-
Bagaimana Caranya agar Saya Tidak Terlalu Banyak Melamun?Sedarlah!—1993 | 8 Juli
-
-
Khayalan Seksual
Sewaktu berusia belasan tahun, Alan (bukan nama sebenarnya) melamunkan hal yang lain lagi. Ia ”belajar membangkitkan pikiran-pikiran yang erotis” dan menghabiskan banyak waktunya untuk melakukan hal itu. Belakangan, ia membaktikan kehidupannya kepada Allah sebagai seorang Kristen. ”Itu tidak mengubah apa pun,” demikian pengakuan Alan. ”Lamunan seksual terus menjadi kebiasaan saya.”
Apakah Anda pun terserang gangguan lamunan yang membangkitkan keinginan seksual ini?c Ini normal jika Anda sedang dalam ”kesegaran masa muda”, manakala keinginan seksual begitu kuat. (1 Korintus 7:36, NW) Meskipun demikian, Anda mencelakakan diri sendiri jika Anda sengaja memupuk pikiran-pikiran seksual. Alkitab mengatakan di Kolose 3:5, ”Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu.” Terus memikirkan khayalan seksual meningkatkan keinginan yang salah. Hal itu dapat mengarah kepada masturbasi—atau amoralitas seksual yang nyata.
Bagaimana Anda dapat menghentikan kebiasaan berkhayal tentang hal-hal yang amoral? Alan mengenang, ”Saya memutuskan untuk menggunakan pendekatan ”ini-atau-itu”. Saya tidak dapat berkonsentrasi tentang seks selama saya sedang berkonsentrasi tentang hal lain.” Dengan demikian Alan belajar mendisiplin diri. (1 Korintus 9:27) Ia merenungkan perkara-perkara yang sehat dan belajar mengenyahkan dengan segera pikiran amoral apa pun. (Mazmur 77:13) ”Ternyata berhasil!” kenang Alan.
Menarik sekali, para peneliti telah mendapati bahwa kita paling sering melamun pada saat kita tidak melakukan banyak pekerjaan. Maka, mengerjakan banyak hal, khususnya ”dalam pekerjaan Tuhan”, adalah cara lain untuk mencegah berakarnya pikiran yang buruk.—1 Korintus 15:58.
-
-
Bagaimana Caranya agar Saya Tidak Terlalu Banyak Melamun?Sedarlah!—1993 | 8 Juli
-
-
c Penelitian menunjukkan bahwa khayalan seksual pada umumnya hanya membentuk suatu persentase kecil dari pikiran sadar kebanyakan orang. Namun buku Daydreaming, oleh Dr. Eric Klinger menyatakan, ”Kita cenderung mengingat paling jelas hal-hal yang menggairahkan kita secara emosi. Karena lamunan seksual pada umumnya begitu menggairahkan, kita kemungkinan mengingat hal itu lebih sering daripada lamunan-lamunan lainnya.”
-