PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Keanekaragaman Bumi yang Tiada Batas—Bagaimana Asal Mulanya?
    Sedarlah!—1997 | 8 Mei
    • Keanekaragaman Bumi yang Tiada Batas—Bagaimana Asal Mulanya?

      DARI 1,5 juta lebih spesies binatang yang telah diberi nama oleh para ilmuwan sejauh ini, kira-kira satu juta adalah serangga. Dibutuhkan 6.000 halaman ensiklopedia untuk memuat daftar semua serangga yang dikenal! Bagaimana asal mula makhluk-makhluk ini? Mengapa terdapat keanekaragaman yang tiada batasnya? Apakah ini semata-mata kebetulan, ”kemujuran” alam berjuta-juta kali? Atau apakah ini hasil rancangan?

      Pertama-tama, mari kita amati sejenak beberapa dari antara keanekaragaman makhluk hidup lain yang ada di planet kita.

      Burung-Burung yang Menakjubkan

      Bagaimana dengan lebih dari 9.000 spesies burung yang berbeda yang dirancang secara menakjubkan? Beberapa burung kolibri hanya seukuran lebah besar, namun mereka terbang lebih cekatan dan lebih anggun daripada kebanyakan helikopter yang canggih. Burung-burung lain bermigrasi ribuan kilometer setiap tahun, seperti camar kecil, yang terbang sejauh 35.000 kilometer setiap kali perjalanan pulang pergi. Burung ini tidak memiliki komputer ataupun instrumen navigasi, namun ia tiba di tempat tujuannya tanpa tersesat. Apakah kesanggupan bawaan ini ada secara kebetulan atau melalui rancangan?

      Keanekaragaman Tanaman yang Sangat Menarik

      Selain itu, terdapat keanekaragaman dan keindahan yang luar biasa dari dunia tanaman​—lebih dari 350.000 spesies tanaman. Kira-kira 250.000 dari antaranya menghasilkan bunga! Makhluk hidup terbesar di bumi​—pohon sequoia raksasa​—adalah tanaman.

      Ada berapa macam bunga yang tumbuh di kebun atau lingkungan Anda? Keindahan, kesimetrisan, dan sering kali keharuman bunga-bunga ini​—dari bunga gurun yang paling kecil, aster, atau buttercup hingga anggrek dengan keanekaragamannya yang kompleks​—menimbulkan perasaan takjub. Lagi-lagi kita mengajukan pertanyaan: Bagaimana asal mula semua itu? Secara kebetulan atau melalui rancangan?

      Lautan Dipenuhi dengan Kehidupan

      Dan bagaimana dengan bentuk kehidupan yang terdapat di sungai, danau, dan lautan di dunia? Para ilmuwan mengatakan bahwa ada kira-kira 8.400 spesies ikan air tawar yang dikenal dan kira-kira 13.300 spesies ikan penghuni lautan. Yang paling kecil di antaranya adalah ikan belosoh yang terdapat di Samudra Hindia. Panjangnya hanya kira-kira 1 sentimeter. Yang paling besar adalah ikan hiu paus, yang panjangnya dapat mencapai 18 meter. Jumlah spesies ini belum mencakup invertebrata (binatang yang tidak bertulang belakang) atau spesies-spesies yang masih belum ditemukan!

      Otak yang Luar Biasa

      Yang terutama, otak manusia​—yang terdiri dari sekurang-kurangnya sepuluh miliar neuron, masing-masing kemungkinan memiliki lebih dari 1.000 sinapsis, atau titik kontak dengan sel saraf lain​—sungguh luar biasa. Neurolog Dr. Richard Restak mengatakan, ”Jumlah total sambungan dalam jaringan yang sangat luas dari sistem saraf otak benar-benar tak terhitung.” (The Brain) Ia menambahkan, ”Mungkin terdapat antara sepuluh hingga seratus triliun sinapsis dalam otak.” Kemudian ia mengajukan sebuah pertanyaan yang relevan, ”Bagaimana mungkin sebuah organ seperti otak, yang terdiri dari sepuluh hingga seratus miliar sel, dapat berkembang dari satu sel tunggal, sel telur?” Apakah otak adalah hasil dari kebetulan dan kemujuran alam yang sifatnya abstrak? Atau apakah terdapat rancangan yang cerdas di balik semuanya ini?

      Ya, bagaimana keanekaragaman kehidupan dan rancangan yang tampaknya tidak terbatas ini terjadi? Apakah Anda telah diajarkan bahwa ini semua hanyalah karena kebetulan, karena proses coba dan ralat, karena untung-untungan lotre evolusi? Silakan terus membaca untuk meninjau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beberapa ilmuwan, dengan segala kejujuran, mengenai teori evolusi, yang telah disebut sebagai fondasi dari semua ilmu pengetahuan biologi.

  • Apakah Fondasi Evolusi Kehilangan Sesuatu?
    Sedarlah!—1997 | 8 Mei
    • Apakah Fondasi Evolusi Kehilangan Sesuatu?

      APA intisari dari teori evolusi Darwin? ”Dalam pengertian biologis dengan segala aspeknya, . . . evolusi memaksudkan suatu proses yang melaluinya kehidupan muncul dari benda mati dan setelah itu sepenuhnya berkembang secara alami.” Evolusi ala Darwin menyatakan bahwa ”hampir semua bentuk kehidupan, atau setidaknya semua aspek kehidupan yang paling menarik, adalah hasil dari seleksi alam yang bekerja dalam keanekaragaman secara acak”.​—Darwin’s Black Box​—The Biochemical Challenge to Evolution,a oleh Michael Behe, rekan profesor dalam bidang biokimia di Lehigh University, Pennsylvania, AS.

      Kerumitan yang Tak Tersederhanakan​—Balok Sandungan bagi Evolusi?

      Sewaktu Darwin mengembangkan teorinya, pengetahuan yang dimiliki para ilmuwan sehubungan dengan kerumitan sel hidup yang menakjubkan hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Biokimia modern, yakni studi kehidupan pada tingkat molekuler, telah menyingkapkan sebagian dari kerumitan itu. Ini juga telah menimbulkan keberatan dan keragu-raguan yang serius akan teori Darwin.

      Komponen-komponen sel tersusun dari molekul-molekul. Sel-sel adalah unsur pembentuk semua makhluk hidup. Profesor Behe menganut agama Katolik Roma dan mempercayai bahwa evolusi dapat menjelaskan perkembangan lanjutan dari binatang. Akan tetapi, ia mengajukan keragu-raguan yang serius mengenai apakah evolusi dapat menjelaskan keberadaan sel. Ia berbicara tentang ”mesin-mesin” molekuler yang ”mengangkut muatan dari satu tempat ke tempat lain di dalam sel melalui ’jalan raya’ yang terbuat dari molekul-molekul lain . . . Sel-sel meluncur menggunakan mesin itu, menggandakan diri dengan mesin itu, menyerap makanan dengan mesin itu. Singkatnya, mesin-mesin molekuler yang sangat canggih mengendalikan setiap proses di dalam sel. Dengan demikian perincian-perincian kehidupan disetel dengan sangat teliti, dan mesin kehidupan itu sangat kompleks”.

      Nah, dalam skala apa semua kegiatan ini berlangsung? Sebuah sel biasa lebarnya hanya 0,03 milimeter! Dalam ruang yang hampir tak terhitung kecilnya itu, berlangsung fungsi-fungsi kompleks yang vital bagi kehidupan. (Lihat diagram, halaman 8-9.) Tidak heran jika dikatakan, ”Kesimpulannya adalah bahwa sel​—dasar kehidupan​—luar biasa kompleksnya.”

      Behe berpendapat bahwa sel dapat berfungsi hanya sebagai satu kesatuan yang utuh. Jadi, sel tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya selagi dibentuk melalui perubahan yang lambat dan bertahap yang disebabkan oleh proses evolusi. Ia menggunakan contoh sebuah perangkap tikus. Peralatan sederhana ini hanya dapat berfungsi apabila semua komponennya selesai dirakit. Setiap komponen​—dudukan, per, batang penahan, palu perangkap, penjepit​—bukan dan tidak dapat berfungsi sebagai sebuah perangkap tikus. Semua bagian dibutuhkan secara simultan dan harus dirakit untuk menjadi perangkap yang berfungsi. Demikian pula, sebuah sel dapat berfungsi sebagai sel hanya apabila semua komponennya selesai dirakit. Ia menggunakan ilustrasi ini untuk menjelaskan apa yang ia juluki ”kerumitan yang tak tersederhanakan”.b

      Hal ini menimbulkan suatu problem utama atas teori mengenai proses evolusi, yang berkaitan dengan munculnya karakteristik yang berguna yang diperoleh secara bertahap. Darwin tahu bahwa teorinya mengenai evolusi bertahap melalui seleksi alam menghadapi tantangan besar sewaktu ia mengatakan, ”Bila ternyata dapat ditunjukkan keberadaan sebuah organ yang kompleks, yang mustahil terbentuk melalui sejumlah modifikasi yang beralih sedikit demi sedikit, teori saya akan benar-benar tumbang.”​—Origin of Species.

      Sel rumit yang tak tersederhanakan merupakan balok sandungan utama untuk mempercayai teori Darwin. Pertama-tama, evolusi tidak dapat menjelaskan peralihan dari benda mati menjadi benda hidup. Selanjutnya, muncul lagi problem sehubungan dengan sel kompleks yang pertama, yang harus muncul sekaligus sebagai satu unit yang terpadu. Dengan kata lain, sel (atau, perangkap tikus) harus muncul dengan tiba-tiba, dalam keadaan terakit dan berfungsi!

      Kerumitan yang Tak Tersederhanakan dari Pembekuan Darah

      Contoh lain dari kerumitan yang tak tersederhanakan adalah suatu proses yang dianggap biasa saja oleh kebanyakan dari antara kita sewaktu tubuh kita terluka​—pembekuan darah. Secara normal, cairan apa pun akan segera mengalir ke luar dari sebuah wadah yang bocor dan akan terus demikian hingga wadah itu kosong. Namun, sewaktu kulit kita terluka atau tersayat, kebocoran itu segera ditutup oleh pembentukan bekuan darah. Akan tetapi, sebagaimana diketahui para dokter, ”pembekuan darah adalah sistem yang sangat kompleks dan dirancang dengan begitu rumit yang terdiri dari banyak bagian protein yang bergantung satu sama lain”. Ini mengaktifkan apa yang disebut proses pembekuan. Proses penyembuhan yang rumit ini ”sangat bergantung pada ketepatan waktu dan kecepatan berlangsungnya reaksi-reaksi yang berlainan”. Jika tidak, semua darah dalam tubuh dapat membeku dan mengeras, atau di lain pihak, ia bisa meninggal akibat perdarahan. Ketepatan waktu dan kecepatan merupakan kunci yang vital.

      Penyelidikan biokimia telah memperlihatkan bahwa pembekuan darah melibatkan banyak faktor, tidak satu pun boleh luput agar proses itu berhasil. Behe mengajukan pertanyaan, ”Sekali pembekuan dimulai, apa yang dapat menghentikannya agar tidak semua darah . . . mengeras?” Ia menjelaskan bahwa ”pembentukan, pembatasan, penguatan, dan penyingkiran bekuan darah” merupakan suatu sistem biologis yang terpadu. Bila salah satu bagian gagal berfungsi, maka sistem itu akan gagal.

      Russell Doolittle, penganut evolusi dan profesor biokimia di University of California, mengajukan pertanyaan, ”Bagaimana mungkin proses yang rumit dan luar biasa seimbang ini berevolusi? . . . Paradoksnya adalah, bila setiap protein harus diaktifkan oleh protein lain, bagaimana mungkin sistem itu dapat muncul? Apa gunanya setiap bagian rancangan tanpa keseluruhan rakitan?” Dengan menggunakan pendapat evolusi, Doolittle berupaya menjelaskan asal mula proses itu. Akan tetapi, Profesor Behe menandaskan bahwa ”dibutuhkan kemujuran yang luar biasa besar untuk menempatkan potongan gen yang tepat di tempat yang tepat”. Ia memperlihatkan bahwa di balik penjelasan dan bahasa sederhana yang digunakan Doolittle terdapat kesulitan besar.

      Dengan demikian, salah satu keberatan utama atas model evolusi adalah rintangan yang tak tertanggulangi dari kerumitan yang tak tersederhanakan. Behe menyatakan, ”Saya menekankan bahwa seleksi alam, penggerak evolusi ala Darwin, hanya berfungsi apabila ada sesuatu untuk diseleksi​—sesuatu yang berguna sekarang ini, bukan di masa depan.”

      ”Kesunyian Total yang Mencekam”

      Profesor Behe menyatakan bahwa beberapa ilmuwan telah mempelajari ”model-model matematika untuk evolusi atau metode matematika baru guna membandingkan dan menginterpretasikan data tentang urutan”. Akan tetapi, ia menyimpulkan, ”Matematika mengasumsikan bahwa evolusi dalam dunia nyata adalah proses yang bertahap dan acak; matematika tidak (dan tidak dapat) mempertunjukkannya.” (Cetak miring frase terakhir red.) Sebelumnya ia mengatakan, ”Bila Anda mencari literatur ilmiah mengenai evolusi, dan bila Anda memusatkan pencarian Anda pada pertanyaan mengenai bagaimana mesin-mesin molekuler​—dasar dari kehidupan​—berkembang, Anda mendapati suatu kesunyian total yang mencekam. Rumitnya fondasi kehidupan telah melumpuhkan upaya sains untuk memberikan penjelasan mengenainya; mesin-mesin molekuler menimbulkan penghalang yang belum tertembus bagi diterimanya Darwinisme secara universal.”

      Hal ini menimbulkan serangkaian pertanyaan yang perlu dipertimbangkan oleh para ilmuwan yang cermat, ”Bagaimana pusat reaksi fotosintesis berkembang? Bagaimana transportasi dalam molekul dimulai? Bagaimana biosintesis kolesterol dimulai? Bagaimana zat retinen terlibat dalam proses penglihatan? Bagaimana jalur sinyal fosfoprotein berkembang?”c Behe menambahkan, ”Fakta sesungguhnya bahwa tidak satu pun dari antara problem-problem ini bahkan diberi perhatian, apalagi diselesaikan, merupakan indikasi yang sangat kuat bahwa Darwinisme adalah kerangka yang tidak memadai untuk memahami asal usul sistem biokimia yang kompleks.”

      Bila teori Darwin tidak dapat menjelaskan fondasi sel yang kompleks yang terbuat dari molekul, bagaimana mungkin teori itu dapat memberikan penjelasan yang memuaskan bagi keberadaan jutaan spesies yang menghuni bumi ini? Bagaimanapun juga, evolusi bahkan tidak dapat menghasilkan jenis famili baru dengan menjembatani jurang antara satu famili dan famili lainnya.​—Kejadian 1:11, 21, 24.

      Problem mengenai Asal Mula Kehidupan

      Tidak soal seberapa masuk akal kelihatannya teori evolusi Darwin di mata beberapa ilmuwan, mereka akhirnya harus menghadapi pertanyaan: Bahkan bila kita berasumsi bahwa bentuk-bentuk kehidupan berevolusi melalui seleksi alam, bagaimana kehidupan bermula? Dengan kata lain, problemnya terletak bukan pada kelangsungan hidup dari yang paling kuat, tetapi munculnya yang pertama dan yang paling kuat! Akan tetapi, sebagaimana ditunjukkan oleh komentar Darwin sehubungan dengan evolusi mata, ia tidak mempermasalahkan problem tentang bagaimana kehidupan dimulai. Ia menulis, ”Bagaimana sebuah saraf menjadi sensitif terhadap cahaya sama sekali tidak perlu kita permasalahkan, sama halnya dengan bagaimana kehidupan itu sendiri berawal.”

      Penulis sains asal Prancis, Philippe Chambon menulis, ”Darwin sendiri merasa bingung sehubungan dengan bagaimana alam menyeleksi bentuk-bentuk yang muncul sebelum mereka berfungsi dengan sempurna. Daftar misteri evolusi tiada akhirnya. Dan para biolog dewasa ini harus mengakui dengan rendah hati, seperti halnya Prof. Jean Génermont dari University of South Paris di Orsay, bahwa ’teori evolusi sintesis tidak dapat dengan mudah menjelaskan asal usul organ-organ yang kompleks’.”

      Dengan mempertimbangkan begitu banyak bukti bahwa evolusi tidak mungkin menghasilkan bentuk-bentuk kehidupan yang begitu rumit dan dengan keanekaragaman yang tiada batasnya, apakah Anda merasa sulit untuk percaya bahwa semuanya berevolusi pada arah yang benar semata-mata secara kebetulan? Apakah Anda bertanya-tanya bagaimana makhluk-makhluk dapat memenangkan persaingan demi kelangsungan hidup bagi yang paling kuat sementara mata mereka masih berevolusi? Atau sementara mereka konon masih membentuk jari-jari tangan primitif pada tubuh submanusia? Apakah Anda bertanya-tanya bagaimana sel-sel bertahan hidup bila kondisi mereka tidak lengkap dan tidak memenuhi syarat?

      Robert Naeye, seorang penganut evolusi dan penulis untuk majalah Astronomy, menulis bahwa kehidupan di atas bumi adalah hasil dari ”urutan peristiwa panjang yang mustahil [yang] berlangsung tepat pada jalur yang benar guna mewujudkan keberadaan kita, seolah-olah kita memenangkan lotre satu juta dolar sejuta kali berturut-turut”. Jalur penalaran itu mungkin dapat diterapkan untuk setiap makhluk yang ada dewasa ini. Hal itu benar-benar sukar dipercaya. Namun, kita diharapkan untuk percaya bahwa secara kebetulan evolusi juga menghasilkan makhluk jantan dan betina pada waktu yang sama agar spesies baru itu dapat dilestarikan. Yang bahkan lebih tidak mungkin lagi, kita juga harus percaya bahwa makhluk jantan dan betina tidak hanya berevolusi pada waktu yang sama tetapi juga di tempat yang sama! Jika tidak, tidak ada anak cucu!

      Jelaslah, benar-benar keterlaluan untuk percaya bahwa keberadaan kehidupan serta jutaan bentuknya yang sempurna adalah hasil jutaan taruhan yang berhasil.

      Mengapa Mayoritas Percaya?

      Mengapa evolusi begitu populer dan diterima oleh banyak orang sebagai satu-satunya penjelasan tentang asal mula kehidupan di atas bumi? Satu alasan adalah bahwa evolusi merupakan pandangan ortodoks yang diajarkan di berbagai sekolah dan perguruan tinggi, dan celakalah Anda bila Anda berani menyatakan keraguan apa pun. Behe menyatakan, ”Banyak siswa belajar dari buku pelajaran mereka cara memandang dunia melalui sudut pandangan evolusi. Akan tetapi, mereka tidak mempelajari bagaimana evolusi ala Darwin dapat menghasilkan salah satu sistem biokimia yang luar biasa rumit yang dilukiskan dalam buku-buku itu.” Ia menambahkan, ”Untuk memahami keberhasilan Darwinisme sebagai suatu kepercayaan ortodoks sekaligus kegagalannya sebagai sains pada tingkat molekuler, kita harus mengkaji dengan cermat buku-buku pelajaran yang digunakan untuk mengajar para calon ilmuwan.”

      ”Bila sebuah pol diadakan di antara semua ilmuwan di dunia, mayoritas akan mengatakan mereka percaya bahwa Darwinisme benar. Tetapi para ilmuwan, seperti yang lainnya, mendasarkan kebanyakan pendapat mereka pada perkataan orang lain. . . . Juga, dan sayang sekali, sering kali kritikan-kritikan telah ditolak oleh masyarakat sains karena takut dijadikan senjata oleh para penganut paham penciptaan. Ironis memang, karena demi melindungi sains, kritikan yang jujur dan ilmiah terhadap seleksi alam telah dikesampingkan.”d

      Apakah ada alternatif yang ampuh dan dapat diandalkan selain teori evolusi Darwin? Artikel terakhir kami dalam seri ini akan membahas pertanyaan itu.

      [Catatan Kaki]

      a Setelah ini akan diacu sebagai Darwin’s Black Box.

      b ”Kerumitan yang tak tersederhanakan” melukiskan ”sebuah sistem tunggal yang tersusun dari beberapa bagian yang saling bersesuaian dan berinteraksi yang turut membentuk fungsi dasar, sehingga apabila salah satu bagian disingkirkan praktis mengakibatkan sistem tersebut berhenti berfungsi.” (Darwin’s Black Box) Oleh karena itu, ini adalah tingkat paling sederhana yang padanya suatu sistem dapat berfungsi.

      c Fotosintesis adalah proses yang melaluinya sel-sel tanaman, dengan menggunakan cahaya dan klorofil, memproduksi karbohidrat dari karbondioksida dan air. Beberapa orang menyebutnya sebagai reaksi kimia paling penting yang terjadi di alam. Biosintesis adalah proses yang melaluinya sel-sel hidup menghasilkan senyawa kimia yang rumit. Retinen terlibat dalam sistem penglihatan yang kompleks. Jalur sinyal fosfoprotein adalah fungsi integral dari sel.

      d Paham penciptaan berkaitan dengan kepercayaan bahwa bumi diciptakan dalam enam hari harfiah atau, dalam beberapa kasus, bahwa bumi terbentuk baru kira-kira sepuluh ribu tahun yang lalu. Saksi-Saksi Yehuwa, meskipun percaya akan penciptaan, bukan penganut paham penciptaan. Mereka percaya bahwa kisah Kejadian dalam Alkitab memberikan peluang bahwa bumi berusia jutaan tahun.

      [Blurb di hlm. 6]

      ”Bila ternyata dapat ditunjukkan keberadaan sebuah organ yang kompleks, yang mustahil terbentuk melalui sejumlah modifikasi yang beralih sedikit demi sedikit, teori saya akan benar-benar tumbang.”

      [Blurb di hlm. 10]

      Di dalam sel terdapat ”suatu dunia berisi teknologi yang terhebat dan kerumitan yang membingungkan”.​—Evolution: A Theory in Crisis

      Instruksi-instruksi dalam ADN dari sebuah sel, ”bila dituliskan, akan memenuhi seribu buku masing-masing setebal 600 halaman”.​—National Geographic

      [Blurb di hlm. 11]

      ”Matematika mengasumsikan bahwa evolusi dalam dunia nyata adalah proses yang bertahap dan acak; matematika tidak (dan tidak dapat) mempertunjukkannya.”

      [Blurb di hlm. 12]

      ”Ironis memang, karena demi melindungi sains, kritikan yang jujur dan ilmiah terhadap seleksi alam telah dikesampingkan.”

      [Kotak di hlm. 8]

      Molekul dan Sel

      Biokimia​—”studi mengenai dasar kehidupan: molekul-molekul yang membentuk sel dan jaringan, yang mengkatalisasi reaksi-reaksi kimia dalam pencernaan, fotosintesis, sistem kekebalan tubuh, dan sebagainya.”​—Darwin’s Black Box.

      Molekul​—”partikel terkecil yang ke dalamnya sebuah unsur atau senyawa dapat dibelah tanpa mengubah sifat-sifat kimia dan fisiknya; sekelompok atom yang serupa atau berlainan yang diikat bersama oleh daya kimiawi.”​—The American Heritage Dictionary of the English Language.

      Sel​—unit dasar dari semua organisme hidup. ”Setiap sel merupakan struktur yang sangat terorganisasi yang bertanggung jawab atas bentuk dan fungsi suatu organisme.” Berapa banyak sel membentuk seorang manusia dewasa? Seratus triliun (100.000.000.000.000)! Kita memiliki kira-kira 155.000 sel setiap satu sentimeter persegi kulit dan otak manusia memiliki kira-kira 10 miliar hingga 100 miliar neuron. ”Sel merupakan kunci dari proses kehidupan karena pada tingkat inilah sekumpulan air, garam, makromolekul, dan membran benar-benar membentuk sel yang hidup.”​—Biology.

      [Kotak di hlm. 9]

      ”Kerumitan yang Tak Terbandingkan” dari Sel

      ”Untuk memahami realitas kehidupan sebagaimana telah disingkapkan oleh biologi molekuler, kita harus memperbesar sebuah sel ribuan juta kali hingga diameternya berukuran dua puluh kilometer dan menyerupai sebuah pesawat Zeppelin raksasa yang cukup besar untuk menutupi sebuah kota besar seperti London atau New York. Maka yang kita lihat adalah sebuah objek dengan kerumitan yang tak terbandingkan dan rancangan yang adaptif. Pada permukaan sel kita akan melihat jutaan lubang, seperti jendela-jendela pada sebuah kapal ruang angkasa yang sangat besar, yang membuka dan menutup agar arus materi dapat terus mengalir masuk dan keluar. Bila kita memasuki salah satu lubang ini kita akan mendapati diri kita berada dalam suatu dunia berisi teknologi terhebat dan kerumitan yang membingungkan. Kita akan melihat tak terhitung banyaknya lorong dan saluran yang sangat terorganisasi yang bercabang ke segala penjuru dari perimeter sel, beberapa menuju bank ingatan pusat di nukleus dan yang lainnya ke pabrik perakitan dan unit pemrosesan. Nukleus sendiri merupakan ruang besar berbentuk bola dengan diameter lebih dari satu kilometer, yang menyerupai kubah geodesic yang di dalamnya kita dapat melihat bermil-mil kumparan rantai molekul ADN, semuanya ditumpuk dengan rapi dalam urutan yang teratur. Beraneka ragam produk dan bahan mentah diangkut bolak-balik di sepanjang saluran yang banyak sekali jumlahnya dengan cara yang sangat teratur ke dan dari berbagai pabrik perakitan di bagian luar sel.

      ”Kita merasa takjub akan tingkat kendali di balik pergerakan begitu banyak objek di sepanjang saluran yang tampaknya tiada akhirnya, semuanya dalam kesatuan yang sempurna. Kita akan melihat di sekeliling kita, ke mana saja mata memandang, semua jenis mesin yang menyerupai robot. Kita akan menyadari bahwa yang paling sederhana dari antara komponen-komponen sel yang berfungsi, yakni molekul-molekul protein, adalah mesin-mesin molekuler yang menakjubkan dan kompleks, masing-masing terdiri dari kira-kira tiga ribu atom yang tersusun dalam formasi ruang 3 dimensi yang sangat terorganisasi. Kita akan semakin terheran-heran seraya kita mengamati kegiatan-kegiatan yang luar biasa terarah dari mesin-mesin molekuler yang fantastis ini, khususnya bila kita menyadari bahwa, tidak soal betapa banyak pengetahuan fisika dan kimia yang kita peroleh, tugas untuk merancang mesin molekuler semacam ini​—yakni satu molekul protein yang berfungsi​—benar-benar di luar kesanggupan kita pada saat ini dan mungkin tidak akan tercapai setidaknya hingga awal abad berikutnya. Namun, kehidupan sel bergantung pada kegiatan yang terpadu dari ribuan, yang pasti puluhan ribu, dan mungkin ratusan ribu molekul protein yang berlainan.”​—Evolution: A Theory in Crisis.

      [Kotak di hlm. 10]

      Fakta dan Mitos

      ”Bagi seseorang yang tidak merasa wajib membatasi pencariannya hanya pada sebab-sebab yang tidak masuk akal, kesimpulan langsungnya adalah bahwa banyak sistem biokimia merupakan hasil rancangan. Mereka dirancang bukan oleh hukum alam, bukan oleh kebetulan dan kebutuhan; sebaliknya, mereka direncanakan. . . . Kehidupan di bumi pada tingkat yang paling dasar, dengan komponen-komponennya yang paling menentukan, adalah produk dari kegiatan yang cerdas.”​—Darwin’s Black Box.

      ”Tidak ada keragu-raguan bahwa setelah mengerahkan upaya yang intensif selama satu abad, para biolog gagal mengesahkan [teori evolusi ala Darwin] dalam pengertian yang berarti. Faktanya tidak berubah, bahwa alam belum menyingkapkan serangkaian makhluk hidup yang saling terkait erat sebagaimana dituntut oleh teori ala Darwin, sebagaimana halnya gagasan bahwa kehidupan muncul secara kebetulan belum berhasil diteguhkan.”​—Evolution: A Theory in Crisis.

      ”Pengaruh teori evolusi dalam bidang-bidang yang tidak ada hubungannya dengan biologi adalah salah satu contoh paling spektakuler dalam sejarah tentang bagaimana sebuah gagasan yang sangat spekulatif tanpa dukungan bukti ilmiah yang nyata dapat membentuk pemikiran seluruh masyarakat dan mendominasi sudut pandangan suatu era.”​—Evolution: A Theory in Crisis.

      ”Ilmu pengetahuan apa pun dari masa lalu . . . yang secara apriori menyingkirkan kemungkinan konsep rancangan atau penciptaan bukan lagi merupakan pencarian akan kebenaran, dan menjadi hamba (atau budak) dari doktrin filsafat yang bermasalah, yakni, naturalisme.”​—Origins Research.

      ”Hanyalah mitos . . . bila dikatakan Charles Darwin memecahkan problem mengenai asal usul kerumitan biologis. Hanyalah mitos bila dikatakan kita memiliki pemahaman yang baik atau bahkan memadai sehubungan dengan asal usul kehidupan, atau bahwa penjelasan yang tepat hanya merujuk kepada apa yang disebut sebab-sebab alami. Memang, mitos-mitos ini dan yang lainnya mengenai filsafat naturalisme memiliki status tertentu. Orang tidak akan mengkritiknya terlalu keras di antara teman-teman demi kesopanan. Tetapi tidak seharusnya seseorang menerimanya tanpa memberikan kritik.”​—Origins Research.

      ”Secara pribadi banyak ilmuwan mengakui bahwa sains tidak memiliki penjelasan mengenai asal mula kehidupan. . . . Darwin tidak pernah membayangkan kerumitan yang teramat dalam dan saksama yang ada bahkan pada tingkat kehidupan yang paling dasar.”​—Darwin’s Black Box.

      ”Evolusi molekuler tidak didasarkan pada wewenang ilmiah. . . . Memang ada pernyataan bahwa evolusi semacam itu terjadi, tetapi sama sekali tidak satu pun yang didukung oleh percobaan atau perhitungan yang relevan. Karena tidak seorang pun mengetahui evolusi molekuler melalui pengalaman langsung, dan karena tidak ada wewenang sebagai dasar untuk menyatakan pengetahuan, benar-benar dapat dikatakan bahwa . . . pernyataan evolusi molekuler ala Darwin adalah bualan kosong belaka.”​—Darwin’s Black Box.

      [Kotak di hlm. 12]

      Evolusi—”Sebuah Permainan Untung-untungan”

      Teori evolusi benar-benar merupakan impian seorang penjudi. Mengapa? Karena menurut para penganutnya, evolusi menang meskipun banyak sekali bukti yang menyatakan bahwa itu tidak mungkin.

      Robert Naeye menulis, ”Karena evolusi pada dasarnya adalah suatu permainan untung-untungan, peristiwa apa pun di masa lalu yang tampaknya kecil bisa saja berlangsung dengan sedikit perbedaan, dengan demikian menghentikan proses evolusi sebelum manusia berevolusi.” Tetapi tidak, kita diharapkan untuk percaya bahwa setiap taruhan berhasil, jutaan kali. Naeye mengakui, ”Serangkaian panjang problem yang timbul sehubungan dengan proses evolusi membuat jelas bahwa munculnya kehidupan yang cerdas jauh lebih sulit daripada yang pernah dipikirkan oleh para ilmuwan. Mungkin ada lebih banyak lagi rintangan yang bahkan belum dijumpai oleh para ilmuwan.”

  • Allah—Penjudi atau Pencipta?
    Sedarlah!—1997 | 8 Mei
    • Allah—Penjudi atau Pencipta?

      ”TIDAK diragukan lagi bahwa banyak ilmuwan sangat menentang bentuk apa pun dari hal-hal supernatural, apalagi argumen-argumen yang berbau mistik. Mereka mencemooh kepercayaan akan keberadaan Allah, atau bahkan keberadaan suatu pemula yang kreatif dan abstrak . . . Secara pribadi, saya tidak ambil bagian dalam cemoohan mereka.” Demikianlah pernyataan Paul Davies, profesor dalam bidang matematika fisik di University of Adelaide, Australia Selatan, dalam bukunya The Mind of God.

      Davies juga mengatakan, ”Penyelidikan yang saksama menunjukkan bahwa hukum-hukum alam semesta luar biasa untuk munculnya bentuk kehidupan yang rumit dan beraneka ragam. Dalam kasus organisme hidup, keberadaan mereka tampaknya bergantung pada sejumlah kebetulan yang menguntungkan sehingga beberapa ilmuwan dan filsuf menyatakannya sebagai hal yang cukup mencengangkan.”

      Lebih jauh ia menyatakan, ”Petualangan ilmiah adalah perjalanan menuju tempat yang belum diketahui. . . . Tetapi melalui perjalanan itulah terdapat jalinan kerasionalan dan keteraturan yang kita kenal. Kita akan melihat bahwa keteraturan kosmis ini didukung oleh hukum matematika yang pasti yang saling terjalin untuk membentuk kesatuan yang tersamar dan harmonis. Hukum-hukum tersebut memiliki kesederhanaan yang anggun.”

      Davies menyimpulkan dengan mengatakan, ”Tepatnya mengapa Homo sapiens memiliki kesanggupan untuk memahami sifat-sifat alam semesta, masih merupakan teka-teki yang sangat sukar dipahami. . . . Saya tidak dapat percaya bahwa keberadaan kita di alam semesta ini hanya sekadar nasib yang tiba-tiba berubah, kecelakaan dalam sejarah, ketidakteraturan yang terjadi secara kebetulan dalam serangkaian peristiwa kosmis yang hebat. Kita memiliki hubungan yang sangat erat dengan alam semesta. . . . Kita benar-benar dimaksudkan untuk berada di sini.” Akan tetapi, Davies tidak sampai pada kesimpulan bahwa ada seorang Perancang, suatu Allah. Tetapi kesimpulan apa yang Anda capai? Apakah umat manusia dimaksudkan untuk berada di sini? Jika demikian, siapa yang menginginkan kita berada di sini?

      Kunci untuk ”Teka-Teki” Itu

      Dalam Alkitab, rasul Paulus menawarkan suatu petunjuk untuk memahami apa yang oleh Davies disebut ”teka-teki yang sangat sukar dipahami”. Paulus memperlihatkan bagaimana Allah telah menyingkapkan dirinya sendiri, ”Karena apa yang dapat diketahui tentang Allah nyata di antara mereka [”orang-orang yang menekan kebenaran”], sebab Allah membuatnya nyata kepada mereka. Sebab sifat-sifatnya yang tidak kelihatan dengan jelas terlihat sejak penciptaan dunia, karena sifat-sifat tersebut dimengerti melalui perkara-perkara yang diciptakan, bahkan kuasa yang kekal dan Keilahiannya, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Roma 1:​18-20)a Ya, keanekaragaman bentuk kehidupan yang tiada batasnya, kerumitannya yang luar biasa, rancangannya yang anggun, seharusnya menggerakkan seorang yang rendah hati dan saleh untuk mengakui bahwa ada suatu kekuatan, kecerdasan, atau pikiran tertinggi yang jauh melebihi apa pun yang pernah diketahui manusia.​—Mazmur 8:4, 5.

      Kata-kata Paulus selanjutnya sehubungan dengan orang-orang yang menolak Allah memberikan alasan bagi seseorang untuk berhenti sejenak dan merenungkannya, ”Walaupun menegaskan bahwa mereka berhikmat, mereka menjadi bodoh . . . bahkan mereka yang menukar kebenaran Allah dengan dusta dan memuja serta memberikan dinas suci kepada ciptaan sebaliknya daripada Pribadi yang menciptakan, yang diberkati selama-lamanya. Amin.” (Roma 1:22, 25) Orang-orang yang memuja ”alam” dan menolak Allah pastilah tidak berhikmat dalam sudut pandangan Yehuwa. Karena terbenam dalam kubangan teori-teori evolusi yang saling bertentangan, mereka gagal mengakui Pencipta serta kerumitan dan rancangan dari ciptaan-Nya.

      ”Serangkaian Kebetulan Besar-besaran”

      Paulus juga menulis, ”Tanpa iman adalah mustahil untuk benar-benar menyenangkan dia [Allah], karena ia yang menghampiri Allah harus percaya bahwa dia ada dan bahwa dia menjadi pemberi upah bagi mereka yang dengan sungguh-sungguh mencari dia.” (Ibrani 11:6) Iman yang didasarkan atas pengetahuan yang saksama, bukan asal percaya, dapat membimbing kita untuk memahami alasan keberadaan kita. (Kolose 1:9, 10) Memang, sikap asal percaya tersangkut bila beberapa ilmuwan ingin membuat kita percaya bahwa kehidupan ada karena situasinya ”seolah-olah kita memenangkan lotre satu juta dolar sejuta kali berturut-turut”.

      Ilmuwan asal Inggris, Fred Hoyle, berteori bahwa reaksi nuklir yang menyebabkan pembentukan dua elemen yang penting bagi kehidupan, karbon dan oksigen, menghasilkan suatu kadar yang relatif seimbang dari elemen-elemen tadi, dan itu hanya karena kebetulan yang menguntungkan.

      Ia memberikan contoh lain, ”Bila gabungan massa proton dan elektron secara tiba-tiba menjadi sedikit lebih besar dan bukannya lebih kecil dari massa neutron, dampaknya akan menghancurkan. . . . Di seluruh Alam Semesta semua atom hidrogen akan segera terurai membentuk neutron dan neutrino. Tanpa bahan bakar nuklirnya, Matahari akan padam dan hancur.” Halnya sama dengan miliaran bintang lain di alam semesta.

      Hoyle menyimpulkan, ”Daftar dari . . . apa yang tampaknya adalah kebetulan-kebetulan nonbiologis yang tanpanya mustahil ada kehidupan yang terbentuk dari unsur karbon, yakni kehidupan manusia, merupakan daftar yang panjang dan mengesankan.” Ia mengatakan, ”Sifat-sifat khas demikian [yang penting bagi kehidupan] tampaknya meliputi struktur dunia alamiah seperti untaian hal-hal kebetulan yang cocok. Namun ada begitu banyak kebetulan yang ganjil yang diperlukan dalam kehidupan sehingga dibutuhkan suatu penjelasan.”​—Cetak miring red.

      Ia juga menyatakan, ”Masalahnya adalah untuk memutuskan apakah penyetelan yang tampaknya adalah kebetulan yang terjadi bersamaan ini benar-benar bersifat kebetulan atau bukan, dan dengan demikian apakah kehidupan adalah suatu kebetulan atau bukan. Tidak seorang ilmuwan pun ingin mengajukan pertanyaan semacam itu, meskipun demikian itu harus diajukan. Mungkinkah penyetelan itu dilakukan secara sadar oleh suatu kecerdasan?”

      Paul Davies menulis, ”Hoyle sedemikian terkesan oleh ’serangkaian kebetulan besar-besaran’ ini sehingga ia terdorong untuk mengomentari bahwa halnya seolah-olah ’hukum fisika nuklir dengan sengaja telah dirancang dengan mempertimbangkan konsekuensi yang mereka hasilkan di dalam bintang-bintang’.” Siapa atau apa yang bertanggung jawab atas ”serangkaian kebetulan besar-besaran [yang menguntungkan]” ini? Siapa atau apa yang menghasilkan sebuah planet kecil ini yang dipenuhi dengan keanekaragaman yang nyaris tiada batas dari jutaan tanaman dan makhluk yang dibentuk dengan anggun?

      Jawaban Alkitab

      Kira-kira tiga ribu tahun yang lalu, sang pemazmur menulis, ”Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar.”​—Mazmur 104:24, 25.

      Rasul Yohanes mengatakan, ”Engkau layak, Yehuwa, ya Allah kami, untuk menerima kemuliaan dan kehormatan dan kuasa, karena engkau menciptakan segala sesuatu, dan karena kehendakmulah mereka ada dan diciptakan.” (Penyingkapan 4:11) Kehidupan bukan hasil kebetulan belaka, sejenis lotre kosmis yang kebetulan menghasilkan pemenang bagi jutaan bentuk kehidupan.

      Kebenaran yang sederhana adalah bahwa Allah ”menciptakan segala sesuatu, dan karena kehendak[-Nya]lah mereka ada dan diciptakan”. Yesus Kristus sendiri mengatakan kepada orang Farisi, ”Tidakkah kamu baca bahwa dia yang menciptakan mereka sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?” Yesus mengenal sang Pencipta! Sebagai Pekerja Ahli Yehuwa, ia telah berada di samping-Nya selama penciptaan.​—Matius 19:4; Amsal 8:22-31.

      Akan tetapi, dibutuhkan iman dan kerendahan hati untuk menyadari dan menerima kebenaran dasar mengenai Pencipta ini. Iman ini bukan sikap asal percaya yang membabi buta. Ini didasarkan atas bukti yang nyata dan kelihatan. Ya, ”Sifat-sifat [Allah] yang tidak kelihatan dengan jelas terlihat sejak penciptaan dunia”.​—Roma 1:20.

      Dengan pengetahuan ilmiah kita yang terbatas pada saat ini, kita tidak dapat menjelaskan bagaimana Allah mencipta. Oleh karena itu, kita seharusnya mengakui bahwa untuk saat ini kita tidak dapat mengetahui atau memahami semua hal mengenai asal usul kehidupan. Kita diingatkan akan hal ini sewaktu kita membaca firman Yehuwa, ”Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku . . . Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”​—Yesaya 55:​8, 9.

      Pilihannya di tangan Anda: kepercayaan yang membabi buta akan evolusi yang tanpa bukti dan penuh dengan kebetulan, tak terhitung banyaknya taruhan yang berhasil, atau iman akan Penggenap-Pencipta-Perancang, Allah Yehuwa. Nabi yang terilham dengan benar mengatakan, ”TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.”​—Yesaya 40:28.

      Jadi, apa yang akan Anda percayai? Keputusan Anda akan sangat menentukan prospek kehidupan Anda di masa depan. Bila evolusi benar, maka kematian berarti sama sekali terlupakan, meskipun adanya argumen yang kedengarannya hebat dari teologi Katolik yang berbelit-belit, yang mencoba memperkenalkan ”jiwa” ke dalam evolusi.b Manusia tidak memiliki jiwa yang tak berkematian untuk menenteramkan pukulan kematian yang tak terelakkan.​—Kejadian 2:7; Yehezkiel 18:4, 20.

      Bila kita menerima bahwa Alkitab benar dan bahwa Allah yang hidup adalah sang Pencipta, maka ada janji kebangkitan kepada kehidupan kekal, kehidupan yang sempurna, di atas bumi yang telah dipulihkan kepada keadaan semulanya yang seimbang dan harmonis. (Yohanes 5:28, 29) Ke manakah Anda akan meletakkan iman Anda? Kepada taruhan yang tidak dapat dipercaya dari teori evolusi Darwin? Atau kepada Pencipta, yang telah bertindak dengan maksud-tujuan dan terus melakukan demikian?c

      [Catatan Kaki]

      a ”Sejak Allah menciptakan dunia, kekuatan dan keilahian-Nya yang abadi​—sekalipun tidak kelihatan​—telah ada sehingga dapat dilihat oleh pikiran melalui perkara-perkara yang telah Ia buat.”​—Roma 1:20, Jerusalem Bible.

      b Lihat ”Mengamati Dunia”, halaman 28, ”Paus Kembali Meneguhkan Evolusi”.

      c Untuk pembahasan terperinci mengenai hal ini, lihat buku Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi Atau Melalui Penciptaan?, diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.

      [Blurb di hlm. 14]

      Beberapa penganut evolusi, sebenarnya, mengatakan bahwa keberadaan kita di bumi adalah ”seolah-olah kita memenangkan lotre satu juta dolar sejuta kali berturut-turut”.

      [Kotak/Gambar di hlm. 15]

      Keanekaragaman dan Rancangan yang Tiada Batas

      Serangga ”Para ilmuwan menemukan 7.000 hingga 10.000 spesies baru serangga setiap tahun,” demikian The World Book Encyclopedia menyatakan. Namun, ”mungkin ada 1 juta hingga 10 juta spesies yang masih belum ditemukan.” Surat kabar Prancis Le Monde, sebagaimana dikutip Guardian Weekly, dalam sebuah artikel oleh Catherine Vincent, menyebutkan tentang spesies yang telah didokumentasikan sebagai suatu ”jumlah yang luar biasa kecil dibandingkan dengan jumlah sebenarnya . . . yang diperkirakan berjumlah 5 juta hingga, yang menakjubkan, 50 juta spesies”.

      Bayangkan dunia serangga yang menakjubkan​—lebah, semut, tawon, kupu-kupu, lipas, kumbang kepik, kunang-kunang, rayap, ngengat, lalat rumah, capung purba, nyamuk, gegat, belalang-lompat, kutu pengisap, jangkrik, kutu​—hanyalah beberapa di antaranya! Daftarnya seolah-olah tidak berujung.

      Burung Bagaimana dengan seekor burung yang beratnya kurang dari 14 gram? ”Bayangkan bagaimana ia bermigrasi sejauh lebih dari 16.000 kilometer setiap tahun dari barisan pepohonan di pegunungan Alaska ke hutan tropis Amerika Selatan dan kembali, melayang di atas puncak gunung, melintasi gedung-gedung pencakar langit di kota, dan menyeberangi perairan terbuka yang membentang luas di Samudra Atlantik dan Teluk Meksiko.” Burung menakjubkan yang manakah ini? ”Burung blackpoll warbler, bagaikan sebuah dinamo yang keberaniannya mengadakan perjalanan hampir tidak tersaingi di antara burung-burung darat Amerika Utara.” (Book of North American Birds) Sekali lagi kita bertanya: Apakah ini hasil dari tak terhitung banyaknya kebetulan di alam yang begitu saja terjadi dengan tepat? Atau apakah ini keajaiban dari rancangan yang cerdas?

      Selain itu terdapat contoh-contoh burung yang memiliki kumpulan lagu yang seolah-olah tiada habisnya: burung-celoteh-malam, yang dikenal di seluruh Eropa dan sebagian Afrika serta Asia karena siulannya yang menyenangkan; burung pengejek dari Amerika Utara, burung yang adalah ”peniru yang mahir dan memanfaatkan kalimat-kalimat yang diingatnya sebagai bagian dari lagunya”; burung lira agung yang hebat dari Australia, dengan ”lagunya yang sangat berkembang, dengan unsur-unsur berupa tiruan pintar yang menakjubkan”.​—Birds of the World.

      Tambahan lagi, kesempurnaan warna dan rancangan sayap serta bulu dari begitu banyak burung membuat seseorang ternganga karena takjub. Di samping itu mereka terampil menenun dan membuat sarang, baik di tanah, di tebing jurang, atau di pohon. Kecerdasan bawaan semacam itu pastilah membuat seseorang yang rendah hati terkesan. Bagaimana asal mula dari semua ini? Secara kebetulan atau melalui rancangan?

      Otak Manusia ”Mungkin terdapat antara sepuluh triliun hingga seratus triliun sinapsis dalam otak, dan masing-masing beroperasi seperti kalkulator kecil yang mencatat sinyal-sinyal yang masuk sebagai impuls listrik.” (The Brain) Kita cenderung mengabaikan otak, namun otak bagaikan alam semesta yang rumit yang dimuat dan dilindungi dalam tempurung kepala. Bagaimana kita sampai memiliki organ ini yang memungkinkan manusia berpikir, bernalar, dan mengucapkan ribuan bahasa? Melalui jutaan taruhan untung-untungan? Atau melalui rancangan yang cerdas?

      [Gambar di hlm. 16, 17]

      Diagram Sederhana dari Bagian Luar Otak

      Korteks Sensoris

      Menganalisis impuls sensoris dari seluruh tubuh

      Baga Oksipital

      Memproses sinyal-sinyal penglihatan

      Otak Kecil

      Mengendalikan keseimbangan dan koordinasi

      Korteks Premotoris

      Mengendalikan koordinasi otot

      Korteks Motoris

      Membantu mengendalikan gerakan sadar

      Baga Frontal

      Membantu mengendalikan penalaran, emosi, ucapan, gerakan

      Baga Temporal

      Memproses suara; mengendalikan aspek belajar, ingatan, bahasa, emosi

      [Diagram di hlm. 16]

      Terminal Akson

      Neurotransmitter

      Dendrit

      Sinapsis

      [Diagram di hlm. 16, 17]

      Neuron

      Dendrit

      Akson

      Dendrit

      Sinapsis

      Neuron

      Akson

      ”Mungkin terdapat antara sepuluh triliun hingga seratus triliun sinapsis dalam otak, dan masing-masing beroperasi seperti kalkulator kecil yang mencatat sinyal-sinyal yang masuk sebagai impuls listrik.”​—THE BRAIN

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan