PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Apakah Saudara Siap untuk Hari Yehuwa?
    Menara Pengawal—1997 | 1 Maret
    • Apakah Saudara Siap untuk Hari Yehuwa?

      ”Hari besar Yehuwa sudah dekat. Itu sudah dekat, dan sangat bergegas.”​—ZEFANYA 1:14, ”NW”.

      1. Bagaimana Alkitab melukiskan hari Yehuwa?

      ”HARI Yehuwa yang besar dan membangkitkan rasa takut” akan segera menimpa sistem perkara yang fasik ini. Alkitab melukiskan hari Yehuwa sebagai hari pertempuran, kegelapan, kemurkaan, kesusahan, penderitaan, keresahan, dan kehancuran. Namun, akan ada orang-orang yang selamat, karena ”setiap orang yang berseru kepada nama Yehuwa akan lolos dengan selamat”. (Yoel 2:30-32, NW; Amos 5:18-20) Ya, pada waktu itu Allah akan membinasakan musuh-musuh-Nya dan menyelamatkan umat-Nya.

      2. Mengapa kita hendaknya memiliki perasaan mendesak mengenai hari Yehuwa?

      2 Nabi-nabi Allah menghubungkan perasaan mendesak dengan hari Yehuwa. Misalnya, Zefanya menulis, ”Hari besar Yehuwa sudah dekat. Itu sudah dekat, dan sangat bergegas.” (Zefanya 1:14, NW) Keadaannya lebih mendesak lagi dewasa ini karena Eksekutor Utama Allah, Raja Yesus Kristus, akan segera ’mengikat pedangnya pada pinggang, dan maju demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan’. (Mazmur 45:4, 5) Apakah saudara siap untuk hari tersebut?

      Mereka Memiliki Penantian yang Hebat

      3. Penantian apa dimiliki beberapa orang Kristen di Tesalonika, dan untuk dua alasan apa mereka keliru?

      3 Dahulu, ada banyak orang yang memiliki penantian yang tidak digenapi sehubungan dengan hari Yehuwa. Beberapa orang Kristen masa awal di Tesalonika mengatakan, ”Hari Yehuwa sudah tiba”! (2 Tesalonika 2:2) Namun ada dua alasan dasar mengapa itu tidak segera terjadi pada saat itu. Menyorot salah satunya, rasul Paulus mengatakan, ”Apabila mereka sedang mengatakan, ’Perdamaian dan keamanan!’ maka kebinasaan yang mendadak akan menimpa mereka dalam sekejap.” (1 Tesalonika 5:1-6) Pada ”akhir zaman” ini, kita menantikan penggenapan kata-kata tersebut. (Daniel 12:4) Orang-orang di Tesalonika juga tidak memiliki bukti lain bahwa hari besar Yehuwa telah tiba saat itu, mengingat Paulus memberi tahu mereka, ”Itu tidak akan datang kecuali kemurtadan lebih dahulu datang.” (2 Tesalonika 2:3) Sewaktu Paulus menulis kata-kata tersebut (sekitar tahun 51 M), ”kemurtadan” dari kekristenan sejati belum berkembang sepenuhnya. Dewasa ini, kita melihatnya berkembang sepenuhnya dalam Susunan Kristen. Namun meski penantian mereka tidak digenapi, orang-orang terurap yang setia di Tesalonika tersebut, yang terus melayani Allah dengan setia sampai mati, pada akhirnya menerima upah surgawi. (Penyingkapan 2:10) Kita juga akan diberi upah jika kita tetap setia seraya kita menantikan hari Yehuwa.

      4. (a) Hari Yehuwa dihubungkan dengan apa di 2 Tesalonika 2:1, 2? (b) Pandangan apa dimiliki para tokoh yang dijuluki Bapak Gereja sehubungan dengan kembalinya Kristus dan perkara-perkara yang terkait?

      4 Alkitab menghubungkan ”hari besar Yehuwa” dengan ”kehadiran Tuan kita Yesus Kristus”. (2 Tesalonika 2:1, 2) Para tokoh yang mendapat julukan Bapak Gereja memiliki berbagai gagasan tentang kembalinya Kristus, kehadirannya, dan Pemerintahan Seribu Tahunnya. (Penyingkapan 20:4) Pada abad kedua M, Papias dari Hierapolis memiliki penantian akan produktivitas yang luar biasa dari bumi selama Pemerintahan Milenium Kristus. Justin Martyr berulang-kali berbicara tentang kehadiran Yesus dan mengharapkan Yerusalem yang dipulihkan menjadi pusat dari Kerajaan-Nya. Irenæus dari Lyons mengajarkan bahwa setelah Kekaisaran Roma dibinasakan, Yesus akan menampakkan diri, mengikat Setan, dan bertakhta di Yerusalem di bumi.

      5. Apa yang dikatakan beberapa sarjana tentang ”Adven yang Kedua” dari Kristus dan Pemerintahan Mileniumnya?

      5 Sejarawan Philip Schaff menyatakan bahwa ”kepercayaan yang paling mencolok” pada periode sebelum Konsili Nicea pada tahun 325 M adalah ”kepercayaan akan pemerintahan Kristus yang kelihatan dalam kemuliaan di bumi selama seribu tahun bersama para santo yang dibangkitkan, sebelum kebangkitan dan penghakiman umum”. A Dictionary of the Bible, yang diedit oleh James Hastings, menyatakan, ”Tertullian, Irenæus, dan Hippolytus masih menanti-nantikan Adven [dari Yesus Kristus] yang sangat dekat; namun sehubungan dengan Bapak-Bapak Alexandria, kita memasuki sebuah jalur pemikiran baru. . . . Oleh karena Augustine mengidentifikasi Milenium dengan periode militan Gereja, Adven yang Kedua ditangguhkan jauh ke masa depan.”

      Hari Yehuwa dan Kehadiran Yesus

      6. Mengapa kita hendaknya tidak menyimpulkan bahwa hari Yehuwa masih jauh di masa depan?

      6 Kesalahpengertian telah membawa kepada kekecewaan, namun hendaklah kita tidak berpikir bahwa hari Yehuwa masih jauh di masa depan. Kehadiran Yesus yang tidak kelihatan, yang di dalam Alkitab dihubungkan dengan hari Yehuwa, telah mulai. Menara Pengawal dan publikasi-publikasi terkait dari Saksi-Saksi Yehuwa telah sering menyediakan bukti Alkitab bahwa kehadiran Kristus dimulai pada tahun 1914.a Maka, apa yang Yesus katakan tentang kehadirannya?

      7. (a) Apa saja corak dari tanda kehadiran Yesus dan penutup sistem perkara ini? (b) Bagaimana kita dapat diselamatkan?

      7 Kehadiran Yesus menjadi topik pembahasan tidak lama sebelum kematiannya. Setelah mendengarkan Yesus meramalkan kebinasaan bait Yerusalem, rasul-rasulnya yakni Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Andreas bertanya, ”Kapankah hal-hal ini akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda dari kehadiranmu dan dari penutup sistem perkara?” (Matius 24:1-3; Markus 13:3, 4) Sebagai jawaban, Yesus menubuatkan peperangan, kelaparan, dan corak-corak lain dari ”tanda” kehadirannya dan penutup sistem perkara. Ia juga mengatakan, ”Dia yang telah bertekun sampai ke akhir adalah orang yang akan diselamatkan.” (Matius 24:13) Kita akan diselamatkan jika kita dengan setia bertekun sampai ke akhir dari kehidupan kita sekarang atau akhir dari sistem yang fasik ini.

      8. Sebelum akhir sistem Yahudi tiba, apa yang masih harus dicapai, dan apa yang sedang dilakukan berkenaan hal tersebut dewasa ini?

      8 Sebelum akhir itu tiba, sebuah corak yang khususnya penting dari kehadiran Yesus akan digenapi. Sehubungan dengan hal itu, ia mengatakan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk untuk suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:14) Sebelum orang-orang Romawi membinasakan Yerusalem dan sistem Yahudi berakhir pada tahun 70 M, Paulus dapat mengatakan bahwa kabar baik ”diberitakan dalam semua ciptaan yang ada di bawah langit”. (Kolose 1:23) Akan tetapi, dewasa ini suatu pekerjaan pemberitaan yang jauh lebih luas sedang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa ”di seluruh bumi yang berpenduduk”. Selama beberapa tahun terakhir ini, Allah telah membuka jalan agar suatu kesaksian besar diberikan di Eropa Timur. Dengan percetakan dan fasilitas-fasilitas lain di seluas dunia, organisasi Yehuwa siap untuk melakukan kegiatan yang bertambah, bahkan di ”daerah yang belum disentuh”. (Roma 15:22, 23) Apakah hati saudara mendorong saudara untuk berbuat sebisa-bisanya dalam memberikan kesaksian sebelum akhir itu datang? Jika demikian, Allah dapat menguatkan saudara untuk ambil bagian secara produktif dalam pekerjaan yang masih terbentang di hadapan.—Filipi 4:13; 2 Timotius 4:17.

      9. Pokok apa yang Yesus tandaskan, sebagaimana dicatat di Matius 24:36?

      9 Pekerjaan pemberitaan Kerajaan yang dinubuatkan dan corak-corak lain dari tanda kehadiran Yesus sedang digenapi saat ini. Oleh karena itu, akhir itu sudah dekat bagi sistem perkara yang fasik ini. Memang, Yesus mengatakan, ”Sehubungan dengan hari dan jam itu tidak ada yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, Putra pun tidak, tetapi hanya Bapak.” (Matius 24:4-14, 36) Namun nubuat Yesus dapat membantu kita agar siap untuk ”hari dan jam itu”.

      Mereka Siap

      10. Bagaimana kita mengetahui bahwa adalah mungkin untuk tetap sadar secara rohani?

      10 Agar selamat dari hari besar Yehuwa, kita harus tetap sadar secara rohani dan berdiri teguh demi ibadat yang sejati. (1 Korintus 16:13) Kita tahu bahwa ketekunan semacam itu mungkin, karena sebuah keluarga yang saleh pernah berbuat demikian dan selamat melewati Air Bah yang membinasakan umat manusia yang fasik pada tahun 2370 SM. Ketika membandingkan era tersebut dengan kehadirannya, Yesus mengatakan, ”Sama seperti hari-hari Nuh, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak. Karena sebagaimana mereka pada hari-hari itu sebelum banjir, makan dan minum, pria-pria menikah dan wanita-wanita diberikan untuk dinikahkan, hingga hari Nuh masuk ke dalam bahtera; dan mereka tidak memperhatikan hingga banjir itu datang dan menyapu bersih mereka semua, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak.”—Matius 24:37-39.

      11. Haluan apa yang Nuh kejar meskipun adanya kekerasan pada zamannya?

      11 Seperti kita, Nuh dan keluarganya hidup dalam dunia yang penuh kekerasan. Malaikat-malaikat yang tidak taat, ”anak-anak Allah”, menjelma dan mengambil istri yang memperanakkan bagi mereka kaum Nefilim yang terkenal jahat—para penindas yang tidak diragukan membuat keadaan semakin penuh kekerasan. (Kejadian 6:1, 2, 4; 1 Petrus 3:19, 20) Akan tetapi, ”Nuh itu hidup bergaul dengan Allah [’berjalan dengan Allah yang sejati’, NW]” dalam iman. Ia ”tidak bercela di antara orang-orang sezamannya”—generasi yang fasik pada masa hidupnya. (Kejadian 6:9-11) Dengan sungguh-sungguh bersandar kepada Allah, kita dapat berbuat serupa dalam dunia yang penuh kekerasan dan fasik ini seraya kita menantikan hari Yehuwa.

      12. (a) Selain membangun sebuah bahtera, pekerjaan apa dilakukan Nuh? (b) Bagaimana orang-orang bereaksi terhadap pengabaran Nuh, dan apa konsekuensinya bagi mereka?

      12 Nuh terkenal sebagai orang yang membangun sebuah bahtera demi penyelamatan kehidupan melewati Air Bah. Ia juga adalah ”seorang pemberita keadilbenaran”, namun orang-orang sezamannya ”tidak memperhatikan” berita yang diberikan Allah kepadanya. Mereka makan dan minum, menikah, beranak cucu, dan terus sibuk dengan urusan kehidupan yang normal sampai Air Bah menyapu bersih mereka semua. (2 Petrus 2:5; Kejadian 6:14) Mereka tidak mau mendengar tentang tutur kata dan tingkah laku yang lurus, sama seperti generasi yang fasik dewasa ini menutup telinganya terhadap apa yang Saksi-Saksi Yehuwa katakan tentang ”pertobatan terhadap Allah”, iman kepada Kristus, keadilbenaran, dan ”penghakiman yang akan datang”. (Kisah 20:20, 21; 24:24, 25) Tidak dicatat berapa jumlah penduduk bumi sewaktu Nuh mengumumkan berita Allah. Namun satu hal yang pasti, penduduk bumi secara drastis berkurang pada tahun 2370 SM! Air Bah menyingkirkan orang-orang fasik, meluputkan hanya orang-orang yang siap untuk tindakan Allah tersebut—Nuh dan tujuh orang lain dalam keluarganya.—Kejadian 7:19-23; 2 Petrus 3:5, 6.

      13. Kepada keputusan pengadilan apa Nuh menaruh kepercayaan total dan bagaimana ia bertindak selaras dengan hal ini?

      13 Allah tidak memberi tahu Nuh bertahun-tahun di muka tentang kapan tepatnya hari dan jam Air Bah tersebut. Akan tetapi, sewaktu Nuh berusia 480 tahun, Yehuwa menetapkan, ”Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” (Kejadian 6:3) Nuh menaruh keyakinan total kepada keputusan pengadilan ilahi ini. Setelah mencapai usia 500 tahun, ia ”memperanakkan Sem, Ham dan Yafet”, dan kebiasaan pada zaman itu memperlihatkan bahwa 50 sampai 60 tahun berlalu sebelum putra-putranya menikah. Sewaktu Nuh diberi tahu untuk membangun bahtera demi penyelamatan melewati Air Bah, putra-putra tersebut dan istri-istri mereka jelaslah membantu dia dalam upaya itu. Pembangunan bahtera kemungkinan bertepatan dengan dinas Nuh sebagai ”seorang pemberita keadilbenaran”, membuatnya tetap sibuk selama 40 sampai 50 tahun sebelum Air Bah. (Kejadian 5:32; 6:13-22) Selama tahun-tahun tersebut, ia dan keluarganya bertindak dengan iman. Marilah kita juga mempertunjukkan iman seraya kita memberitakan kabar baik dan menantikan hari Yehuwa.—Ibrani 11:7.

      14. Apa yang akhirnya Yehuwa beri tahukan kepada Nuh, dan mengapa?

      14 Seraya bahtera tersebut hampir rampung, Nuh mungkin berpikir bahwa turunnya Air Bah sudah sangat dekat, meskipun ia tidak mengetahui dengan tepat kapan itu akan terjadi. Yehuwa akhirnya memberi tahu dia, ”Tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.” (Kejadian 7:4) Itu memberikan kepada Nuh dan keluarganya cukup waktu untuk membawa masuk segala jenis binatang ke dalam bahtera dan mereka pun masuk ke dalamnya sebelum Air Bah mulai. Kita tidak perlu mengetahui hari dan jam dimulainya kebinasaan sistem ini; kelangsungan hidup binatang-binatang tidak dipercayakan kepada kita, dan orang-orang yang bakal diselamatkan telah memasuki bahtera simbolis, firdaus rohani dari umat Allah.

      ”Tetaplah Berjaga-jaga”

      15. (a) Dengan kata-kata saudara sendiri, bagaimana saudara akan menjelaskan kata-kata Yesus yang terdapat di Matius 24:40-44? (b) Apa pengaruhnya jika kita tidak mengetahui waktu yang tepat dari kedatangan Yesus untuk melaksanakan pembalasan Allah?

      15 Sehubungan dengan kehadirannya, Yesus menjelaskan, ”Pada waktu itu dua pria akan berada di ladang [untuk bekerja]: seorang akan dibawa serta dan yang lain ditinggalkan; dua wanita akan menggiling [biji-bijian menjadi tepung] pada kilangan tangan: seorang akan dibawa serta dan yang lain ditinggalkan. Karena itu, tetaplah berjaga-jaga sebab kamu tidak tahu pada hari apa Tuanmu akan datang. Tetapi ketahuilah satu hal, bahwa jika tuan rumah telah mengetahui pada giliran jaga apa pencuri akan datang, ia akan tetap sadar dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Atas dasar ini kamu juga buktikanlah dirimu siap, karena pada jam yang tidak kamu pikir, Putra manusia akan datang.” (Matius 24:40-44; Lukas 17:34, 35) Karena tidak mengetahui waktu yang tepat dari kedatangan Yesus untuk melaksanakan pembalasan Allah, kita cenderung tetap siap siaga dan memberikan kepada kita kesempatan setiap hari untuk membuktikan bahwa kita melayani Yehuwa dengan motivasi yang tidak mementingkan diri.

      16. Apa yang akan terjadi atas orang-orang yang ”ditinggalkan” dan atas orang-orang yang ”dibawa serta”?

      16 Orang-orang yang ”ditinggalkan” untuk dibinasakan bersama orang-orang fasik akan termasuk orang-orang yang pernah diterangi namun tenggelam dalam jalan hidup yang mementingkan diri. Semoga kita berada di antara orang-orang yang ”dibawa serta”, orang yang sepenuhnya berbakti kepada Yehuwa dan benar-benar bersyukur atas persediaan-persediaan rohani-Nya melalui ”budak yang setia dan bijaksana”. (Matius 24:45-47) Hingga akhir nanti, marilah kita melayani Allah dengan ”kasih yang keluar dari hati yang bersih dan dari hati nurani yang baik dan dari iman tanpa kemunafikan”.—1 Timotius 1:5.

      Tindakan-Tindakan yang Kudus Penting

      17. (a) Apa yang dinubuatkan di 2 Petrus 3:10? (b) Apa saja tindakan dan perbuatan yang dianjurkan di 2 Petrus 3:11?

      17 Rasul Petrus menulis, ”Hari Yehuwa akan datang seperti seorang pencuri, manakala langit akan lenyap dengan bunyi gaduh yang mendesis, tetapi unsur-unsurnya yang karena luar biasa panas akan musnah, dan bumi dan pekerjaan-pekerjaan di dalamnya akan disingkapkan.” (2 Petrus 3:10) Langit dan bumi simbolis tidak akan luput dari panasnya kemarahan Allah yang menyala-nyala. Maka Petrus menambahkan, ”Mengingat semua perkara ini akan dimusnahkan secara demikian, orang-orang macam apa seharusnya kamu dalam tindakan-tindakan tingkah laku yang kudus dan perbuatan-perbuatan pengabdian yang saleh!” (2 Petrus 3:11) Di antara tindakan-tindakan dan perbuatan-perbuatan ini adalah kehadiran yang tetap tentu dalam perhimpunan-perhimpunan Kristen, melakukan yang baik kepada orang-orang lain, dan memiliki bagian yang penuh arti dalam pemberitaan kabar baik.—Matius 24:14; Ibrani 10:24, 25; 13:16.

      18. Jika kita mengembangkan keterikatan dengan dunia ini, apa yang hendaknya kita lakukan?

      18 ”Tindakan-tindakan tingkah laku yang kudus dan perbuatan-perbuatan pengabdian yang saleh” menuntut agar kita ’menjaga diri kita tanpa noda dari dunia’. (Yakobus 1:27) Namun bagaimana jika kita mengembangkan ikatan dengan dunia ini? Barangkali kita dipikat kepada kedudukan yang berbahaya di hadapan Allah dengan mencari hiburan yang najis atau dengan mendengarkan musik dan nyanyian yang mendukung semangat yang tidak saleh dari dunia ini. (2 Korintus 6:14-18) Jika demikian halnya, marilah kita mencari bantuan Allah dalam doa sehingga kita tidak akan berlalu bersama dunia ini namun akan berdiri di hadapan Putra manusia dalam keadaan diperkenan. (Lukas 21:34-36; 1 Yohanes 2:15-17) Jika kita telah membuat pembaktian kepada Allah, tentulah kita akan ingin melakukan yang terbaik untuk membangun dan memelihara hubungan yang hangat dengan Dia dan oleh karena itu siap untuk hari Yehuwa yang besar dan membangkitkan rasa takut.

      19. Mengapa kumpulan pemberita Kerajaan dapat berharap untuk hidup melewati penutup sistem perkara yang fasik ini?

      19 Nuh yang saleh dan keluarganya hidup melewati Air Bah yang membinasakan dunia zaman purba. Orang-orang yang lurus hati selamat melewati akhir sistem perkara Yahudi pada tahun 70 M. Misalnya, rasul Yohanes masih aktif dalam dinas Allah sekitar tahun 96-98 M, sewaktu ia menulis buku Penyingkapan, catatan Injilnya, dan tiga surat yang terilham. Mengenai ribuan yang menyambut iman yang benar pada hari Pentakosta tahun 33 M, kemungkinan banyak yang hidup melewati akhir sistem Yahudi tersebut. (Kisah 1:15; 2:41, 47; 4:4) Dewasa ini kumpulan pemberita Kerajaan dapat berharap untuk hidup melewati penutup sistem perkara yang fasik sekarang ini.

      20. Mengapa kita hendaknya menjadi ”pemberita keadilbenaran” yang bergairah?

      20 Dengan penyelamatan memasuki dunia baru di hadapan kita, marilah kita menjadi ”pemberita keadilbenaran” yang bergairah. Sungguh suatu hak istimewa untuk melayani Allah pada hari-hari terakhir ini! Dan sungguh suatu sukacita untuk mengarahkan orang-orang ke ”bahtera” zaman sekarang, firdaus rohani yang dinikmati oleh umat Allah! Semoga jutaan orang yang sekarang berada di dalamnya tetap setia, sadar secara rohani, dan siap untuk hari besar Yehuwa. Namun apa yang akan membantu kita tetap sadar?

  • Berbahagialah Orang-Orang yang Tetap Sadar!
    Menara Pengawal—1997 | 1 Maret
    • Berbahagialah Orang-Orang yang Tetap Sadar!

      ”Lihat! Aku akan datang seperti pencuri. Berbahagialah orang yang tetap sadar dan menjaga pakaian luarnya.”​—PENYINGKAPAN 16:15.

      1. Karena hari Yehuwa telah dekat, apa yang dapat kita antisipasi?

      HARI besar Yehuwa sudah dekat, dan itu berarti perang! Dalam penglihatan, rasul Yohanes melihat ’pernyataan-pernyataan menyerupai katak yang diilhami oleh hantu-hantu’ pergi kepada ”raja-raja”, atau para penguasa, bumi ini. Untuk melakukan hal apa? ”Untuk mengumpulkan mereka bersama menuju perang hari besar Allah Yang Mahakuasa”! Yohanes menambahkan, ”Mereka mengumpulkan mereka bersama ke tempat yang disebut dalam bahasa Ibrani Harmagedon.”​—Penyingkapan 16:13-16.

      2. Siapa Gog dari Magog, dan apa yang akan terjadi sewaktu ia menyerang umat Yehuwa?

      2 Segera, Yehuwa akan menggerakkan elemen politik sistem ini untuk membinasakan Babilon Besar, imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan 17:1-5, 15-17) Kemudian Gog dari Magog, Setan si Iblis yang dicampakkan ke sekitar bumi, akan mengerahkan gerombolannya dan melaksanakan serangan habis-habisan atas umat Yehuwa yang penuh damai dan yang kelihatannya tidak berdaya. (Yehezkiel 38:1-12) Namun Allah akan bertindak untuk menyelamatkan umat-Nya. Itu akan menandai pecahnya ”hari Yehuwa yang besar dan membangkitkan rasa takut”.—Yoel 2:31, NW; Yehezkiel 38:18-20.

      3. Bagaimana saudara akan menggambarkan urutan peristiwa yang dinubuatkan di Yehezkiel 38:21-23?

      3 Ya, Yehuwa akan menyelamatkan umat-Nya dan membinasakan seluruh sisa terakhir dari sistem Setan sewaktu kita sampai pada situasi dunia yang disebut Harmagedon, atau Armagedon. Bacalah kata-kata yang bersifat nubuat dari Yehezkiel 38:21-23, dan bayangkan pemandangan ini. Yehuwa menggunakan kuasa-Nya untuk menurunkan hujan lebat yang membanjir, hujan batu yang menghancurkan, api yang menyambar, sampar yang mematikan. Kepanikan merajalela di seluas dunia seraya gerombolan Gog dikacaukan, bertarung melawan satu sama lain. Semua musuh Allah Yang Mahakuasa yang masih tersisa dieksekusi seraya Yehuwa menggunakan sarana adikodrati untuk menyelamatkan hamba-hamba-Nya. Sewaktu ”kesengsaraan besar” yang diramalkan itu berakhir, sama sekali tidak ada yang tersisa dari sistem Setan yang tidak saleh. (Matius 24:21) Akan tetapi, bahkan sewaktu ajal menjelang, orang-orang fasik akan mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas malapetaka mereka. Allah kita yang berkemenangan itu sendiri mengatakan, ”Mereka akan mengetahui bahwa Akulah [Yehuwa].” Peristiwa yang luar biasa ini akan terjadi pada zaman kita, selama kehadiran Yesus.

      Datang seperti Pencuri

      4. Dengan cara apa Yesus akan datang untuk membinasakan sistem perkara yang fasik ini?

      4 Tuan yang dimuliakan Yesus Kristus mengatakan, ”Lihat! Aku akan datang seperti pencuri.” Kedatangan yang seperti pencuri berarti mendadak, pada waktu yang tidak terduga, sewaktu kebanyakan orang sedang tidur. Sewaktu Yesus datang seperti seorang pencuri untuk membinasakan sistem yang fasik ini, ia akan melindungi orang-orang yang benar-benar sadar. Ia memberi tahu Yohanes, ”Berbahagialah orang yang tetap sadar dan menjaga pakaian luarnya, agar ia tidak berjalan telanjang dan orang-orang melihat keadaannya yang memalukan.” (Penyingkapan 16:15) Apa makna dari kata-kata tersebut? Dan bagaimana kita dapat tetap sadar secara rohani?

      5. Apa penyelenggaraan yang ada bagi pelayanan ibadat sewaktu Yesus berada di bumi?

      5 Pada umumnya, seorang penjaga tidak akan ditelanjangi jika ia tertidur sewaktu bertugas. Namun itu terjadi di bait Yerusalem sewaktu Yesus berada di bumi dan regu imam serta orang Lewi melayani di bait di Yerusalem. Adalah pada abad ke-11 SM ketika Raja Daud mengatur ratusan imam Israel dan ribuan asisten mereka dari suku Lewi untuk menjadi suatu organisasi yang terdiri dari 24 regu. (1 Tawarikh 24:1-18) Setiap regu yang beranggotakan lebih dari seribu pekerja yang terlatih secara bergiliran menangani corak-corak dari dinas bait setidak-tidaknya dua kali setahun selama satu minggu penuh. Namun, pada Festival Pondok, seluruh 24 regu hadir untuk bertugas. Bantuan ekstra juga dibutuhkan pada festival-festival Paskah.

      6. Yesus mungkin menyinggung hal apa sewaktu ia mengatakan ”Berbahagialah orang yang tetap sadar dan menjaga pakaian luarnya”?

      6 Sewaktu Yesus mengatakan, ”Berbahagialah orang yang tetap sadar dan menjaga pakaian luarnya”, ia mungkin menyinggung sebuah prosedur yang berlaku waktu itu yang melibatkan tugas jaga di bait. Mishnah Yahudi mengatakan, ”Para imam tetap berjaga-jaga pada tiga lokasi dalam Bait: di Ruang Abtinas, di Ruang Api, dan di Ruang Perapian; dan orang-orang Lewi di dua puluh satu lokasi: lima pada lima gerbang dari Bait di Gunung, empat di empat penjurunya di dalam, lima pada lima gerbang dari Halaman Bait, empat pada penjurunya di luar, dan seorang di Ruang Persembahan, dan seorang di Ruang Tirai, dan seorang di balik lokasi Kursi Belas Kasihan [di luar tembok belakang dari Mahakudus]. Petugas dari Bait di Gunung biasanya berkeliling kepada setiap penjaga dengan obor yang menyala di hadapannya, dan jika ada penjaga yang tidak berdiri dan mengatakan kepadanya, ’Oh, petugas dari Bait di Gunung, damai sertamu!’ dan terbukti bahwa ia tertidur, sang petugas akan memukulnya dengan tongkatnya, dan ia berhak untuk membakar pakaian luarnya.”—The Mishnah, Middoth (”Measurements”), 1, paragraf 1-2, diterjemahkan oleh Herbert Danby.

      7. Mengapa para imam dan orang-orang Lewi dalam tugas jaga di bait harus tetap sadar?

      7 Orang-orang Lewi dan para imam yang banyak jumlahnya dari regu yang melayani itu, tetap sadar semalam suntuk untuk menjaga dan mencegah siapa pun yang najis agar tidak memasuki halaman bait. Karena ”petugas dari Bait di Gunung”, atau ”kepala penjaga bait”, mengelilingi seluruh 24 tempat penjagaan selama giliran jaga malam, setiap penjaga harus tetap sadar di posnya jika ia tidak ingin kedapatan tidak berjaga.—Kisah 4:1.

      8. Apa pakaian luar kiasan dari orang Kristen?

      8 Orang-orang Kristen terurap dan rekan-rekan hamba mereka perlu tetap sadar secara rohani dan terus mengenakan pakaian luar kiasan mereka. Ini adalah bukti yang kelihatan dari pelantikan kita untuk melayani di bait rohani Yehuwa. Sebagai tanda pengakuan akan hal tersebut, kita memiliki roh kudus, atau tenaga aktif Allah, guna membantu kita melakukan tugas kita dan melaksanakan hak-hak istimewa kita sebagai pemberita Kerajaan. Jatuh tertidur di pos kita sebagai rohaniwan Allah akan membawa kita dalam bahaya tertangkap basah oleh Yesus Kristus, Kepala penjaga bait rohani yang agung. Jika kita tertidur secara rohani pada saat itu, kita akan secara kiasan ditelanjangi dan pakaian simbolis kita dibakar. Maka bagaimana kita dapat tetap sadar secara rohani?

      Bagaimana Kita Dapat Tetap Sadar

      9. Mengapa pelajaran Alkitab disertai bantuan publikasi-publikasi Kristen penting?

      9 Pelajaran Alkitab yang rajin dengan bantuan publikasi-publikasi Kristen merupakan pendorong untuk berjaga-jaga secara rohani. Pelajaran demikian akan memperlengkapi kita untuk pelayanan, akan membantu kita menghadapi krisis, dan akan memperlihatkan kepada kita jalan menuju kebahagiaan yang kekal. (Amsal 8:34, 35; Yakobus 1:5-8) Pelajaran kita hendaknya saksama dan progresif. (Ibrani 5:14–​6:3) Makanan yang baik yang disantap dengan teratur dapat membantu kita tetap sadar dan tanggap. Ini dapat mencegah rasa kantuk yang bisa jadi merupakan pertanda kekurangan gizi. Kita tidak punya alasan untuk menjadi kurang gizi secara rohani dan mengantuk, karena Allah membuat persediaan makanan rohani yang limpah melalui ”budak yang setia dan bijaksana” yang terurap. (Matius 24:45-47) Menyantap makanan rohani dengan teratur melalui pelajaran pribadi dan pelajaran keluarga merupakan salah satu cara untuk tetap sadar dan untuk ”sehat dalam iman”.—Titus 1:13.

      10. Bagaimana perhimpunan dan kebaktian Kristen membantu kita untuk tetap sadar secara rohani?

      10 Perhimpunan dan kebaktian Kristen turut membuat kita tetap sadar secara rohani. Ini menyediakan anjuran dan kesempatan untuk ’menggerakkan satu sama lain kepada kasih dan pekerjaan baik’. Teristimewa kita hendaknya berkumpul secara tetap tentu seraya kita ”melihat hari itu mendekat”. Hari tersebut kini sudah teramat dekat. Ini adalah ”hari Yehuwa”, manakala Ia akan membenarkan kedaulatan-Nya. Jika hari tersebut benar-benar penting bagi kita—dan seharusnya demikian—kita tentunya ’tidak akan meninggalkan pertemuan kita bersama’.—Ibrani 10:24, 25; 2 Petrus 3:10.

      11. Mengapa dapat dikatakan bahwa pelayanan Kristen penting agar tetap bangun secara rohani?

      11 Partisipasi yang sepenuh hati dalam pelayanan Kristen penting agar tetap bangun secara rohani. Ambil bagian secara tetap tentu dan bergairah dalam pemberitaan kabar baik membuat kita tetap tanggap. Pelayanan kita memberikan banyak kesempatan untuk berbicara tentang Firman Allah, Kerajaan-Nya, dan maksud-tujuan-Nya. Ada kepuasan dengan memberikan kesaksian dari rumah ke rumah, mengadakan kunjungan kembali, dan memimpin pengajaran Alkitab di rumah dengan publikasi seperti Pengetahuan yang Membimbing Kepada Kehidupan Abadi. Para penatua di Efesus purba dapat membuktikan bahwa Paulus telah mengajar mereka ”di hadapan umum dan dari rumah ke rumah”. (Kisah 20:20, 21) Tentu saja, beberapa Saksi Yehuwa yang setia mengalami problem kesehatan serius yang sedikit banyak merintangi pelayanan mereka, namun mereka mendapatkan cara untuk memberi tahu orang-orang lain tentang Yehuwa dan kekuasaan-Nya sebagai raja dan memperoleh sukacita besar karena berbuat demikian.—Mazmur 145:10-14.

      12, 13. Untuk alasan-alasan apa kita hendaknya menghindari pelampiasan nafsu dalam hal makan dan minum?

      12 Menghindari pelampiasan nafsu akan membantu kita untuk tetap sadar secara rohani. Sewaktu berbicara tentang kehadirannya, Yesus mendesak rasul-rasulnya, ”Perhatikanlah dirimu sendiri agar hatimu jangan sekali-kali menjadi sarat dengan makan berlebihan dan minum berlebihan dan kekhawatiran dalam kehidupan, dan dengan mendadak hari itu dalam sekejap menimpa kamu seperti suatu jerat. Karena hal itu akan datang ke atas mereka semua yang tinggal di atas segenap muka bumi.” (Lukas 21:7, 34, 35) Kegelojohan dan kemabukan tidak selaras dengan prinsip-prinsip Alkitab. (Ulangan 21:18-21) Amsal 23:20, 21 mengatakan, ”Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.”—Amsal 28:7.

      13 Namun, bahkan jika makan berlebihan dan minum berlebihan belum mencapai taraf tersebut, hal itu dapat membuat seseorang menjadi mengantuk, bahkan malas dan lengah dalam melakukan kehendak Allah. Sewajarnya, akan terdapat kekhawatiran yang menyangkut keluarga, kehidupan, kesehatan, dan seterusnya. Namun, kita akan berbahagia jika kita menaruh kepentingan Kerajaan di tempat pertama dalam kehidupan dan memiliki keyakinan bahwa Bapak surgawi kita akan menyediakan kebutuhan kita. (Matius 6:25-34) Jika tidak, ”hari itu” akan datang menimpa kita seumpama ”suatu jerat”, barangkali seumpama perangkap kamuflase yang menjerat kita di saat lengah atau sebagai perangkap dengan umpan, sama seperti perangkap yang memikat binatang yang tidak menaruh curiga dan kemudian menangkapnya. Ini tidak akan terjadi jika kita tetap sadar, sepenuhnya tahu bahwa kita hidup pada ”akhir zaman”.—Daniel 12:4.

      14. Mengapa kita hendaknya memanjatkan doa yang sungguh-sungguh?

      14 Doa yang sungguh-sungguh merupakan bantuan lain agar tetap bangun secara rohani. Dalam nubuatnya yang agung, Yesus selanjutnya mendesak, ”Jadi, tetaplah sadar setiap waktu seraya membuat permohonan agar kamu berhasil luput dari semua hal ini yang ditentukan untuk terjadi, dan berdiri di hadapan Putra manusia.” (Lukas 21:36) Ya, marilah kita berdoa agar kita selalu berada di pihak Yehuwa dan menikmati kedudukan yang diperkenan sewaktu Yesus, Putra manusia, datang untuk membinasakan sistem perkara yang fasik ini. Demi kebaikan kita dan demi kebaikan rekan-rekan seiman kita yang baginya kita berdoa, kita perlu ’tetap sadar dalam doa’.—Kolose 4:2; Efesus 6:18-20.

      Waktu Hampir Habis

      15. Apa yang dicapai dengan dinas kita sebagai pemberita keadilbenaran?

      15 Seraya kita menantikan hari besar Yehuwa, tidak diragukan kita berhasrat untuk melakukan sebisa kita dalam dinas-Nya. Jika kita berdoa dengan sungguh-sungguh kepada-Nya tentang hal ini, ”sebuah pintu besar yang menuju kepada kegiatan” mungkin dibuka bagi kita. (1 Korintus 16:8, 9) Pada waktu yang ditetapkan Allah, Yesus akan menjatuhkan penghakiman dan memisahkan ”domba-domba” yang adil-benar yang layak menerima kehidupan abadi dari ”kambing-kambing” yang tidak saleh yang layak menerima kebinasaan kekal. (Yohanes 5:22) Bukan kita yang memisahkan domba dari kambing. Namun dinas kita sebagai pemberita keadilbenaran kini memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk memilih haluan hidup melayani Allah dan dengan demikian memiliki harapan untuk dipisahkan untuk menerima kehidupan sewaktu Yesus ”tiba dalam kemuliaannya”. Singkatnya waktu yang tersisa bagi sistem perkara ini meningkatkan kebutuhan untuk kegiatan yang sepenuh hati seraya kita mencari orang-orang yang ”memiliki kecenderungan yang benar untuk kehidupan abadi”.—Matius 25:31-46; Kisah 13:48.

      16. Mengapa kita hendaknya menjadi pemberita Kerajaan yang bergairah?

      16 Waktu telah habis bagi dunia pada zaman Nuh, dan segera waktu akan habis bagi sistem perkara ini. Oleh karena itu, marilah kita menjadi pemberita Kerajaan yang bergairah. Pekerjaan pemberitaan kita telah berhasil, karena setiap tahun ratusan ribu dibaptis sebagai lambang pembaktian mereka kepada Allah. Mereka menjadi bagian dari organisasi Yehuwa yang diberkati—”umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya”. (Mazmur 100:3) Sungguh suatu sukacita untuk ambil bagian dalam pekerjaan pemberitaan Kerajaan ini yang mendatangkan harapan bagi banyak orang sebelum ”hari Yehuwa yang besar dan membangkitkan rasa takut”!

      17, 18. (a) Seraya kita mengabar, reaksi apa hendaknya kita antisipasi dari beberapa orang? (b) Apa yang pasti datang ke atas para pengejek?

      17 Seperti Nuh, kita memiliki dukungan dan perlindungan Allah. Ya, orang-orang, malaikat-malaikat yang menjelma, dan kaum Nefilim pasti dengan menghina mengejek berita Nuh, namun itu tidak menghentikannya. Dewasa ini, beberapa orang dengan menghina mengejek sewaktu kita menunjukkan kepada bukti yang kuat bahwa kita hidup pada ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1-5) Ejekan demikian menggenapi nubuat Alkitab sehubungan dengan kehadiran Kristus, karena Petrus menulis, ”Pada hari-hari terakhir akan datang pengejek-pengejek dengan ejekan mereka, yang bertindak menurut hasrat mereka sendiri dan mengatakan, ’Mana kehadirannya yang dijanjikan itu? Sejak hari bapak-bapak leluhur kami tertidur dalam kematian, segala sesuatu terus berlangsung tepat seperti sejak awal ciptaan.’”—2 Petrus 1:16; 3:3, 4.

      18 Para pengejek zaman sekarang mungkin berpikir: ’Tidak ada yang berubah sejak penciptaan. Kehidupan berlangsung terus; orang-orang terus saja makan, minum, menikah, dan beranak cucu. Bahkan jika Yesus hadir, ia tidak akan melaksanakan penghakiman pada zaman saya.’ Alangkah kelirunya mereka! Jika mereka sementara itu tidak mati karena penyebab-penyebab lain, hari Yehuwa yang membangkitkan rasa takut akan secara pasti menimpa mereka, sebagaimana pembinasaan oleh Air Bah yang membawa perubahan besar mengakhiri generasi yang fasik pada zaman Nuh.—Matius 24:34.

      Sedapat-dapatnya Tetaplah Sadar!

      19. Bagaimana hendaknya kita memandang kegiatan kita menjadikan murid?

      19 Jika kita berbakti kepada Yehuwa, semoga kita tidak pernah terlena untuk tidur dengan penalaran yang tidak patut. Inilah waktunya untuk tetap sadar, untuk menjalankan iman akan nubuat ilahi, dan untuk melaksanakan tugas kita ’menjadikan murid-murid dari orang-orang segala bangsa’. (Matius 28:19, 20) Seraya sistem ini menghadapi akhir yang penghabisan, tidak ada hak istimewa yang lebih besar yang dapat kita miliki selain hak istimewa melayani Allah Yehuwa di bawah kepemimpinan Yesus Kristus dan ambil bagian dalam pekerjaan pemberitaan ”kabar baik kerajaan ini” di seluas dunia sebelum akhir itu tiba.—Matius 24:14; Markus 13:10.

      20. Teladan apa diberikan Kaleb dan Yosua, dan apa yang diperlihatkan oleh haluan mereka kepada kita?

      20 Beberapa di antara umat Yehuwa telah melayani Dia selama puluhan tahun, barangkali seumur hidup mereka. Dan bahkan jika kita baru saja memeluk ibadat yang sejati, semoga kita seperti Kaleb orang Israel itu, yang ’dengan sepenuh hati mengikuti Yehuwa’. (Ulangan 1:34-36) Ia dan Yosua cukup siap untuk memasuki Negeri Perjanjian tidak lama setelah pembebasan Israel dari perbudakan Mesir. Akan tetapi, orang-orang Israel yang dewasa pada umumnya kurang iman dan harus menghabiskan 40 tahun di padang belantara, tempat mereka mati. Kaleb dan Yosua bertekun menahan kesukaran bersama mereka sepanjang waktu itu, namun pada akhirnya dua pria ini memasuki negeri perjanjian. (Bilangan 14:30-34; Yosua 14:6-15) Jika kita ’dengan sepenuh hati mengikuti Yehuwa’ dan tetap sadar secara rohani, kita akan memiliki sukacita memasuki dunia baru yang dijanjikan Allah.

      21. Apa yang akan kita alami jika tetap sadar secara rohani?

      21 Bukti-bukti jelas memperlihatkan bahwa kita hidup pada akhir zaman dan bahwa hari besar Yehuwa sudah dekat. Ini bukanlah waktunya untuk menjadi mengantuk dan lengah dalam melakukan kehendak ilahi. Kita akan diberkati hanya jika kita tetap sadar secara rohani dan tetap mengenakan pakaian jati diri kita sebagai rohaniwan Kristen dan hamba Yehuwa. Semoga kita bertekad untuk ’tetap sadar, berdiri teguh dalam iman, terus bertindak sebagai laki-laki, menjadi perkasa’. (1 Korintus 16:13) Sebagai hamba-hamba Yehuwa, semoga kita masing-masing kukuh dan berani. Dengan demikian kita akan berada di antara orang-orang yang siap sewaktu hari besar Yehuwa melanda, dengan setia melayani dalam barisan orang-orang berbahagia yang tetap sadar.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan