-19 sudah menjadi pandemi. Waktu itu, banyak yang tidak menyangka bahwa lebih dari satu tahun kemudian, pandemi ini masih berlangsung. Jutaan orang, termasuk Saksi Yehuwa, juga terkena dampaknya, baik secara fisik, emosi, maupun ekonomi. Nah, bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa mengatur dan membagikan bantuan kemanusiaan selama masa yang sulit ini?
Bantuan bagi Yang Membutuhkan
Sesuai petunjuk Panitia Koordinator dari Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa, ada lebih dari 950 Panitia Penanggulangan Bencana (PPB) yang dibentuk di seluruh dunia untuk menanggapi situasi COVID-19. Di beberapa daerah, PPB mengatur agar ada bantuan dari saudara-saudari setempat. Tapi di daerah lainnya, mereka mengatur supaya saudara-saudari mendapat bantuan dari pemerintah. Selain itu, PPB juga membuat pengaturan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dalam skala yang lebih besar.
Misalnya, perhatikan situasi di Paraguay. Menurut sebuah koran, karena krisis ekonomi selama pandemi ini, banyak orang Paraguay jadi kelaparan. Tapi, PPB di Paraguay sudah mulai membagikan paket-paket berisi makanan, bahan-bahan pembersih, dan kebutuhan lainnya untuk kebersihan diri. Setiap paket bisa digunakan selama dua minggu oleh satu keluarga yang terdiri dari empat orang. Harga setiap paket kira-kira 430 ribu rupiah.
Bagaimana saudara-saudari yang ikut dalam penanggulangan bencana ini melindungi diri mereka dan orang lain dari virus COVID-19? Mereka memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, mereka memeriksa apakah perusahaan-perusahaan yang menyediakan makanan untuk paket itu punya fasilitas yang bersih dan benar-benar mengikuti protokol kesehatan. Saudara-saudara kita juga meminta semua yang menyiapkan paket itu untuk memakai alat pelindung diri, membersihkan dan mensanitasi kendaraan mereka, dan menyimpan paketnya di tempat yang sudah disanitasi. Lalu, orang-orang yang mengantar paket itu harus menjaga jarak dari saudara-saudara yang menerimanya.
Menggunakan Dana Sumbangan dengan Bijaksana
Sampai Januari 2021, sudah ada dana sebesar kira-kira 360 miliar rupiah yang disetujui oleh Panitia Koordinator untuk bantuan kemanusiaan COVID-19. Kantor-kantor cabang dan PPB menggunakan dana sumbangan itu dengan bijaksana, dan mereka berusaha keras untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dengan harga yang terbaik. Misalnya seperti di Cile. Saudara-saudara yang mengatur bantuan kemanusiaan mau membeli 750 kilogram kacang lentil. Ternyata, hanya dalam satu bulan, harganya naik dua kali lipat! Tapi, dua jam setelah mereka setuju untuk membeli kacang tersebut dengan harga yang tinggi tadi, tiba-tiba penjualnya memberi tahu mereka bahwa ada pembeli lain yang baru saja mengembalikan pesanan mereka. Jadi, saudara-saudara kita akhirnya membeli kacang yang dikembalikan itu dengan harga lama.
Tapi, waktu saudara-saudara mau mengambil pesanan itu, penjualnya malah mau menaikkan harganya lagi. Dia menuduh bahwa saudara-saudara sama seperti organisasi lain yang membagikan makanan dengan tidak adil. Lalu, satu saudara berdoa dalam hati dan menjelaskan pengaturan yang mereka buat. Mereka sudah mensurvei setiap sidang untuk mencari tahu siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan. Isi setiap paket juga disesuaikan dengan kebutuhan dari keluarga yang menerimanya, karena latar belakang mereka berbeda-beda. Terakhir, saudara-saudara meyakinkan penjual itu bahwa semua dana yang diterima Saksi-Saksi Yehuwa adalah hasil sumbangan sukarela, dan semua yang membantu adalah relawan. Penjual itu pun terkesan. Dia setuju untuk menurunkan harganya dan bahkan mau memberikan 400 kilogram kacang lentil secara gratis untuk pesanan yang berikutnya.
’Bukti Kasih yang Tulus’
Di Liberia, ada seorang janda yang sudah lansia bernama Lusu. Dia tinggal bersama lima anggota keluarganya. Suatu pagi, setelah mereka sarapan dan membahas ayat harian, cucu Lusu yang berusia tujuh tahun melihat bahwa mereka tidak punya makanan lagi. Lalu dia bertanya, ”Nanti kita makan apa?” Lusu bilang bahwa dia sudah berdoa meminta bantuan Yehuwa, dan dia yakin Yehuwa akan menyediakan kebutuhan mereka. Siang itu juga, Lusu ditelepon oleh para penatua di sidangnya. Mereka meminta dia untuk datang dan mengambil bantuan makanan. Lusu berkata, ”Sekarang, cucu saya tahu bahwa Yehuwa mendengar dan menjawab doa-doa kita, karena Yehuwa sudah menjawab doa saya.”
Gambar yang dibuat anak-anak di Republik Demokratik Kongo. Mereka berterima kasih kepada saudara-saudara atas bantuan makanan yang mereka terima.
Di Republik Demokratik Kongo, ada seorang wanita yang tetangganya adalah Saksi Yehuwa. Dia melihat kalau mereka dapat makanan dari para Saksi lainnya. Jadi dia bilang, ”Setelah pandemi ini, kita jadi Saksi Yehuwa saja. Mereka benar-benar peduli dengan saudara-saudari mereka di saat yang susah seperti ini.” Lalu suaminya bertanya, ”Kamu mau jadi Saksi Yehuwa cuma supaya dapat beras?” Dia menjawab, ”Ya bukan, tapi beras itu jadi bukti kasih mereka yang tulus.”
Berkat kemurahan hati Saudara dalam menyumbang, Saksi-Saksi Yehuwa jadi bisa segera membantu saudara-saudari yang membutuhkan selama pandemi ini. Terima kasih atas sumbangan yang Saudara berikan melalui berbagai cara yang ada di donate.jw.org.
-
-
Menyiarkan Acara Pertemuan RegionalBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Menyiarkan Acara Pertemuan Regional
1 AGUSTUS 2021
Pertemuan regional 2020 adalah pertemuan yang bersejarah. Itu adalah pertemuan regional pertama yang ditayangkan secara online. Tapi di Malawi dan Mozambik, kebanyakan saudara-saudari kita bisa menonton pertemuan regional itu tanpa menggunakan Internet. Bagaimana caranya?
Di bawah arahan Badan Pimpinan, Panitia Koordinator dan Panitia Pengajaran setuju agar di Malawi dan Mozambik, acara pertemuan regional disiarkan melalui TV dan radio. Kenapa pengaturan ini dibuat? Malawi adalah salah satu negara yang biaya Internetnya paling mahal di dunia. Jadi, hanya sedikit saudara-saudari di sana yang punya akses Internet. Saudara William Chumbi, salah satu anggota Panitia Cabang Malawi, menjelaskan, ”Hanya dengan cara ini saudara-saudari bisa menikmati acara pertemuan regional.” Saudara Luka Sibeko, yang juga melayani sebagai anggota Panitia Cabang Malawi, mengatakan, ”Tanpa pengaturan ini, pasti hanya sedikit saudara-saudari di wilayah cabang kami yang bisa mendapat manfaat dari acara pertemuan regional.” Di Mozambik, kebanyakan saudara-saudari bahkan tidak mampu untuk membeli perangkat elektronik yang bisa mengakses Internet.
Hal-Hal yang Harus Disiapkan
Karena pandemi virus corona, acara perhimpunan sudah disiarkan di beberapa stasiun televisi dan radio.a Jadi, saudara-saudara mengupayakan agar pertemuan regional juga bisa disiarkan melalui stasiun-stasiun itu.
Ada tantangan yang harus dihadapi saudara-saudara di Malawi. Biasanya, stasiun televisi atau radio tidak mau menyiarkan acara yang durasinya lebih dari satu jam. Mereka khawatir orang yang menonton dan mendengarkan acara itu bosan karena acaranya terlalu lama. Tapi, saudara-saudara menjelaskan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena berita dari Alkitab bisa menghibur orang-orang dan membantu mereka punya hidup yang bahagia. Setelah mendengar penjelasan kita, stasiun-stasiun ini setuju untuk menyiarkan acara pertemuan regional.
Di Malawi, acara pertemuan regional disiarkan oleh satu stasiun televisi dan satu stasiun radio. Kedua stasiun ini bisa menjangkau semua daerah di Malawi. Jadi, jutaan orang bisa menikmati acara ini. Di Mozambik, acara pertemuan regional disiarkan oleh 1 stasiun televisi dan 85 stasiun radio.
Di kedua negara ini, kita menghabiskan 28.227 dolar AS (sekitar 400 juta rupiah) untuk menyiarkan acara ini melalui stasiun televisi dan hampir 20.000 dolar AS (sekitar 290 juta rupiah) untuk menyiarkannya melalui stasiun radio. Harga untuk menyiarkan acara ini melalui stasiun radio sangat beragam, mulai dari 15 dolar AS (sekitar 220 ribu rupiah) untuk stasiun radio lokal sampai dengan 2.777 dolar AS (sekitar 40 juta rupiah) untuk stasiun radio nasional.
Saudara-saudara berupaya keras untuk memastikan agar dana sumbangan kita digunakan dengan sebaik-baiknya. Misalnya di Malawi, saudara-saudara berupaya untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Di salah satu stasiun, mereka bisa mendapatkan diskon sampai sebesar 30 persen. Kalau ditotal, mereka berhasil menghemat 1.711 dolar AS (sekitar 25 juta rupiah). Di Mozambik, beberapa stasiun bersedia memberikan potongan harga karena kita selalu membayar biaya yang disepakati dengan tepat waktu.
Ucapan Terima Kasih
Saudara-saudari sangat senang bisa menikmati acara pertemuan regional melalui stasiun televisi maupun stasiun radio. Seorang penatua bernama Patrick yang berasal dari Malawi mengatakan, ”Kami berterima kasih kepada Badan Pimpinan untuk pengaturan ini.” Isaac, yang juga berasal dari Malawi, mengatakan, ”Kami tidak punya perangkat yang memadai. Tapi melalui pengaturan ini, kami senang karena bisa tetap menikmati acara pertemuan regional melalui radio. Kami sekeluarga jadi bisa mendapatkan manfaat dari acara ini. Ini bukti bahwa Yehuwa sangat menyayangi umat-Nya.”
Ada penyiar di Mozambik yang baru pertama kali mengikuti acara pertemuan regional. Dia mengatakan, ”Pengaturan untuk menonton acara pertemuan regional melalui televisi membuat saya semakin yakin bahwa Yehuwa adalah Allah Yang Mahakuasa. Pandemi ini tidak bisa menghentikan Dia untuk memberi kita makanan rohani. Dan meski hanya di rumah saja, saya bisa menikmati acara ini. Saya bisa melihat kasih sayang di antara umat Yehuwa, dan ini semakin meyakinkan saya bahwa inilah agama yang benar.”
Seorang penatua bernama Wyson mengatakan, ”Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada budak yang setia, karena mereka terus memperhatikan kebutuhan kami selama pandemi ini. Dengan adanya pengaturan untuk menikmati acara pertemuan regional melalui radio atau televisi, banyak dari kami yang kurang mampu secara ekonomi bisa tetap menikmati dan mendapatkan manfaat dari acara ini.”
Seperti tahun lalu, Panitia Koordinator dan Panitia Pengajaran setuju bahwa di beberapa tempat, acara pertemuan regional tahun 2021 bisa disiarkan melalui stasiun televisi dan radio. Pengaturan ini bisa berjalan karena sumbangan yang Saudara-Saudari berikan, yang kebanyakan diberikan melalui donate.jw.org. Terima kasih karena Saudara-Saudari sudah dengan murah hati memberikan sumbangan.
a Pada tahun 2020, Panitia Koordinator setuju untuk menyiarkan acara perhimpunan melalui stasiun televisi dan radio di beberapa tempat selama pandemi virus corona. Pengaturan ini dibuat untuk membantu saudara-saudari yang tidak bisa menghadiri acara perhimpunan secara online atau mengakses JW Stream, karena di tempat mereka sangat susah mendapatkan akses Internet atau sinyal telepon. Meski begitu, pengaturan ini tidak ditujukan untuk saudara-saudari yang bisa berhimpun melalui sambungan Internet atau sambungan telepon.
-
-
Banyak Publikasi dalam Satu AplikasiBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Banyak Publikasi dalam Satu Aplikasi
1 SEPTEMBER 2021
”Dulu kita mungkin tidak pernah terpikir bisa menerima makanan rohani dalam bentuk digital.” Itu adalah kata-kata Saudara Geoffrey Jackson dalam video Laporan Badan Pimpinan 2020 (Bagian 6). Apakah Saudara juga merasa begitu? Saudara Jackson melanjutkan, ”Tapi sekarang, kita mungkin tidak bisa membayangkan apa jadinya hidup kita kalau tidak ada JW Library selama pandemi ini. Yehuwa memang benar-benar menyiapkan kita untuk menghadapi keadaan seperti ini.”
Dalam beberapa tahun terakhir, bagaimana Yehuwa mempersiapkan kita? Bagaimana aplikasi JW Library dibuat, dan apa saja yang dilakukan agar aplikasi ini semakin baik dan bisa berfungsi tanpa gangguan?
Suatu Terobosan Baru
Pada bulan Mei 2013, Badan Pimpinan meminta Departemen MEPS Programming di kantor pusat untuk membuat aplikasi yang memuat Alkitab Terjemahan Dunia Baru edisi revisi. Paul Willies, yang bekerja di MEPS Programming, mengatakan, ”Waktu itu, kami belum pernah merilis aplikasi untuk HP dan tablet di app store mana pun. Tapi kami membentuk sebuah tim, menghentikan beberapa proyek, dan bekerja sama dengan beberapa departemen lain untuk mendesain dan membuat aplikasi itu dan isinya. Kami sering berdoa, dan dengan bantuan Yehuwa, hanya dalam waktu lima bulan, aplikasi itu bisa dirilis di pertemuan tahunan!”
Tantangan berikutnya, aplikasi itu harus bisa memuat banyak publikasi dalam berbagai bahasa, bukan hanya Alkitab. Pada Januari 2015, kebanyakan publikasi yang sering digunakan sudah tersedia dalam bahasa Inggris di aplikasi itu. Dan hanya enam bulan setelahnya, publikasi-publikasi itu tersedia dalam ratusan bahasa lainnya.
Sejak saat itu, aplikasi JW Library terus diperbarui, dan ada beberapa fitur yang sudah ditambahkan. Misalnya, aplikasi ini sekarang memuat berbagai video. Selain itu, semua publikasi, gambar, dan video yang digunakan untuk perhimpunan dikumpulkan ke dalam satu bagian. Dan, bahan yang ada dalam Panduan Riset bisa dibuka langsung saat membaca Alkitab.
Memastikan JW Library Berfungsi dengan Baik
Setiap hari, JW Library dibuka di 8 juta perangkat elektronik, dan setiap bulannya di lebih dari 15 juta perangkat elektronik. Apa saja yang perlu dilakukan agar aplikasi ini bisa berfungsi dengan baik di semua perangkat itu? Saudara Willies mengatakan, ”Aplikasi seperti ini harus terus dikembangkan. Kami terus menambahkan fitur-fitur baru dan berupaya agar aplikasi JW Library semakin mudah digunakan. Sistem operasi perangkat elektronik terus diperbarui. Jadi supaya JW Library bisa terus digunakan, aplikasi itu juga perlu sering diperbarui. Program komputer kami juga harus terus ditingkatkan karena jumlah publikasi dan rekaman audio dan video di JW Library terus bertambah.” Sekarang ini, kalau semua bahasa digabungkan, ada sekitar 200.000 publikasi dan lebih dari 600.000 rekaman audio dan video di JW Library!
Agar aplikasi JW Library bisa terus berfungsi dengan baik, ada banyak peralatan komputer yang dibutuhkan, dan ada beberapa lisensi program komputer yang harus dibeli. Satu lisensi saja harganya 1.500 dolar AS (atau sekitar 20 juta rupiah) per tahun. Selain itu, Departemen MEPS Programming menghabiskan sekitar 10.000 dolar AS (atau sekitar 140 juta rupiah) per tahun untuk membeli berbagai perangkat elektronik. Semua perangkat itu digunakan untuk memastikan JW Library bisa berfungsi dengan baik di berbagai komputer, tablet, dan HP tipe baru.
Dana Sumbangan Bisa Dihemat
Karena adanya JW Library, biaya yang digunakan untuk mencetak, menjilid, dan mengirimkan publikasi jadi jauh berkurang. Contohnya adalah buku kecil Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari. Untuk edisi tahun 2013, ada sekitar 12 juta buku yang dicetak. Tapi untuk tahun 2020, kita hanya mencetak sekitar 5 juta buku, padahal jumlah penyiar di seluruh dunia sudah bertambah 700.000 orang. Mengapa jumlah buku yang dicetak malah berkurang? Karena banyak saudara-saudari sekarang membaca ayat harian di JW Library.a
”Aplikasi Ini Sangat Luar Biasa!”
Ada banyak manfaat yang dirasakan orang-orang yang menggunakan JW Library. Geneviève, yang tinggal di Kanada, merasa bahwa karena ada aplikasi ini, dia jadi lebih sering mempelajari Alkitab. Dia mengatakan, ”Sejujurnya, kalau saya harus mengumpulkan banyak buku sebelum belajar, saya mungkin tidak akan mempelajari Alkitab setiap pagi. Tapi dengan adanya aplikasi ini, semua publikasi yang saya butuhkan ada di tablet saya. Karena saya rutin mempelajari Alkitab, iman saya semakin diperkuat, dan saya semakin dekat dengan Yehuwa.”
Geneviève
Aplikasi ini juga bermanfaat terutama selama pandemi COVID-19. Charlyn, yang tinggal di Amerika Serikat, mengatakan, ”Karena seluruh dunia dilanda COVID-19, selama setahun belakangan ini, saya tidak menerima publikasi yang tercetak. Tapi makanan rohani selalu tersedia di JW Library, dan kita semua bisa terus memperkuat iman kita. Saya sangat bersyukur kepada Yehuwa.”
Banyak dari kita mungkin merasa seperti Faye, yang tinggal di Filipina. Dia mengatakan, ”Semua yang saya butuhkan untuk tetap dekat dengan Yehuwa ada dalam satu aplikasi ini. Di pagi hari, saya menggunakannya untuk membaca. Waktu saya melakukan pekerjaan rumah tangga, saya memakainya untuk mendengarkan rekaman audio. Saya juga menggunakan aplikasi ini untuk mempersiapkan bahan perhimpunan dan bahan untuk pelajaran Alkitab yang saya pandu. Di waktu luang, saya menonton video-videonya. Saya juga membaca artikel atau Alkitab dengan aplikasi ini waktu sedang menunggu antrean. Aplikasi ini sangat luar biasa!”
Aplikasi ini juga sangat berguna untuk pelayanan. Misalnya sewaktu mengabar, seorang saudari di Kamerun ingin menggunakan sebuah ayat yang digunakan oleh seorang saudari beberapa minggu sebelumnya. Tapi, dia tidak ingat di mana ayatnya. Dia mengatakan, ”Untungnya, saya ingat beberapa kata dari ayat itu. Saya membuka Alkitab di JW Library lalu mencari kata-kata tersebut. Saya langsung menemukan ayatnya. Dengan aplikasi ini, saya bisa menemukan banyak ayat yang kadang tidak saya ingat.”
Karena sumbangan yang Saudara berikan melalui berbagai cara yang ada di donate.jw.org, kami bisa terus mengembangkan dan meningkatkan aplikasi JW Library untuk saudara-saudari di seluruh dunia. Terima kasih untuk kemurahan hati Saudara.
Perkembangan JW Library
Oktober 2013—Aplikasi yang berisi Alkitab Terjemahan Dunia Baru edisi revisi dirilis
Januari 2015—Publikasi-publikasi dalam bahasa Inggris dimasukkan ke aplikasi ini. Belakangan, ratusan bahasa lain ditambahkan
November 2015—Fitur untuk mewarnai teks ditambahkan
Mei 2016—Menu Perhimpunan ditambahkan
Mei 2017—Fitur untuk membuat catatan ditambahkan
Desember 2017—Alkitab Edisi Pelajaran tersedia di aplikasi ini
Maret 2019—Aplikasi ini bisa dipakai untuk mendownload rekaman audio, memutar video, dan membuka bahan dari Panduan Riset
Januari 2021—Buku Hidup Bahagia Selamanya! tersedia di aplikasi ini
a Sebenarnya, setiap kali sebuah bahan diputar atau didownload dari jw.org dan JW Library, ada sedikit biaya yang harus dibayar. Tahun lalu, organisasi kita menghabiskan lebih dari 1,5 juta dolar AS (atau sekitar 20 miliar rupiah) untuk menutupi biaya itu. Tapi, biaya untuk mendownload publikasi dan rekaman digital masih jauh lebih murah dibandingkan biaya untuk membuat dan mengirimkan publikasi tercetak, CD, dan DVD.
-
-
Titik-Titik yang Mengubah KehidupanBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Titik-Titik yang Mengubah Kehidupan
1 OKTOBER 2021
Majalah The Watch Tower 1 Juni 1912 mengatakan, ”Kita mungkin punya teman atau kenalan yang tunanetra. Mereka bisa mendapat bacaan gratis . . . [yang] dicetak dengan huruf-huruf timbul sehingga mereka yang tunanetra bisa membacanya.” Majalah itu menambahkan, ”Banyak dari mereka sangat senang mendengar kabar baik bahwa akan ada berkat-berkat yang luar biasa di masa depan.”
Waktu majalah itu ditulis, negara-negara yang berbahasa Inggris masih menggunakan sistem penulisan Braille yang berbeda-beda. Meski begitu, pada saat itu, Saksi-Saksi Yehuwa sudah membuat publikasi Alkitab dengan huruf Braille. Dan itu terus berlanjut sampai sekarang! Publikasi Braille kita sekarang tersedia dalam lebih dari 50 bahasa. Bagaimana caranya itu dibuat?
Sebuah huruf terdiri dari satu sampai enam titik timbul. Titik-titik timbul itu disusun dalam sebuah sel Braille yang terdiri dari enam kotak kecil.
Mengubah Teks Menjadi Huruf Braille dan Mencetaknya
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah teks menjadi huruf timbul. Michael Millen, yang bekerja di Layanan Pengolahan Teks di Patterson, New York, mengatakan, ”Dulu, kita menggunakan program yang dibuat oleh perusahaan lain untuk melakukan hal ini. Tapi, program itu tidak bisa menghasilkan huruf Braille dalam semua bahasa yang kita butuhkan. Jadi sekarang, kita menggunakan Sistem Penerjemahan Menara Pengawal (Watchtower Translation System). Program ini bisa menghasilkan huruf Braille dalam hampir semua bahasa. Saya rasa tidak ada program lain yang seperti ini.”
Dalam publikasi Braille, gambar-gambar juga dijelaskan. Misalnya, gambar di sampul depan buku Hidup Bahagia Selamanya! dijelaskan seperti ini: ”Seorang pria mulai melangkah ke jalan yang berbelok-belok, dan di sekelilingnya ada tumbuh-tumbuhan, bukit-bukit, dan pegunungan yang indah.” Jamshed, seorang hamba pelayanan dan perintis yang tunanetra, mengatakan, ”Buat saya, keterangan gambar seperti ini sangat bermanfaat.”
Setelah teksnya diubah menjadi huruf Braille, teks itu dikirim ke kantor-kantor cabang yang mencetak publikasi Braille. Di sana, mesin cetak Braille dengan jarum-jarum khusus akan membuat titik-titik timbul pada kertas yang tebal. Kertas itu tidak akan robek selama proses percetakan ini dan juga tidak mudah rusak bahkan setelah digunakan untuk waktu yang lama. Setelah dicetak, semua kertas itu dikumpulkan menjadi satu, dijilid, dan dikirim bersama publikasi lainnya ke sidang-sidang atau melalui kantor pos. Kantor cabang juga bisa menggunakan jasa pengiriman cepat. Dengan begitu, saudara-saudari yang tunanetra atau punya gangguan penglihatan bisa segera menggunakannya di perhimpunan.
Ini semua butuh banyak waktu dan biaya. Misalnya, di percetakan kita di Walkill, New York, waktu yang dibutuhkan untuk mencetak 2 Alkitab Braille sama dengan waktu yang digunakan untuk mencetak 50.000 Alkitab biasa. Selain itu, bahan untuk membuat Alkitab Braille harganya 123 kali lebih mahal daripada bahan untuk Alkitab biasa karena Alkitab Braille dalam bahasa Inggris terdiri dari 25 jilid. Untuk membuat sampul dari ke-25 jilid itu saja, butuh biaya sekitar 150 dolar AS (atau sekitar dua juta rupiah)!
Alkitab Terjemahan Dunia Baru edisi Braille bahasa Inggris terdiri dari 25 jilid!
Bagaimana perasaan saudara-saudari yang ikut membuat publikasi Braille? Nadia, yang melayani di kantor cabang Afrika Selatan, mengatakan, ”Kehidupan saudara-saudari kita yang tunanetra atau punya gangguan penglihatan pasti tidak mudah. Jadi, saya bersyukur saya bisa ikut membuat sesuatu yang bisa membantu mereka. Jelaslah, Yehuwa sangat menyayangi mereka.”
Belajar Membaca Huruf Braille
Nah, bagaimana kalau ada orang-orang tunanetra yang tidak bisa membaca huruf Braille? Untuk membantu mereka, beberapa tahun yang lalu, organisasi menerbitkan buku Belajar Membaca Huruf Braille. Buku itu memuat huruf Braille dan huruf biasa sehingga bisa digunakan orang yang tunanetra bersama dengan orang yang bisa melihat. Selain buku itu, orang-orang yang belajar huruf Braille juga diberi alat-alat yang bisa digunakan untuk berlatih menulis huruf Braille, seperti reglet huruf baca dan stylus. Dengan begitu, mereka jadi lebih bisa mengingat huruf Braille dan mengenalinya dengan sentuhan.
”Saya Benar-Benar ’Ketagihan’!”
Setelah memiliki publikasi Braille, manfaat apa saja yang dirasakan oleh saudara-saudari yang tunanetra atau punya gangguan penglihatan? Ernst, yang tinggal di Haiti, dulu tidak memiliki publikasi Braille untuk digunakan di perhimpunan. Jadi, kalau dia mau memberikan komentar atau menyampaikan khotbah latihan, dia harus menghafal bahannya. Tapi dia mengatakan, ”Sekarang, saya bisa angkat tangan untuk memberikan komentar kapan saja. Saya tidak merasa berbeda dari saudara-saudari yang lain, karena kita semua menikmati makanan rohani yang sama.”
Jan adalah seorang penatua di Austria yang punya gangguan penglihatan, dan dia juga pemandu Pelajaran Menara Pengawal dan Pelajaran Alkitab Sidang. Dia mengatakan, ”Dibandingkan publikasi Braille lain yang pernah saya baca, publikasi kita jauh lebih jelas dan mudah dibaca. Misalnya, di publikasi kita ada nomor halaman, catatan kakinya mudah ditemukan, dan keterangan gambarnya sangat terperinci.”
Seon-ok adalah seorang saudari perintis di Korea Selatan yang tunanetra dan tunarungu. Dulu, supaya bisa memahami acara perhimpunan, dia harus dibantu oleh orang lain yang menggunakan isyarat dengan sentuhan tangan. Sekarang, dia bisa membaca sendiri publikasi Alkitab dengan huruf Braille. Dia mengatakan, ”Bacaan dengan huruf Braille kadang sulit dibaca karena titik-titiknya ada yang hilang, garis-garisnya tidak lurus, atau kertasnya terlalu tipis. Tapi, publikasi Braille dari Saksi-Saksi Yehuwa kertasnya lebih tebal dan cetakan hurufnya lebih jelas. Jadi, itu lebih mudah dibaca.” Dia juga menambahkan, ”Dulu, saya butuh bantuan orang lain untuk mempelajari publikasi Alkitab, tapi sekarang saya bisa belajar sendiri. Saya sangat senang karena saya bisa membuat persiapan untuk perhimpunan dan ikut berpartisipasi. Saya membaca semua publikasi Braille kita. Bisa dibilang, saya benar-benar ’ketagihan’!”
Sama seperti publikasi tercetak lainnya, publikasi Braille kita juga memuat kalimat ini: ”Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan disediakan sebagai bagian dari pekerjaan pendidikan Alkitab sedunia yang didukung sumbangan sukarela.” Terima kasih karena Saudara sudah memberikan sumbangan melalui berbagai cara yang disebutkan di donate.jw.org. Karena kemurahan hati Saudara, makanan rohani bisa tersedia untuk semua orang, termasuk mereka yang tunanetra atau punya gangguan penglihatan.
-
-
Lagu-Lagu yang Membuat Kita Lebih Dekat dengan AllahBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Lagu-Lagu yang Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah
1 NOVEMBER 2021
Musik adalah hadiah yang luar biasa dari Yehuwa. Itu dapat memengaruhi pikiran dan perasaan serta menyemangati kita. Inilah yang kita rasakan sewaktu mendengarkan lagu-lagu JW Broadcasting®. Lagu-lagu ini bahkan bisa membuat kita lebih dekat dengan Yehuwa.
Sejak 2014, organisasi kita telah membuat lebih dari 70 lagu JW Broadcasting. Dan sekarang, setidaknya satu di antaranya telah direkam dalam lebih dari 500 bahasa! Tapi Saudara mungkin bertanya-tanya, ’Siapa yang membuat lagu-lagu ini, dan bagaimana prosesnya?’
Mengintip ke Balik Layar
Lagu-lagu JW Broadcasting dibuat oleh tim musik di Layanan Audio/Video, yang bekerja di bawah pengawasan Panitia Pengajaran dari Badan Pimpinan. Tim musik ini terdiri dari 13 saudara dan saudari. Mereka membantu membuat musik dan lirik, merekam dan mengedit, membuat jadwal, dan mengurus hal-hal lain yang berhubungan dengan semua itu. Selain itu, ada sukarelawan di seluruh dunia yang telah disetujui oleh Panitia Pengajaran untuk membantu pekerjaan ini. Saudara-saudari ini adalah pencipta lagu, musisi, dan penyanyi yang berbakat. Mereka dengan rendah hati bekerja di balik layar tanpa disebutkan namanya.
Bagaimana sebuah lagu dibuat? Pertama, Panitia Pengajaran menentukan ayat tema dan perasaan dari lagu itu. Tim musik kemudian menugaskan siapa yang akan membuat musik dan siapa yang akan menulis liriknya. Rekaman awal pun dibuat. Panitia Pengajaran akan mendengarkan lagu itu dan mungkin memberikan masukan. Kemudian, tim musik membuat penyesuaian yang diminta dan merekam lagunya. Perekaman dilakukan di berbagai tempat, termasuk di kantor cabang dan rumah-rumah.
Untuk membuat dan merekam lagu, saudara-saudari kita menggunakan beberapa program komputer, misalnya untuk membuat dan mengedit lagu serta not balok. Mereka juga menggunakan berbagai situs web penyedia musik (audio library). Selain itu, ada beberapa peralatan yang dibutuhkan, seperti alat musik, mixer, amplifier, speaker, dan mikrofon. Harga satu mikrofon sekitar 100 sampai 1.000 dolar AS (sekitar 1,4 juta sampai 14 juta rupiah). Di tahun 2020, kita mengeluarkan 116.000 dolar AS (sekitar 1,6 miliar rupiah) untuk peralatan rekaman.
Upaya apa saja yang dilakukan untuk menghemat biaya? Daripada mengundang banyak orang untuk bekerja di Betel, banyak sukarelawan diminta membantu dari rumah. Selain itu, tim musik lebih sering menggunakan program komputer untuk membuat lagu. Ini lebih menghemat biaya dibandingkan merekam orkestra yang besar secara langsung.
”Lagu-Lagu Itu Sangat Menguatkan Saya”
Saudara-saudari sangat senang mendengarkan lagu JW Broadcasting. Tara, yang tinggal di Jerman, mengatakan, ”Waktu saya khawatir, lagu-lagu itu membuat saya tenang. Saya senang mendengarkan lagu-lagu itu dalam bahasa saya. Rasanya seperti saya dipeluk Yehuwa.” Seorang saudara dari Kazakstan bernama Dmitry mengatakan, ”Saya tidak perlu khawatir apakah liriknya sesuai dengan prinsip Alkitab. Dan, lagu-lagu itu membantu saya untuk terus memikirkan hal-hal rohani.”
Delia, di Afrika Selatan, bercerita, ”Lagu-lagu itu sangat menguatkan saya. Waktu saya sedih atau mengalami kesulitan, selalu ada lagu yang cocok sekali dengan keadaan saya. Sering kali, waktu mendengar nadanya saja, saya sudah merasa lebih baik.”
Ada saudara-saudari yang punya lagu favorit. Lerato, yang juga tinggal di Afrika Selatan, mengatakan, ”Setiap kali saya mendengarkan lagu ’Sudah di Depan Mata’ dan ’Dalam Dunia Baru’, saya membayangkan bertemu lagi dengan Mama yang sudah dibangkitkan. Saya seperti melihat Mama berlari memeluk saya.”
Seorang saudari muda di Sri Lanka merasa sangat terbantu setelah mendengarkan salah satu lagu di JW Broadcasting. Dia bercerita, ”Saya dibentak oleh guru di depan kelas karena saya Saksi Yehuwa. Saya jadi takut dan tidak tahu harus bilang apa. Waktu saya sampai di rumah, Mama menyuruh saya mendengarkan lagu ’Rajin Belajar’. Setelah itu, saya jadi sadar saya perlu riset dan menyiapkan penjelasan untuk guru saya. Besoknya, saya berbicara dengan guru saya. Dia mau mendengarkan dan bahkan bilang bahwa dia menghargai kepercayaan Saksi Yehuwa. Saya bersyukur karena organisasi Yehuwa sudah membuat lagu-lagu yang bisa menyemangati kita.”
Biaya untuk membuat semua lagu ini diperoleh dari sumbangan untuk pekerjaan sedunia. Banyak saudara-saudari menyumbang melalui berbagai cara yang disebutkan di donate.jw.org. Terima kasih untuk kemurahan hati Saudara.
-
-
Berita-Berita yang Tepercaya dan Menguatkan ImanBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Berita-Berita yang Tepercaya dan Menguatkan Iman
1 DESEMBER 2021
Saksi-Saksi Yehuwa sangat peduli kepada rekan-rekan seiman mereka. (1 Petrus 2:17) Seorang saudari bernama Tannis dari Kenya berkata, ”Saya ingin tahu keadaan saudara-saudari di seluruh dunia.” Banyak dari kita juga merasa seperti itu. Dari mana kita bisa mendapat informasi tentang saudara-saudari kita? Sejak tahun 2013, kita bisa membacanya di bagian Ruang Berita di situs jw.org.
Di sana, kita bisa mendapat informasi yang tepercaya tentang Saksi-Saksi Yehuwa. Artikelnya beragam, misalnya tentang rilis Alkitab, bantuan kemanusiaan, proyek pembangunan, dan kegiatan penting lainnya. Ada juga berita tentang saudara-saudari yang dipenjarakan karena iman mereka. Kita juga bisa membaca pengalaman yang menguatkan dari kegiatan pengabaran khusus dan acara Peringatan. Siapa yang mengumpulkan informasi dan bahan untuk artikel-artikel ini, dan bagaimana itu dipersiapkan?
Mencari dan Melaporkan Berita
Bagian Ruang Berita ditangani oleh Kantor Humas Pusat (KHP). Departemen ini berada di kantor pusat dan diawasi oleh Panitia Koordinator dari Badan Pimpinan. Ada lebih dari 100 saudara-saudari yang bekerja di KHP, dan banyak dari mereka bekerja dari rumah. Ada yang menulis berita, mengumpulkan informasi, membuat desain, dan menjadi penerjemah. Ada juga yang tugasnya berkomunikasi dengan pejabat pemerintah, para pakar, dan media massa. KHP dibantu oleh lebih dari 80 Bagian Humas yang ada di kantor-kantor cabang di seluruh dunia.
Untuk mempersiapkan sebuah berita, KHP bekerja sama dengan Bagian Humas. Kalau ada informasi yang bisa dijadikan berita, mereka akan mencari tahu lebih banyak tentang hal itu dan mengumpulkan fakta-fakta yang bisa dipercaya. Ini termasuk mewawancarai orang-orang dan berbicara dengan para pakar. Setelah informasinya terkumpul, artikelnya akan ditulis, di-edit, diperiksa, digabungkan dengan foto-foto, lalu dikirim ke Panitia Koordinator untuk disetujui.
Apa Komentar Saudara-Saudari tentang Ruang Berita?
Seorang saudari di Filipina bernama Cheryl berkata, ”Saya sangat suka membaca berita tentang organisasi dan saudara-saudari sebelum mulai beraktivitas.”
Apa perbedaan Ruang Berita di jw.org dengan sumber berita lainnya? Tatiana, yang tinggal di Kazakstan, berkata, ”Berita-berita yang ada di jw.org bisa dipercaya. Saya tahu fakta-faktanya sudah dipastikan dan beritanya tidak memihak siapa pun.” Seorang saudari di Meksiko bernama Alma mengatakan, ”Berita dari sumber lain kadang membuat kita stres, tapi berita di jw.org sangat menguatkan.”
Ya, selain bisa dipercaya, semua artikel yang ada di Ruang Berita juga bisa menguatkan iman kita. Bernard, yang tinggal di Kenya, mengatakan, ”Setelah membaca artikel-artikel di Ruang Berita, saya merasa semakin dekat dengan saudara-saudari di seluruh dunia. Saya menganggap mereka sebagai keluarga saya, tidak soal dari mana asal mereka. Saya bisa menyebutkan nama dan masalah yang mereka hadapi dalam doa-doa saya.” Seorang saudari bernama Bybron, yang juga tinggal di Kenya, berkata, ”Saya sangat senang sewaktu membaca artikel tentang rilis Alkitab dalam berbagai bahasa. Ini mengingatkan saya bahwa Yehuwa tidak berat sebelah.”
Dengan membaca artikel-artikel di bagian Ruang Berita, kita jadi tahu tantangan apa saja yang sedang dihadapi oleh saudara-saudari di seluruh dunia, dan kita bisa menyebutkannya dalam doa-doa kita
Bahkan berita tentang saudara-saudari yang dianiaya juga bisa menguatkan kita. Jackline, yang tinggal di Kenya, mengatakan, ”Sewaktu merenungkan teladan keberanian mereka, saya jadi semakin beriman. Saya selalu mencari tahu kenapa mereka bisa terus bertekun. Saya belajar bahwa hal-hal yang kelihatannya sederhana, seperti berdoa, membaca Alkitab, dan bahkan bernyanyi, sebenarnya sangat penting untuk membantu kita tetap setia.”
Seorang saudari di Kosta Rika bernama Beatriz menghargai artikel-artikel berita tentang bencana alam. Dia mengatakan, ”Dari artikel-artikel itu, saya jadi tahu kalau organisasi kita dengan pengasih memenuhi kebutuhan saudara-saudari sesegera mungkin. Saya jadi semakin yakin bahwa ini memang organisasi Yehuwa.”
Kita pasti sangat bersyukur karena bisa menerima berita-berita terbaru tentang saudara-saudari di seluruh dunia. Pengaturan ini dibiayai oleh sumbangan yang Saudara berikan untuk pekerjaan sedunia, termasuk yang dikirimkan melalui donate.jw.org. Terima kasih untuk kemurahan hati Saudara.
-
-
Bantuan Kemanusiaan di Tahun 2021—Saudara-Saudari Selalu DiperhatikanBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Bantuan Kemanusiaan di Tahun 2021—Saudara-Saudari Selalu Diperhatikan
1 JANUARI 2022
Selama tahun dinas 2021,a orang-orang di seluruh dunia masih merasakan dampak pandemi COVID-19. Seperti yang disebutkan dalam artikel ”Bantuan Kemanusiaan untuk Menanggapi Pandemi Sedunia”, organisasi kita sudah mengeluarkan lebih dari 360 miliar rupiah untuk membantu saudara-saudari yang terkena dampak pandemi. Selain itu, ada lebih dari 950 Panitia Penanggulangan Bencana yang dibentuk.
Di tengah pandemi ini, ada lebih dari 200 bencana akibat ulah manusia dan bencana alam yang terjadi di seluruh dunia. Saudara-saudari kita juga menjadi korbannya. Karena itu, Panitia Koordinator dari Badan Pimpinan menyetujui dana bantuan tambahan sebesar lebih dari 114 miliar rupiah (8 juta dolar AS). Mari kita lihat bagaimana sumbangan Saudara digunakan untuk membantu para korban dari dua bencana yang baru-baru ini terjadi.
Erupsi Gunung Nyiragongo
Pada 22 Mei 2021, Gunung Nyiragongo, sebuah gunung berapi di Republik Demokratik Kongo, meletus. Aliran lava menghancurkan banyak rumah, sekolah, dan sebuah waduk. Selain itu, selama berhari-hari, abu vulkanis yang beracun menyelimuti kota Goma, dan gempa bumi kecil berulang kali terjadi. Lebih dari setengah penduduk kota itu harus dievakuasi. Ratusan ribu orang pergi mengungsi, dan bahkan ada yang menyeberang ke Rwanda.
Di luar Balai Kerajaan, Panitia Penanggulangan Bencana menyediakan bubur panas
Ada sekitar 5.000 Saksi Yehuwa yang harus mengungsi. Di antara mereka, ada yang rumahnya hancur karena letusan gunung berapi, dan ada juga yang rumahnya dijarah setelah mereka pergi. Untuk membantu mereka, Panitia Penanggulangan Bencana di Rwanda dan Republik Demokratik Kongo mengatur penyaluran bantuan kemanusiaan. Kantor cabang Kongo (Kinshasa) melaporkan, ”Meskipun situasi di kota sangat kacau, salah satu Panitia Penanggulangan Bencana berinisiatif untuk mulai membagikan makanan, air minum, seprai, selimut, dan pakaian, bahkan sebelum ada perintah untuk evakuasi.” Lebih dari 2.000 saudara-saudari kita pergi untuk mengungsi ke satu kota. Di sana, Panitia Penanggulangan Bencana mendirikan tenda-tenda, membagikan masker, dan menjelaskan caranya mengurangi risiko terkena COVID-19 dan kolera.
Bahan makanan ditimbang sebelum dikirimkan ke para Saksi yang mengungsi
Dalam waktu tiga bulan setelah bencana itu terjadi, saudara-saudari kita sudah membagikan lebih dari enam ton beras, enam ton tepung jagung, tiga ton minyak, dan tiga ton air. Untuk menghemat dana sumbangan, kantor cabang membeli bahan makanan lokal secara grosir, bukan bahan makanan impor yang harganya lebih mahal.
Rumah baru milik seorang saudari hancur karena letusan gunung itu. Jadi, dia dan keluarganya menerima bantuan materi dan rohani dari organisasi. Saudari itu bercerita, ”Tadinya, kami merasa sangat sedih dan putus asa. Tapi karena kebaikan hati Yehuwa, semua kebutuhan kami terpenuhi. Kami bisa lihat sendiri bahwa Yehuwa mendukung kami dan meringankan beban kami.”
Krisis Ekonomi di Venezuela
Selama beberapa tahun terakhir, Venezuela mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Saudara-saudari di sana hidup berkekurangan, tidak punya cukup makanan, dan harus menghadapi kejahatan yang semakin meningkat. Tapi, organisasi Yehuwa selalu memperhatikan mereka.
Memasukkan karung-karung beras ke truk untuk dikirim ke berbagai daerah di Venezuela
Selama tahun dinas yang lalu, organisasi mengeluarkan lebih dari 21 miliar rupiah (1,5 juta dolar AS) untuk membeli dan mengirimkan bahan makanan dan sabun kepada keluarga-keluarga yang membutuhkannya. Kantor cabang Venezuela melaporkan, ”Setiap bulan, kami harus menyalurkan 130 ton bahan makanan kepada saudara-saudari yang tinggal di seluruh Venezuela. Kami juga harus memastikan kiriman itu benar-benar sampai. Ini bukanlah tugas yang mudah.” Biasanya, yang dibeli adalah bahan makanan yang tahan lama supaya itu tidak basi saat dikirimkan. Kantor cabang Venezuela juga melaporkan, ”Kami biasanya mencari bahan makanan yang sedang musim lalu membelinya secara grosir. Jadi, harganya bisa lebih rendah. Dan waktu mengirimkannya, kami mencari cara yang paling murah.”
Untuk mengantarkan bahan makanan ke sidang mereka, beberapa saudara muda naik sepeda sejauh 18 kilometer (pulang pergi). Ini karena mereka tidak punya kendaraan bermotor dan ada krisis bahan bakar di Venezuela.
Leonel, seorang anggota Panitia Penanggulangan Bencana di Venezuela, sangat menyukai tugasnya. Dia mengatakan, ”Tugas ini sangat istimewa. Baru-baru ini, istri saya yang tercinta meninggal karena COVID-19. Tapi karena menjalankan tugas ini, saya benar-benar terhibur dan dikuatkan. Saya bisa terus sibuk, dan saya merasa berguna karena bisa membantu saudara-saudari yang membutuhkan. Saya sudah rasakan sendiri bahwa Yehuwa menepati janji-Nya. Dia tidak pernah meninggalkan umat-Nya.”
Seorang saudara yang dulunya pernah menjadi anggota Panitia Penanggulangan Bencana sekarang mendapat bantuan dari organisasi. Dia mengatakan, ”Sekarang giliran saya yang butuh bantuan. Kami tidak hanya mendapat bantuan materi. Saudara-saudara juga membantu saya dan istri untuk tetap tenang. Mereka menghibur kami, menguatkan kami, dan menunjukkan bahwa mereka sangat peduli kepada kami.”
Banyak bencana terjadi secara tiba-tiba. Tapi, organisasi Yehuwa sering kali bisa mengumpulkan dan mengirimkan bantuan dengan cepat. Ini berkat sumbangan yang Saudara berikan untuk pekerjaan sedunia. Berbagai cara untuk menyumbang disebutkan di donate.jw.org. Terima kasih atas kemurahan hati Saudara.
a Tahun dinas 2021 dimulai pada 1 September 2020 dan berakhir pada 31 Agustus 2021.
-
-
Buku Baru untuk Belajar AlkitabBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Buku Baru untuk Belajar Alkitab
1 APRIL 2022
Pada bulan Januari 2021, Badan Pimpinan mengumumkan dirilisnya sebuah buku baru untuk belajar Alkitab, Hidup Bahagia Selamanya!a Bagaimana perasaan Saudara waktu mendengar pengumuman itu? Matthew, asal Kanada, mengatakan, ”Saya senang sekali! Saya ingat, waktu itu ada khotbah dan video yang menceritakan alasan buku ini dibuat dan pengalaman orang-orang yang diminta untuk mencobanya. Saya jadi makin penasaran. Saya ingin sekali segera punya buku itu dan memakainya.”
Buku Hidup Bahagia Selamanya! mengubah cara kita memandu pelajaran Alkitab. Tapi, bukan hanya itu perbedaan buku ini dengan buku-buku sebelumnya. Kalau Saudara punya buku Hidup Bahagia Selamanya! versi tercetak, Saudara mungkin menyadari bahwa buku ini terasa berbeda waktu dipegang. Kenapa? Mari kita cari tahu bagaimana buku ini dibuat.
Buku Baru yang Terasa Berbeda
Kertasnya lebih tebal. Kenapa buku ini harus memakai kertas yang lebih tebal? Dalam buku Hidup Bahagia Selamanya!, ada lebih dari 600 gambar berwarna, hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah gambar dalam buku Pelajari Alkitab! Selain itu, di buku baru ini ada lebih banyak area kosong berwarna putih. Jadi kalau kertasnya tipis, waktu kita melihat suatu halaman, gambar atau tulisan dari sisi lain halaman itu mungkin juga terlihat. Karena itu, saudara-saudara yang bekerja di Departemen Percetakan Internasional di Walkill, New York, AS, mencoba empat jenis kertas yang sekarang digunakan di percetakan kita. Panitia Penulisan dari Badan Pimpinan memeriksa semua jenis kertas itu dan memilih kertas yang paling tebal. Memang, harga kertas ini sekitar 16 persen lebih mahal daripada kertas yang biasanya digunakan untuk publikasi kita. Tapi, kertas ini dipilih supaya pelajar Alkitab bisa membaca buku Hidup Bahagia Selamanya! dengan nyaman.
Perbedaan antara kertas tipis (kiri) dan kertas tebal (kanan)
Lapisan laminasinya berbeda. Kalau dipegang, sampul buku baru ini terasa berbeda dari sampul publikasi kita yang lainnya karena lapisan laminasi yang digunakan memang berbeda. Buku ini menggunakan lapisan laminasi doff (matte), bukan laminasi glossy yang mengkilap. Jadi, gambar pada sampul buku ini terlihat lebih jelas, dan bukunya lebih tahan lama meskipun sering digunakan. Tapi, harga laminasi doff bisa lima kali lebih mahal dibandingkan dengan laminasi mengkilap. Jadi, beberapa kantor cabang bekerja sama supaya mereka bisa mendapatkan laminasi doff dengan harga yang lebih murah.
Proses laminasi sampul
Kenapa organisasi memilih bahan-bahan yang lebih mahal? Seorang saudara yang bekerja di Departemen Percetakan Internasional menceritakan, ”Buku ini akan sering digunakan. Jadi, kami ingin buku ini tidak cepat rusak dan tetap terlihat bagus.” Eduardo, yang bekerja di kantor percetakan di cabang Brasil, mengatakan, ”Kami sangat senang karena organisasi Yehuwa memakai bahan-bahan yang berkualitas untuk membuat buku bagus yang tahan lama dan terasa enak dipegang, sambil tetap menghemat dana sumbangan.”
Mencetak Selama Pandemi COVID-19
Buku Hidup Bahagia Selamanya! mulai dicetak pada bulan Maret 2021, selama pandemi COVID-19. Apa saja kesulitannya? Karena ada beberapa pembatasan kegiatan di Betel, tidak ada komuter yang bisa membantu percetakan. Selain itu, tidak ada saudara-saudari yang bisa diundang untuk melayani di Betel. Akibatnya, beberapa percetakan kekurangan tenaga, dan ada juga percetakan yang sementara ditutup karena mengikuti aturan pemerintah.
Bagaimana semua kesulitan itu diatasi? Waktu percetakan sudah bisa mulai digunakan, saudara-saudari dari berbagai departemen di Betel ditugaskan sementara untuk membantu. Joel, yang bekerja di Departemen Percetakan Internasional, mengatakan, ”Karena mereka sangat rela berkorban dan mau belajar hal-hal baru, kami jadi bisa menyelesaikan tugas kami untuk mencetak buku ini. Kami sangat menghargai bantuan mereka.”
Meskipun ada banyak kesulitan, sekarang sudah ada jutaan buku Hidup Bahagia Selamanya! yang dicetak. Ada banyak bahan yang dibutuhkan untuk mencetak buku ini, termasuk plat cetakan, lapisan laminasi, kertas, tinta, dan lem. Dalam waktu lima bulan saja setelah buku ini mulai dicetak, organisasi telah mengeluarkan lebih dari 2,3 juta dolar AS (hampir 33 miliar rupiah) hanya untuk membeli bahan-bahan. Untuk menghemat biaya, organisasi hanya mencetak buku sebanyak yang dibutuhkan oleh sidang-sidang.
”Buku Ini Luar Biasa!”
Bagaimana perasaan para guru dan pelajar Alkitab tentang buku baru ini? Seorang saudara di Australia bernama Paul mengatakan, ”Saya sangat senang memandu pelajaran Alkitab dengan buku Hidup Bahagia Selamanya! Tampilannya sangat menarik, dan buku ini sangat enak untuk dipakai berdiskusi. Informasinya jelas dan sederhana, dan pertanyaan-pertanyaannya membuat kita tahu isi hati pelajar Alkitab. Selain itu, ada banyak video, gambar, dan bagan. Pelajar Alkitab juga bisa menetapkan tujuan untuk dilakukan. Buku ini luar biasa! Saya jadi bertekad untuk meningkatkan kemampuan mengajar saya.”
Seorang pelajar Alkitab di Amerika Serikat mengatakan, ”Saya suka sekali buku baru ini. Gambar-gambarnya membantu saya memahami pelajarannya. Video-videonya membuat saya tersentuh dan mau menjalankan apa yang saya pelajari.” Dia sekarang belajar Alkitab dua kali seminggu dan sudah rutin berhimpun.
Jutaan buku Hidup Bahagia Selamanya! masih perlu dicetak dalam banyak bahasa. Sampai sekarang, Badan Pimpinan sudah menyetujui untuk menerbitkan buku ini dalam 710 bahasa. Itu berarti, dibandingkan dengan buku Pelajari Alkitab, ada tambahan 340 bahasa!
Biaya untuk mencetak publikasi diperoleh dari sumbangan untuk pekerjaan sedunia. Banyak saudara-saudari menyumbang melalui berbagai cara yang disebutkan di donate.jw.org. Sumbangan Saudara bisa dipakai untuk membuat buku pelajaran Alkitab yang akan membantu orang yang ingin belajar tentang Yehuwa dan mau hidup bahagia selamanya. (Mazmur 22:26) Terima kasih banyak untuk kemurahan hati Saudara!
a Buku ini dirilis pada acara pertemuan tahunan yang belakangan disiarkan di JW Broadcasting.
-
-
Para Tunarungu Tidak DilupakanBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Para Tunarungu Tidak Dilupakan
1 JULI 2022
Allah Yehuwa ingin agar segala macam orang, tidak soal bagaimana keadaan mereka, bisa mengenal Dia dan tahu tentang Kerajaan-Nya. (1 Timotius 2:3, 4) Karena itulah Saksi-Saksi Yehuwa menerjemahkan Alkitab dan berbagai publikasi bagi sebanyak mungkin orang, termasuk para tunarungu. Sampai saat ini, organisasi kita sudah membuat ribuan video dalam lebih dari 100 bahasa isyarat!a Bagaimana semua video ini dibuat dan disebarkan? Kemajuan apa saja yang sudah dirasakan oleh mereka yang menerjemahkan dan menikmati video-video ini?
Bagaimana Video Bahasa Isyarat Dibuat?
Publikasi bahasa isyarat diterjemahkan oleh tim-tim di seluruh dunia. Pertama-tama, setiap tim akan memeriksa dengan teliti publikasi yang harus mereka terjemahkan. Lalu mereka akan membahas cara terbaik untuk menyampaikannya dalam bahasa isyarat setempat. Setelah mereka sepakat, barulah mereka membuat videonya. Sekarang ini, ada 60 tim yang menerjemahkan video bahasa isyarat secara rutin, dan ada 40 tim yang menerjemahkannya saat ada kebutuhan.
Dulu, biaya yang dikeluarkan untuk membuat video bahasa isyarat sangat besar. Harga kamera dan peralatan lainnya jauh lebih mahal dibandingkan sekarang. Selain itu, video harus selalu direkam di studio. Organisasi biasanya membuat sendiri studio-studio ini, kadang dengan merenovasi bangunan yang sudah ada. Untuk menyiapkan semua peralatan yang diperlukan oleh satu tim saja, biayanya bisa mencapai lebih dari 30.000 dolar AS (lebih dari 440 juta rupiah).
Untuk menghemat dana yang disumbangkan, organisasi berupaya untuk meningkatkan sekaligus menyederhanakan proses penerjemahan video bahasa isyarat. Jadi, organisasi mencari alat-alat yang modern tapi tidak terlalu mahal. Sekarang, video-video tidak harus direkam di studio. Tim penerjemah bisa memasang latar berwarna hijau (green screen) di kantor mereka lalu merekam videonya di sana. Kalau ada saudara-saudari yang harus merekam bagian mereka untuk satu video, mereka bisa melakukannya sendiri di kantor penerjemahan atau rumah mereka.
Untuk membantu saudara-saudari ini, kami membuat program komputer khusus yang bisa membuat proses penerjemahan video bahasa isyarat menjadi dua kali lebih cepat. Mereka yang menggunakan video bahasa isyarat merasa sangat bersyukur atas kemajuan ini. Seorang saudara bernama Alexander mengatakan, ”Sekarang ada lebih banyak video bahasa isyarat. Saya senang sekali. Saya menonton video-video itu setiap hari.”
Sekarang, untuk membeli semua peralatan yang diperlukan oleh satu tim, hanya dibutuhkan dana kurang dari 5.000 dolar AS (kurang dari 75 juta rupiah). Karena jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan dulu, video-video bahasa isyarat bisa dibuat dalam lebih banyak bahasa.
Bagaimana Video Bahasa Isyarat Bisa Sampai ke Saudara-Saudari?
Setelah video bahasa isyarat direkam, apa yang perlu dilakukan? Dulu, itu harus diubah menjadi kaset video dan DVD supaya bisa disebarkan ke saudara-saudari. Tapi, cara ini menghabiskan banyak dana, waktu, dan tenaga. Pertama-tama, videonya harus dikirimkan ke sebuah perusahaan untuk dibuat dalam bentuk kaset video dan DVD. Lalu, itu akan dikirimkan ke sidang-sidang. Pada tahun 2013 saja, jumlah dana yang dikeluarkan untuk membuat DVD bahasa isyarat mencapai lebih dari 2 juta dolar AS (lebih dari 20 miliar rupiah).
Semua upaya ini sangat dihargai oleh para tunarungu. Tapi, video-video ini kadang sulit digunakan, apalagi karena jumlah kaset video dan DVD-nya terus bertambah. Kadang, satu buku Alkitab saja harus direkam dalam beberapa DVD. Gilnei, seorang saudara di Brasil, bercerita, ”Setiap kali kami mau membaca satu ayat, kami harus mencari kaset videonya lalu mencari ayatnya. Itu sulit sekali.” Seorang saudari bernama Rafayane, yang dulu menggunakan DVD bahasa isyarat, mengatakan, ”Waktu melakukan pelajaran pribadi, kami harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari video ayat atau video bahan referensinya.” Sewaktu berdinas, saudara-saudari biasanya membawa beberapa DVD atau kaset video. Kalau penghuni rumah berminat, mereka akan memutarnya di TV orang itu. Beberapa saudara-saudari bahkan membawa alat pemutar DVD mereka sendiri. Setelah ada pemutar DVD portabel dengan layar, banyak saudara-saudari mulai menggunakannya. Bobby, yang tinggal di Amerika Serikat, mengatakan, ”Setelah menunjukkan satu ayat, kalau kita mau menunjukkan ayat lain, kita biasanya harus ganti DVD-nya. Itu butuh waktu, dan kami memang jadi sedikit repot.”
Pada tahun 2013, organisasi Yehuwa merilis aplikasi JW Library Sign Language. Di aplikasi ini, saudara-saudari bisa mendownload dan memutar video bahasa isyarat di HP dan tablet mereka. Aplikasi ini awalnya dirilis untuk Bahasa Isyarat Amerika. Lalu pada tahun 2017, semua bahasa isyarat lainnya ditambahkan. Saudara-saudari di seluruh dunia sangat senang. Juscelino, seorang saudara di Brasil, mengatakan, ”Ini sangat luar biasa! Jelas sekali, Badan Pimpinan menyayangi para tunarungu dan ingin kami terus maju secara rohani sama seperti mereka yang tidak menggunakan bahasa isyarat. Saya senang sekali. Aplikasi ini membuat saya semakin semangat mempelajari Alkitab.”
Menggunakan aplikasi JW Library Sign Language
Sekarang, semua video bahasa isyarat dibuat secara digital lalu dimasukkan ke situs web kita dan aplikasi JW Library Sign Language. Karena proses ini tidak memakan banyak waktu, video bahasa isyarat bisa diterjemahkan, direkam, dan sampai ke saudara-saudari dalam hitungan hari saja. Publikasi dalam banyak bahasa isyarat bahkan bisa keluar bersamaan dengan bahasa-bahasa lain yang bukan isyarat.
Beberapa saudara-saudari yang tunarungu mengungkapkan perasaan mereka. Seorang saudari bernama Klízia mengatakan, ”Apa ada organisasi lain yang sangat memperhatikan para tunarungu dan mau memastikan kami mendapat makanan rohani? Di dunia ini, rasanya tidak ada yang memperhatikan kami seperti organisasi Yehuwa.” Vladimir mengatakan, ”Dengan adanya video-video ini, saya bisa benar-benar merasakan bahwa kasih Yehuwa kepada kami sama besarnya seperti kasih-Nya kepada mereka yang bukan tunarungu.”
Dalam video-video bahasa isyarat, biasanya ada kalimat ini: ”Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan disediakan sebagai bagian dari pekerjaan pendidikan Alkitab sedunia yang ditunjang oleh sumbangan sukarela.” Banyak saudara-saudari menyumbang melalui berbagai cara yang disebutkan di donate.jw.org. Sumbangan Saudara bisa dipakai untuk membuat Alkitab dan publikasi untuk belajar Alkitab, termasuk video bahasa isyarat. Terima kasih banyak untuk kemurahan hati Saudara!
a Dalam bahasa isyarat, komunikasi dilakukan dengan menggunakan gerakan tangan dan ekspresi wajah. Jadi, publikasi bahasa isyarat dibuat dalam bentuk video, bukan publikasi tercetak.
-
-
Memastikan Balai Kerajaan Aman Digunakan di Tengah Pandemi COVID-19Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Memastikan Balai Kerajaan Aman Digunakan di Tengah Pandemi COVID-19
1 OKTOBER 2022
”Badan Pimpinan menganjurkan semua sidang untuk mulai mengadakan perhimpunan secara fisik pada minggu mulai tanggal 1 April. Hal itu bisa dilakukan kalau tidak ada larangan dari pemerintah setempat.” Waktu pengumuman itu dimuat di jw.org pada awal bulan Maret 2022, Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia sangat senang. Tapi, pandemi COVID-19 masih belum berakhir.a Selain itu, selama sekitar dua tahun, Balai Kerajaan kita tidak digunakan untuk perhimpunan fisik. Jadi, apa saja yang perlu dilakukan supaya saudara-saudari yang datang berhimpun bisa tetap terlindung dari virus?
Sebenarnya, persiapan sudah dibuat berbulan-bulan sebelum perhimpunan fisik kembali diadakan.
Kebutuhan di Tiap Negeri Berbeda-beda
Di awal tahun 2020, kita tidak lagi berhimpun secara fisik. Hanya satu bulan setelah pengaturan itu dibuat, Departemen Rancang/Bangun Sedunia (RBD) di Warwick, New York, mulai memikirkan perubahan apa saja yang perlu dibuat di Balai Kerajaan agar nantinya saudara-saudari bisa berhimpun dengan aman.
Apa yang dibutuhkan di tiap negeri berbeda-beda. Matthew De Sanctis, yang bekerja di RBD, menjelaskan, ”Di beberapa negeri, kadang sulit untuk cuci tangan. Kalau tidak ada air keran di Balai Kerajaan, saudara-saudari harus membeli air atau mengambilnya dari sungai atau sumur. Di negeri-negeri lain, pemerintah membuat peraturan baru tentang ventilasi udara dan penggunaan AC. Mereka juga meminta agar tanda-tanda yang berkaitan dengan kesehatan dan kebersihan dipasang.”
Bagaimana saudara-saudara kita mengatasi masalah ini? Matthew mengatakan bahwa mereka menemukan solusi yang ”sederhana dan murah, tapi sangat bermanfaat” untuk banyak Balai Kerajaan. Misalnya, di Papua Nugini, saudara-saudara membuat tempat-tempat cuci tangan dengan menggunakan tong berukuran 20 liter yang dipasangi keran. Jadi, untuk Balai Kerajaan yang ada di daerah pedesaan, mereka biasanya hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar 40 dolar AS (kira-kira 600.000 rupiah). Selain itu, lebih dari 6.000 tempat cuci tangan yang bagus dibeli dari Asia untuk ditaruh di sejumlah Balai Kerajaan di Afrika.
Orang tua mengajar anak mereka untuk menjaga kebersihan
Saudara-saudara juga memastikan bahwa kipas angin dan peralatan sirkulasi udara di Balai Kerajaan sudah memadai. Selain itu, banyak sidang membeli tongkat panjang untuk mengedarkan mikrofon agar saudara-saudari tidak perlu memegang mikrofon saat memberikan komentar. Permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan keran, dibersihkan sesering mungkin untuk mengurangi penyebaran virus. Ada juga sidang-sidang yang memasang keran yang bisa mengeluarkan air secara otomatis tanpa harus disentuh. Di Cile, biaya untuk membuat berbagai perubahan di satu Balai Kerajaan mencapai sekitar 1.400 dolar AS (lebih dari 21 juta rupiah).
Mikrofon diedarkan dengan menggunakan tongkat panjang
Saudara-saudara tahu bahwa mereka harus benar-benar memastikan Balai Kerajaan aman saat digunakan. Tapi di saat yang sama, mereka juga berupaya menghemat dana sumbangan. Misalnya, di beberapa negeri, waktu membeli tempat-tempat cuci tangan dan tongkat untuk mikrofon, saudara-saudara memanfaatkan keringanan pajak yang diberikan pemerintah. Kantor-kantor cabang di berbagai negeri bekerja sama untuk membeli barang dalam jumlah besar supaya harganya lebih murah. Sering kali, kantor cabang dan Departemen Pembelian Global membeli barang langsung dari pabriknya. Dengan begitu, harga yang mereka dapat lebih rendah dan waktu pengirimannya juga lebih cepat.
Tempat berisi cairan pembersih tangan
”Saya Jadi Tidak Takut untuk Berhimpun”
Semua pengaturan yang dibuat di Balai Kerajaan melindungi kesehatan saudara-saudari dan membantu mereka agar tidak terlalu khawatir untuk mulai berhimpun secara fisik. Dulcine, seorang saudari di Peru, mengakui bahwa awalnya dia merasa ”agak takut” untuk kembali berhimpun di Balai. Dia bercerita, ”Di awal pandemi, saya pernah kena COVID-19. Saya takut kalau saya berhimpun di Balai Kerajaan, saya akan tertular COVID lagi. Tapi waktu saya sampai, saya melihat bahwa para penatua sudah melakukan banyak hal untuk memastikan kami bisa berhimpun dengan aman. Misalnya, mereka menyediakan cairan pembersih tangan dan menggunakan tongkat panjang untuk mengedarkan mikrofon. Mereka juga memastikan Balai Kerajaan benar-benar dibersihkan sebelum dan setelah acara perhimpunan. Semua itu membuat saya jadi tidak takut untuk berhimpun di Balai Kerajaan.”b
Membersihkan Balai Kerajaan
Sara, seorang saudari di Zambia, awalnya juga merasa sulit untuk kembali berhimpun secara fisik. Dia bercerita, ”Beberapa bulan lalu, suami saya meninggal karena sakit COVID. Awalnya saya ragu untuk datang berhimpun, karena saya tidak tahu bagaimana perasaan saya nanti waktu berhimpun fisik untuk pertama kalinya tanpa dia.” Bagaimana perasaan Sara sekarang? Dia mengatakan, ”Pengaturan untuk berhimpun fisik membuat saya semakin yakin bahwa Yehuwa menyertai umat-Nya di hari-hari terakhir ini. Dengan datang berhimpun, saya semakin merasakan kepedulian, bantuan, dan dukungan dari para penatua dan saudara-saudari lain.”
Saudara-saudari merasa senang karena bisa berhimpun fisik lagi
Saudara-saudari di seluruh dunia sangat senang karena dapat kembali berhimpun di Balai Kerajaan. Banyak saudara-saudari menyumbang melalui berbagai cara yang disebutkan di donate.jw.org. Sumbangan Saudara bisa dipakai untuk membuat Balai Kerajaan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk berhimpun. Terima kasih banyak untuk kemurahan hati Saudara.
-
-
Bantuan Kemanusiaan di Tahun 2022—Bukti Nyata dari Kasih PersaudaraanBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Bantuan Kemanusiaan di Tahun 2022—Bukti Nyata dari Kasih Persaudaraan
1 JANUARI 2023
Alkitab menubuatkan bahwa di zaman kita, akan ada banyak perang, gempa bumi, wabah penyakit, dan ’hal-hal menakutkan’ lainnya. (Lukas 21:10, 11) Selama tahun dinas 2022, kita bisa melihat nubuat itu menjadi kenyataan.a Misalnya, perang di Ukraina masih terus berlanjut dan memengaruhi kehidupan jutaan orang. Sebagian besar penduduk dunia masih berupaya pulih dari pandemi COVID-19. Selain itu, ada banyak sekali orang yang menjadi korban bencana alam, seperti gempa bumi di Haiti dan badai-badai besar di Afrika bagian tenggara, Amerika Tengah, dan Filipina. Apa saja yang dilakukan Saksi-Saksi Yehuwa untuk membantu para korban bencana alam?
Selama tahun dinas 2022, organisasi kita memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban dari kira-kira 200 bencana alam. Total dana yang dikeluarkan organisasi kita mencapai hampir 12 juta dolar (kira-kira 180 miliar rupiah).b Mari kita bahas bagaimana dana sumbangan digunakan untuk membantu para korban dari dua bencana alam.
Gempa Bumi di Haiti
Pada tanggal 14 Agustus 2021, gempa bumi berkekuatan 7,2 magnitudo mengguncang Haiti bagian selatan. Sayangnya, ada dua saudari dan satu saudara yang meninggal. Orang-orang yang selamat mengalami dampak fisik dan emosi. Seorang saudara bernama Stephane mengatakan, ”Di seluruh kota, ada banyak orang yang meninggal, dan selama lebih dari dua bulan, ada beberapa acara pemakaman setiap minggu.” Seorang saudara lain bernama Éliézer mengatakan, ”Banyak Saksi tidak punya rumah, pakaian, sepatu, dan kebutuhan dasar lainnya. Selama beberapa bulan, banyak orang hidup dalam ketakutan karena sering terjadi gempa susulan.”
Organisasi kita langsung turun tangan untuk membantu. Kantor cabang Haiti mengirimkan lebih dari 53 ton makanan, dan juga tenda, terpal, kasur, dan charger HP bertenaga surya. Selain itu, selama tahun dinas 2022, ada lebih dari 100 rumah yang berhasil diperbaiki atau dibangun kembali. Untuk membantu saudara-saudari di Haiti, dana yang dikeluarkan mencapai lebih dari satu juta dolar (lebih dari 15 miliar rupiah).
Menyalurkan bantuan berupa makanan di Haiti
Saudara-saudari kita di sana merasa sangat berterima kasih. Seorang saudari bernama Lorette mengatakan, ”Akibat gempa itu, rumah kami hancur dan kami kehilangan bisnis kami. Kami juga tidak punya makanan. Tapi, organisasi Yehuwa selalu membantu kami dan menyediakan semua yang kami butuhkan.” Seorang saudari bernama Micheline mengatakan, ”Gempa itu merusak tempat saya dan dua anak saya tinggal. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya hanya bisa berdoa, dan Yehuwa menjawab doa saya melalui organisasi-Nya. Sekarang kami punya rumah yang kuat. Saya ingin berupaya sebisa-bisanya untuk menunjukkan rasa syukur saya kepada Yehuwa.”
Apa yang dilakukan oleh organisasi diperhatikan oleh para pejabat setempat. Misalnya, direktur balai kota di L’Asile mengatakan, ”Saya kagum karena kalian cepat sekali memberikan bantuan. Kalian juga sangat merespek para pejabat di sini. Dan saya senang karena kalian tidak berupaya mencari uang. Kalian benar-benar ingin membantu orang lain. Kalian melakukan semua ini karena kasih.”
Badai Tropis Ana Menghantam Malawi dan Mozambik
Pada 24 Januari 2022, Badai Tropis Ana menerjang Mozambik dan kemudian Malawi. Dua negeri itu dilanda hujan deras dan angin kencang, yang kecepatannya mencapai 100 kilometer per jam. Akibat badai itu, banjir besar terjadi di banyak tempat, aliran listrik terputus, dan banyak jembatan hanyut.
Ada lebih dari 30.000 Saksi Yehuwa di Malawi dan Mozambik yang terkena dampak badai itu. Charles, seorang saudara yang membantu di bagian penanggulangan bencana, mengatakan, ”Sewaktu saya melihat kesulitan saudara-saudari dan semua kerugian yang mereka alami, saya merasa sangat sedih dan tidak berdaya.” Situasinya semakin sulit karena persediaan makanan dan hasil panen mereka ikut tersapu banjir. Selain itu, banyak saudara kehilangan rumah mereka. Seorang saudara kehilangan istrinya dan dua anak perempuannya yang masih kecil. Mereka tenggelam sewaktu perahu penyelamat yang mereka tumpangi terbalik.
Rumah yang rusak milik sepasang suami istri Saksi di Mozambik
Rumah mereka yang sudah diperbaiki
Badai itu sangat menakutkan. Pada jam 1 malam di Nchalo, Malawi, keluarga Sengeredo mendengar suara air yang bergemuruh. Ternyata, dua sungai di daerah itu meluap. Saudara Sengeredo memutuskan bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah. Itu adalah keputusan yang tepat, karena tidak lama setelah itu, banjir menghancurkan rumah mereka. Sebagian barang mereka rusak, dan sebagian lagi hanyut. Keluarga itu memutuskan untuk pergi ke Balai Kerajaan. Biasanya, mereka hanya perlu berjalan selama 30 menit dari rumah mereka. Tapi kali ini, mereka harus berjalan selama dua jam. Mereka tiba dalam keadaan lelah dan basah kuyup, tapi mereka selamat.
Kantor cabang Malawi dan Mozambik langsung bertindak untuk menyalurkan bantuan. Mereka meminta para pengawas wilayah dan penatua untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan saudara-saudari dan untuk memberikan dukungan secara rohani dan emosi. Beberapa Panitia Penanggulangan Bencana ditugasi untuk mengawasi penyaluran bantuan kemanusiaan. Semua panitia itu langsung membantu saudara-saudari kita untuk mendapat makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Lebih dari 33.000 dolar (lebih dari 500 juta rupiah) digunakan untuk menyediakan bantuan kemanusiaan dan lebih dari 300.000 dolar (lebih dari 4 miliar rupiah) digunakan untuk memperbaiki dan membangun kembali rumah-rumah.
Panitia Penanggulangan Bencana menggunakan dana dengan bijaksana. Itu sangat penting karena inflasi di sana sangat tinggi. Misalnya, selama tujuh bulan pertama sejak bantuan kemanusiaan mulai disalurkan, harga tepung jagung, yang adalah makanan pokok di Malawi, meningkat sekitar 70 persen. Harga bahan bakar juga meningkat. Untuk menghemat dana, saudara-saudara membeli makanan dan bahan bangunan dalam jumlah besar dari daerah setempat, bukan dari daerah lain. Dengan begitu, mereka bisa mendapat potongan harga dan mengurangi biaya pengiriman.
Saudara-saudari yang mendapat bantuan kemanusiaan merasa sangat tersentuh. Felisberto, seorang saudara di Mozambik, mengatakan. ”Saya belum pernah lihat organisasi lain yang memberikan bantuan sebanyak ini. Kalian menyediakan bahan bangunan, transportasi, pekerja, makanan, dan petunjuk yang pengasih. Saya benar-benar merasakan kasih persaudaraan yang Yesus sebutkan di Yohanes 13:34, 35.” Ester, seorang janda di Malawi yang rumahnya hancur karena bencana itu, mengatakan, ”Saya tadinya putus asa karena tidak punya cukup uang untuk membangun rumah yang baru. Jadi, waktu saudara-saudari datang dan membangun rumah untuk saya, saya merasa seperti sudah ada di Firdaus.”
Dunia baru yang Allah janjikan sudah semakin dekat. Tapi sebelum itu tiba, bencana alam akan semakin sering terjadi. (Matius 24:7, 8) Meski begitu, berkat sumbangan yang Saudara berikan dengan murah hati, kita yakin bahwa umat Yehuwa pasti akan mendapatkan bantuan kemanusiaan yang mereka butuhkan. Berbagai cara untuk menyumbang disebutkan di donate.jw.org. Terima kasih atas kemurahan hati Saudara.
-
-
Rak Beroda untuk Memberikan ”Kesaksian bagi Semua Bangsa”Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Rak Beroda untuk Memberikan ”Kesaksian bagi Semua Bangsa”
1 APRIL 2023
Selama lebih dari sepuluh tahun, kita sudah menggunakan rak beroda dalam pelayanan kita, dan rak ini menarik perhatian banyak orang. Di seluruh dunia, orang-orang yang melihat rak ini bisa langsung tahu bahwa itu milik Saksi-Saksi Yehuwa. Rak ini dirancang sedemikian rupa supaya terlihat menarik dan mudah digunakan. Saudara mungkin setuju dengan apa yang dikatakan Asenata, seorang saudari di Polandia: ”Rak ini sederhana tapi terlihat sangat bagus. Rak ini juga mudah digunakan dan dibawa ke sana kemari.”
Apakah Saudara ingin tahu bagaimana rak ini dirancang dan dibuat?
Merancang Rak yang Mudah Digunakan
Pada tahun 2001, dengan persetujuan Badan Pimpinan, saudara-saudari kita di Prancis mulai mencoba berbagai cara untuk memberikan kesaksian di tempat umum, termasuk dengan menggunakan rak beroda. Ada beberapa jenis rak yang mereka coba. Misalnya, mereka sempat menggunakan koper dan troli belanja untuk memajang dan menyimpan publikasi. Akhirnya, kantor cabang Prancis memilih satu jenis rak untuk digunakan oleh saudara-saudari di sana, dan rak jenis itu digunakan selama bertahun-tahun.
Rak beroda yang pertama-tama digunakan, Prancis, 2005
Saudara-saudari di Prancis mendapat hasil yang bagus dari cara baru untuk memberikan kesaksian ini. Jadi, pada tahun 2011, Badan Pimpinan menyetujui diadakannya uji coba kesaksian di tempat umum di New York City, AS, dengan menggunakan rak beroda dan meja. Para perintis yang mengikuti program itu merasakan bahwa rak beroda sangat enak digunakan, salah satunya karena rak itu bisa dipindah-pindahkan. Mereka juga memberikan saran yang bisa membuat rak itu semakin bagus. Karena terbuat dari kayu, rak itu cukup berat sehingga sulit untuk dibawa naik-turun tangga. Jadi, dibuatlah rak baru yang lebih ringan tapi juga cukup kokoh sehingga tidak mudah jatuh saat ada angin kencang. Roda-rodanya juga dibuat lebih besar dan kuat sehingga rak itu lebih mudah ditarik melewati jalan yang tidak rata. Selain itu, ada kotak kecil yang ditambahkan untuk menaruh stok publikasi.
Hasil dari uji coba itu sangat bagus! Jadi, pada tahun 2012, Badan Pimpinan menyetujui digunakannya rak beroda di seluruh dunia. Para saudara berhasil menemukan sebuah pabrik yang bisa memproduksi rak itu dalam jumlah besar dengan menggunakan bahan yang ringan tapi tidak mudah rusak.
Seiring berjalannya waktu, ada beberapa perubahan kecil yang dibuat. Misalnya, pada tahun 2015, rak itu mulai dilengkapi dengan kain penutup yang sisi depannya terbuat dari plastik. Dina, yang tinggal di Georgia, sangat menyukai penutup tambahan itu. Dia mengatakan, ”Sekarang, rak ini punya ’jas hujan’ sendiri supaya publikasi di dalamnya tidak rusak.” Pada tahun 2017, ada poster bermagnet yang disediakan untuk beberapa bahasa. Tomasz, seorang saudara di Polandia, mengatakan, ”Sebelumnya, waktu kita masih menggunakan poster dengan perekat, tidak mudah untuk mengganti setiap poster. Jadi, poster bermagnet ini adalah solusi yang sangat bagus.” Pada tahun 2019, ada beberapa perubahan lain yang dibuat, yang berhubungan dengan bahan dan pembuatan rak itu, supaya rak itu semakin tahan lama.
Pembuatan Rak Beroda
Semua rak beroda dibuat oleh satu pabrik dan dikirimkan ke seluruh dunia. Saat ini, harga satu rak beroda adalah 43 dolar AS (sekitar 650 ribu rupiah), belum termasuk ongkos kirim dan biaya lainnya. Sampai sekarang, lebih dari 16 juta dolar AS (sekitar 240 miliar rupiah) telah digunakan untuk membeli rak beroda, dan lebih dari 420.000 rak beroda telah dikirimkan ke sidang-sidang di seluruh dunia.
Untuk menghemat dana sumbangan, rak beroda selalu dipesan dalam jumlah besar. Selain itu, kalau ada satu bagian rak beroda yang rusak, sekarang sidang bisa memesan bagian itu saja dan memperbaiki rak tersebut sehingga mereka tidak perlu memesan rak yang baru.
Menggunakan Rak Beroda untuk Memberikan Kesaksian
Para penyiar di seluruh dunia senang menggunakan rak beroda. Martina, seorang saudari dari Ghana, mengatakan, ”Sewaktu mengabar, kita biasanya mendekati orang-orang. Tapi, saya senang berdinas dengan rak beroda, karena orang-oranglah yang mendekati kita. Bahkan orang yang sekadar melewati rak beroda pun bisa mendapat kesaksian.”
Di negeri lain di Afrika, seorang pria mendekati sebuah rak beroda dan mengambil beberapa publikasi dalam bahasanya. Seminggu kemudian, dia kembali dan mengatakan, ”Saya sudah membaca semua buku yang saya ambil. Informasi di dalamnya sangat penting. Saya akan membagikannya kepada keluarga saya di desa.” Desa itu terletak kira-kira 500 kilometer dari situ. Dua bulan kemudian, dia kembali dan mengatakan, ”Orang-orang di desa saya sudah membaca semua buku itu, dan mereka sangat menyukai apa yang mereka baca. Mereka mau menjadi Saksi Yehuwa. Tapi mereka punya beberapa pertanyaan. Misalnya, mereka tahu bahwa untuk dibaptis, mereka harus dibenamkan di dalam air. Tapi, di dekat desa kami tidak ada sungai. Apakah kami harus datang ke sini supaya bisa dibaptis?” Para penyiar di situ pun memperkenalkan pria itu kepada seorang perintis yang bisa berbicara dalam bahasa pria itu. Sejak saat itu, mereka berdua rutin membahas Alkitab.
Kita senang sekali melihat saudara-saudari menggunakan rak beroda untuk mengabar ”di seluruh bumi, sebagai kesaksian bagi semua bangsa”. (Matius 24:14) Bagaimana pembuatan semua rak beroda itu dibiayai? Dananya didapatkan dari sumbangan untuk pekerjaan sedunia. Banyak saudara-saudari memberikan sumbangan itu melalui donate.jw.org. Terima kasih untuk kemurahan hati Saudara.
-
-
Fasilitas Sekolah yang Memuliakan Pengajar Kita yang AgungBagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
-
-
BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN
Fasilitas Sekolah yang Memuliakan Pengajar Kita yang Agung
1 JULI 2023
Yehuwa senang mengajar umat-Nya. Karena itu, organisasi-Nya mengadakan sekolah-sekolah yang melatih para siswa untuk melakukan tugas mereka dengan baik. Salah satunya adalah Sekolah bagi Penginjil Kerajaan (SBPK). Beberapa tahun belakangan ini, organisasi Yehuwa terus berupaya meningkatkan kurikulum sekolah-sekolah teokratis dan juga menyediakan fasilitas yang lebih baik untuk mengadakan sekolah-sekolah itu. Salah satu tujuan utamanya adalah agar para siswa dan instruktur bisa belajar dan mengajar dengan lebih baik. Bagaimana sumbangan Saudara mendukung organisasi untuk mencapai tujuan itu?
Fasilitas yang Lebih Baik untuk Para Siswa yang Terus Bertambah
Sebelumnya, sekolah-sekolah teokratis biasanya hanya diadakan di Balai Kerajaan dan Balai Pertemuan. Tapi belakangan ini, organisasi telah membangun atau merenovasi bangunan-bangunan yang digunakan khusus untuk sekolah-sekolah teokratis. Ada setidaknya tiga alasan mengapa organisasi melakukan hal itu.
Kebutuhan yang semakin besar di lapangan. ”Kami mendapat laporan dari kantor-kantor cabang bahwa ada kebutuhan yang besar di lapangan,” kata Christopher Mavor, seorang asisten Panitia Dinas dari Badan Pimpinan. ”Misalnya, pada tahun 2019, kantor cabang Brasil melaporkan bahwa mereka masih membutuhkan kira-kira 7.600 lulusan SBPK untuk memenuhi kebutuhan di wilayah cabang mereka.” Kantor cabang Amerika Serikat melaporkan bahwa cabang mereka membutuhkan banyak perintis yang bisa melatih orang lain agar terampil melakukan kesaksian metropolitan, kesaksian di pelabuhan, dan kesaksian di penjara. Selain itu, dibutuhkan banyak saudara untuk membantu Departemen Rancang/Bangun Setempat dan Panitia Penghubung Rumah Sakit. Para lulusan SBPK bisa ikut membantu memenuhi semua kebutuhan itu.
Semakin banyak yang mendaftar untuk ikut sekolah. Di banyak cabang, jumlah saudara-saudari yang mendaftar untuk ikut SBPK jauh lebih banyak dari jumlah yang bisa ditampung fasilitas sekolah. Misalnya di Brasil, dalam satu tahun saja, kantor cabang menerima kira-kira 2.500 permohonan SBPK. Tapi karena terbatasnya fasilitas sekolah, kantor cabang hanya bisa menerima 950 siswa.
Kebutuhan akan tempat tinggal yang memadai. Kalau sekolah diadakan di Balai Kerajaan atau Balai Pertemuan, para siswa biasanya menginap di rumah saudara-saudari di daerah itu. Hal ini tidak menjadi masalah jika hanya ada beberapa kelas yang diadakan setiap tahun. Tapi kalau kelas lebih sering diadakan, saudara-saudari setempat mungkin kesulitan untuk menampung para siswa yang terus datang sepanjang tahun. Karena itu, organisasi memutuskan untuk membangun fasilitas tempat tinggal yang dekat dengan ruang kelas dan dirancang khusus sesuai kebutuhan para siswa.
Untuk membangun sebuah sekolah yang terdiri dari satu ruang kelas, tempat tinggal bagi para instruktur dan kira-kira 30 siswa, dan juga fasilitas lain yang dibutuhkan, biayanya bisa mencapai beberapa juta dolar AS, bergantung lokasinya dan beberapa faktor lain.
Di Mana dan Seperti Apa Fasilitas Sekolahnya?
Fasilitas sekolah biasanya dibangun di daerah yang jauh dari keramaian, di luar kota besar, tapi masih terjangkau dengan transportasi umum. Organisasi memilih daerah-daerah yang memiliki jumlah penyiar yang besar. Tujuannya adalah agar para penyiar itu bisa memberikan bantuan sewaktu sekolah diadakan dan juga bisa membantu merawat fasilitas sekolah dan berbagai peralatan di situ.
Fasilitas-fasilitas sekolah itu dilengkapi dengan perpustakaan, area belajar, komputer, printer, dan peralatan lainnya. Biasanya, ada juga ruang makan yang bisa digunakan oleh para instruktur dan siswa untuk makan bersama. Selain itu, ada juga tempat yang disediakan untuk berolahraga dan bersantai.
Desain ruang kelas juga dipikirkan dengan baik. Troy, yang melayani di Departemen Rancang/Bangun Sedunia di Warwick, New York, mengatakan, ”Kami berkonsultasi dengan Departemen Sekolah-Sekolah Teokratis untuk mengetahui desain ruang kelas yang bisa bermanfaat bagi para siswa. Saudara-saudara dari departemen itu memberikan petunjuk tentang ukuran ruang kelas, desainnya, dan juga pencahayaan dan peralatan audio-video yang dibutuhkan.” Zoltán, seorang instruktur SBPK di Hongaria, berkomentar tentang peralatan audio yang disediakan: ”Dulu, di kelas tidak ada mikrofon sama sekali, jadi kami biasanya harus mengingatkan para siswa untuk berbicara lebih keras. Tapi sekarang, kami tidak perlu melakukan itu lagi karena sudah ada mikrofon di setiap meja.”
”Tamu Istimewa yang Diundang Yehuwa”
Manfaat apa saja yang dirasakan para siswa dan instruktur yang menggunakan fasilitas-fasilitas sekolah ini? ”Suasananya sangat tenang,” kata Angela, yang pernah mengikuti SBPK di Palm Coast, Florida, AS. ”Semuanya dipersiapkan dengan baik, termasuk ruang kelas dan kamar-kamar kami, jadi kami bisa fokus belajar.” Csaba, seorang instruktur di Hongaria, senang karena bisa makan bersama para siswa. Dia bercerita, ”Waktu makan bersama, para siswa bisa bercerita kepada kami dengan lebih terbuka tentang diri mereka dan hal-hal yang pernah mereka alami. Kami jadi lebih mengenal mereka dan bisa menyesuaikan pembahasan di kelas dengan kebutuhan mereka.”
Bagi para siswa dan instruktur, fasilitas-fasilitas sekolah ini adalah berkat dari ’Pengajar kita yang Agung’, Yehuwa. (Yesaya 30:20, 21) Seorang saudari di Filipina, yang mengikuti SBPK di sebuah bangunan yang dibuat menjadi fasilitas sekolah, mengatakan, ”Suasana di fasilitas sekolah itu mengingatkan kami bahwa kami bukan hanya siswa tapi juga tamu istimewa yang diundang Yehuwa. Dia ingin memastikan kami tetap nyaman selama kami mempelajari Firman-Nya secara mendalam.”
Fasilitas-fasilitas sekolah bisa dibangun, direnovasi, dan dirawat berkat sumbangan Saudara, termasuk yang dikirimkan melalui donate.jw.org. Terima kasih banyak atas kemurahan hati Saudara.
-