PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Dapatkah Kehidupan Muncul secara Kebetulan?
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • Pasal 4

      Dapatkah Kehidupan Muncul secara Kebetulan?

      1. (a) Apa yang diakui Charles Darwin tentang asal mula kehidupan? (b) Gagasan apa yang dimunculkan kembali oleh teori evolusi masa kini?

      SEWAKTU Charles Darwin mengemukakan teori evolusi, ia mau tak mau mengakui bahwa kehidupan mungkin ”pada mulanya diembuskan oleh sang Pencipta ke dalam satu atau beberapa bentuk”.⁠1 Tetapi, teori evolusi masa kini umumnya tidak menyebut-nyebut adanya Pencipta. Sebaliknya, teori generatio spontanea (terbentuknya kehidupan secara spontan) yang pernah ditolak, telah dimunculkan kembali dalam bentuk yang agak berbeda.

      2. (a) Kepercayaan lama apa tentang generatio spontanea terbukti salah? (b) Walaupun kini diakui bahwa kehidupan tidak muncul secara spontan, asumsi apa yang diajukan oleh para evolusionis?

      2 Suatu bentuk konsep generatio spontanea telah dipercayai sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-17 M, bahkan para ilmuwan yang disegani, seperti Francis Bacon dan William Harvey, mempercayai teori itu. Tetapi, pada abad ke-19, Louis Pasteur dan beberapa ilmuwan lain tampaknya telah meruntuhkan teori tersebut, karena eksperimen mereka membuktikan bahwa kehidupan hanya dapat berasal dari kehidupan yang sudah ada. Meskipun demikian, karena dirasa perlu, teori evolusi mengemukakan asumsi bahwa dahulu kala, entah bagaimana, kehidupan mikroskopis pasti telah muncul secara spontan dari benda mati.

      Wajah Baru Teori Generatio Spontanea

      3, 4. (a) Bagaimana uraian tentang langkah-langkah terbentuknya kehidupan yang pertama? (b) Walaupun kehidupan tidak mungkin muncul secara kebetulan, para evolusionis berkukuh pada apa?

      3 Pendapat terkini tentang asal mula kehidupan menurut evolusi diringkaskan oleh Richard Dawkins dalam bukunya The Selfish Gene. Ia berspekulasi bahwa pada mulanya, atmosfer bumi terdiri dari karbon dioksida, metana, amonia, dan air. Melalui energi dari sinar matahari, dan mungkin dari petir serta letusan gunung berapi, senyawa-senyawa sederhana itu terurai lalu tersusun kembali menjadi asam-asam amino. Berbagai asam amino itu lambat laun terakumulasi di lautan dan menjadi senyawa sejenis protein. Pada akhirnya, ia berkata, lautan itu menjadi suatu ”sup organik”, tapi masih tidak bernyawa.

      4 Lalu, menurut penjelasan Dawkins, ”sebuah molekul yang sangat luar biasa terbentuk secara kebetulan”—molekul yang mampu menggandakan diri. Meskipun mengakui bahwa kebetulan tersebut sangat tidak mungkin, ia berkukuh bahwa pasti itulah yang terjadi. Molekul-molekul yang serupa terkumpul, dan kemudian, lagi-lagi melalui suatu kebetulan yang sangat tidak mungkin, molekul-molekul ini membungkus diri dengan membran pelindung yang terbuat dari molekul-molekul protein lain. Konon, itulah sel hidup pertama yang muncul dengan sendirinya.⁠2

      5. Bagaimana asal mula kehidupan biasanya diulas dalam buku-buku yang diterbitkan, namun apa yang dikatakan seorang ilmuwan?

      5 Sampai di sini seorang pembaca mungkin mulai mengerti komentar Dawkins dalam prakata bukunya, ”Buku ini hendaknya dibaca seolah-olah ini buku fiksi ilmiah.”⁠3 Tetapi, bagi para pembaca pokok tersebut, itu bukan hal aneh. Kebanyakan buku lain tentang evolusi juga hanya secara sekilas mengulas problem besar tentang munculnya kehidupan dari benda mati. Maka, Profesor William Thorpe dari fakultas zoologi di Universitas Cambridge mengatakan kepada sesama ilmuwan, ”Semua spekulasi dan diskusi dangkal yang diterbitkan selama sepuluh sampai lima belas tahun terakhir, yang menjelaskan caranya kehidupan bermula, ternyata terlalu sederhana dan tidak berbobot. Jalan keluar untuk problem itu sebenarnya masih sama jauhnya seperti dulu.”⁠4

      6. Apa yang diperlihatkan dengan bertambahnya pengetahuan?

      6 Kemajuan pengetahuan yang sangat pesat baru-baru ini justru memperlebar kesenjangan antara benda mati dan makhluk hidup. Bahkan organisme bersel tunggal yang paling tua ternyata sedemikian rumitnya sehingga tak terselami. ”Biologi mengalami kesulitan dalam menemukan permulaan yang sederhana,” kata astronom Fred Hoyle dan Chandra Wickramasinghe. ”Sisa-sisa fosil bentuk-bentuk kehidupan purba yang ditemukan di bebatuan tidak memperlihatkan permulaan yang sederhana. . . . maka teori evolusi tidak memiliki fondasi yang kuat.”⁠5 Dan, bertambahnya pengetahuan malah mempersulit upaya untuk menjelaskan bagaimana bentuk kehidupan mikroskopis yang luar biasa rumit dapat muncul secara kebetulan.

      7. Apa yang disebut sebagai langkah-langkah utama munculnya kehidupan?

      7 Langkah-langkah utama munculnya kehidupan, menurut perkiraan teori evolusi, adalah (1) adanya atmosfer primitif yang tepat dan (2) lautan sup organik yang sarat dengan molekul-molekul ”sederhana” yang dibutuhkan oleh kehidupan. (3) Dari molekul-molekul itu terbentuklah protein dan nukleotida (senyawa kimia yang kompleks) yang (4) menyatu dan terlapisi membran, dan selanjutnya (5) mengembangkan suatu kode genetik dan mulai menggandakan diri. Apakah langkah-langkah ini sesuai dengan fakta yang ada?

      Atmosfer Primitif

      8. Bagaimana eksperimen terkenal yang dilakukan oleh Stanley Miller, maupun yang dilakukan belakangan, terbukti mengecewakan?

      8 Pada tahun 1953, Stanley Miller mengalirkan percikan listrik melalui suatu ”atmosfer” yang terdiri dari hidrogen, metana, amonia, dan uap air. Eksperimen ini menghasilkan beberapa dari sekian banyak asam amino yang ada dan yang merupakan bahan pembentuk protein. Namun, ia hanya memperoleh 4 dari 20 asam amino yang diperlukan untuk kehidupan. Lebih dari 30 tahun kemudian, eksperimen para ilmuwan masih belum bisa menghasilkan ke-20 asam amino yang dibutuhkan dalam keadaan yang dianggap memungkinkan.

      9, 10. (a) Apa yang diyakini tentang kemungkinan komposisi atmosfer primitif bumi? (b) Dilema apa yang dihadapi evolusi, dan apa yang diketahui tentang atmosfer primitif bumi?

      9 Miller berasumsi bahwa atmosfer primitif bumi mirip dengan yang ada dalam labu (tabung) eksperimennya. Mengapa? Karena, seperti yang belakangan dikatakan oleh dia dan rekan sekerjanya, ”Senyawa yang penting secara biologis hanya dapat terbentuk dalam keadaan reduksi [tidak ada oksigen bebas dalam atmosfer].”⁠6 Namun, para evolusionis lain berteori bahwa oksigen harus ada. Hal ini menimbulkan dilema bagi evolusi sebagaimana diungkapkan oleh Hitching, ”Kalau ada oksigen di udara, asam amino yang pertama tidak akan pernah terbentuk; tanpa oksigen, asam amino itu akan tersapu habis oleh sinar-sinar kosmis.”⁠7

      10 Kenyataannya, orang hanya bisa mereka-reka atau menduga-duga seperti apa sebenarnya atmosfer primitif bumi itu. Tidak ada yang mengetahuinya secara pasti.

      Bisakah Suatu ”Sup Organik” Terbentuk?

      11. (a) Mengapa tidak mungkin suatu ”sup organik” akan terbentuk di lautan? (b) Bagaimana Miller dapat menyelamatkan beberapa asam amino yang ia peroleh?

      11 Apakah mungkin asam amino yang diperkirakan telah terbentuk dalam atmosfer terbawa turun ke lautan dan membentuk suatu ”sup organik”? Sama sekali tidak mungkin. Energi yang sama yang memecah senyawa sederhana dalam atmosfer itu justru akan lebih cepat menguraikan setiap asam amino kompleks yang terbentuk. Menarik, ketika Miller mengalirkan percikan listrik melalui suatu ”atmosfer” dalam eksperimennya, ia berhasil menyelamatkan empat asam amino yang ia peroleh hanya karena ia memindahkannya dari daerah percikan listrik. Seandainya ia membiarkannya di sana, percikan itu akan menguraikan asam-asam amino tersebut.

      12. Apa yang akan terjadi seandainya beberapa asam amino sampai di lautan?

      12 Namun, katakanlah asam-asam amino itu, entah bagaimana, bisa mencapai lautan dan terlindung dari radiasi ultraviolet yang merusak di atmosfer. Lalu? Hitching menjelaskan, ”Di bawah permukaan air tidak akan ada cukup energi untuk mengaktifkan reaksi kimia selanjutnya; air selalu menghambat pertumbuhan molekul yang lebih kompleks.”⁠8

      13. Apa yang harus dilakukan asam amino dalam air untuk membentuk protein, tetapi bahaya lain apa lagi yang dihadapi?

      13 Maka, setelah berada dalam air, asam-asam amino itu harus keluar dari air untuk dapat membentuk molekul yang lebih besar dan berevolusi menjadi protein yang penting bagi pembentukan kehidupan. Tetapi, begitu keluar dari air, asam-asam amino itu kembali berada dalam bahaya karena cahaya ultraviolet yang merusak! ”Dengan kata lain,” ujar Hitching, ”secara teoretis, untuk melewati bahkan tahap pertama yang relatif mudah ini [untuk mendapatkan asam amino] dalam evolusi kehidupan, peluangnya nyaris nihil.”⁠9

      14. Apa salah satu problem paling pelik yang dihadapi oleh para evolusionis?

      14 Walaupun umumnya ditegaskan bahwa kehidupan muncul secara spontan dalam lautan, air sama sekali tidak menunjang proses kimiawi yang diperlukan. Ahli kimia Richard Dickerson menjelaskan, ”Maka sulit diterima bagaimana polimerisasi [penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul yang lebih besar] dapat berlangsung dalam lingkungan berair di lautan primitif, karena air cenderung menghasilkan depolimerisasi [penguraian molekul besar menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana] bukannya polimerisasi.”⁠10 Ahli biokimia George Wald menyetujui pandangan ini. Ia mengatakan, ”Penguraian spontan lebih mudah terjadi, sehingga akan berlangsung jauh lebih cepat, daripada sintesis spontan.” Ini berarti tidak akan terbentuk sup organik! Wald menganggap hal ini sebagai ”problem paling pelik yang kita [para evolusionis] hadapi”.⁠11

      15, 16. Apa problem utama untuk mendapatkan protein kehidupan dari asam-asam amino yang konon ada dalam sup organik?

      15 Namun, ada lagi problem pelik yang dihadapi oleh teori evolusi. Ingat, ada lebih dari 100 asam amino, tetapi hanya 20 yang diperlukan untuk protein-protein kehidupan. Selain itu, ada dua bentuk asam amino: Ada yang molekulnya berbentuk ”tangan kanan” dan yang lain ”tangan kiri”. Seandainya asam-asam amino itu terbentuk secara acak, seperti dalam teori sup organik, kemungkinan besar ada setengah yang berbentuk tangan kanan dan setengah berbentuk tangan kiri. Dan belum diketahui alasannya mengapa hanya satu bentuk yang dipilih untuk kehidupan. Kenyataannya, dari ke-20 asam amino yang digunakan untuk menghasilkan protein-protein kehidupan, semuanya adalah asam amino tangan kiri!

      16 Bagaimana mungkin, secara acak, hanya jenis-jenis tertentu yang menyatu dalam sup tersebut? Fisikawan J. D. Bernal mengakui, ”Patut diakui bahwa penjelasan ini . . . masih merupakan salah satu bagian tersulit untuk dijelaskan tentang aspek-aspek struktural kehidupan.” Ia menyimpulkan, ”Mungkin kita tidak akan pernah dapat menjelaskannya.”⁠12

      Probabilitas dan Protein Spontan

      17. Ilustrasi apa yang memperlihatkan betapa sulitnya masalah yang dihadapi?

      17 Seberapa besarkah peluang terbentuknya satu molekul protein dari asam-asam amino yang tepat? Ini bisa diibaratkan kita memiliki setumpuk kacang merah yang bercampur dengan kacang putih dalam jumlah yang sama. Selain itu, ada lebih dari 100 jenis kacang dalam tumpukan itu. Nah, jika Anda menyendok tumpukan ini, apa yang akan Anda dapatkan? Agar sejajar dengan komponen-komponen dasar suatu protein, Anda harus menyendok hanya kacang yang berwarna merah—sama sekali tidak boleh ada yang berwarna putih! Selain itu, dalam sendok Anda hanya boleh ada 20 jenis kacang merah, dan setiap kacang harus ada di tempat tertentu yang telah ditetapkan dalam sendok itu. Dalam hal protein, jika satu saja di antara syarat-syarat itu tidak terpenuhi, protein yang dihasilkan tidak akan berfungsi dengan baik. Tidak soal berapa kali kita mengaduk dan menyendok tumpukan kacang itu, apakah kita akan memperoleh kombinasi yang tepat? Tidak. Maka, bagaimana mungkin itu terjadi dalam sup organik?

      18. Seberapa realistiskah peluang terbentuknya satu molekul protein yang sederhana secara kebetulan?

      18 Protein-protein yang dibutuhkan untuk kehidupan memiliki molekul yang sangat kompleks. Seberapa besarkah peluang satu molekul protein yang sederhana dapat terbentuk secara acak dalam suatu sup organik? Para evolusionis mengakui kemungkinannya hanya satu berbanding 10113 (1 diikuti dengan 113 nol). Tetapi, kejadian apa pun yang kemungkinannya satu berbanding 1050 saja sudah dianggap tidak pernah terjadi oleh para matematikawan. Kemustahilan hal itu nyata dari fakta bahwa angka 10113 lebih besar daripada jumlah semua atom yang diperkirakan ada di alam semesta!

      19. Seberapa besarkah peluang untuk mendapatkan enzim-enzim yang dibutuhkan bagi sebuah sel hidup?

      19 Beberapa protein berfungsi sebagai materi struktural dan yang lain sebagai enzim. Enzim mempercepat reaksi kimia yang dibutuhkan dalam sel. Tanpa bantuan enzim, sel itu akan mati. Tidak hanya sedikit, tetapi ada 2.000 protein yang berfungsi sebagai enzim untuk kegiatan sel. Seberapa besarkah peluang untuk mendapatkan semua ini secara acak? Kemungkinannya adalah satu berbanding 1040.000! ”Kemungkinan yang sangat, sangat kecil,” kata Hoyle, ”yang tidak bakal terwujud sekalipun seluruh alam semesta terdiri dari sup organik.” Ia menambahkan, ”Jika seseorang tidak berprasangka karena kepercayaan masyarakat atau pendidikan ilmiah sehingga yakin bahwa kehidupan muncul [secara spontan] di bumi, perhitungan yang sederhana ini akan sama sekali menepis gagasan tersebut.”⁠13

      20. Mengapa membran yang dibutuhkan sel memperunyam masalahnya?

      20 Namun, sebenarnya peluang itu jauh lebih kecil lagi daripada angka ”yang sangat, sangat kecil” tadi. Sel harus memiliki membran pembungkus yang sangat rumit, yang terbuat dari molekul protein, gula, dan lemak. Seperti yang ditulis oleh evolusionis Leslie Orgel, ”Membran sel modern memiliki kanal dan pompa yang secara khusus mengontrol masuk dan keluarnya zat makanan, limbah, ion logam, dan sebagainya. Kanal-kanal khusus ini melibatkan protein-protein yang sangat spesifik, molekul-molekul yang tidak mungkin ada pada permulaan evolusi kehidupan.”⁠14

      Kode Genetik yang Luar Biasa

      21. Seberapa sulitkah mendapatkan histon yang dibutuhkan DNA?

      21 Yang lebih sulit untuk didapat daripada semua ini adalah nukleotida, unit dasar DNA, yang mengandung kode genetik. Ada lima histon yang tercakup dalam DNA (histon dianggap berkaitan dengan pengaturan kegiatan gen). Peluang untuk membentuk histon yang paling sederhana pun konon adalah satu berbanding 20100—angka yang amat besar lainnya yang ”melebihi jumlah semua atom dalam semua bintang dan galaksi yang dapat dilihat melalui teleskop astronomi terbesar”.⁠15

      22. (a) Bagaimana teka-teki lama tentang ’ayam atau telur’ berkaitan dengan protein dan DNA? (b) Solusi apa yang diberikan oleh seorang evolusionis, dan apakah itu masuk akal?

      22 Namun, kesulitan yang lebih besar bagi teori evolusi adalah asal mula kode genetik yang lengkap—syarat untuk reproduksi sel. Teka-teki lama tentang ’ayam atau telur’ muncul sehubungan dengan protein dan DNA. Hitching mengatakan, ”Pembentukan protein bergantung pada DNA. Tetapi, DNA tidak dapat terbentuk tanpa protein yang sudah ada sebelumnya.”⁠16 Inilah paradoks yang diajukan oleh Dickerson, ”Yang mana lebih dulu,” protein atau DNA? Ia mengatakan, ”Jawabannya pastilah, ’Keduanya berkembang bersamaan.’”⁠17 Itu sama saja dengan mengatakan bahwa ’ayam’ dan ’telur’ pasti berevolusi bersamaan, tidak ada yang berasal dari yang lain. Apakah ini kedengarannya masuk akal bagi Anda? Seorang penulis sains menyimpulkan, ”Asal mula kode genetik menimbulkan problem ayam-dan-telur yang pelik, yang sampai sekarang masih sangat kacau.”⁠18

      23. Apa yang dikatakan para ilmuwan lain tentang sistem kerja genetik?

      23 Ahli kimia Dickerson juga melontarkan komentar yang menarik ini, ”Evolusi sistem kerja genetik adalah langkah yang belum dapat dibuat modelnya di laboratorium; karena itu, orang dapat berspekulasi tanpa batas, tanpa hambatan fakta-fakta yang menyulitkan.”⁠19 Tetapi, dapatkah disebut prosedur ilmiah yang baik apabila serbuan ”fakta-fakta yang menyulitkan” dikesampingkan dengan begitu mudahnya? Leslie Orgel menyebut keberadaan kode genetik sebagai ”aspek yang paling membingungkan dari problem tentang asal mula kehidupan”.⁠20 Dan, Francis Crick menyimpulkan, ”Walaupun kode genetik hampir bersifat universal, mekanisme yang diperlukan untuk mewujudkannya terlalu kompleks sehingga tidak dapat muncul dalam sekali langkah.”⁠21

      24. Apa yang dapat dikatakan tentang seleksi alam dan sel pertama yang dapat bereproduksi?

      24 Dalam upaya mengatasi problem di atas, teori evolusi mengajukan proses langkah demi langkah yang dapat dilakukan seleksi alam secara bertahap. Namun, tanpa kode genetik untuk memulai reproduksi, tidak akan ada bahan yang dapat dipilih oleh seleksi alam.

      Fotosintesis yang Menakjubkan

      25. Menurut evolusi, sebuah sel sederhana memiliki kemampuan menakjubkan untuk menciptakan proses apa?

      25 Kini timbul lagi rintangan baru bagi teori evolusi. Pada suatu saat selama perkembangannya, sel primitif itu harus menciptakan sesuatu yang merombak kehidupan di bumi—fotosintesis. Dalam fotosintesis, tumbuhan menyerap karbon dioksida dan melepas oksigen, dan proses ini belum dipahami sepenuhnya oleh para ilmuwan. Sebagaimana dikatakan biolog F. W. Went, fotosintesis adalah ”proses yang belum dapat ditiru dalam tabung percobaan”.⁠22 Namun, secara kebetulan, sebuah sel kecil yang sederhana konon telah menciptakannya.

      26. Perubahan revolusioner apa yang dihasilkan oleh proses ini?

      26 Proses fotosintesis ini mengubah atmosfer yang tidak memiliki oksigen bebas menjadi atmosfer yang seperlima jumlah molekulnya adalah oksigen. Alhasil, binatang dapat menghirup oksigen dan hidup, dan lapisan ozon dapat terbentuk untuk melindungi semua kehidupan dari dampak radiasi ultraviolet yang merusak. Mungkinkah serangkaian peristiwa luar biasa ini terjadi hanya secara kebetulan?

      Apakah Kecerdasan Tersangkut?

      27. Setelah melihat buktinya, bagaimana sikap beberapa evolusionis?

      27 Sewaktu dihadapkan pada berbagai rintangan besar yang menghalangi pembentukan sebuah sel hidup secara kebetulan, beberapa evolusionis terpaksa mundur. Misalnya, para pengarang buku Evolution From Space (Hoyle dan Wickramasinghe) menyerah dan berkata, ”Persoalan-persoalan ini terlalu kompleks untuk dihitung kemungkinannya.” Mereka menambahkan, ”Tidak mungkin . . . kita dapat mengatasinya hanya dengan sup organik yang lebih besar dan lebih baik, seperti yang kami harapkan mungkin terjadi satu atau dua tahun lalu. Angka-angka yang kita hitung di atas pada dasarnya menunjukkan bahwa terbentuknya sup seukuran alam semesta ataupun seukuran bumi sangatlah mustahil.”⁠23

      28. (a) Apa barangkali alasan di balik penolakan untuk mengakui perlunya kecerdasan? (b) Para evolusionis yang mengakui perlunya kecerdasan yang lebih tinggi tidak mempercayai siapa sebagai sumber kecerdasan itu?

      28 Maka, setelah mengakui bahwa pastilah ada kecerdasan yang tersangkut dalam munculnya kehidupan, para pengarang itu melanjutkan, ”Memang, teori semacam itu begitu jelas sehingga orang heran mengapa hal itu tidak dipercayai secara luas sebagai sesuatu yang tak bisa dipungkiri. Alasannya bersifat psikologis dan bukan ilmiah.”⁠24 Maka, seorang pengamat dapat menyimpulkan bahwa rintangan ”psikologis” adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal mengapa kebanyakan evolusionis berkukuh bahwa kehidupan bermula secara kebetulan dan menolak adanya ”rancangan atau tujuan atau pengarahan”⁠25 apa pun, seperti yang diungkapkan oleh Dawkins. Sebenarnya, setelah mengakui perlunya kecerdasan, bahkan Hoyle dan Wickramasinghe mengatakan bahwa mereka tidak percaya adanya pribadi Pencipta yang menyebabkan munculnya kehidupan.⁠26 Menurut pendapat mereka, kecerdasan memang suatu keharusan, tetapi adanya Pencipta tidak bisa diterima. Tidakkah hal itu bertentangan?

      Apakah Ilmiah?

      29. Apa metode ilmiah itu?

      29 Untuk dapat diterima sebagai fakta ilmiah, teori munculnya kehidupan secara spontan harus diteguhkan melalui metode ilmiah. Metode itu dijabarkan sebagai berikut: Amati apa yang terjadi; berdasarkan pengamatan tersebut buatlah teori tentang apa yang mungkin benar; ujilah teori itu dengan pengamatan lebih lanjut dan dengan eksperimen; dan perhatikan apakah prediksi berdasarkan teori tersebut terbukti benar.

      30. Mengapa metode ilmiah tidak dapat diterapkan untuk teori tentang munculnya kehidupan secara spontan?

      30 Jika kita berupaya menggunakan metode ilmiah, munculnya kehidupan secara spontan belum pernah dapat diamati. Tidak ada bukti bahwa hal itu terjadi sekarang, dan tentu saja tidak ada manusia yang mengamati terjadinya peristiwa itu dalam kurun waktu yang diperkirakan oleh para evolusionis. Tidak ada teori tentang hal itu yang pernah diteguhkan melalui pengamatan. Berbagai eksperimen laboratorium telah gagal mengulanginya. Berbagai prediksi berdasarkan teori itu belum terbukti kebenarannya. Mengingat metode ilmiah tidak dapat diterapkan, secara jujur dapatkah teori itu diangkat menjadi suatu fakta ilmiah?

      31. Pandangan yang bertentangan apa yang dimiliki seorang ilmuwan tentang munculnya kehidupan secara spontan?

      31 Di pihak lain, ada banyak bukti untuk mendukung kesimpulan bahwa kehidupan tidak mungkin muncul secara spontan dari benda mati. ”Cukup dengan merenungkan betapa luar biasa sulitnya hal ini,” kata Profesor Wald dari Harvard University, ”seseorang dapat mempercayai bahwa organisme hidup mustahil terbentuk secara spontan.” Tetapi, apa yang sebenarnya diyakini oleh pendukung evolusi ini? Ia menjawab, ”Namun, buktinya kita ada—menurut saya, sebagai hasil dari munculnya kehidupan secara spontan.”⁠27 Apakah ini kedengaran seperti sains yang objektif?

      32. Bagaimana para evolusionis sendiri mengakui bahwa penalaran demikian tidak ilmiah?

      32 Biolog asal Inggris Joseph Henry Woodger melukiskan penalaran demikian sebagai ”dogmatisme murni—mengklaim bahwa apa yang ingin Anda percayai benar-benar terjadi”.⁠28 Bagaimana para ilmuwan sampai mempercayai sesuatu yang jelas-jelas melanggar metode ilmiah? Evolusionis terkenal Loren Eiseley mengakui, ”Setelah mencaci para teolog karena mempercayai dongeng dan mukjizat, sains mendapati dirinya dalam posisi yang sulit karena harus menciptakan dongengnya sendiri: yaitu anggapan bahwa apa yang, setelah upaya yang panjang, tidak dapat dibuktikan terjadi dewasa ini, telah terjadi pada zaman purba.”⁠29

      33. Berdasarkan semua bukti yang telah dibahas sebelumnya, apa yang seharusnya disimpulkan tentang teori munculnya kehidupan secara spontan serta penerapan metode ilmiah?

      33 Berdasarkan bukti, teori tentang munculnya kehidupan secara spontan tampaknya lebih cocok digolongkan sebagai fiksi ilmiah daripada fakta ilmiah. Banyak pendukung tampaknya telah mengabaikan metode ilmiah dalam hal-hal demikian agar dapat mempercayai apa yang ingin mereka percayai. Meskipun ada banyak sekali kejanggalan yang tidak menunjang teori munculnya kehidupan secara kebetulan, dogmatisme yang kaku telah mengalahkan kehati-hatian yang biasanya menjadi ciri metode ilmiah.

      Tidak Semua Ilmuwan Mempercayainya

      34. (a) Bagaimana seorang fisikawan menunjukkan sikap terbuka? (b) Bagaimana ia melukiskan teori evolusi, dan apa komentarnya tentang banyak ilmuwan?

      34 Tetapi, tidak semua ilmuwan menutup diri terhadap alternatif lain. Misalnya, karena menyadari banyaknya kejanggalan yang tidak menunjang munculnya kehidupan secara spontan, fisikawan H. S. Lipson berkata, ”Satu-satunya penjelasan yang dapat diterima adalah penciptaan. Saya tahu bahwa hal ini adalah anatema (aib) bagi para fisikawan, dan memang demikian juga bagi saya, tetapi kita tidak boleh menolak sebuah teori yang tidak kita sukai jika bukti hasil eksperimen mendukungnya.” Ia selanjutnya menyatakan bahwa setelah adanya buku The Origin of Species karya Darwin, ”evolusi menjadi seperti suatu agama ilmiah; hampir semua ilmuwan mempercayainya dan banyak yang siap ’membengkokkan’ penyelidikan mereka agar cocok dengan teori tersebut”.⁠30 Suatu komentar yang menyedihkan tetapi benar.

      35. (a) Gagasan apa yang dengan susah payah harus disingkirkan oleh seorang profesor? (b) Bagaimana ia melukiskan kemungkinan kehidupan berevolusi secara kebetulan?

      35 Chandra Wickramasinghe, profesor di University College, Cardiff, mengatakan, ”Sejak awal pendidikan saya sebagai ilmuwan, saya telah diindoktrinasi dengan sangat kuat untuk percaya bahwa sains tidak bisa sejalan dengan segala bentuk penciptaan yang disengaja. Gagasan itu dengan susah payah harus disingkirkan. Saya merasa sangat tidak enak dalam situasi ini, keadaan mental yang sekarang saya rasakan. Tetapi, tidak ada jalan keluar yang masuk akal. . . . Munculnya kehidupan dari proses kimiawi yang kebetulan di bumi itu seperti mencari sebutir pasir tertentu di semua pantai yang ada di setiap planet di alam semesta—dan menemukannya.” Dengan kata lain, sangat tidak mungkin kehidupan dapat muncul dari proses kimiawi yang kebetulan. Maka, Wickramasinghe menyimpulkan, ”Tidak ada cara lain bagi kita untuk dapat mengerti susunan kimiawi kehidupan yang tepat selain melihat ke ciptaan-ciptaan dalam skala kosmis.”⁠31

      36. Apa komentar Robert Jastrow?

      36 Seperti yang dikatakan oleh astronom Robert Jastrow, ”Para ilmuwan tidak memiliki bukti bahwa kehidupan bukan hasil penciptaan.”⁠32

      37. Pertanyaan apa yang timbul mengenai evolusi, dan di mana jawabannya dapat ditemukan?

      37 Namun, bahkan seandainya sel hidup pertama itu, entah bagaimana, muncul secara spontan, adakah bukti bahwa sel tersebut berevolusi menjadi semua makhluk yang pernah hidup di bumi? Fosil memberikan jawabannya, dan pasal berikut akan membahas apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh catatan fosil.

  • Dapatkah Kehidupan Muncul secara Kebetulan?
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • [Kotak/Gambar di hlm. 48, 49]

      Sel yang Menakjubkan

      Sebuah sel hidup sangatlah kompleks. Biolog Francis Crick berupaya menjelaskan cara kerjanya secara sederhana, tetapi akhirnya ia sadar bahwa ia tidak bisa menyederhanakannya lagi, ”karena begitu rumitnya sel sehingga para pembaca hendaknya tidak berupaya memahami semua perinciannya”.⁠a

      Instruksi-instruksi di dalam DNA sel, ”jika ditulis, akan memenuhi seribu buku yang masing-masing tebalnya 600 halaman”, demikian penjelasan National Geographic. ”Setiap sel adalah suatu dunia tersendiri yang penuh dengan dua ratus triliun kelompok kecil atom yang disebut molekul. . . . Ke-46 ’benang’ kromosom kita, bila disambung-sambung, panjangnya lebih dari 1,8 meter. Tetapi, diameter nukleus yang memuat kromosom-kromosom itu tidak sampai 1 milimeter.”⁠b

      Majalah Newsweek menggunakan sebuah perumpamaan untuk menggambarkan kegiatan sel, ”Ke-100 triliun sel masing-masing berfungsi seperti kota yang bertembok. Pembangkit-pembangkit listrik menghasilkan energi bagi sel itu. Pabrik-pabrik menghasilkan berbagai protein, unit-unit vital dalam pertukaran kimiawi. Sistem transportasi yang rumit mengatur pengiriman bahan kimia tertentu dari satu tempat ke tempat lain di dalam dan di luar sel. Para penjaga di barikade mengontrol pasar ekspor dan impor, serta memantau dunia luar kalau-kalau ada tanda bahaya. Bala tentara biologis yang berdisiplin tinggi siap untuk melumpuhkan penyerbu. Sebuah pemerintahan genetik yang tersentralisasi menjaga ketertiban.”⁠c

      Sewaktu teori evolusi modern pertama kali diajukan, para ilmuwan hanya memiliki sedikit gambaran tentang betapa kompleksnya sebuah sel hidup. Pada halaman sebelah terlihat beberapa bagian sel yang umum—semuanya dikemas dalam wadah yang lebarnya hanya 1/50 milimeter.

      MEMBRAN SEL

      Lapisan luar yang mengontrol apa yang masuk dan keluar

      RIBOSOM

      Struktur tempat asam amino disusun menjadi protein

      NUKLEUS

      Inti sel yang terbungkus dalam membran ganda, pusat kendali aktivitas sel

      KROMOSOM

      Berisi DNA, yakni rencana induk genetik sebuah sel

      NUKLEOLUS

      Tempat ribosom disusun

      RETIKULUM ENDOPLASMA

      Lembaran-lembaran membran yang menyimpan atau mengangkut protein yang dibuat oleh ribosom yang menempel padanya (beberapa ribosom melayang bebas dalam sel)

      MITOKONDRIA

      Pusat penghasil ATP, yakni molekul yang memasok energi bagi sel

      BADAN GOLGI

      Sekumpulan kantong membran pipih yang mengemas dan menyebarkan protein yang dibuat oleh sel

      SENTRIOL

      Terletak dekat nukleus dan penting dalam reproduksi sel

      [Gambar]

      Apakah Ke-100.000.000.000.000 Sel Anda Terjadi secara Kebetulan?

      [Kotak di hlm. 52]

      Komentar para evolusionis dahulu dan sekarang tentang asal mula kehidupan

      ”Hipotesis bahwa kehidupan terbentuk dari zat anorganik, sekarang ini, masih merupakan persoalan iman.”—Matematikawan J. W. N. Sullivan⁠d

      ”Peluang munculnya kehidupan secara kebetulan dapat disamakan dengan peluang dihasilkannya sebuah kamus lengkap dari ledakan di sebuah percetakan.”—Biolog Edwin Conklin⁠e

      ”Cukup dengan merenungkan betapa luar biasa sulitnya hal ini, seseorang dapat mempercayai bahwa organisme hidup mustahil terbentuk secara spontan.”—Ahli biokimia George Wald⁠f

      ”Seseorang yang jujur, bila dibekali dengan semua pengetahuan yang ada sekarang, hanya dapat menyatakan bahwa dalam arti tertentu, awal kehidupan pada saat itu tampaknya bisa dikatakan sebagai suatu mukjizat.”—Biolog Francis Crick⁠g

      ”Jika seseorang tidak berprasangka karena kepercayaan masyarakat atau pendidikan ilmiah sehingga yakin bahwa kehidupan muncul [secara spontan] di bumi, perhitungan yang sederhana ini [peluang matematis yang tidak menunjangnya] akan sama sekali menepis gagasan tersebut.”—Astronom Fred Hoyle dan N. C. Wickramasinghe⁠h

      [Diagram/Gambar di hlm. 47]

      Manusia dan binatang menghirup oksigen, mengembuskan karbon dioksida. Tumbuh-tumbuhan menyerap karbon dioksida, melepas oksigen

      [Diagram]

      (Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

      Cahaya

      Oksigen

      Uap air

      Karbon dioksida

      [Gambar di hlm. 40]

      Tidak ada gedung besar yang dapat berdiri tanpa fondasi. ”Teori evolusi tidak memiliki fondasi yang kuat,” kata dua ilmuwan

      [Gambar di hlm. 42]

      Semua merah, semua dari jenis yang tepat, dan setiap butirnya berada di tempat yang telah ditetapkan sebelumnya—kebetulan?

      [Gambar di hlm. 43]

      Kehidupan hanya menggunakan asam amino ”tangan kiri”, ”Mungkin kita tidak akan pernah dapat menjelaskannya”

      [Gambar di hlm. 45]

      Yang mana lebih dulu?

  • Apa yang Dikatakan Catatan Fosil
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • Pasal 5

      Apa yang Dikatakan Catatan Fosil

      1. Apa yang dimaksud dengan fosil?

      FOSIL adalah sisa berbagai bentuk kehidupan zaman dahulu yang terawetkan dalam kerak bumi. Fosil bisa berupa kerangka tulang atau bagian-bagiannya seperti tulang, gigi atau cangkang. Fosil juga bisa berupa bekas-bekas kegiatan makhluk yang pernah hidup, misalnya jejak kaki. Banyak fosil tidak lagi mengandung bahan-bahan asli tetapi terbentuk dari endapan mineral yang telah menyerap ke dalamnya dan melestarikan bentuknya.

      2, 3. Mengapa fosil penting bagi evolusi?

      2 Mengapa fosil penting bagi evolusi? Ahli genetika G. L. Stebbins menyebutkan satu alasan utama, ”Tidak ada biolog yang pernah menyaksikan asal mula sebuah kelompok utama organisme melalui evolusi.”⁠1 Jadi, makhluk-makhluk hidup di bumi sekarang ini tidak terlihat berevolusi menjadi makhluk lain. Malahan, semuanya sudah memiliki bentuk yang lengkap dan berbeda dari jenis lainnya. Seperti yang dinyatakan ahli genetika Theodosius Dobzhansky, ”Tidak ada bentuk-bentuk peralihan yang menghubungkan setiap makhluk hidup untuk membentuk rangkaian yang mulus dan tak terputus.”⁠2 Dan, Charles Darwin mengakui bahwa ”perbedaan berbagai bentuk [kehidupan] spesifik dan fakta bahwa semua itu tidak dapat dipadukan oleh mata-mata rantai transisi yang tak terhitung jumlahnya, merupakan masalah yang sangat pelik”.⁠3

      3 Maka, perbedaan yang jelas pada makhluk-makhluk yang hidup sekarang tidaklah mendukung teori evolusi. Itu sebabnya catatan fosil menjadi begitu penting. Setidaknya, fosil dianggap akan memberikan bukti yang dibutuhkan teori evolusi.

      Apa yang Dicari

      4-6. Jika evolusi berlandaskan fakta, apa yang seharusnya diperlihatkan oleh bukti fosil?

      4 Seandainya evolusi benar, bukti fosil tentu akan memperlihatkan adanya perubahan bertahap dari satu jenis kehidupan menjadi jenis lainnya. Dan, seharusnya demikian tidak soal teori evolusi versi mana yang dipercayai. Para ilmuwan yang mempercayai perubahan yang lebih cepat dalam teori ”keseimbangan terganggu” pun mengakui bahwa perubahan tersebut masih membutuhkan waktu ribuan tahun. Maka, tidaklah masuk akal untuk menganggap fosil-penghubung sama sekali tidak dibutuhkan.

      5 Selain itu, seandainya evolusi berlandaskan fakta, catatan fosil diharapkan dapat mengungkapkan bentuk awal bagian-bagian tubuh yang baru pada makhluk hidup. Paling sedikit harus ada fosil dengan lengan, kaki, sayap, mata, dan tulang-tulang serta organ-organ lain yang sedang berkembang. Misalnya, seharusnya ada sirip ikan yang sedang berubah menjadi kaki amfibi yang bertungkai dan berjari, dan insang yang menjadi paru-paru. Seharusnya ada reptilia yang tungkai depannya sedang berubah menjadi sayap burung, yang tungkai belakangnya menjadi kaki bercakar, yang sisiknya menjadi bulu sayap, dan yang mulutnya menjadi paruh yang lancip.

      6 Mengenai hal ini, jurnal New Scientist di Inggris mengatakan, ”[Teori evolusi] memprediksi bahwa catatan fosil yang lengkap akan terdiri dari garis-garis silsilah organisme yang menunjukkan perubahan bertahap secara berkesinambungan selama jangka waktu yang lama.”⁠4 Darwin sendiri menegaskan, ”Jumlah variasi peralihan, yang dahulu ada, [pastilah] luar biasa banyak.”⁠5

      7. Apa yang seharusnya diperlihatkan catatan fosil jika catatan penciptaan di buku Kejadian berlandaskan fakta?

      7 Di pihak lain, jika catatan penciptaan di buku Kejadian itulah yang berlandaskan fakta, catatan fosil tidak akan menunjukkan perubahan satu jenis kehidupan menjadi jenis lain. Fosil akan meneguhkan pernyataan buku Kejadian bahwa setiap jenis makhluk hidup akan berkembang biak hanya ”menurut jenisnya”. (Kejadian 1:11, 12, 21, 24, 25) Selain itu, jika makhluk hidup muncul melalui penciptaan, tidak akan ada tulang atau organ yang baru terbentuk sebagian atau belum lengkap dalam catatan fosil. Semua fosilnya akan lengkap dan sangat kompleks, seperti halnya makhluk-makhluk hidup dewasa ini.

      8. Jika makhluk-makhluk hidup diciptakan, apa lagi yang akan diperlihatkan catatan fosil?

      8 Lagi pula, jika makhluk-makhluk hidup diciptakan, pemunculannya dalam catatan fosil dapat diharapkan terjadi secara tiba-tiba, tanpa ada kaitannya dengan makhluk mana pun sebelum mereka. Dan, jika kenyataannya memang demikian, lalu bagaimana? Darwin terus terang mengakui, ”Jika banyak spesies . . . memang memulai kehidupannya secara serentak, fakta tersebut akan meruntuhkan teori evolusi.”⁠6

      Seberapa Lengkapkah Catatan Fosil?

      9. Apa yang Darwin katakan tentang bukti fosil pada zamannya?

      9 Tetapi, apakah catatan fosil kini cukup lengkap untuk menguji secara adil teori mana yang didukungnya, penciptaan atau evolusi? Lebih dari satu abad yang lalu, Darwin berpendapat bahwa catatan fosil belum lengkap. Apa yang ”salah” dengan catatan fosil pada zamannya? Catatan fosil tidak menyediakan mata-mata rantai transisi untuk mendukung teorinya. Karena itu, ia mengatakan, ”Mengapa tidak terdapat banyak mata rantai peralihan di setiap formasi geologis dan di setiap strata tanah? Yang pasti, geologi tidak menyingkapkan perubahan organik secara bertahap dan perlahan tersebut; dan bisa jadi, inilah keberatan paling jelas dan serius yang dapat diajukan melawan teori itu.”⁠7

      10. Kekecewaan lain apa yang Darwin sebutkan?

      10 Catatan fosil pada zamannya mengecewakan Darwin dalam segi lain lagi. Ia menjelaskan, ”Semua kelompok spesies tiba-tiba muncul dalam beberapa formasi tanah, dan pemunculan yang mendadak ini telah ditegaskan oleh beberapa paleontolog . . . sebagai keberatan yang menghancurkan kepercayaan akan transmutasi spesies.” Ia menambahkan, ”Ada kesulitan lain yang berkaitan, yang jauh lebih serius. Yang saya maksud adalah bagaimana spesies, yang termasuk dalam beberapa bagian utama dunia hewan, tiba-tiba muncul dalam batuan berfosil yang paling bawah. . . . Sekarang hal tersebut tetap tidak dapat dijelaskan, dan dapat benar-benar diajukan sebagai suatu bantahan kuat terhadap pandangan-pandangan [evolusi] yang dibahas di sini.”⁠8

      11. Bagaimana Darwin berupaya memberikan alasan untuk kesulitan tersebut?

      11 Darwin mencoba memberikan alasan untuk problem besar itu dengan menyerang catatan fosil. Ia berkata, ”Menurut saya, catatan geologis adalah sejarah dunia yang tidak sempurna, . . . sangat, sangat tidak sempurna.”⁠9 Ia dan yang lain-lain mengira bahwa seraya waktu berlalu, mata-mata rantai fosil yang hilang itu pasti ditemukan.

      12. Seberapa lengkapkah catatan fosil sekarang?

      12 Sekarang, setelah penggalian ekstensif selama lebih dari satu abad, banyak sekali fosil yang ditemukan. Apakah catatan itu masih sangat ”tidak sempurna”? Buku Processes of Organic Evolution berkomentar, ”Catatan tentang bentuk-bentuk kehidupan masa lampau kini begitu ekstensif dan terus diperkaya seraya para paleontolog menemukan, menjelaskan, dan membandingkan fosil-fosil baru.”⁠10 Dan, ilmuwan bernama Porter Kier dari Smithsonian Institution menambahkan, ”Ada seratus juta fosil, semuanya didaftar dan diberi nama, di museum-museum di seluruh dunia.”⁠11 Karena itu, A Guide to Earth History menyatakan, ”Dengan bantuan fosil, para paleontolog kini dapat memberi kita gambaran yang sangat jelas tentang kehidupan masa lampau.”⁠12

      13, 14. Mengapa para evolusionis kecewa terhadap bukti fosil, walaupun jumlahnya semakin banyak?

      13 Setelah sekian lama, dan jutaan fosil telah terkumpul, apa yang sekarang ditunjukkan oleh catatan tersebut? Evolusionis Steven Stanley menyatakan bahwa fosil-fosil ini ”menyingkapkan hal-hal baru yang mengejutkan tentang asal mula kita secara biologis”.⁠13 Buku A View of Life, yang ditulis oleh tiga evolusionis, menambahkan, ”Catatan fosil sarat dengan tren yang tidak dapat dijelaskan oleh para paleontolog.”⁠14 Apa sebenarnya hal ”mengejutkan” yang ”tidak dapat dijelaskan” oleh para ilmuwan evolusi itu?

      14 Yang membingungkan para ilmuwan tersebut adalah fakta bahwa banyak bukti fosil yang kini tersedia menunjukkan hal yang persis sama seperti pada zaman Darwin: Jenis-jenis dasar makhluk hidup muncul secara tiba-tiba dan tidak banyak berubah selama waktu yang lama. Mata rantai transisi di antara jenis-jenis utama makhluk hidup tidak pernah ditemukan. Jadi, apa yang ditunjukkan catatan fosil justru kebalikan dari apa yang diharapkan.

      15. Apa yang disimpulkan seorang botanikus berdasarkan penyelidikannya tentang catatan fosil?

      15 Setelah mengadakan riset selama 40 tahun, botanikus Heribert Nilsson dari Swedia menggambarkan situasinya begini, ”Kita bahkan tidak mungkin membuat karikatur tentang evolusi berdasarkan bukti-bukti secara paleobiologis. Fosil kini sudah begitu lengkap sehingga . . . kelangkaan fosil tidak dapat dipersalahkan atas tidak adanya rangkaian transisi. Rangkaian transisi itu benar-benar tidak ada, dan tidak akan pernah ada.”⁠15

      Kehidupan Tiba-Tiba Muncul

      16. (a) Seorang ilmuwan membuat kita mengharapkan apa dari catatan fosil yang mula-mula? (b) Apakah catatan fosil memenuhi harapan itu?

      16 Mari kita cermati bukti tersebut. Dalam bukunya Red Giants and White Dwarfs, Robert Jastrow menyatakan, ”Suatu ketika selama satu miliar tahun pertama, kehidupan muncul di permukaan bumi. Perlahan-lahan, catatan fosil menunjukkan, organisme hidup menaiki tangga dari bentuk yang sederhana menuju bentuk yang lebih maju.” Dari uraian ini, kita tentu berharap bahwa catatan fosil akan membenarkan adanya evolusi lambat dari bentuk kehidupan pertama yang ”sederhana” menuju bentuk yang kompleks. Namun, buku yang sama mengatakan, ”Satu miliar tahun pertama yang paling penting itu, manakala kehidupan dimulai, tidak ada catatannya dalam sejarah bumi.”⁠16

      17. Dapatkah bentuk kehidupan pertama disebut ”sederhana”?

      17 Selain itu, apakah jenis-jenis kehidupan pertama itu dapat benar-benar disebut ”sederhana”? ”Jika kita mundur ke zaman batuan tertua,” kata Evolution From Space, ”sisa fosil dari bentuk kehidupan purba yang ditemukan di batuan itu tidak menunjukkan permulaan yang sederhana. Walaupun kita mungkin menganggap fosil bakteri dan fosil alga serta mikrofungi itu sederhana dibandingkan dengan anjing atau kuda, standar informasinya tetap sangat tinggi. Bentuk kehidupan dari sudut biokimia kebanyakan sudah rumit pada waktu batuan tertua pada permukaan bumi terbentuk.⁠17

      18. Adakah bukti fosil bahwa makhluk bersel tunggal berevolusi menjadi makhluk bersel banyak?

      18 Dari permulaan ini, dapatkah ditemukan suatu bukti yang membenarkan bahwa organisme bersel tunggal berevolusi menjadi organisme bersel banyak? ”Dalam catatan fosil tidak ada bekas-bekas dari tahap-tahap pendahuluan dalam perkembangan organisme bersel banyak,” kata Jastrow.⁠18 Malahan, ia mengatakan, ”Hanya ada sedikit sekali catatan pada batuan, selain bakteri dan tumbuhan bersel tunggal hingga, kira-kira satu miliar tahun yang lalu, setelah kira-kira tiga miliar tahun tanpa perkembangan yang nyata, suatu terobosan penting terjadi. Makhluk-makhluk bersel banyak pertama bermunculan di bumi.”⁠19

      19. Apa yang terjadi pada awal masa yang disebut periode Kambrium?

      19 Jadi, pada awal masa yang disebut periode Kambrium, catatan fosil mengalami perubahan drastis yang tidak dapat dijelaskan. Beraneka ragam makhluk laut yang kompleks dan telah berkembang penuh, banyak di antaranya bercangkang keras, bermunculan dengan begitu mendadak sehingga masa ini sering disebut ”ledakan” makhluk hidup. A View of Life, menggambarkannya begini, ”Dimulai pada awal periode Kambrium dan berlangsung hingga kira-kira 10 juta tahun, semua kelompok utama hewan invertebrata berkerangka muncul untuk pertama kalinya dengan keanekaragaman yang paling spektakuler yang pernah dicatat di planet kita.” Muncullah siput, bunga karang, bintang laut, binatang mirip lobster yang disebut trilobita, dan banyak lagi makhluk laut yang kompleks. Menarik, buku yang sama mengatakan, ”Sebenarnya, beberapa trilobita yang telah punah memiliki mata yang lebih kompleks dan lebih efisien daripada mata artropoda mana pun yang masih hidup sekarang.”⁠20

      20. Apakah ada fosil yang menghubungkan munculnya banyak kehidupan pada masa Kambrium dengan apa yang ada sebelumnya?

      20 Adakah fosil yang menjadi mata rantai antara ledakan kehidupan ini dan apa yang ada sebelumnya? Pada zaman Darwin, mata rantai demikian tidak ada. Ia mengakui, ”Untuk pertanyaan mengapa kita tidak menemukan endapan yang mengandung banyak fosil dari masa yang dianggap paling awal sebelum adanya sistem Kambrium, saya tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan.”⁠21 Sekarang, apakah situasinya sudah berubah? Ketika mengomentari pernyataan Darwin bahwa ”semua kelompok spesies muncul secara mendadak dan tiba-tiba”, paleontolog Alfred S. Romer menulis, ”Di bawah [periode Kambrium] ini, terdapat endapan-endapan yang sangat tebal tempat leluhur bentuk-bentuk Kambrium diharapkan dapat ditemukan. Tetapi, kami tidak menemukannya; nyaris tidak ada bukti kehidupan dalam lapisan-lapisan tua ini, dan secara masuk akal dapat dikatakan bahwa gambaran umumnya selaras dengan gagasan tentang penciptaan menurut jenisnya pada awal masa Kambrium. ’Untuk pertanyaan mengapa kita tidak menemukan endapan yang mengandung banyak fosil dari masa yang dianggap paling awal sebelum adanya sistem Kambrium,’ kata Darwin, ’saya tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan.’ Sekarang pun kita belum dapat menjawabnya,” kata Romer.⁠22

      21. Argumen-argumen apa yang tidak bertahan, dan mengapa?

      21 Ada yang berargumen bahwa batuan pada masa Prakambrium sudah banyak berubah akibat panas dan tekanan sehingga tidak lagi menyimpan mata rantai fosil, atau bahwa fosil tidak dapat tersimpan pada batuan yang ada di lautan dangkal. ”Tak satu pun dari argumen-argumen ini yang bertahan,” kata evolusionis Salvador E. Luria, Stephen Jay Gould, dan Sam Singer. Mereka menambahkan, ”Para geolog telah menemukan banyak endapan Prakambrium yang tidak berubah, dan di dalamnya tidak ada fosil organisme yang kompleks.”⁠23

      22. Sehubungan dengan fakta-fakta ini, apa komentar seorang ahli biokimia?

      22 Fakta-fakta ini mendorong ahli biokimia D. B. Gower untuk berkomentar, sebagaimana dimuat dalam Times dari daerah Kent di Inggris, ”Catatan penciptaan dalam buku Kejadian dan teori evolusi tidak akan pernah sejalan. Yang satu pasti benar dan yang lain salah. Kisah fosil selaras dengan catatan buku Kejadian. Dalam batuan tertua, kita tidak menemukan rangkaian fosil yang menunjukkan perubahan bertahap dari makhluk yang paling primitif menjadi bentuk yang lebih berkembang. Sebaliknya, dalam batuan tertua itu, berbagai spesies yang telah berkembang muncul secara tiba-tiba. Di antara setiap spesies sama sekali tidak ada fosil-fosil tingkat menengah.”⁠24

      23. Apa yang disimpulkan seorang zoolog?

      23 Zoolog Harold Coffin menyimpulkan, ”Jika evolusi progresif dari bentuk sederhana menjadi rumit itu benar, leluhur makhluk-makhluk hidup yang berkembang penuh dalam masa Kambrium seharusnya ditemukan; tetapi mereka tidak ditemukan dan para ilmuwan mengakui hanya ada sedikit harapan bahwa mereka akan pernah ditemukan. Berdasarkan fakta itu saja, berdasarkan apa yang sebenarnya ditemukan di bumi, teori tentang penciptaan yang tiba-tiba memunculkan bentuk-bentuk utama kehidupan, adalah [teori] yang paling cocok.”⁠25

      Terus Muncul secara Tiba-Tiba dan Tidak Banyak Perubahan

      24. Apakah catatan fosil menunjukkan hal yang sama dalam lapisan-lapisan di atas periode Kambrium?

      24 Dalam lapisan-lapisan di atas lapisan Kambrium manakala terjadi ledakan kehidupan, catatan fosil berulang kali menunjukkan hal yang sama: Jenis binatang baru dan jenis tumbuhan baru muncul secara tiba-tiba, dan tidak ada kaitannya dengan apa pun yang ada sebelum mereka. Dan, sekali muncul, mereka tidak mengalami banyak perubahan. The New Evolutionary Timetable menyatakan, ”Sekarang catatan menyingkapkan bahwa spesies-spesies umumnya bertahan hidup selama seratus ribu generasi, atau bahkan sejuta generasi atau lebih, tanpa banyak berevolusi. . . . Setelah muncul, kebanyakan spesies hanya mengalami sedikit evolusi sebelum akhirnya punah.”⁠26

      25. Serangga memperlihatkan kestabilan yang menakjubkan apa?

      25 Sebagai contoh, serangga muncul dalam catatan fosil secara tiba-tiba dan dalam jumlah besar, tanpa leluhur evolusioner. Serangga pun tidak mengalami banyak perubahan bahkan sampai sekarang. Mengenai penemuan fosil lalat yang dikatakan berumur ”40 juta tahun”, Dr. George Poinar, Jr., mengatakan, ”Anatomi bagian dalam makhluk ini benar-benar mirip dengan yang Anda temukan pada lalat masa kini. Sayap, kaki, kepala, bahkan sel-sel di dalamnya, tampak sangat modern.”⁠27 Dan, sebuah laporan dalam The Globe and Mail dari Toronto mengomentari, ”Dalam perjuangannya menaiki tangga evolusi selama 40 juta tahun, lalat itu hampir-hampir tidak membuat kemajuan apa pun.”⁠28

      26. Bagaimana tumbuhan dan hewan memperlihatkan kestabilan yang sama?

      26 Hal serupa terlihat pada tumbuhan. Pada batuan terdapat fosil-fosil daun berbagai pohon dan semak yang tidak menunjukkan banyak perbedaan dengan daun tumbuhan yang sama pada zaman modern: ek, walnut, hickory, anggur, magnolia, palem, dan banyak lainnya. Binatang juga mengikuti pola yang sama. Leluhur binatang yang hidup sekarang muncul dalam catatan fosil secara tiba-tiba dan sangat mirip dengan padanan mereka yang ada sekarang. Ada banyak variasi, tetapi semua dengan mudah dikenali sebagai ”jenis” yang sama. Majalah Discover menyebutkan satu contoh, ”Kepiting ladam . . . telah ada di bumi nyaris tanpa perubahan selama 200 juta tahun.”⁠29 Makhluk-makhluk yang punah juga mengikuti pola yang sama. Dinosaurus, misalnya, tiba-tiba muncul dalam catatan fosil, tanpa mata rantai penghubung dengan leluhur mana pun sebelum mereka. Mereka berkembang biak, kemudian punah.

      27. Apa yang dikatakan sebuah terbitan sains tentang ”perbaikan” evolusioner?

      27 Mengenai hal ini, Bulletin dari Field Museum of Natural History di Chicago menyatakan, ”Spesies muncul dalam urutannya dengan sangat tiba-tiba, hanya sedikit atau tidak berubah selama keberadaannya dalam catatan fosil, kemudian mendadak lenyap dari catatan itu. Dan, tidak selalu jelas, bahkan hampir tidak pernah terlihat jelas, bahwa keturunannya memang lebih bisa beradaptasi daripada leluhurnya. Dengan kata lain, perbaikan biologis sulit ditemukan.”⁠30

      Tidak Ada Fitur Transisi

      28. Apakah bentuk transisi tulang dan organ pernah ditemukan?

      28 Kesulitan lain bagi evolusi ialah fakta bahwa dalam catatan fosil sama sekali tidak ditemukan tulang atau organ yang setengah jadi yang bisa dianggap sebagai awal perkembangan fitur baru. Misalnya, ada fosil berbagai jenis makhluk bersayap—burung, kelelawar, dan pterodaktil yang punah. Menurut teori evolusi, mereka pastilah berevolusi dari makhluk-makhluk transisi pendahulunya. Tetapi, bentuk-bentuk transisi itu belum pernah ditemukan. Tanda-tandanya pun tidak ada. Adakah fosil jerapah yang panjang lehernya dua pertiga atau tiga perempat dari yang sekarang? Adakah fosil burung yang paruhnya sedang berevolusi dari rahang reptilia? Adakah bukti fosil ikan yang sedang mengembangkan panggul amfibi, atau sirip ikan yang berubah menjadi kaki, telapak, serta jari amfibi? Kenyataannya, sia-sia saja mencari perkembangan fitur-fitur demikian dalam catatan fosil.

      29. Apa yang sekarang diakui para evolusionis tentang bentuk-bentuk transisi?

      29 Menurut New Scientist, evolusi ”memprediksi bahwa catatan fosil yang lengkap akan memuat silsilah organisme yang menunjukkan perubahan bertahap secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama”. Tetapi, majalah itu mengakui, ”Sayangnya, catatan fosil tidak memenuhi harapan ini, sebab spesies-spesies di dalamnya jarang berhubungan dengan satu sama lain melalui bentuk transisi yang dikenal. . . . spesies dalam fosil yang dikenal tampaknya memang tidak berevolusi bahkan selama jutaan tahun.”⁠31 Dan, ahli genetika Stebbins menulis, ”Tidak ada bentuk transisi yang dikenal di antara filum-filum utama hewan atau tumbuhan.” Ia menyebutkan tentang ”jurang pemisah yang lebar di antara banyak kategori utama organisme”.⁠32 ”Malah,” The New Evolutionary Timetable mengakui, ”dalam catatan fosil tidak terdokumentasi satu pun bukti yang meyakinkan mengenai peralihan dari satu spesies menjadi spesies lainnya. Lagi pula, spesies bertahan selama jangka waktu yang luar biasa lama.”⁠33—Cetak miring ditambahkan.

      30. Apa yang diteguhkan oleh suatu penelitian besar-besaran?

      30 Ini sesuai dengan penelitian besar-besaran oleh Geological Society of London dan Palaeontological Association of England. Dosen ilmu alam John N. Moore melaporkan hasilnya, ”Kira-kira 120 ilmuwan, semuanya spesialis, menyiapkan karya tulis yang sangat hebat, terdiri atas 30 pasal dan lebih dari 800 halaman, yang menguraikan tentang catatan fosil tumbuhan dan hewan yang dibagi menjadi kira-kira 2.500 kelompok. . . . Setiap bentuk atau jenis utama tumbuhan dan hewan ternyata memiliki sejarah yang terpisah dan berbeda dari semua bentuk dan jenis lainnya! Kelompok tumbuhan maupun hewan muncul secara tiba-tiba dalam catatan fosil. . . . Ikan paus, kelelawar, kuda, primata, gajah, terwelu, bajing, dsb., semuanya berbeda sejak pertama muncul sebagaimana halnya mereka sekarang. Tidak ada petunjuk adanya leluhur yang sama, apalagi adanya pertalian dengan reptilia, yang dianggap sebagai leluhurnya.” Moore menambahkan, ”Bentuk transisi belum ditemukan dalam catatan fosil kemungkinan besar karena sama sekali tidak ada bentuk transisi dalam tingkatan fosil. Sangat mungkin, transisi antarjenis hewan dan/atau transisi antarjenis tumbuhan tidak pernah terjadi.”⁠34

      31. Apakah catatan fosil yang ada sekarang menunjukkan sesuatu yang berbeda dengan yang ada pada zaman Darwin?

      31 Maka, apa yang ada pada zaman Darwin masih sama dengan yang ada sekarang. Bukti catatan fosil masih seperti yang dikatakan zoolog D’Arcy Thompson beberapa tahun lalu dalam bukunya On Growth and Form, ”Teori evolusi Darwin belum mengajar kita tentang bagaimana burung diturunkan dari reptilia, mamalia dari binatang berkaki empat pendahulunya, binatang berkaki empat dari ikan, ataupun vertebrata dari invertebrata. . . . mencari batu loncatan yang menghubungkan celah-celah di antaranya akan sia-sia belaka, selama-lamanya.”⁠35

      Bagaimana dengan Kuda?

      32. Apa yang sering diajukan sebagai contoh klasik evolusi?

      32 Namun, sering dikatakan bahwa setidaknya kuda adalah contoh klasik tentang evolusi dalam catatan fosil. Sebagaimana dinyatakan dalam The World Book Encyclopedia, ”Kuda adalah salah satu contoh perkembangan evolusi yang paling baik dokumentasinya.”⁠36 Perkembangan kuda digambarkan berawal dari seekor binatang mungil dan berakhir dengan kuda besar yang ada sekarang. Tetapi, apakah bukti fosil memang mendukung hal ini?

      33. Apakah bukti fosil benar-benar mendukung evolusi kuda?

      33 Encyclopædia Britannica mengomentari, ”Evolusi kuda tidak pernah berlangsung dalam satu garis lurus.”⁠37 Dengan kata lain, bukti fosil sama sekali tidak menunjukkan adanya perkembangan bertahap dari binatang kecil itu sampai kuda yang besar. Evolusionis Hitching berkata tentang model evolusi yang terkemuka ini, ”Yang pernah dilukiskan sebagai sesuatu yang sederhana dan langsung, sekarang begitu rumit sehingga untuk mempercayai satu versi dan bukannya yang lain lebih merupakan masalah iman daripada pilihan yang masuk akal. Eohippus, yang katanya adalah kuda paling awal, dan menurut para ahli telah lama punah dan hanya kita kenal melalui fosil, mungkin sebenarnya masih hidup dan sehat, dan sama sekali bukan kuda—binatang pemalu seukuran rubah yang disebut daman yang berkeliaran di pedalaman Afrika.”⁠38

      34, 35. (a) Mengapa beberapa orang kini meragukan Eohippus sebagai leluhur kuda? (b) Apakah leluhur evolusioner untuk berbagai variasi fosil kuda telah ditemukan?

      34 Dibutuhkan imajinasi yang luar biasa untuk menyatakan bahwa Eohippus kecil itu leluhur kuda, khususnya mengingat apa yang dikatakan The New Evolutionary Timetable, ”Ada asumsi umum bahwa [Eohippus] secara perlahan tetapi pasti berubah menjadi seekor binatang yang lebih menyerupai kuda.” Tetapi, apakah fakta mendukung asumsi ini? ”Fosil spesies [Eohippus] tidak menunjukkan banyak modifikasi evolusioner,” jawab buku tersebut. Maka, buku itu mengakui bahwa catatan fosil ”tidak mendokumentasikan sejarah lengkap keluarga kuda”.⁠39

      35 Jadi, beberapa ilmuwan kini mengatakan bahwa Eohippus kecil bukanlah sejenis kuda atau leluhur kuda. Dan, setiap jenis fosil yang ditaruh dalam garis silsilah kuda menampakkan stabilitas yang luar biasa, tanpa bentuk-bentuk transisi di antara kuda dan makhluk-makhluk lain yang disangka sebagai leluhur evolusionernya. Kita pun tidak perlu heran bahwa ada banyak fosil kuda yang berbeda ukuran dan bentuknya. Bahkan sekarang, ada banyak variasi kuda, mulai dari kuda poni yang sangat kecil sampai kuda bajak yang besar. Semuanya adalah variasi dalam keluarga kuda.

      Apa yang Sebenarnya Dikatakan Catatan Fosil

      36. Apa yang sebenarnya diperlihatkan catatan fosil?

      36 Bila kita membiarkan catatan fosil berbicara, kesaksiannya tidak berorientasi pada evolusi. Sebaliknya, kesaksian catatan fosil berorientasi pada penciptaan. Catatan itu memperlihatkan bahwa beragam jenis makhluk hidup muncul secara tiba-tiba. Meskipun ada banyak variasi dalam setiap jenis, tidak ada mata rantai yang menghubungkan mereka dengan leluhur sebelumnya. Juga tidak ada mata rantai evolusi yang menghubungkan mereka dengan berbagai jenis makhluk hidup yang ada setelah mereka. Berbagai jenis makhluk hidup tidak mengalami banyak perubahan untuk jangka waktu yang lama sebelum beberapa dari mereka punah, sedangkan yang lain terus hidup sampai sekarang.

      37. Bagaimana seorang evolusionis mengakui hal ini?

      37 ”Konsep evolusi tidak dapat dianggap sebagai penjelasan ilmiah yang kuat mengenai keberadaan bermacam bentuk kehidupan,” demikian kesimpulan evolusionis Edmund Samuel dalam bukunya Order: In Life. Mengapa tidak? Ia menambahkan, ”Apabila distribusi biogeografis atau catatan fosil dianalisis dengan baik, hasilnya tidak dapat secara langsung mendukung evolusi.”⁠40

      38. Apa yang akan disimpulkan oleh penyelidik yang tidak berat sebelah?

      38 Jelas, penyelidik yang tidak berat sebelah akan menyimpulkan bahwa fosil tidak mendukung teori evolusi. Sebaliknya, bukti fosil memberikan dukungan yang kuat pada argumen mengenai penciptaan. Seperti dikatakan zoolog bernama Coffin, ”Bagi para ilmuwan sekuler, fosil, atau bukti kehidupan masa lampau, merupakan pengadilan banding yang tertinggi dan terakhir, karena catatan fosil adalah satu-satunya sejarah autentik tentang kehidupan yang tersedia bagi sains. Jika sejarah fosil ini tidak selaras dengan teori evolusi—dan telah kita lihat bahwa memang tidak selaras—apa yang diajarkannya? Berarti tumbuhan dan hewan diciptakan dalam bentuk-bentuk dasarnya. Fakta-fakta dasar dari catatan fosil mendukung penciptaan, bukan evolusi.”⁠41 Astronom Carl Sagan secara terus terang mengakui dalam bukunya Cosmos, ”Bukti fosil boleh jadi cocok dengan gagasan tentang adanya Perancang Agung.”⁠42

  • Apa yang Dikatakan Catatan Fosil
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • [Kotak di hlm. 55]

      Teori evolusi ortodoks Pola penciptaan

      mengharapkan catatan fosil mengharapkan catatan

      yang berisi: fosil yang berisi:

      1. Bentuk-bentuk kehidupan Bentuk-bentuk kehidupan

      yang sangat sederhana yang kompleks yang muncul

      muncul secara bertahap secara tiba-tiba

      2. Bentuk sederhana yang secara Bentuk kehidupan kompleks

      bertahap berubah menjadi yang berkembang biak

      bentuk kompleks ”menurut jenisnya”

      (famili biologis), walaupun

      ada variasi

      3. Banyak ”mata rantai” transisi Tidak ada ”mata rantai”

      di antara jenis-jenis yang transisi di antara famili

      berbeda biologis yang berbeda

      4. Permulaan dari bagian-bagian Tidak ada bagian tubuh yang

      tubuh yang baru, seperti tidak lengkap; semuanya

      lengan, kaki, tulang, dan lengkap

      organ

  • Apa yang Dikatakan Catatan Fosil
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • [Kotak/Gambar di hlm. 68, 69]

      Apa yang Dikatakan Bukti Fosil . . . tentang Asal Mula Makhluk-Makhluk Hidup

      Mengenai Asal Mula Kehidupan:

      ”Setidaknya tiga perempat buku sejarah kehidupan yang terpahat dalam kerak bumi adalah halaman-halaman kosong.”—The World We Live In⁠c

      ”Tahap-tahap pertama . . . tidak diketahui; . . . tidak ada jejak-jejaknya yang tertinggal.”—Red Giants and White Dwarfs⁠d

      Mengenai Kehidupan Bersel Banyak:

      ”Bagaimana asal mula binatang bersel banyak dan apakah tahap ini terjadi satu kali atau lebih, dan dengan satu cara atau lebih, masih merupakan pertanyaan yang sulit dan terus diperdebatkan yang . . . ’menurut analisis terakhir, mustahil terjawab’.”—Science⁠e

      ”Sama sekali tidak ada peninggalan tahap-tahap pendahuluan perkembangan organisme bersel banyak ini dalam catatan fosil.”—Red Giants and White Dwarfs⁠f

      Mengenai Tumbuhan:

      ”Bagi kebanyakan botanikus, catatan fosil adalah sumber pencerahan. Tetapi . . . bantuan demikian belum ditemukan. . . . Tidak terbukti adanya leluhur.”—The Natural History of Palms⁠g

      Mengenai Serangga:

      ”Catatan fosil tidak memberikan keterangan apa pun tentang asal mula serangga.”—Encyclopædia Britannica⁠h

      ”Tidak ada fosil yang menunjukkan seperti apa leluhur serangga yang primitif itu.”—The Insects⁠i

      Mengenai Binatang Bertulang Belakang:

      ”Tetapi, sisa-sisa fosil tidak memberikan keterangan tentang asal mula vertebrata.”—Encyclopædia Britannica⁠j

      Mengenai Ikan:

      ”Sepengetahuan kami, tidak ada ’mata rantai’ yang menghubungkan binatang baru ini dengan bentuk kehidupan mana pun yang ada sebelumnya. Ikan muncul begitu saja.”—Marvels & Mysteries of Our Animal World⁠k

      Mengenai Ikan Menjadi Amfibi:

      ”Bagaimana atau mengapa ini terjadi, kita mungkin tidak akan pernah tahu.”—The Fishes⁠l

      Mengenai Amfibi Menjadi Reptilia:

      ”Salah satu hal yang mengecewakan dari catatan fosil tentang sejarah vertebrata ialah sedikitnya keterangan mengenai evolusi reptilia pada masa awalnya, sewaktu telur bercangkang mulai berkembang.”—The Reptiles⁠m

      Mengenai Reptilia Menjadi Mamalia:

      ”Tidak ada mata rantai yang hilang [yang menghubungkan] mamalia dengan reptilia.”—The Reptiles⁠n

      ”Amat disayangkan, sedikit sekali yang diungkapkan fosil tentang makhluk-makhluk yang kita anggap sebagai mamalia sejati yang pertama.”—The Mammals⁠o

      Mengenai Reptilia Menjadi Burung:

      ”Dokumentasi transisi dari reptilia menjadi burung lebih tidak memuaskan.”—Processes of Organic Evolution⁠p

      ”Fosil reptilia yang mirip burung belum pernah ditemukan.”—The World Book Encyclopedia⁠q

      Mengenai Kera:

      ”Sayang sekali, catatan fosil yang memungkinkan kita menelusuri munculnya kera masih sangat tidak lengkap.”—The Primates⁠r

      ”Misalnya, kera modern tampaknya muncul begitu saja. Mereka tidak memiliki masa lalu, tidak ada catatan fosilnya.” —Science Digest⁠s

      Dari Kera Menjadi Manusia

      ”Tidak ada fosil atau bukti fisik lain yang secara langsung menghubungkan manusia dengan kera.”—Science Digest⁠t

      ”Keluarga manusia tidak memiliki garis silsilah tunggal yang berawal dari makhluk mirip kera hingga spesies kita.”—The New Evolutionary Timetable⁠u

  • Jurang Pemisah yang Lebar—Dapatkah Evolusi Menjembataninya?
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • Pasal 6

      Jurang Pemisah yang Lebar—Dapatkah Evolusi Menjembataninya?

      1. Apa yang dinyatakan tentang jurang pemisah dalam catatan fosil?

      FOSIL memberikan bukti nyata mengenai berbagai bentuk kehidupan yang ada jauh sebelum manusia ada. Tetapi, fosil belum memberikan bukti seperti yang diharapkan untuk mendukung gagasan evolusi tentang bagaimana kehidupan dimulai atau bagaimana jenis-jenis baru muncul setelahnya. Mengenai tidak adanya fosil transisi yang menjembatani jurang-jurang pemisah biologis, Francis Hitching berkomentar, ”Anehnya, ada satu hal yang konsisten mengenai jurang pemisah dalam catatan fosil: fosil justru tidak ada di semua bagian yang penting.”⁠1

      2. Bagaimana fosil ikan memperjelas adanya jurang pemisah ini?

      2 Bagian penting yang ia sebutkan adalah jurang pemisah di antara divisi-divisi utama dalam dunia binatang. Contohnya adalah ikan yang dianggap berevolusi dari invertebrata, yakni binatang yang tidak bertulang belakang. ”Ikan tahu-tahu muncul dalam catatan fosil,” kata Hitching, ”entah dari mana: secara misterius, tiba-tiba, dan wujudnya lengkap.”⁠2 Zoolog N. J. Berrill mengomentari penjelasannya sendiri tentang asal mula ikan, demikian, ”Sedikit banyak, uraian ini adalah fiksi ilmiah.”⁠3

      3. Bagaimana perkembangan divisi-divisi utama dalam dunia binatang menurut teori evolusi?

      3 Teori evolusi berasumsi bahwa ikan menjadi amfibi, beberapa amfibi menjadi reptilia, dari reptilia muncullah mamalia dan burung, dan akhirnya beberapa mamalia menjadi manusia. Di pasal sebelumnya telah diperlihatkan bahwa catatan fosil tidak mendukung pendapat itu. Pasal ini akan menyoroti betapa tidak masuk akalnya asumsi tentang tahap-tahap transisi itu. Seraya Anda terus membaca, pikirkan: Mungkinkah perubahan-perubahan demikian terjadi secara spontan, tanpa pengarahan?

      Jurang Pemisah antara Ikan dan Amfibi

      4, 5. Apa saja perbedaan besar antara ikan dan amfibi?

      4 Yang membedakan ikan dari invertebrata adalah tulang belakang. Tulang belakang ini harus mengalami perubahan besar supaya ikan dapat menjadi amfibi, yaitu binatang yang dapat hidup di air dan di darat. Harus ada penambahan tulang panggul, tetapi tidak ada fosil ikan yang memperlihatkan bagaimana tulang panggul amfibi terbentuk. Pada beberapa amfibi, seperti katak dan bangkong, seluruh tulang belakang harus berubah sama sekali. Tulang-tulang tengkoraknya pun berbeda. Lagi pula, untuk menjadi amfibi, evolusi harus mengubah sirip ikan menjadi tungkai dan lengan yang memiliki sendi, pergelangan, dan jari, belum lagi perubahan besar pada otot dan saraf. Insang harus berubah menjadi paru-paru. Pada ikan, darah dipompa oleh jantung berbilik dua, tetapi jantung amfibi berbilik tiga.

      5 Untuk menjembatani jurang pemisah antara ikan dan amfibi, indra pendengaran harus mengalami perubahan radikal. Pada umumnya, ikan menangkap suara melalui tubuhnya, tetapi kebanyakan bangkong dan katak memiliki gendang telinga. Lidah juga harus berubah. Ikan tidak memiliki lidah yang bisa dijulurkan, sedangkan amfibi, seperti bangkong, memilikinya. Mata amfibi mempunyai kesanggupan tambahan untuk berkedip, karena ada membran yang dapat dibuka-tutup, sehingga bola matanya tetap bersih.

      6. Makhluk apa yang dianggap sebagai mata rantai antara ikan dan amfibi, dan mengapa ternyata tidak demikian?

      6 Ada upaya keras untuk menghubungkan amfibi dengan ikan sebagai leluhurnya, tetapi tanpa hasil. Ikan paru telah menjadi calon favorit, karena selain berinsang, ia memiliki gelembung renang yang dapat dipakai untuk bernapas sewaktu keluar dari air untuk sementara waktu. Buku The Fishes mengatakan, ”Orang tergoda untuk berpikir bahwa mungkin ada hubungan langsung antara ikan paru dan amfibi yang akhirnya menghasilkan vertebrata darat. Tetapi kenyataannya tidak; mereka adalah dua kelompok yang sama sekali berbeda.”⁠4 David Attenborough menyingkirkan ikan paru maupun coelacanth dari daftar calon ”karena tulang tengkoraknya begitu berbeda dengan tulang tengkorak fosil amfibi pertama sehingga yang satu tidak mungkin berasal dari yang lain”.⁠5

      Jurang Pemisah antara Amfibi dan Reptilia

      7. Dari amfibi menjadi reptilia, apa salah satu problem yang paling sulit dipecahkan?

      7 Upaya menjembatani jurang pemisah antara amfibi dan reptilia juga menimbulkan problem-problem serius lainnya. Yang paling sulit adalah asal mula telur bercangkang. Makhluk sebelum reptilia bertelur di air, dan di sana telur-telur yang lunak seperti agar-agar tersebut dibuahi di luar tubuh. Reptilia tinggal di darat dan bertelur di darat, tetapi embrio yang berkembang di dalam telur harus tetap berada di lingkungan berair. Jalan keluarnya adalah telur bercangkang. Tetapi, dibutuhkan perubahan besar dalam proses pembuahan: Pembuahan harus terjadi di dalam tubuh, sebelum telur dibungkus oleh cangkang. Untuk itu, diperlukan organ seks yang baru, cara kawin yang baru, dan naluri yang baru—ini semua membentuk jurang pemisah yang lebar antara amfibi dan reptilia.

      8, 9. Fitur-fitur lain apa yang diperlukan agar telur bercangkang?

      8 Agar telur terbungkus dalam cangkang, perlu ada perubahan besar lebih jauh supaya seekor reptilia bisa berkembang dan, akhirnya, keluar dari cangkang tersebut. Misalnya, di dalam cangkang itu perlu ada berbagai membran dan kantong, seperti amnion yang menahan cairan tempat embrio berkembang. The Reptiles menjelaskan membran lain yang disebut alantois, ”Alantois menerima dan menyimpan limbah embrio, fungsinya seperti kandung kemih. Alantois juga memiliki pembuluh darah yang menyerap oksigen melalui cangkang dan menyalurkannya ke dalam embrio.”⁠6

      9 Evolusi belum dapat menjelaskan perbedaan rumit lainnya. Embrio dalam telur ikan dan telur amfibi mengeluarkan kotoran ke air di sekitarnya berupa urea yang dapat larut. Tetapi, embrio reptilia bisa mati jika ada urea di dalam telurnya yang bercangkang. Maka, ada perubahan kimiawi yang besar: Kotoran, berupa asam urat yang tidak larut, disimpan di dalam membran alantois. Perhatikan juga: Kuning telur adalah makanan bagi embrio reptilia yang sedang bertumbuh, sehingga dapat berkembang sepenuhnya sebelum keluar dari telur—tidak seperti amfibi, yang sewaktu ditetaskan belum dalam bentuk dewasa. Dan, untuk keluar dari cangkangnya, embrio reptilia unik karena memiliki ’gigi telur’, yang membantunya membobol dinding penjaranya.

      10. Kesedihan apa yang diungkapkan seorang evolusionis?

      10 Banyak lagi yang diperlukan untuk menjembatani jurang pemisah antara amfibi dan reptilia, tetapi contoh-contoh ini memperlihatkan bahwa semua perubahan rumit yang diperlukan untuk tujuan itu mustahil terjadi secara kebetulan tanpa pengarahan. Tidak mengherankan jika evolusionis Archie Carr berkata dengan sedih, ”Salah satu hal yang mengecewakan dari catatan fosil tentang sejarah vertebrata ialah sedikitnya keterangan mengenai evolusi reptilia pada masa awalnya, sewaktu telur bercangkang mulai berkembang.”⁠7

      Jurang Pemisah antara Reptilia dan Burung

      11, 12. Apa perbedaan utama antara reptilia dan burung, dan bagaimana beberapa orang mencoba memecahkan teka-teki ini?

      11 Reptilia adalah binatang berdarah dingin, artinya suhu di dalam tubuh akan naik atau turun bergantung pada suhu di luar. Sebaliknya, burung berdarah panas; suhu tubuh mereka relatif konstan tidak soal suhu di luar. Untuk menjawab teka-teki bagaimana reptilia berdarah dingin bisa menjadi burung berdarah panas, beberapa evolusionis sekarang mengatakan bahwa beberapa dinosaurus (yang adalah reptilia) berdarah panas. Tetapi, pandangan orang pada umumnya masih seperti yang dikatakan Robert Jastrow, ”Dinosaurus, seperti semua reptilia, adalah binatang berdarah dingin.”⁠8

      12 Tentang kepercayaan bahwa burung berdarah panas berasal dari reptilia berdarah dingin, evolusionis dari Prancis Lecomte du Noüy mengatakan, ”Jelaslah bahwa hal ini sekarang merupakan salah satu teka-teki evolusi tersulit.” Ia juga mengakui bahwa burung memiliki ”semua ciri yang tidak memuaskan yang menunjang penciptaan mutlak”⁠9—tidak memuaskan, karena tidak mendukung teori evolusi.

      13. Bagaimana burung mengerami telurnya?

      13 Memang, reptilia maupun burung bertelur, tapi hanya burung yang mengerami telurnya. Burung dirancang dengan kemampuan itu. Banyak burung memiliki bercak pengeraman pada dada, bagian tak berbulu yang berisi jaringan pembuluh darah, untuk memberi kehangatan pada telur. Beberapa burung tidak mempunyai bercak pengeraman tetapi akan mencabuti bulu-bulu dadanya. Selain itu, supaya burung bisa mengerami telur, evolusi harus memberi mereka naluri baru—untuk membangun sarang, mengerami telur, dan memberi makan anak-anaknya—perilaku yang tidak mementingkan diri, mau berkorban, dan penuh perhatian. Perilaku tersebut membutuhkan keterampilan, kerja keras, dan keberanian mengadang bahaya. Semua ini menjadi jurang pemisah yang lebar antara reptilia dan burung. Tetapi, masih ada lagi.

      14. Apa saja kerumitan bulu burung sehingga tidak mungkin berasal dari sisik reptilia?

      14 Bulu burung amat unik. Konon, struktur yang menakjubkan ini terjadi secara kebetulan dari sisik reptilia. Pada rakis (batang) bulu terdapat deretan-deretan ramus (cabang). Setiap ramus mempunyai banyak barbul dan setiap barbul mempunyai ratusan barbisel dan kait kecil. Setelah sehelai bulu merpati diteliti di bawah mikroskop, terungkap bahwa bulu memiliki ”ratusan ribu barbul dan jutaan barbisel serta kait kecil”.⁠10 Kait-kait ini menautkan semua bagian bulu sehingga menghasilkan bilah-bilah yang pipih. Tidak ada yang mengungguli bulu sebagai komponen sayap untuk terbang, dan bulu hampir tidak ada duanya sebagai insulator. Burung seukuran angsa memiliki kira-kira 25.000 helai bulu.

      15. Bagaimana burung merawat bulunya?

      15 Jika ramus-ramus bulu ini berantakan, burung akan menyisirnya dengan paruh mereka. Tekanan dari paruh saat melewati ramus-ramus itu akan membuat kait-kait pada barbul tersambung kembali seperti gigi-gigi ritsleting. Kebanyakan burung mempunyai kelenjar minyak pada pangkal ekor untuk melembutkan setiap bulu. Ada burung yang tidak mempunyai kelenjar minyak tetapi ujung-ujung bulu mereka bisa mengembang dan menghasilkan semacam bedak halus untuk melembutkan bulu. Dan, sekali setahun biasanya ada pergantian bulu.

      16. Apa yang dikatakan seorang evolusionis tentang asal mula bulu?

      16 Setelah mengetahui segala kehebatan bulu burung, perhatikan upaya yang mencengangkan ini untuk menjelaskan pembentukannya, ”Bagaimana struktur yang ajaib ini berevolusi? Tidak terlalu sulit untuk membayangkan bahwa bulu adalah sisik yang termodifikasi, yang pada dasarnya mirip sisik reptilia—sisik yang agak panjang dan longgar, yang pinggiran luarnya berjumbai dan mengembang hingga berevolusi menjadi struktur yang sangat rumit seperti sekarang.”⁠11 Tetapi, apakah menurut Anda penjelasan demikian benar-benar ilmiah? Atau, apakah itu kedengarannya lebih mirip fiksi ilmiah?

      17. Apa perbedaan antara tulang burung dan tulang reptilia?

      17 Perhatikan lebih jauh bagaimana burung dirancang untuk terbang. Tulang-tulangnya tipis dan berongga, tidak seperti tulang reptilia yang padat. Namun, untuk terbang dibutuhkan kekuatan, maka di dalam tulang burung ada semacam struktur penyangga, mirip penopang di bagian dalam sayap pesawat udara. Selain itu, bentuk tulang demikian membantu kita memahami keajaiban lain yang hanya dimiliki burung—sistem pernapasannya.

      18. Apa yang membantu burung tetap sejuk sewaktu terbang jarak jauh?

      18 Sayap berotot yang dikepakkan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari sewaktu terbang menghasilkan banyak panas, dan burung tidak memiliki kelenjar keringat untuk mendinginkannya. Tetapi, problem tersebut dapat diatasi karena burung memiliki ”mesin” berpendingin udara. Ada kantong udara pada hampir setiap bagian tubuh yang penting, bahkan di dalam tulang mereka yang berongga, dan panas tubuh didinginkan melalui sirkulasi udara internal ini. Selain itu, berkat kantong-kantong udara tersebut, burung dapat mengambil oksigen dari udara dengan jauh lebih efisien daripada vertebrata lain. Bagaimana prosesnya?

      19. Mengapa burung dapat bernapas di udara yang tipis?

      19 Pada reptilia dan mamalia, paru-paru mengisap dan mengeluarkan udara, seperti alat pengembus yang mengembang dan mengempis secara bergantian. Tetapi, pada burung, selalu ada arus udara segar yang mengalir melalui paru-paru, saat menghirup maupun mengembuskan napas. Secara sederhana, begini cara kerja sistem tersebut: Sewaktu burung menghirup napas, udara masuk ke beberapa kantong udara, yang berfungsi sebagai alat pengembus yang mendorong udara ke dalam paru-paru. Dari paru-paru, udara masuk ke dalam kantong-kantong udara lainnya, dan akhirnya dikeluarkan. Berarti, ada arus udara segar yang terus mengalir satu arah melalui paru-paru, mirip seperti air yang mengalir melalui karet busa. Darah dalam pembuluh-pembuluh kapiler paru-paru mengalir dengan arah yang berlawanan. Aliran udara dan aliran darah yang berlawanan arah itulah yang membuat sistem pernapasan burung unggul. Itu sebabnya burung dapat bernapas di udara tipis di lapisan angkasa yang tinggi, terbang di ketinggian lebih dari 6.000 meter selama berhari-hari saat bermigrasi sejauh ribuan kilometer.

      20. Fitur lain apa saja yang memperbesar jurang pemisah antara burung dan reptilia?

      20 Fitur-fitur lain memperlebar jurang pemisah antara burung dan reptilia. Salah satunya ialah penglihatan. Mulai dari burung elang yang matanya seperti teleskop hingga burung prenjak yang matanya seperti kaca pembesar, mata burung memiliki lebih banyak sel sensoris daripada mata makhluk hidup lainnya. Kaki burung juga berbeda. Sewaktu burung bertengger, urat-urat tendon akan secara otomatis membuat jari-jari kakinya mencengkeram dahan. Dan, burung hanya memiliki empat jari kaki sedangkan reptilia lima. Lagi pula, burung tidak memiliki pita suara, tetapi memiliki siring yang dapat mengeluarkan kicauan merdu seperti suara burung celoteh dan burung pengejek. Perhatikan juga, bahwa jantung reptilia memiliki tiga bilik; jantung burung memiliki empat bilik. Paruh juga membedakan burung dari reptilia: ada paruh yang bisa memecahkan biji, paruh yang menyaring makanan dari air berlumpur, paruh yang membuat lubang di pohon, paruh silang yang bisa membuka kerucut cemara—keragaman yang seperti tidak ada habisnya. Tetapi, paruh yang sangat khusus rancangannya itu dikatakan telah berevolusi secara kebetulan dari hidung reptilia! Masuk akalkah penjelasan demikian?

      21. Mengapa Archaeopteryx tidak memenuhi syarat sebagai mata rantai antara reptilia dan burung?

      21 Para evolusionis pernah berpendapat bahwa Archaeopteryx, yang artinya ”sayap purba” atau ”burung purba”, adalah mata rantai antara reptilia dan burung. Tetapi sekarang, banyak yang telah berubah pendapat. Sisa-sisa fosilnya menunjukkan bulu yang terbentuk sempurna pada sayap dengan rancangan aerodinamis yang dapat terbang. Tulang sayap dan kakinya tipis serta berongga. Fitur-fiturnya yang dianggap menyerupai reptilia ditemukan pada burung-burung sekarang. Dan, umurnya tidak lebih tua daripada burung, karena fosil burung-burung lain telah ditemukan dalam batuan dari masa yang sama dengan Archaeopteryx.⁠12

      Jurang Pemisah antara Reptilia dan Mamalia

      22. Apa salah satu perbedaan antara reptilia dan mamalia?

      22 Ada beberapa perbedaan penting yang membentuk jurang pemisah yang lebar antara reptilia dan mamalia. Satu perbedaan besar adalah adanya kelenjar susu yang menghasilkan air susu bagi anak-anak yang dilahirkan. Theodosius Dobzhansky memperkirakan bahwa kelenjar susu ini ”mungkin adalah kelenjar keringat yang termodifikasi”.⁠13 Tetapi, reptilia bahkan tidak memiliki kelenjar keringat. Selain itu, kelenjar keringat mengeluarkan limbah, bukan makanan. Dan, tidak seperti bayi reptilia, bayi mamalia memiliki naluri serta otot untuk mengisap susu induknya.

      23, 24. Fitur-fitur lain apa yang dimiliki mamalia tetapi tidak dimiliki reptilia?

      23 Ada lagi fitur lain yang dimiliki mamalia tetapi tidak didapati pada reptilia. Induk mamalia memiliki plasenta yang sangat kompleks untuk pemberian makanan dan pertumbuhan janin mereka. Reptilia tidak memilikinya. Tidak ada diafragma pada reptilia, tetapi mamalia memiliki diafragma yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Organ Korti dalam telinga mamalia tidak ditemukan pada telinga reptilia. Organ kecil yang rumit ini memiliki 20.000 sel rambut dan 30.000 ujung saraf. Mamalia memiliki suhu tubuh yang konstan, sedangkan reptilia tidak.

      24 Mamalia juga memiliki tiga tulang dalam telinganya, sedangkan reptilia hanya satu. Dari mana asal dua tulang ”ekstra” itu? Teori evolusi berupaya menjelaskannya sebagai berikut: Reptilia memiliki sedikitnya empat tulang pada rahang bawah, sedangkan mamalia hanya memiliki satu; maka, sewaktu reptilia menjadi mamalia, diperkirakan ada pergeseran tulang; beberapa tulang rahang bawah reptilia pindah ke telinga tengah mamalia dan menjadi tiga tulang di sana dan, dalam proses tersebut, hanya satu tulang tertinggal pada rahang bawah mamalia. Namun masalahnya, sama sekali tidak ada bukti fosil yang mendukung penalaran itu. Itu hanya rekaan belaka.

      25. Apa lagi perbedaan antara reptilia dan mamalia?

      25 Kesulitan lain menyangkut tulang: Kaki reptilia berpangkal di sisi tubuh sehingga perutnya menempel atau sangat dekat dengan tanah. Tetapi, kaki mamalia berpangkal di bawah tubuh sehingga tubuh terangkat jauh dari tanah. Mengenai perbedaan tersebut, Dobzhansky berkomentar, ”Perubahan ini, meskipun kelihatannya kecil, memerlukan perubahan besar-besaran pada kerangka dan otot.” Ia kemudian mengakui perbedaan penting lain antara reptilia dan mamalia, ”Gigi mamalia sangat rumit. Tidak seperti gigi reptilia yang mirip pasak sederhana, ada bermacam-macam gigi mamalia yang disesuaikan untuk menggigit, mencengkeram, menusuk, memotong, mengunyah, atau melumatkan makanan.”⁠14

      26. Pembalikan apa yang harus dibuat evolusi dalam hal pembuangan kotoran?

      26 Satu perbedaan terakhir: Konon, sewaktu amfibi berevolusi menjadi reptilia, kotoran yang dibuang berubah dari urea menjadi asam urat. Tetapi, sewaktu reptilia menjadi mamalia, ada pembalikan. Mamalia kembali ke cara amfibi yang mengeluarkan kotoran berupa urea. Kalau begitu, evolusi berjalan mundur—sesuatu yang secara teoretis tidak boleh terjadi.

      Jurang Pemisah yang Terlebar

      27. Apa yang seorang evolusionis sebut ’kesalahan tragis’?

      27 Secara fisik, manusia cocok dengan definisi umum mamalia. Namun, seorang evolusionis menyatakan, ”Kesalahan yang paling tragis adalah menganggap manusia sebagai ’binatang belaka’. Manusia itu unik, berbeda dengan semua binatang lain dalam banyak segi, misalnya tutur kata, tradisi, kebudayaan, dan masa pertumbuhan dan pengasuhan orang tua yang sangat panjang.”⁠15

      28. Bagaimana otak manusia membedakan manusia dari binatang?

      28 Yang membedakan manusia dari semua makhluk lain di bumi adalah otaknya. Informasi yang tersimpan dalam kira-kira 100 miliar neuron otak manusia bisa memenuhi sekitar 20 juta jilid buku! Kesanggupan untuk berpikir abstrak dan bertutur kata membuat manusia jauh berbeda dengan binatang mana pun, dan kemampuannya untuk merekam semakin banyak pengetahuan merupakan salah satu ciri khas manusia yang paling menakjubkan. Dengan menerapkan pengetahuan ini, manusia sanggup mengungguli semua makhluk hidup lain di bumi—bahkan sampai pergi ke bulan dan kembali lagi. Sesungguhnya, seperti kata seorang ilmuwan, otak manusia ”berbeda dan jauh lebih rumit daripada apa pun di alam semesta yang kita kenal”.⁠16

      29. Fakta apa yang membuat jurang pemisah terlebar antara manusia dan binatang?

      29 Satu segi lain yang membuat jurang pemisah terlebar antara manusia dan binatang adalah nilai-nilai moral dan spiritual manusia, yang berasal dari sifat-sifat seperti kasih, keadilan, hikmat, kuasa, dan belas kasihan. Ini disinggung dalam buku Kejadian sewaktu mengatakan bahwa manusia dibuat ’menurut gambar dan rupa Allah’. Dan, jurang pemisah antara manusia dan binatang inilah yang paling lebar.—Kejadian 1:26.

      30. Apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh catatan fosil?

      30 Jadi, ada perbedaan-perbedaan yang sangat besar di antara divisi-divisi utama kehidupan. Banyak struktur baru, naluri yang terprogram, dan sifat yang memisahkan divisi-divisi kehidupan ini. Apakah masuk akal untuk berpikir bahwa semua itu dapat muncul secara kebetulan tanpa pengarahan? Sebagaimana telah kita lihat, bukti fosil tidak mendukung pendapat itu. Tidak ada fosil yang dapat menjembatani jurang-jurang tersebut. Seperti kata Hoyle dan Wickramasinghe, ”Bentuk-bentuk peralihan hilang dari catatan fosil. Sekarang kita tahu alasannya, pada dasarnya karena bentuk peralihan memang tidak ada.”⁠17 Bagi orang yang benar-benar memperhatikan, inilah yang ditunjukkan oleh catatan fosil: ”Penciptaan menurut jenisnya.”

  • Siapa Sebenarnya ”Manusia-Kera”?
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • Pasal 7

      Siapa Sebenarnya ”Manusia-Kera”?

      1, 2. Apa yang ditegaskan teori evolusi tentang nenek moyang kita?

      SELAMA bertahun-tahun telah dilaporkan adanya penemuan sisa fosil manusia yang mirip kera. Buku-buku ilmiah sarat dengan lukisan para seniman mengenai makhluk tersebut. Apakah makhluk ini bentuk peralihan antara binatang dan manusia seperti yang dinyatakan evolusi? Apakah ”manusia-kera” memang nenek moyang kita? Itulah yang dikatakan para ilmuwan pendukung evolusi. Karena itu kita sering membaca pernyataan seperti judul artikel dalam majalah ilmiah ini: ”Dari Kera Menjadi Manusia”.⁠1

      2 Memang, beberapa evolusionis merasa bahwa makhluk yang dianggap nenek moyang manusia itu tidak sepantasnya disebut ”kera”. Meskipun demikian, beberapa kolega mereka tidak sependapat.⁠2 Stephen Jay Gould berkata, ”Manusia . . . berevolusi dari nenek moyang serupa kera.”⁠3 Dan, George Gaylord Simpson menyatakan, ”Nenek moyang kita pasti akan disebut kera atau monyet dalam bahasa sehari-hari oleh siapa pun yang melihatnya. Karena definisi istilah kera dan monyet ditentukan oleh penggunaan umum, nenek moyang manusia adalah kera atau monyet.”⁠4

      3. Mengapa catatan fosil dianggap penting untuk menentukan nenek moyang manusia?

      3 Mengapa catatan fosil begitu penting dalam upaya membuktikan keberadaan nenek moyang manusia yang mirip kera? Karena dalam dunia hayati sekarang ini, tak ada yang dapat mendukung gagasan tersebut. Sebagaimana diperlihatkan di Pasal 6, ada jurang pemisah yang sangat besar antara manusia dan segala binatang yang ada sekarang, termasuk keluarga kera. Karena dunia hayati tidak menyediakan mata rantai antara manusia dan kera, catatan fosil diharapkan dapat menyediakannya.

      4. Dari sudut pandang evolusi, mengapa tidak adanya ”manusia-kera” yang masih hidup sangat aneh?

      4 Dari sudut pandang evolusi, jurang pemisah yang jelas antara manusia dan kera dewasa ini merupakan hal yang aneh. Menurut teori evolusi, seraya binatang berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi, binatang itu semakin sanggup bertahan hidup. Lalu, mengapa keluarga kera yang ”lebih rendah” masih hidup, sedangkan makhluk yang dianggap bentuk peralihan, yang konon lebih maju secara evolusioner, sudah tidak ada lagi barang satu pun? Sekarang kita melihat simpanse, gorila, dan orang utan, tetapi tidak ada ”manusia-kera”. Apakah kelihatannya masuk akal bahwa semua ”mata rantai” yang lebih baru dan katanya lebih maju di antara makhluk serupa kera dan manusia modern telah punah, sedangkan kera-kera yang lebih rendah masih hidup?

      Seberapa Banyakkah Bukti Fosil yang Ada?

      5. Kesan apa yang diberikan oleh berbagai keterangan tentang bukti fosil yang mendukung evolusi manusia?

      5 Dari keterangan dalam buku ilmiah, museum, dan acara televisi, kelihatannya pasti ada banyak bukti bahwa manusia berevolusi dari makhluk serupa kera. Benarkah demikian? Misalnya, bukti fosil apa pada zaman Darwin yang mendukung hal ini? Apakah bukti tersebut yang mendorong dia merumuskan teorinya?

      6. (a) Apakah teori-teori awal tentang evolusi manusia didasarkan atas bukti fosil? (b) Mengapa evolusi bisa dipercayai banyak orang meski tidak ada bukti yang kuat?

      6 The Bulletin of the Atomic Scientists memberi tahu kita, ”Teori-teori awal tentang evolusi manusia sangatlah aneh, jika dicermati. Menurut David Pilbeam, teori-teori awal tersebut adalah teori ’tanpa fosil’. Artinya, di satu pihak ada teori tentang evolusi manusia yang menurut kita tentu membutuhkan beberapa bukti fosil, tetapi di pihak lain nyatanya hanya ada sedikit sekali fosil sehingga tidak berpengaruh atas teori tersebut, atau tidak ada fosil sama sekali. Jadi, di antara makhluk yang konon adalah kerabat terdekat manusia dan fosil manusia yang awal, tidak ada penghubung apa pun kecuali khayalan para ilmuwan abad kesembilan belas.” Buletin ilmiah ini memperlihatkan penyebabnya, ”Orang-orang ingin mempercayai evolusi, evolusi manusia, dan hal ini mempengaruhi hasil karya mereka.”⁠5

      7-9. Seberapa banyakkah bukti fosil yang ada sekarang untuk mendukung evolusi manusia?

      7 Setelah lebih dari satu abad mencari fosil, seberapa banyakkah bukti tentang ”manusia-kera” yang ditemukan? Richard Leakey menyatakan, ”Orang-orang yang bekerja di bidang ini memiliki sedikit sekali bukti untuk mendasari kesimpulan mereka sehingga kesimpulan itu perlu sering diubah.”⁠6 New Scientist mengomentari, ”Dinilai dari jumlah bukti yang mendasarinya, kajian tentang fosil manusia hampir-hampir tidak dapat disebut sebagai cabang ilmu paleontologi atau antropologi. . . . koleksinya sangat tidak lengkap, dan spesimennya sendiri kebanyakan tidak utuh dan tidak meyakinkan.”⁠7

      8 Demikian juga, buku Origins mengakui, ”Semakin jauh kita menelusuri jalur evolusi menuju manusia, perjalanannya semakin tidak menentu, lagi-lagi karena minimnya bukti fosil.”⁠8 Majalah Science menambahkan, ”Bukti ilmiah yang utama adalah segelintir tulang-belulang yang digunakan untuk menyusun sejarah evolusi manusia. Seorang ahli antropologi mengibaratkannya dengan tugas menyusun kembali jalan cerita buku War and Peace dengan 13 halaman yang dipilih secara acak.”⁠9

      9 Seberapa sedikit sebenarnya catatan fosil mengenai ”manusia-kera”? Perhatikan komentar berikut ini. Newsweek: ”’Semua fosil bisa ditaruh di atas sebuah meja tulis,’ kata Elwyn Simons dari Duke University.”⁠10 The New York Times: ”Sebuah meja biliar bisa memuat sisa-sisa fosil nenek moyang manusia yang ada. Hal itu menjadi landasan yang buruk untuk menguak kabut jutaan tahun yang silam.”⁠11 Science Digest: ”Kenyataan yang menarik adalah bahwa semua bukti fisik yang kita miliki untuk mendukung evolusi manusia masih dapat dimasukkan, itu pun masih ada ruang, ke dalam sebuah peti mati! . . . Kera modern, misalnya, seperti muncul secara tiba-tiba dari antah-berantah. Kera tidak punya masa lalu, tidak ada catatan fosilnya. Dan, asal mula sebenarnya manusia modern—yang tegak, tak berbulu, membuat perkakas, berotak besar—jika kita jujur terhadap diri kita sendiri, adalah hal yang sama misteriusnya.”⁠12

      10. Apa yang diperlihatkan oleh bukti tentang munculnya manusia modern?

      10 Manusia modern, dengan kemampuan untuk bernalar, merencanakan, merancang, memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki, dan menguasai bahasa yang rumit, tiba-tiba muncul dalam catatan fosil. Gould, dalam bukunya The Mismeasure of Man, menulis, ”Kita tidak memiliki bukti yang mendukung perubahan biologis dalam ukuran atau struktur otak sejak Homo sapiens muncul dalam catatan fosil sekitar lima puluh ribu tahun yang lalu.”⁠13 Maka, buku The Universe Within bertanya, ”Apa yang menyebabkan evolusi . . . menghasilkan, seolah-olah dalam semalam, manusia modern dengan otak yang sangat istimewa?”⁠14 Evolusi tidak mampu menjawabnya. Tetapi, mungkinkah jawabannya adalah penciptaan makhluk yang sangat rumit dan berbeda?

      Di Manakah ”Mata-Mata Rantai” Itu?

      11. Apa yang diakui sebagai ”hal normal” dalam catatan fosil?

      11 Tetapi, bukankah ilmuwan telah menemukan ”mata-mata rantai” yang diperlukan antara binatang serupa kera dan manusia? Menurut bukti yang ada, belum. Science Digest menyebut tentang ”tidak adanya mata rantai yang hilang untuk menjelaskan munculnya manusia modern yang relatif tiba-tiba”.⁠15 Newsweek menyatakan, ”Mata rantai yang hilang antara manusia dan kera . . . adalah soal yang paling mencolok dalam seluruh hierarki makhluk khayalan. Dalam catatan fosil, mata rantai yang hilang adalah hal normal.”⁠16

      12. Tidak adanya mata rantai telah mengakibatkan apa?

      12 Karena tidak ada mata rantai, berbagai ”makhluk khayalan” terpaksa diciptakan dari bukti yang minim dan dinyatakan seolah-olah benar-benar ada. Jelaslah mengapa pertentangan berikut dapat terjadi, seperti dilaporkan sebuah majalah ilmiah, ”Manusia berevolusi secara bertahap dari nenek moyang mereka yang mirip kera dan bukan, seperti bantahan beberapa ilmuwan, secara tiba-tiba melompat dari satu bentuk ke bentuk lain. . . . Tetapi, para antropolog lain, yang bekerja dengan data yang hampir sama, dikabarkan telah menarik kesimpulan yang benar-benar bertolak belakang.”⁠17

      13. Karena ”mata rantai yang hilang” tidak dapat ditemukan, apa yang terjadi?

      13 Maka, kita dapat lebih mengerti komentar Solly Zuckerman, seorang ahli anatomi yang disegani, yang menulis dalam Journal of the Royal College of Surgeons of Edinburgh, ”Pencarian ’mata rantai yang hilang’ yang terkenal dalam evolusi manusia, yang tak henti-hentinya diupayakan dengan penuh pengabdian oleh para ahli anatomi dan biolog, membuka peluang bagi spekulasi dan mitos untuk bertumbuh subur dewasa ini seperti halnya lima puluh tahun yang lalu atau lebih.”⁠18 Ia menyebut bahwa fakta-fakta kerap diabaikan, dan apa yang sedang populer dielu-elukan walaupun bukti menyatakan yang sebaliknya.

      Silsilah Manusia

      14, 15. Bagaimana bukti yang ditemukan mempengaruhi ”silsilah” evolusioner manusia?

      14 Alhasil, ”silsilah” manusia, yang menurut gambaran evolusi dimulai dari binatang yang lebih rendah, terus berubah. Misalnya, Richard Leakey menyatakan bahwa penemuan fosil baru-baru ini ”meruntuhkan gagasan bahwa semua fosil primitif dapat disusun dalam rangkaian perubahan evolusioner yang teratur”.⁠19 Dan, suatu laporan surat kabar tentang penemuan tersebut menyatakan, ”Setiap buku antropologi, setiap artikel mengenai evolusi manusia, setiap gambar silsilah manusia harus dibuang. Semua itu rupanya salah.”⁠20

      15 Silsilah teoretis evolusi manusia penuh dengan ”mata rantai” yang tadinya diterima namun kemudian ditolak. Sebuah editorial dalam The New York Times menyatakan bahwa ilmu evolusi ”membuka begitu banyak peluang untuk dugaan sehingga teori-teori tentang terjadinya manusia cenderung lebih banyak bercerita mengenai pengarangnya daripada pokok persoalannya. . . . Sering kali, penemu tengkorak baru tampaknya mengubah gambar silsilah manusia, menempatkan temuannya pada garis tengah yang berujung pada manusia sedangkan tengkorak temuan orang lain diletakkan pada garis-garis lain di sampingnya yang tidak menuju ke mana-mana”.⁠21

      16. Mengapa dua ilmuwan menyingkirkan silsilah evolusioner dalam buku mereka?

      16 Ketika mengulas buku The Myths of Human Evolution karya evolusionis Niles Eldredge dan Ian Tattersall, majalah Discover mengatakan bahwa semua silsilah evolusioner disingkirkan oleh para pengarangnya. Mengapa? Setelah menyebut bahwa ”mata-mata rantai yang menjadi nenek moyang spesies manusia hanya dapat ditebak-tebak”, publikasi ini menyatakan, ”Eldredge dan Tattersall bersikeras bahwa sia-sia saja manusia mencari nenek moyangnya. . . . Mereka berargumentasi bahwa jika buktinya memang ada, ’kita dapat dengan yakin berharap bahwa seraya lebih banyak fosil hominid ditemukan, kisah evolusi manusia akan semakin jelas. Tetapi, yang terjadi justru kebalikannya’.”

      17, 18. (a) Bagaimana apa yang dianggap ”hilang” oleh beberapa evolusionis dapat ”ditemukan”? (b) Bagaimana catatan fosil membenarkan hal ini?

      17 Discover menyimpulkan, ”Spesies manusia, dan semua spesies, akan tetap menjadi ’ yatim piatu’, jati diri orang tua mereka hilang ditelan masa lalu.”⁠22 Mungkin ”hilang” menurut teori evolusi. Tetapi, bukankah alternatif dari buku Kejadian telah ”menemukan” orang tua kita sebagaimana adanya mereka dalam catatan fosil—manusia seutuhnya, seperti kita sekarang?

      18 Catatan fosil mengungkapkan bahwa kera dan manusia masing-masing memiliki asal mula yang benar-benar berbeda. Itu sebabnya bukti fosil mata rantai antara manusia dengan binatang yang mirip kera tidak pernah ditemukan. Mata rantai tersebut memang tidak pernah ada.

      Seperti Apakah Rupa Manusia Kera?

      19, 20. Apa yang menjadi dasar pembuatan lukisan tentang ”manusia-kera”?

      19 Namun, jika nenek moyang manusia tidak mirip kera, mengapa begitu banyak gambar dan replika ”manusia-kera” membanjiri publikasi ilmiah dan museum di seluruh dunia? Apa yang mendasarinya? Buku The Biology of Race menjawab, ”Imajinasi harus digunakan untuk membuat daging dan rambut pada rekonstruksi tersebut.” Buku itu menambahkan, ”Warna kulit; warna, bentuk, serta penyebaran rambut; bentuk fitur-fitur wajah; dan raut muka—mengenai ciri-ciri ini, kami sama sekali tidak tahu apa-apa tentang manusia prasejarah mana pun.”⁠23

      20 Science Digest juga berkomentar, ”Konsep sebagian besar seniman lebih didasarkan atas imajinasi ketimbang bukti. . . . Para seniman harus menciptakan sesuatu di antara kera dan manusia; bila spesimen tersebut dikatakan lebih tua, mereka membuatnya lebih mirip kera.”⁠24 Pemburu fosil bernama Donald Johanson mengakui, ”Tidak ada yang tahu persis seperti apa rupa hominid yang telah punah.”⁠25

      21. Gambaran tentang ”manusia-kera” sebenarnya adalah apa?

      21 Ya, New Scientist melaporkan bahwa tidak ada ”cukup bukti dari bahan fosil untuk membawa teori kita keluar dari alam fantasi”.⁠26 Maka, gambaran tentang ”manusia-kera”, seperti yang diakui seorang evolusionis, adalah ”fiksi murni dalam banyak aspek . . . rekaan belaka”.⁠27 Oleh karena itu, dalam buku Man, God and Magic, Ivar Lissner berkomentar, ”Sebagaimana kita lambat laun mengerti bahwa manusia primitif belum tentu biadab, kita pun harus belajar menyadari bahwa manusia yang mula-mula pada Zaman Es bukanlah hewan brutal atau manusia setengah kera atau kretin. Betapa bodohnya semua upaya untuk merekonstruksi manusia Neanderthal atau bahkan manusia Peking.”⁠28

      22. Bagaimana banyak pendukung evolusi telah ditipu?

      22 Karena berhasrat menemukan bukti ”manusia-kera”, beberapa ilmuwan telah tertipu oleh pemalsuan terang-terangan, misalnya manusia Piltdown pada tahun 1912. Selama kira-kira 40 tahun, ia dianggap asli oleh mayoritas kalangan penganut evolusi. Akhirnya, pada tahun 1953, kebohongan tersebut terbongkar sewaktu teknik modern mengungkapkan bahwa tulang-tulang manusia dan kera telah disatukan dan dibuat terlihat kuno. Pada kesempatan lain, lukisan tentang makhluk mirip kera dipertunjukkan sebagai ”mata rantai yang hilang” dalam media berita. Tetapi, belakangan diakui bahwa ”bukti” yang mendasari lukisan itu hanyalah sebuah gigi dari sejenis babi yang telah punah.⁠29

      Siapa Mereka?

      23. Beberapa fosil yang diperkirakan sebagai nenek moyang manusia itu sebenarnya apa?

      23 Jika rekonstruksi ”manusia-kera” tidak didasari kebenaran, lalu makhluk purba apa yang tulang-tulang fosilnya telah ditemukan? Salah satu mamalia paling awal yang dinyatakan berada dalam silsilah manusia adalah binatang kecil mirip hewan pengerat yang konon hidup kira-kira 70 juta tahun lalu. Dalam buku mereka Lucy: The Beginnings of Humankind, Donald Johanson dan Maitland Edey menulis, ”Binatang ini adalah pemakan serangga berkaki empat yang ukuran dan bentuknya mirip bajing.”⁠30 Richard Leakey menyebut mamalia tersebut ”primata mirip tikus”.⁠31 Tetapi, adakah bukti yang kuat bahwa binatang kecil ini adalah nenek moyang manusia? Tidak, yang ada hanya spekulasi isapan jempol. Tidak ada tahap-tahap transisi yang pernah menghubungkannya dengan apa pun selain dirinya sendiri: mamalia kecil yang mirip hewan pengerat.

      24. Problem apa yang timbul dalam upaya menetapkan Aegyptopithecus sebagai nenek moyang manusia?

      24 Berikutnya dalam daftar yang umum diterima, dengan selang waktu yang diakui sejauh kira-kira 40 juta tahun, adalah fosil yang ditemukan di Mesir yang dinamai Aegyptopithecus—kera Mesir. Makhluk ini konon hidup sekitar 30 juta tahun yang lalu. Berbagai majalah, surat kabar, dan buku telah memuat gambar makhluk kecil ini dengan judul seperti, ”Makhluk mirip monyet adalah nenek moyang kita.” (Time)⁠32 ”Primata Afrika yang Mirip Monyet Disebut Nenek Moyang Manusia dan Kera.” (The New York Times)⁠33 ”Aegyptopithecus adalah nenek moyang kita dan juga nenek moyang kera-kera yang hidup sekarang.” (Origins)⁠34 Tetapi, di mana mata rantai yang menghubungkannya dengan hewan pengerat sebelumnya? Di mana mata rantai yang menghubungkannya dengan makhluk yang ditempatkan setelahnya dalam garis silsilah evolusioner? Tidak ada.

      Timbul dan Tenggelamnya ”Manusia-Kera”

      25, 26. (a) Apa saja yang dikatakan tentang Ramapithecus? (b) Berdasarkan bukti fosil apa makhluk itu direkonstruksi sehingga tampak seperti ”manusia-kera”?

      25 Setelah selang waktu berikutnya yang memang sangat besar dalam catatan fosil, fosil makhluk lain telah diajukan sebagai kera pertama yang mirip manusia. Makhluk itu dikatakan hidup sekitar 14 juta tahun yang lalu dan dinamai Ramapithecus—kera Rama (Rama adalah seorang pangeran dalam legenda India). Fosilnya ditemukan di India kira-kira setengah abad yang lalu. Dari fosil-fosil ini dibentuklah makhluk serupa kera, yang berdiri tegak pada kedua kakinya. Mengenai makhluk ini, Origins menyatakan, ”Sejauh yang dapat dikatakan pada saat ini, dialah wakil pertama keluarga manusia.”⁠35

      26 Kesimpulan ini didasarkan atas bukti fosil apa? Buku yang sama berkata, ”Bukti mengenai Ramapithecus cukup banyak—meskipun dalam arti sesungguhnya jumlahnya tetap sangat sedikit: pecahan rahang atas dan bawah, ditambah beberapa gigi.”⁠36 Apakah menurut Anda ini ”bukti” yang cukup ”banyak” untuk merekonstruksi ”manusia-kera” yang tegak sebagai nenek moyang manusia? Sekalipun demikian, makhluk yang hampir seluruhnya hipotetis itu dilukis oleh para seniman sebagai ”manusia-kera”, dan gambarnya banyak dimuat di buku-buku evolusi—semuanya berdasarkan pecahan tulang rahang dan gigi! Bahkan, sebagaimana dilaporkan The New York Times, selama puluhan tahun kedudukan Ramapithecus ”tidak tergoyahkan di bagian awal silsilah evolusioner manusia”.⁠37

      27. Apa yang ditunjukkan oleh bukti lebih lanjut tentang Ramapithecus?

      27 Namun, keadaan sudah berubah. Temuan-temuan fosil yang belakangan dan lebih lengkap mengungkapkan bahwa Ramapithecus sangat mirip dengan keluarga kera masa kini. Maka, New Scientist sekarang menyatakan, ”Ramapithecus tidak mungkin anggota pertama silsilah manusia.”⁠38 Informasi baru itu menimbulkan pertanyaan berikut dalam majalah Natural History, ”Bagaimana Ramapithecus, . . . yang direkonstruksi hanya dari gigi dan rahang—tanpa tulang pinggul, kaki dan tangan, atau tengkorak—dapat menyelinap ke dalam barisan menuju terbentuknya manusia?”⁠39 Jelaslah, banyak sekali rekaan kosong yang dimasukkan dalam upaya membuat bukti tersebut seolah-olah mengatakan apa yang tidak dikatakannya.

      28, 29. Apa yang dinyatakan mengenai Australopithecus?

      28 Terdapat selang waktu yang sangat besar antara Ramapithecus dan makhluk berikut yang tercatat sebagai ”manusia-kera”, nenek moyang manusia. Ia disebut Australopithecus—kera dari selatan. Fosilnya pertama kali ditemukan di bagian selatan Afrika pada tahun 1920-an. Tempurung otaknya kecil seperti kera, tulang rahangnya besar dan ia digambarkan berjalan dengan dua kaki, agak bungkuk, berbulu, dan menyerupai kera. Ia dikatakan mulai hidup kira-kira tiga atau empat juta tahun yang lalu. Belakangan, hampir semua evolusionis percaya bahwa ia adalah nenek moyang manusia.

      29 Misalnya, buku The Social Contract menyatakan, ”Dengan satu atau dua perkecualian, semua peneliti yang kompeten di bidang ini sekarang setuju bahwa australopitecine . . . adalah nenek moyang manusia yang sebenarnya.”⁠40 The New York Times menyatakan, ”Australopithecus . . . akhirnya berevolusi menjadi Homo sapiens, atau manusia modern.”⁠41 Dan, dalam buku Man, Time, and Fossils, Ruth Moore berkata, ”Dengan semua bukti yang ada, akhirnya manusia berjumpa juga dengan nenek moyang mereka yang mula-mula, yang telah sekian lama tidak mereka kenal.” Dengan tegas ia menyatakan, ”Buktinya amat meyakinkan . . . akhirnya, mata rantai yang hilang ditemukan.”⁠42

      30, 31. Apa yang diperlihatkan bukti lebih lanjut mengenai Australopithecus?

      30 Tetapi, apabila suatu bukti pada kenyataannya tidak kuat atau tidak ada, atau didasarkan atas tipuan semata, pernyataannya cepat atau lambat akan menjadi tidak berarti. Itulah yang terjadi pada banyak contoh yang sudah-sudah tentang makhluk yang dianggap sebagai ”manusia-kera”.

      31 Halnya sama dengan Australopithecus. Penelitian lebih lanjut telah menyingkapkan bahwa tengkoraknya ”berbeda dengan tengkorak manusia dalam banyak segi selain kapasitas otaknya yang lebih kecil”.⁠43 Ahli anatomi Zuckerman menulis, ”Apabila dibandingkan dengan tengkorak manusia dan tengkorak kera, tengkorak Australopitecine kelihatannya sangat menyerupai tengkorak kera—bukan manusia. Menyatakan yang sebaliknya sama saja dengan menegaskan bahwa hitam itu putih.”⁠44 Ia juga mengatakan, ”Berdasarkan temuan kami, tidak diragukan lagi bahwa . . . Australopithecus tidak menyerupai Homo sapiens tetapi menyerupai monyet dan kera masa kini.”⁠45 Donald Johanson juga mengatakan, ”Australopitecine . . . bukan manusia.”⁠46 Demikian juga Richard Leakey mengatakan ”tidak mungkin bahwa nenek moyang langsung kita adalah keturunan evolusioner dari australopitecine”.⁠47

      32. Seandainya makhluk-makhluk tersebut sekarang masih hidup, mereka akan dianggap sebagai apa?

      32 Seandainya ada australopitecine yang ditemukan sekarang, mereka akan dimasukkan ke kebun binatang bersama kera-kera lain. Tidak seorang pun akan menyebutnya ”manusia-kera”. Demikian juga dengan fosil-fosil lain yang serupa, seperti tipe australopitecine yang lebih kecil yang dinamakan ”Lucy”. Mengenai makhluk tersebut, Robert Jastrow mengatakan, ”Otaknya memang kecil; sepertiga ukuran otak manusia.”⁠48 Jelas sekali, ia juga hanya seekor ”kera”. Malah, New Scientist mengatakan bahwa ”Lucy” memiliki tengkorak ”yang sangat menyerupai tengkorak simpanse”.⁠49

      33. Tipe fosil mana yang diragukan sebagai manusia?

      33 Tipe fosil lain disebut Homo erectus—manusia tegak. Ukuran dan bentuk otaknya termasuk kategori otak yang lebih kecil daripada otak manusia modern. Selain itu, Encyclopædia Britannica mengatakan bahwa ”tulang anggota badan yang sejauh ini ditemukan sangat mirip dengan tulang H[omo] sapiens”.⁠50 Tapi, tidak jelas apakah itu manusia atau bukan. Jika ternyata manusia, ia tidak lebih dari salah satu cabang keluarga manusia dan telah punah.

      Keluarga Manusia

      34. Bagaimana gagasan tentang manusia Neanderthal telah berubah?

      34 Tidak diragukan, manusia Neanderthal (diberi nama menurut distrik Neander di Jerman tempat fosilnya pertama kali ditemukan) adalah manusia. Pada mulanya, ia digambarkan agak bungkuk, tampak bodoh, berbulu, dan mirip kera. Sekarang, diketahui bahwa rekonstruksi yang keliru itu didasarkan atas kerangka fosil yang rusak parah akibat penyakit. Sejak itu, banyak fosil Neanderthal telah ditemukan, yang meneguhkan bahwa ia tidak begitu berbeda dengan manusia modern. Dalam bukunya Ice, Fred Hoyle menyatakan, ”Tidak ada bukti bahwa manusia Neanderthal dalam suatu segi lebih rendah daripada kita.”⁠51 Alhasil, gambaran manusia Neanderthal akhir-akhir ini lebih mirip manusia modern.

      35. Apa tipe Cro-Magnon itu?

      35 Tipe fosil lain yang sering ditemukan dalam buku-buku ilmiah adalah manusia Cro-Magnon. Ia diberi nama menurut tempat tulang-tulangnya pertama kali ditemukan di bagian selatan Prancis. Spesimen-spesimen ini ”benar-benar sangat mirip dengan manusia sekarang sehingga orang yang paling skeptis pun pasti mengakui bahwa mereka adalah manusia”, kata buku Lucy.⁠52

      36. Apa sebenarnya fosil-fosil purba yang mirip kera, dan fosil-fosil yang mirip manusia?

      36 Jadi, buktinya jelas bahwa kepercayaan akan adanya ”manusia-kera” tidak berdasar. Sebaliknya, manusia memiliki semua ciri khas sebagai ciptaan—terpisah dan berbeda dengan binatang mana pun. Manusia berkembang biak hanya menurut jenisnya, baik sekarang maupun di masa lampau. Semua makhluk mirip kera yang hidup pada masa lampau memang adalah kera, atau monyet—bukan manusia. Dan, fosil-fosil manusia purba yang agak berbeda dengan manusia sekarang hanyalah menunjukkan variasi dalam keluarga manusia, sama seperti dewasa ini ada banyak variasi manusia yang hidup berdampingan. Ada manusia setinggi 2,1 meter dan ada orang pigmi, dengan ukuran dan bentuk tengkorak yang berbeda. Tetapi, semua termasuk dalam ”jenis” manusia yang sama, bukan ”jenis” binatang.

      Bagaimana dengan Umur Fosil?

      37. Menurut kronologi Alkitab, sudah berapa lama manusia ada di bumi?

      37 Kronologi Alkitab menunjukkan bahwa kira-kira 6.000 tahun telah berlalu sejak manusia diciptakan. Maka, mengapa kita sering membaca bahwa berbagai tipe fosil yang diakui sebagai manusia umurnya jauh lebih tua?

      38. Karena umur yang ditentukan berdasarkan peluruhan radioaktif berbeda dengan kronologi Alkitab, apakah hal itu membuktikan Alkitab salah?

      38 Sebelum menyimpulkan bahwa kronologi Alkitab salah, perhatikan bahwa metode penentuan umur dengan radioaktif telah dikritik keras oleh beberapa ilmuwan. Sebuah jurnal ilmiah melaporkan penelitian yang menunjukkan bahwa ”umur yang ditentukan berdasarkan peluruhan radioaktif bisa meleset—bukan beberapa tahun saja, tetapi jauh lebih lama”. Dikatakan, ”Manusia mungkin baru hidup di bumi selama ribuan tahun, bukan 3,6 juta tahun.”⁠53

      39. Apakah ”jam” radioaktif selalu dapat diandalkan?

      39 Misalnya, ”jam” radiokarbon. Metode penentuan umur dengan radiokarbon dikembangkan selama lebih dari dua dasawarsa oleh para ilmuwan di berbagai bagian dunia. Metode ini dipuji di mana-mana sebagai cara yang akurat untuk menentukan umur berbagai artefak sejarah kuno manusia. Tetapi, kemudian konferensi para pakar dunia, termasuk ahli radiokimia, arkeolog, dan geolog, diadakan di Uppsala, Swedia, untuk membandingkan hasil penelitian mereka. Laporan hasil konferensi itu memperlihatkan bahwa asumsi fundamental yang mendasari pengukuran itu ternyata tidak dapat diandalkan. Misalnya, didapati bahwa laju pembentukan karbon radioaktif di atmosfer tidak konsisten di masa lampau dan bahwa metode ini tidak dapat diandalkan untuk menentukan umur benda-benda yang berasal dari tahun 2000 SM atau sebelumnya.⁠54

      40. Bagaimana catatan sejarah mendukung kronologi Alkitab sehubungan dengan usia umat manusia?

      40 Ingatlah bahwa bukti yang benar-benar dapat diandalkan tentang kegiatan manusia di bumi dinyatakan bukan dalam hitungan jutaan tahun, melainkan ribuan tahun. Misalnya, dalam buku The Fate of the Earth kita membaca, ”Hanya enam atau tujuh ribu tahun yang lalu . . . peradaban muncul, sehingga kita dapat membangun dunia umat manusia.”⁠55 The Last Two Million Years menyatakan, ”Di Belahan Bumi Timur, kebanyakan langkah penting dalam revolusi pertanian terjadi antara tahun 10000 dan 5000 SM.” Dikatakan juga, ”Baru 5.000 tahun terakhir ini manusia meninggalkan catatan tertulis.”⁠56 Menurut catatan fosil, manusia modern muncul secara tiba-tiba di bumi, dan diakui bahwa catatan sejarah yang dapat diandalkan baru ada belakangan; fakta tersebut sesuai dengan kronologi Alkitab sehubungan dengan kehidupan manusia di bumi.

      41. Apa yang dikatakan seorang pelopor dalam bidang radioaktif mengenai penanggalan ”prasejarah”?

      41 Mengenai hal ini, perhatikan apa yang dikatakan fisikawan nuklir W. F. Libby, pemenang hadiah Nobel yang juga salah seorang pelopor penentuan umur dengan radiokarbon, dalam buku Science, ”Riset dalam pengembangan teknik penentuan umur terdiri dari dua tahap—menentukan umur sampel dari zaman sejarah dan zaman prasejarah. Saya dan Arnold [seorang rekan kerja] untuk pertama kalinya terkejut sewaktu para penasihat kami memberi tahu bahwa sejarah baru berlangsung selama 5.000 tahun. . . . Anda membaca pernyataan-pernyataan bahwa suatu masyarakat atau situs arkeologis tertentu berusia 20.000 tahun. Kami sangat terkejut ketika tahu bahwa angka-angka ini, usia yang sangat tua ini, tidak diketahui secara akurat.”⁠57

      42. Apa komentar seorang pengarang Inggris tentang perbedaan antara uraian evolusi dan catatan buku Kejadian?

      42 Sewaktu mengulas sebuah buku tentang evolusi, Malcolm Muggeridge, seorang pengarang asal Inggris, mengomentari kurangnya bukti pendukung evolusi. Ia menyebut bahwa berbagai spekulasi liar tetap saja tumbuh subur. Kemudian ia berkata, ”Catatan buku Kejadian tampaknya, jika dibandingkan, cukup realistis dan setidaknya unggul karena berkaitan erat dengan apa yang kita ketahui tentang umat manusia dan perilakunya.” Menurutnya, pernyataan-pernyataan yang tidak berdasar bahwa evolusi manusia berlangsung selama jutaan tahun ”dan lompatan yang sangat jauh dari satu tengkorak ke tengkorak lain, pasti akan dianggap fantasi belaka oleh siapa pun yang tidak terbuai oleh dongeng [evolusi]”. Muggeridge menyimpulkan, ”Anak cucu kita pasti akan heran, dan saya kira amat geli, bahwa teori yang demikian sembarangan dan tidak meyakinkan seperti itu telah dengan begitu mudah menawan pikiran orang-orang abad kedua puluh dan telah ditelan mentah-mentah oleh banyak orang.”⁠58

  • Mutasi—Dasar untuk Evolusi?
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • Pasal 8

      Mutasi—Dasar untuk Evolusi?

      1, 2. Mekanisme apa yang disebut-sebut sebagai dasar untuk evolusi?

      ADA kesulitan lain yang dihadapi oleh teori evolusi. Bagaimana persisnya evolusi terjadi? Mekanisme dasar apa yang diperkirakan bisa membuat satu jenis makhluk hidup berevolusi menjadi jenis lain? Menurut para evolusionis, berbagai perubahan dalam inti sel turut berperan. Dan, yang terpenting dari semuanya adalah perubahan ”kebetulan” yang dikenal sebagai mutasi. Konon, perubahan mutasi ini khususnya menyangkut gen dan kromosom dalam sel kelamin, karena mutasi dalam bagian-bagian itu dapat diwariskan kepada keturunannya.

      2 ”Mutasi . . . adalah dasar evolusi,” kata The World Book Encyclopedia.⁠1 Dengan nada serupa, paleontolog Steven Stanley menyebut mutasi sebagai ”bahan mentah” bagi evolusi.⁠2 Dan, ahli genetika Peo Koller menyatakan bahwa mutasi ”diperlukan untuk perkembangan evolusioner”.⁠3

      3. Mutasi macam apa yang dibutuhkan evolusi?

      3 Namun, bukan sembarang mutasi yang dibutuhkan evolusi. Robert Jastrow menunjukkan perlunya ”mutasi-mutasi menguntungkan yang terakumulasi secara perlahan”.⁠4 Dan, Carl Sagan menambahkan, ”Mutasi—perubahan mendadak pada hereditas—menyediakan bahan mentah evolusi. Lingkungan menyeleksi beberapa mutasi yang meningkatkan kesanggupan untuk bertahan hidup, menghasilkan serangkaian transformasi yang lambat dari satu bentuk kehidupan menjadi bentuk lain, asal mula spesies baru.”⁠5

      4. Kesulitan apa yang timbul mengenai pernyataan bahwa mutasi mungkin tersangkut dalam perubahan evolusioner yang cepat?

      4 Dikatakan juga bahwa mutasi mungkin merupakan faktor kunci untuk menghasilkan perubahan cepat dalam teori ”keseimbangan terganggu”. John Gliedman menulis dalam Science Digest, ”Para perevisi evolusi percaya bahwa mutasi dalam gen-gen regulator utama itulah motor penggerak genetik yang dibutuhkan dalam teori perubahan mendadak yang mereka gagas.” Namun, zoolog asal Inggris Colin Patterson mengatakan, ”Orang bisa berspekulasi apa saja. Kita tidak tahu apa-apa tentang gen-gen regulator induk ini.”⁠6 Tetapi, terlepas dari spekulasi demikian, pada umumnya dipercaya bahwa mutasi yang konon terlibat dalam evolusi itu adalah kecelakaan-kecelakaan kecil yang terakumulasi dalam jangka waktu lama.

      5. Bagaimana asal mula mutasi?

      5 Bagaimana asal mula mutasi? Kebanyakan mutasi diduga terjadi dalam proses reproduksi sel yang normal. Tetapi, eksperimen memperlihatkan bahwa mutasi juga dapat disebabkan oleh faktor luar seperti radiasi dan zat kimia. Seberapa seringkah mutasi terjadi? Reproduksi bahan genetik dalam sel sangatlah konsisten. Jika dilihat dari jumlah sel yang membelah diri dalam satu makhluk hidup, mutasi relatif jarang terjadi. Sebagaimana dikomentari oleh Encylopedia Americana, reproduksi ”rantai DNA yang menyusun sebuah gen luar biasa akurat. Kesalahan dalam penggandaan atau penyalinan adalah kecelakaan yang jarang terjadi”.⁠7

      Berguna atau Merugikan?

      6, 7. Berapa banyak mutasi yang merugikan dibandingkan dengan yang menguntungkan?

      6 Jika mutasi yang menguntungkan adalah dasar evolusi, ada berapa banyak mutasi yang menguntungkan? Mengenai hal ini, para evolusionis sangat sepaham. Misalnya, Carl Sagan menyatakan, ”Kebanyakan di antaranya merugikan atau mematikan.”⁠8 Peo Koller menyatakan, ”Sebagian besar mutasi membahayakan bagi si pembawa gen yang bermutasi itu. Menurut eksperimen, untuk satu mutasi yang berhasil atau berguna, ada ribuan yang merugikan.”⁠9

      7 Jadi, selain mutasi yang ”netral”, perbandingan antara mutasi yang merugikan dan yang dianggap bermanfaat adalah ribuan berbanding satu. ”Hasil semacam itu memang wajar untuk perubahan yang kebetulan terjadi pada suatu organisasi yang rumit,” kata Encyclopædia Britannica.⁠10 Itulah sebabnya mutasi dinyatakan sebagai penyebab ratusan penyakit yang ditentukan oleh faktor genetik.⁠11

      8. Fakta apa yang membenarkan komentar sebuah ensiklopedia?

      8 Karena mutasi bersifat merugikan, Encyclopedia Americana mengakui, ”Fakta bahwa kebanyakan mutasi merusak organisme tampaknya sulit disatukan dengan pendapat bahwa mutasi adalah sumber bahan mentah bagi evolusi. Memang, mutan yang digambarkan dalam buku-buku biologi adalah sekumpulan makhluk yang aneh dan mengerikan, dan mutasi tampaknya merupakan proses yang menghancurkan, bukannya membangun.”⁠12 Sewaktu serangga yang bermutasi diadu dengan serangga normal, hasilnya selalu sama. Seperti dinyatakan G. Ledyard Stebbins, ”Cepat atau lambat, mutan-mutan itu tersingkir.”⁠13 Mereka tidak sanggup bersaing karena mereka tidak menjadi lebih baik, malah lebih buruk dan mempunyai kelemahan.

      9, 10. Mengapa asumsi bahwa evolusi disebabkan oleh mutasi tidak berdasar?

      9 Dalam bukunya The Wellsprings of Life, penulis sains Isaac Asimov mengakui, ”Kebanyakan mutasi berakibat buruk.” Namun, ia kemudian menegaskan, ”Dalam jangka panjang, pastinya, mutasi membuat perjalanan evolusi terus maju dan meningkat.”⁠14 Tetapi, benarkah demikian? Apakah suatu proses yang mengakibatkan kerusakan lebih dari 999 kali di antara 1.000 dapat dianggap menguntungkan? Jika Anda ingin membangun rumah, apakah Anda akan mempekerjakan tukang yang menghasilkan ribuan pekerjaan yang rusak sebelum membuat satu pekerjaan yang benar? Jika seorang sopir membuat ribuan keputusan yang salah sebelum membuat satu keputusan yang benar sewaktu mengemudi, maukah Anda menumpang di mobilnya? Jika seorang ahli bedah membuat ribuan kesalahan sebelum melakukan satu tindakan operasi yang benar, maukah Anda dibedah olehnya?

      10 Ahli genetika Dobzhansky pernah berkata, ”Suatu kecelakaan, perubahan acak, pada setiap mekanisme yang rumit tidak mungkin menghasilkan perbaikan. Menyodok mesin arloji atau radio dengan tongkat hampir tidak pernah membuatnya bekerja lebih baik.”⁠15 Karena itu, renungkanlah: Apakah tampaknya masuk akal bahwa semua sel, organ, tangan dan kaki, serta proses yang luar biasa kompleks di dalam makhluk hidup dibangun dengan sebuah proses yang menghancurkan?

      Dapatkah Mutasi Menghasilkan Sesuatu yang Baru?

      11-13. Pernahkah mutasi menghasilkan sesuatu yang baru?

      11 Sekalipun semua mutasi bersifat menguntungkan, dapatkah hal itu menghasilkan sesuatu yang baru? Tidak. Mutasi hanya dapat menghasilkan variasi dari suatu sifat yang sudah ada. Mutasi menghasilkan variasi, tetapi tidak pernah sesuatu yang baru.

      12 The World Book Encyclopedia memberikan contoh tentang apa yang mungkin terjadi dengan mutasi yang menguntungkan, ”Tanaman di daerah kering mungkin memiliki gen mutan yang menyebabkan akarnya tumbuh lebih besar dan lebih kuat. Tanaman tersebut lebih mampu bertahan hidup daripada tanaman lain dari spesies yang sama karena akarnya bisa menyerap lebih banyak air.”⁠16 Tetapi apakah ia menjadi tanaman yang baru? Tidak, ia masih tanaman yang sama. Tanaman itu tidak berevolusi menjadi tanaman lain.

      13 Mutasi bisa mengubah warna atau tekstur rambut seseorang. Tetapi, rambut tetap rambut, tidak akan menjadi bulu unggas. Tangan seseorang mungkin berubah karena mutasi sehingga jari-jarinya tidak normal. Kadang-kadang ada tangan yang mungkin memiliki enam jari atau cacat lain. Tetapi, tangan tetap tangan, tidak pernah berubah menjadi sesuatu yang berbeda. Tidak muncul sesuatu yang baru, dan tidak akan pernah.

      Eksperimen pada Lalat Buah

      14, 15. Setelah puluhan tahun bereksperimen dengan lalat buah, apa hasilnya?

      14 Tidak banyak eksperimen mutasi yang dapat menyamai eksperimen ekstensif yang pernah dilakukan atas lalat buah biasa, Drosophila melanogaster. Sejak awal tahun 1900-an, para ilmuwan sengaja menyinari jutaan lalat ini dengan sinar X. Hasilnya, jumlah mutasi meningkat lebih dari seratus kali lipat yang normal.

      15 Setelah puluhan tahun bereksperimen, apa hasilnya? Dobzhansky mengungkapkan salah satu hasilnya, ”Mutan Drosophila yang dapat dikenali dengan jelas, yang menjadi objek dari begitu banyak penelitian klasik di bidang genetika, hampir semua memiliki ketahanan, kesuburan, dan umur yang lebih rendah daripada yang dimiliki lalat liar.”⁠17 Hasil lain adalah bahwa mutasi tidak pernah menghasilkan sesuatu yang baru. Lalat-lalat itu memiliki sayap, kaki, serta tubuh yang berubah bentuk dan cacat lainnya, tetapi mereka tetap lalat buah. Dan, sewaktu lalat mutan kawin dengan sesama lalat mutan, setelah beberapa generasi, ternyata beberapa lalat yang normal mulai muncul. Jika dibiarkan dalam keadaan alami, lalat normal ini pada akhirnya lebih dapat bertahan hidup daripada lalat mutan yang lebih lemah, sehingga lalat buah terpelihara dalam bentuk semula.

      16. Bagaimana kode hereditas turut melestarikan organisme?

      16 Kode hereditas, DNA, memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk memperbaiki diri. Kemampuan ini turut melestarikan jenis organisme yang diatur oleh kode tersebut. Scientific American menguraikan tentang bagaimana ”kehidupan setiap organisme dan kelangsungannya dari generasi ke generasi” dilestarikan ”oleh enzim-enzim yang terus memperbaiki” kerusakan genetik. Jurnal tersebut mengatakan, ”Khususnya, kerusakan serius pada molekul DNA dapat memicu reaksi darurat untuk membentuk lebih banyak enzim perbaikan.”⁠18

      17. Mengapa Goldschmidt kecewa terhadap eksperimen mutasi?

      17 Maka, dalam buku Darwin Retried, sang pengarang menceritakan hal berikut tentang seorang ahli genetika yang disegani, mendiang Richard Goldschmidt, ”Setelah bertahun-tahun mengamati mutasi pada lalat buah, Goldschmidt putus asa. Ia mengeluh bahwa perubahan-perubahannya terlalu mikro [kecil] sehingga kalaupun seribu mutasi digabungkan dalam satu spesimen, tetap tidak akan muncul spesies baru.”⁠19

      Ngengat Berbintik

      18, 19. Apa yang dinyatakan sehubungan dengan ngengat berbintik, dan mengapa?

      18 Dalam buku-buku evolusi, ngengat berbintik dari Inggris sering disebut sebagai contoh evolusi yang sedang berlangsung pada zaman modern. The International Wildlife Encyclopedia menyatakan, ”Ini perubahan evolusioner paling mencolok yang pernah disaksikan oleh manusia.”⁠20 Setelah menyatakan bahwa Darwin merasa resah karena tidak sanggup memperlihatkan evolusi dari satu spesies pun, Jastrow, dalam bukunya Red Giants and White Dwarfs, menambahkan, ”Seandainya saja ia tahu, sudah ada sebuah contoh yang dapat memberinya bukti yang diperlukan. Contoh ini memang sangat langka.”⁠21 Contoh yang dimaksud tentu saja ngengat berbintik.

      19 Sebenarnya, apa yang terjadi pada ngengat berbintik? Pada mulanya, ngengat yang berwarna putih lebih banyak jumlahnya daripada yang berwarna hitam. Tipe yang putih ini dapat tersamar pada batang-batang pohon yang berwarna cerah sehingga ia lebih terlindung dari burung. Tetapi belakangan, karena polusi bertahun-tahun dari daerah industri, batang-batang pohon pun menjadi hitam. Kini, warna putih justru merugikan, sebab burung dapat lebih cepat menangkap serta memangsa mereka. Alhasil, varian ngengat berbintik yang berwarna hitam, yang dikatakan sebagai mutan, bisa lebih bertahan hidup sebab burung sulit melihat mereka pada pohon yang menghitam akibat jelaga. Varian ngengat hitam segera menjadi dominan.

      20. Bagaimana sebuah jurnal kedokteran Inggris menjelaskan bahwa ngengat berbintik tidak berevolusi?

      20 Tetapi, apakah ngengat itu berevolusi menjadi tipe serangga lain? Tidak, ia tetap ngengat berbintik yang sama, hanya warnanya yang berbeda. Maka, jurnal kedokteran Inggris On Call menyatakan bahwa penggunaan ngengat ini untuk membuktikan evolusi adalah ”contoh yang sangat buruk”. Buku tersebut menyatakan, ”Ini adalah contoh yang sangat bagus untuk fungsi penyamaran, tetapi, karena dimulai dan berakhir dengan ngengat dan tidak ada spesies baru yang terbentuk, sangatlah tidak relevan jika ini dijadikan bukti pendukung evolusi.”⁠22

      21. Apa yang dapat dikatakan tentang kemampuan kuman yang dinyatakan menjadi kebal terhadap antibiotik?

      21 Pernyataan yang tidak akurat bahwa ngengat berbintik sedang berevolusi serupa dengan beberapa contoh lain. Misalnya, karena beberapa kuman kebal terhadap antibiotik, dikatakan bahwa evolusi sedang terjadi. Tetapi, kuman yang lebih kuat itu tetap jenis kuman yang sama, tidak berevolusi menjadi bentuk lain. Dan, bahkan diakui bahwa perubahan tersebut mungkin terjadi, bukan karena mutasi, melainkan karena beberapa kuman memang sudah kebal sejak semula. Sewaktu yang lain mati oleh obat-obatan, kuman yang kebal berkembang biak dan menjadi dominan. Sebagaimana dikatakan Evolution From Space, ”Tetapi, sepertinya kasus ini tak lebih dari sekadar seleksi atas gen-gen yang sudah ada.”⁠23

      22. Karena beberapa serangga ternyata kebal terhadap racun, apakah itu berarti mereka sedang berevolusi?

      22 Proses yang sama mungkin juga terjadi pada beberapa serangga yang kebal terhadap racun yang dipakai untuk membunuhnya. Entah racun itu dapat membunuh serangga-serangga tersebut, atau racun itu tidak ampuh. Serangga yang terbunuh tidak bisa mengembangkan kekebalan, karena mereka telah mati. Fakta bahwa serangga lain tetap hidup bisa berarti bahwa mereka memang sudah kebal sejak semula. Kekebalan demikian adalah faktor genetik yang ada pada serangga tertentu tetapi tidak pada serangga lainnya. Apa pun yang terjadi, serangga itu tetap sama jenisnya, tidak berevolusi menjadi sesuatu yang lain.

      ”Menurut Jenisnya”

      23. Kebenaran apa dalam buku Kejadian yang telah diteguhkan juga oleh mutasi?

      23 Pernyataan yang sekali lagi diteguhkan oleh mutasi adalah rumus di Kejadian pasal 1: Makhluk hidup berkembang biak hanya ”menurut jenisnya”. Alasannya, kode genetik menjaga agar tanaman atau binatang tidak berubah terlalu jauh dari bentuknya yang umum. Banyak variasi bisa terjadi (seperti yang dapat kita lihat, misalnya, di antara manusia, kucing, atau anjing) tetapi perubahannya tidak terlalu besar untuk mengubahnya menjadi makhluk lain. Setiap eksperimen mutasi yang pernah dilakukan telah membuktikan hal ini. Yang juga terbukti adalah hukum biogenesis, bahwa kehidupan hanya berasal dari kehidupan yang sudah ada sebelumnya, dan bahwa organisme induk sama ”jenisnya” dengan keturunannya.

      24. Bagaimana eksperimen penangkaran memperlihatkan bahwa makhluk hidup berkembang biak hanya ”menurut jenisnya”?

      24 Eksperimen penangkaran juga mendukung hal ini. Para ilmuwan telah mencoba untuk terus mengubah berbagai binatang dan tanaman melalui kawin silang. Mereka ingin melihat, apakah pada akhirnya, mereka dapat mengembangkan bentuk kehidupan yang baru. Apa hasilnya? On Call melaporkan, ”Para penangkar biasanya mendapati bahwa setelah beberapa generasi, suatu titik optimum dicapai dan tidak bisa lagi dibuat perbaikan lebih lanjut, dan belum pernah ada spesies baru yang terbentuk . . . Karena itu, penangkaran tampaknya justru membuktikan kekeliruan evolusi, bukan mendukungnya.”⁠24

      25, 26. Apa yang dikatakan berbagai publikasi ilmiah tentang batas reproduksi pada makhluk hidup?

      25 Pernyataan serupa dimuat dalam majalah Science, ”Spesies memang memiliki kemampuan untuk mengalami modifikasi kecil pada ciri fisik dan ciri lainnya, tetapi ini terbatas dan dalam jangka panjang, hal ini nyata dari variasi yang tidak terlalu besar [rata-rata].”⁠25 Jadi, kalau begitu, yang diwarisi makhluk hidup bukanlah kesanggupan untuk terus berubah, melainkan (1) kestabilan dan (2) keterbatasan variasi.

      26 Maka, buku Molecules to Living Cells menyatakan, ”Sel dari sebatang wortel atau dari liver seekor tikus secara konsisten mempertahankan identitas jaringan dan organismenya masing-masing meskipun telah bereproduksi sebanyak apa pun.”⁠26 Selain itu, Symbiosis in Cell Evolution mengatakan, ”Semua kehidupan . . . bereproduksi dengan ketepatan yang menakjubkan.”⁠27 Scientific American juga menyatakan, ”Makhluk hidup sangat beraneka ragam bentuknya, tetapi bentuk tersebut luar biasa konstan dalam setiap garis keturunan: babi tetap babi dan pohon ek tetap pohon ek dari generasi ke generasi.”⁠28 Seorang penulis ilmiah juga berkomentar, ”Tanaman mawar selalu berbunga mawar, tidak pernah bunga kamelia. Kambing melahirkan kambing, bukan domba.” Ia menyimpulkan bahwa mutasi ”tidak dapat dianggap sebagai penyebab evolusi secara keseluruhan—penyebab adanya ikan, reptilia, burung, dan mamalia”.⁠29

      27. Apa yang disalahtafsirkan Darwin tentang burung kenari di Kepulauan Galápagos?

      27 Variasi dalam suatu jenis adalah pokok yang mempengaruhi pemikiran Darwin yang mula-mula tentang evolusi. Sewaktu berada di Kepulauan Galápagos, ia mengamati sejenis burung kenari. Burung ini adalah dari jenis yang sama dengan induknya di benua Amerika Selatan, yang tampaknya merupakan tempat asalnya. Tetapi, ada perbedaan yang menarik, seperti bentuk paruhnya. Darwin menafsirkan hal ini sebagai evolusi yang sedang berlangsung. Tetapi, itu sebenarnya hanyalah contoh variasi dalam satu jenis, yang dimungkinkan oleh kode genetik suatu makhluk. Burung kenari tetap burung kenari, tidak berubah menjadi makhluk lain dan tidak akan pernah berubah.

      28. Kalau begitu, bagaimana dapat dikatakan bahwa fakta ilmiah selaras sepenuhnya dengan aturan Kejadian, yakni ”menurut jenisnya”?

      28 Jadi, keterangan buku Kejadian selaras sepenuhnya dengan fakta ilmiah. Jika Anda menanam benih, hasil yang diperoleh hanya ”menurut jenisnya”, sehingga Anda bisa menggarap kebun dengan yakin akan keterandalan hukum tersebut. Bila kucing beranak, keturunannya selalu kucing. Bila manusia melahirkan, anak-anak mereka selalu manusia. Ada variasi warna, ukuran, dan bentuk, tetapi tidak pernah keluar dari batas jenis tersebut. Pernahkah Anda menyaksikan sendiri hal yang sebaliknya? Tidak ada yang pernah.

      Bukan Dasar untuk Evolusi

      29. Apa yang dikatakan seorang biolog Prancis tentang mutasi?

      29 Kesimpulannya jelas. Perubahan genetik secara kebetulan sebanyak apa pun tidak dapat mengubah satu jenis kehidupan menjadi jenis lain. Sebagaimana pernah dikatakan biolog Prancis, Jean Rostand, ”Tidak, tanpa diragukan, menurut saya tidak mungkin ’kesalahan’ dalam hereditas ini dapat membangun seluruh dunia, dengan keanekaragaman bentuk serta kecermatannya, ’adaptasi’-nya yang menakjubkan, meskipun bekerja sama dengan seleksi alam, meskipun dengan keuntungan berupa periode waktu yang luar biasa lama bagi evolusi untuk bekerja dalam kehidupan.”⁠30

      30. Apa komentar seorang ahli genetika tentang mutasi?

      30 Dengan nada serupa, ahli genetika C. H. Waddington menyatakan tentang kepercayaan pada mutasi, ”Teori ini seumpama Anda mula-mula memiliki empat belas baris kalimat yang logis dalam bahasa Inggris lalu mengubah hurufnya satu demi satu, mempertahankan hanya kata-kata yang masih punya makna, dan akhirnya akan diperoleh salah satu karya Shakespeare. . . . benar-benar penalaran yang gila, dan menurut saya, kita tidak sebodoh itu.”⁠31

      31. Kepercayaan bahwa mutasi merupakan bahan mentah untuk evolusi disebut apa oleh seorang ilmuwan?

      31 Kebenarannya memang seperti yang dinyatakan Profesor John Moore, ”Berdasarkan penyelidikan dan analisis yang ketat, setiap pernyataan dogmatis . . . bahwa mutasi gen merupakan bahan mentah untuk proses evolusi yang menyangkut seleksi alam adalah dongeng isapan jempol.”⁠32

  • Mutasi—Dasar untuk Evolusi?
    Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi atau Penciptaan?
    • [Kotak/Gambar di hlm. 112, 113]

      Mana yang Cocok dengan Fakta?

      Setelah membaca pasal-pasal sebelumnya, wajarlah jika kita bertanya: Mana yang sesuai dengan fakta, evolusi atau penciptaan? Kolom-kolom di bawah ini memperlihatkan pola evolusi, pola penciptaan dan fakta yang ada di dunia nyata.

      Prediksi Menurut Prediksi Menurut Fakta yang Ada

      Pola Evolusi Pola Penciptaan di Dunia Nyata

      Kehidupan berevolusi Kehidupan hanya dapat (1) Kehidupan hanya

      dari benda mati berasal dari kehidupan berasal dari

      melalui evolusi sebelumnya; pada mulanya kehidupan

      kimiawi secara diciptakan oleh Pencipta sebelumnya;

      kebetulan (generatio yang cerdas (2) tidak mungkin

      spontanea) kode genetik yang

      rumit terbentuk

      secara kebetulan

      Fosil seharusnya Fosil seharusnya Fosil

      memperlihatkan: memperlihatkan: memperlihatkan:

      (1) bentuk kehidupan (1) bentuk-bentuk rumit (1) kehidupan yang

      sederhana muncul muncul secara tiba-tiba kompleks dan sangat

      secara bertahap; dengan banyak variasi; bervariasi muncul

      secara mendadak;

      (2) bentuk transisi (2) ada kesenjangan (2) setiap jenis

      menjadi penghubung antara jenis-jenis baru terpisah dari

      dengan bentuk utama; tidak ada bentuk jenis sebelumnya;

      sebelumnya penghubung tidak ada bentuk

      penghubung

      Jenis baru muncul Tidak ada jenis baru Tidak ada jenis baru

      secara bertahap; yang muncul secara yang muncul secara

      tulang dan organ bertahap; tidak ada bertahap, meski ada

      yang tidak lengkap tulang atau organ banyak variasi;tidak

      muncul dalam berbagai yang tidak lengkap, ada tulang atau

      tahap peralihan semua bagian terbentuk organ yang bentuknya

      sempurna tidak lengkap

      Mutasi: hasil akhir Mutasi merugikan bagi Mutasi kecil

      menguntungkan; kehidupan yang kompleks; merugikan,

      menghasilkan ciri tidak menghasilkan mutasi besar

      baru sesuatu yang baru mematikan; tidak

      pernah menghasilkan

      sesuatu yang baru

      Peradaban muncul Peradaban sezaman Peradaban muncul

      bertahap, dari awal dengan manusia; kompleks bersamaan

      yang primitif dan sejak semula dengan manusia;

      biadab penghuni gua sezaman

      dengan peradaban

      Bahasa berevolusi Bahasa sezaman dengan Bahasa sezaman dengan

      dari suara binatang manusia; bahasa kuno manusia; bahasa kuno

      yang sederhana rumit dan lengkap sering lebih rumit

      menjadi bahasa daripada bahasa

      modern yang rumit modern

      Manusia muncul Manusia muncul Catatan tertulis

      jutaan tahun kira-kira 6.000 tahun paling kuno baru

      yang lalu yang lalu berusia sekitar 5.000

      tahun

      . . . Kesimpulan yang Logis

      Sewaktu kita membandingkan apa yang ada di dunia nyata dengan apa yang diprediksikan evolusi, dan apa yang diprediksikan penciptaan, tidakkah jelas mana yang cocok dengan fakta dan mana yang tidak? Bukti dari dunia makhluk hidup di sekeliling kita, dan dari catatan fosil tentang kehidupan di masa silam, membuktikan kesimpulan yang sama: Kehidupan diciptakan; tidak berevolusi.

      Ya, kehidupan tidak berawal dalam suatu ”sup” purbakala yang tidak dikenal. Manusia tidak berasal dari nenek moyang yang mirip kera. Sebaliknya, makhluk hidup diciptakan dalam jumlah besar menurut jenis famili yang berbeda-beda. Masing-masing dapat berkembang biak dengan berbagai variasi menurut ”jenisnya” sendiri, tetapi tidak melangkahi batas yang memisahkannya dari jenis lain. Batas tersebut, seperti yang jelas terlihat dalam dunia makhluk hidup, ditegakkan dengan tidak dihasilkannya keturunan. Dan, perbedaan antarjenis makhluk hidup dilindungi oleh sistem kerja genetiknya masing-masing.

      Namun, selain fakta-fakta yang cocok dengan prediksi pola penciptaan, masih banyak lagi yang membuktikan adanya Pencipta. Perhatikan berbagai rancangan menakjubkan serta kerumitan yang ada di bumi ini, bahkan di seluruh alam semesta. Semua ini juga membuktikan adanya Kecerdasan Tertinggi. Sebagian kecil dari keajaiban ini, mulai dari alam semesta yang menakjubkan hingga rancangan yang rumit dalam dunia mikroskopis, akan menjadi pusat perhatian kita dalam beberapa pasal berikut.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan