PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Takut Akan Allah​—Dapatkah Itu Bermanfaat bagi Saudara?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 43) | Menara Pengawal—1987 (Seri 43)
    • Bapa surgawi kita ingin agar kita datang kepadaNya seperti seorang anak akan datang kepada ayahnya, karena yakin akan kasih ayahnya namun pada waktu yang sama takut membuat ia tidak senang. Perasaan takut sedemikian akan membantu kita untuk tetap patuh kepada Bapa surgawi kita pada waktu digoda untuk melakukan hal yang salah. Ini adalah ”takut yang saleh” yang benar dan harus dimiliki orang-orang Kristen.—Ibrani 5:7, NW; 11:7.

      4. Takut macam apa akan disingkirkan oleh kasih?

      4 Yehuwa tidak seperti hakim yang tidak mempunyai perasaan yang selalu menghukum hamba-hambaNya tiap kali mereka tergelincir. Sebaliknya, Ia mengasihi mereka dan ingin agar mereka berhasil. Jadi jika kita membuat kesalahan atau melakukan suatu dosa, takut akan Yehuwa tidak boleh menahan kita berbicara kepadaNya mengenai hal itu. (1 Yohanes 1:9; 2:1) Perasaan takut kita yang penuh respek kepada Yehuwa bukan perasaan takut tidak dipedulikan atau ditolak. Seperti kita baca di 1 Yohanes 4:18, ”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman [”menjadi penahan”, NW].” Tetapi, ”kasih yang sempurna” tidak akan mengurangi respek yang dalam dan perasaan takut yang benar yang harus kita miliki untuk Yehuwa sebagai Pencipta dan Pemberi kehidupan kita.—Mazmur 25:14.

  • Takut Akan Allah​—Dapatkah Itu Bermanfaat bagi Saudara?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 43) | Menara Pengawal—1987 (Seri 43)
    • 6. Bagaimana ”takut akan [Yehuwa]” akan melindungi kita terhadap hal-hal yang buruk, dan hal itu membimbing kita kepada apa?

      6 Apakah saudara ingin menghindari apa yang jahat? ”Takut akan [Yehuwa] ialah membenci kejahatan.” (Amsal 8:13) Ya, perasaan takut yang benar ini dapat menghindarkan saudara dari banyak kebiasaan buruk yang Allah kutuk, seperti misalnya merokok, menyalahgunakan obat-obat bius, pemabukan, dan imoralitas seks. Selain menyenangkan Yehuwa, saudara melindungi diri sendiri terhadap hal-hal mengerikan yang terjadi atas orang-orang, termasuk penyakit-penyakit menakutkan yang mereka timbulkan atas diri sendiri akibat perbuatan mereka. (Roma 1:26, 27; 12:1, 2; 1 Korintus 6:9, 10; 1 Tesalonika 4:3-8) Takut akan Allah tidak hanya akan membantu saudara waspada terhadap apa yang jahat dan keji tetapi akan membimbing saudara kepada apa yang murni dan sehat, karena kita diberitahu bahwa ”takut akan [Yehuwa] itu suci”.—Mazmur 19:10.

  • Takut Akan Allah​—Dapatkah Itu Bermanfaat bagi Saudara?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 43) | Menara Pengawal—1987 (Seri 43)
    • 10. Beberapa alasan penting apa yang seharusnya menggerakkan kita untuk takut akan Allah?

      10 Tidakkah hal ini seharusnya membuat kita bertekad untuk sangat menghormati Bapa surgawi kita Yehuwa, ya, merasa takut kepadaNya? Sesungguhnya, kita hendaknya mempunyai perasaan takut yang sehat untuk membuat Dia tidak senang. Kita sangat menghargai semua kasih kebaikan dan kemurahan yang Ia perlihatkan kepada kita. Segala sesuatu yang kita miliki berasal daripadaNya. (Wahyu 4:11) Selain itu, Ia adalah Hakim Tertinggi, Yang Mahakuasa, yang mempunyai kekuasaan untuk membinasakan mereka yang tidak taat kepadaNya. ”Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,” anjuran rasul Paulus.—Filipi 2:12; Hosea 3:5; Lukas 12:4, 5.

      11. (a) Sikap apa hendaknya dihindari oleh orang-orang Kristen pada hari-hari terakhir ini? (b) Semangat apa hendaknya diperkembangkan?

      11 Di sini tidak diperlihatkan bahwa kita dapat memperoleh keselamatan dengan mempunyai sikap lesu, berbuat sesedikit mungkin dan berharap bahwa bagaimanapun juga segala sesuatu akan berakhir dengan baik. Ini bukan sikap yang harus diperlihatkan oleh orang-orang Kristen yang pada hari-hari terakhir ini berusaha keras untuk memelihara hubungan yang baik dengan Pribadi yang dapat melihat langsung ke dalam hati mereka dan yang mengetahui pikiran dan maksud yang ada dalam batin mereka. (Yeremia 17:10) Hanya mereka yang mengakui Yehuwa dengan benar akan diakui oleh Dia. Ia mengatakan, ”Kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firmanKu.”—Yesaya 66:2.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan