PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Makhluk-Makhluk Roh​—Pengaruhnya atas Kita
    Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
    • 8. (a) Bagaimana beberapa malaikat menjadi jahat dan kemudian disebut hantu? (b) Untuk dapat lolos dari Air Bah pada zaman Nuh, apa yang harus dilakukan hantu-hantu itu?

      8 Pada zaman Nuh, malaikat-malaikat lain memberontak terhadap Yehuwa. Mereka meninggalkan keluarga Allah di surga, turun ke bumi, dan mengenakan tubuh jasmani. Untuk apa? Kita membaca di Kejadian 6:2, ”Putra-putra dari Allah yang benar mulai memperhatikan bahwa anak-anak perempuan manusia itu elok parasnya; lalu mereka mengambil istri-istri, yaitu semua yang mereka pilih.” Tetapi, perbuatan para malaikat tersebut dan kebejatan yang diakibatkannya di antara umat manusia tidak Allah Yehuwa biarkan. Ia membuat seluruh bumi dibanjiri dengan air bah yang melenyapkan semua orang fasik dan hanya menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang setia. (Kejadian 7:17, 23) Jadi, para malaikat yang memberontak, atau yang juga disebut hantu-hantu, terpaksa meninggalkan tubuh jasmani mereka dan kembali ke surga sebagai makhluk roh. Mereka pun berpihak kepada si Iblis, yang kemudian menjadi ”penguasa hantu-hantu”.​—Matius 9:34.

      9. (a) Apa yang terjadi dengan hantu-hantu sewaktu mereka kembali ke surga? (b) Apa yang akan kita bahas berkenaan dengan hantu-hantu?

      9 Sewaktu para malaikat yang tidak taat kembali ke surga, mereka tidak diterima lagi sebagai anggota keluarga Allah, seperti halnya penguasa mereka, Setan. (2 Petrus 2:4) Mereka sekarang tidak dapat mengenakan tubuh manusia, tetapi mereka masih melancarkan pengaruh yang sangat buruk atas manusia. Ya, dengan bantuan hantu-hantu inilah, Setan ”sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. (Penyingkapan 12:9; 1 Yohanes 5:19) Bagaimana caranya? Hantu-hantu terutama menggunakan cara-cara yang dirancang untuk menyesatkan orang. (2 Korintus 2:11) Mari kita bahas beberapa di antaranya.

      CARA HANTU-HANTU MENYESATKAN

      10. Apakah spiritisme itu?

      10 Untuk menyesatkan orang, hantu-hantu menggunakan spiritisme. Melakukan spiritisme artinya mengadakan hubungan dengan hantu-hantu, secara langsung maupun melalui seorang perantara atau dukun. Alkitab mengutuk spiritisme dan memperingatkan kita agar menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. (Galatia 5:19-21) Spiritisme dapat diumpamakan seperti umpan yang digunakan seorang nelayan. Untuk menangkap berbagai jenis ikan, seorang nelayan menggunakan bermacam-macam umpan. Demikian pula, untuk menguasai segala macam orang, roh-roh fasik menggunakan berbagai bentuk spiritisme.

      11. Apakah ilmu ramal itu, dan mengapa kita harus menghindarinya?

      11 Satu jenis umpan yang digunakan oleh hantu-hantu adalah ilmu ramal, yaitu upaya untuk mengetahui masa depan atau sesuatu yang bersifat gaib. Beberapa bentuknya adalah ramalan bintang, penggunaan kartu, bola kristal, ilmu garis tangan, dan ilmu tafsir mimpi. Meskipun banyak orang berpikir bahwa mempraktekkan ilmu ramal tidak berbahaya, Alkitab menunjukkan bahwa para juru ramal bekerja sama dengan roh-roh fasik. Misalnya, Kisah 16:16-18 menyebutkan bahwa ”suatu hantu tenung” memungkinkan seorang gadis untuk mempraktekkan ”ilmu ramal”. Tetapi, kesanggupan ini lenyap ketika hantu itu diusir darinya.

      1) Bagan ramalan bintang; 2) Peramal garis tangan sedang melihat tangan seorang wanita; 3) Seorang pria menggunakan kartu ramal; 4) Bola kristal

      Hantu-hantu memperdaya orang dengan berbagai cara

      12. Mengapa berbahaya untuk mencoba berkomunikasi dengan orang mati?

      12 Cara lain adalah dengan menganjurkan orang untuk meminta petunjuk kepada orang mati. Orang yang berduka karena ditinggal mati orang yang dicintai sering diperdayakan oleh gagasan yang keliru tentang orang mati. Seorang dukun mungkin memberikan keterangan khusus atau berbicara dengan suara yang kedengarannya adalah suara orang yang sudah mati itu. Akibatnya, banyak orang yakin bahwa orang mati sebenarnya masih hidup dan bahwa dengan menghubungi orang mati itu, mereka akan lebih sanggup menanggung dukacita mereka. Tetapi, ”penghiburan” itu sebenarnya suatu dusta dan juga berbahaya. Mengapa? Karena hantu-hantu dapat meniru suara seseorang yang sudah mati dan memberikan keterangan tentang orang mati itu kepada dukun perantara. (1 Samuel 28:3-19) Selain itu, sebagaimana kita pelajari di Pasal 6, pada waktu seseorang mati, ia tidak ada lagi. (Mazmur 115:17) Jadi, ”orang yang bertanya kepada orang mati” telah disesatkan oleh roh-roh fasik dan bertindak bertentangan dengan kehendak Allah. (Ulangan 18:10, 11; Yesaya 8:19) Karena itu, waspadalah, tolaklah umpan yang berbahaya dari hantu-hantu itu.

      13. Apa yang dapat dilakukan oleh banyak orang yang sebelumnya dicengkeram oleh rasa takut kepada hantu-hantu?

      13 Roh-roh fasik tidak hanya menyesatkan tetapi juga menakut-nakuti orang. Sekarang, Setan dan hantu-hantunya tahu bahwa ”waktunya tinggal sedikit” saja sebelum mereka dinonaktifkan, dan mereka kini lebih ganas daripada yang sudah-sudah. (Penyingkapan 12:12, 17) Meskipun begitu, ribuan orang yang pernah dicengkeram rasa takut kepada roh-roh fasik sekarang dapat membebaskan diri mereka dari rasa takut itu. Bagaimana caranya? Apa yang dapat dilakukan seseorang jika ia sudah telanjur terlibat dengan spiritisme?

      CARA MELAWAN ROH-ROH FASIK

      14. Seperti orang Kristen abad pertama di Efesus, bagaimana kita dapat memutuskan hubungan dengan roh-roh fasik?

      14 Alkitab memberi tahu kita caranya melawan dan memutuskan hubungan dengan roh-roh fasik. Perhatikan contoh orang-orang Kristen pada abad pertama di kota Efesus. Sebelum menjadi orang Kristen, ada di antara mereka yang melakukan spiritisme. Ketika mereka memutuskan untuk meninggalkan spiritisme, apa yang mereka lakukan? Alkitab mengatakan, ”Cukup banyak dari antara mereka yang mempraktekkan ilmu gaib mengumpulkan buku-buku mereka dan membakarnya habis di hadapan semua orang.” (Kisah 19:19) Dengan menghancurkan buku-buku ilmu gaib mereka, orang-orang yang baru menjadi Kristen itu memberikan teladan bagi mereka yang ingin melawan roh-roh fasik pada zaman sekarang. Orang yang ingin melayani Yehuwa harus membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan spiritisme, antara lain: buku, majalah, film, poster, dan rekaman musik yang menganjurkan dan membuat spiritisme tampak menarik serta mengasyikkan. Jimat atau benda-benda lain yang dikenakan untuk perlindungan terhadap apa yang jahat juga harus dibuang.​—1 Korintus 10:21.

      15. Untuk melawan kumpulan roh yang fasik, apa yang perlu kita lakukan?

      15 Beberapa tahun setelah orang Kristen di Efesus menghancurkan buku-buku ilmu gaib mereka, rasul Paulus masih merasa perlu untuk menulis kepada mereka bahwa ”pergulatan kita . . . melawan kumpulan roh yang fasik”. (Efesus 6:12) Hantu-hantu belum menyerah. Mereka masih mencoba menguasai orang-orang. Maka, apa lagi yang perlu dilakukan orang-orang Kristen itu? ”Di atas segala hal,” kata Paulus, ”ambillah perisai besar iman, yang dengannya kamu akan sanggup memadamkan semua senjata lempar yang berapi dari si fasik [Setan].” (Efesus 6:16) Semakin kuat perisai iman kita, semakin kuat kemampuan kita untuk melawan kumpulan roh yang fasik.​—Matius 17:20.

      16. Bagaimana kita dapat menguatkan iman kita?

      16 Maka, bagaimana kita dapat menguatkan iman kita? Dengan mempelajari Alkitab. Kekokohan sebuah tembok sangat bergantung pada kekuatan fondasinya. Demikian pula, keteguhan iman kita sangat bergantung pada seberapa kuat dasar iman kita, yaitu pengetahuan yang saksama tentang Firman Allah, Alkitab. Jika kita membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari, iman kita akan menjadi kuat. Seperti tembok yang kuat, iman tersebut akan melindungi kita dari pengaruh roh-roh fasik.​—1 Yohanes 5:5.

      17. Langkah apa yang perlu diambil untuk melawan roh-roh fasik?

      17 Langkah apa lagi yang perlu diambil orang-orang Kristen di Efesus? Mereka membutuhkan perlindungan tambahan karena mereka hidup di sebuah kota yang sarat dengan pengaruh hantu-hantu. Maka, Paulus memberi tahu mereka, ”Dengan setiap bentuk doa dan permohonan, teruslah berdoa pada setiap kesempatan dengan roh.” (Efesus 6:18) Kita juga hidup dalam dunia yang sarat dengan pengaruh hantu-hantu, maka untuk melawan roh-roh fasik, kita perlu berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Yehuwa, memohonkan perlindungan-Nya. Kita tentu saja perlu menggunakan nama Yehuwa dalam doa-doa kita. (Amsal 18:10) Jadi, kita harus terus berdoa kepada Allah agar Ia ’melepaskan kita dari si fasik’, Setan si Iblis. (Matius 6:13) Yehuwa akan menjawab doa yang sungguh-sungguh.​—Mazmur 145:19.

      18, 19. (a) Mengapa kita dapat yakin bahwa kita akan menang melawan makhluk-makhluk roh yang fasik? (b) Pertanyaan apa yang akan dijawab dalam pasal selanjutnya?

      18 Roh-roh fasik sungguh berbahaya, tetapi kita tidak perlu takut kepada mereka jika kita melawan Iblis dan mendekat kepada Allah dengan melakukan kehendak-Nya. (Yakobus 4:7, 8) Kekuatan mereka terbatas. Pada zaman Nuh, mereka dihukum, dan di masa depan mereka akan mendapat penghakiman terakhir. (Yudas 6) Selain itu, ingatlah bahwa kita dilindungi oleh para malaikat Yehuwa yang kuat. (2 Raja 6:15-17) Malaikat-malaikat itu ingin sekali kita berhasil melawan roh-roh fasik. Para malaikat yang adil-benar seolah-olah menyoraki kita agar tidak menyerah. Karena itu, mari kita tetap dekat dengan Yehuwa dan keluarga-Nya yang terdiri dari makhluk-makhluk roh yang setia. Kita sepatutnya juga menghindari segala macam bentuk spiritisme dan selalu menerapkan nasihat Firman Allah. (1 Petrus 5:6, 7; 2 Petrus 2:9) Dengan demikian, kita dapat yakin bahwa kita akan menang melawan makhluk-makhluk roh yang fasik.

  • Makhluk-Makhluk Roh​—Pengaruhnya atas Kita
    Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan