PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Yehuwa Selalu Siap Mengampuni
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2022 | Juni
    • ARTIKEL PELAJARAN 24

      Yehuwa Selalu Siap Mengampuni

      ”Engkau baik dan siap mengampuni, oh Yehuwa; kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.”​—MZ. 86:5.

      NYANYIAN 42 Doa Hamba Allah

      YANG DIBAHASa

      1. Apa yang kita pelajari dari kata-kata Raja Salomo di Pengkhotbah 7:20?

      RAJA SALOMO menulis, ”Di bumi, tidak ada orang benar yang selalu berbuat baik dan tidak pernah berbuat dosa.” (Pkh. 7:20) Itu memang benar. Kita semua berdosa. (1 Yoh. 1:8) Jadi, kita membutuhkan pengampunan dari Allah dan dari orang lain.

      2. Sewaktu teman Saudara memaafkan Saudara, bagaimana perasaan Saudara?

      2 Saudara mungkin pernah menyakiti hati teman dekat Saudara. Karena Saudara ingin menyelesaikan masalahnya dan ingin memperbaiki hubungan Saudara dengan dia, Saudara meminta maaf dengan tulus kepadanya. Bagaimana perasaan Saudara sewaktu dia memaafkan Saudara? Pasti Saudara senang dan lega!

      3. Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas di artikel ini?

      3 Kita pasti ingin bersahabat akrab dengan Yehuwa. Tapi kadang, kata-kata atau tindakan kita mungkin menyakiti hati-Nya. Meski begitu, Yehuwa selalu siap mengampuni kita. Mengapa kita bisa yakin akan hal itu? Apa yang membuat pengampunan Yehuwa berbeda dengan pengampunan manusia? Dan, orang seperti apa yang akan diampuni oleh Allah?

      YEHUWA SIAP MENGAMPUNI

      4. Mengapa kita bisa yakin bahwa Yehuwa selalu siap mengampuni?

      4 Firman Allah meyakinkan kita bahwa Yehuwa selalu siap mengampuni. Melalui seorang malaikat, Dia memberitahukan sifat-sifat-Nya kepada Musa di Gunung Sinai. Malaikat itu mengatakan, ”Yehuwa, Yehuwa adalah Allah yang berbelaskasihan dan iba hati, tidak cepat marah dan berlimpah dengan kasih setia dan kebenaran, yang menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang. Dia mengampuni kesalahan, pelanggaran, dan dosa.” (Kel. 34:6, 7) Yehuwa benar-benar Allah yang baik hati dan berbelaskasihan. Dia selalu siap mengampuni orang yang bertobat.​—Neh. 9:17; Mz. 86:15.

      Tulisan ”Dia tahu betul bagaimana kita dibentuk” dari Mazmur 103:13, 14 ada di sebelah gambar seorang saudari. Di sekeliling saudari itu, ada foto-foto yang menunjukkan apa saja yang sudah dia alami sepanjang hidupnya.

      Yehuwa tahu apa saja yang pernah kita alami, yang membentuk dan memengaruhi kepribadian kita (Lihat paragraf 5)

      5. Karena Yehuwa benar-benar memahami kita, Dia tergerak untuk melakukan apa? (Mazmur 103:13, 14)

      5 Sebagai Pencipta kita, Yehuwa tahu segalanya tentang kita. Bayangkan, Dia tahu semua perincian tentang setiap manusia di bumi! (Mz. 139:15-17) Dia bisa melihat semua ketidaksempurnaan yang kita dapatkan dari orang tua kita. Dia juga tahu apa saja yang pernah kita alami, yang membentuk dan memengaruhi kepribadian kita. Karena Yehuwa benar-benar memahami kita, Dia pun tergerak untuk berbelaskasihan kepada kita.​—Mz. 78:39; baca Mazmur 103:13, 14.

      6. Bagaimana Yehuwa membuktikan bahwa Dia mau mengampuni kita?

      6 Yehuwa sudah membuktikan bahwa Dia mau mengampuni kita. Dia tahu bahwa kita semua mewarisi dosa dan kematian karena tindakan manusia pertama, Adam. (Rm. 5:12) Kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk membebaskan diri kita atau orang lain dari dosa dan kematian. (Mz. 49:7-9) Tapi, Allah kita yang pengasih dan berbelaskasihan melakukan sesuatu untuk membebaskan kita. Yohanes 3:16 mengatakan bahwa Dia mengutus Putra tunggal-Nya untuk mati demi kita. (Mat. 20:28; Rm. 5:19) Yesus mengorbankan nyawanya supaya kita yang beriman kepadanya bisa bebas dari dosa dan kematian. (Ibr. 2:9) Coba bayangkan betapa hancurnya hati Yehuwa sewaktu melihat Putra-Nya yang Dia sayangi mengalami kematian yang hina dan menyakitkan! Nah, kalau Yehuwa tidak mau mengampuni kita, tidak mungkin Dia membiarkan Putra-Nya mati demi kita.

      7. Berikan contoh dari Alkitab tentang orang-orang yang diampuni oleh Yehuwa.

      7 Di Alkitab, ada banyak contoh orang-orang yang diampuni oleh Yehuwa. (Ef. 4:32) Siapa yang mungkin Saudara ingat? Saudara mungkin teringat dengan Raja Manasye. Dia adalah orang yang sangat jahat. Dia menyembah berhala dan mengajak orang-orang untuk melakukannya juga. Dia membunuh anak-anaknya sendiri dengan mempersembahkan mereka sebagai korban untuk dewa-dewi. Dia bahkan menaruh sebuah patung berhala di bait suci Yehuwa. Alkitab mengatakan, ”Manasye melakukan banyak sekali hal yang buruk di mata Yehuwa, sehingga menyakiti Dia.” (2 Taw. 33:2-7) Meski begitu, sewaktu Manasye sungguh-sungguh bertobat, Yehuwa mau mengampuni dia. Allah bahkan mengizinkan dia untuk kembali menjadi raja. (2 Taw. 33:12, 13) Saudara juga mungkin teringat dengan Raja Daud. Dia melakukan beberapa dosa yang serius, termasuk berzina dan membunuh. Tapi, sewaktu Daud mengakui kesalahannya dan benar-benar bertobat, Yehuwa mengampuni dia juga. (2 Sam. 12:9, 10, 13, 14) Ya, kita bisa yakin bahwa Yehuwa mau mengampuni orang yang bertobat. Sekarang, mari kita bahas apa yang membuat pengampunan Yehuwa berbeda dengan pengampunan manusia.

      PENGAMPUNAN YEHUWA YANG LUAR BIASA

      8. Mengapa Yehuwa adalah Hakim yang terbaik?

      8 Yehuwa adalah ”Hakim seluruh bumi”. (Kej. 18:25) Seorang hakim yang baik pasti benar-benar memahami hukum yang berlaku. Yehuwa adalah hakim yang seperti itu, karena Dia bukan hanya Hakim kita, tapi Dia juga Pemberi Hukum kita. (Yes. 33:22) Dialah yang paling mengerti apa yang benar dan yang salah. Seorang hakim yang baik juga mempertimbangkan semua faktanya sebelum membuat keputusan. Yehuwa selalu melakukan hal itu, jadi Dia adalah Hakim yang terbaik.

      9. Sebelum Yehuwa memutuskan untuk mengampuni seseorang, apa saja yang Dia pertimbangkan?

      9 Tidak seperti hakim manusia, Yehuwa selalu tahu semua faktanya sehingga keputusan yang Dia buat selalu benar. (Kej. 18:20, 21; Mz. 90:8) Manusia hanya menilai berdasarkan apa yang mereka lihat atau dengar. Tapi, Yehuwa bisa melakukan lebih dari itu. Dia benar-benar mengerti apa yang memengaruhi tindakan seseorang, misalnya sifat-sifat yang diturunkan dari orang tuanya, pendidikan yang dia terima, lingkungan tempat tinggalnya, serta keadaan mental dan emosinya. Yehuwa juga bisa melihat isi hati seseorang. Dia benar-benar memahami alasan seseorang melakukan sesuatu, serta niat dan keinginannya. Tidak ada yang tersembunyi dari Yehuwa. (Ibr. 4:13) Jadi, sewaktu Yehuwa memutuskan untuk mengampuni seseorang, keputusan-Nya pasti benar, karena Dia memang mengetahui semua faktanya.

      Tulisan ”Gunung Batu, sempurna tindakan-Nya” dari Ulangan 32:4 ada di sebelah gambar pegunungan.

      Yehuwa itu adil dan tidak berat sebelah. Dia tidak bisa disuap. (Lihat paragraf 10)

      10. Mengapa kita bisa yakin bahwa keputusan Yehuwa selalu benar dan adil? (Ulangan 32:4)

      10 Keputusan Yehuwa selalu benar dan adil. Dia tidak pernah berat sebelah. Yehuwa tidak pernah memutuskan untuk mengampuni seseorang berdasarkan penampilan, kekayaan, kedudukan, atau keterampilan orang itu. (1 Sam. 16:7; Yak. 2:1-4) Yehuwa tidak bisa dipaksa atau disuap. (2 Taw. 19:7) Dia juga tidak pernah terbawa emosi atau perasaan. (Kel. 34:7) Jelaslah, Yehuwa adalah Hakim yang terbaik, karena Dia memahami segala sesuatu tentang kita dan situasi kita.​—Baca Ulangan 32:4.

      11. Wewenang apa yang hanya dimiliki oleh Yehuwa dalam hal mengampuni?

      11 Menurut sebuah referensi, para penulis Kitab-Kitab Ibrani kadang menggunakan sebuah kata Ibrani yang ”hanya memaksudkan pengampunan yang berasal dari Allah, dan kata itu tidak pernah memaksudkan pengampunan dari manusia”. Para penulis itu tahu bahwa pengampunan Yehuwa berbeda dengan pengampunan manusia. Ya, hanya Yehuwa yang punya wewenang untuk sepenuhnya mengampuni dosa seseorang yang bertobat. Apa hasilnya kalau Yehuwa mengampuni kita?

      12-13. (a) Apa hasilnya kalau kita diampuni Yehuwa? (b) Setelah Yehuwa mengampuni kita, apa yang tidak akan pernah Dia lakukan?

      12 Kalau kita yakin bahwa Yehuwa sudah mengampuni kita, kita akan ’disegarkan’. Kita akan merasa damai dan memiliki hati nurani yang bersih. Pengampunan seperti itu tidak bisa kita dapatkan dari manusia, tapi hanya dari ”Yehuwa sendiri”. (Kis. 3:19) Kalau Yehuwa sudah mengampuni kita, Dia akan menerima kita sebagai sahabat-Nya lagi, seolah-olah kita tidak pernah berdosa kepada-Nya.   

      13 Setelah Yehuwa mengampuni kesalahan kita, Dia tidak akan pernah mengungkitnya lagi. Dia juga tidak akan menghukum kita karena kesalahan itu lagi. (Yes. 43:25; Yer. 31:34) Yehuwa akan menyingkirkan dosa kita ”sejauh matahari terbit dari matahari terbenam”.b (Mz. 103:12) Kalau kita merenungkan pengampunan Yehuwa yang luar biasa, kita pasti merasa bersyukur dan semakin menghormati Dia. (Mz. 130:4) Tapi, orang seperti apa yang akan diampuni oleh Yehuwa?

      ORANG SEPERTI APA YANG AKAN YEHUWA AMPUNI?

      14. Apa yang sudah kita bahas tentang keputusan Yehuwa untuk mengampuni kita?

      14 Seperti yang sudah kita bahas, keputusan Yehuwa untuk mengampuni kita tidak bergantung pada seberapa besar dosa kita. Dan, sebagai Pencipta, Pemberi Hukum, dan Hakim kita, Dia selalu bisa membuat keputusan yang benar. Apa saja yang Yehuwa pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengampuni kita?

      15. Menurut Lukas 12:47, 48, apa yang Yehuwa pertimbangkan sebelum mengampuni seseorang?

      15 Sebelum mengampuni seseorang, Yehuwa mempertimbangkan apakah orang itu tahu bahwa tindakannya salah. Itulah yang Yesus tunjukkan melalui kata-katanya di Lukas 12:47, 48. (Baca.) Kalau seseorang bersiasat untuk melakukan sesuatu yang buruk dan akhirnya melakukannya, padahal dia tahu bahwa itu menyakiti hati Yehuwa, dia melakukan dosa yang serius. Itu bisa membuat Yehuwa memutuskan untuk tidak mengampuni dia. (Mrk. 3:29; Yoh. 9:41) Tapi harus diakui, kadang kita melakukan sesuatu yang kita tahu salah. Apakah kita masih bisa diampuni oleh Yehuwa? Ya! Coba perhatikan hal lain lagi yang Yehuwa pertimbangkan.

      Tulisan ”Dia akan memberi ampun dengan murah hati” dari Yesaya 55:7 ada di sebelah gambar seorang saudara. Di bagian belakang, dia terlihat sedih dan putus asa. Di bagian depan, dia terlihat bahagia dan tidak putus asa lagi.

      Kalau kita benar-benar bertobat, Yehuwa pasti akan mengampuni kita (Lihat paragraf 16-17)

      16. Apa artinya bertobat, dan mengapa itu penting?

      16 Hal lain yang Yehuwa pertimbangkan adalah pertobatan orang yang berdosa itu. Seseorang bisa dikatakan bertobat kalau dia mengubah cara berpikir, sikap, dan tujuannya. Dia sangat sedih dan benar-benar menyesal karena sudah melakukan hal yang buruk atau karena tidak melakukan hal yang benar. Dia sedih bukan hanya karena kesalahannya, tapi juga karena hubungannya dengan Yehuwa sudah melemah sampai-sampai dia melakukan kesalahan itu. Ingatlah contoh Raja Manasye dan Raja Daud. Mereka melakukan dosa yang serius, tapi Yehuwa mengampuni mereka karena mereka benar-benar bertobat. (1 Raj. 14:8) Ya, agar kita bisa diampuni oleh Yehuwa, kita harus membuktikan bahwa kita bertobat. Tapi, merasa menyesal saja tidak cukup. Ada lagi yang harus kita lakukan, dan Yehuwa juga mempertimbangkan hal ini sebelum mengampuni kita.c

      17. Apa yang harus dilakukan seseorang untuk membuat perubahan, dan mengapa itu penting? (Yesaya 55:7)

      17 Hal penting lain yang Yehuwa pertimbangkan adalah apakah seseorang membuat perubahan. Orang itu harus berhenti melakukan hal-hal buruk dan mulai melakukan apa yang Yehuwa inginkan. (Baca Yesaya 55:7.) Dia juga harus mengubah cara berpikirnya dan mengikuti cara berpikir Yehuwa. (Rm. 12:2; Ef. 4:23) Dan, dia harus bertekad untuk tidak lagi memikirkan atau melakukan hal-hal buruk. (Kol. 3:7-10) Karena kita beriman pada korban tebusan Kristus, Yehuwa punya dasar untuk mengampuni kita dan membersihkan kita dari dosa. Yehuwa akan mengampuni kita berdasarkan korban tebusan itu kalau Dia melihat bahwa kita sungguh-sungguh berupaya untuk berubah.​—1 Yoh. 1:7.

      YEHUWA MAU MENGAMPUNI SAUDARA!

      18. Apa yang sudah kita bahas tentang pengampunan Yehuwa?

      18 Apa saja beberapa hal penting yang sudah kita bahas? Pertama, Yehuwa selalu siap mengampuni. Kedua, Dia benar-benar memahami kita. Dia tahu semua hal tentang kita, dan Dia tahu persis apakah kita benar-benar bertobat atau tidak. Ketiga, sewaktu Yehuwa mengampuni kita, Dia menghapus bersih kesalahan kita, seolah-olah kita tidak pernah melakukan kesalahan itu. Kita pun bisa punya hati nurani yang bersih dan bersahabat lagi dengan-Nya. Jelaslah, pengampunan dari Yehuwa benar-benar luar biasa!

      19. Meskipun kita masih tidak sempurna dan selalu berbuat salah, mengapa kita bisa tetap bersukacita?

      19 Memang, selama kita masih tidak sempurna, kita akan selalu berbuat salah. Tapi, kita bisa terhibur dan dikuatkan karena tahu bahwa Yehuwa itu berbelaskasihan dan memahami kelemahan hamba-hamba-Nya. Jadi, kita tidak perlu terus merasa sedih kalau kita berbuat salah karena ketidaksempurnaan kita. (Mz. 103:8-14; 130:3) Kita bisa bersukacita kalau kita terus berupaya sebisa-bisanya untuk menyenangkan Allah.​—Flp. 4:4-6; 1 Yoh. 3:19-22; lihat Pemahaman Alkitab, Jil. 2, hlm. 1055.

      20. Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas di artikel berikutnya?

      20 Kita bersyukur karena Yehuwa siap mengampuni kita kalau kita sungguh-sungguh menyesali kesalahan kita. Bagaimana kita bisa meniru Yehuwa dalam mengampuni orang lain? Dalam hal apa saja pengampunan kita mirip dengan pengampunan Yehuwa, dan dalam hal apa saja itu berbeda? Mengapa kita perlu memahami perbedaannya? Pertanyaan-pertanyaan itu akan dibahas di artikel berikutnya.

  • Yehuwa Memberkati Orang yang Mau Mengampuni
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2022 | Juni
    • ARTIKEL PELAJARAN 25

      Yehuwa Memberkati Orang yang Mau Mengampuni

      ”Sama seperti Yehuwa dengan tulus memaafkan kalian, lakukan itu juga.”​—KOL. 3:13.

      NYANYIAN 130 Rela Mengampuni

      YANG DIBAHASa

      1. Apa yang Yehuwa katakan kepada orang berdosa yang bertobat?

      YEHUWA bukan hanya Pencipta, Pemberi Hukum, dan Hakim kita. Dia juga Bapak kita, yang sangat menyayangi kita. (Mz. 100:3; Yes. 33:22) Kalau kita berdosa kepada-Nya dan benar-benar bertobat, Dia bisa mengampuni kita, dan Dia mau melakukannya. (Mz. 86:5) Melalui Nabi Yesaya, Dia dengan hangat meyakinkan kita, ”Walau dosa-dosa kalian semerah darah, itu akan dibuat seputih salju.”​—Yes. 1:18.

      2. Apa yang harus kita lakukan agar bisa bersahabat dengan orang lain?

      2 Karena tidak sempurna, kita semua kadang mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain. (Yak. 3:2) Tapi, itu bukan berarti kita tidak bisa memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Kita bisa bersahabat dengan mereka kalau kita berupaya untuk saling mengampuni. (Ams. 17:9; 19:11; Mat. 18:21, 22) Yehuwa ingin kita mengampuni kesalahan-kesalahan kecil yang orang lain lakukan. (Kol. 3:13) Kita punya alasan yang kuat untuk mengampuni orang lain. Lagi pula, Yehuwa juga sudah mengampuni kita ”dengan murah hati”.​—Yes. 55:7.

      3. Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas di artikel ini?

      3 Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana kita bisa meniru pengampunan Yehuwa meskipun kita tidak sempurna. Dosa seperti apa yang harus kita beri tahukan kepada para penatua? Mengapa Yehuwa ingin kita mengampuni orang lain? Dan, apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman beberapa rekan seiman yang menderita akibat kesalahan orang lain?

      SAAT ADA YANG MELAKUKAN DOSA SERIUS

      4. (a) Kalau seorang hamba Yehuwa melakukan dosa serius, apa yang harus dia lakukan? (b) Apa tanggung jawab para penatua sewaktu seseorang melakukan dosa serius?

      4 Dosa yang serius harus diberitahukan kepada para penatua. Beberapa contoh dosa yang serius disebutkan di 1 Korintus 6:9, 10. Dosa seperti itu adalah pelanggaran yang serius terhadap hukum Allah. Kalau orang Kristen melakukan dosa serius, dia harus berdoa meminta ampun kepada Allah Yehuwa dan berbicara kepada para penatua. (Mz. 32:5; Yak. 5:14) Apa peranan para penatua? Memang, hanya Yehuwa yang punya wewenang untuk sepenuhnya mengampuni dosa, dan Dia bisa melakukannya atas dasar korban tebusan.b Tapi, Yehuwa memberi para penatua tanggung jawab untuk menentukan berdasarkan Alkitab apakah orang yang berdosa itu bisa tetap berada dalam sidang. (1 Kor. 5:12) Mereka perlu memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini: Apakah dosa itu dilakukan dengan sengaja? Apakah orang itu bersiasat untuk melakukannya? Apakah dia mengulangi dosa itu selama beberapa waktu? Dan yang terpenting, apakah ada bukti yang jelas bahwa dia benar-benar menyesali kesalahannya dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Yehuwa? Apakah ada bukti yang jelas bahwa Yehuwa sudah mengampuni dia?​—Kis. 3:19.

      5. Kalau para penatua menjalankan tanggung jawab yang Yehuwa berikan, apa manfaatnya bagi seluruh sidang?

      5 Sewaktu para penatua berbicara dengan orang yang melakukan dosa, tujuan mereka adalah membuat keputusan yang sama dengan keputusan yang sudah Yehuwa buat di surga. Untuk itu, mereka berdoa, mempertimbangkan prinsip-prinsip Alkitab, dan mengikuti prosedur berdasarkan Alkitab. (Mat. 18:18) Bagaimana pengaturan ini bermanfaat bagi seluruh sidang? Dengan adanya pengaturan ini, orang berdosa yang tidak bertobat akan disingkirkan dari sidang. Hasilnya, domba-domba Yehuwa yang berharga bisa terlindung dari pengaruh buruknya. (1 Kor. 5:6, 7, 11-13; Tit. 3:10, 11) Orang yang berdosa itu juga bisa tergerak untuk bertobat dan akhirnya diampuni oleh Yehuwa. (Luk. 5:32) Para penatua akan mendoakan orang yang bertobat dan meminta Yehuwa untuk membantu orang itu memperbaiki hubungannya dengan Yehuwa.​—Yak. 5:15.

      6. Kalau seseorang dikeluarkan dari sidang, apakah dia masih bisa diampuni oleh Yehuwa? Jelaskan.

      6 Setelah para penatua berbicara dengan orang yang berdosa, bagaimana kalau orang itu ternyata tidak bertobat? Dia akan dikeluarkan dari sidang. Dan, kalau dia melanggar hukum pemerintah, para penatua tidak akan melindungi dia dari hukuman. Yehuwa mengizinkan pemerintah untuk menghakimi dan menghukum siapa pun yang melanggar hukum, tidak soal orang itu bertobat atau tidak. (Rm. 13:4) Tapi, kalau belakangan orang itu menyadari kesalahannya lalu bertobat dengan sungguh-sungguh dan berubah, Yehuwa pasti akan mengampuni dia. (Luk. 15:17-24) Dia tetap bisa diampuni bahkan kalau dosanya sangat serius.​—2 Taw. 33:9, 12, 13; 1 Tim. 1:15.   

      7. Apa maksudnya mengampuni orang yang menyakiti kita?

      7 Kita pasti bersyukur karena kita tidak perlu memutuskan apakah seseorang layak diampuni oleh Yehuwa atau tidak. Yehuwa-lah yang akan memutuskannya. Tapi, ada sesuatu yang perlu kita putuskan. Apa itu? Seseorang mungkin melakukan kesalahan yang menyakiti kita, dan kesalahan itu mungkin serius. Tidak soal dia meminta maaf atau tidak, kita bisa memilih untuk mengampuni orang tersebut. Maksudnya, kita bisa memutuskan untuk tidak lagi merasa kesal atau marah kepadanya. Memang, butuh waktu dan upaya untuk bisa menghilangkan perasaan itu, apalagi kalau kita sudah benar-benar sakit hati. Menurut sebuah artikel di Menara Pengawal 15 September 1994, kalau kita mengampuni seseorang, itu tidak berarti kita menganggap dosa orang tersebut berterima. Artikel itu mengatakan, ”Bagi orang Kristen, mengampuni berarti dengan percaya penuh menyerahkan masalahnya ke tangan Yehuwa. Ia adalah Hakim yang adil-benar di seluruh alam semesta, dan Ia akan melaksanakan keadilan-Nya pada waktu yang tepat.” Mengapa Yehuwa ingin kita mengampuni orang lain dan percaya bahwa Dia akan menangani masalahnya dengan adil?

      MENGAPA YEHUWA INGIN KITA MENGAMPUNI?

      8. Apa hasilnya kalau kita menghargai belas kasihan Yehuwa?

      8 Kalau kita mengampuni, itu berarti kita menghargai belas kasihan Yehuwa. Dalam sebuah perumpamaan, Yesus menyamakan Yehuwa dengan seorang majikan yang berbelaskasihan. Sewaktu salah satu budaknya tidak bisa melunasi utangnya yang besar, majikan itu menghapus utang tersebut. Tapi, budak itu tidak mengasihani budak lain yang hanya berutang sedikit kepadanya. (Mat. 18:23-35) Apa yang ingin Yesus ajarkan kepada kita? Kalau kita benar-benar menghargai belas kasihan Yehuwa yang luar biasa, kita akan tergerak untuk mengampuni orang lain. (Mz. 103:9) Puluhan tahun yang lalu, Menara Pengawal pernah mengatakan, ”Tidak soal berapa kali kita sudah mengampuni orang lain, itu tidak akan pernah sebanding dengan pengampunan dan belas kasihan Allah kepada kita, yang didasarkan atas korban tebusan Kristus.”

      9. Kepada siapa Yehuwa berbelaskasihan? (Matius 6:14, 15)

      9 Kalau kita mengampuni, kita akan diampuni. Yehuwa berbelaskasihan kepada orang yang berbelaskasihan. (Mat. 5:7; Yak. 2:13) Itulah yang kita pelajari dari contoh doa yang Yesus ajarkan kepada murid-muridnya. (Baca Matius 6:14, 15.) Kita juga belajar hal yang sama dari perintah Yehuwa kepada Ayub. Ayub merasa sakit hati karena kata-kata yang tajam dari Elifaz, Bildad, dan Zofar. Tapi, Yehuwa menyuruh Ayub untuk mendoakan mereka. Setelah Ayub melakukannya, Yehuwa pun memberkati hamba-Nya yang setia itu.​—Ayb. 42:8-10.

      10. Apa akibatnya kalau kita memendam kemarahan? (Efesus 4:31, 32)

      10 Kalau kita terus merasa marah, kita merugikan diri sendiri. Yehuwa ingin kita membuang perasaan marah supaya kita tidak terbebani. (Baca Efesus 4:31, 32.) Dia menasihati kita, ”Jauhi kemarahan dan tinggalkan panas hati.” (Mz. 37:8) Mengapa nasihat itu sangat penting untuk diikuti? Kalau kita terus merasa marah, itu bisa merusak kesehatan fisik dan mental kita. (Ams. 14:30) Orang yang memendam kemarahan itu sama seperti orang yang meminum racun. Yang dirugikan hanya dirinya sendiri, bukan orang lain. Tapi, kalau kita mengampuni orang lain, kita akan mendapat manfaat. (Ams. 11:17) Kita akan merasa damai dan bisa terus melayani Yehuwa dengan bersukacita.

      11. Apa yang Alkitab katakan tentang membalas dendam? (Roma 12:19-21)

      11 Yehuwa-lah yang berhak membalas. Dia tidak memberi kita wewenang untuk membalas orang yang menyakiti kita. (Baca Roma 12:19-21.) Pemahaman kita terbatas dan bisa saja salah. Jadi, tidak seperti Yehuwa, kita tidak selalu bisa membuat penilaian yang benar. (Ibr. 4:13) Dan kadang, kita membuat keputusan yang salah karena terbawa perasaan. Yehuwa membimbing Yakobus untuk menulis, ”Kemarahan manusia tidak menghasilkan apa yang benar di mata Allah.” (Yak. 1:20) Kita bisa yakin bahwa Yehuwa akan melakukan apa yang benar dan memastikan kita akhirnya mendapat keadilan.

      Tulisan ”Hal-hal yang dulu tidak akan diingat lagi” dari Yesaya 65:17 ada di sebelah dua saudari yang sedang berpelukan. Muka mereka terlihat lega.

      Buanglah kemarahan dan perasaan kesal. Serahkan masalahnya ke tangan Yehuwa. Dia akan menghapus semua hal buruk yang diakibatkan oleh dosa. (Lihat paragraf 12)

      12. Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita yakin Yehuwa akan bertindak dengan adil?

      12 Kalau kita mengampuni, kita menunjukkan bahwa kita yakin Yehuwa akan bertindak dengan adil. Dengan menyerahkan masalahnya ke tangan Yehuwa, itu berarti kita yakin Yehuwa akan menghapus semua hal buruk yang diakibatkan oleh dosa. Di dunia baru yang Dia janjikan, kepedihan yang kita rasakan selama ini ”tidak akan diingat lagi, ataupun timbul lagi di dalam hati”. (Yes. 65:17) Tapi, kalau kita sudah benar-benar disakiti, apakah kita memang bisa menghilangkan kemarahan dan perasaan kesal dari hati kita? Coba perhatikan pengalaman beberapa saudara-saudari yang sudah berhasil melakukannya.

      BERKAT KARENA MENGAMPUNI

      13-14. Apa yang Saudara pelajari dari pengalaman Tony dan José?

      13 Banyak saudara-saudari kita memutuskan untuk mengampuni orang yang membuat mereka sangat sakit hati. Manfaat apa saja yang mereka rasakan karena mau mengampuni?   

      14 Perhatikan pengalaman Tony,c yang tinggal di Filipina. Bertahun-tahun sebelum dia menjadi Saksi Yehuwa, kakaknya dibunuh oleh seorang pria bernama José. Saat itu, Tony adalah orang yang kasar dan garang, dan dia ingin membalas dendam. José akhirnya ditangkap dan dipenjarakan. Belakangan, setelah José dibebaskan, Tony bersumpah bahwa dia akan mencari José dan membunuhnya. Untuk itu, dia membeli sebuah pistol. Di saat yang sama, Tony mulai belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Dia mengatakan, ”Karena belajar Alkitab, saya sadar bahwa saya perlu mengubah kepribadian dan tingkah laku saya. Itu berarti saya tidak boleh lagi memendam kemarahan.” Belakangan, Tony dibaptis dan akhirnya menjadi penatua. Suatu hari, dia sangat kaget sewaktu mendengar bahwa José juga sudah menjadi Saksi Yehuwa! Ketika mereka bertemu, mereka berpelukan, dan Tony memberi tahu José bahwa dia sudah memaafkannya. Yehuwa memberkati Tony karena dia mau mengampuni. Tony mengatakan bahwa setelah mengampuni, dia sangat bahagia sampai-sampai dia sulit mengungkapkan perasaannya.

      Peter memegang foto Balai Kerajaan yang hancur karena ledakan bom. Di gambar kedua, Peter dan Sue sedang berdiri dan terlihat bahagia.

      Pengalaman Peter dan Sue menunjukkan bahwa kita bisa menyingkirkan kemarahan dan perasaan kesal (Lihat paragraf 15-16)

      15-16. Apa yang Saudara pelajari dari pengalaman Peter dan Sue?

      15 Pada tahun 1985, sewaktu Peter dan Sue sedang berhimpun di Balai Kerajaan, tiba-tiba terjadi ledakan yang besar. Ternyata, ada seorang pria yang menaruh bom di Balai itu! Sue mengalami cedera yang serius sehingga penglihatan dan pendengarannya terganggu sejak saat itu. Dia juga tidak bisa mencium bau lagi.d Peter dan Sue sering berpikir, ’Bisa-bisanya ada orang sejahat itu!’ Bertahun-tahun kemudian, pria tersebut, yang bukan Saksi Yehuwa, ditangkap dan dipenjarakan seumur hidup. Ketika Peter dan Sue ditanya apakah mereka memaafkan orang itu, mereka mengatakan, ”Yehuwa mengajarkan bahwa kalau kita terus marah dan kesal, itu bisa mengganggu kesehatan fisik, emosi, dan mental kita. Jadi sejak awal, kami meminta Yehuwa membantu kami untuk menyingkirkan kemarahan dan rasa kesal supaya kami bisa terus merasa damai.”   

      16 Apakah mudah bagi mereka untuk memaafkan orang itu? Mereka bercerita, ”Kadang, sewaktu Sue menderita karena cedera yang dia alami, kami jadi marah lagi. Tapi, kami tidak terus memikirkan hal itu, jadi kemarahan kami bisa cepat reda. Malah sejujurnya, kalau orang itu suatu saat menjadi saudara kita, kami akan menyambut dia. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa prinsip-prinsip Alkitab memang bisa membebaskan kita dari beban yang berat. Karena mengikutinya, kami bisa merasakan kedamaian yang jauh melebihi harapan kami. Kami juga terhibur karena kami tahu bahwa Yehuwa sebentar lagi akan memulihkan segalanya.”

      17. Apa yang Saudara pelajari dari pengalaman Myra?

      17 Myra belajar kebenaran sewaktu dia sudah menikah dan punya dua anak kecil. Tapi, suaminya tidak mau menerima kebenaran. Belakangan, suaminya itu berzina dan meninggalkan keluarga mereka. Myra mengatakan, ”Waktu suami saya meninggalkan saya dan kedua anak kami, perasaan saya sama seperti perasaan kebanyakan orang yang dikhianati oleh orang yang mereka sayangi. Saya merasa sedih, terpukul, menyesal, dan marah. Saya juga menyalahkan diri sendiri dan tidak percaya ini terjadi pada saya.” Meskipun perkawinan mereka sudah berakhir, Myra masih merasakan kepedihan akibat pengkhianatan suaminya. Myra melanjutkan, ”Perasaan-perasaan negatif itu terus membebani saya selama berbulan-bulan. Dan, saya sadar bahwa itu memengaruhi hubungan saya dengan Yehuwa dan orang lain.” Sekarang, Myra mengatakan bahwa dia tidak marah lagi kepada mantan suaminya dan tidak merasa dendam. Dia berharap mantan suaminya itu suatu hari akan mendekat kepada Yehuwa. Myra pun akhirnya bisa berfokus ke masa depan. Meskipun dia adalah orang tua tunggal, dia berhasil membesarkan kedua anaknya untuk menjadi penyembah Yehuwa. Myra sangat bahagia karena bisa melayani Yehuwa bersama anak-anaknya dan keluarga mereka.

      YEHUWA PASTI BERTINDAK ADIL

      18. Sebagai Hakim Tertinggi, Yehuwa pasti akan melakukan apa?

      18 Kita pasti bersyukur karena kita tidak dibebani tanggung jawab yang berat untuk menghakimi orang lain. Sebagai Hakim Tertinggi, Yehuwa-lah yang akan melakukannya. (Rm. 14:10-12) Yehuwa punya standar yang sempurna tentang apa yang benar dan yang salah. Jadi, kita bisa benar-benar yakin bahwa Yehuwa selalu menghakimi dengan adil. (Kej. 18:25; 1 Raj. 8:32) Keputusan Yehuwa tidak akan pernah salah!

      19. Karena Yehuwa adalah Allah yang adil, masa depan seperti apa yang bisa kita nantikan?

      19 Kita pasti menanti-nantikan saatnya Yehuwa akan menyingkirkan semua hal buruk yang diakibatkan oleh dosa dan ketidaksempurnaan manusia. Pada saat itu, semua rasa sakit dan kepedihan akan lenyap untuk selamanya. (Mz. 72:12-14; Why. 21:3, 4) Semua itu tidak akan teringat lagi. Meskipun masa yang menakjubkan itu belum tiba, kita sangat bersyukur karena Yehuwa memberi kita kemampuan untuk meniru Dia dan mengampuni orang lain.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan