PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Dari Buaian sampai Kuburan, Kebutuhan Kita yang Terbesar Adalah Cinta Kasih
    Sedarlah!—1987 (No. 20) | Sedarlah!—1987 (No. 20)
    • PADA suatu seminar bisnis yang membahas hubungan antar manusia, pembicara menceritakan mengenai sebuah bangsal rumah sakit yang ditempati anak-anak bayi yatim piatu. Dalam deretan ranjang yang panjang, bayi-bayi menjadi sakit dan beberapa meninggal—kecuali bayi di ranjang terakhir. Ia sehat-sehat saja. Dokter jadi bingung. Semua diberi makan, dimandikan, dijaga supaya tetap hangat—tidak ada perbedaan dalam perawatan mereka. Tetapi hanya bayi di ranjang terakhir tumbuh dengan baik. Seraya bulan-bulan berlalu dan bayi-bayi baru dibawa masuk, ceritanya selalu sama: Hanya bayi di ranjang terakhir yang sehat.

      Akhirnya sang dokter menyembunyikan diri untuk mengamati. Tengah malam wanita yang bertugas membersihkan masuk dan mengepel lantai dari ujung ke ujung ruangan. Setelah lantai selesai dibersihkan, ia berdiri, meregangkan otot, menggaruk punggungnya. Kemudian ia pergi ke ranjang terakhir, mengangkat bayi tersebut, berjalan keliling ruangan bersamanya, mengemongnya, bercakap-cakap dengannya, mengayunnya dalam pelukan. Ia meletakkan bayi itu kembali ke ranjangnya dan pergi. Dokter tersebut melihat malam berikutnya, dan berikutnya. Setiap malam hal yang sama terjadi. Selalu bayi di ranjang terakhir yang diangkat, diemong, diajak bercakap-cakap dan disayang. Dan dari semua kelompok bayi baru yang dibawa masuk, selalu bayi dalam ranjang terakhir yang tumbuh dengan baik, sedangkan bayi-bayi lain sakit dan beberapa meninggal.

  • Dari Buaian sampai Kuburan, Kebutuhan Kita yang Terbesar Adalah Cinta Kasih
    Sedarlah!—1987 (No. 20) | Sedarlah!—1987 (No. 20)
    • Selama bertahun-tahun, kebutuhan bayi akan kasih sayang telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Majalah Scientific American menerbitkan laporan ini, ”Rene Spitz dari Institut Psikoanalistis New York dan rekannya Katherine Wolf, mengamati sejarah dari 91 bayi di rumah-rumah panti asuhan di A.S. bagian Timur dan Kanada. Mereka mengamati bahwa pada bayi-bayi itu selalu jelas nampak adanya ketegangan dan kesedihan. Perkembangan fisik mereka lambat dan berat badan mereka tidak dapat bertambah secara normal atau bahkan turun. Masa-masa insomnia (tidak dapat tidur) yang berlarut-larut silih berganti dengan masa-masa tidak sadar diri. Dari 91 bayi, Spitz dan Wolf melaporkan, 34 mati ’walaupun diberi makanan yang baik dan perawatan medis yang cermat’.”

      Seorang psikiater Florida berkata, ”Seorang anak yang kurang dirangkul atau diemong bisa tumbuh menjadi pendiam, suka memisahkan diri atau senang menyendiri. . . . Sentuhan badan antara orangtua dan anak begitu penting dalam membesarkan anak sehingga dalam beberapa kasus anak-anak yang tidak dipeluk atau diemong selama tahun-tahun pertama kehidupan mereka, tidak dapat terus hidup.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan