PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Iman dan Masa Depan Saudara
    Menara Pengawal—1998 | 15 April
    • Iman dan Masa Depan Saudara

      ”Iman adalah penantian yang pasti akan perkara-perkara yang diharapkan.”​—IBRANI 11:1.

      1. Kebanyakan orang menginginkan masa depan macam apa?

      APAKAH saudara berminat akan masa depan? Kebanyakan orang begitu. Apa yang mereka harapkan adalah masa depan yang damai, bebas dari rasa takut, kondisi hidup yang layak, pekerjaan yang produktif dan menyenangkan, kesehatan yang baik serta panjang umur. Tidak diragukan, tiap-tiap generasi sepanjang sejarah menginginkan hal-hal itu. Dan dewasa ini, di dunia yang begitu sarat dengan kesusahan, keadaan-keadaan seperti itu lebih didambakan daripada sebelumnya.

      2. Bagaimana salah seorang negarawan menyatakan pandangannya akan masa depan?

      2 Seraya umat manusia menyongsong abad ke-21, adakah suatu cara untuk menentukan seperti apa masa depan itu kelak? Salah satunya dinyatakan lebih dari 200 tahun lalu oleh negarawan Amerika bernama Patrick Henry. Ia mengatakan, ”Satu-satunya cara untuk mengetahui masa depan hanyalah melalui masa lalu.” Menurut pandangan ini, masa depan keluarga manusia dapat diketahui sampai tingkat tertentu melalui apa yang manusia lakukan di masa lalu. Banyak yang sependapat dengan gagasan tersebut.

      Apa yang Terjadi di Masa Lalu?

      3. Apa yang diperlihatkan oleh catatan sejarah sehubungan dengan prospek masa depan?

      3 Jika masa depan akan menjadi cerminan masa lalu, apakah saudara merasa dianjurkan akan hal itu? Dari abad ke abad, apakah generasi-generasi terdahulu selalu mendapat masa depan yang lebih baik? Sebenarnya tidak. Meskipun adanya harapan yang dimiliki orang-orang selama ribuan tahun dan meskipun adanya kemajuan secara materi di beberapa tempat, sejarah telah penuh dengan penindasan, kejahatan, kekerasan, peperangan, dan kemiskinan. Dunia ini telah mengalami malapetaka silih berganti, yang sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia dan pemerintahannya yang tidak memuaskan. Alkitab dengan akurat menyatakan, ”Orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.”​—Pengkhotbah 8:9.

      4, 5. (a) Mengapa orang-orang berbesar hati pada awal abad ke-20? (b) Apa yang terjadi dengan harapan mereka untuk masa depan?

      4 Faktanya adalah bahwa sejarah buruk umat manusia di masa lalu terus berulang​—hanya saja skalanya lebih besar dan lebih merusak. Abad ke-20 ini menjadi buktinya. Apakah umat manusia mengambil hikmah dari kekeliruan di masa silam, dan menghindarinya? Nah, pada permulaan abad ini, banyak orang berharap akan masa depan yang lebih baik karena terdapat periode damai yang cukup panjang dan karena adanya kemajuan dalam bidang industri, ilmu pengetahuan, dan pendidikan. Pada awal tahun 1900-an, seorang profesor universitas menyatakan bahwa peperangan diyakini tidak mungkin berkecamuk lagi karena, ”orang-orang sudah sangat beradab”. Seorang mantan perdana menteri Inggris mengatakan tentang pandangan orang-orang pada saat itu, ”Segala sesuatu kelihatannya akan menjadi semakin baik. Demikianlah dunia tempat saya dilahirkan.” Namun, kemudian ia mengatakan, ”Tiba-tiba, tanpa diduga-duga, pada suatu pagi tahun 1914 segalanya berakhir.”

      5 Meskipun iman akan masa depan yang lebih baik sangat umum dijumpai pada waktu itu, abad ke-20 baru saja berlangsung tatkala dunia ini ditimpa malapetaka terdahsyat akibat ulah manusia​—Perang Dunia I. Sebagai salah satu contoh dari sifat perang, perhatikan apa yang terjadi pada tahun 1916 di sebuah pertempuran sewaktu tentara Inggris menyerang barisan pertahanan Jerman di dekat Sungai Somme di Prancis. Dalam beberapa jam saja, Inggris kehilangan 20.000 tentaranya, dan di pihak Jerman juga banyak yang tewas. Empat tahun lamanya pembantaian itu berlangsung, merenggut korban jiwa sebanyak hampir sepuluh juta tentara dan banyak warga sipil. Populasi Prancis merosot untuk sementara waktu karena begitu banyak pria yang tewas. Perekonomian hancur, mengakibatkan Depresi Besar pada tahun 1930-an. Tidak mengherankan jika beberapa pihak mengatakan bahwa hari dimulainya Perang Dunia I adalah hari ketika dunia ini menjadi gila!

      6. Apakah kehidupan menjadi lebih baik setelah Perang Dunia I?

      6 Inikah masa depan yang diharapkan oleh generasi tersebut? Tidak, sama sekali tidak. Harapan mereka hancur berkeping-keping; perang itu pun tidak menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Hanya 21 tahun setelah Perang Dunia I, atau pada tahun 1939, terjadilah sebuah malapetaka yang lebih parah akibat ulah manusia​—Perang Dunia II. Perang ini merenggut nyawa sekitar 50 juta pria, wanita, dan anak-anak. Pengeboman massal melumatkan kota-kota. Pada Perang Dunia I, ribuan tentara tewas hanya dalam satu pertempuran selama beberapa jam saja, sedangkan dalam Perang Dunia II, dua bom atom saja membunuh lebih dari 100.000 orang hanya dalam waktu beberapa detik. Apa yang dianggap banyak orang lebih buruk lagi adalah pembunuhan secara sistematis atas jutaan orang di kamp konsentrasi Nazi.

      7. Kenyataan apa terdapat di sepanjang abad ini?

      7 Beberapa sumber menyatakan bahwa jika kita menyertakan peperangan antarbangsa, konflik-konflik sipil, dan kematian yang ditimbulkan oleh pemerintah atas warga negara mereka sendiri, korban jiwa pada abad ini akan berjumlah sekitar 200 juta. Sebuah sumber bahkan mengatakan 360 juta. Bayangkan kengerian dari semua itu​—kepedihan, air mata, penderitaan, kehidupan yang dihancurkan! Selain itu, dengan rata-rata sekitar 40.000 orang, kebanyakan anak-anak, mati setiap tahun karena penyebab-penyebab yang berkaitan dengan kemiskinan. Tiga kali jumlah itu mati karena pengguguran kandungan setiap hari. Juga, sekitar satu miliar orang sangat miskin sehingga tidak sanggup memperoleh makanan yang dibutuhkan agar dapat melakukan pekerjaan normal dalam satu hari. Semua keadaan ini merupakan bukti dari apa yang diramalkan dalam nubuat Alkitab bahwa kita hidup pada ”hari-hari terakhir” dari sistem perkara fasik ini.​—2 Timotius 3:​1-5, 13; Matius 24:​3-​12; Lukas 21:​10, 11; Penyingkapan 6:​3-8.

      Manusia Tidak Punya Jalan Keluar

      8. Mengapa para pemimpin manusia tidak dapat memecahkan problem-problem dunia?

      8 Seraya abad ke-20 ini hampir berakhir, kita dapat memasukkan pengalaman abad ini ke dalam lembaran sejarah dari abad-abad sebelumnya. Dan apa yang diceritakan oleh sejarah itu kepada kita? Sejarah menceritakan kepada kita bahwa para pemimpin manusia tidak pernah memecahkan problem-problem utama dunia ini, bahwa mereka tidak memecahkannya sekarang, dan bahwa mereka tidak akan memecahkannya di masa depan. Kesanggupan mereka jauh dari memadai untuk menyediakan jenis masa depan yang kita inginkan, tidak soal seberapa mulia itikad mereka. Dan itikad sebagian orang-orang yang berwenang sebenarnya tidak semulia itu; mereka mengejar kedudukan dan kuasa demi keuntungan yang mementingkan diri serta keuntungan materi bagi diri sendiri, bukannya demi kesejahteraan orang-orang lain.

      9. Mengapa beralasan untuk ragu bahwa ilmu pengetahuan memiliki jawaban atas problem-problem manusia?

      9 Apakah sains menyediakan jawabannya? Tidak jika kita mempertimbangkan masa lalu. Para ilmuwan pemerintah telah menghabiskan sejumlah besar dana, waktu, dan upaya untuk mengembangkan senjata-senjata kimia dan senjata-senjata biologi yang sangat menghancurkan serta berbagai jenis senjata lain. Bangsa-bangsa, termasuk yang kurang mampu, menghabiskan lebih dari 700 miliar dolar per tahun untuk persenjataan! Juga ’kemajuan ilmiah’ setidaknya bertanggung jawab atas bahan-bahan kimia yang telah turut menyebabkan polusi udara, tanah, air, dan makanan.

      10. Mengapa bahkan pendidikan tidak dapat memastikan suatu masa depan yang lebih baik?

      10 Dapatkah kita berharap bahwa lembaga-lembaga pendidikan dunia ini akan turut membangun suatu masa depan yang lebih baik dengan mengajarkan standar-standar moral yang tinggi, timbang rasa terhadap orang-orang lain, dan kasih kepada sesama? Tidak. Sebaliknya, mereka memusatkan perhatian pada karier, pada mencari uang. Mereka mengobarkan semangat bersaing yang tinggi, bukan semangat kerja sama; sekolah-sekolah juga tidak mengajarkan moral. Sebaliknya, mereka menyetujui kebebasan seksual, yang telah mengakibatkan peningkatan pesat kehamilan remaja dan penyakit-penyakit hubungan seksual.

      11. Bagaimana riwayat dari perusahaan-perusahaan bisnis besar menebarkan keraguan akan masa depan?

      11 Apakah perusahaan-perusahaan bisnis besar dunia ini secara mendadak akan termotivasi untuk memelihara planet kita dengan baik serta tidak mencemarinya dan memperlihatkan kasih kepada orang-orang lain dengan membuat produk-produk yang semata-mata memberikan manfaat dan bukan hanya demi laba? Tampaknya tidak mungkin. Apakah mereka akan berhenti memproduksi program-program televisi yang sarat dengan kekerasan dan perbuatan amoral yang turut menyebabkan rusaknya pikiran orang-orang, khususnya kaum muda? Masa-masa yang belum lama berlalu sama sekali tidak membuat kita merasa dianjurkan karena, pada umumnya, TV telah menjadi semacam kubangan perbuatan amoral dan kekerasan.

      12. Bagaimana keadaan umat manusia sehubungan dengan penyakit dan kematian?

      12 Selain itu, tidak soal seberapa tulusnya para dokter, mereka tidak dapat menaklukkan penyakit dan kematian. Misalnya, pada akhir Perang Dunia I, kalangan medis tidak dapat mencegah influenza Spanyol; di seluas dunia, penyakit ini merenggut 20 juta jiwa. Dewasa ini, penyakit jantung, kanker, dan penyakit yang mematikan lainnya merajalela. Dunia medis juga tidak dapat menaklukkan tulah zaman modern yaitu AIDS. Sebaliknya, suatu laporan PBB yang dipublisitaskan pada bulan November 1997 menyimpulkan bahwa virus AIDS menyebar dengan kecepatan dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya. Jutaan orang telah mati karenanya. Tahun lalu, ada tiga juta orang lagi yang terjangkit.

      Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa Memandang Masa Depan

      13, 14. (a) Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa memandang masa depan? (b) Mengapa manusia tidak dapat mendatangkan masa depan yang lebih baik?

      13 Akan tetapi, Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa umat manusia memiliki masa depan yang cemerlang, yang terbaik! Namun, mereka tidak berharap bahwa masa depan yang lebih baik akan datang melalui upaya-upaya manusia. Sebaliknya, mereka berpaling kepada sang Pencipta, Allah Yehuwa. Ia mengetahui bagaimana masa depan kelak, dan itu akan menjadi masa depan yang menakjubkan! Ia juga mengetahui bahwa manusia tidak dapat mewujudkan masa depan seperti itu. Karena Allah menciptakan mereka, Ia mengetahui keterbatasan mereka jauh lebih baik daripada siapa pun juga. Dalam Firman-Nya, Ia dengan jelas memberi tahu kita bahwa Ia tidak menciptakan manusia dengan kesanggupan untuk memerintah dengan berhasil tanpa bimbingan ilahi. Dengan diizinkannya pemerintahan manusia terlepas dari Allah untuk suatu jangka waktu yang panjang, ketidaksanggupan manusia telah nyata tanpa dapat diragukan lagi. Seorang penulis mengakui, ”Pikiran manusia telah mencoba semua kombinasi kedaulatan yang ada, dan sia-sia.”

      14 Di Yeremia 10:​23, kita membaca kata-kata nabi yang terilham, ”Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.” Juga, Mazmur 146:3 menyatakan, ”Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.” Sebenarnya, karena kita lahir tidak sempurna, seperti yang diperlihatkan dalam Roma 5:​12, Firman Allah memperingatkan kita untuk tidak mempercayai diri kita sendiri. Yeremia 17:9 mengatakan, ”Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu.” Oleh karena itu, Amsal 28:26 menyatakan, ”Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak [”berjalan dengan hikmat”, NW] akan selamat.”

      15. Di mana kita dapat menemukan hikmat untuk membimbing kita?

      15 Di manakah kita dapat memperoleh hikmat ini? ”Permulaan hikmat adalah takut akan [Yehuwa], dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” (Amsal 9:​10) Hanya Yehuwa yang memiliki hikmat yang dapat membimbing kita melewati masa yang menakutkan ini. Dan Ia telah memberi kita jalan untuk mendapatkan hikmat-Nya melalui Kitab Suci, yang Ia ilhamkan untuk membimbing kita.​—Amsal 2:​1-9; 3:​1-6; 2 Timotius 3:​16, 17.

      Masa Depan Pemerintahan Manusia

      16. Siapa yang telah menentukan masa depan?

      16 Kalau begitu, apa yang dikatakan Firman Allah kepada kita tentang masa depan? Alkitab memberi tahu kita bahwa masa depan pastilah bukan cerminan dari apa yang telah manusia lakukan di masa lalu. Maka, sudut pandangan Patrick Henry keliru. Masa depan bagi bumi ini dan setiap orang di dalamnya ditentukan, bukan oleh manusia, namun oleh Allah Yehuwa. Kehendak-Nya akan terlaksana di bumi, bukan kehendak manusia atau bangsa mana pun di dunia ini. ”Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”​—Amsal 19:21.

      17, 18. Apa kehendak Allah untuk zaman kita?

      17 Apa kehendak Allah bagi zaman kita? Ia telah bermaksud untuk mengakhiri sistem perkara sekarang yang bengis dan amoral. Pemerintahan manusiawi yang buruk selama berabad-abad akan segera digantikan oleh pemerintahan Allah. Nubuat yang terdapat di Daniel 2:44 menyatakan, ”Pada zaman raja-raja [yang ada sekarang], Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan [di surga] yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.” Kerajaan ini juga akan menyingkirkan pengaruh yang jahat dari Setan si Iblis, sesuatu yang tidak pernah dapat dilakukan manusia. Pemerintahannya atas dunia ini akan lenyap selama-lamanya.​—Roma 16:20; 2 Korintus 4:4; 1 Yohanes 5:19.

      18 Perhatikan bahwa pemerintahan surgawi akan meremukkan segala bentuk pemerintahan manusia yang ada. Pemerintahan atas bumi ini tidak akan diserahkan kepada rakyat. Di surga, orang-orang yang membentuk Kerajaan Allah akan mengendalikan segala urusan bumi demi manfaat umat manusia. (Penyingkapan 5:10; 20:4-6) Di bumi, manusia yang setia akan bekerja sama di bawah petunjuk Kerajaan Allah. Inilah pemerintahan yang diajarkan Yesus kepada kita untuk didoakan sewaktu ia mengatakan, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”​—Matius 6:10.

      19, 20. (a) Bagaimana Alkitab menggambarkan penyelenggaraan Kerajaan? (b) Apa yang akan dilakukan pemerintahan Kerajaan bagi umat manusia?

      19 Saksi-Saksi Yehuwa beriman pada Kerajaan Allah. Ini adalah ”langit baru” yang ditulis rasul Petrus, ”Ada langit baru dan bumi baru yang kita nantikan sesuai dengan janjinya, dan di dalamnya keadilbenaran akan tinggal.” (2 Petrus 3:13) ”Bumi baru” adalah masyarakat manusia yang baru yang akan diperintah oleh langit baru, Kerajaan Allah. Ini adalah penyelenggaraan yang Allah singkapkan dalam sebuah penglihatan kepada rasul Yohanes, yang menulis, ”Aku melihat langit baru dan bumi baru; karena langit terdahulu dan bumi terdahulu telah berlalu . . . Dan [Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.”​—Penyingkapan 21:1, 4.

      20 Perhatikan bahwa bumi baru ini akan adil-benar. Segala unsur yang tidak adil-benar akan disingkirkan oleh tindakan Allah, pertempuran Armagedon. (Penyingkapan 16:14, 16) Nubuat di Amsal 2:21, 22 menyatakannya demikian, ”Orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.” Dan Mazmur 37:9 menjanjikan, ”Orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan [Yehuwa] akan mewarisi negeri.” Bukankah saudara ingin hidup dalam dunia baru semacam itu?

      Beriman akan Janji-Janji Yehuwa

      21. Mengapa kita dapat beriman akan janji-janji Yehuwa?

      21 Dapatkah kita beriman akan janji-janji Yehuwa? Dengarlah apa yang Ia katakan melalui Yesaya nabi-Nya, ”Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan.” Bagian terakhir dari ayat 11 mengatakan, ”Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.” (Yesaya 46:9-11) Ya, kita dapat memiliki iman akan Yehuwa dan janji-janji-Nya dengan keyakinan seolah-olah janji tersebut telah terwujud. Alkitab menyatakannya sebagai berikut, ”Iman adalah penantian yang pasti akan perkara-perkara yang diharapkan, bukti yang jelas dari kenyataan-kenyataan walaupun tidak kelihatan.”​—Ibrani 11:1.

      22. Mengapa kita dapat merasa yakin bahwa Yehuwa akan menepati janji-janji-Nya?

      22 Orang-orang yang rendah hati memperlihatkan iman semacam itu karena mereka tahu bahwa Allah akan menepati janji-janji-Nya. Misalnya, di Mazmur 37:29, kita membaca, ”Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.” Dapatkah kita percaya akan hal ini? Ya, karena Ibrani 6:18 mengatakan, ”Adalah mustahil bagi Allah untuk berdusta.” Apakah Allah memiliki bumi ini, sehingga Ia dapat memberikannya kepada orang-orang yang rendah hati? Penyingkapan 4:11 menyatakan, ”Engkau menciptakan segala sesuatu, dan karena kehendakmulah mereka ada dan diciptakan.” Oleh karena itu, Mazmur 24:1 mengatakan, ”TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Yehuwa menciptakan bumi ini, memilikinya, dan memberikannya kepada orang-orang yang memiliki iman kepada-Nya. Untuk membantu membina keyakinan kita akan hal ini, artikel berikut akan memperlihatkan bagaimana Yehuwa telah menepati janji-janji-Nya kepada umat-Nya di masa lalu serta di zaman kita dan mengapa kita dapat memiliki keyakinan mutlak bahwa Ia akan melakukan hal itu di masa depan.

  • Yehuwa Menggenapi Janji-janji-Nya kepada Orang-Orang yang Setia
    Menara Pengawal—1998 | 15 April
    • Yehuwa Menggenapi Janji-janji-Nya kepada Orang-Orang yang Setia

      ”Ia yang berjanji adalah setia.”​—IBRANI 10:23.

      1, 2. Mengapa kita dapat memiliki keyakinan penuh akan janji-janji Yehuwa?

      YEHUWA meminta agar hamba-hamba-Nya memperkembangkan dan mempertahankan iman yang kuat kepada-Nya dan janji-janji-Nya. Dengan iman semacam itu, seseorang dapat sepenuhnya percaya bahwa Yehuwa akan melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Firman-Nya yang terilham menyatakan, ”Yehuwa yang berbala tentara telah bersumpah, dengan mengatakan, ’Sesungguhnya, tepat seperti yang telah aku maksudkan, demikianlah itu harus terjadi; dan tepat seperti yang telah aku putuskan, itulah yang akan menjadi kenyataan.’”​—Yesaya 14:24, NW.

      2 Pernyataan, ”Yehuwa yang berbala tentara telah bersumpah”, memperlihatkan bahwa Ia memberikan ikrar-Nya yang khidmat untuk menggenapi janji-janji-Nya. Itulah sebabnya mengapa Firman-Nya dapat mengatakan, ”Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:​5, 6) Bila kita percaya kepada Yehuwa dan membiarkan diri kita dituntun oleh hikmat-Nya, jalan kita pasti akan menuju ke kehidupan abadi, karena hikmat Allah adalah ”pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya”.​—Amsal 3:​18; Yohanes 17:3.

      Iman Sejati pada Zaman Purba

      3. Bagaimana Nuh memperlihatkan iman akan Yehuwa?

      3 Catatan tentang tindakan-tindakan Yehuwa terhadap orang-orang yang memiliki iman sejati membuktikan bahwa Ia dapat diandalkan. Misalnya, lebih dari 4.400 tahun yang lalu, Allah memberi tahu Nuh bahwa dunia pada zamannya akan dibinasakan dengan suatu Air Bah global. Ia menginstruksikan Nuh untuk membangun sebuah bahtera yang sangat besar untuk menyelamatkan kehidupan manusia dan binatang. Apa yang Nuh lakukan? Ibrani 11:7 memberi tahu kita, ”Dengan iman Nuh, setelah diberi peringatan ilahi tentang perkara-perkara yang belum kelihatan, memperlihatkan rasa takut yang saleh dan membangun sebuah bahtera untuk penyelamatan rumah tangganya.” Mengapa Nuh beriman akan sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya, sesuatu yang ”yang belum kelihatan”? Karena, ia mengetahui cukup banyak tentang cara-cara Allah berurusan sebelumnya dengan keluarga manusia sehingga ia memahami bahwa apa pun yang Allah katakan akan terwujud. Dengan demikian, Nuh merasa yakin bahwa Air Bah pasti akan terjadi.​—Kejadian 6:​9-​22.

      4, 5. Mengapa Abraham mempercayai Yehuwa sepenuhnya?

      4 Contoh lain dari iman sejati adalah Abraham. Hampir 3.900 tahun yang lalu, Allah menyuruhnya untuk mengorbankan Ishak, putra satu-satunya dari Sara, istrinya. (Kejadian 22:​1-​10) Bagaimana tanggapan Abraham? Ibrani 11:17 menyatakan, ”Dengan iman Abraham, ketika ia diuji, sama seperti telah mempersembahkan Ishak.” Akan tetapi, pada saat-saat terakhir, malaikat Yehuwa menghentikan Abraham. (Kejadian 22:​11, 12) Namun, mengapa Abraham bahkan mempertimbangkan untuk melakukan hal itu? Karena, seperti yang dikatakan Ibrani 11:​19, ”ia menganggap bahwa Allah sanggup membangkitkan [Ishak] bahkan dari antara yang mati”. Namun, bagaimana Abraham dapat beriman akan kebangkitan padahal ia belum pernah melihat kebangkitan dan belum ada satu pun kisah kebangkitan sebelumnya?

      5 Ingatlah, Sara berusia 89 tahun ketika Allah menjanjikan seorang putra kepadanya. Rahim Sara tidak lagi dapat digunakan untuk mengandung dan melahirkan anak​—dengan kata lain, telah mati. (Kejadian 18:​9-​14) Allah menghidupkan rahim Sara, dan ia melahirkan Ishak. (Kejadian 21:​1-3) Abraham mengetahui bahwa karena Allah dapat menghidupkan rahim Sara yang mati, maka Ia juga dapat menghidupkan Ishak kembali jika perlu. Roma 4:​20, 21 mengatakan tentang Abraham, ”Karena janji Allah ia tidak goyah karena ketiadaan iman, tetapi menjadi penuh kuasa oleh imannya, dengan memberikan kemuliaan kepada Allah dan karena yakin sepenuhnya bahwa apa yang telah dia janjikan juga sanggup dia lakukan.”

      6. Bagaimana Yosua menyatakan keyakinan akan Yehuwa?

      6 Lebih dari 3.400 tahun yang lalu sewaktu Yosua berusia lebih dari seratus tahun, dan setelah sepanjang umurnya mengalami bahwa Allah sungguh dapat dipercaya, ia menyatakan alasan keyakinannya sebagai berikut, ”Insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.”​—Yosua 23:14.

      7, 8. Haluan yang menyelamatkan kehidupan apa diambil oleh orang-orang Kristen yang setia pada abad pertama, dan mengapa?

      7 Sekitar 1.900 tahun yang lalu, banyak orang yang rendah hati mempertunjukkan iman sejati. Dari penggenapan nubuat Alkitab, mereka sadar bahwa Yesus adalah sang Mesias dan menerima pengajarannya. Dengan dasar yang kuat akan fakta-fakta ini dan akan Kitab-Kitab Ibrani, mereka beriman akan apa yang Yesus ajarkan. Oleh karena itu, sewaktu Yesus memberi tahu para pengikutnya bahwa Allah akan menjatuhkan vonis-Nya atas Yudea dan Yerusalem karena ketidaksetiaan, mereka percaya kepadanya. Dan sewaktu ia memberi tahu mereka apa yang perlu mereka lakukan untuk menyelamatkan kehidupan mereka, mereka melakukannya.

      8 Yesus memberi tahu orang-orang yang percaya bahwa apabila Yerusalem dikepung oleh bala tentara, mereka harus melarikan diri. Bala tentara Romawi benar-benar datang melawan Yerusalem pada tahun 66 M. Namun, bala tentara Romawi pergi tanpa alasan yang jelas. Itu menjadi tanda bagi orang-orang Kristen untuk meninggalkan kota tersebut, karena Yesus telah mengatakan, ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh bala tentara yang berkemah, kemudian ketahuilah bahwa penghancuran atasnya telah mendekat. Kemudian hendaklah mereka yang di Yudea mulai melarikan diri ke pegunungan, dan hendaklah mereka yang di tengah-tengahnya mengundurkan diri, dan hendaklah mereka yang di daerah-daerah pedesaan jangan masuk ke dalamnya.” (Lukas 21:20, 21) Orang-orang yang memiliki iman sejati meninggalkan Yerusalem dan sekitarnya, dan lari ke tempat yang aman.

      Akibat Tidak Beriman

      9, 10. (a) Bagaimana para pemimpin agama memperlihatkan bahwa mereka tidak memiliki iman kepada Yesus? (b) Apa akibat dari ketiadaan iman?

      9 Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki iman sejati? Mereka tidak melarikan diri sewaktu ada kesempatan. Mereka berpikir bahwa para pemimpin mereka dapat menyelamatkan mereka. Namun, para pemimpin dan pengikut mereka juga mengetahui bukti Kemesiasan Yesus. Jadi, mengapa mereka tidak menerima apa yang ia katakan? Karena keadaan hati mereka yang fasik. Ini tersingkap sebelumnya sewaktu mereka melihat bahwa banyak dari rakyat jelata berduyun-duyun mendatangi Yesus setelah ia membangkitkan Lazarus. Yohanes 11:47, 48 menceritakan, ”Para imam kepala dan orang-orang Farisi mengumpulkan Sanhedrin [majelis pengadilan tinggi Yahudi] bersama dan mulai mengatakan, ’Apa yang harus kita lakukan, karena pria ini [Yesus] melaksanakan banyak tanda? Jika kita membiarkan dia seperti ini, mereka semua akan menaruh iman kepadanya, dan orang-orang Romawi akan datang dan mengambil tempat kita dan juga bangsa kita.’” Ayat 53 mengatakan, ”Maka sejak hari itu mereka bermufakat mematikan dia.”

      10 Alangkah menakjubkannya mukjizat yang Yesus lakukan​—mengembalikan Lazarus dari kematian! Namun, para pemimpin agama ingin agar Yesus dibunuh karena melakukan hal itu. Kefasikan mereka yang terang-terangan lebih terungkap lagi sewaktu ”imam-imam kepala bermufakat mematikan Lazarus juga, sebab oleh karena dia banyak di antara orang-orang Yahudi pergi ke sana dan menaruh iman kepada Yesus”. (Yohanes 12:10, 11) Lazarus baru saja dibangkitkan dari kematian, dan imam-imam itu ingin melihatnya mati kembali! Mereka tidak mempedulikan kehendak Allah atau kesejahteraan rakyat jelata. Mereka mementingkan diri, hanya mempedulikan kedudukan mereka, keuntungan mereka. ”Mereka mengasihi kemuliaan dari manusia bahkan lebih daripada kemuliaan dari Allah.” (Yohanes 12:43) Namun, mereka harus membayar untuk ketiadaan iman mereka. Pada tahun 70 M, bala tentara Romawi datang kembali dan membinasakan tempat mereka serta bangsa mereka, dan banyak di antara mereka kehilangan nyawa.

      Iman yang Dipertunjukkan pada Zaman Kita

      11. Pada awal abad ini, bagaimana iman sejati dipertunjukkan?

      11 Pada abad ini, juga terdapat banyak pria dan wanita yang memiliki iman sejati. Misalnya, pada awal tahun 1900-an, orang-orang pada umumnya mengantisipasi masa depan yang penuh damai dan makmur. Pada waktu yang sama, orang-orang yang menaruh iman kepada Yehuwa memperingatkan bahwa orang-orang akan memasuki suatu era terjadinya kesusahan yang terburuk. Itu yang dinubuatkan Firman Allah dalam Matius pasal 24, 2 Timotius pasal 3, dan lain-lain. Apa yang dikatakan oleh orang-orang yang memiliki iman ini terjadi, mulai pada tahun 1914 dengan berkecamuknya Perang Dunia I. Dunia ini telah memasuki ”hari-hari terakhir”nya, dengan ”masa kritis yang sulit dihadapi”. (2 Timotius 3:1) Mengapa hamba-hamba Yehuwa mengetahui kebenaran tentang kondisi dunia pada saat itu sedangkan orang-orang lain tidak? Karena, seperti Yosua, mereka memiliki iman bahwa tidak satu pun firman Yehuwa yang tidak dipenuhi.

      12. Dewasa ini, janji apa dari Yehuwa dipercayai sepenuhnya oleh hamba-hamba-Nya?

      12 Dewasa ini, hamba-hamba Yehuwa, yang menaruh kepercayaan mereka pada-Nya, berjumlah hampir enam juta di seluas dunia. Mereka mengetahui berdasarkan bukti-bukti dalam penggenapan firman nubuat Allah bahwa Ia akan segera mengakhiri sistem perkara yang beringas dan amoral ini. Maka, mereka merasa yakin bahwa waktunya telah dekat manakala mereka akan melihat pelaksanaan dari 1 Yohanes 2:17, yang mengatakan, ”Dunia ini sedang berlalu dan demikian pula keinginannya, tetapi dia yang melakukan kehendak Allah tetap selama-lamanya.” Hamba-hamba-Nya sepenuhnya percaya bahwa Yehuwa akan menggenapi janji ini.

      13. Seberapa jauhkah kita dapat mempercayai Yehuwa?

      13 Sejauh mana saudara dapat mempercayai Yehuwa? Saudara dapat mempercayakan kehidupan saudara kepada-Nya! Bahkan jika saudara sekarang kehilangan kehidupan demi melayani-Nya, Ia akan memberikan kembali kehidupan yang jauh lebih baik dalam kebangkitan. Yesus meyakinkan kita, ”Jamnya akan tiba ketika semua orang yang di dalam makam peringatan [yaitu yang berada di dalam ingatan Allah] akan mendengar suaranya dan keluar.” (Yohanes 5:28, 29) Apakah saudara mengenal seorang dokter, pemimpin politik, ilmuwan, pengusaha, atau manusia lain yang sanggup melakukan hal itu? Riwayat mereka memperlihatkan bahwa mereka tidak sanggup. Yehuwa sanggup, dan Ia akan melakukannya!

      Suatu Masa Depan yang Menakjubkan bagi Orang-Orang yang Setia

      14. Masa depan yang menakjubkan apa dijanjikan Firman Allah bagi orang-orang yang setia?

      14 Yesus menunjukkan pastinya dunia baru di bawah Kerajaan surgawi Allah, dengan mengatakan, ”Berbahagialah orang-orang yang berwatak lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi.” (Matius 5:5) Ayat itu memperkuat janji Allah yang terdapat di Mazmur 37:29, ”Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.” Dan, tepat sebelum kematian Yesus sewaktu seorang pelaku kejahatan menyatakan iman kepadanya, Yesus mengatakan kepada pria tersebut, ”Engkau akan bersamaku di Firdaus.” (Lukas 23:43) Ya, sebagai Raja dari Kerajaan Allah, Yesus akan memastikan bahwa pria ini akan dibangkitkan kepada kehidupan di bumi dengan kesempatan untuk hidup kekal dalam Firdaus itu. Dewasa ini, orang-orang yang menaruh iman akan Kerajaan Yehuwa juga dapat berharap untuk hidup di Firdaus sewaktu ”[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit”.​—Penyingkapan 21:4.

      15, 16. Mengapa kehidupan akan begitu penuh damai dalam dunia baru?

      15 Marilah kita mengarahkan pikiran kita pada dunia baru tersebut. Bayangkan kita sudah berada di sana. Ke mana pun mata memandang, kita pasti akan mengamati orang-orang yang berbahagia tinggal bersama dalam perdamaian total. Mereka menikmati keadaan yang mirip dengan yang dilukiskan di Yesaya 14:7, ”Segenap bumi sudah aman dan tenteram; orang bergembira dengan sorak-sorai.” Mengapa demikian? Antara lain, perhatikan bahwa pintu rumah-rumah tidak dikunci. Itu tidak perlu, karena tidak ada kejahatan atau kekerasan. Ini tepat seperti yang dikatakan Firman Allah, ”Mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan.”​—Mikha 4:4.

      16 Juga, perang tidak akan ada lagi, karena di sini perang dilarang. Segala senjata telah diubah menjadi alat-alat perdamaian. Dalam arti sepenuhnya, Yesaya 2:4 telah digenapi, ”Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.” Namun, itulah yang kita harapkan! Mengapa? Karena, banyak penduduk dunia baru telah belajar melakukan hal itu semasa mereka melayani Allah di dunia tua.

      17. Keadaan hidup seperti apa akan ada di bawah Kerajaan Allah?

      17 Hal lain lagi yang saudara perhatikan adalah bahwa tidak ada kemiskinan. Tidak ada yang hidup dalam kawasan kumuh atau mengenakan kain compang-camping atau tunawisma. Setiap orang memiliki rumah yang nyaman dan tanah milik yang terawat baik dengan pohon-pohon dan bunga-bunga yang indah. (Yesaya 35:1, 2; 65:21, 22; Yehezkiel 34:27) Dan tidak ada kelaparan karena Allah telah menggenapi janji-Nya bahwa akan ada berlimpah makanan bagi semua, ”Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan.” (Mazmur 72:16) Sebenarnya, di bawah petunjuk Kerajaan Allah, suatu firdaus yang luar biasa akan meluas ke seluruh bumi, seperti maksud-tujuan Allah di Eden dahulu.—Kejadian 2:8.

      18. Dalam dunia baru, hal-hal apa tidak akan lagi mengancam orang-orang?

      18 Saudara juga sangat takjub dengan energi yang limpah yang dimiliki semua orang. Ini karena mereka kini memiliki tubuh dan pikiran yang sempurna. Tidak ada lagi penyakit, rasa sakit, atau kematian. Tidak ada lagi yang berada di kursi roda atau tempat tidur rumah sakit. Itu semua sudah berlalu selamanya. (Yesaya 33:24; 35:5, 6) Ya, tidak ada seekor binatang pun yang menjadi ancaman, karena mereka semua telah dijinakkan oleh kuasa Allah!​—Yesaya 11:6-8; 65:25; Yehezkiel 34:25.

      19. Mengapa setiap hari dalam dunia baru akan menjadi ”kesenangan yang luar biasa”?

      19 Sungguh menakjubkan peradaban yang sedang dibangun oleh penduduk yang setia dari dunia baru ini! Energi dan keterampilan mereka, serta kekayaan bumi, dibaktikan untuk menekuni hal-hal positif, bukan untuk mencelakakan; untuk bekerja sama dengan orang-orang lain, bukan untuk bersaing dengan mereka. Dan setiap orang yang saudara jumpai dapat saudara percayai, karena, seperti yang Allah janjikan, semua adalah ”murid TUHAN”. (Yesaya 54:13) Karena setiap orang dipimpin oleh hukum-hukum dan prinsip-prinsip Allah, bumi ”penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya”. (Yesaya 11:9) Benar, setiap hari dalam dunia baru akan menjadi ”kesenangan yang luar biasa”, seperti yang dikatakan Mazmur 37:11 (NW).

      Suatu Masa Depan yang Bahagia Terjamin

      20. Apa yang harus kita lakukan untuk menikmati masa depan yang penuh damai?

      20 Apa yang harus kita lakukan untuk menjadi bagian dari masa depan yang bahagia ini? Yesaya 55:6 memberi tahu kita, ”Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Dan seraya kita membuat penyelidikan, sikap kita hendaknya seperti yang digambarkan di Mazmur 143:10, ”Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku!” Orang-orang yang melakukan hal ini akan berjalan secara tidak bercela di hadapan Yehuwa melewati hari-hari terakhir ini dan dapat menantikan masa depan yang baik. ”Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.”​—Mazmur 37:37, 38.

      21, 22. Apa yang Allah bentuk dewasa ini, dan bagaimana pelatihan ini dilaksanakan?

      21 Sekarang, Yehuwa sedang memanggil keluar dari setiap bangsa orang-orang yang bersedia melakukan kehendak-Nya. Ia membentuk mereka menjadi dasar masyarakat bumi baru-Nya, seperti yang diramalkan oleh nubuat Alkitab, ”Pada hari-hari yang terakhir [masa kita hidup sekarang] . . . , banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ’Mari, kita naik ke gunung TUHAN [ibadat sejati-Nya yang ditinggikan] . . . Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya.’”​—Yesaya 2:2, 3.

      22 Penyingkapan 7:9 menggambarkan orang-orang ini sebagai ”kumpulan besar . . . dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. Ayat 14 menyatakan, ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesengsaraan besar,” selamat dari akhir sistem perkara ini. Fondasi dunia baru ini sekarang berkekuatan hampir enam juta orang, dan banyak orang baru menjadi bagian darinya setiap tahun. Semua hamba Yehuwa yang setia ini sedang dilatih untuk hidup di dunia baru-Nya. Mereka mempelajari keterampilan rohani dan keterampilan-keterampilan lain yang dibutuhkan untuk mengubah bumi ini menjadi suatu firdaus. Dan mereka sepenuhnya percaya bahwa Firdaus tersebut akan menjadi kenyataan karena ”ia yang berjanji adalah setia”.​—Ibrani 10:23.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan