PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Suatu Kumpulan Besar Penyembah Sejati—Dari Mana Mereka Datang?
    Menara Pengawal—1995 | 1 Februari
    • Suatu Kumpulan Besar Penyembah Sejati—Dari Mana Mereka Datang?

      ”Lihat! suatu kumpulan besar, . . . dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba.”​—PENYINGKAPAN 7:9.

      1. Mengapa penglihatan-penglihatan nubuat dalam kitab Penyingkapan sangat menarik perhatian kita dewasa ini?

      MENJELANG akhir abad pertama M, rasul Yohanes mendapat penglihatan tentang peristiwa-peristiwa luar biasa yang ada hubungannya dengan maksud-tujuan Yehuwa. Beberapa perkara yang ia lihat dalam bentuk penglihatan itu sedang digenapi sekarang ini. Yang lain-lain masih akan digenapi sebentar lagi. Semua ini berkisar pada klimaks yang dramatis dari maksud-tujuan agung Yehuwa untuk menyucikan nama-Nya di hadapan semua ciptaan. (Yehezkiel 38:23; Penyingkapan 4:11; 5:13) Lagi pula, perkara-perkara ini mencakup prospek hidup kita masing-masing. Bagaimana mungkin?

      2. (a) Apa yang rasul Yohanes lihat dalam penglihatannya yang keempat? (b) Pertanyaan-pertanyaan apa mengenai penglihatan ini akan kita bahas?

      2 Dalam penglihatan keempat dari serangkaian penglihatan di kitab Penyingkapan, Yohanes melihat malaikat-malaikat sedang menahan angin kebinasaan sampai ”budak-budak Allah kami” dimeteraikan pada dahi mereka. Kemudian ia melihat kelanjutan yang sangat mendebarkan​—”suatu kumpulan besar orang yang tidak seorang pun dapat menghitung jumlahnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”, bersatu menyembah Yehuwa dan menghormati Putra-Nya. Yohanes diberi tahu bahwa mereka ini adalah orang-orang yang akan keluar dari kesengsaraan besar. (Penyingkapan 7:1-17) Siapakah orang-orang yang digambarkan sebagai ”budak-budak Allah kami”? Dan siapa yang akan membentuk ”kumpulan besar” orang yang selamat dari kesengsaraan itu? Apakah saudara akan menjadi salah seorang dari antara mereka?

      Siapakah ”Budak-Budak Allah Kami”?

      3. (a) Di Yohanes 10:1-18, bagaimana Yesus mengumpamakan hubungan dia dengan para pengikutnya? (b) Melalui kematiannya sebagai korban, apa yang Yesus mungkinkan bagi domba-dombanya?

      3 Kira-kira empat bulan sebelum kematiannya, Yesus berbicara mengenai dirinya sebagai ”gembala yang baik” dan mengenai para pengikutnya sebagai ”domba-domba” yang baginya Yesus akan menyerahkan kehidupannya. Ia secara khusus menyebut tentang domba-domba yang ia dapati berada di dalam kandang domba kiasan dan yang kemudian ia beri perhatian istimewa. (Yohanes 10:1-18)a Dengan pengasih, Yesus benar-benar menyerahkan nyawanya demi domba-dombanya, menyediakan harga tebusan yang diperlukan agar mereka dapat dibebaskan dari dosa dan kematian.

      4. Siapa orang-orang pertama yang dikumpulkan sebagai domba selaras dengan apa yang Yesus katakan di sini?

      4 Akan tetapi, sebelum melakukan hal itu, Yesus sebagai Gembala yang Baik secara pribadi mengumpulkan murid-murid. Murid-murid pertama diperkenalkan kepadanya oleh Yohanes Pembaptis, sang ”penjaga pintu” dalam perumpamaan Yesus. Yesus mencari orang-orang yang akan menyambut kesempatan untuk menjadi bagian dari ”benih” majemuk dari Abraham. (Kejadian 22:18; Galatia 3:16, 29) Ia memupuk dalam hati mereka penghargaan akan Kerajaan surga, dan ia meyakinkan mereka bahwa ia akan pergi untuk mempersiapkan tempat bagi mereka di rumah Bapak surgawinya. (Matius 13:44-46; Yohanes 14:2, 3) Dengan tepat ia mengatakan, ”Sejak hari-hari Yohanes Pembaptis hingga sekarang kerajaan surga adalah tujuan yang ke arahnya orang-orang mendesak, dan mereka yang mendesak maju merebutnya.” (Matius 11:12) Orang-orang yang mengikuti dia untuk memperoleh tujuan tersebut terbukti berada di dalam kandang domba yang Yesus bicarakan.

      5. (a) Siapakah ”budak-budak Allah kami” yang disebutkan di Penyingkapan 7:3-8? (b) Apa yang menunjukkan bahwa masih ada banyak orang yang akan bergabung dalam ibadat dengan orang-orang Israel rohani?

      5 Di Penyingkapan 7:3-8, mereka yang berhasil mendesak maju ke arah tujuan surgawi itu juga disebut sebagai ”budak-budak Allah kami”. (Lihat 1 Petrus 2:9, 16.) Apakah ke-144.000 yang disebutkan di situ hanyalah orang-orang Yahudi jasmani? Apakah mereka yang berada di dalam kandang domba kiasan dari perumpamaan Yesus hanyalah orang-orang Yahudi? Tentu saja tidak; mereka adalah anggota-anggota Israel rohani milik Allah, mereka semua bergabung bersama Kristus dalam benih Abraham secara rohani. (Galatia 3:28, 29; 6:16; Penyingkapan 14:1, 3) Tentu, akhirnya akan tiba saatnya jumlah yang ditentukan itu akan dipenuhi. Lalu apa yang akan terjadi? Sebagaimana Alkitab telah nubuatkan, orang-orang lain—suatu kumpulan besar dari mereka—akan bergabung dengan orang-orang Israel rohani ini dalam ibadat kepada Yehuwa.—Zakaria 8:23.

      ”Domba-Domba Lain”—Apakah Mereka Orang Kristen Bukan Yahudi?

      6. Yohanes 10:16 menunjuk kepada perkembangan apa?

      6 Setelah menyebutkan satu kandang domba di Yohanes 10:7-15, Yesus melengkapi gambaran ini dengan menghadirkan suatu kelompok lain ke dalamnya, dengan mengatakan, ”Aku memiliki domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; mereka juga harus aku bawa, dan mereka akan mendengarkan suaraku, dan mereka akan menjadi satu kawanan, satu gembala.” (Yohanes 10:16) Siapakah ”domba-domba lain” itu?

      7, 8. (a) Mengapa gagasan bahwa domba-domba lain adalah orang Kristen bukan Yahudi didasarkan atas pemikiran yang salah? (b) Fakta-fakta apa berkenaan maksud-tujuan Allah untuk bumi seharusnya mempengaruhi pengertian kita tentang siapa domba-domba lain ini?

      7 Para komentator Susunan Kristen umumnya berpandangan bahwa domba-domba lain ini adalah orang-orang Kristen bukan Yahudi dan bahwa mereka yang berada dalam kandang domba yang disebutkan sebelumnya adalah orang-orang Yahudi, mereka yang berada di bawah perjanjian Hukum dan bahwa kedua kelompok ini pergi ke surga. Namun Yesus dilahirkan sebagai seorang Yahudi dan berdasarkan kebangsaannya berada di bawah perjanjian Hukum. (Galatia 4:4) Lagi pula, mereka yang menganggap domba-domba lain adalah orang Kristen bukan Yahudi yang akan diberi pahala kehidupan surgawi, tidak memperhitungkan sebuah aspek penting dari maksud-tujuan Allah. Pada waktu Yehuwa menciptakan manusia-manusia pertama dan menempatkan mereka dalam taman Eden, Ia mengungkapkan dengan jelas bahwa maksud-tujuan-Nya adalah agar bumi dipenuhi, agar seluruh bumi menjadi firdaus, dan agar manusia yang mengurus bumi itu menikmati kehidupan untuk selamanya—dengan syarat mereka harus merespek dan menaati Pencipta mereka.—Kejadian 1:26-28; 2:15-17; Yesaya 45:18.

      8 Ketika Adam berdosa, maksud-tujuan Yehuwa tidak gagal. Allah dengan pengasih membuat persediaan bagi keturunan Adam untuk memiliki kesempatan menikmati apa yang tidak dihargai oleh Adam. Yehuwa menubuatkan bahwa Ia akan membangkitkan seorang pembebas, suatu benih, yang melaluinya berkat-berkat akan tersedia bagi semua bangsa. (Kejadian 3:15; 22:18) Janji itu tidak mengartikan bahwa semua orang yang baik di bumi akan dibawa ke surga. Yesus mengajar para pengikutnya untuk berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:9, 10) Tidak lama sebelum ia mengucapkan perumpamaan yang dicatat di Yohanes 10:1-16, Yesus telah memberi tahu murid-muridnya bahwa Bapaknya berkenan memberikan Kerajaan surgawi hanya kepada suatu ”kawanan kecil”. (Lukas 12:32, 33) Maka ketika kita membaca perumpamaan Yesus tentang dirinya sebagai Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawanya demi domba-dombanya, adalah suatu kekeliruan jika kita tidak mempertimbangkan mayoritas orang yang Yesus pelihara dengan penuh kasih, orang-orang yang menjadi rakyat dari Kerajaan surgawinya di bumi.—Yohanes 3:16.

      9. Sejak tahun 1884, apa yang telah dimengerti oleh Siswa-Siswa Alkitab tentang identitas domba-domba lain?

      9 Sejak tahun 1884, Watch Tower telah mengenali domba-domba lain sebagai orang-orang yang akan diberi kesempatan untuk hidup di bumi ini di bawah keadaan-keadaan yang akan memenuhi maksud-tujuan Allah yang semula. Siswa-Siswa Alkitab masa permulaan itu menyadari bahwa beberapa dari antara domba-domba lain ini adalah orang-orang yang hidup dan mati sebelum pelayanan Yesus di bumi. Akan tetapi, ada beberapa perincian yang tidak mereka mengerti dengan tepat. Misalnya, mereka mengira pengumpulan domba-domba lain akan terjadi setelah seluruh kaum terurap menerima pahala surgawi mereka. Namun, mereka secara pasti menyadari bahwa domba-domba lain tidak hanya terdiri dari orang Kristen bukan Yahudi. Kesempatan untuk menjadi salah seorang dari domba-domba lain terbuka bagi orang Yahudi dan juga orang bukan Yahudi, bagi orang-orang dari segala bangsa dan ras.—Bandingkan Kisah 10:34, 35.

      10. Agar kita menjadi orang-orang yang sungguh-sungguh Yesus pandang sebagai domba-domba lain miliknya, hal apa yang harus kita lakukan?

      10 Agar cocok dengan gambaran yang Yesus berikan, domba-domba lain haruslah orang-orang yang, tidak soal latar belakang ras atau etnik, mengakui Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik. Hal ini mencakup apa? Mereka harus menunjukkan kelembutan hati dan kerelaan untuk dibimbing, yaitu sifat-sifat yang khas dari seekor domba. (Mazmur 37:11) Sebagaimana halnya kawanan kecil, mereka harus ”mengenal suara [gembala yang baik itu]” dan tidak membiarkan diri mereka dituntun oleh orang-orang lain yang berupaya mempengaruhi mereka. (Yohanes 10:4; 2 Yohanes 9, 10) Mereka harus menghargai pentingnya apa yang Yesus lakukan ketika menyerahkan nyawanya demi domba-dombanya dan menjalankan iman yang penuh akan persediaan tersebut. (Kisah 4:12) Mereka harus ”mendengarkan” suara Gembala yang Baik itu pada waktu ia mendesak mereka untuk memberikan dinas suci hanya kepada Yehuwa, terus mencari dahulu Kerajaan, tetap terpisah dari dunia, dan memperlihatkan kasih yang rela berkorban kepada satu sama lain. (Matius 4:10; 6:31-33; Yohanes 15:12, 13, 19) Apakah saudara cocok dengan gambaran mengenai mereka yang Yesus pandang sebagai domba-domba lain miliknya? Inginkah saudara? Hubungan yang benar-benar berharga terbuka bagi semua yang sungguh-sungguh menjadi domba-domba lain milik Yesus!

      Respek terhadap Wewenang Kerajaan

      11. (a) Dalam tanda dari kehadirannya, apa yang Yesus katakan tentang domba dan kambing? (b) Siapakah saudara-saudara yang Yesus sebutkan?

      11 Beberapa bulan setelah ia memberikan perumpamaan di atas, Yesus berada di Yerusalem kembali. Pada waktu duduk di atas Gunung Zaitun sambil menghadap ke arah kompleks bait, ia memberikan kepada murid-muridnya perincian mengenai ’tanda dari kehadirannya dan dari penutup sistem perkara’. (Matius 24:3) Ia berbicara lagi tentang pengumpulan domba-domba. Antara lain ia mengatakan, ”Apabila Putra manusia tiba dalam kemuliaannya, dan semua malaikat bersamanya, ketika itu ia akan duduk di takhtanya yang mulia. Dan semua bangsa akan dikumpulkan di hadapannya, dan ia akan memisahkan orang-orang satu dari yang lain, sama seperti seorang gembala memisahkan domba-domba dari kambing-kambing. Dan ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanannya, tetapi kambing-kambing di kirinya.” Dalam perumpamaan ini Yesus memperlihatkan bahwa orang-orang yang diberi perhatian oleh sang Raja akan dihakimi berdasarkan bagaimana mereka memperlakukan ’saudara-saudaranya’. (Matius 25:31-46) Siapakah saudara-saudaranya ini? Mereka adalah orang-orang Kristen yang diperanakkan oleh roh yang oleh karenanya disebut ”putra-putra Allah”. Yesus adalah Putra sulung Allah. Karena itu, mereka adalah saudara-saudara Kristus. Mereka adalah ”budak-budak Allah kami” yang disebutkan di Penyingkapan 7:3, orang-orang yang dipilih dari antara umat manusia untuk mendapat bagian bersama Kristus dalam Kerajaan surgawinya.—Roma 8:14-17.

      12. Mengapa cara orang memperlakukan saudara-saudara Kristus sangat penting?

      12 Cara orang-orang lain memperlakukan ahli-ahli waris Kerajaan ini sangat penting. Apakah saudara memandang mereka sebagaimana Yesus Kristus dan Yehuwa memandang mereka? (Matius 24:45-47; 2 Tesalonika 2:13) Sikap seseorang terhadap kaum terurap ini mencerminkan sikapnya terhadap Yesus Kristus sendiri dan terhadap Bapaknya, sang Penguasa Universal.—Matius 10:40; 25:34-46.

      13. Pada tahun 1884, sampai sejauh mana Siswa-Siswa Alkitab mengerti perumpamaan domba dan kambing?

      13 Dalam terbitannya bulan Agustus 1884, Watch Tower dengan tepat menunjukkan bahwa ”domba-domba” dalam perumpamaan ini adalah orang-orang yang telah menetapkan di hadapan mereka prospek berupa kehidupan sempurna di atas bumi. Juga dimengerti bahwa perumpamaan ini harus ada penerapannya pada saat Kristus memerintah dari takhta surgawinya yang mulia. Namun, pada saat itu mereka tidak memahami dengan jelas kapan ia akan memulai pekerjaan pemisahan yang digambarkan di sana atau berapa lama pemisahan itu akan berlangsung.

      14. Bagaimana sebuah ceramah kebaktian pada tahun 1923 membantu Siswa-Siswa Alkitab untuk mengerti kapan perumpamaan nubuat Yesus itu akan digenapi?

      14 Akan tetapi, pada tahun 1923, dalam sebuah ceramah kebaktian, J. F. Rutherford, yang pada saat itu adalah presiden Lembaga Menara Pengawal, menjelaskan waktu digenapinya perumpamaan tentang domba dan kambing. Mengapa? Antara lain, karena perumpamaan ini memperlihatkan bahwa saudara-saudara Raja itu—setidaknya beberapa dari antara mereka—masih akan berada di bumi. Di antara manusia, hanya para pengikut Yesus yang diperanakkan oleh roh yang dapat dengan benar disebut saudara-saudaranya. (Ibrani 2:10-12) Mereka ini tidak akan berada di bumi sepanjang Milenium, menyediakan kesempatan bagi orang-orang untuk berbuat baik kepada mereka dengan cara-cara yang digambarkan oleh Yesus.—Penyingkapan 20:6.

      15. (a) Perkembangan apa membantu Siswa-Siswa Alkitab untuk mengenali dengan tepat domba-domba dalam perumpamaan Yesus? (b) Bagaimana domba-domba telah memberi bukti akan penghargaan mereka terhadap Kerajaan?

      15 Dalam ceramah pada tahun 1923 itu, suatu upaya dikerahkan untuk mengenali orang-orang yang cocok dengan gambaran Tuhan mengenai domba dan kambing, tetapi ada perkara-perkara lain yang perlu dimengerti sebelum makna yang utuh dari perumpamaan itu menjadi jelas. Selama tahun-tahun berikutnya, Yehuwa secara progresif menarik perhatian hamba-hamba-Nya kepada perincian-perincian penting ini. Hal ini termasuk mengerti dengan jelas, pada tahun 1927, bahwa ”budak yang setia dan bijaksana” adalah segenap badan yang terdiri dari orang-orang Kristen yang diurapi roh yang berada di bumi; juga pada tahun 1932, menyadari perlunya memperkenalkan diri tanpa takut bahwa seseorang mempunyai ikatan yang erat dengan hamba-hamba Yehuwa yang terurap, sebagaimana dilakukan Yonadab dengan Yehu. (Matius 24:45; 2 Raja 10:15) Pada waktu itu, berdasarkan Penyingkapan 22:17, orang-orang yang seperti domba ini dianjurkan secara spesifik untuk ikut membagikan berita Kerajaan kepada yang lain-lain. Penghargaan mereka terhadap Kerajaan Mesias akan menggerakkan mereka tidak hanya untuk mengulurkan kebaikan hati manusiawi kepada kaum terurap milik Tuhan tetapi juga untuk membaktikan kehidupan mereka kepada Yehuwa melalui Kristus dan mempunyai ikatan yang erat dengan kaum terurapnya, dengan bergairah ikut serta dalam pekerjaan yang sedang mereka lakukan. Apakah saudara sedang melakukan hal tersebut? Kepada mereka yang melakukannya, sang Raja akan mengatakan, ”Mari, kamu yang telah diberkati oleh Bapakku, warisilah kerajaan yang telah dipersiapkan bagimu sejak dunia dijadikan.” Di hadapan mereka akan terbentang prospek untuk mendapat kehidupan abadi dalam kesempurnaan di wilayah bumi dari Kerajaan ini.—Matius 25:34, 46.

      ”Kumpulan Besar”—ke Mana Mereka Pergi?

      16. (a) Salah pengertian apa yang dimiliki Siswa-Siswa Alkitab mengenai identitas perhimpunan besar, atau kumpulan besar, dalam Penyingkapan 7:9? (b) Kapan dan atas dasar apa pandangan mereka diperbaiki?

      16 Pernah untuk suatu waktu, hamba-hamba Yehuwa percaya bahwa perhimpunan besar (atau, kumpulan besar) di Penyingkapan 7:9, 10 berbeda dari domba-domba lain di Yohanes 10:16 dan domba-domba di Matius 25:33. Karena Alkitab mengatakan bahwa mereka ”berdiri di hadapan takhta”, maka disangka bahwa mereka akan berada di surga, tidak di atas takhta, memerintah sebagai sesama ahli waris bersama Kristus, tetapi di tempat kedua di hadapan takhta itu. Mereka dipandang sebagai orang-orang Kristen yang kurang setia, yang tidak memperlihatkan semangat rela berkorban yang sejati. Pada tahun 1935, pandangan tersebut diperbaiki.b Suatu penyelidikan mengenai Penyingkapan 7:9 dengan mengingat ayat-ayat seperti Matius 25:31, 32 memperjelas bahwa orang-orang yang berada di atas bumi ini dapat disebut berada ”di hadapan takhta”. Juga ditunjukkan bahwa Allah tidak memiliki dua standar kesetiaan. Semua orang yang ingin mendapat perkenan-Nya harus memelihara integritas kepada-Nya.—Matius 22:37, 38; Lukas 16:10.

      17, 18. (a) Faktor apa yang mendorong pertambahan besar sejak 1935, dalam jumlah orang yang mengharapkan kehidupan kekal di bumi? (b) Mereka yang tergabung dalam kumpulan besar ikut serta dengan bergairah dalam pekerjaan utama apa?

      17 Selama bertahun-tahun, umat Yehuwa telah membicarakan tentang janji-janji Allah sehubungan dengan bumi. Karena apa yang mereka harapkan akan terjadi pada tahun 1920-an dahulu, mereka mengumumkan bahwa ”Jutaan Orang yang Sekarang Hidup Tidak Akan Pernah Mati”. Tetapi tidak ada jutaan orang pada saat itu yang menerima persediaan Allah untuk kehidupan. Dalam diri kebanyakan orang yang menerima kebenaran, roh kudus menanamkan harapan kehidupan surgawi. Akan tetapi, teristimewa setelah tahun 1935, suatu perubahan yang mencolok terjadi. Bukan berarti bahwa The Watchtower mengabaikan harapan kehidupan kekal di bumi. Selama puluhan tahun, hamba-hamba Yehuwa telah berbicara tentang hal ini dan mencari orang-orang yang cocok dengan gambaran Alkitab. Namun, pada waktu yang Yehuwa tentukan, Ia membuat calon-calon anggota kumpulan besar ini menjadi nyata.

      18 Catatan yang ada memperlihatkan bahwa selama bertahun-tahun, sebagian besar hadirin acara Peringatan mengambil bagian dalam lambang-lambangnya. Tetapi dalam waktu 25 tahun setelah 1935, hadirin pada acara tahunan dari Peringatan kematian Kristus melonjak menjadi lebih dari seratus kali jumlah mereka yang mengambil bagian. Siapakah orang-orang ini? Para calon anggota kumpulan besar. Jelaslah, waktu Yehuwa telah tiba untuk mengumpulkan mereka dan mempersiapkan mereka untuk selamat melampaui kesengsaraan besar yang akan segera terjadi. Sebagaimana dinubuatkan, mereka datang ”dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. (Penyingkapan 7:9) Dengan bergairah mereka ikut dalam pekerjaan yang Yesus nubuatkan ketika ia mengatakan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk untuk suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.”—Matius 24:14.

      [Catatan Kaki]

      a Untuk pembahasan yang lebih mendalam dan up-to-date mengenai kandang domba dari Yohanes pasal 10, lihat The Watchtower, 15 Februari 1984, halaman 10-20, 31.

      b The Watchtower, 1 dan 15 Agustus 1935.

  • Suatu Kumpulan Besar Memberikan Dinas Suci
    Menara Pengawal—1995 | 1 Februari
    • Suatu Kumpulan Besar Memberikan Dinas Suci

      ”Mereka memberikan dinas suci kepadanya siang dan malam di dalam baitnya.”—PENYINGKAPAN 7:15.

      1. Tonggak bersejarah apa berkenaan pengertian rohani dicapai pada tahun 1935?

      PADA tanggal 31 Mei 1935, sukacita besar dirasakan oleh para delegasi sebuah kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa di Washington, D.C. Di sana, untuk pertama kalinya, perhimpunan besar (atau, kumpulan besar) dari Penyingkapan 7:9 dikenali dengan jelas selaras dengan ayat-ayat lain dalam Alkitab dan sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang sudah mulai berkembang.

      2. Apa yang menunjukkan bahwa ada makin banyak orang yang menyadari bahwa Allah tidak memanggil mereka untuk mendapatkan kehidupan surgawi?

      2 Sekitar enam minggu sebelumnya, pada perayaan Perjamuan Malam Tuhan di sidang-sidang Saksi-Saksi Yehuwa, 10.681 orang yang hadir (kira-kira 1 dari antara 6 orang) tidak mengambil bagian dari roti dan anggur yang bersifat lambang, dan 3.688 dari antara mereka adalah pemberita Kerajaan Allah yang aktif. Mengapa mereka tidak mengambil bagian dari lambang-lambang itu? Sebab berdasarkan apa yang telah mereka pelajari dari Alkitab, mereka menyadari bahwa Allah tidak memanggil mereka untuk kehidupan surgawi tetapi bahwa mereka dapat ambil bagian dari persediaan Yehuwa yang pengasih dengan cara lain. Maka pada kebaktian tersebut, ketika sang pembicara bertanya, ”Siapa yang memiliki harapan untuk hidup selama-lamanya di bumi, silakan berdiri,” apa yang terjadi? Ribuan orang bangkit berdiri, diikuti oleh tepuk tangan yang panjang dari hadirin.

      3. Mengapa dikenalinya perhimpunan besar memberikan dorongan baru kepada pelayanan pengabaran, dan apa yang Saksi-Saksi rasakan mengenai hal ini?

      3 Apa yang para delegasi pelajari pada kebaktian itu memberikan dorongan baru kepada pelayanan mereka. Mereka baru menyadari bahwa sekarang, sebelum akhir sistem tua ini, bukan hanya beberapa ribu melainkan suatu perhimpunan besar orang akan diberi kesempatan untuk datang ke dalam penyelenggaraan Yehuwa demi penyelamatan kehidupan, dengan tujuan hidup selamanya dalam suatu bumi firdaus. Betapa menghangatkan hati berita yang disampaikan kepada para pencinta kebenaran di sana! Saksi-Saksi Yehuwa menyadari bahwa ada pekerjaan besar yang harus dilakukan—pekerjaan yang membawa sukacita. Bertahun-tahun kemudian, John Booth, yang menjadi anggota Badan Pimpinan, mengenang, ”Kebaktian itu memberi kami banyak sekali alasan untuk bergirang.”

      4. (a) Sampai sejauh mana sebenarnya kumpulan besar dikumpulkan sejak tahun 1935? (b) Dengan cara apa mereka yang dari kumpulan besar memberi bukti bahwa iman mereka adalah iman yang hidup?

      4 Selama tahun-tahun berikutnya, jumlah Saksi-Saksi Yehuwa bertambah secara dramatis. Meskipun penganiayaan kejam sering ditimpakan ke atas mereka selama Perang Dunia II, jumlah mereka bertambah hampir tiga kali lipat dalam satu dekade. Dan ke-56.153 penyiar yang telah memberi kesaksian umum pada tahun 1935 bertambah, menjelang tahun 1994, menjadi lebih dari 4.900.000 pemberita Kerajaan yang berada di lebih dari 230 negeri. Sebagian besar dari mereka mengharap dengan penantian yang penuh kerinduan untuk termasuk di antara orang-orang yang Yehuwa perkenankan untuk mendapat kehidupan sempurna di bumi firdaus. Dibandingkan dengan kawanan kecil, mereka benar-benar telah menjadi suatu kumpulan besar. Mereka bukan orang-orang yang mengatakan bahwa mereka memiliki iman namun tidak mempertunjukkannya. (Yakobus 1:22; 2:14-17) Mereka semua membagikan kabar baik tentang Kerajaan Allah kepada orang-orang lain. Apakah saudara salah seorang di antara barisan yang berbahagia tersebut? Menjadi Saksi yang aktif adalah sebuah tanda pengenal yang penting, tetapi ada lebih banyak hal yang tersangkut.

      ”Berdiri di Hadapan Takhta”

      5. Apa yang ditunjukkan oleh fakta bahwa kumpulan besar ”berdiri di hadapan takhta”?

      5 Dalam penglihatan yang diberikan kepada rasul Yohanes, ia melihat mereka ”berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba”. (Penyingkapan 7:9) Sebagaimana digambarkan dalam konteks ini, berdirinya mereka di hadapan takhta Allah menunjukkan bahwa mereka memberi pengakuan penuh akan kedaulatan Yehuwa. Hal ini mencakup banyak hal. Contohnya: (1) Mereka mengakui hak Yehuwa untuk menentukan apa yang baik dan apa yang buruk bagi hamba-hamba-Nya. (Kejadian 2:16, 17; Yesaya 5:20, 21) (2) Mereka mendengarkan Yehuwa ketika Ia berbicara kepada mereka melalui Firman-Nya. (Ulangan 6:1-3; 2 Petrus 1:19-21) (3) Mereka menghargai pentingnya tunduk kepada orang-orang yang telah Yehuwa percayakan untuk mengawasi. (1 Korintus 11:3; Efesus 5:22, 23; 6:1-3; Ibrani 13:17) (4) Walaupun tidak sempurna, mereka dengan sungguh-sungguh berupaya menyambut pengarahan teokratis, tidak dengan enggan, tetapi tanpa ragu-ragu, dari hati. (Amsal 3:1; Yakobus 3:17, 18) Mereka berada di hadapan takhta untuk memberikan dinas suci kepada Yehuwa, yang sepenuhnya mereka hormati dan sangat mereka kasihi. Dalam hal kumpulan besar ini, ”berdiri”-nya mereka di hadapan takhta menunjukkan perkenan dari Pribadi yang duduk di atas takhta tersebut. (Bandingkan Penyingkapan 6:16, 17.) Atas dasar apa mereka diperkenan?

      ”Mengenakan Jubah Putih”

      6. (a) Apa artinya kumpulan besar ”mengenakan jubah putih”? (b) Bagaimana kumpulan besar memperoleh kedudukan yang adil-benar di hadapan Yehuwa? (c) Sampai sejauh mana iman akan darah Kristus yang dicurahkan mempengaruhi kehidupan dari kumpulan besar?

      6 Uraian rasul Yohanes tentang apa yang ia lihat mengungkapkan bahwa para anggota kumpulan besar ini ”mengenakan jubah putih”. Jubah putih itu melambangkan kedudukan mereka yang bersih dan adil-benar di hadapan Yehuwa. Bagaimana mereka memperoleh kedudukan demikian? Kita telah memperhatikan bahwa dalam penglihatan Yohanes, mereka berdiri ”di hadapan Anak Domba”. Mereka mengakui Yesus Kristus sebagai ”Anak Domba Allah yang menyingkirkan dosa dunia”. (Yohanes 1:29) Yohanes mendengar salah seorang penatua yang, dalam penglihatan itu, hadir di takhta Allah menjelaskan, ”Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba. Itulah sebabnya mereka berada di hadapan takhta Allah.” (Penyingkapan 7:14, 15) Secara kiasan, mereka telah mencuci pakaian mereka dengan menjalankan iman akan darah Kristus yang membawa tebusan. Mereka tidak sekadar menyetujui dalam pikiran ajaran Alkitab tentang tebusan. Penghargaan akan hal ini mempengaruhi macamnya manusia batin mereka; jadi, mereka menjalankan iman ”dengan hati”. (Roma 10:9, 10) Hal ini sangat mempengaruhi cara mereka menempuh kehidupan. Dengan iman, mereka membaktikan diri kepada Yehuwa atas dasar korban Kristus, melambangkan pembaktian itu dengan pembaptisan air, benar-benar hidup sesuai dengan pembaktian mereka, dan dengan demikian menikmati hubungan yang diperkenan dengan Allah. Sungguh suatu hak istimewa yang sangat indah—hak istimewa yang harus dijaga dengan hati-hati!—2 Korintus 5:14, 15.

      7, 8. Bagaimana organisasi Yehuwa telah membantu kumpulan besar menjaga pakaian mereka tidak tercemar?

      7 Dengan perhatian yang penuh kasih akan kesejahteraan kekal mereka, organisasi Yehuwa telah berulang kali menunjukkan sikap dan tingkah laku yang dapat menodai, atau mencemari, pakaian jati diri seseorang sehingga, tidak soal pengakuan yang tampak di luar, orang itu tidak benar-benar cocok dengan gambaran nubuat dalam Penyingkapan 7:9, 10. (1 Petrus 1:15, 16) Untuk menandaskan apa yang telah diterbitkan sebelumnya, pada tahun 1941 dan sesudahnya, The Watchtower berulang kali memperlihatkan bahwa adalah hal yang sangat tidak pantas untuk mengabar kepada orang lain dan kemudian, pada waktu tidak berdinas, terlibat dalam tingkah laku seperti percabulan atau perzinaan. (1 Tesalonika 4:3; Ibrani 13:4) Pada tahun 1947, telah ditandaskan bahwa standar-standar Yehuwa untuk perkawinan Kristen berlaku di semua negeri, tidak soal apa yang mungkin disetujui oleh kebiasaan setempat, mereka yang terus mempraktekkan poligami tidak dapat menjadi Saksi-Saksi dari Yehuwa.—Matius 19:4-6; Titus 1:5, 6.

      8 Pada tahun 1973, kepada Saksi-Saksi Yehuwa di seluas dunia diperlihatkan bahwa mereka semua harus sama sekali menjauhkan diri dari praktek-praktek yang sudah jelas mencemarkan, seperti misalnya penyalahgunaan tembakau, tidak soal di mana mereka berada—tidak hanya di Balai Kerajaan atau ketika melakukan dinas pengabaran tetapi juga di tempat pekerjaan duniawi atau di tempat-tempat tersembunyi yang tidak dapat dilihat umum. (2 Korintus 7:1) Pada tahun 1987 di kebaktian-kebaktian distrik Saksi-Saksi Yehuwa, kaum muda Kristen dinasihati dengan tegas bahwa untuk memelihara kedudukan yang bersih di hadapan Allah, mereka harus waspada untuk tidak menempuh kehidupan bermuka dua. (Mazmur 26:1, 4) Berulang kali, Menara Pengawal memperingatkan tentang berbagai aspek dari semangat dunia karena ”bentuk ibadat yang bersih dan tidak tercemar dari sudut pandangan Allah dan Bapak kita” mencakup menjaga diri ”tanpa noda dari dunia”.—Yakobus 1:27.

      9. Siapa yang akan benar-benar berdiri di hadapan takhta Allah dengan keadaan diperkenan setelah kesengsaraan besar?

      9 Orang-orang yang imannya menggerakkan mereka untuk hidup sedemikian rupa sehingga tetap bersih secara rohani dan moral masih akan terus ”berdiri di hadapan takhta” sebagai hamba-hamba Allah yang diperkenan setelah kesengsaraan besar yang akan datang. Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya memulai kehidupan Kristen tetapi dengan loyal bertekun menempuhnya.—Efesus 4:24.

      ”Pelepah-Pelepah Palem di Tangan Mereka”

      10. Apa artinya pelepah-pelepah palem yang Yohanes lihat ada di tangan kumpulan besar?

      10 Salah satu ciri mencolok dari kumpulan besar, sebagaimana diamati oleh rasul Yohanes, adalah bahwa ”ada pelepah-pelepah palem di tangan mereka”. Apa artinya hal itu? Tidak diragukan pelepah-pelepah palem itu mengingatkan Yohanes akan festival tabernakel dari orang Yahudi, festival yang paling membawa sukacita dalam kalender Ibrani, diadakan setelah panen musim panas. Sesuai dengan Hukum, daun-daun palem, dan juga pelepah dari pohon-pohon lain, digunakan untuk membuat pondok-pondok yang akan dihuni selama festival berlangsung. (Imamat 23:39-40; Nehemia 8:15-19) Pelepah-pelepah itu juga dilambaikan oleh para penyembah di bait selama Halel dinyanyikan (Mazmur 113-118). Dilambaikannya pelepah-pelepah palem oleh kumpulan besar pasti juga mengingatkan Yohanes akan peristiwa ketika Yesus masuk ke Yerusalem sementara kumpulan banyak penyembah dengan bersukacita melambaikan pelepah-pelepah palem dan berseru, ”Diberkatilah dia yang datang dalam nama Yehuwa, bahkan raja Israel!” (Yohanes 12:12, 13) Jadi dilambaikannya pelepah-pelepah palem menunjukkan bahwa kumpulan besar dengan bersukacita menyambut Kerajaan Yehuwa dan Raja-Nya yang terurap.

      11. Mengapa hamba-hamba Allah benar-benar mendapatkan sukacita dalam melayani Yehuwa?

      11 Semangat sukacita yang demikianlah yang dinyatakan oleh kumpulan besar bahkan sekarang seraya mereka melayani Yehuwa. Hal ini tidak berarti bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan atau tidak mengalami dukacita atau kesedihan. Tetapi kepuasan yang datang karena melayani dan menyenangkan Yehuwa membantu untuk mengimbangi hal-hal tersebut. Demikianlah, seorang utusan injil yang melayani bersama suaminya selama 45 tahun di Guatemala menceritakan tentang kondisi primitif yang ada di sekitar mereka, kerja keras dan perjalanan berbahaya yang menjadi bagian hidup seraya mereka berupaya mencapai desa-desa orang Indian dengan membawa berita Kerajaan. Ia menyimpulkan, ”Itulah saat-saat yang paling membahagiakan dalam kehidupan kami.” Meskipun ia merasakan pengaruh dari usia tua dan penyakit, di antara tulisan-tulisan terakhir dalam buku hariannya terdapat kata-kata ini, ”Benar-benar kehidupan yang baik, sangat mendatangkan imbalan.” Di seluas dunia, Saksi-Saksi Yehuwa merasakan hal yang sama terhadap pelayanan mereka.

      ’Dinas Suci Siang dan Malam’

      12. Tidak soal pada siang atau malam hari, apa yang Yehuwa perhatikan di bumi ini?

      12 Para penyembah yang bersukacita ini memberikan kepada Yehuwa ’dinas suci siang dan malam di dalam baitnya’. (Penyingkapan 7:15) Di seputar bola bumi, jutaan orang sedang mengambil bagian dalam dinas suci ini. Jika di beberapa negeri hari sudah malam dan orang-orang sedang tidur di sana, di negeri-negeri lain matahari sedang bersinar dan Saksi-Saksi Yehuwa sibuk memberi kesaksian. Selama bola bumi berputar, terus-menerus, siang dan malam, mereka menyanyikan puji-pujian kepada Yehuwa. (Mazmur 86:9) Meskipun dinas siang dan malam yang disebutkan dalam Penyingkapan 7:15 bahkan bersifat lebih pribadi.

      13. Bagaimana Alkitab menunjukkan apa artinya melayani ”siang dan malam”?

      13 Pribadi-pribadi yang membentuk kumpulan besar memberikan dinas suci siang dan malam. Apakah ini berarti bahwa setiap hal yang mereka lakukan dipandang sebagai dinas suci? Memang benar bahwa apa pun yang mereka lakukan, mereka belajar untuk melakukannya dengan cara yang akan mendatangkan kehormatan bagi Yehuwa. (1 Korintus 10:31; Kolose 3:23) Akan tetapi, ”dinas suci” diterapkan hanya pada apa yang secara langsung melibatkan ibadat seseorang kepada Allah. Mengikuti suatu kegiatan ”siang dan malam” mengartikan ketetaptentuan atau konsistensi dan juga upaya yang sungguh-sungguh.—Bandingkan Yosua 1:8; Lukas 2:37; Kisah 20:31; 2 Tesalonika 3:8.

      14. Apa yang akan membuat dinas pengabaran kita secara pribadi cocok dengan gambaran dinas ”siang dan malam”?

      14 Seraya mereka melayani di pelataran bait rohani yang besar dari Yehuwa di bumi, mereka yang membentuk kumpulan besar berupaya untuk ambil bagian dengan tetap tentu dan konsisten dalam pelayanan pengabaran. Banyak yang telah menetapkan tujuan untuk ikut dalam pelayanan pengabaran setiap minggu. Yang lain-lain mengerahkan diri untuk menjadi perintis biasa atau ekstra. Sering kali, mereka sudah sibuk memberi kesaksian di jalan-jalan dan dalam toko-toko sejak dini hari. Untuk melayani orang-orang yang berminat, ada Saksi-Saksi yang memimpin pengajaran Alkitab sampai larut malam. Mereka memberi kesaksian pada waktu berbelanja, dalam perjalanan, selama istirahat makan siang, dan melalui telepon.

      15. Selain pelayanan pengabaran, apa yang termasuk dalam dinas suci kita?

      15 Ikut ambil bagian dalam perhimpunan-perhimpunan sidang juga merupakan bagian dari dinas suci kita; demikian pula pekerjaan yang melibatkan pembangunan dan pemeliharaan tempat-tempat kebaktian Kristen. Upaya yang dikerahkan untuk menganjurkan dan membantu saudara dan saudari Kristen, secara rohani dan materi, dan untuk terus aktif dalam dinas Yehuwa juga termasuk. Ini mencakup pekerjaan dari Panitia Penghubung Rumah Sakit kita. Dinas Betel dalam segala macam bentuknya, dan juga dinas sukarela dalam kebaktian-kebaktian kita, itu semua adalah dinas suci. Benar, jika kehidupan kita berkisar pada hubungan kita dengan Yehuwa, kehidupan kita dipenuhi dengan dinas suci. Sebagaimana dikatakan oleh ayat tersebut, umat Yehuwa memberikan ’dinas suci siang dan malam’ dan mereka mendapatkan sukacita besar dalam melakukannya.—Kisah 20:35; 1 Timotius 1:11.

      ’Dari Semua Bangsa, Suku, Umat, dan Bahasa’

      16. Bagaimana terbukti benar bahwa kumpulan besar datang ”dari semua bangsa”?

      16 Orang-orang dari kumpulan besar datang dari semua bangsa. Allah tidak berat sebelah, dan persediaan tebusan yang diadakan melalui Yesus Kristus cukup banyak untuk memberi manfaat mereka semua. Ketika kumpulan besar pertama kali dikenali berdasarkan Alkitab pada tahun 1935, Saksi-Saksi Yehuwa telah aktif di 115 negeri. Menjelang tahun 1990-an, pencarian orang-orang yang seperti domba telah meluas ke negeri-negeri yang jumlahnya lebih dari dua kali lipat.—Markus 13:10.

      17. Apa yang sedang dilakukan untuk membantu orang-orang dari semua ’suku, umat, dan bahasa’ agar termasuk dalam kumpulan besar?

      17 Dalam mencari calon-calon anggota kumpulan besar, Saksi-Saksi Yehuwa tidak saja menaruh perhatian kepada kelompok-kelompok nasional tetapi juga kepada suku dan golongan dan kelompok bahasa yang ada di dalam bangsa tersebut. Agar dapat mencapai orang-orang ini, Saksi-Saksi menerbitkan lektur Alkitab dalam lebih dari 300 bahasa. Hal ini termasuk melatih dan membina tim-tim penerjemah yang memenuhi syarat, menyediakan peralatan komputer yang dapat memroses semua bahasa ini, dan juga melakukan pencetakan yang sesungguhnya. Dalam hanya lima tahun terakhir ini, 36 bahasa, yang digunakan oleh sekitar 98.000.000 orang, telah ditambahkan ke dalam daftar bahasa yang diterjemahkan. Selain itu, Saksi-Saksi berupaya mengunjungi secara pribadi orang-orang ini untuk membantu mereka mengerti Firman Allah.—Matius 28:19, 20.

      ”Keluar dari Kesengsaraan Besar”

      18. (a) Pada waktu kesengsaraan besar meletus, siapa yang akan dilindungi? (b) Pernyataan bahagia apa yang akan dibuat pada waktu itu?

      18 Pada waktu malaikat-malaikat melepaskan angin kebinasaan yang disebutkan dalam Penyingkapan 7:1, bukan hanya ”budak-budak Allah kami” yang diurapi saja yang akan mengalami perlindungan yang pengasih dari Yehuwa tetapi kumpulan besar yang bergabung dengan mereka dalam ibadat sejati juga akan mengalaminya. Sebagaimana yang diberitahukan kepada rasul Yohanes, orang-orang dari kumpulan besar akan ”keluar dari kesengsaraan besar” sebagai orang-orang yang selamat. Betapa hebat seruan syukur dan pujian yang akan mereka berikan ketika mereka menyatakan, ”Kami berutang keselamatan kepada Allah kami, yang duduk di atas takhta, dan kepada Anak Domba”! Dan seluruh hamba Allah yang loyal di surga akan menggabungkan suara mereka untuk menyatakan, ”Amin! Berkat dan kemuliaan dan hikmat dan ucapan syukur dan kehormatan dan kuasa dan kekuatan bagi Allah kita kekal selama-lamanya. Amin.”—Penyingkapan 7:10-14.

      19. Orang-orang yang selamat sangat ingin ambil bagian dalam kegiatan yang penuh sukacita apa?

      19 Betapa membahagiakan saat itu kelak! Semua yang hidup akan menjadi hamba dari satu-satunya Allah yang benar! Sukacita terbesar dari semua orang ini adalah dalam melayani Yehuwa. Akan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan—pekerjaan yang membawa sukacita! Bumi akan diubah menjadi Firdaus. Ribuan juta orang yang telah mati akan dibangkitkan dan kemudian dididik dalam jalan-jalan Yehuwa. Benar-benar suatu hak istimewa yang penuh sukacita kelak untuk ambil bagian di dalamnya!

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan