-
Membuat Pernyataan di Hadapan Umum tentang Nama YehuwaMenara Pengawal—1994 | 15 September
-
-
Membuat Pernyataan di Hadapan Umum tentang Nama Yehuwa
”Hendaklah kita selalu mempersembahkan kepada Allah korban pujian, yaitu buah-buah bibir yang membuat pernyataan di hadapan umum tentang namanya.”—IBRANI 13:15, ”NW”.
1. Apa yang didesak nabi Hosea untuk dilakukan oleh rekan-rekannya bangsa Israel?
HOSEA, nabi Yehuwa, memiliki berita penting bagi orang Israel, rekan-rekan sebangsanya. Pada abad kedelapan sebelum Tarikh Masehi, ia dengan tegas menganjurkan orang-orang sezamannya untuk bertobat. Ia mendesak, ”Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada [Yehuwa]; katakanlah kepada-Nya: ’Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami [”buah mulut kami yang seperti lembu muda”, NW].’” (Hosea 14:3) Dalam mendesak bangsa tersebut untuk mempersembahkan kepada Yehuwa ’buah mulut mereka yang seperti lembu muda’, nubuat Hosea menganjurkan orang-orang Israel untuk bertobat dan memberikan korban puji-pujian yang tulus kepada Allah.
2. Persembahan yang bagaimana dianjurkan oleh rasul Paulus untuk dipersembahkan oleh orang-orang Kristen?
2 Saksi-Saksi dari Yehuwa mempersembahkan ’buah mulut mereka yang seperti lembu muda’ dewasa ini. Mereka juga menaati nasihat rasul Paulus, yang menyinggung kata-kata dalam nubuat Hosea tersebut ketika ia menulis, ”Melalui [Yesus Kristus] hendaklah kita selalu mempersembahkan kepada Allah korban pujian, yaitu buah-buah bibir yang membuat pernyataan di hadapan umum tentang namanya.” (Ibrani 13:15, NW) Oleh karena itu, hamba-hamba Allah dengan penuh sukacita memuji Yehuwa, misalnya dalam kegiatan mereka memberitakan Kerajaan.—Matius 24:14.
3. Bagaimana kita dapat memberikan kepada Yehuwa ”korban pujian”, dan kegiatan-kegiatan siapa akan kita selidiki sekarang?
3 Membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama Yehuwa merupakan hak istimewa yang tidak layak diterima bagi manusia yang tidak sempurna. Betapa berbahagianya kita untuk memberi tahu orang-orang lain tentang Allah kita, sehingga mempersembahkan kepada Yehuwa ”korban pujian”, ’buah mulut kita yang seperti lembu muda’! Demi menganjurkan kita dalam memberitakan di hadapan umum tentang kabar baik Kerajaan dewasa ini, marilah kita menyelidiki apa yang Alkitab katakan kepada kita tentang nabi-nabi Allah dan hamba-hamba lain dari Yehuwa. Dari haluan hidup mereka, kita dapat mempelajari banyak hal yang akan membantu kita menikmati kegiatan pemberitaan kita.—Roma 15:4.
Peranan para Nabi
4, 5. (a) Dalam bahasa asli Alkitab, apa arti dasar dari kata-kata yang diterjemahkan sebagai ”nabi”? (b) Apa yang memperlihatkan bahwa nabi-nabi memiliki peranan yang menonjol dalam penyelenggaraan Allah?
4 Nabi-nabi Yehuwa dikaruniai hak istimewa untuk mengumumkan berita-Nya di hadapan umum. Istilah Ibrani untuk ”nabi” (na·viʼʹ) memiliki etimologi yang tidak pasti, namun penggunaannya dalam Alkitab memperlihatkan bahwa nabi-nabi yang sejati merupakan juru bicara bagi Yehuwa, pria Allah dengan berita-berita terilham. Kata Yunani yang diterjemahkan ”nabi” (pro·pheʹtes) secara harfiah berarti ”seorang juru bicara di luar”, untuk mengatakan sesuatu ”di depan” atau ”di hadapan” seseorang. Seorang nabi adalah seseorang yang memberitakan pesan yang berasal dari sumber ilahi. Sering kali, namun tidak selalu, nabi-nabi Allah yang sejati meramalkan peristiwa-peristiwa di masa depan.
5 Mengenai peranan mencolok para nabi dalam penyelenggaraan Allah, Cyclopædia dari M’Clintock dan Strong mengatakan, ”Kadang-kadang saran mereka diminta . . . Namun jauh lebih sering mereka merasa hati mereka tergerak untuk berbicara kepada orang-orang tanpa mereka diminta memberi nasihat, dan mereka tidak merasa gentar untuk berbicara dengan berani dan tegas di tempat-tempat yang kehadiran mereka, barangkali, menimbulkan kemarahan dan teror.” (Jilid VIII, halaman 640) Pertimbangkan beberapa contoh mengenai apa yang mendorong para nabi untuk mengambil sikap yang sedemikian berani.
Perasaan dan Motivasi
6, 7. Apa yang Yehuwa suruh untuk dimakan oleh Yehezkiel nabi-Nya, dan apa pengaruhnya?
6 Sebelum kehancuran Yerusalem pada tahun 607 SM, Yehuwa berbicara kepada orang-orang Yahudi yang berada dalam pembuangan di Babel melalui nabi-Nya Yehezkiel. Yehuwa memberi tahu dia, ”Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Yehezkiel menaatinya. Ia mengatakan, ”Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. Lalu firman-Nya kepadaku: ’Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.’ Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.”—Yehezkiel 3:1-3.
7 Tubuh kita mendapatkan nutrisi dari makanan yang kita santap, dan pada batas tertentu nutrisi ini menjadi bagian dari diri kita. Demikian pula, ”gulungan” yang dimakan oleh Yehezkiel—berita Yehuwa yang harus diumumkan oleh nabi ini—harus menjadi bagian dari dirinya, mempengaruhi emosi-emosinya. Kata-kata Allah begitu menggugah perasaan-perasaan Yehezkiel yang paling dalam sehingga membuat pernyataan di hadapan umum merupakan suatu kesenangan baginya. Jika saudara seorang Saksi dari Yehuwa, apakah saudara mendapat kenikmatan dalam membuat pernyataan di hadapan umum tentang berita Allah?
8, 9. Apa yang menggerakkan Amos untuk bernubuat?
8 Juga, pertimbangkan nabi Amos. Ia hidup pada abad kesembilan SM, dan adalah salah seorang dari nabi-nabi Ibrani pertama yang menulis buku Alkitab yang diberi nama menurut namanya sendiri. Seperti Yehezkiel, Amos adalah seorang pemberita firman Yehuwa yang bersikap terus terang. Nah, ungkapan ”beginilah firman [Yehuwa]” diulangi 11 kali di seluruh buku yang menggunakan nama-Nya! (Amos 1:3, 6, 9, 11, 13; 2:1, 4, 6; 3:12; 5:4; 7:17) Amos merasakan perlunya menyatakan firman Allah di hadapan umum.
9 Sebagai nabi Allah, Amos bereaksi terhadap pengumuman ilahi dengan mengambil tindakan segera. Melalui Amos, Allah mengatakan, ”Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan [Yehuwa] telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?” (Amos 3:8) Sang nabi tanpa dapat dicegah, dimotivasi untuk menyatakan berita Yehuwa.
10. Bagaimana hamba-hamba Yehuwa dewasa ini bereaksi bila pekerjaan pemberitaan mereka ditentang?
10 Bagaikan seekor singa, Yehuwa mengaumkan berita penghakiman atas sistem dunia yang jahat sekarang ini. Seperti Amos, hamba-hamba Yehuwa pada zaman modern merasa terdorong untuk menyatakan firman Allah di hadapan umum. Bahkan jika diancam oleh para penentang, mereka meniru teladan rasul Petrus dan rasul Yohanes, yang dengan bersemangat mengumumkan, ”Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” Sang rasul juga menegaskan, ”Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kisah 4:20; 5:29) Lalu, bagaimana dengan kita? Adalah baik untuk menyelidiki perasaan-perasaan kita dalam hal membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama Yehuwa.
”Dari Kelimpahan Hati”
11. Apa yang hendaknya mendorong kita untuk bertekun dalam membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama Yehuwa?
11 Tidak ada keraguan bahwa nabi-nabi Yehuwa merasa bersyukur atas hak istimewa mereka. Rasa syukur yang sama kepada Yehuwa hendaknya menggerakkan kita untuk membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama-Nya. Mazmur 145:1, 2 menyatakan, ”Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.” Apakah kata-kata ini mencerminkan sikap saudara? Pelajaran Alkitab yang tetap tentu membantu kita memperdalam penghargaan kita atas apa yang Yehuwa telah lakukan, sedang lakukan, dan masih akan lakukan bagi kita. Dan sewaktu kita mempelajari Alkitab bersama-sama sebagai satu keluarga, bukankah kita mengalami bahwa Firman Allah mengerahkan kuasa, membuat kita ingin berbicara tentang-Nya dan maksud-tujuan-Nya? (Ibrani 4:12) Agar efektif dalam membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama Yehuwa, kita juga perlu memanfaatkan sepenuhnya publikasi-publikasi Kristen yang disediakan oleh Allah Yehuwa melalui ”hamba yang setia dan bijaksana” yang terurap.—Matius 24:45-47.
12. Bagaimana perhimpunan-perhimpunan Kristen maupun renungan membantu kita membuat pernyataan di hadapan umum?
12 Jika kita ingin memuji Yehuwa dengan hati yang penuh syukur, kita perlu menghadiri perhimpunan-perhimpunan Kristen dengan tetap tentu. Segenap umat Yehuwa hendaknya menaati nasihat rasul Paulus, ”Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24, 25) Apakah saudara dengan tetap tentu hadir pada perhimpunan-perhimpunan Kristen? Apakah saudara sering berbicara tentang kebenaran-kebenaran Alkitab, pengalaman-pengalaman yang bagus, dan berita-berita yang menggembirakan mengenai perluasan teokratis yang saudara dengar pada perhimpunan-perhimpunan umat Allah? Jika saudara enggan menyatakan diri saudara tentang Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya, berikan waktu untuk merenungkan Firman-Nya sehingga gagasan-gagasan Allah meresap jauh ke dalam hati saudara. (Mazmur 77:13; 143:5) Ya, perhimpunan-perhimpunan Kristen maupun renungan yang tetap tentu mengenai Firman Allah hendaknya membantu saudara menghargai hak istimewa yang menakjubkan untuk membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama Yehuwa.
13. Bagaimana kita ”mengeluarkan yang baik” dari hati kita?
13 Dengan hati yang penuh rasa syukur kepada Yehuwa, kita menghasilkan perkara-perkara baik. ”Orang yang baik mengeluarkan yang baik dari perbendaharaan yang baik di hatinya,” Yesus menjelaskan, ”tetapi orang yang fasik mengeluarkan apa yang fasik dari perbendaharaannya yang fasik; karena dari kelimpahan hati mulutnya berbicara.” (Lukas 6:45, NW) Adakah cara yang lebih baik untuk ”mengeluarkan yang baik” daripada membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama Yehuwa dan berbicara tentang maksud tujuan-Nya kepada tetangga kita, sanak saudara kita—sebenarnya, kepada siapa saja yang kita jumpai?
Hasil-Hasil Pernyataan di Hadapan Umum
14. (a) Apa yang dapat dialami oleh pengabar dan pendengar berita Kerajaan? (b) Apa yang dicapai melalui pekerjaan pemberitaan Kerajaan?
14 Para nabi Allah mendapatkan sukacita dalam dinas mereka, dan apa yang mereka katakan mendatangkan manfaat bagi pendengar-pendengar yang menyambut. Demikian pula, pernyataan di hadapan umum tentang berita Kerajaan mendatangkan sukacita yang besar bagi para pemberitanya. (Kisah 20:35) Dan hal itu benar-benar mendatangkan manfaat bagi para pendengar yang menghargainya! Menerima kabar baik membantu orang-orang untuk mengalahkan depresi atau mengatasinya. Orang-orang yang berkabung bersukacita atas prospek kebangkitan. Orang-orang yang kecanduan lepas dari perbudakan kepada nikotin, heroin, dan zat-zat lain yang menyebabkan kecanduan. Banyak yang mengalami perbaikan secara moral, dan semua yang menerima kebenaran Alkitab memperoleh kemerdekaan rohani. (Yohanes 5:28, 29; 8:32) Pemberitaan Kerajaan sebagai satu-satunya harapan umat manusia juga dimaksudkan untuk memperingatkan orang-orang jahat, seraya menghasilkan sambutan yang penuh sukacita di pihak orang-orang yang berhati jujur. Dengan demikian orang-orang dipisahkan untuk ”kemusnahan abadi” atau untuk ”kehidupan abadi” sewaktu penghakiman ilahi dijatuhkan atas dunia yang jahat ini. (Matius 24:14; 25:31-46, NW; Yehezkiel 33:1-9; 1 Timotius 2:3, 4) Pekerjaan pengabaran kita merupakan operasi penyelamatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, pernyataan paling ekstensif dan paling luas kepada umum yang pernah dilaksanakan di muka bumi!
15. Apa yang dapat dilakukan untuk membantu orang-orang yang layak di daerah pengabaran kita?
15 Sebagai Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern, kita dengan senang dan taat bekerja bagaikan budak bagi Bapa surgawi kita. (Roma 12:11, NW) Oleh karena itu, kita senang menyisihkan waktu dengan tetap tentu untuk ambil bagian dalam pekerjaan pemberitaan kabar baik di hadapan umum dan dari rumah ke rumah. (Kisah 5:42; 20:20) Laporan-laporan seluas dunia memperlihatkan bahwa masih ada orang-orang yang layak di daerah kita. Seraya keadaan-keadaan di dunia ini berubah, orang-orang terpengaruh dengan berbagai cara. Banyak yang tak terduga-duga menjadi pengungsi, perantau di negeri asing. Barangkali beberapa dari orang-orang ini terdapat di daerah pengabaran kita. Jika demikian, marilah kita melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka secara rohani seraya kita bertekun dalam ”pekerjaan kudus dari kabar baik”. (Roma 15:16, NW) Beberapa orang Kristen telah mempelajari bahasa lain sehingga mereka dapat memberitakan kabar baik Kerajaan kepada orang-orang demikian.
16. Apa yang dapat membantu kita bertekun dalam menyatakan nama Yehuwa?
16 Banyak dari nabi-nabi Allah mendapat penugasan yang sulit. Tidaklah mudah bagi mereka untuk menyatakan berita-berita ilahi kepada orang-orang yang menutup diri. Demikian pula, tidak semua orang yang berbakti kepada Yehuwa mendapati sebagai sesuatu yang mudah untuk membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama-Nya, terutama di daerah-daerah yang umumnya tidak menyambut. Akan tetapi, dengan memiliki keyakinan karena dengan sungguh-sungguh mempelajari Firman Allah, disertai dengan kekuatan yang Yehuwa sediakan, kita dapat bertekun dalam menyatakan berita Kerajaan. (Filipi 4:13; Wahyu 14:6) Dalam hal ini, apa lagi yang dapat kita pelajari dari nabi-nabi Yehuwa dan hamba-hamba-Nya yang lain pada zaman purba?
Kebersamaan dalam Dinas Pengabaran
17. Apa beberapa teladan Alkitab mengenai kebersamaan dalam dinas Allah yang memberi manfaat?
17 Dalam melaksanakan penugasannya, nabi Allah yang bernama Musa pada mulanya mendapat bantuan dari kakaknya, Harun. Yehuwa memberi tahu Musa, ”[Harun] harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu.” (Keluaran 4:16) Pertimbangkan juga, zaman nabi Elia dan nabi Elisa, sewaktu ”rombongan nabi” berkembang subur. Mereka tampaknya adalah kelompok-kelompok dari hamba-hamba Allah yang bekerja sama, yang tak diragukan menikmati kebersamaan yang menyenangkan dengan satu sama lain. (2 Raja 2:3-5; 4:38; bandingkan 1 Samuel 10:5, 10.) Tentu saja, Musa dan Harun dan ”rombongan nabi” tidak ambil bagian dalam menyatakan kabar baik Kerajaan. Akan tetapi, pergaulan mereka bermanfaat bagi mereka semua. Berabad-abad kemudian, Yesus Kristus mengutus 70 murid ke dalam pelayanan, ”dua demi dua”, dan tak diragukan orang-orang ini mendapat manfaat dari kebersamaan yang disediakan dengan cara itu.—Lukas 10:1-16, NW; bandingkan Kisah 17:10, 11; 20:20.
18. Bagaimana kebersamaan dalam pelayanan mencapai tujuan yang bermanfaat dewasa ini?
18 Pada tahun 1953, Saksi-Saksi Yehuwa memulai suatu program yang mengatur para pemberita Kerajaan bekerja sama dalam dinas pengabaran. Tentu saja, ini tidak dilakukan hanya demi kebersamaan. Program pelatihan ini dirancang untuk membuat hamba-hamba Allah menjadi guru dan pemberita kabar baik yang lebih efektif. Dengan mengingat tujuan ini, penyiar-penyiar Kerajaan yang lebih berpengalaman ambil bagian dalam pelayanan bersama mereka yang masih baru. Program pelatihan dari rumah ke rumah ini telah sangat bermanfaat dan telah membantu umat Yehuwa untuk membuat peningkatan dalam menyatakan di hadapan umum tentang nama-Nya. (1 Timotius 4:16) Dewasa ini, keamanan merupakan faktor lain yang membuat hal ini dianjurkan bagi orang-orang Kristen untuk ambil bagian dalam pelayanan ”dua demi dua”, khususnya di beberapa daerah.
19. Apa yang seharusnya selalu diingat mengenai tujuan-tujuan pribadi dalam pelayanan?
19 Apakah saudara bekerja dengan rekan-rekan seiman dalam pelayanan atau saudara pergi dari rumah ke rumah seorang diri, buatlah upaya untuk mencapai beberapa tujuan atau sasaran pribadi. Ini harus realistis dan dapat dijangkau. Apakah saudara membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan kata pengantar saudara sehingga membangkitkan minat orang-orang di daerah saudara? Jika demikian, barangkali saudara dapat menemani seorang perintis, pemberita Kerajaan sepenuh waktu, atau seorang penyiar yang mungkin efektif khususnya dalam menggunakan kata pengantar yang baik. Rekan saudara mungkin dapat membantu saudara dalam mempersiapkan dan menggunakan kata pengantar yang dimuat dalam Pelayanan Kerajaan Kita atau buku Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab. Pada berbagai kesempatan sewaktu saudara memberi kesaksian bersama-sama dari rumah ke rumah, dengarkan dengan saksama persembahan rekan saudara. Kemudian upayakan sendiri suatu persembahan yang serupa sampai saudara menjadi mahir dalam segi pelayanan ini.
20, 21. Apa yang dapat membuat kebersamaan dalam dinas pengabaran khususnya benar-benar membantu?
20 Bagaimana jika saudara membutuhkan bantuan dalam mengadakan kunjungan kembali yang efektif untuk memulai pengajaran Alkitab di rumah? Barangkali melalui pemimpin Pelajaran Buku Sidang, penyelenggaraan dapat dibuat bagi saudara untuk bekerja dalam dinas pengabaran bersama seorang penyiar Kerajaan yang telah cukup efektif dalam memulai pengajaran Alkitab. Jangan menjadi seorang partner bisu sewaktu saudara mengadakan kunjungan kembali bersama-sama. Sebaliknya, setelah rekan saudara memperlihatkan bagaimana ia menangani keadaan selama satu kunjungan, saudara akan merasakan manfaatnya bila saudara membuat kata pengantar yang serupa sewaktu mengadakan kunjungan kembali yang berikut. Rekan saudara akan berada di sana untuk membantu dan memberikan saran-saran setelah itu.—Bandingkan Galatia 6:6.
21 Bantuan yang penuh kasih demikian dari seorang rekan dinas pengabaran dapat membantu saudara mencapai tujuan saudara dalam pelayanan. Bantuan ini dan penghargaan saudara yang dalam atas kebaikan hati Yehuwa yang penuh kasih sayang dalam mengizinkan saudara melakukan pekerjaan yang istimewa bahkan akan memungkinkan saudara untuk menjadi lebih efektif dalam kegiatan pemberitaan Kerajaan saudara. Dan semoga saudara mengasihi hak istimewa saudara untuk memuji Yehuwa dengan senantiasa mengatakan hal-hal yang baik tentang Dia dan dengan tetap tentu membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama-Nya.—Mazmur 145:1, 2, 9-13.
22. Pelajaran kita yang berikut akan membantu kita menjawab pertanyaan-pertanyaan apa?
22 Sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita mengadakan kunjungan berulang-ulang dalam pelayanan kita dari rumah ke rumah. Banyak orang mendengarkan kabar baik dengan penghargaan yang dalam. Akan tetapi, ada yang mungkin enggan mendengarkan berita Kerajaan. Apa yang harus kita lakukan di bawah keadaan demikian? Bagaimana kita dapat bertekun dalam pekerjaan yang Yehuwa tugaskan kepada umat-Nya? Contoh-contoh Alkitab apa yang dapat membantu atau membimbing kita? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab dalam artikel berikut.
-
-
Jadikanlah Nabi-Nabi Allah sebagai PolaMenara Pengawal—1994 | 15 September
-
-
Jadikanlah Nabi-Nabi Allah sebagai Pola
”Saudara-saudara, jadikanlah para nabi, yang berbicara dalam nama Yehuwa, sebagai pola dalam menderita kejahatan dan menerapkan kesabaran.”—YAKOBUS 5:10, ”NW”.
1. Apa yang membantu hamba-hamba Yehuwa untuk bersukacita bahkan bila mereka dianiaya?
HAMBA-HAMBA Yehuwa memancarkan sukacita meskipun kesuraman melanda seluas dunia pada hari-hari terakhir ini. Demikian halnya karena mereka mengetahui bahwa mereka menyenangkan Allah. Saksi-Saksi Yehuwa juga bertekun di bawah penganiayaan dan tentangan terhadap pelayanan umum mereka karena mereka menyadari bahwa mereka menderita demi keadilbenaran. Yesus Kristus memberi tahu para pengikutnya, ”Berbahagialah kamu apabila orang-orang mencela kamu dan menganiaya kamu dan dengan berdusta mengatakan segala macam hal yang fasik terhadap kamu demi aku. Bergiranglah dan melompatlah karena sukacita, mengingat upahmu besar di surga; sebab dengan cara itu mereka menganiaya nabi-nabi sebelum kamu.” (Matius 5:10-12, NW) Benar, kapan saja hamba-hamba Allah menghadapi ujian-ujian iman, mereka menganggapnya sebagai suatu sukacita.—Yakobus 1:2, 3.
2. Menurut Yakobus 5:10, apa yang dapat membantu kita untuk menerapkan kesabaran?
2 Sang murid Yakobus menulis, ”Saudara-saudara, jadikanlah para nabi, yang berbicara dalam nama Yehuwa, sebagai pola dalam menderita kejahatan dan menerapkan kesabaran.” (Yakobus 5:10, NW) Leksikograf W. F. Arndt dan F. W. Gingrich mendefinisikan kata Yunani yang di sini diterjemahkan menjadi kata ”pola” (hy·poʹdeig·ma) sebagai ”teladan, model, pola, dalam pengertian yang baik sebagai sesuatu yang memang atau seharusnya menggugah seseorang untuk menirunya”. Seperti diperlihatkan di Yohanes 13:15, ”hal ini lebih daripada sekadar suatu contoh. Itu merupakan suatu prototipe yang jelas”. (Theological Dictionary of the New Testament) Maka, dengan demikian hamba-hamba Yehuwa pada zaman modern dengan respek dapat menjadikan nabi-nabi-Nya yang setia sebagai suatu pola dalam hal ”menderita kejahatan” dan ”menerapkan kesabaran”. Apa lagi yang dapat kita lihat dengan jelas bila kita mempelajari kehidupan mereka? Dan bagaimana hal ini membantu kita dalam kegiatan pemberitaan kita?
Mereka Menderita Kejahatan
3, 4. Bagaimana nabi Amos bereaksi terhadap tentangan dari Amazia?
3 Nabi-nabi Yehuwa sering menderita karena kejahatan atau diperlakukan dengan tidak baik. Misalnya pada abad kesembilan SM, Amazia, imam penyembah anak lembu, dengan keji menentang nabi Amos. Amazia secara palsu menyatakan bahwa Amos berkomplot melawan Yeroboam II dengan menubuatkan bahwa raja ini akan tewas oleh pedang dan bahwa Israel akan dibawa ke pembuangan. Dengan menghina, Amazia mengatakan kepada Amos, ”Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.” Tidak gentar akan serangan kata-kata ini, Amos menjawab, ”Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi [Yehuwa] mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan [Yehuwa] berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.”—Amos 7:10-15.
4 Roh Yehuwa menguatkan Amos untuk bernubuat dengan berani. Bayangkan reaksi Amazia seraya Amos mengatakan, ”Dengarlah firman [Yehuwa]! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. Sebab itu beginilah firman [Yehuwa]; Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.” Nubuat ini semuanya digenapi. (Amos 7:16, 17) Pasti hal tersebut sangat mengejutkan Amazia yang murtad ini!
5. Persamaan apa dapat ditarik antara keadaan hamba-hamba Yehuwa pada zaman modern dan keadaan nabi Amos?
5 Halnya serupa dengan keadaan umat Yehuwa dewasa ini. Kita menderita kejahatan seperti orang-orang yang menyatakan berita Allah, dan banyak orang berbicara tentang kegiatan pemberitaan kita dengan sikap menghina. Memang, izin kita untuk memberitakan tidak datang dari seminari teologia. Sebaliknya, roh kudus Yehuwa mendorong kita untuk memberitakan kabar baik tentang Kerajaan. Kita tidak mengubah maupun mengencerkan berita Allah. Sebaliknya, seperti Amos, kita dengan taat memberitakannya tidak soal reaksi pendengar kita.—2 Korintus 2:15-17.
Mereka Menerapkan Kesabaran
6, 7. (a) Apa yang mencirikan nubuat Yesaya? (b) Bagaimana hamba-hamba Yehuwa pada zaman modern bertindak seperti Yesaya?
6 Nabi-nabi Allah menerapkan kesabaran. Misalnya, kesabaran diperlihatkan oleh Yesaya, yang melayani sebagai nabi Yehuwa pada abad kedelapan SM. Allah mengatakan kepadanya, ”Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.” (Yesaya 6:9, 10) Bangsa itu memang bereaksi demikian. Namun apakah hal ini menyebabkan Yesaya mundur? Tidak. Sebaliknya, ia dengan sabar dan bergairah menyatakan berita peringatan Yehuwa. Struktur bahasa Ibrani untuk perkataan-perkataan Allah yang dikutip di atas mendukung gagasan ”kelangsungan yang panjang” dari proklamasi sang nabi, yang didengar oleh bangsa tersebut ”berulang-ulang”.—Gesenius’ Hebrew Grammar.
7 Dewasa ini banyak orang bereaksi kepada kabar baik seperti orang-orang bereaksi kepada firman Yehuwa yang disampaikan oleh Yesaya. Namun, seperti nabi yang setia itu, kita menyampaikan berita Kerajaan ”berulang-ulang”. Kita melakukannya dengan kegairahan dan ketekunan yang sabar karena inilah kehendak Yehuwa.
”Mereka Melakukan Tepat seperti Itu”
8, 9. Dalam hal-hal apa Musa, nabi Yehuwa, menjadi suatu teladan yang bagus?
8 Nabi Musa merupakan teladan dalam kesabaran dan ketaatan. Ia memilih untuk diperlakukan dengan tidak baik bersama bangsa Israel yang diperbudak, tetapi ia harus menunggu dengan sabar saat pembebasan mereka. Selama 40 tahun ia tinggal di Midian sampai Allah menggunakannya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. Sewaktu Musa dan Harun kakak laki-lakinya menghadap penguasa Mesir, mereka dengan taat mengatakan dan melakukan apa yang Allah perintahkan. Sebenarnya, ”mereka melakukan tepat seperti itu”.—Keluaran 7:1-6, NW; Ibrani 11:24-29.
9 Musa dengan sabar bertekun selama 40 tahun yang keras dari bangsa Israel di padang belantara. Ia juga dengan taat mengikuti petunjuk ilahi dalam pembangunan tabernakel Israel dan pembuatan benda-benda lain yang digunakan dalam ibadat Yehuwa. Begitu saksamanya nabi ini mengikuti perintah-perintah Allah sehingga kita membaca, ”Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan [Yehuwa] kepadanya, demikianlah dilakukannya.” (Keluaran 40:16) Dalam melaksanakan pelayanan bersama organisasi Yehuwa, marilah kita mengingat ketaatan Musa dan nasihat rasul Paulus untuk ’menaati mereka yang mengambil pimpinan di antara kita’.—Ibrani 13:17.
Mereka Memiliki Sikap yang Positif
10, 11. (a) Apa yang memperlihatkan bahwa nabi Hosea memiliki pandangan yang positif? (b) Bagaimana kita dapat memelihara sikap yang positif sewaktu kita mendekati orang-orang di daerah kita?
10 Para nabi perlu memiliki sikap yang positif seraya mereka menyampaikan berita penghukuman serta nubuat-nubuat yang mencerminkan perhatian Allah yang penuh kasih kepada orang-orang setia yang tersebar di Israel. Halnya demikian berkenaan Hosea, yang menjadi nabi selama tidak kurang daripada 59 tahun. Dengan cara yang positif, ia terus menyampaikan berita Yehuwa dan mengakhiri kitab nubuatnya dengan kata-kata, ”Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan [Yehuwa] adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.” (Hosea 14:10) Selama Yehuwa mengizinkan kita memberikan kesaksian, marilah kita memiliki sikap yang positif dan terus mencari orang-orang yang akan dengan bijaksana menerima kebaikan hati Allah yang tidak layak diterima.
11 Untuk ’mencari orang-orang yang layak’, kita perlu bertekun dan memandang segala sesuatu dengan positif. (Matius 10:11, NW) Misalnya, jika kita kehilangan kunci, kita mungkin akan mengulangi langkah-langkah kita dan mencari di berbagai tempat yang kita lewati. Kita mungkin baru menemukannya setelah melakukan hal ini berulang kali. Marilah kita sedemikian tekun dalam mencari orang-orang yang seperti domba. Betapa besarnya sukacita yang kita miliki sewaktu orang-orang menyambut kabar baik di daerah yang sering dikerjakan! Dan betapa kita bersukacita bahwa Allah memberkati pekerjaan kita di negeri-negeri yang sebelumnya dikenakan pengekangan yang membatasi pelayanan kita kepada umum!—Galatia 6:10.
Sumber-Sumber Anjuran
12. Nubuat apa dari Yoel mengalami penggenapan pada abad ke-20 ini, dan bagaimana?
12 Kata-kata para nabi Yehuwa dapat menjadi sumber anjuran bagi kita dalam pelayanan kita. Misalnya, pertimbangkan nubuat Yoel. Ini berisi berita penghakiman yang ditujukan kepada orang-orang Israel yang murtad dan orang-orang lain pada abad kesembilan SM. Namun, Yoel juga diilhami untuk bernubuat, ”Akan terjadi, bahwa Aku [Yehuwa] akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.” (Yoel 2:28, 29) Memang terbukti demikian sehubungan dengan pengikut-pengikut Yesus sejak hari Pentakosta tahun 33 M sampai seterusnya. Dan sungguh luar biasa penggenapan nubuat tersebut yang kita lihat pada abad ke-20 ini! Dewasa ini jutaan orang ”bernubuat”, atau memberitakan berita Yehuwa—di antara mereka terdapat lebih dari 600.000 orang dalam dinas perintis sepenuh waktu.
13, 14. Apa yang dapat membantu orang-orang muda Kristen untuk memperoleh sukacita dalam dinas pelayanan?
13 Banyak pemberita Kerajaan adalah orang-orang muda. Tidak selalu mudah bagi mereka untuk berbicara kepada orang-orang yang lebih tua tentang Alkitab. Kadang-kadang orang mengatakan kepada hamba-hamba Yehuwa yang masih muda ini, ’Kalian membuang-buang waktu dengan mengabar, dan seharusnya memiliki pekerjaan lain.’ Dengan bijaksana Saksi-Saksi Yehuwa yang masih muda dapat menjawab bahwa mereka prihatin orang tersebut merasa demikian. Seorang pemberita kabar baik yang masih muda mendapati ada faedahnya untuk menambahkan, ”Saya benar-benar merasakan manfaatnya berbicara dengan orang-orang yang lebih tua seperti Anda, dan saya menikmatinya.” Tentu saja, memberitakan kabar baik bukanlah membuang-buang waktu. Nyawa dipertaruhkan. Melalui Yoel, Allah menyatakan lebih lanjut, ”Barangsiapa yang berseru kepada nama [Yehuwa] akan diselamatkan.”—Yoel 2:32.
14 Anak-anak yang menemani orang-tua mereka dalam kegiatan pemberitaan Kerajaan senang menerima bantuan orang-tua dalam menetapkan tujuan-tujuan pribadi. Setahap demi setahap anak-anak muda ini membuat kemajuan mulai dari membaca sebuah ayat sampai menjelaskan harapan mereka yang berdasarkan Alkitab dan menawarkan lektur yang cocok kepada para peminat. Seraya mereka melihat kemajuan mereka sendiri dan berkat Yehuwa, penyiar-penyiar Kerajaan yang masih muda ini mengalami sukacita besar dalam memberitakan kabar baik.—Mazmur 110:3; 148:12, 13.
Kegairahan dan Sikap Menanti
15. Bagaimana teladan Yehezkiel membantu untuk mengobarkan kegairahan kita untuk pekerjaan pemberitaan Kerajaan?
15 Nabi-nabi Allah juga menjadi teladan dalam memperlihatkan kegairahan maupun sikap menanti—sifat-sifat yang kita butuhkan dalam pelayanan kita dewasa ini. Sewaktu kita pertama-tama mempelajari kebenaran dari Firman Allah, kemungkinan kita dikobarkan oleh kegairahan yang menggerakkan kita untuk berbicara dengan berani. Namun, bertahun-tahun mungkin telah berlalu sejak kita pertama kali mempelajari kebenaran, dan kita mungkin telah sering mengerjakan daerah kesaksian kita. Lebih sedikit orang yang kini mungkin menerima berita Kerajaan. Apakah hal ini memadamkan kegairahan kita? Jika demikian, pertimbangkan nabi Yehezkiel, yang namanya berarti ”Allah menguatkan”. Meskipun Yehezkiel menghadapi orang-orang yang tegar hati di Israel purba, Allah menguatkannya dan secara simbolik membuat hatinya lebih keras daripada batu intan. Dengan demikian, Yehezkiel sanggup melaksanakan pelayanannya selama bertahun-tahun tidak soal apakah bangsa tersebut mendengarkan atau tidak. Teladannya memperlihatkan bahwa kita dapat melakukan yang sama, dan ini dapat membantu kita untuk mengobarkan kembali kegairahan kita untuk pekerjaan pemberitaan.—Yehezkiel 3:8, 9; 2 Timotius 4:5.
16. Sikap apa dari Mikha hendaknya kita pupuk?
16 Yang patut diperhatikan karena kesabarannya adalah Mikha, yang bernubuat pada abad kedelapan SM. ”Tetapi aku ini,” ia menulis, ”akan menunggu-nunggu [Yehuwa], akan mengharapkan [”memperlihatkan sikap menanti kepada”, NW] Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!” (Mikha 7:7) Keyakinan Mikha berakar pada imannya yang teguh. Seperti nabi Yesaya, Mikha mengetahui bahwa apa yang Yehuwa rencanakan pasti akan Ia laksanakan. Kita juga mengetahui hal ini. (Yesaya 55:11) Oleh karena itu, marilah kita memupuk sikap menanti terhadap penggenapan janji-janji Allah. Dan marilah kita memberitakan kabar baik dengan kegairahan, bahkan apabila orang-orang di daerah-daerah tertentu memperlihatkan sedikit minat akan berita Kerajaan.—Titus 2:14; Yakobus 5:7-10.
Menerapkan Kesabaran Dewasa Ini
17, 18. Contoh-contoh apa dari zaman purba dan zaman modern dapat membantu kita untuk menerapkan kesabaran?
17 Beberapa dari nabi-nabi Yehuwa dengan sabar bertekun dalam penugasan mereka selama bertahun-tahun namun tidak melihat penggenapan nubuat-nubuat mereka. Akan tetapi, ketekunan mereka yang sabar, sering kali seraya menderita perlakuan yang tidak baik, membantu kita menyadari bahwa kita dapat menunaikan pelayanan kita. Kita juga mendapat manfaat dari contoh-contoh kaum sisa terurap pada dekade-dekade awal abad ke-20 ini. Meskipun harapan surgawi mereka tidak terwujud secepat yang mereka harapkan, mereka tidak membiarkan kekecewaan atas apa yang tampaknya sebagai penundaan memadamkan kegairahan mereka untuk melakukan kehendak Allah seraya Ia menyingkapkannya bagi mereka.
18 Selama bertahun-tahun, banyak di antara orang-orang Kristen ini dengan tetap tentu menyebarkan Menara Pengawal dan rekan jurnalnya yaitu Sedarlah!, (sebelumnya dinamakan The Golden Age dan kemudian Consolation). Mereka dengan bergairah menyediakan jurnal-jurnal yang bernilai ini kepada orang-orang di jalan-jalan dan di rumah-rumah mereka dalam kegiatan yang dewasa ini kita sebut sebagai rute majalah. Seorang saudari lanjut usia yang menyelesaikan kehidupannya di bumi segera dirasakan ketidakhadirannya oleh para pejalan kaki yang terbiasa melihatnya memberi kesaksian di jalan. Sungguh suatu kesaksian ia berikan kepada orang-orang selama tahun-tahun dinasnya yang setia, sebagaimana yang diperlihatkan oleh pernyataan penghargaan dari orang-orang yang mengamati pelayanannya kepada umum! Sebagai seorang pemberita Kerajaan, apakah saudara dengan tetap tentu menempatkan Menara Pengawal dan Sedarlah! kepada orang-orang yang saudara jumpai dalam pelayanan saudara?
19. Anjuran apa diberikan Ibrani 6:10-12 kepada kita?
19 Pertimbangkan juga kesabaran dan dinas yang setia dari saudara-saudara yang melayani sebagai anggota-anggota Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. Beberapa dari antara mereka kini berada pada dekade kesembilan dan kesepuluh dari kehidupan mereka, namun mereka masih merupakan pemberita-pemberita Kerajaan yang dengan bergairah melaksanakan tanggung jawab mereka. (Ibrani 13:7) Dan bagaimana dengan orang-orang lain yang lanjut usia dengan harapan surgawi dan bahkan beberapa di antara ”domba-domba lain” yang telah lanjut usia? (Yohanes 10:16) Mereka dapat merasa pasti bahwa Allah bukannya tidak adil-benar sehingga melupakan pekerjaan mereka dan kasih yang telah mereka perlihatkan bagi nama-Nya. Bersama rekan-rekan seiman yang lebih muda, semoga Saksi-Saksi Yehuwa yang telah lanjut usia terus bertekun dalam melakukan apa yang mereka dapat lakukan, mempraktekkan iman dan memperlihatkan kesabaran dalam dinas Allah! (Ibrani 6:10-12, NW) Maka, baik melalui kebangkitan, sebagaimana halnya nabi-nabi pada zaman dahulu, maupun karena diselamatkan melampaui ”kesengsaraan besar” yang akan datang, mereka akan menuai imbalan yang limpah berupa kehidupan kekal.—Matius 24:21, NW.
20. (a) Apa yang dapat kita pelajari dari ”pola” para nabi? (b) Bagaimana kesabaran seperti yang dimiliki oleh para nabi membantu kita?
20 Betapa bagusnya teladan yang ditinggalkan oleh nabi-nabi Allah bagi kita! Karena mereka menahan penderitaan, menerapkan kesabaran, dan memperlihatkan berbagai sifat yang saleh, mereka diberi hak istimewa untuk berbicara dalam nama Yehuwa. Sebagai Saksi-Saksi-Nya pada zaman modern, marilah kita seperti mereka dan seteguh nabi Habakuk, yang menyatakan, ”Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan [Allah] kepadaku.” (Habakuk 2:1) Semoga kita memiliki tekad yang sama seraya kita menerapkan kesabaran dan dengan penuh sukacita terus membuat pernyataan di hadapan umum tentang nama yang termasyhur dari Pencipta Agung kita, Yehuwa!—Nehemia 8:11; Roma 10:10.
-