-
”Tetaplah Menantikan Aku”Menara Pengawal—1996 | 1 Maret
-
-
”Tetaplah Menantikan Aku”
”’Karena itu tetaplah menantikan aku,’ demikianlah firman Yehuwa.”—ZEFANYA 3:8, ”NW”.
1. Peringatan apa yang diberikan oleh nabi Zefanya, dan apa manfaat hal ini bagi orang-orang yang hidup dewasa ini?
”SUDAH dekat hari [Yehuwa] yang hebat itu.” Seruan peringatan ini diucapkan oleh nabi Zefanya pada pertengahan abad ketujuh SM. (Zefanya 1:14) Dalam waktu 40 atau 50 tahun, nubuat ini digenapi ketika hari pelaksanaan penghakiman Yehuwa datang ke atas Yerusalem dan ke atas bangsa-bangsa yang telah menentang kedaulatan Yehuwa dengan memperlakukan umat-Nya dengan buruk. Mengapa hal ini menarik bagi orang-orang yang hidup pada penutup abad ke-20 ini? Kita hidup pada saat manakala ’hari yang hebat’ yang menentukan dari Yehuwa mendekat dengan cepat. Tepat seperti pada zaman Zefanya, ’kemarahan yang bernyala-nyala’ (NW) dari Yehuwa akan segera berkobar terhadap imbangan zaman modern dari Yerusalem—Susunan Kristen—dan semua bangsa yang memperlakukan umat Yehuwa dengan buruk dan menentang kedaulatan universal-Nya.—Zefanya 1:4; 2:4, 8, 12, 13; 3:8; 2 Petrus 3:12, 13.
Zefanya—Seorang Saksi yang Berani
2, 3. (a) Apa yang kita ketahui tentang Zefanya, dan apa yang memperlihatkan bahwa ia seorang saksi yang berani dari Yehuwa? (b) Fakta-fakta apa memungkinkan kita untuk menentukan waktu dan tempat dari nubuat Zefanya?
2 Sedikit yang diketahui tentang nabi Zefanya, yang namanya (bahasa Ibrani, Tsephan·yah’) berarti ”Yehuwa Telah Menyembunyikan (Menyimpan)”. Akan tetapi, kontras dengan nabi-nabi lain, Zefanya menyediakan silsilahnya sampai kepada generasi yang keempat, sampai kepada ”Hizkia”. (Zefanya 1:1; bandingkan Yesaya 1:1; Yeremia 1:1; Yehezkiel 1:3.) Karena hal ini sangat tidak lazim, kebanyakan komentator mengidentifikasi kakek buyutnya sebagai Raja Hizkia yang setia. Jika ini benar, maka Zefanya adalah keturunan raja, dan ini menambah bobot kepada pernyataan penghukuman yang keras berkenaan dengan pangeran-pangeran Yehuda dan memperlihatkan bahwa ia adalah saksi dan nabi yang berani dari Yehuwa. Pengetahuannya yang dalam mengenai topografi dari Yerusalem dan mengenai apa yang terjadi dalam istana raja memperlihatkan bahwa ia bisa jadi telah memberitakan penghakiman Yehuwa di ibu kota itu sendiri.—Lihat Zefanya 1:8-11, catatan kaki NW bahasa Inggris.
3 Yang patut diperhatikan adalah fakta bahwa, meskipun Zefanya memberitakan penghakiman ilahi terhadap ”para pangeran” (NW) sipil dari Yehuda (para bangsawan, atau kepala suku) dan ”anak-anak raja”, ia tidak pernah menyinggung sang raja dalam kritiknya.a (Zefanya 1:8; 3:3) Ini memperlihatkan bahwa Raja Yosia yang masih muda sudah memperlihatkan kecenderungan kepada ibadat yang sejati, meskipun, mengingat situasi yang ditentang oleh Zefanya, tampaknya ia belum memulai reformasi agamanya. Semua ini memperlihatkan bahwa Zefanya telah bernubuat di Yehuda selama tahun-tahun awal dari Yosia, yang memerintah dari tahun 659 sampai 629 SM. Penubuatan yang penuh semangat dari Zefanya tidak diragukan meningkatkan kesadaran Yosia muda berkenaan dengan penyembahan berhala, kekerasan, dan kebejatan yang umum terdapat di Yehuda pada masa itu dan mendorong kampanyenya di kemudian hari melawan penyembahan berhala.—2 Tawarikh 34:1-3.
Alasan untuk Kemarahan Yehuwa yang Bernyala-nyala
4. Dengan kata-kata apa Yehuwa menyatakan kemarahan-Nya terhadap Yehuda dan Yerusalem?
4 Yehuwa memiliki alasan yang baik untuk merasa marah terhadap para pemimpin serta penduduk Yehuda dan Yerusalem ibu kotanya. Melalui nabi-Nya Zefanya, Ia mengatakan, ”Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada [Yehuwa], namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom.”—Zefanya 1:4, 5.
5, 6. (a) Bagaimana keadaan agama di Yehuda pada zaman Zefanya? (b) Bagaimana keadaan para pemimpin sipil Yehuda dan bawahan mereka?
5 Yehuda dinodai dengan upacara-upacara kesuburan yang bejat dari penyembahan Baal, astrologi hantu-hantu, dan penyembahan allah kafir Milkom. Jika Milkom sama dengan Molokh, sebagaimana yang dikatakan beberapa orang, maka ibadat palsu Yehuda mencakup persembahan korban anak-anak yang menjijikkan. Praktek-praktek agama demikian sangat menjijikkan di mata Yehuwa. (1 Raja 11:5, 7; 14:23, 24; 2 Raja 17:16, 17) Mereka semakin membuat Dia marah, karena para penyembah berhala tersebut masih mengucapkan sumpah dalam nama Yehuwa. Ia tidak lagi mentoleransi kenajisan agama demikian dan akan membinasakan imam-imam kafir dan juga imam-imam yang murtad.
6 Selain itu, para pemimpin sipil Yehuda sangat bejat. Pangeran-pangerannya seperti ”singa yang mengaum” yang serakah, dan para hakimnya dapat disamakan dengan ”serigala” yang rakus. (Zefanya 3:3) Para bawahan mereka dituduh ”memenuhi istana tuan mereka dengan kekerasan dan penipuan”. (Zefanya 1:9) Materialisme merajalela. Banyak orang memanfaatkan keadaan ini untuk menimbun harta.—Zefanya 1:13.
Keraguan tentang Hari Yehuwa
7. Berapa lama sebelum ”hari [Yehuwa] yang hebat” Zefanya bernubuat, dan bagaimana keadaan rohani dari banyak orang Yahudi?
7 Sebagaimana yang sudah kita lihat, keadaan agama yang sangat buruk yang umum terdapat pada zaman Zefanya memperlihatkan bahwa ia melaksanakan pekerjaannya sebagai saksi dan nabi sebelum Raja Yosia memulai kampanyenya melawan penyembahan berhala, kira-kira tahun 648 SM. (2 Tawarikh 34:4, 5) Maka, kemungkinan besar, Zefanya bernubuat sekurang-kurangnya 40 tahun sebelum ”hari [Yehuwa] yang hebat” datang ke atas kerajaan Yehuda. Pada masa selang tersebut, banyak orang Yahudi mempunyai keraguan dan ”berbalik” dari melayani Yehuwa, menjadi acuh tak acuh. Zefanya berbicara tentang orang-orang yang ”tidak mencari [Yehuwa] dan tidak menanyakan petunjuk-Nya”. (Zefanya 1:6) Jelaslah, orang-orang di Yehuda bersikap masa bodoh, tidak mempedulikan Allah.
8, 9. (a) Mengapa Yehuwa akan memeriksa ”orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya”? (b) Dengan cara-cara apa Yehuwa akan memberikan perhatian kepada penduduk Yehuda dan para pemimpin sipil serta agama mereka?
8 Yehuwa memberitahukan maksud-tujuan-Nya untuk memeriksa orang-orang yang mengaku sebagai umat-Nya. Di antara orang-orang yang mengaku sebagai penyembah-Nya, Ia akan mencari orang-orang yang di dalam hati mereka menyimpan keraguan sehubungan dengan kesanggupan atau niat-Nya untuk campur tangan dalam urusan-urusan manusia. Ia mengatakan, ”Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: [Yehuwa] tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!” (Zefanya 1:12) Pernyataan ”orang-orang yang telah mengental seperti anggur” (sebuah rujukan kepada pembuatan anggur) merujuk kepada orang-orang yang hidupnya sudah mapan, bagaikan endapan di dasar sebuah wadah, dan yang tidak ingin diganggu oleh pernyataan apa pun tentang campur tangan ilahi yang sudah dekat dalam urusan umat manusia.
9 Yehuwa akan memberikan perhatian kepada penduduk Yehuda dan Yerusalem dan kepada imam-imam mereka yang telah mencampur ibadat-Nya dengan kekafiran. Jika mereka merasa aman, seolah-olah ditutupi kegelapan malam dikelilingi tembok-tembok Yerusalem, Ia akan mencari mereka seperti dengan obor yang terang yang menembus kegelapan rohani tempat mereka berlindung. Ia akan mengguncangkan mereka dari sikap apatis mereka secara agama, pertama-tama dengan berita penghakiman yang dahsyat, kemudian dengan melaksanakan penghakiman tersebut.
”Sudah Dekat Hari [Yehuwa] yang Hebat Itu”
10. Bagaimana Zefanya menggambarkan ”hari [Yehuwa] yang hebat”?
10 Yehuwa mengilhami Zefanya untuk memberitakan, ”Sudah dekat hari [Yehuwa] yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari [Yehuwa] pahit.” (Zefanya 1:14) Benar-benar hari yang pahit terbentang di hadapan setiap orang—para imam, pangeran, dan rakyat—yang tidak mau mengindahkan peringatan dan kembali kepada ibadat yang sejati. Menggambarkan hari pelaksanaan penghakiman itu, nubuat tersebut melanjutkan, ”Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam, hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi.”—Zefanya 1:15, 16.
11, 12. (a) Berita penghakiman apa dinyatakan terhadap Yerusalem? (b) Apakah kemakmuran materi akan menyelamatkan orang-orang Yahudi?
11 Dalam waktu beberapa dekade yang berlalu dengan cepat, bala tentara Babilon akan menyerbu Yehuda. Yerusalem tidak akan luput. Daerah pemukiman dan kawasan bisnisnya akan dihancurkan. ”Pada hari itu, demikianlah firman [Yehuwa], akan terdengar teriakan dari Pintu Gerbang Ikan dan ratapan dari perkampungan baru dan bunyi keruntuhan hebat dari bukit-bukit. Merataplah, hai penduduk perkampungan Lumpang [suatu bagian dari Yerusalem]! Sebab telah habis segenap kaum pedagang, telah lenyap segenap penimbang perak.”—Zefanya 1:10, 11, catatan kaki NW bahasa Inggris.
12 Karena menolak untuk percaya bahwa hari Yehuwa telah dekat, banyak orang Yahudi telah sangat terlibat dalam spekulasi bisnis yang menghasilkan keuntungan. Namun melalui nabi-Nya yang setia, Zefanya, Yehuwa menubuatkan bahwa kekayaan mereka akan ”dirampas dan rumah-rumahnya akan menjadi sunyi sepi”. Mereka tidak akan meminum anggur yang mereka hasilkan, dan ”mereka tidak [akan] dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan [Yehuwa]”.—Zefanya 1:13, 18.
Bangsa-Bangsa Lain Dihakimi
13. Berita penghakiman apa dinyatakan Zefanya terhadap Moab, Amon, dan Asyur?
13 Melalui nabi-Nya Zefanya, Yehuwa juga menyatakan kemarahan-Nya terhadap bangsa-bangsa yang telah memperlakukan umat-Nya dengan buruk. Ia mengatakan, ”Aku telah mendengar pencelaan dari pihak Moab dan kata-kata nista dari pihak bani Amon, bagaimana mereka mencela umat-Ku dan membesarkan dirinya terhadap daerah umat-Ku itu. Sebab itu, demi Aku yang hidup—demikianlah firman [Yehuwa] semesta alam, Allah Israel—maka Moab akan menjadi seperti Sodom dan bani Amon seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya. . . . Ia akan mengacungkan tangan-Nya terhadap Utara, akan membinasakan Asyur, dan akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun.”—Zefanya 2:8, 9, 13.
14. Terdapat bukti apa bahwa bangsa-bangsa asing ”membesarkan diri” terhadap orang-orang Israel dan Allah mereka, Yehuwa?
14 Moab dan Amon adalah musuh bebuyutan Israel. (Bandingkan Hakim 3:12-14.) Batu Moab, di Museum Louvre di Paris, memuat sebuah inskripsi yang berisi suatu pernyataan yang memegahkan diri oleh Raja Mesa dari Moab. Ia dengan sombong menceritakan tentang beberapa kota Israel yang diambilnya dengan bantuan allahnya, Kamos. (2 Raja 1:1) Yeremia, yang hidup sezaman dengan Zefanya, berbicara tentang orang-orang Amon yang menduduki daerah orang Israel yakni Gad dalam nama allah mereka Milkom. (Yeremia 49:1) Sehubungan dengan Asyur, Raja Salmaneser V telah mengepung dan mengambil Samaria kira-kira satu abad sebelum zaman Zefanya. (2 Raja 17:1-6) Tidak lama kemudian, Raja Sanherib menyerang Yehuda, merampas banyak kotanya yang berkubu, dan bahkan mengancam Yerusalem. (Yesaya 36:1, 2) Juru bicara raja Asyur benar-benar membesarkan diri terhadap Yehuwa sewaktu menuntut agar Yerusalem menyerah.—Yesaya 36:4-20.
15. Bagaimana Yehuwa akan merendahkan allah bangsa-bangsa yang telah membesarkan diri terhadap umat-Nya?
15 Mazmur 83 menyebutkan tentang sejumlah bangsa, termasuk Moab, Amon, dan Asyur, yang membesarkan diri terhadap Israel, dan dengan angkuh mengatakan, ”Marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak diingat lagi!” (Mazmur 83:5) Nabi Zefanya dengan berani mengumumkan bahwa semua bangsa yang sombong ini dan allah-allah mereka akan direndahkan oleh Yehuwa yang berbala tentara. ”Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat [Yehuwa] semesta alam. [Yehuwa] akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi, dan kepada-Nya akan sujud menyembah setiap bangsa daerah pesisir, masing-masing dari tempatnya.”—Zefanya 2:10, 11.
”Tetaplah Menantikan”
16. (a) Bagi siapa mendekatnya hari Yehuwa merupakan sumber sukacita, dan mengapa? (b) Seruan apa yang membangkitkan semangat diberikan kepada sisa yang setia ini?
16 Meskipun rasa kantuk rohani, sikap ragu-ragu, penyembahan berhala, kebejatan, dan materialisme umum terdapat di antara para pemimpin dan banyak penduduk Yehuda dan Yerusalem, tampaknya beberapa orang Yahudi yang setia mendengarkan nubuat peringatan Zefanya. Mereka merasa sedih akan praktek-praktek yang menjijikkan dari para pangeran, hakim-hakim, dan imam-imam Yehuda. Pernyataan Zefanya menjadi sumber penghiburan bagi orang-orang yang loyal ini. Sebaliknya daripada menjadi penyebab untuk penderitaan berat, mendekatnya hari Yehuwa merupakan sumber sukacita bagi mereka, karena hari tersebut akan mengakhiri praktek-praktek yang menjijikkan demikian. Sisa yang setia ini menaati perintah Yehuwa yang membangkitkan semangat, ”Oleh karena itu tunggulah Aku [”tetaplah menantikan aku”, NW]—demikianlah firman [Yehuwa]—pada hari Aku bangkit sebagai saksi. Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku [”kemarahanku yang bernyala-nyala”, NW].”—Zefanya 3:8.
17. Kapan dan bagaimana berita penghakiman dari Zefanya mulai digenapi atas bangsa-bangsa?
17 Orang-orang yang mengindahkan peringatan tersebut tidak dikejutkan. Banyak yang selamat dan melihat penggenapan atas nubuat Zefanya. Pada tahun 632 SM, Niniwe dirampas dan dibinasakan oleh suatu koalisi yang terdiri dari orang-orang Babilon, Media, dan gerombolan dari utara, kemungkinan orang-orang Skit. Sejarawan Will Durant mengatakan, ”Suatu bala tentara dari orang Babilon di bawah Nabopolassar bergabung dengan bala tentara dari Media di bawah Cyaxares dan suatu gerombolan orang Skit dari Kaukasus, dan secara menakjubkan menguasai benteng-benteng di utara dengan mudah dan cepat. . . . Dengan satu pukulan Asyur lenyap dari sejarah.” Hal ini tepat seperti apa yang Zefanya telah nubuatkan.—Zefanya 2:13-15.
18. (a) Bagaimana penghakiman ilahi dilaksanakan atas Yerusalem, dan mengapa? (b) Bagaimana nubuat Zefanya sehubungan dengan Moab dan Amon digenapi?
18 Banyak orang Yahudi yang terus menantikan Yehuwa juga selamat dan melihat penghakiman-Nya dilaksanakan atas Yehuda dan Yerusalem. Sehubungan dengan Yerusalem, Zefanya telah menubuatkan, ”Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada [Yehuwa] ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap.” (Zefanya 3:1, 2) Karena ketidaksetiaannya, Yerusalem dua kali dikepung oleh orang-orang Babilon dan pada akhirnya dirampas dan dibinasakan pada tahun 607 SM. (2 Tawarikh 36:5, 6, 11-21) Sehubungan dengan Moab dan Amon, menurut sejarawan Yahudi, Josefus, pada tahun kelima setelah Yerusalem jatuh, orang-orang Babilon melancarkan perang melawan mereka dan menaklukkan mereka. Mereka pada akhirnya lenyap, seperti yang dinubuatkan.
19, 20. (a) Bagaimana Yehuwa memberi imbalan kepada orang-orang yang terus menantikan Dia? (b) Mengapa peristiwa-peristiwa ini penting bagi kita, dan apa yang akan dibahas dalam artikel berikut?
19 Penggenapan hal-hal ini dan perincian lain dari nubuat Zefanya menjadi pengalaman yang menguatkan iman bagi orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi yang tetap menantikan Yehuwa. Di antara orang-orang yang luput dari pembinasaan yang menimpa Yehuda dan Yerusalem adalah Yeremia, Ebed-Melekh orang Etiopia, dan keluarga Yonadab, orang Rekhab. (Yeremia 35:18, 19; 39:11, 12, 16-18) Orang-orang Yahudi yang setia di pembuangan dan keturunan mereka, yang terus menantikan Yehuwa, menjadi bagian dari sisa yang berbahagia yang diselamatkan dari Babilon pada tahun 537 SM dan kembali ke Yehuda untuk memulihkan kembali ibadat yang sejati.—Ezra 2:1; Zefanya 3:14, 15, 20.
20 Apa artinya semua ini bagi zaman kita? Dalam banyak hal, keadaan pada zaman Zefanya dapat disamakan dengan perkara-perkara menjijikkan yang terjadi dewasa ini dalam Susunan Kristen. Lagi pula, berbagai sikap dari orang-orang Yahudi pada zaman tersebut mempunyai persamaan dengan sikap yang dapat dijumpai dewasa ini, kadang-kadang bahkan di antara umat Yehuwa. Hal-hal ini akan dibahas dalam artikel berikut.
-
-
”Janganlah Tanganmu Menjadi Lemah Lesu”Menara Pengawal—1996 | 1 Maret
-
-
”Janganlah Tanganmu Menjadi Lemah Lesu”
”Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. [Yehuwa] Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.”—ZEFANYA 3:16, 17.
1. Apa yang dinyatakan oleh seorang sarjana Alkitab sehubungan dengan nubuat Zefanya?
NUBUAT Zefanya menunjuk jauh melampaui penggenapannya yang pertama pada abad ketujuh dan keenam SM. Dalam komentarnya tentang buku Zefanya, Profesor C. F. Keil menulis, ”Nubuat Zefanya . . . tidak hanya diawali dengan pengumuman tentang penghakiman universal atas seluruh dunia, yaitu penghakiman yang muncul yang akan menimpa Yehuda oleh karena dosa-dosanya, dan menimpa dunia bangsa-bangsa oleh karena permusuhannya terhadap umat Yehuwa; namun nubuat ini membahas selengkapnya tentang hari Yehuwa yang hebat dan menakutkan.”
2. Apa persamaan yang ada antara keadaan pada zaman Zefanya dan keadaan dalam Susunan Kristen dewasa ini?
2 Dewasa ini, keputusan pengadilan Yehuwa adalah untuk mengumpulkan bangsa-bangsa bagi pembinasaan dalam skala yang jauh lebih besar dibanding pada zaman Zefanya. (Zefanya 3:8) Bangsa-bangsa yang mengaku Kristen khususnya tercela dalam pandangan Yehuwa. Tepat sebagaimana Yerusalem harus membayar harga yang mahal karena ketidaksetiaannya kepada Yehuwa, maka Susunan Kristen harus bertanggung jawab kepada Allah atas jalan-jalannya yang bejat. Penghakiman ilahi yang dinyatakan terhadap Yehuda dan Yerusalem pada zaman Zefanya berlaku dengan lebih tegas lagi atas gereja-gereja dan sekte-sekte Susunan Kristen. Mereka juga telah mencemari ibadat yang sejati dengan doktrin-doktrin mereka yang tidak menghormati Allah, yang banyak berasal dari kekafiran. Mereka telah mengorbankan jutaan putra mereka yang sehat di atas altar zaman modern yaitu peperangan. Selain itu, penduduk dari imbangan Yerusalem mencampurkan apa yang disebut sebagai kekristenan dengan astrologi, praktek-praktek spiritisme, dan perbuatan seks yang amoral dan bejat, yang mengingatkan kepada ibadat Baal.—Zefanya 1:4, 5.
3. Apa yang dapat dikatakan tentang banyak pemimpin duniawi dan pemerintah politik dewasa ini, dan apa yang dinubuatkan Zefanya?
3 Banyak di antara para pemimpin politik Susunan Kristen ingin menjadi terkemuka di gereja. Namun seperti ”para pangeran” Yehuda, banyak dari mereka memeras orang-orang seperti ”singa yang mengaum” dan ”serigala” yang rakus. (Zefanya 3:1-3, NW) Antek-antek politik dari orang-orang demikian ”memenuhi istana tuan mereka dengan kekerasan dan penipuan”. (Zefanya 1:9) Penyuapan dan korupsi merajalela. Sehubungan dengan pemerintah politik di dalam dan di luar Susunan Kristen, suatu jumlah yang meningkat dari mereka ”membesarkan diri” melawan umat dari Yehuwa yang berbala tentara, Saksi-Saksi-Nya, memperlakukan mereka sebagai suatu ”sekte” yang dipandang hina. (Zefanya 2:8; Kisah 24:5, 14) Mengenai semua pemimpin politik demikian dan pengikut mereka, Zefanya menubuatkan, ”Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan [Yehuwa], dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.”—Zefanya 1:18.
”Terlindung pada Hari Kemurkaan [Yehuwa]”
4. Apa yang memperlihatkan bahwa akan ada orang-orang yang selamat dari hari Yehuwa yang hebat, tetapi apa yang harus mereka lakukan?
4 Tidak semua penduduk Yehuda dibasmi pada abad ketujuh SM. Demikian pula, akan ada orang-orang yang selamat melampaui hari Yehuwa yang hebat. Kepada orang-orang demikian, Yehuwa mengatakan melalui nabi-Nya Zefanya, ”Sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka [Yehuwa] yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan [Yehuwa]. Carilah [Yehuwa], hai semua orang yang rendah hati [”lembut hati”, NW] di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati [”kelembutan hati”, NW]; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan [Yehuwa].”—Zefanya 2:2, 3.
5. Pada masa akhir ini, siapa yang pertama-tama mengindahkan peringatan Zefanya, dan bagaimana Yehuwa menggunakan mereka?
5 Dalam masa akhir dari dunia ini, yang pertama-tama mengindahkan undangan yang bersifat nubuat ini adalah kaum sisa dari Israel rohani, orang-orang Kristen terurap. (Roma 2:28, 29; 9:6; Galatia 6:16) Karena telah mencari keadilbenaran dan kelembutan hati dan telah memperlihatkan respek kepada keputusan-keputusan pengadilan Yehuwa, mereka diselamatkan dari Babilon Besar, imperium agama palsu sedunia, dan dipulihkan kepada perkenan ilahi pada tahun 1919. Sejak itu, dan khususnya sejak tahun 1922, kaum sisa yang setia ini tanpa gentar telah memberitakan penghakiman Yehuwa terhadap gereja-gereja dan sekte-sekte dari Susunan Kristen dan terhadap bangsa-bangsa politik.
6. (a) Apa yang Zefanya nubuatkan perihal kaum sisa yang setia? (b) Bagaimana nubuat ini telah digenapi?
6 Tentang kaum sisa yang setia ini, Zefanya bernubuat, ”Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama [Yehuwa], yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.” (Zefanya 3:12, 13) Orang-orang Kristen terurap ini selalu menjunjung tinggi nama Yehuwa, tetapi khususnya demikian sejak tahun 1931, sewaktu mereka mengambil nama Saksi-Saksi Yehuwa. (Yesaya 43:10-12) Dengan menonjolkan sengketa kedaulatan Yehuwa, mereka telah menghormati nama ilahi, dan hal ini telah terbukti sebagai suatu perlindungan bagi mereka. (Amsal 18:10) Yehuwa telah memberi makan mereka secara rohani dengan limpah, dan mereka tinggal tanpa rasa takut dalam suatu firdaus rohani.—Zefanya 3:16, 17.
”Kenamaan dan Kepujian di Antara Segala Bangsa”
7, 8. (a) Apa nubuat selanjutnya yang telah digenapi atas kaum sisa Israel rohani? (b) Apa yang telah disadari oleh jutaan orang, dan apa perasaan saudara sendiri sehubungan dengan hal ini?
7 Kesetiaan yang mendalam dari kaum sisa kepada nama Yehuwa dan kepada prinsip-prinsip yang adil-benar dari Firman-Nya tidak luput dari perhatian. Orang-orang yang tulus telah melihat perbedaan antara tingkah laku dari kaum sisa dan kebejatan serta kemunafikan dari para pemimpin politik dan agama dunia ini. Yehuwa telah memberkati ”sisa Israel [rohani]”. Ia telah menghormati mereka dengan hak istimewa menyandang nama-Nya, dan Ia telah membuat mereka memiliki reputasi yang baik di antara bangsa-bangsa di bumi. Ini adalah seperti yang dinubuatkan oleh Zefanya, ”’Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka,’ firman [Yehuwa].”—Zefanya 3:20.
8 Sejak tahun 1935, benar-benar ada jutaan orang yang telah menyadari bahwa berkat Yehuwa menyertai kaum sisa. Mereka dengan senang mengikuti orang-orang Yahudi atau orang-orang Israel rohani ini, dengan mengatakan, ”Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” (Zakharia 8:23) ”Domba-domba lain” ini mengakui kaum sisa terurap sebagai ”budak yang setia dan bijaksana”, yang ditetapkan oleh Kristus ”atas seluruh harta miliknya [di bumi]”. Mereka dengan bersyukur ambil bagian dari makanan rohani yang dipersiapkan oleh golongan budak ”pada waktu yang tepat”.—Yohanes 10:16; Matius 24:45-47.
9. Jutaan orang telah belajar untuk berbicara ”bahasa” apa, dan dalam pekerjaan besar apa domba-domba lain melayani ”dengan bahu-membahu” bersama kaum sisa terurap?
9 Bersisi-sisian dengan kaum sisa, jutaan domba lain ini belajar hidup dan berbicara selaras dengan ”bahasa yang murni”.a Yehuwa bernubuat melalui Zefanya, ”Sesudah itu Aku akan memberikan bibir [”bahasa”, NW] lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih [”bahasa yang murni”, NW], supaya sekaliannya mereka memanggil nama [Yehuwa], beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.” (Zefanya 3:9) Ya, domba-domba lain secara terpadu melayani Yehuwa ”dengan bahu-membahu” bersama anggota-anggota terurap dari ”kawanan kecil” dalam pekerjaan yang mendesak yaitu pemberitaan ”kabar baik kerajaan ini . . . untuk suatu kesaksian kepada semua bangsa”.—Lukas 12:32; Matius 24:14.
”Hari [Yehuwa] Akan Datang”
10. Akan hal apa kaum sisa terurap selalu yakin, dan sebagai suatu kelompok, mereka akan hidup untuk melihat apa?
10 Kaum sisa terurap telah senantiasa mengingat pernyataan yang terilham dari rasul Petrus, ”Yehuwa tidak lambat sehubungan dengan janjinya, sebagaimana beberapa orang anggap kelambatan, tetapi ia sabar terhadap kamu karena ia tidak menginginkan seorang pun dibinasakan tetapi menginginkan semuanya mencapai pertobatan. Namun hari Yehuwa akan datang seperti seorang pencuri.” (2 Petrus 3:9, 10) Anggota-anggota dari golongan budak yang setia tidak pernah mempunyai keraguan apa pun tentang kedatangan hari Yehuwa pada zaman kita. Hari yang hebat ini akan dimulai dengan pelaksanaan penghakiman Allah terhadap Susunan Kristen, imbangan Yerusalem, dan selebihnya dari Babilon Besar.—Zefanya 1:2-4; Penyingkapan 17:1, 5; 19:1, 2.
11, 12. (a) Bagian lain apa dari nubuat Zefanya telah digenapi atas kaum sisa? (b) Bagaimana kaum sisa yang terurap telah mengindahkan seruan, ”Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu”?
11 Kaum sisa yang setia bersukacita karena telah dibebaskan pada tahun 1919 dari penawanan rohani oleh Babilon Besar, imperium agama palsu sedunia. Mereka telah mengalami penggenapan dari nubuat Zefanya, ”Bersorak-sorailah, hari puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! [Yehuwa] telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni [Yehuwa], ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: ’Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. [Yehuwa] Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.’”—Zefanya 3:14-17.
12 Dengan keyakinan dan bukti yang limpah bahwa Yehuwa berada di tengah-tengah mereka, kaum sisa terurap telah tanpa gentar maju terus dalam memenuhi amanat ilahi kepada mereka. Mereka telah memberitakan kabar baik tentang Kerajaan dan telah memberitahukan penghakiman Yehuwa terhadap Susunan Kristen, selebihnya dari Babilon Besar, dan seluruh sistem yang fasik dari Setan. Pada masa senang maupun susah, selama dekade-dekade sejak tahun 1919, mereka telah menaati perintah ilahi, ”Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.” Mereka tidak mengendurkan tangan dalam membagikan miliaran risalah, majalah, buku, dan buku kecil yang mengumumkan Kerajaan Yehuwa. Mereka telah menjadi teladan yang menggugah iman bagi domba-domba lain yang, sejak tahun 1935, telah berduyun-duyun datang ke pihak mereka.
”Janganlah Tanganmu Menjadi Lemah Lesu”
13, 14. (a) Mengapa beberapa orang Yahudi mundur dari melayani Yehuwa, dan bagaimana hal ini menjadi nyata? (b) Apa yang tidak bijaksana untuk kita lakukan, dan dalam pekerjaan apa kita hendaknya tidak membiarkan tangan kita menjadi lemah lesu?
13 Seraya kita ’tetap menantikan’ hari Yehuwa yang hebat, bagaimana kita dapat memperoleh bantuan yang praktis dari nubuat Zefanya? Pertama-tama, kita hendaknya berhati-hati untuk tidak menjadi seperti orang-orang Yahudi pada zaman Zefanya yang mundur dari mengikuti Yehuwa karena mereka mempunyai keraguan tentang dekatnya hari Yehuwa. Orang-orang Yahudi demikian tidak selalu menyatakan keraguan mereka secara terbuka, tetapi haluan tindakan mereka memperlihatkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh percaya bahwa hari Yehuwa yang hebat sudah dekat. Mereka memusatkan perhatian pada menimbun kekayaan sebaliknya daripada tetap menantikan Yehuwa.—Zefanya 1:12, 13; 3:8.
14 Dewasa ini bukanlah waktunya untuk membiarkan keraguan berakar di hati kita. Sangat tidak bijaksana untuk menunda dalam pikiran atau hati kita datangnya hari Yehuwa. (2 Petrus 3:1-4, 10) Kita hendaknya menghindari mundur dari mengikuti Yehuwa atau ’membiarkan tangan kita menjadi lemah lesu’ dalam dinas-Nya. Ini mencakup tidak ”bekerja dengan tangan yang kurang semangat” dalam memberitakan ”kabar baik”.—Amsal 10:4, NW; Markus 13:10.
Melawan Sikap Masa Bodoh
15. Apa yang dapat menyebabkan kita mengendurkan tangan dalam dinas kepada Yehuwa, dan bagaimana problem ini dinubuatkan dalam nubuat Zefanya?
15 Kedua, kita hendaknya waspada terhadap pengaruh yang melemahkan dari sikap masa bodoh. Di banyak negeri Barat, ketidakpedulian terhadap perkara-perkara rohani dapat menjadi penyebab sikap kecil hati di antara beberapa pemberita kabar baik. Sikap masa bodoh demikian terdapat pada zaman Zefanya. Yehuwa menyatakan melalui nabi-Nya, ”Aku akan memberi perhatian kepada orang-orang yang . . . berkata dalam hati mereka, ’Yehuwa tidak melakukan yang baik, dan ia tidak melakukan yang buruk.’” (Zefanya 1:12, NW) Ketika menulis tentang bagian ini dalam Cambridge Bible for Schools and Colleges, A. B. Davidson menyatakan bahwa ini merujuk kepada orang-orang yang telah ”terbenam ke dalam perasaan masa bodoh yang tidak berperasaan atau bahkan ke dalam ketidakpercayaan sehubungan dengan campur tangan apa pun dari kuasa yang lebih tinggi dalam urusan-urusan umat manusia”.
16. Keadaan pikiran apa yang ada di antara banyak anggota gereja-gereja Susunan Kristen, namun anjuran apa yang Yehuwa berikan kepada kita?
16 Sikap masa bodoh adalah sikap yang umum dewasa ini di banyak tempat di bumi, khususnya di negeri-negeri yang lebih makmur. Bahkan anggota-anggota dari gereja-gereja Susunan Kristen sama sekali tidak percaya bahwa Allah Yehuwa akan campur tangan dalam urusan-urusan manusia pada zaman kita. Mereka menolak upaya-upaya kita untuk mencapai mereka dengan kabar baik Kerajaan dengan senyum kurang percaya atau dengan jawaban singkat, ”Saya tidak berminat!” Di bawah keadaan-keadaan ini, kegigihan dalam pekerjaan memberi kesaksian dapat benar-benar menjadi suatu tantangan. Ini menguji ketekunan kita. Namun melalui nubuat Zefanya, Yehuwa memberi semangat kepada umat-Nya yang setia, dengan mengatakan, ”Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. [Yehuwa] Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.”—Zefanya 3:16, 17.
17. Teladan apa hendaknya ditiru orang-orang yang lebih baru di antara domba-domba lain, dan bagaimana?
17 Adalah fakta dalam sejarah zaman modern dari umat Yehuwa bahwa kaum sisa, serta juga orang-orang lanjut usia di antara domba-domba lain, telah menunaikan pekerjaan pengumpulan yang luar biasa pada hari-hari terakhir ini. Semua orang Kristen yang setia ini telah memperlihatkan ketekunan selama banyak dekade. Mereka tidak membiarkan sikap acuh tak acuh di pihak mayoritas orang dalam Susunan Kristen mengecilkan hati mereka. Maka semoga orang-orang yang lebih baru di antara domba-domba lain tidak membiarkan diri mereka patah semangat oleh sikap masa bodoh terhadap hal-hal rohani yang begitu umum dewasa ini di banyak negeri. Semoga mereka tidak membiarkan ’tangan mereka menjadi lemah lesu’, atau menjadi lamban. Semoga mereka menggunakan setiap kesempatan untuk menawarkan Menara Pengawal, Sedarlah!, dan publikasi-publikasi baik lain yang khusus dirancang untuk membantu orang-orang yang seperti domba belajar kebenaran tentang hari Yehuwa dan berkat-berkat yang menyusul.
Maju Terus Seraya Menantikan Hari yang Hebat!
18, 19. (a) Anjuran apa untuk bertekun kita dapatkan di Matius 24:13 dan Yesaya 35:3, 4? (b) Bagaimana kita akan diberkati jika kita dengan bersatu maju terus dalam dinas Yehuwa?
18 Yesus mengatakan, ”Dia yang telah bertekun sampai ke akhir adalah orang yang akan diselamatkan.” (Matius 24:13) Maka, tidak ada lagi ”tangan yang lemah lesu” atau ”lutut yang goyah” seraya kita menantikan hari Yehuwa yang hebat! (Yesaya 35:3, 4) Nubuat Zefanya dengan menenteramkan hati mengatakan tentang Yehuwa, ”Sebagai Pribadi yang perkasa, ia akan menyelamatkan.” (Zefanya 3:17, NW) Ya, Yehuwa akan menyelamatkan ”kumpulan besar” melewati tahap akhir dari ”kesengsaraan besar”, sewaktu Ia memerintahkan Putra-Nya untuk menghancurkan sampai berkeping-keping bangsa-bangsa politik yang terus ”membesarkan diri” melawan umat-Nya.—Penyingkapan 7:9, 14; Zefanya 2:10, 11; Mazmur 2:7-9.
19 Seraya hari Yehuwa yang hebat mendekat, semoga kita maju terus dengan bergairah, melayani Dia ”dengan bahu-membahu”! (Zefanya 3:9) Dengan melakukan hal itu, kita sendiri dan tak terhitung banyaknya orang lain akan ditaruh dalam kedudukan untuk ”terlindung pada hari kemurkaan [Yehuwa]” dan menyaksikan penyucian nama kudus-Nya.
-