PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Berimanlah Sepenuhnya kepada Kerajaan
    Menara Pengawal—2014 | 15 Oktober
    • Di bawah Kerajaan Allah, manusia menikmati kehidupan di bumi firdaus

      Berimanlah Sepenuhnya kepada Kerajaan

      ”Iman adalah penantian yang pasti akan perkara-perkara yang diharapkan.”​—IBR. 11:1.

      DAPATKAH SAUDARA MENJELASKAN?

      Gunakan keterangan ”Cara Allah Mewujudkan Kehendak-Nya” untuk meninjau ulang . . .

      • janji di Eden.

      • perjanjian Abraham dan perjanjian Daud.

      • perjanjian untuk imam seperti Melkhizedek.

      1, 2. Apa yang akan membuat kita semakin yakin bahwa kehendak Allah akan terwujud melalui Kerajaan-Nya? (b) Menurut Efesus 2:12, mengapa perjanjian-perjanjian itu membuat kita semakin yakin? (Lihat gambar di awal artikel.)

      SEBAGAI Saksi-Saksi Yehuwa, kita bersemangat dalam memberitakan bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya jalan keluar untuk masalah kita. Namun, apakah kita benar-benar yakin bahwa Kerajaan itu nyata dan akan mewujudkan kehendak Allah? Mengapa kita bisa beriman sepenuhnya kepada Kerajaan Allah?​—Ibr. 11:1.

      2 Melalui Kerajaan Mesias, kehendak Allah bagi umat manusia akan menjadi kenyataan. Kerajaan ini bisa berdiri dengan kokoh karena Allah memiliki hak yang mutlak untuk memerintah. Siapa Raja Kerajaan ini? Siapa saja yang akan ikut memerintah bersama sang Raja? Atas siapa saja mereka akan memerintah? Yehuwa sudah menetapkan semua itu secara sah melalui beberapa perjanjian. Perjanjian-perjanjian itu adalah kontrak, atau kesepakatan, yang dibuat oleh Yehuwa atau Putra-Nya, Yesus Kristus. Dengan mempelajari perjanjian-perjanjian ini, kita akan semakin mengerti bagaimana kehendak Allah akan terwujud dan yakin bahwa Kerajaan Allah tidak akan goyah.​—Baca Efesus 2:12.

      3. Apa yang akan kita pelajari di artikel ini dan artikel berikutnya?

      3 Di Alkitab, ada enam perjanjian utama yang berkaitan dengan Kerajaan Mesias yang dipimpin Kristus Yesus. Perjanjian-perjanjian itu adalah (1) perjanjian Abraham, (2) perjanjian Hukum, (3) perjanjian Daud, (4) perjanjian untuk imam seperti Melkhizedek, (5) perjanjian baru, dan (6) perjanjian Kerajaan. Mari kita pelajari apa kaitan setiap perjanjian dengan Kerajaan itu dan bagaimana Allah menggunakan setiap perjanjian untuk mewujudkan kehendak-Nya bagi bumi dan umat manusia.​—Lihat ”Cara Allah Mewujudkan Kehendak-Nya”.

      JANJI YANG MENUNJUKKAN BAHWA KEHENDAK ALLAH AKAN TERWUJUD

      4. Dalam buku Kejadian, apa saja yang Allah tetapkan setelah menciptakan bumi?

      4 Yehuwa menciptakan bumi agar manusia bisa hidup di situ. Setelah itu, Yehuwa menetapkan hal-hal berikut ini: (1) Ia akan menciptakan manusia sesuai gambar-Nya. (2) Manusia akan mengubah bumi menjadi firdaus dan memenuhinya dengan keturunan yang menaati Allah. (3) Manusia tidak boleh memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (Kej. 1:26, 28; 2:16, 17) Karena hal pertama sudah terlaksana, manusia hanya perlu melaksanakan dua hal berikutnya agar kehendak Allah terwujud. Jadi, mengapa Allah masih perlu membuat perjanjian-perjanjian?

      5, 6. (a) Bagaimana Setan berupaya menggagalkan kehendak Allah? (b) Bagaimana Yehuwa menangani pemberontakan di Eden?

      5 Setan mulai memberontak melawan Allah dan kehendak-Nya. Dia berupaya membuat manusia tidak taat terhadap Allah dengan menggoda Hawa untuk makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (Kej. 3:1-5; Pny. 12:9) Dengan melakukannya, Setan seolah-olah berkata bahwa Allah tidak berhak memerintah atas ciptaan-Nya. Belakangan, Setan juga menuduh bahwa manusia melayani Allah hanya demi kepentingan sendiri.​—Ayb. 1:9-11; 2:4, 5.

      6 Bagaimana Yehuwa menangani pemberontakan ini? Ia bisa saja langsung membinasakan para pemberontak itu. Tapi jika demikian, kehendak Allah agar bumi dipenuhi dengan keturunan Adam dan Hawa tidak akan terwujud. Maka, Yehuwa memilih untuk tidak langsung membinasakan para pemberontak itu. Sebaliknya, Ia memberikan nubuat yang luar biasa, yaitu janji di Eden. Janji ini menjamin bahwa setiap janji Allah untuk bumi dan untuk manusia akan menjadi kenyataan.​—Baca Kejadian 3:15.

      7. Apa yang ditunjukkan janji di Eden tentang si ular dan benihnya?

      7 Melalui janji di Eden, Allah menjatuhkan hukuman mati kepada si ular dan benihnya, yaitu Setan Si Iblis dan siapa pun yang ikut menentang hak Allah untuk memerintah. Allah memberikan wewenang untuk membinasakan para pemberontak itu kepada benih, atau keturunan, wanita itu. Jadi, janji di Eden menunjukkan bahwa Setan dan semua dampak pemberontakannya akan disingkirkan. Janji ini juga menunjukkan bagaimana semua itu akan terlaksana.

      8. Sampai di sini, apa yang kita ketahui tentang wanita itu dan benihnya?

      8 Siapa benih wanita itu? Benih itu pastilah makhluk roh. Mengapa? Karena sang benih akan ”meniadakan” Setan, yang adalah makhluk roh yang tidak kelihatan. (Ibr. 2:14) Maka, wanita yang melahirkan benih itu pastilah tidak kelihatan juga. Selama kira-kira 4.000 tahun setelah janji di Eden dibuat, benih ular terus bertambah banyak, tapi siapa persisnya wanita itu dan benihnya belum diketahui. Pada masa itu, Yehuwa membuat beberapa perjanjian yang menunjukkan siapa benih wanita itu dan yang memperlihatkan bagaimana Allah akan memperbaiki kerusakan akibat pemberontakan Setan.

      PERJANJIAN YANG MENUNJUKKAN SIAPA BENIH ITU

      9. Kapan perjanjian Abraham mulai berlaku?

      9 Sekitar 2000 tahun setelah membuat janji di Eden, Yehuwa memerintahkan Abraham untuk meninggalkan rumahnya di kota Ur dan pergi ke tanah Kanaan. (Kis. 7:2, 3) Allah berkata, ”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapakmu ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu; aku akan membuat bangsa yang besar darimu, dan aku akan memberkati engkau serta membuat namamu besar; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan dia yang menyumpahi engkau akan aku kutuk, dan semua keluarga di bumi pasti akan memperoleh berkat melalui engkau.” (Kej. 12:1-3) Janji Allah kepada Abraham disebut perjanjian Abraham. Kita tidak tahu kapan Allah pertama kali membuat janji-Nya dengan Abraham. Tapi kita tahu bahwa perjanjian itu mulai berlaku pada tahun 1943 SM, saat Abraham yang berumur 75 tahun meninggalkan Haran dan menyeberangi Sungai Efrat.

      10. (a) Bagaimana Abraham membuktikan bahwa dia sangat beriman kepada janji-janji Allah? (b) Keterangan apa saja yang Yehuwa beri tahukan secara bertahap tentang benih wanita itu?

      10 Yehuwa mengulangi janji-Nya kepada Abraham beberapa kali. Setiap kali melakukannya, Ia menambahkan lebih banyak keterangan. (Kej. 13:15-17; 17:1-8, 16) Abraham sangat beriman kepada janji-janji Allah sehingga dia rela mengorbankan putra yang dia sayangi. Maka, Yehuwa tergerak untuk memperkuat perjanjian itu dengan jaminan bahwa janji-Nya akan menjadi kenyataan. (Baca Kejadian 22:15-18; Ibrani 11:17, 18.) Setelah perjanjian Abraham mulai berlaku, Yehuwa secara bertahap memberitahukan keterangan-keterangan penting berikut tentang benih wanita itu. Benih ini akan berasal dari keluarga Abraham, akan menjadi banyak, akan menjadi raja-raja, akan menghancurkan semua musuh Allah, dan akan menjadi berkat bagi banyak orang.

      Abraham dalam perjalanan untuk mempersembahkan Ishak

      Abraham membuktikan bahwa dia sangat beriman kepada janji-janji Allah (Lihat paragraf 10)

      11, 12. Bagaimana Alkitab menjelaskan bahwa perjanjian Abraham akan mendatangkan manfaat yang lebih besar, dan apa pengaruhnya atas kita?

      11 Janji-janji dalam perjanjian Abraham pertama kali menjadi kenyataan sewaktu keturunan Abraham mewarisi Tanah Perjanjian. Namun, Alkitab berkata bahwa perjanjian ini akan mendatangkan manfaat yang jauh lebih besar lagi. (Gal. 4:22-25) Rasul Paulus menjelaskan bahwa bagian utama benih Abraham adalah Yesus Kristus. Bagian tambahan benih itu adalah ke-144.000 orang Kristen terurap. (Gal. 3:16, 29; Pny. 5:9, 10; 14:1, 4) Wanita dalam janji di Eden adalah bagian organisasi Allah di surga. Wanita ini disebut ”Yerusalem yang di atas” dan terdiri dari makhluk-makhluk roh yang setia. (Gal. 4:26, 31) Sesuai dengan perjanjian Abraham, benih wanita itu akan mendatangkan manfaat yang kekal bagi umat manusia.

      12 Perjanjian Abraham menjamin bahwa Kerajaan Allah akan berdiri di surga. Perjanjian ini juga membuka jalan bagi sang Raja dan rekan-rekannya untuk mewarisi Kerajaan itu. (Ibr. 6:13-18) Berapa lama perjanjian ini akan berlaku? Kejadian 17:7 berkata bahwa ini adalah ”perjanjian sampai waktu yang tidak tertentu [selamanya]”. Memang, perjanjian ini akan berakhir setelah Kerajaan Allah menghancurkan musuh-musuh Allah dan semua keluarga di bumi mendapat berkat. (1 Kor. 15:23-26) Tapi, manfaat perjanjian ini akan tetap ada untuk selamanya. Perjanjian Allah dengan Abraham membuktikan bahwa kehendak Yehuwa bagi manusia yang taat untuk ”memenuhi bumi” akan terwujud.​—Kej. 1:28.

      PERJANJIAN YANG MENJAMIN BAHWA KERAJAAN ITU KEKAL

      13, 14. Apa yang dijamin perjanjian Daud?

      13 Janji di Eden dan perjanjian Abraham menunjukkan bahwa Allah selalu memerintah dengan adil. Maka, Kerajaan Mesias yang Allah dirikan pastilah adil juga. (Mz. 89:14) Apakah suatu saat nanti Kerajaan Mesias akan memerintah secara tidak adil sehingga perlu diganti? Sebuah perjanjian lain menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi.

      14 Yehuwa membuat sebuah janji kepada Raja Daud dari Israel zaman dulu. Janji itu disebut perjanjian Daud. (Baca 2 Samuel 7:12, 16.) Yehuwa berjanji bahwa Mesias akan berasal dari keturunan Daud. (Luk. 1:30-33) Dengan demikian, Yehuwa memberikan keterangan yang lebih jelas tentang garis keluarga Mesias. Yehuwa berkata bahwa keturunan Daud ini akan ”memiliki hak yang sah” untuk menjadi Raja Kerajaan Mesias. (Yeh. 21:25-27) Pemerintahan Daud akan ada selamanya karena Yesus, sebagai keturunan Daud, ”akan ada sampai waktu yang tidak tertentu, dan takhtanya [akan bertahan] seperti matahari”. (Mz. 89:34-37) Kita dapat yakin bahwa pemerintahan Mesias akan selalu memerintah dengan adil dan menghasilkan manfaat yang kekal!

      PERJANJIAN UNTUK IMAM

      15-17. Menurut perjanjian untuk imam seperti Melkhizedek, tugas tambahan apa yang akan dimiliki benih itu, dan mengapa?

      15 Perjanjian Abraham dan perjanjian Daud menjamin bahwa benih wanita itu akan memerintah sebagai raja. Tapi, agar seluruh umat manusia bisa mendapat manfaat, benih itu harus menjadi imam juga. Hanya imam-lah yang bisa mempersembahkan korban, agar manusia bisa bebas dari dosa dan menjadi anggota keluarga Yehuwa yang melayani-Nya dengan setia di surga dan di bumi. Untuk memastikan bahwa benih itu akan menjadi imam, Yehuwa membuat sebuah kesepakatan lain, yaitu perjanjian untuk imam seperti Melkhizedek.

      16 Dari kata-kata-Nya kepada Raja Daud, Allah mengungkapkan bahwa Ia sendiri akan membuat perjanjian dengan Yesus. Perjanjian ini mencakup dua hal: pertama, Yesus akan ’duduk di sebelah kanan Allah’ dan mendapat wewenang untuk mengalahkan semua musuhnya; dan kedua, Yesus akan menjadi ”imam sampai waktu yang tidak tertentu seperti Melkhizedek”. (Baca Mazmur 110:1, 2, 4.) Namun, mengapa Yesus akan menjadi imam ”seperti Melkhizedek”? Sebelum keturunan Abraham menaklukkan Tanah Perjanjian, Melkhizedek adalah raja kota Salem sekaligus ”imam Allah Yang Mahatinggi”. (Ibr. 7:1-3) Yehuwa sendiri menunjuk Melkhizedek sebagai raja dan imam, dan dia adalah satu-satunya orang yang dicatat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memiliki dua kedudukan itu sekaligus. Juga, karena Melkhizedek tidak memiliki pendahulu atau penerus dalam kedudukan itu, dia seolah-olah adalah ”imam sampai waktu yang tidak tertentu”, atau selamanya.

      17 Sesuai perjanjian ini, Yesus ditunjuk langsung oleh Allah untuk menjadi imam. Yesus akan menjadi ”imam untuk selamanya seperti Melkhizedek”. (Ibr. 5:4-6) Dengan demikian, Yehuwa menjamin bahwa Ia akan menggunakan Kerajaan Mesias untuk mewujudkan kehendak-Nya bagi manusia dan bumi.

      KERAJAAN INI BERDIRI ATAS DASAR PERJANJIAN YANG SAH

      18, 19. (a) Apa kaitan perjanjian-perjanjian yang sudah kita bahas dengan Kerajaan? (b) Apa yang akan kita bahas di artikel berikut?

      18 Sejauh ini, kita sudah membahas bahwa setiap perjanjian berkaitan dengan Kerajaan Mesias dan bahwa Kerajaan itu memiliki dasar yang sah. Janji di Eden menjamin bahwa Yehuwa akan menggunakan benih wanita itu untuk mewujudkan kehendak-Nya bagi bumi dan umat manusia. Perjanjian Abraham mengungkapkan siapa benih itu dan apa perannya nanti.

      19 Perjanjian Daud memberitahukan lebih banyak keterangan tentang garis keluarga Mesias. Perjanjian itu juga menjadi dasar bahwa Yesus berhak memerintah atas bumi untuk selamanya. Perjanjian untuk imam seperti Melkhizedek menjamin bahwa benih ini akan melayani sebagai imam. Tapi, Yesus tidak akan sendirian membantu manusia menjadi sempurna. Ada lagi yang telah dilantik untuk menjadi raja-raja dan imam-imam. Siapa mereka? Kita akan membahasnya di artikel berikut.

  • Berimanlah Sepenuhnya kepada Kerajaan
    Menara Pengawal—2014 | 15 Oktober
    • CARA ALLAH MEWUJUDKAN KEHENDAK-NYA

      Yesus menyerahkan Kerajaan kembali kepada Allah

      Janji di Eden menunjukkan bahwa Allah akan menggunakan Kerajaan-Nya untuk mewujudkan kehendak-Nya bagi bumi dan umat manusia. Enam perjanjian berikut ini berperan dalam mewujudkan kehendak Allah:

      PERJANJIAN ABRAHAM

      ANTARA: Yehuwa dan Abraham

      TUJUAN: Menjamin bahwa ”benih” dari ”wanita” di Kejadian 3:15 akan menjadi penguasa Kerajaan itu

      PERJANJIAN HUKUM

      ANTARA: Yehuwa dan bangsa Israel

      TUJUAN: Melindungi ”benih” dan membantu orang-orang mengetahui siapa Mesias itu

      PERJANJIAN DAUD

      ANTARA: Yehuwa dan Daud

      TUJUAN: Menjamin bahwa Raja Mesias akan berasal dari keturunan Daud dan bahwa Kerajaan itu akan ada selamanya

      PERJANJIAN UNTUK IMAM SEPERTI MELKHIZEDEK

      ANTARA: Yehuwa dan Yesus

      TUJUAN: Menjamin bahwa bagian utama ”benih” wanita, yaitu Yesus, akan menjadi raja dan imam untuk selamanya

      PERJANJIAN BARU

      ANTARA: Yehuwa dan orang-orang Kristen terurap

      TUJUAN: Menyediakan dasar yang sah bagi 144.000 orang Kristen untuk diangkat sebagai putra-putra Allah dan untuk menjadi bagian tambahan ”benih” itu

      PERJANJIAN KERAJAAN

      ANTARA: Yesus dan orang-orang Kristen terurap

      TUJUAN: Menyediakan dasar yang sah untuk mempersatukan orang-orang Kristen terurap dengan Kristus sebagai raja-raja dan imam-imam di surga

  • Kamu Akan Menjadi ”Kerajaan Imam”
    Menara Pengawal—2014 | 15 Oktober
    • Yesus menetapkan Perjamuan Malam Tuan

      Kamu Akan Menjadi ”Kerajaan Imam”

      ”Kamu akan menjadi bagiku suatu kerajaan imam dan suatu bangsa yang kudus.”​—KEL. 19:6.

      DAPATKAH SAUDARA MENJELASKAN?

      Gunakan keterangan ”Cara Allah Mewujudkan Kehendak-Nya” untuk meninjau ulang . . .

      • perjanjian Hukum.

      • perjanjian baru.

      • perjanjian Kerajaan.

      1, 2. Mengapa benih wanita itu perlu dilindungi?

      NUBUAT pertama dalam Alkitab adalah kunci untuk memahami bagaimana kehendak Allah akan terwujud. Ketika Allah membuat janji di Eden, Ia berkata, ”Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau [Setan] dan wanita itu dan antara benihmu dan benihnya.” Seberapa sengitkah permusuhan ini? Yehuwa berkata, ”Ia [benih wanita itu] akan meremukkan kepalamu [Setan] dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej. 3:15) Permusuhan antara Setan dan wanita itu sangatlah sengit sampai-sampai Iblis berupaya sebisa-bisanya untuk menghancurkan benih itu.

      2 Itulah sebabnya sang pemazmur berdoa tentang umat Allah, ”Lihat! musuh-musuhmu hiruk pikuk; dan orang-orang yang sangat membencimu mengangkat kepala mereka. Mereka dengan licik mengadakan pembicaraan konfidensial melawan umatmu; dan mereka berkomplot melawan orang-orang yang kausembunyikan. Mereka berkata, ’Ayo, mari kita singkirkan mereka sebagai bangsa.’” (Mz. 83:2-4) Tujuan Setan adalah menghancurkan dan merusak garis keturunan benih itu. Untuk melindungi benih itu dan menjamin bahwa Kerajaan Mesias akan berdiri, Yehuwa membuat perjanjian-perjanjian lainnya.

      PERJANJIAN YANG MELINDUNGI BENIH ITU

      3, 4. (a) Kapan perjanjian Hukum mulai berlaku, dan bangsa Israel setuju untuk melakukan apa? (b) Perjanjian Hukum dibuat untuk melindungi siapa?

      3 Setelah keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub berlipat ganda menjadi jutaan orang, Yehuwa menjadikan mereka suatu bangsa, yaitu Israel zaman dulu. Dengan Musa sebagai perantaranya, Allah membuat perjanjian khusus dengan bangsa ini, yaitu perjanjian Hukum. Yehuwa memberi mereka Hukum, dan Israel setuju untuk menaatinya. Alkitab berkata, ”[Musa] mengambil buku perjanjian dan membacakannya ke telinga bangsa itu. Kemudian mereka mengatakan, ’Semua yang telah Yehuwa katakan kami rela lakukan dan taati.’ Maka Musa mengambil darah [lembu jantan korban] dan memercikkannya pada bangsa itu dan mengatakan, ’Inilah darah perjanjian yang telah Yehuwa adakan denganmu yang berkaitan dengan semua firman ini.’”​—Kel. 24:3-8.

      4 Perjanjian Hukum mulai berlaku pada tahun 1513 SM. Melalui perjanjian ini, Yehuwa memilih bangsa Israel zaman dulu sebagai bangsa yang istimewa. Allah kemudian menjadi Hakim, Pemberi Hukum, dan Raja mereka. (Yes. 33:22) Sejarah Israel memperlihatkan apa yang terjadi sewaktu bangsa itu menaati atau melawan perintah Allah. Sesuai Hukum Allah, mereka tidak boleh menikah dengan orang kafir atau menyembah allah lain. Hukum itu dibuat untuk melindungi keturunan Abraham agar tidak tercemar.​—Kel. 20:4-6; 34:12-16.

      5. (a) Kesempatan apa yang dibuka perjanjian Hukum bagi bangsa Israel? (b) Mengapa Yehuwa menolak Israel?

      5 Di bawah perjanjian Hukum, imam-imam dilantik untuk melayani di Israel. Para imam itu melambangkan kelompok imam lain yang akan melayani manusia dengan lebih baik di masa depan. (Ibr. 7:11; 10:1) Sebenarnya, perjanjian Hukum membuka kesempatan bagi bangsa Israel untuk menjadi ”kerajaan imam”. Untuk mendapat hak istimewa itu, mereka harus menaati hukum-hukum Yehuwa. (Baca Keluaran 19:5, 6.) Namun, mereka tidak taat. Israel tidak menerima Mesias, yang adalah bagian utama benih Abraham. Mereka malah menolak Yesus, sehingga Allah menolak mereka.

      Allah menetapkan perjanjian Hukum dengan bangsa Israel di Gunung Sinai

      Walaupun bangsa Israel tidak taat, tidak berarti perjanjian Hukum itu gagal (Lihat paragraf 3-6)

      6. Apa tujuan Hukum yang Yehuwa berikan kepada bangsa Israel?

      6 Karena tidak setia kepada Yehuwa, bangsa Israel tidak menjadi kerajaan imam. Tapi, ini tidak berarti bahwa Hukum itu gagal. Hukum sudah melindungi benih dan membantu orang-orang mengetahui siapa Mesias itu. Setelah Yesus datang ke bumi dan dikenali sebagai Mesias, atau Kristus, tujuan Hukum tercapai. Alkitab berkata, ”Kristus adalah akhir dari Hukum.” (Rm. 10:4) Jadi, kelompok mana yang akan mendapat kesempatan untuk menjadi kerajaan imam? Suatu bangsa baru, yang Yehuwa bentuk melalui sebuah kontrak lain.

      DIBENTUKNYA BANGSA BARU

      7. Apa yang Yehuwa nubuatkan melalui Yeremia?

      7 Jauh sebelum perjanjian Hukum diakhiri, Yehuwa sudah menubuatkan melalui nabi Yeremia bahwa Ia akan membuat ”perjanjian baru” dengan bangsa Israel. (Baca Yeremia 31:31-33.) Perjanjian ini berbeda dengan perjanjian Hukum karena tidak memerlukan korban binatang untuk pengampunan dosa. Mengapa bisa begitu?

      8, 9. (a) Apa manfaat darah Yesus bagi banyak orang? (b) Kesempatan apa yang diberikan kepada orang-orang yang ikut dalam perjanjian baru? (Lihat gambar di awal artikel.)

      8 Ratusan tahun kemudian, pada 14 Nisan tahun 33 M, Yesus memulai sebuah acara peringatan baru, yaitu Perjamuan Malam Tuan. Mengenai cawan anggur, Yesus memberi tahu ke-11 rasulnya yang setia, ”Cawan ini mengartikan perjanjian baru atas dasar darahku, yang akan dicurahkan demi kepentingan kamu.” (Luk. 22:20) Menurut catatan Matius, Yesus berkata, ”Ini mengartikan ’darah perjanjianku’, yang akan dicurahkan demi kepentingan banyak orang untuk pengampunan dosa.”​—Mat. 26:27, 28.

      9 Darah korban Yesus membuat ”perjanjian baru” berlaku. Darah itu dipersembahkan sekali, tapi banyak orang bisa mendapat pengampunan dosa untuk selamanya. Yesus tidak ikut dalam perjanjian baru. Dia tidak berdosa sehingga tidak membutuhkan pengampunan. Tapi, Allah bisa menggunakan nilai korban Yesus untuk mengampuni manusia. Allah juga bisa menggunakan roh kudus-Nya untuk melantik sebagian manusia yang setia dan mengangkat mereka ”menjadi putra”. (Baca Roma 8:14-17.) Yehuwa pun bisa menganggap mereka tidak berdosa, sama seperti Putra-Nya, Yesus. Orang-orang terurap ini akan menjadi ”sesama ahli waris bersama Kristus”. Mereka juga akan mendapat kesempatan dan hak istimewa yang tadinya dimiliki bangsa Israel, yaitu untuk menjadi ”kerajaan imam”. Rasul Petrus berkata tentang mereka, ”Kamu adalah ’ras yang dipilih, keimaman kerajaan, bangsa yang kudus, umat untuk milik yang istimewa, agar kamu menyiarkan keluhuran’ pribadi yang memanggilmu keluar dari kegelapan ke dalam terangnya yang menakjubkan.” (1 Ptr. 2:9) Jelaslah, perjanjian baru sangat penting! Karena perjanjian ini, murid-murid Yesus bisa menjadi bagian tambahan benih Abraham.

      ”PERJANJIAN BARU” MULAI BERLAKU

      10. Kapan ”perjanjian baru” mulai berlaku, dan mengapa?

      10 ”Perjanjian baru” belum berlaku pada Perjamuan Malam Tuan. Mengapa? Karena perjanjian itu hanya bisa berlaku setelah Yesus kembali ke surga dan mempersembahkan nilai korbannya. Selain itu, orang-orang yang akan menjadi ”sesama ahli waris bersama Kristus” harus diurapi dulu dengan roh kudus. Maka, ”perjanjian baru” mulai berlaku pada Pentakosta tahun 33 M, sewaktu murid-murid Yesus mendapat roh Allah.

      11. Mengapa orang Yahudi dan non-Yahudi bisa menjadi bagian Israel rohani, dan berapa banyak yang terlibat dalam perjanjian baru?

      11 Karena Yehuwa memberitahukan melalui Yeremia bahwa Ia akan membuat perjanjian baru dengan Israel, dapat disimpulkan bahwa perjanjian Hukum pada akhirnya tidak akan diperlukan lagi. Perjanjian Hukum berakhir ketika ”perjanjian baru” mulai berlaku. (Ibr. 8:13) Melalui perjanjian baru, orang Yahudi dan non-Yahudi yang tidak bersunat bisa memiliki kesempatan yang sama untuk mewarisi Kerajaan Allah, karena sunat mereka adalah ”sunat pada hati karena roh, dan bukan karena kaidah tertulis”. (Rm. 2:29) Allah menaruh hukum-Nya dalam pikiran mereka dan dalam hati mereka. (Ibr. 8:10) ”Perjanjian baru” melibatkan ke-144.000 orang terurap. Mereka membentuk bangsa baru yang disebut ”Israel milik Allah”, atau Israel rohani.​—Gal. 6:16; Pny. 14:1, 4.

      12. Apa bedanya perjanjian Hukum dan perjanjian baru?

      12 Apa bedanya perjanjian Hukum dan perjanjian baru? Perjanjian Hukum diadakan antara Yehuwa dan bangsa Israel, sedangkan ”perjanjian baru” diadakan antara Yehuwa dan Israel rohani. Perantara perjanjian Hukum adalah Musa, dan Perantara perjanjian baru adalah Yesus. Perjanjian Hukum berlaku melalui darah binatang, dan ”perjanjian baru” berlaku melalui darah korban Yesus. Dalam perjanjian Hukum, Musa adalah pemimpin bangsa Israel. Sedangkan Pemimpin atas orang-orang yang terlibat dalam perjanjian baru adalah Yesus, sang Kepala sidang.​—Ef. 1:22.

      13, 14. (a) Apa kaitan ”perjanjian baru” dengan Kerajaan? (b) Apa yang dibutuhkan agar Israel rohani bisa memerintah bersama Kristus di surga?

      13 Apa kaitan ”perjanjian baru” dengan Kerajaan? Perjanjian ini membentuk bangsa yang kudus yang memiliki kesempatan untuk menjadi raja dan imam dalam Kerajaan di surga. Bangsa itu menjadi bagian tambahan benih Abraham. (Gal. 3:29) Jadi, ”perjanjian baru” memastikan bahwa perjanjian Abraham akan terwujud.

      14 ”Perjanjian baru” membentuk bangsa Israel rohani dan menyediakan dasar bagi orang-orang terurap untuk menjadi ”sesama ahli waris bersama Kristus”. Tapi, agar orang-orang terurap itu bisa menjadi raja dan imam di surga, dibutuhkan sebuah kesepakatan lain.

      PERJANJIAN UNTUK MEMERINTAH BERSAMA KRISTUS

      15. Perjanjian apa yang Yesus sendiri buat dengan rasul-rasulnya yang setia?

      15 Setelah Perjamuan Malam Tuan yang pertama, Yesus membuat perjanjian dengan murid-muridnya yang setia, yaitu perjanjian Kerajaan. (Baca Lukas 22:28-30.) Berbeda dengan perjanjian-perjanjian sebelumnya, Yehuwa tidak ikut dalam perjanjian ini. Sebaliknya, ini adalah perjanjian antara Yesus sendiri dengan orang-orang terurap. Saat Yesus berkata ”sebagaimana Bapakku telah membuat perjanjian denganku”, Yesus mungkin memaksudkan perjanjian yang Yehuwa buat dengannya untuk menjadi ”imam untuk selamanya seperti Melkhizedek”.​—Ibr. 5:5, 6.

      16. Apa yang dijamin perjanjian Kerajaan bagi orang Kristen terurap?

      16 Ke-11 rasul Yesus tetap setia kepadanya selama dia mengalami cobaan. Perjanjian Kerajaan menjamin bahwa para rasul akan duduk di atas takhta dan memerintah sebagai raja dan melayani sebagai imam bersama Yesus di surga. Tapi, bukan hanya ke-11 rasul yang akan mendapat hak istimewa ini. Dalam penglihatan rasul Yohanes, Yesus berkata, ”Orang yang menang akan kuperkenankan duduk bersamaku di atas takhtaku, sebagaimana aku pun telah menang dan duduk bersama Bapakku di takhtanya.” (Pny. 3:21) Yesus memaksudkan semua orang Kristen terurap yang setia. Jadi, perjanjian Kerajaan berlaku bagi ke-144.000 orang terurap. (Pny. 5:9, 10; 7:4) Inilah kesepakatan yang dibutuhkan agar mereka bisa memerintah bersama Yesus di surga. Ini mirip seperti pengantin perempuan yang menikah dengan seorang raja. Setelah menikah, pengantin perempuan itu bisa memerintah bersama sang raja. Alkitab memang menyebut orang Kristen terurap sebagai ”pengantin perempuan” Kristus, ”perawan yang murni” yang ditunangkan dengan Kristus.​—Pny. 19:7, 8; 21:9; 2 Kor. 11:2.

      BERIMANLAH SEPENUHNYA KEPADA KERAJAAN ALLAH

      17, 18. (a) Jelaskan dengan singkat enam perjanjian yang berkaitan dengan Kerajaan yang telah kita bahas. (b) Mengapa kita bisa sepenuhnya beriman kepada Kerajaan?

      17 Semua perjanjian yang telah kita bahas di kedua artikel ini berkaitan dengan setidaknya salah satu bagian penting Kerajaan. (Lihat ”Cara Allah Mewujudkan Kehendak-Nya”.) Jelaslah bahwa berdasarkan semua perjanjian ini, Kerajaan itu dijamin akan berhasil. Maka, kita dapat percaya sepenuhnya bahwa Allah akan menggunakan Kerajaan Mesias untuk mewujudkan kehendak-Nya bagi manusia dan bumi.​—Pny. 11:15.

      Yesus dan orang-orang Kristen terurap memerintah dari surga

      Melalui perjanjian Kerajaan, Yehuwa akan mewujudkan kehendak-Nya bagi bumi (Lihat paragraf 15-18)

      18 Tidak diragukan, Kerajaan itu adalah satu-satunya jalan keluar bagi masalah-masalah umat manusia. Kita benar-benar yakin bahwa Kerajaan itu akan mendatangkan manfaat yang kekal bagi semua manusia. Semoga kita dengan bersemangat memberi tahu orang lain tentang kebenaran yang menakjubkan ini!​—Mat. 24:14.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan