-
Belajar dari Rancangan di AlamSedarlah!—2000 | 22 Januari
-
-
Belajar dari Rancangan di Alam
”Banyak temuan terbaik kita ditiru dari, atau telah digunakan oleh, makhluk hidup lain.”—Phil Gates, Wild Technology.
SEBAGAIMANA disebutkan dalam artikel sebelumnya, ilmu sains biomimetika bertujuan menghasilkan material dan mesin yang lebih rumit dengan meniru alam. Alam menghasilkan produk-produknya tanpa menyebabkan polusi, dan produk-produk ini cenderung tangguh dan ringan, namun luar biasa kuat.
Misalnya, kalau dihitung dari beratnya, tulang lebih kuat daripada baja. Apa rahasianya? Sebagian rahasianya terletak pada bentuk tulang yang direkayasa dengan sangat baik, tetapi alasan kuncinya terletak lebih dalam lagi—pada tingkat molekuler. ”Keberhasilan organisme hidup terletak pada rancangan dan perakitan komponen-komponennya yang terkecil,” jelas Gates. Setelah meneliti komponen-komponen terkecil ini, para ilmuwan berhasil memisahkan senyawa-senyawa yang membuat produk-produk alam, dari tulang hingga sutra, memiliki kekuatan dan keringanan yang membuat iri manusia. Mereka menemukan bahwa senyawa-senyawa ini adalah berbagai bentuk komposit alam.
Keajaiban Komposit
Komposit adalah material padat yang dihasilkan sewaktu dua senyawa atau lebih berpadu membentuk suatu senyawa baru dengan sifat-sifat yang lebih unggul daripada unsur-unsur semulanya. Contohnya adalah serat kaca komposit sintetis, atau fiberglass, yang umumnya digunakan pada badan kapal, tongkat pancing, anak panah, dan peralatan olahraga lainnya.a Fiberglass dibuat dengan memasukkan serat-serat kaca yang halus ke dalam matriks plastik (disebut polimer) yang cair atau berupa agar-agar. Sewaktu polimer tersebut mengeras, hasil akhirnya adalah komposit yang ringan, kuat, dan lentur. Dengan mengubah jenis serat dan matriksnya, banyak sekali jenis produk yang dapat dihasilkan. Tentu saja, komposit buatan manusia masih kasar dibandingkan dengan yang secara alami terdapat dalam tubuh manusia, binatang, dan tumbuhan.
Dalam tubuh manusia dan binatang, sebaliknya dari serat kaca atau karbon, suatu protein berserat yang disebut kolagen menjadi bahan dasar komposit yang memberi kekuatan pada kulit, usus, tulang rawan, tendon, tulang, dan gigi (kecuali pada email).b Sebuah karya referensi melukiskan bahwa komposit dari kolagen ”termasuk material komposit yang paling mutakhir dalam hal struktur yang diketahui”.
Sebagai contoh, perhatikan tendon, yang mengikat otot ke tulang. Tendon sangat mengagumkan, bukan hanya karena ketangguhan serat kolagennya, melainkan juga karena serat-serat ini dianyam secara cemerlang. Dalam buku Biomimicry, Janine Benyus menulis bahwa tendon yang utuh ”memiliki lapisan demi lapisan yang tersusun dengan ketepatan yang nyaris tak terbayangkan. Tendon pada lengan depan Anda merupakan seikat kabel terpilin, seperti kabel yang digunakan pada jembatan gantung. Setiap kabel itu sendiri merupakan ikatan terpilin dari kabel-kabel yang lebih tipis lagi. Setiap kabel yang lebih tipis ini sendiri merupakan ikatan terpilin dari molekul-molekul yang, tentu saja, merupakan ikatan heliks terpilin dari atom-atom. Lagi-lagi tersingkap keindahan matematis.” Ia mengatakan bahwa itu adalah ”kecemerlangan dalam bidang rekayasa”. Apakah mengherankan bila para ilmuwan mengaku tergugah oleh rancangan alam?—Bandingkan Ayub 40:15, 17.
Seperti telah disebutkan, komposit buatan manusia kalah jauh dibandingkan dengan komposit alam. Meskipun demikian, material sintetis adalah produk yang mengagumkan. Sebenarnya, itu termasuk di antara sepuluh prestasi dalam bidang rekayasa yang paling menonjol dalam 25 tahun terakhir. Misalnya, komposit dari serat grafit atau karbon telah menghasilkan generasi baru komponen pesawat terbang dan pesawat luar angkasa, peralatan olahraga, mobil balap Formula Satu, kapal layar balap, dan anggota badan tiruan yang ringan—ini baru sebagian kecil dari daftar yang kian bertambah panjang dengan cepat.
Blubber Ajaib yang Serbaguna
Meskipun tidak disadari oleh ikan paus dan lumba-lumba, tubuh mereka sebenarnya terbungkus dalam suatu jaringan ajaib—blubber, sejenis lemak. ”Barangkali, blubber pada ikan paus merupakan material paling serbaguna yang kita kenal,” kata buku Biomimetics: Design and Processing of Materials. Seraya menjelaskan alasannya, buku itu menambahkan bahwa blubber merupakan peralatan apung yang mengagumkan sehingga membantu ikan paus muncul ke permukaan untuk bernapas. Bagi mamalia berdarah panas ini, blubber merupakan penyekat yang sangat baik terhadap dinginnya samudra. Blubber juga merupakan cadangan makanan terbaik selama migrasi tanpa makan sejauh ribuan kilometer. Sebenarnya, kalau dihitung dari beratnya, lemak menghasilkan dua hingga tiga kali lipat energi daripada protein dan gula.
”Blubber juga merupakan material yang sangat kenyal seperti karet,” menurut buku tersebut. ”Menurut perkiraan kita yang terbaik sekarang ini, sewaktu blubber kembali ke bentuk semula setelah ditekan dan direntangkan setiap kali paus mengibaskan ekornya, percepatan yang dihasilkan dapat menghemat hingga 20% energi yang dikeluarkan selama paus berenang terus-menerus untuk waktu yang lama.”
Selama berabad-abad, blubber telah dipanen orang, namun baru belakangan ini diketahui bahwa kira-kira setengah volume blubber terdiri dari anyaman rumit serat kolagen yang membungkus setiap binatang. Meskipun para ilmuwan masih mencoba memahami cara kerja paduan komposit lemak ini, mereka yakin bahwa mereka telah menemukan satu lagi produk ajaib yang akan banyak kegunaannya jika dihasilkan secara sintetis.
Rekayasa Jenius Berkaki Delapan
Pada tahun-tahun belakangan ini, para ilmuwan juga telah meneliti laba-laba. Mereka sangat berminat mengetahui bagaimana laba-laba menghasilkan benang sutranya, yang juga adalah sejenis komposit. Memang, ada banyak serangga yang menghasilkan benang sutra, tetapi benang sutra laba-laba memiliki keistimewaan. Ia termasuk material terkuat di bumi, sampai-sampai seorang penulis sains menyebutnya ”material impian”. Sutra laba-laba sedemikian unggulnya sehingga kita nyaris tidak percaya bila melihat daftar sifat-sifatnya yang mengagumkan.
Mengapa para ilmuwan sedemikian mengagumi benang sutra laba-laba? Selain lima kali lebih kuat daripada baja, sutra laba-laba juga sangat elastis—suatu kombinasi material yang jarang. Sutra laba-laba dapat merentang 30 persen lebih panjang daripada nilon yang paling elastis. Namun, ia tidak melenting seperti trampolin sehingga melemparkan makanan si laba-laba ke udara. ”Dalam skala manusia,” kata Science News, ”sebuah jaring laba-laba yang menyerupai jaring nelayan dapat menangkap sebuah pesawat terbang penumpang.”
Jika kita dapat meniru keajaiban kimia laba-laba—dua spesies bahkan menghasilkan tujuh jenis sutra—bayangkan saja kegunaannya! Sabuk pengaman yang jauh lebih baik, serta benang jahit luka, jaringan ikat tiruan, kabel yang ringan, dan kain antipeluru, ini hanyalah beberapa kemungkinannya. Para ilmuwan juga sedang mencoba memahami bagaimana laba-laba membuat sutra sedemikian efisiennya—dan tanpa menggunakan bahan kimia yang beracun.
Persneling dan Mesin Jet Alam
Persneling dan mesin jet memungkinkan dunia sekarang terus bergerak. Tetapi, tahukah Anda bahwa alam juga mengalahkan kita dalam hal rancangan ini? Misalnya, perhatikan persneling. Persneling memungkinkan kita mengganti gigi kendaraan sehingga mesin mobil dimanfaatkan seefisien mungkin. Demikian pula yang dilakukan persneling alam, meskipun ia tidak menghubungkan mesin ke roda. Sebaliknya, ia menghubungkan sayap ke sayap! Di mana kita dapat menemukannya? Pada lalat rumah. Lalat memiliki persneling tiga gigi yang menghubungkan sayap-sayapnya, memungkinkannya mengganti gigi sambil terbang!
Cumi-cumi, gurita, dan nautilus, semuanya memiliki semacam pendorong jet yang melesatkan mereka menembus air. Para ilmuwan merasa iri melihat jet-jet ini. Mengapa? Karena jet-jet ini terbuat dari bagian-bagian lunak yang tidak dapat pecah, sanggup bertahan di tempat yang sangat dalam, dan beroperasi dengan senyap serta efisien. Sebenarnya, seekor cumi-cumi dapat melesat hingga 32 kilometer per jam sewaktu melarikan diri dari pemangsanya, ”adakalanya bahkan melompat ke luar air dan jatuh ke dek kapal”, kata buku Wild Technology.
Ya, sesaat saja merenungkan dunia alam dapat membuat kita kagum. Alam benar-benar merupakan teka-teki hidup yang silih berganti menimbulkan pertanyaan-pertanyaan: Keajaiban kimia apa yang menyalakan cahaya dingin yang cemerlang pada kunang-kunang dan beberapa alga? Bagaimana berbagai ikan dan katak di Kutub Utara, setelah membeku selama musim dingin, menjadi aktif kembali sewaktu udara memanas? Bagaimana ikan paus dan anjing laut bertahan di bawah air untuk waktu yang lama tanpa alat bantu pernapasan? Dan, bagaimana mereka berulang kali menyelam ke tempat yang sangat dalam tanpa mengalami kejang-kejang? Bagaimana bunglon dan sotong berubah warna untuk membaur dengan lingkungannya? Bagaimana burung kolibri menyeberangi Selat Meksiko dengan bahan bakar kurang dari 3 gram? Tampaknya daftar pertanyaannya tidak ada habisnya.
Sebenarnya, manusia hanya dapat mengamati dan terheran-heran. Para ilmuwan merasakan kekaguman ”yang cenderung ke rasa hormat yang dalam” sewaktu mereka meneliti alam, kata buku Biomimicry.
Di Balik Rancangan—Seorang Perancang!
Lektor kepala madya bidang biokimia, Michael Behe, menyatakan bahwa temuan-temuan terbaru dalam sel hidup menghasilkan ”suatu pernyataan yang lantang, jelas, dan menusuk akan adanya ’rancangan’!” Ia menambahkan bahwa hasil dari upaya meneliti sel ini ”benar-benar tidak diragukan dan benar-benar signifikan sehingga ini harus dinobatkan sebagai salah satu prestasi terbesar dalam sejarah sains”.
Tidak heran bila bukti adanya Perancang menimbulkan problem bagi orang-orang yang berpegang pada teori evolusi, karena evolusi tidak dapat menjelaskan rancangan yang rumit dalam makhluk hidup, khususnya pada tingkat sel dan molekul. ”Ada alasan-alasan yang kuat,” kata Behe, ”untuk menyimpulkan bahwa penjelasan ala Darwin tentang mekanisme kehidupan tidak akan pernah dapat dipahami.”
Pada zaman Darwin, sel hidup—fondasi kehidupan—disangka sebagai sesuatu yang sederhana, dan teori evolusi diterima pada era yang relatif kurang pengetahuan itu. Tetapi, sekarang sains telah melampaui era itu. Tanpa dapat diragukan, biologi molekuler dan biomimetika telah membuktikan bahwa sel adalah suatu sistem yang luar biasa kompleks, dikemas dengan rancangan-rancangan yang sempurna dan anggun, sehingga membuat bagian dalam peralatan dan mesin kita yang paling rumit sekalipun tampak seperti mainan anak-anak.
Rancangan yang jenius mengarahkan kita ke kesimpulan yang logis, kata Behe, ”bahwa kehidupan dirancang oleh pembuat yang cerdas”. Oleh karena itu, bukankah masuk akal bahwa Pembuat ini juga memiliki maksud-tujuan, yang mencakup manusia? Kalau begitu, apa maksud-tujuan itu? Dan, dapatkah kita tahu lebih banyak tentang Perancang kita sendiri? Artikel berikut akan meninjau pertanyaan-pertanyaan penting ini.
-
-
Belajar dari Rancangan di AlamSedarlah!—2000 | 22 Januari
-
-
[Kotak di hlm. 6]
Memberikan Penghargaan Kepada Mereka yang Layak
Pada tahun 1957, insinyur asal Swiss, George de Mestral, memperhatikan bahwa duri-duri kecil yang tersangkut erat pada pakaiannya dilapisi kait-kait kecil. Ia meneliti duri ini serta kaitnya, dan tak lama kemudian, pikirannya yang kreatif pun mulai bekerja. Selama delapan tahun berikutnya, iia mengembangkan tiruan dari duri tersebut. Temuannya menghebohkan dunia dan sekarang menjadi nama sehari-hari—Velcro
Bayangkan bagaimana perasaan de Mestral seandainya orang-orang diberi tahu bahwa Velcro bukan hasil rancangan siapa-siapa, bahwa itu muncul begitu saja dari ribuan kecelakaan berantai dalam sebuah bengkel kerja. Jelaslah, keadilan menuntut agar penghargaan diberikan kepada mereka yang layak. Untuk memastikan hal ini, para penemu mendaftarkan hak paten. Ya, tampaknya manusia layak memperoleh penghargaan, imbalan finansial, dan bahkan pujian untuk karya mereka, yang sering kali adalah tiruan yang lebih rendah kualitasnya daripada apa yang terdapat di alam. Bukankah Pencipta kita yang berhikmat seharusnya menerima pengakuan atas ciptaan-Nya yang asli dan sempurna?
-
-
Perancang Agung DisingkapkanSedarlah!—2000 | 22 Januari
-
-
Perancang Agung Disingkapkan
BANYAK ilmuwan bahkan sependapat bahwa melalui apa yang disebut buku alam, orang-orang yang berpikiran logis pasti akan menyimpulkan bahwa memang ada Perancang dan Pencipta. Lama berselang, rasul Kristen bernama Paulus menulis bahwa ”sifat-sifat [Allah] yang tidak kelihatan, yaitu kuasanya yang kekal dan Keilahiannya, jelas terlihat sejak penciptaan dunia, karena sifat-sifat tersebut dipahami melalui perkara-perkara yang diciptakan”. (Roma 1:20) Tetapi, buku alam tidak menyingkapkan Allah dan kehendak-Nya secara lengkap. Misalnya, buku alam tidak menyingkapkan tujuan kehidupan. Syukurlah, Pengarang dari ciptaan telah menyingkapkan dirinya sendiri dalam buku lain—Firman-Nya yang terilham, Alkitab.—2 Timotius 3:16.
Meskipun bukan buku sains, Alkitab menjawab semua pertanyaan vital yang tidak dijawab oleh alam. Alkitab menjawab pertanyaan yang pertama-tama timbul sewaktu kebanyakan orang meneliti sebuah karya tangan yang cemerlang—Siapa pembuatnya? Sehubungan dengan ciptaan, perhatikan apa yang Alkitab katakan di Penyingkapan 4:11, ”Yehuwa, ya, Allah kami, engkau layak menerima kemuliaan, kehormatan, dan kuasa, karena engkau menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakmu semua itu ada dan diciptakan.” Ya, Perancang Agung itu adalah Allah Yehuwa, dan nama-Nya muncul sekitar 7.000 kali dalam manuskrip-manuskrip asli Alkitab.
Sekitar 3.500 tahun sebelum era ilmiah kita, seorang pria bernama Ayub, yang tampaknya seorang pengamat alam yang serius dan suka berpikir, mengaitkan nama Yehuwa dengan ciptaan. Ayub bertanya, ”Bertanyalah kepada binatang peliharaan, dan mereka akan mengajarmu; juga makhluk-makhluk bersayap di langit, dan mereka akan memberi tahu engkau. Atau perlihatkan kepedulianmu terhadap bumi, dan ia akan mengajarmu; dan ikan-ikan di laut akan menyatakannya kepadamu.” Apa yang diajarkan oleh semua ini tentang ciptaan? Ayub menjawab dengan pertanyaan, ”Siapa di antara ini semua yang tidak tahu benar bahwa tangan Yehuwa sendirilah yang telah melakukan ini?”—Ayub 12:7-9.
Maksud-Tujuan Yehuwa Bagi Manusia
Alkitab juga menyingkapkan maksud-tujuan Yehuwa bagi umat manusia. Apakah itu? Maksud-tujuan Yehuwa adalah agar manusia yang adil-benar menikmati karunia kehidupan abadi dalam Firdaus—di bumi ini juga. ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya,” kata Mazmur 37:29. Dengan nada serupa, Yesus berkata, ”Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”—Matius 5:5, Terjemahan Baru.
Selain itu, berkat suatu pengetahuan khusus, bumi akan senantiasa menjadi firdaus yang penuh damai. Kata Yesaya 11:9, ”Mereka tidak akan melakukan apa pun yang membawa celaka atau menimbulkan kerusakan di seluruh gunung kudusku; karena bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut.” Sebenarnya, ”pengetahuan akan Yehuwa” adalah kunci menuju kehidupan, kedamaian, dan kebahagiaan yang langgeng. Yesus meneguhkan hal ini sewaktu mengatakan, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.”—Yohanes 17:3.
Dengan memperoleh kehidupan abadi, akhirnya manusia akan dapat menikmati bumi sebagaimana dikehendaki Allah pada mulanya. Dan, sebaliknya dari membosankan, kehidupan abadi akan menjadi petualangan tanpa akhir untuk menemukan hal-hal baru dan memperoleh sukacita.
Tantangan yang Mendebarkan!
Pengkhotbah 3:11 berkata, ”[Allah] membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Bahkan ia menaruh waktu yang tidak tertentu dalam hati mereka, agar manusia tidak pernah dapat memahami pekerjaan yang dibuat oleh Allah yang benar sejak permulaan sampai akhir.” Tak lama lagi, setelah hasrat alami manusia untuk hidup hingga ”waktu yang tidak tertentu”, atau selama-lamanya, sepenuhnya terpuaskan, kita akan dapat mencoba ’memahami pekerjaan yang dibuat oleh Allah sejak permulaan sampai akhir’. Ya, seluruh bumi akan menjadi ruang kelas kita, Yehuwa menjadi Guru kita, dan kehidupan akan menjadi petualangan mendebarkan tanpa akhir untuk menemukan hal-hal baru.
Bayangkan diri Anda dalam Firdaus, dengan pikiran dan tubuh yang sempurna. Anda menerima tantangan-tantangan yang sekarang mustahil Anda terima—dan Anda tahu bahwa Anda sanggup menyelesaikannya, tidak soal itu butuh waktu seratus atau seribu tahun. Barangkali, Anda bahkan dapat menggunakan kesanggupan Anda yang sempurna untuk meniru beberapa rancangan Yehuwa—tetapi dengan cara yang jauh lebih unggul daripada upaya manusia sekarang, yang acap kali membawa celaka dan polusi. Ya, seperti Yehuwa, semua tindakan Anda akan selalu berlandaskan kasih.—Kejadian 1:27; 1 Yohanes 4:8.
Bagaimana kita tahu bahwa ini bukan sekadar impian manis belaka? Karena dua ”buku” yang menakjubkan dari Yehuwa. Ya, Alkitab dan ciptaan memberikan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa tidak ada yang mustahil bagi Perancang dan Pencipta Agung kita. Jadi, berupayalah lebih mengenal Dia dan Putra-Nya, Yesus Kristus, sekarang juga. Tidak ada upaya lain yang lebih menarik, bermanfaat, dan memberi harapan seperti ini.
[Gambar di hlm. 10]
Alkitab dan buku alam menyingkapkan Sang Perancang Agung
-