-
Ketaatan yang Saleh Dalam Keluarga yang Terbagi secara AgamaMenara Pengawal—1995 | 1 Juni
-
-
Ketaatan yang Saleh Dalam Keluarga yang Terbagi secara Agama
”JAUH lebih menyakitkan dibanding pukulan fisik. . . . Saya merasa seolah-olah luka memar memenuhi sekujur tubuh saya, namun tak seorang pun dapat melihatnya.” ”Kadang-kadang saya merasa frustrasi dan ingin berhenti menghadapi semua ini . . . atau melarikan diri dari rumah dan tidak pernah kembali lagi.” ”Kadang-kadang sukar rasanya untuk berpikiran sehat.”
-
-
Ketaatan yang Saleh Dalam Keluarga yang Terbagi secara AgamaMenara Pengawal—1995 | 1 Juni
-
-
Susan, yang menikah dengan seorang yang tidak beriman, menyatakan, ”Mula-mula saya rasanya ingin berpisah dengan suami saya—tetapi sekarang tidak lagi. Saya tahu Setan menggunakan suami saya untuk mencobai saya.”
-
-
Ketaatan yang Saleh Dalam Keluarga yang Terbagi secara AgamaMenara Pengawal—1995 | 1 Juni
-
-
Seorang istri menceritakan, ”Kehidupan keluarga saya tidak bertambah baik, dan kadang-kadang saya bertanya-tanya apakah Yehuwa merasa senang dengan saya. Namun satu hal yang saya anggap sebagai berkat-Nya adalah fakta bahwa saya berhasil mengatasi situasi sulit ini dalam keadaan mental yang lebih baik dibanding suami saya. Mengetahui bahwa tindakan kita menyenangkan Yehuwa membuat susah payah ini tidak sia-sia.”
-