-
”Dinas Suci dengan Daya Nalarmu”Menara Pengawal—1995 | 15 Juni
-
-
Perhatikan soal hiburan. Alkitab mengatakan, ”Seluruh dunia terletak dalam kuasa si fasik.” (1 Yohanes 5:19) Apakah ini berarti bahwa setiap buku, film, atau program televisi yang diproduksi oleh dunia ini adalah bejat dan bersifat hantu-hantu? Pandangan demikian sama sekali tidak masuk akal. Tentu saja, beberapa orang mungkin memilih untuk sama sekali menghindari televisi, film, atau literatur duniawi. Itu adalah hak mereka, dan mereka hendaknya jangan dikritik karena hal itu. Namun mereka hendaknya juga tidak berupaya menekan orang-orang lain untuk mengambil sikap keras yang sama. Lembaga telah menerbitkan artikel-artikel yang menyajikan prinsip-prinsip Alkitab yang seharusnya memungkinkan kita untuk dengan bijaksana bersikap selektif dalam waktu santai atau hiburan kita. Bertindak di luar bimbingan ini dan membuka diri kepada cara berpikir yang amoral, kekerasan yang terang-terangan, atau spiritisme yang terdapat dalam banyak hiburan dunia ini sangatlah tidak bijaksana. Sebenarnya, pemilihan hiburan secara bijaksana menuntut agar kita menggunakan daya nalar kita untuk menerapkan prinsip-prinsip Alkitab sehingga memiliki hati nurani yang bersih di hadapan Allah dan manusia.—1 Korintus 10:31-33.
9. Apa yang dimaksud dengan ”daya pengamatan yang penuh”?
9 Banyak hiburan dewasa ini jelas-jelas tidak patut bagi orang-orang Kristen.a Oleh karena itu, kita harus melatih hati kita untuk ’membenci kejahatan’ agar kita tidak menjadi seperti orang-orang pada abad pertama yang ”melampaui semua batas perasaan moral”. (Mazmur 97:10; Efesus 4:17-19) Agar dapat bernalar dalam hal-hal tersebut, kita membutuhkan ”pengetahuan yang saksama dan daya pengamatan yang penuh”. (Filipi 1:9) Kata Yunani yang diterjemahkan ”daya pengamatan” mengartikan ”persepsi moral yang peka”. Kata ini merujuk kepada indra manusia secara harfiah, seperti penglihatan. Bila menyangkut hiburan atau soal lain yang menuntut keputusan pribadi, perasaan moral kita hendaknya difokuskan sehingga kita dapat memahami tidak hanya masalah-masalah hitam dan putih yang ditetapkan dengan jelas, tetapi juga yang bersifat kelabu. Pada waktu yang sama, kita hendaknya menghindari menerapkan prinsip-prinsip Alkitab secara ekstrem sehingga tidak masuk akal dan menuntut agar semua saudara kita melakukan hal yang sama.—Filipi 4:5.
-
-
”Dinas Suci dengan Daya Nalarmu”Menara Pengawal—1995 | 15 Juni
-
-
a Ini berarti menghindari hiburan yang isinya bersifat hantu-hantu, porno, atau sadis, serta apa yang disebut hiburan keluarga yang mempropagandakan gagasan promiskuitas atau gagasan serba boleh yang tidak dapat disetujui oleh orang-orang Kristen.
-