-
Allah Mengundang Anda Menjadi Sahabat-NyaAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 1
Allah Mengundang Anda Menjadi Sahabat-Nya
Allah ingin agar Anda menjadi sahabat-Nya. Pernahkah Anda membayangkan bahwa Anda dapat menjadi sahabat dari Pribadi terbesar di alam semesta? Abraham, yang hidup lama berselang, disebut sahabat Allah. (Yakobus 2:23) Orang-orang lain yang disebutkan di Alkitab juga menikmati persahabatan dengan Allah dan diberkati dengan limpah. Dewasa ini, orang-orang dari segala penjuru bumi telah menjadi sahabat Allah. Anda pun dapat menjadi sahabat Allah.
Menjadi sahabat Allah lebih baik daripada menjadi sahabat manusia mana pun. Allah tidak pernah mengecewakan sahabat-sahabat-Nya yang loyal. (Mazmur 18:25) Menjadi sahabat Allah lebih baik daripada memiliki kekayaan. Sewaktu orang kaya meninggal, uangnya akan diambil orang lain. Akan tetapi, orang-orang yang menikmati persahabatan dengan Allah memiliki harta yang tidak dapat dirampas oleh siapa pun.—Matius 6:19.
Beberapa orang mungkin mencoba mencegah Anda belajar tentang Allah. Ini mungkin dilakukan bahkan oleh beberapa sahabat dan anggota keluarga Anda sendiri. (Matius 10:36, 37) Seandainya ada yang menertawakan atau mengancam Anda, tanyalah diri Anda, ’Siapa yang ingin saya senangkan—manusia atau Allah?’ Pikirkanlah hal ini: Seandainya seseorang menyuruh Anda untuk berhenti makan, apakah Anda akan menurutinya? Tentu saja tidak! Anda membutuhkan makanan untuk hidup. Namun, Allah dapat membuat Anda hidup selama-lamanya! Jadi, jangan pernah membiarkan siapa pun membuat Anda berhenti mempelajari caranya Anda dapat menjadi sahabat Allah.—Yohanes 17:3.
-
-
Allah, Sahabat Terbaik yang Dapat Anda MilikiAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 2
Allah, Sahabat Terbaik yang Dapat Anda Miliki
Menjadi sahabat Allah merupakan hal terbaik yang dapat Anda alami. Allah akan mengajar Anda caranya menjadi bahagia dan sentosa; Dia akan membebaskan Anda dari banyak kepercayaan yang salah dan perbuatan yang mencelakakan. Dia akan mendengarkan doa-doa Anda. Dia akan membantu Anda menikmati kedamaian batin dan rasa percaya diri. (Mazmur 71:5; 73:28) Allah akan mendukung Anda di masa-masa sulit. (Mazmur 18:18) Dan, Allah menawarkan karunia-Nya berupa kehidupan abadi kepada Anda.—Roma 6:23.
Seraya Anda mendekat kepada Allah, Anda juga sedang mendekat kepada sahabat-sahabat Allah. Mereka juga akan menjadi sahabat Anda. Bahkan, mereka akan menjadi seperti saudara kandung Anda. Mereka akan senang mengajar Anda tentang Allah dan akan membantu serta memberikan dukungan moril kepada Anda.
Kita tidak sederajat dengan Allah. Seraya Anda berupaya menjalin persahabatan dengan Allah, ada satu hal penting yang harus Anda pahami. Persahabatan dengan Allah bukan persahabatan antara dua orang yang sederajat. Dia jauh lebih tua, lebih berhikmat, dan lebih kuat daripada kita. Dia adalah Penguasa kita yang berdaulat. Jadi, jika kita ingin menjadi sahabat-Nya, kita harus mendengarkan Dia dan melakukan apa yang diminta-Nya. Hal ini akan selalu berfaedah bagi kita.—Yesaya 48:18.
-
-
Anda Perlu Belajar tentang AllahAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 3
Anda Perlu Belajar tentang Allah
Agar menjadi sahabat Allah, Anda perlu belajar tentang Dia. Apakah sahabat-sahabat Anda mengetahui nama Anda dan menggunakannya? Sudah tentu. Allah juga ingin agar Anda mengetahui dan menggunakan nama-Nya. Nama Allah adalah Yehuwa. (Mazmur 83:18; Matius 6:9) Anda juga harus belajar tentang apa yang Dia sukai dan yang Dia benci. Anda perlu mengetahui siapa sahabat-sahabat-Nya dan siapa musuh-musuh-Nya. Butuh waktu untuk mengenal seseorang. Alkitab mengatakan bahwa menyediakan waktu untuk belajar tentang Yehuwa merupakan haluan yang berhikmat.—Efesus 5:15, 16.
Sahabat-sahabat Allah melakukan apa yang menyenangkan Dia. Pikirkan tentang sahabat-sahabat Anda. Jika Anda memperlakukan mereka dengan buruk dan melakukan apa yang mereka benci, masih maukah mereka menjadi sahabat Anda? Tentu saja tidak! Demikian pula, jika Anda ingin menjadi sahabat Allah, Anda perlu melakukan apa yang menyenangkan Dia.—Yohanes 4:24.
Tidak semua agama menuju kepada persahabatan dengan Allah. Yesus, sahabat karib Allah, menyebutkan tentang dua jalan. Jalan yang satu lebar dan penuh orang. Jalan ini menuju kebinasaan. Jalan yang satunya lagi sempit dan hanya sedikit orang yang berjalan melaluinya. Jalan ini menuju kehidupan abadi. Artinya, jika Anda ingin menjalin persahabatan dengan Allah, Anda harus mempelajari cara yang benar untuk menyembah-Nya.—Matius 7:13, 14.
-
-
Cara Anda Dapat Belajar tentang AllahAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 4
Cara Anda Dapat Belajar tentang Allah
Anda dapat belajar tentang Yehuwa dengan membaca Alkitab. Lama berselang, Allah memilih beberapa orang untuk menuliskan pikiran-Nya. Tulisan-tulisan tersebut dinamakan Alkitab. Dewasa ini, kita belajar tentang Allah dengan membaca Alkitab. Karena Alkitab berisi firman, atau berita, dari Yehuwa, Alkitab juga disebut Firman Allah. Kita dapat mempercayai apa yang Alkitab katakan karena Yehuwa tidak pernah berdusta. ”Allah mustahil berdusta.” (Ibrani 6:18) Firman Allah berisi kebenaran.—Yohanes 17:17.
Alkitab adalah salah satu pemberian Allah yang paling berharga kepada kita. Alkitab bagaikan sepucuk surat dari seorang ayah yang pengasih kepada anak-anaknya. Alkitab memberi tahu kita janji Allah untuk mengubah bumi menjadi tempat tinggal yang menakjubkan—suatu firdaus. Alkitab memberi tahu kita apa yang telah, sedang, dan akan Dia lakukan di masa depan bagi anak-anak-Nya yang setia. Alkitab juga membantu kita memecahkan masalah-masalah kita dan memperoleh kebahagiaan.—2 Timotius 3:16, 17.
Saksi-Saksi Yehuwa adalah sahabat-sahabat Allah; mereka akan membantu Anda memahami apa yang Alkitab ajarkan. Jangan segan-segan memberi tahu mereka bahwa Anda ingin belajar Alkitab. Mereka tidak memungut bayaran untuk itu. (Matius 10:8) Selain itu, Anda dapat menghadiri perhimpunan Kristen. Ini diadakan di tempat ibadat yang disebut Balai Kerajaan. Dengan menghadiri perhimpunan Kristen, pengetahuan Anda tentang Allah akan bertambah dengan cepat.
Anda dapat belajar tentang Allah dari hal-hal yang Dia buat. Misalnya, Alkitab mengatakan, ”Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kejadian 1:1) Ketika Yehuwa menciptakan ”langit”, Dia membuat matahari. Nah, apa yang ditunjukkan oleh hal ini tentang Allah? Hal ini memberi tahu kita bahwa Yehuwa memiliki kuasa yang sangat besar. Hanya Dia yang sanggup membuat benda sehebat matahari. Hal ini juga memberi tahu kita bahwa Yehuwa itu berhikmat, karena dibutuhkan hikmat untuk membuat matahari, yang memancarkan panas dan terang, tetapi tidak pernah habis terbakar.
Ciptaan Yehuwa memperlihatkan bahwa Dia mengasihi kita. Pikirkan tentang beranekaragamnya buah-buahan yang ada di bumi. Bisa saja, Yehuwa hanya menyediakan satu macam buah bagi kita—atau sama sekali tidak ada buah. Sebaliknya, Yehuwa memberi kita bermacam-macam buah dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan rasa. Hal ini memperlihatkan bahwa Yehuwa adalah Allah yang selain pengasih, juga sangat murah hati, penuh perhatian, dan baik hati.—Mazmur 104:24.
-
-
Sahabat-Sahabat Allah Akan Hidup di FirdausAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 5
Sahabat-Sahabat Allah Akan Hidup di Firdaus
Firdaus tidak akan seperti dunia tempat tinggal kita sekarang. Allah tidak pernah ingin bumi dipenuhi masalah dan kesedihan, kepedihan hati dan penderitaan. Di masa depan, Allah akan membuat bumi menjadi firdaus. Seperti apakah Firdaus kelak? Marilah kita perhatikan apa yang Alkitab katakan:
Orang-orang yang baik. Firdaus akan menjadi rumah bagi sahabat-sahabat Allah. Mereka akan melakukan hal-hal yang baik terhadap satu sama lain. Mereka akan hidup menurut jalan-jalan Allah yang adil-benar.—Amsal 2:21.
Makanan yang berlimpah. Di Firdaus, tidak akan ada lagi kelaparan. Alkitab berkata, ”Akan ada banyak biji-bijian [atau, makanan] di bumi.”—Mazmur 72:16.
Rumah yang bagus dan pekerjaan yang menyenangkan. Di bumi Firdaus, setiap keluarga akan memiliki rumahnya sendiri. Setiap orang akan melakukan pekerjaan yang menghasilkan kebahagiaan sejati.—Yesaya 65:21-23.
Perdamaian seluas dunia. Orang-orang tidak lagi bertempur dan mati dalam perang. Firman Allah mengatakan, ”[Allah] menghentikan peperangan.”—Mazmur 46:8, 9.
Kesehatan yang baik. Alkitab menjanjikan, ”Tidak ada penghuni [Firdaus] yang akan mengatakan, ’Aku sakit.’” (Yesaya 33:24) Juga, tidak akan ada lagi orang timpang, buta, tuli, atau bisu.—Yesaya 35:5, 6.
Berakhir sudah penderitaan, kesedihan, dan kematian. Firman Allah mengatakan, ”Kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.”—Penyingkapan (Wahyu) 21:4.
Lenyap sudah orang-orang jahat. Yehuwa berjanji, ”Orang fasik . . . akan dimusnahkan dari bumi; dan mengenai pengkhianat, mereka akan direnggut dari situ.”—Amsal 2:22.
Orang-orang akan saling mengasihi dan menghormati. Tidak akan ada lagi ketidakadilan, penindasan, ketamakan, dan kebencian. Orang-orang akan bersatu dan hidup selaras dengan jalan-jalan Allah yang adil-benar.—Yesaya 26:9.
-
-
Firdaus Sudah Dekat!Anda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 6
Firdaus Sudah Dekat!
Hal-hal buruk yang sekarang terjadi di bumi memperlihatkan bahwa Firdaus sudah dekat. Alkitab mengatakan bahwa kita akan menyaksikan masa yang mengerikan tepat sebelum Firdaus datang. Kita hidup pada masa itu sekarang! Berikut ini adalah hal-hal yang Alkitab katakan akan terjadi:
Perang-perang besar. ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan.” (Matius 24:7) Nubuat ini telah menjadi kenyataan. Sejak tahun 1914, telah terjadi dua perang dunia dan banyak perang lain yang lebih kecil. Jutaan nyawa telah menjadi korban.
Mewabahnya penyakit. ”Di berbagai tempat akan ada sampar.” (Lukas 21:11) Apakah ini telah menjadi kenyataan? Ya. Kanker, penyakit jantung, tuberkulosis, malaria, AIDS, dan penyakit lain telah menewaskan jutaan orang.
Kelaparan. Di seluruh bumi, ada orang-orang yang tidak memiliki cukup makanan. Setiap tahun, jutaan orang meninggal karena kelaparan. Inilah tanda lain bahwa Firdaus akan segera datang. Alkitab mengatakan, ”Akan ada kekurangan makanan.”—Markus 13:8.
Gempa bumi. ”Akan ada . . . gempa bumi di berbagai tempat.” (Matius 24:7) Hal ini juga telah menjadi kenyataan pada zaman kita. Sejak tahun 1914, lebih dari sejuta orang tewas akibat gempa bumi.
Orang fasik. Orang-orang akan menjadi ”pencinta uang” dan ”pencinta diri sendiri”. Mereka akan ”mencintai kesenangan sebaliknya daripada mengasihi Allah”. Anak-anak akan menjadi ”tidak taat kepada orang-tua”. (2 Timotius 3:1-5) Tidakkah Anda setuju bahwa ada banyak orang seperti itu dewasa ini? Mereka tidak merespek Allah, dan mereka mempersulit orang-orang yang berupaya belajar tentang Allah.
Kejahatan. Juga, akan ada ”bertambahnya pelanggaran hukum”. (Matius 24:12) Kemungkinan besar, Anda setuju bahwa kejahatan sekarang lebih parah daripada tahun-tahun yang lalu. Di mana-mana, orang-orang terancam dirampok, ditipu, atau disakiti.
Semua hal ini memperlihatkan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Alkitab mengatakan, ”Apabila kamu melihat hal-hal ini terjadi, ketahuilah bahwa kerajaan Allah sudah dekat.” (Lukas 21:31) Apa itu Kerajaan Allah? Ini adalah pemerintahan surgawi Allah yang akan mewujudkan Firdaus di bumi. Kerajaan Allah akan menggantikan pemerintah-pemerintah manusia.—Daniel 2:44.
-
-
Sebuah Peringatan dari Masa LaluAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 7
Sebuah Peringatan dari Masa Lalu
Yehuwa tidak akan membiarkan orang jahat merusak Firdaus. Hanya sahabat-sahabat-Nya yang akan hidup di sana. Apa yang akan terjadi dengan orang-orang jahat? Untuk mengetahui jawabannya, perhatikan kisah nyata Nuh. Nuh hidup ribuan tahun yang lalu. Ia seorang pria baik yang selalu berupaya keras melakukan kehendak Yehuwa. Namun, orang-orang lain di bumi melakukan hal-hal yang buruk. Jadi, Yehuwa memberi tahu Nuh bahwa Dia akan mendatangkan air bah untuk membinasakan semua orang fasik itu. Dia memberi tahu Nuh agar membangun sebuah bahtera sehingga ia dan keluarganya tidak akan mati sewaktu Air Bah datang.—Kejadian 6:9-18.
Nuh dan keluarganya membangun bahtera. Nuh memperingatkan orang-orang bahwa akan ada Air Bah, namun mereka tidak mendengarkan dia. Mereka terus melakukan hal-hal yang buruk. Setelah bahtera rampung, Nuh memasukkan binatang-binatang ke dalamnya, lalu ia dan keluarganya juga masuk. Kemudian, Yehuwa mendatangkan badai yang dahsyat. Hujan turun selama 40 hari dan 40 malam. Air membanjiri seluruh bumi.—Kejadian 7:7-12.
Orang-orang fasik kehilangan nyawa mereka, tetapi Nuh dan keluarganya diselamatkan. Yehuwa menyelamatkan mereka melampaui Air Bah, dan memasuki bumi yang sudah dibersihkan dari kefasikan. (Kejadian 7:22, 23) Alkitab mengatakan bahwa saatnya akan tiba manakala Yehuwa akan sekali lagi membinasakan orang-orang yang menolak melakukan apa yang benar. Orang-orang baik tidak akan dibinasakan. Mereka akan hidup untuk selama-lamanya di bumi Firdaus.—2 Petrus 2:5, 6, 9.
Dewasa ini, banyak orang melakukan hal-hal yang buruk. Dunia ini penuh masalah. Yehuwa terus-menerus mengirimkan Saksi-Saksi-Nya guna memperingatkan orang-orang, namun kebanyakan tidak mau mendengarkan firman Yehuwa. Mereka tidak mau berubah. Mereka tidak mau menerima apa yang Allah katakan tentang yang benar dan yang salah. Apa yang akan terjadi pada orang-orang ini? Apakah mereka bakal berubah? Banyak yang tidak akan pernah berubah. Saatnya akan tiba manakala orang-orang fasik dibinasakan dan tidak pernah hidup lagi.—Mazmur 92:7.
Bumi tidak akan dibinasakan; tetapi akan dibuat menjadi firdaus. Orang-orang yang menjadi sahabat Yehuwa akan hidup selama-lamanya di bumi Firdaus.—Mazmur 37:29.
-
-
Siapa Saja Musuh Allah?Anda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 8
Siapa Saja Musuh Allah?
Musuh Allah yang utama adalah Setan si Iblis. Dia adalah makhluk roh yang memberontak melawan Yehuwa. Setan terus berjuang melawan Allah dan mengakibatkan kesulitan besar bagi manusia. Setan itu jahat. Dia adalah pendusta dan pembunuh.—Yohanes 8:44.
Makhluk-makhluk roh lain bergabung dengan Setan dalam pemberontakannya melawan Allah. Alkitab menyebut mereka hantu-hantu. Seperti Setan, hantu-hantu adalah musuh manusia. Mereka senang mencelakakan orang-orang. (Matius 9:32, 33; 12:22) Yehuwa akan membinasakan Setan dan hantu-hantunya untuk selama-lamanya. Mereka hanya punya sedikit waktu untuk mendatangkan kesulitan kepada manusia.—Penyingkapan 12:12.
Jika Anda ingin menjadi sahabat Allah, Anda tidak boleh melakukan apa yang Setan ingin Anda lakukan. Setan dan hantu-hantunya membenci Yehuwa. Mereka adalah musuh Allah, dan mereka ingin menjadikan Anda musuh Allah. Anda harus memilih, siapa yang ingin Anda senangkan—Setan atau Yehuwa. Jika Anda ingin hidup abadi, Anda harus memilih untuk melakukan kehendak Allah. Setan memiliki banyak muslihat dan cara untuk menipu orang. Kebanyakan orang sedang ditipu olehnya.—Penyingkapan 12:9.
-
-
Siapa Saja Sahabat Allah?Anda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 9
Siapa Saja Sahabat Allah?
Yesus Kristus adalah Putra Allah dan sahabat-Nya yang terdekat dan paling disayangi. Sebelum hidup sebagai manusia di bumi, Yesus hidup di surga sebagai makhluk roh yang perkasa. (Yohanes 17:5) Kemudian, dia datang ke bumi untuk mengajarkan kebenaran tentang Allah kepada orang-orang. (Yohanes 18:37) Dia juga memberikan kehidupan manusianya untuk menyelamatkan manusia-manusia yang taat dari dosa dan kematian. (Roma 6:23) Sekarang, Yesus adalah Raja dari Kerajaan Allah, suatu pemerintahan surgawi yang akan mewujudkan Firdaus di bumi ini.—Penyingkapan 19:16.
Para malaikat adalah sahabat Allah juga. Para malaikat tidak memulai kehidupan mereka di bumi sebagai manusia. Mereka diciptakan di surga sebelum Allah membuat bumi. (Ayub 38:4-7) Ada jutaan malaikat. (Daniel 7:10) Sahabat-sahabat surgawi Allah ini ingin agar orang-orang belajar kebenaran tentang Yehuwa.—Penyingkapan 14:6, 7.
Allah juga memiliki sahabat-sahabat di bumi; Ia menyebut mereka saksi-saksi-Nya. Di pengadilan, seorang saksi memberi tahu apa yang ia ketahui tentang seseorang atau sesuatu. Saksi-Saksi Yehuwa memberi tahu orang lain apa yang mereka ketahui tentang Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya. (Yesaya 43:10) Seperti para malaikat, Saksi-Saksi ingin membantu Anda mempelajari kebenaran tentang Yehuwa. Mereka ingin agar Anda pun menjadi sahabat Allah.
-
-
Cara Menemukan Agama yang BenarAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 10
Cara Menemukan Agama yang Benar
Jika Anda ingin menjadi sahabat Allah, Anda harus mempraktekkan agama yang Allah perkenan. Yesus mengatakan bahwa ”para penyembah yang benar” akan menyembah Allah selaras dengan ”kebenaran”. (Yohanes 4:23, 24) Hanya ada satu cara yang benar untuk menyembah Allah. (Efesus 4:4-6) Agama yang benar menuntun kepada kehidupan abadi, dan agama palsu menuju kepada kebinasaan.—Matius 7:13, 14.
Anda dapat mengenali agama yang benar dengan mengamati orang-orang yang mempraktekkannya. Karena Yehuwa itu baik, para penyembah-Nya yang benar pastilah orang-orang yang baik. Seperti halnya pohon jeruk yang baik menghasilkan jeruk yang baik, agama yang benar menghasilkan orang-orang yang baik.—Matius 7:15-20.
Sahabat-sahabat Yehuwa memiliki respek yang dalam terhadap Alkitab. Mereka tahu bahwa Alkitab berasal dari Allah. Mereka membiarkannya membimbing kehidupan mereka, memecahkan masalah-masalah mereka, dan membantu mereka belajar tentang Allah. (2 Timotius 3:16) Mereka berupaya mempraktekkan apa yang mereka beritakan.
Sahabat-sahabat Yehuwa memperlihatkan kasih terhadap satu sama lain. Yesus memperlihatkan kasih kepada orang-orang dengan mengajar mereka tentang Allah, dan menyembuhkan orang-orang sakit. Orang-orang yang mempraktekkan agama yang benar juga memperlihatkan kasih kepada orang lain. Seperti Yesus, mereka tidak memandang rendah orang-orang yang miskin atau yang berasal dari kelompok etnik lain. Yesus mengatakan bahwa orang-orang akan mengenal murid-muridnya melalui kasih yang mereka perlihatkan terhadap satu sama lain.—Yohanes 13:35.
Sahabat-sahabat Allah menghormati nama Allah, Yehuwa. Jika seseorang tidak mau menggunakan nama Anda, dapatkah orang itu menjadi sahabat Anda? Tidak! Kalau kita mempunyai sahabat, kita menggunakan namanya dan mengatakan hal-hal yang baik tentang dia kepada orang lain. Jadi, siapa saja yang ingin menjadi sahabat Allah hendaknya menggunakan nama-Nya dan berbicara tentang Dia kepada orang lain. Yehuwa ingin agar kita melakukannya.—Matius 6:9; Roma 10:13, 14.
Seperti Yesus, sahabat-sahabat Allah mengajar orang-orang tentang Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah pemerintahan surgawi yang akan membuat bumi menjadi firdaus. Sahabat-sahabat Allah membagikan kabar baik tentang Kerajaan Allah ini kepada orang lain.—Matius 24:14.
Saksi-Saksi Yehuwa berupaya menjadi sahabat-sahabat Allah. Mereka merespek Alkitab dan memiliki kasih di antara mereka. Mereka juga menggunakan dan menghormati nama Allah serta mengajar orang lain tentang Kerajaan Allah. Saksi-Saksi Yehuwa mempraktekkan agama yang benar di bumi dewasa ini.
-
-
Tolaklah Agama Palsu!Anda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 11
Tolaklah Agama Palsu!
Setan dan hantu-hantunya tidak ingin Anda melayani Allah. Kalau bisa, mereka ingin memalingkan semua orang dari Allah. Bagaimana mereka berupaya melakukannya? Salah satu caranya adalah melalui agama palsu. (2 Korintus 11:13-15) Suatu agama disebut palsu kalau agama itu tidak mengajarkan kebenaran dari Alkitab. Agama palsu bagaikan uang palsu—kelihatan asli, namun tidak ada harganya. Agama palsu dapat menimbulkan banyak kesulitan bagi Anda.
Agama palsu tidak pernah dapat menyenangkan Yehuwa, Allah kebenaran. Sewaktu Yesus ada di bumi, ada sebuah kelompok agama yang ingin membunuhnya. Mereka mengira cara ibadat mereka sudah benar. Mereka mengatakan, ”Kami mempunyai satu Bapak, yaitu Allah.” Apakah Yesus sependapat? Tidak! Dia berkata kepada mereka, ”Kamu berasal dari bapakmu, si Iblis.” (Yohanes 8:41, 44) Dewasa ini, banyak orang mengira bahwa mereka menyembah Allah, tetapi sebenarnya mereka melayani Setan dan hantu-hantunya!—1 Korintus 10:20.
Seperti halnya pohon yang busuk menghasilkan buah yang buruk, agama palsu menghasilkan orang-orang yang melakukan hal-hal yang buruk. Dunia ini penuh masalah gara-gara berbagai hal buruk yang dilakukan orang-orang. Ada perbuatan amoral, pertikaian, pencurian, penindasan, pembunuhan, dan pemerkosaan. Banyak orang yang melakukan hal-hal buruk ini punya agama, namun agamanya tidak menggerakkan mereka untuk melakukan apa yang baik. Mereka tidak dapat menjadi sahabat Allah, kecuali mereka mau berhenti melakukan hal-hal yang buruk.—Matius 7:17, 18.
Agama palsu mengajar orang-orang berdoa kepada berhala. Allah melarang kita berdoa kepada berhala. Ini masuk akal. Apakah Anda suka jika seseorang tidak pernah berbicara kepada Anda, namun hanya berbicara kepada potret Anda? Dapatkah orang seperti itu menjadi sahabat sejati Anda? Tidak bisa. Yehuwa ingin agar orang-orang berbicara kepada-Nya, bukan kepada patung atau gambar, yang adalah benda mati.—Keluaran 20:4, 5.
Agama palsu mengajarkan bahwa tidak salah untuk membunuh orang dalam peperangan. Yesus mengatakan bahwa sahabat-sahabat Allah memiliki kasih di antara mereka. Kita tidak membunuh orang-orang yang kita kasihi. (Yohanes 13:35) Bahkan, membunuh orang jahat adalah hal yang salah. Sewaktu musuh-musuh Yesus datang untuk menangkapnya, dia tidak mengizinkan murid-muridnya bertarung demi melindunginya.—Matius 26:51, 52.
Agama palsu mengajarkan bahwa orang fasik akan menderita dalam api neraka. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa dosa mengakibatkan kematian. (Roma 6:23) Yehuwa adalah Allah kasih. Apakah Allah yang pengasih tega menyiksa orang selama-lamanya? Tentu tidak! Di Firdaus, hanya akan ada satu agama, agama yang Yehuwa perkenan. (Penyingkapan 15:4) Semua agama yang didasarkan atas dusta Setan akan lenyap.
-
-
Apa yang Terjadi sewaktu Seseorang Meninggal?Anda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 12
Apa yang Terjadi sewaktu Seseorang Meninggal?
Kematian adalah lawan dari kehidupan. Orang mati seperti orang yang tidur nyenyak. (Yohanes 11:11-14) Orang mati tidak dapat mendengar, melihat, berbicara, atau berpikir. (Pengkhotbah 9:5, 10) Agama palsu mengajarkan bahwa orang mati pergi ke suatu alam roh untuk hidup dengan leluhurnya. Ini bukan ajaran Alkitab.
Orang mati tidak dapat membantu, ataupun mencelakakan kita. Sudah menjadi kebiasaan orang-orang untuk mengadakan upacara keagamaan atau upacara pengorbanan yang dipercayai dapat menyenangkan orang mati. Allah tidak senang, karena hal ini didasarkan atas salah satu dusta Setan. Orang mati pun tidak dapat disenangkan, karena mereka tidak hidup lagi. Kita tidak perlu takut kepada orang mati ataupun menyembahnya. Hanya Allah yang harus kita sembah.—Matius 4:10.
Orang mati akan hidup kembali. Di bumi firdaus, Yehuwa akan membangunkan orang-orang mati sehingga hidup kembali. Tetapi, ini akan terjadi di masa depan. (Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15) Allah dapat membangunkan orang mati, sama pastinya seperti Anda dapat membangunkan orang yang sedang tidur.—Markus 5:22, 23, 41, 42.
Gagasan bahwa kita tidak dapat mati adalah dusta yang disebarkan oleh Setan si Iblis. Setan dan hantu-hantunya membuat orang-orang mengira bahwa roh orang mati tetap hidup dan mengakibatkan penyakit serta masalah-masalah lain. Setan menipu orang-orang, adakalanya lewat mimpi dan penglihatan. Yehuwa mengutuk orang-orang yang berupaya berbicara kepada orang mati.—Ulangan 18:10-12.
-
-
Ilmu Gaib dan Ilmu Sihir Itu BurukAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 13
Ilmu Gaib dan Ilmu Sihir Itu Buruk
Setan ingin agar Anda mempraktekkan ilmu gaib. Banyak orang mempersembahkan korban kepada para leluhur atau roh-roh untuk melindungi diri mereka dari bahaya. Mereka melakukannya karena takut pada kekuatan dunia roh. Mereka mengenakan cincin atau gelang jimat. Mereka meminum atau mengolesi tubuh mereka dengan ”obat-obatan” yang katanya berisi kekuatan gaib. Ada yang menyembunyikan di dalam rumahnya atau di dalam tanah, benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan untuk melindungi. Ada juga yang menggunakan ”obat” gaib karena percaya bahwa itu dapat membuatnya berhasil dalam bisnis, ujian sekolah, atau berpacaran.
Perlindungan terbaik terhadap Setan adalah dengan menjadi sahabat Yehuwa. Allah Yehuwa dan para malaikat-Nya jauh lebih kuat daripada Setan dan hantu-hantunya. (Yakobus 2:19; Penyingkapan 12:9) Yehuwa sangat berminat mempertunjukkan kekuatan-Nya untuk membela sahabat-sahabat-Nya—orang-orang yang benar-benar loyal kepada-Nya.—2 Tawarikh 16:9.
Firman Allah mengatakan, ”Jangan mempraktekkan ilmu gaib.” Yehuwa mengutuk ilmu gaib dan ilmu sihir karena orang-orang yang mempraktekkannya dapat langsung berada dalam cengkeraman kuasa Setan si Iblis.—Imamat 19:26.
-
-
Sahabat-Sahabat Allah Menghindari Apa yang BurukAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 14
Sahabat-Sahabat Allah Menghindari Apa yang Buruk
Setan menggoda orang agar melakukan hal-hal yang buruk. Seseorang yang ingin menjadi sahabat Allah harus membenci apa yang Yehuwa benci. (Mazmur 97:10) Berikut ini adalah beberapa hal yang dihindari oleh sahabat-sahabat Allah:
Dosa-Dosa Seksual. ”Jangan berzina.” (Keluaran 20:14) Melakukan hubungan seks sebelum pernikahan juga salah.—1 Korintus 6:18.
Pemabukan. ”Pemabuk . . . tidak akan mewarisi kerajaan Allah.”—1 Korintus 6:10.
Pembunuhan, Aborsi. ”Jangan membunuh.”—Keluaran 20:13.
Pencurian. ”Jangan mencuri.”—Keluaran 20:15.
Berdusta. Yehuwa membenci ”lidah dusta”.—Amsal 6:17.
Kekerasan dan Kemarahan yang Tidak Terkendali. ”[Yehuwa] pasti membenci siapa pun yang mengasihi kekerasan.” (Mazmur 11:5) ”Perbuatan daging [mencakup] . . . ledakan kemarahan.”—Galatia 5:19, 20.
Perjudian. ’Jangan lagi bergaul dengan siapa saja yang . . . adalah . . . orang yang tamak.’—1 Korintus 5:11.
Kebencian Ras dan Etnik. ”Teruslah kasihi musuh-musuhmu dan berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya kamu.”—Matius 5:43, 44.
Hal-hal yang Allah beri tahukan kepada kita adalah demi kebaikan kita. Tidaklah selalu mudah untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk. Dengan bantuan Yehuwa dan Saksi-Saksi-Nya, Anda dapat menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan Allah.—Yesaya 48:17; Filipi 4:13; Ibrani 10:24, 25.
-
-
Sahabat-Sahabat Allah Melakukan Apa yang BaikAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 15
Sahabat-Sahabat Allah Melakukan Apa yang Baik
Apabila Anda memiliki sahabat yang Anda kagumi dan hormati, Anda akan berupaya menjadi seperti dia. ”Yehuwa itu baik dan lurus hati,” kata Alkitab. (Mazmur 25:8) Untuk menjadi sahabat Allah, kita harus baik dan lurus hati. Alkitab mengatakan, ”Jadilah peniru Allah, sebagai anak-anak yang dikasihi, dan teruslah berjalan dengan kasih.” (Efesus 5:1, 2) Inilah beberapa cara untuk melakukannya:
Suka membantu orang lain. ”Biarlah kita melakukan apa yang baik untuk semua orang.”—Galatia 6:10.
Bekerja keras. ”Biarlah orang yang mencuri tidak mencuri lagi, tetapi sebaliknya biarlah ia bekerja keras, melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya.”—Efesus 4:28.
Menjaga kebersihan fisik dan moral. ”Biarlah kita membersihkan diri dari setiap pencemaran daging dan roh, menyempurnakan kekudusan dengan takut akan Allah.”—2 Korintus 7:1.
Memperlakukan anggota keluarga Anda dengan kasih dan respek. ”Hendaklah kamu masing-masing . . . mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri; sebaliknya, istri harus memiliki respek yang dalam kepada suaminya. Anak-anak, taatilah orang-tuamu.”—Efesus 5:33–6:1.
Memperlihatkan kasih kepada orang lain. ”Biarlah kita terus mengasihi satu sama lain, karena kasih itu dari Allah.”—1 Yohanes 4:7.
Menaati hukum pemerintah. ”Hendaklah setiap jiwa tunduk kepada [pemerintah] . . . Berikanlah kepada semua orang hak mereka, kepada dia yang menuntut pajak, pajak.”—Roma 13:1, 7.
-
-
Perlihatkanlah Kasih Anda kepada AllahAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 16
Perlihatkanlah Kasih Anda kepada Allah
Agar tetap menjadi sahabat seseorang, Anda perlu berbicara dengannya. Anda mendengarkan dia, dan dia mendengarkan Anda. Anda juga mengatakan hal-hal yang baik tentang sahabat Anda kepada orang lain. Sama halnya dengan menjadi sahabat Allah. Perhatikan apa yang Alkitab katakan tentang hal ini:
Berbicaralah kepada Yehuwa secara tetap tentu dalam doa. ”Bertekunlah dalam doa.”—Roma 12:12.
Bacalah Firman Allah, Alkitab. ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara.”—2 Timotius 3:16.
Ajarlah orang lain tentang Allah. ”Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, . . . ajarlah mereka untuk menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu.”—Matius 28:19, 20.
Mendekatlah kepada sahabat-sahabat Allah. ”Ia yang berjalan dengan orang-orang berhikmat akan menjadi berhikmat.”—Amsal 13:20.
Hadirilah perhimpunan di Balai Kerajaan. ”Biarlah kita memperhatikan satu sama lain untuk saling menggerakkan kepada kasih dan perbuatan yang baik, . . . saling menganjurkan.”—Ibrani 10:24, 25.
Dukunglah pekerjaan Kerajaan. ”Hendaklah masing-masing [memberikan] sebagaimana yang telah ia putuskan dalam hatinya, tidak dengan enggan atau dengan terpaksa, karena Allah mengasihi pemberi yang bersukacita.”—2 Korintus 9:7.
-
-
Agar Tetap Punya Sahabat, Jadilah SahabatAnda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 17
Agar Tetap Punya Sahabat, Jadilah Sahabat
Persahabatan didasarkan atas kasih. Semakin banyak Anda belajar tentang Yehuwa, semakin besarlah kasih Anda kepada-Nya. Seraya kasih Anda kepada Allah bertumbuh, keinginan Anda untuk melayani-Nya juga akan bertumbuh. Hal ini akan menggerakkan Anda untuk menjadi murid Yesus Kristus. (Matius 28:19) Dengan bergabung bersama keluarga Saksi-Saksi Yehuwa yang berbahagia, Anda dapat mengalami persahabatan dengan Allah untuk selama-lamanya. Apa yang harus Anda lakukan?
Anda harus memperlihatkan kasih Anda kepada Allah dengan mematuhi hukum-hukum-Nya. ”Inilah arti kasih akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya; meskipun demikian perintah-perintahnya tidak membebani.”—1 Yohanes 5:3.
Terapkan apa yang Anda pelajari. Yesus menceritakan sebuah kisah yang mengilustrasikan hal ini. Seorang pria yang berhikmat membangun rumahnya di atas batu. Seorang pria yang bodoh membangun rumahnya di atas pasir. Ketika badai besar datang, rumah yang dibangun di atas batu tidak runtuh, namun rumah yang dibangun di atas pasir roboh dan rusak berat. Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang mendengar pengajarannya dan melakukannya adalah seperti pria berhikmat yang membangun di atas batu. Tetapi, orang-orang yang mendengar pengajarannya dan tidak melakukannya adalah seperti pria bodoh yang membangun di atas pasir. Anda ingin menjadi seperti pria yang mana?—Matius 7:24-27.
Pengabdian. Ini berarti Anda harus menghadap Yehuwa dalam doa dan memberi tahu Dia bahwa Anda ingin melakukan kehendak-Nya untuk selama-lamanya. Melakukan kehendak Allah memperlihatkan bahwa Anda adalah murid Yesus Kristus.—Matius 11:29.
Baptisan. ”Dibaptislah dan cuci bersih dosa-dosamu dengan berseru kepada namanya.”—Kisah 22:16.
Mengerahkan diri untuk melayani Allah sepenuhnya. ”Apa pun yang kamu lakukan, kerjakanlah dengan sepenuh jiwa seperti untuk Yehuwa, dan bukan untuk manusia.”—Kolose 3:23.
-
-
Jadilah Sahabat Allah Selama-lamanya!Anda Dapat Menjadi Sahabat Allah!
-
-
PELAJARAN 18
Jadilah Sahabat Allah Selama-lamanya!
Butuh upaya untuk menjalin persahabatan; butuh upaya untuk mempertahankannya. Upaya Anda untuk menjadi sahabat Allah dan mempertahankannya akan diberkati dengan limpah. Yesus mengatakan kepada orang-orang yang percaya kepadanya, ”Kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32) Apa maksudnya?
Anda dapat menikmati kemerdekaan sekarang. Anda dapat dimerdekakan dari ajaran palsu dan dusta yang telah disebarkan oleh Setan. Anda dapat dimerdekakan dari keadaan tanpa harapan yang menghantui jutaan orang yang tidak mengenal Yehuwa. (Roma 8:22) Sahabat-sahabat Allah bahkan dimerdekakan dari rasa ”takut akan kematian”.—Ibrani 2:14, 15.
Anda dapat menikmati kemerdekaan dalam dunia baru Allah. Alangkah menakjubkannya kemerdekaan yang dapat Anda nikmati di masa depan! Di bumi Firdaus, akan ada kemerdekaan dari perang, penyakit, dan kejahatan. Kemerdekaan dari kemiskinan dan kelaparan. Kemerdekaan dari usia tua dan kematian. Kemerdekaan dari rasa takut, penindasan, dan ketidakadilan. Alkitab mengatakan tentang Allah, ”Engkau membuka tanganmu dan memuaskan keinginan segala yang hidup.”—Mazmur 145:16.
Sahabat-sahabat Allah akan hidup selama-lamanya. Kehidupan abadi adalah karunia berharga yang akan Allah berikan kepada semua orang yang berupaya menjalin persahabatan dengan-Nya. (Roma 6:23) Pikirkanlah apa artinya kehidupan tanpa akhir bagi Anda!
Anda akan punya waktu untuk melakukan banyak hal. Mungkin Anda ingin belajar memainkan sebuah alat musik. Atau, mungkin Anda ingin belajar melukis atau menjadi tukang kayu. Mungkin Anda ingin belajar tentang binatang atau tanaman. Atau, mungkin Anda ingin bepergian dan menyaksikan berbagai negeri dan bertemu orang-orang. Semua hal ini dapat terwujud bila Anda hidup abadi!
Anda akan punya waktu untuk memiliki banyak sahabat. Hidup selama-lamanya memungkinkan Anda mengenal banyak orang lain yang telah menjadi sahabat Allah. Anda akan mengetahui bakat serta sifat-sifat bagus mereka, dan mereka pun akan menjadi sahabat Anda. Anda akan mengasihi mereka, dan mereka akan mengasihi Anda. (1 Korintus 13:8) Dengan memiliki kehidupan tanpa akhir, Anda punya waktu untuk menjadi sahabat dari setiap orang di bumi! Yang terpenting, persahabatan Anda dengan Yehuwa akan semakin erat dari abad ke abad. Semoga Anda menjadi sahabat Allah selama-lamanya!
-