PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Abiatar
    Pemahaman Alkitab, Jilid 1
    • Sekarang Zadok diberi tugas untuk menggantikan Abiatar dalam jabatan keimamannya; dengan demikian, jabatan imam besar berpindah kembali ke garis keturunan putra Harun, Eleazar, dan berakhirlah garis keimaman keluarga Eli, sebagai penggenapan nubuat di 1 Samuel 2:31.—1Raj 2:27; 1Sam 3:12-14.

  • Abiatar
    Pemahaman Alkitab, Jilid 1
    • Beberapa pakar memperkirakan bahwa, setelah kematian Imam Besar Ahimelekh, Raja Saul memerintahkan agar Zadok diangkat menjadi imam besar menggantikan Ahimelekh, dengan demikian ia tidak mengakui Abiatar, yang ada bersama Daud, calon pengganti Saul. Mereka beranggapan bahwa setelah Daud naik takhta, ia mengangkat Abiatar menjadi rekan sejabat dari Zadok, sebagai imam besar. Pandangan ini tampaknya muncul karena fakta bahwa Zadok dan Abiatar sering disebutkan bersama-sama, seolah-olah keduanya menduduki jabatan tinggi yang sama dalam keimaman. (2Sam 15:29, 35; 17:15; 19:11; 20:25; 1Raj 1:7, 8, 25, 26; 4:4; 1Taw 15:11) Akan tetapi, tidak ada catatan terilham yang menyebutkan pengangkatan Zadok sebagai imam besar selama pemerintahan Saul. Ada kemungkinan, Zadok menjadi lebih dikenal karena ia seorang penilik atau nabi, sama seperti nabi Samuel lebih sering disebutkan dalam catatan ilahi daripada imam besar sezamannya. (2Sam 15:27) Bukti menunjukkan bahwa Abiatar adalah satu-satunya imam besar selama pemerintahan Daud, dan bahwa pada waktu itu, Zadok menempati kedudukan yang lebih rendah.—1Raj 2:27, 35; Mrk 2:26.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan