PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Masa Depan Siapa Dapat Meramalkannya?
    Menara Pengawal—1986 (Seri 24) | Menara Pengawal—1986 (Seri 24)
    • MENCOBA meramal masa depan memang mudah. Tetapi meramal dengan tepat tidak semudah itu. Semua akan sia-sia bila ramalan menjadi bumerang, seperti diperlihatkan dengan jelas oleh contoh-contoh yang tercantum di sebelah kiri ini.

      Sejak jaman purba, manusia berusaha mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Bahkan dewasa ini, sebagian besar dari kita ingin tahu mengenai hari esok. Karena berusaha mengetahui kejadian-kejadian yang akan datang, manusia mencoba beraneka-ragam cara. Misalnya, mereka meneliti tubuh manusia untuk mencari petunjuk-petunjuk dalam ciri-ciri wajah, bentuk garis tengkorak, dan garis-garis telapak tangan. Manusia mempelajari hewan-hewan—gerak-gerik tikus atau ular, terbangnya burung-burung, bahkan cara seekor ayam betina mematuk butir-butir padi yang ditaruh di tanah. Ada yang menggunakan benda-benda seperti bola-bola kristal, kartu-kartu bermain, dadu, daun-daun teh, atau ampas kopi. Teknik yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan bangsa, kebiasaan, dan jaman, tetapi hasilnya semua sama: gagal.

  • Masa Depan Siapa Dapat Meramalkannya?
    Menara Pengawal—1986 (Seri 24) | Menara Pengawal—1986 (Seri 24)
    • [Gambar di hlm. 2]

      “Pesawat-pesawat terbang yang lebih berat dari udara adalah mustahil.”—Lord Kelvin, ahli matematika dan fisika Inggris, dan Presiden dari British Royal Society, kira-kira tahun 1895.a

      [Catatan Kaki]

      a Kutipan-kutipan ini diambil dari buku The Experts Speak (Para Ahli Berbicara), oleh Christopher Cerf dan Victor Navasky.

      “Jika kita mulai mencoba dan memahami kehidupan yang akan datang pada tahun 1960, kita harus mulai menyadari bahwa harga makanan, pakaian dan perumahan akan sama murahnya seperti udara.”—John Langdon-Davies, wartawan Inggris dan Anggota dari Royal Anthropological Institute, 1936.

      “Ini kebodohan terbesar yang pernah kita lakukan. . . . Bom itu tidak pernah akan meledak, dan saya mengatakan hal ini sebagai seorang ahli dalam bahan-bahan peledak.”—Laksamana William Leahy, ketika memberitahu Presiden A.S. Harry Truman mengenai proyek bom atom A.S., 1945.

      [Keterangan]

      U.S. National Archives

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan