-
Diberi Kuasa untuk Melawan Godaan dan Mengatasi Kecil HatiMenara Pengawal—2011 | 15 Januari
-
-
Diberi Kuasa untuk Melawan Godaan dan Mengatasi Kecil Hati
”Kamu akan menerima kuasa pada waktu roh kudus datang ke atasmu.”—KIS. 1:8.
1, 2. Bantuan apa yang Yesus janjikan kepada murid-muridnya, dan mengapa mereka membutuhkannya?
YESUS tahu bahwa murid-muridnya tidak mampu menjalankan semua perintahnya dengan kekuatan mereka sendiri. Mengingat luasnya daerah pengabaran mereka, kekuatan lawan, dan kelemahan tubuh mereka, jelaslah bahwa mereka membutuhkan kuasa adimanusiawi. Karena itu, tepat sebelum naik ke surga, Yesus meyakinkan murid-muridnya, ”Kamu akan menerima kuasa pada waktu roh kudus datang ke atasmu, dan kamu akan menjadi saksiku di Yerusalem maupun di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke bagian yang paling jauh di bumi.”—Kis. 1:8.
2 Janji itu mulai tergenap pada Pentakosta 33 M ketika roh kudus memberikan kuasa kepada para pengikut Yesus Kristus untuk memenuhi Yerusalem dengan pengabaran mereka. Tentangan apa pun tidak dapat menghentikannya. (Kis. 4:20) ”Sepanjang masa sampai penutup sistem ini”, para pengikut Yesus yang setia, termasuk kita, sangat membutuhkan kekuatan yang sama yang Allah berikan.—Mat. 28:20.
3. (a) Jelaskan perbedaan antara roh kudus dan kuasa. (b) Kuasa dari Yehuwa dapat membantu kita melakukan apa?
3 Yesus berjanji kepada murid-muridnya bahwa ’mereka akan menerima kuasa pada waktu roh kudus datang ke atas mereka’. Kata ”kuasa” dan ”roh” berbeda maknanya. Roh Allah, yaitu tenaga aktif-Nya, menggambarkan energi yang diproyeksikan dan dikerahkan atas orang-orang atau benda untuk melaksanakan kehendak Allah. Tetapi, kuasa dapat didefinisikan sebagai ”kesanggupan untuk bertindak atau menghasilkan pengaruh”. Kuasa bisa tidak aktif dalam diri seseorang atau sesuatu sampai hal itu dibutuhkan untuk membuahkan hasil tertentu. Jadi, roh kudus dapat disamakan dengan arus listrik yang mengisi kembali baterai yang sudah lemah, sedangkan kuasa lebih mirip energi yang tersimpan dalam baterai itu. Kuasa yang Yehuwa berikan kepada hamba-hamba-Nya melalui roh kudus memberi kita masing-masing kemampuan untuk memenuhi pembaktian Kristen kita dan, jika perlu, untuk melawan kekuatan negatif yang dilancarkan atas kita.—Baca Mikha 3:8; Kolose 1:29.
4. Apa yang akan dibahas dalam artikel ini, dan mengapa?
4 Dalam hal apa saja kuasa yang diberikan roh kudus kepada kita nyata? Tindakan atau reaksi apa yang bisa dihasilkan oleh pengaruh roh kudus atas diri kita? Dalam upaya untuk melayani Allah dengan setia, kita menghadapi banyak sekali kendala—yang ditimbulkan oleh Setan, sistemnya, atau oleh tubuh kita sendiri yang tidak sempurna. Mengatasi kendala tersebut penting untuk dapat bertekun sebagai orang Kristen, berpartisipasi secara teratur dalam pelayanan, dan mempertahankan hubungan yang baik dengan Yehuwa. Mari kita bahas bagaimana roh kudus membantu kita melawan godaan dan mengatasi kelelahan serta kecil hati.
Diberi Kuasa untuk Melawan Godaan
5. Bagaimana doa dapat memberi kita kuasa?
5 Yesus mengajar para pengikutnya untuk berdoa, ”Janganlah membawa kami ke dalam godaan, tetapi lepaskanlah kami dari si fasik.” (Mat. 6:13) Yehuwa tidak akan meninggalkan hamba-hamba-Nya yang setia yang memohon hal itu. Pada kesempatan lain, Yesus berkata bahwa ”Bapak di surga akan memberikan roh kudus kepada mereka yang meminta kepadanya”. (Luk. 11:13) Betapa menenteramkan hati bahwa Yehuwa berjanji akan memberi kita tenaga ini untuk melakukan apa yang adil-benar! Tentu saja, ini tidak berarti bahwa Yehuwa akan mencegah kita mengalami godaan. (1 Kor. 10:13) Namun, sewaktu menghadapi godaan, itulah saatnya untuk berdoa dengan lebih bersungguh-sungguh lagi.—Mat. 26:42.
6. Jawaban Yesus atas godaan Setan didasarkan atas apa?
6 Sebagai tanggapan atas godaan Iblis, Yesus mengutip ayat. Yesus mengenal baik Firman Allah ketika ia menjawab, ”Ada tertulis . . . Juga ada tertulis . . . Pergilah, Setan! Karena ada tertulis, ’Yehuwa, Allahmu, yang harus engkau sembah, dan kepada dia saja engkau harus memberikan dinas suci.’” Kasih kepada Yehuwa dan kepada Firman-Nya mendorong Yesus untuk menolak iming-iming yang ditawarkan Si Penggoda kepadanya. (Mat. 4:1-10) Setelah Yesus berulang kali melawan godaan, Setan meninggalkan dia.
7. Bagaimana Alkitab membantu kita melawan godaan?
7 Jika Yesus saja mengandalkan Tulisan-Tulisan Kudus untuk melawan godaan Iblis, terlebih lagi kita! Sesungguhnya, kemampuan kita untuk melawan Iblis dan antek-anteknya dimulai dengan tekad untuk mengenal standar-standar Allah dan berpaut sepenuhnya padanya. Banyak orang tergugah untuk hidup selaras dengan standar Alkitab sewaktu mereka mempelajari Alkitab, dan kemudian menghargai hikmat dan keadilbenaran Allah. Memang, ”firman Allah” mengerahkan kuasa yang dapat menilai ”pikiran dan niat hati”. (Ibr. 4:12) Semakin sering seseorang membaca Alkitab dan memikirkannya secara mendalam, semakin banyak ’pemahaman akan kebenaran Yehuwa’ yang bisa ia dapatkan. (Dan. 9:13) Mengingat hal itu, kita hendaknya merenungkan ayat-ayat yang berkaitan dengan kelemahan spesifik kita.
8. Melalui apa saja kita dapat memperoleh roh kudus?
8 Selain mengenal Tulisan-Tulisan Kudus, Yesus dapat melawan godaan karena ia ”penuh dengan roh kudus”. (Luk. 4:1) Agar dapat memiliki kekuatan dan kemampuan yang serupa, kita perlu mendekat kepada Yehuwa dengan memanfaatkan sepenuhnya sarana Allah untuk memberi kita roh-Nya. (Yak. 4:7, 8) Beberapa di antaranya adalah pelajaran Alkitab, doa, dan pergaulan dengan rekan-rekan seiman. Banyak yang juga menghargai manfaat untuk tetap sibuk dalam kegiatan Kristen, yang membantu pikiran tetap terfokus pada hal-hal rohani yang membina.
9, 10. (a) Godaan apa saja yang umum di daerah Saudara? (b) Bagaimana perenungan dan doa dapat memberi Saudara kuasa untuk melawan godaan sekalipun Saudara merasa lelah?
9 Godaan apa saja yang harus Saudara lawan? Pernahkah Saudara tergoda untuk merayu seseorang yang bukan teman hidup Saudara? Jika Saudara tidak menikah, pernahkah ada dorongan untuk menerima ajakan orang yang tidak seiman untuk berkencan? Sewaktu menonton televisi atau menggunakan Internet, seorang Kristen mungkin tiba-tiba tergoda untuk menonton apa yang najis. Apakah hal itu pernah terjadi atas diri Saudara, dan jika demikian, bagaimana reaksi Saudara? Tindakan yang bijaksana adalah merenungkan bagaimana satu langkah yang salah dapat mengarah ke langkah berikutnya dan kemudian ke perbuatan salah yang serius. (Yak. 1:14, 15) Pikirkan kepedihan hati yang akan ditimbulkan atas Yehuwa, sidang, dan keluarga Saudara akibat satu dosa yang serius. Sebaliknya, kita dapat memiliki hati nurani yang bersih jika kita tetap loyal kepada prinsip-prinsip ilahi. (Baca Mazmur 119:37; Amsal 22:3.) Kapan pun Saudara menghadapi ujian semacam itu, bertekadlah untuk berdoa meminta kekuatan agar dapat melawannya.
10 Ada hal lain yang perlu diingat tentang godaan Iblis. Setan menghampiri Yesus setelah Ia berpuasa selama 40 hari di padang belantara. Si Iblis tentu berpikir bahwa ini adalah ”kesempatan” yang justru sangat ”tepat” untuk menguji integritas Yesus. (Luk. 4:13) Setan mencari kesempatan yang tepat untuk menguji integritas kita juga. Maka, sangat penting untuk menjaga diri tetap kuat secara rohani. Setan sering kali menyerang pada waktu ia melihat bahwa sasarannya dalam keadaan paling lemah. Jadi, kapan pun kita merasa lelah atau kecil hati, kita hendaknya lebih bertekad lagi untuk memohon roh kudus kepada Yehuwa dan bantuan-Nya untuk melindungi kita.—2 Kor. 12:8-10.
Diberi Kuasa untuk Mengatasi Kelelahan dan Kecil Hati
11, 12. (a) Mengapa banyak orang merasa kecil hati dewasa ini? (b) Apa yang dapat memberi kita kuasa untuk melawan perasaan kecil hati?
11 Sebagai manusia yang tidak sempurna, dari waktu ke waktu kita merasa kecil hati; mungkin khususnya demikian dewasa ini karena zaman kita terutama penuh dengan tekanan. Kita sedang melewati masa yang mungkin paling sukar yang pernah dialami umat manusia secara keseluruhan. (2 Tim. 3:1-5) Seraya Armagedon mendekat, tekanan secara ekonomi, emosi, dan tekanan lain makin meningkat. Maka, semestinya tidak mengherankan bahwa ada yang merasa semakin sulit memenuhi tanggung jawab untuk mengurus dan menafkahi keluarga. Mereka merasa lelah, sangat terbebani, terkuras, bahkan kehabisan tenaga. Jika itu yang Saudara rasakan, bagaimana Saudara dapat mengatasi tekanan?
12 Ingatlah, Yesus meyakinkan murid-muridnya bahwa ia akan memberi mereka penolong—roh kudus Allah. (Baca Yohanes 14:16, 17.) Ini adalah tenaga yang paling kuat di alam semesta. Dengan roh kudus, Yehuwa dapat memberikan ”jauh lebih banyak” kekuatan yang kita butuhkan untuk bertahan menghadapi cobaan apa pun. (Ef. 3:20) Dengan bersandar pada roh itu, kata rasul Paulus, kita menerima ”kuasa yang melampaui apa yang normal”, meskipun kita ”ditekan dengan segala cara”. (2 Kor. 4:7, 8) Yehuwa tidak berjanji akan menyingkirkan tekanan, tetapi Ia memang menjamin bahwa melalui roh-Nya, Ia akan memberi kita kekuatan untuk menanggulanginya.—Flp. 4:13.
13. (a) Bagaimana seorang remaja diberi kuasa untuk mengatasi situasi yang sulit? (b) Apakah Saudara mempunyai contoh-contoh serupa?
13 Perhatikan contoh Stephanie, seorang perintis biasa berusia 19 tahun. Pada usia 12 tahun, ia mengalami stroke dan didiagnosis mengidap tumor otak. Sejak itu, ia telah menjalani pembedahan dua kali, mendapat pengobatan radiasi, dan terkena stroke lagi dua kali, sehingga penglihatannya dan gerakan tubuh bagian kirinya terbatas. Stephanie harus menyimpan tenaganya untuk hal-hal yang ia anggap lebih penting, seperti perhimpunan dan dinas pengabaran. Namun, ia merasakan roh Yehuwa yang menguatkan dia untuk bertahan dalam banyak hal. Berbagai publikasi berdasarkan Alkitab yang memuat pengalaman rekan-rekan Kristen telah membangkitkan semangatnya ketika ia kecil hati. Saudara-saudari mendukungnya dengan menulis surat atau menyampaikan kata-kata anjuran kepadanya sebelum dan setelah perhimpunan. Para peminat juga memperlihatkan penghargaan atas apa yang Stephanie ajarkan kepada mereka dengan pergi ke rumahnya untuk menerima pelajaran Alkitab. Atas semua hal itu, Stephanie merasa sangat bersyukur kepada Yehuwa. Ayat favoritnya adalah Mazmur 41:3, yang ia yakini telah tergenap atas dirinya.
14. Apa yang harus kita hindari apabila kita kecil hati, dan mengapa?
14 Apabila kita lelah atau di bawah tekanan, jangan sekali-kali bernalar bahwa cara menanggulangi tekanan adalah dengan mengurangi kegiatan rohani. Tindakan tersebut sangat keliru. Mengapa? Karena kegiatan seperti pelajaran Alkitab secara pribadi dan keluarga, dinas pengabaran, dan kehadiran di perhimpunan adalah sarana untuk menerima roh kudus yang memberikan kekuatan baru. Kegiatan Kristen selalu menyegarkan. (Baca Matius 11:28, 29.) Betapa seringnya saudara-saudari tiba di perhimpunan dalam keadaan letih, tetapi ketika akan pulang, seolah-olah tenaga mereka telah diperbarui, baterai rohani mereka terisi kembali!
15. (a) Apakah Yehuwa berjanji bahwa kehidupan orang Kristen tidak membutuhkan upaya? Jelaskan berdasarkan Alkitab. (b) Apa yang Allah janjikan kepada kita, yang menimbulkan pertanyaan apa?
15 Tentu saja, ini tidak berarti bahwa tanggungan sebagai murid Kristen itu ringan-ringan saja. Dibutuhkan upaya untuk menjadi orang Kristen yang setia. (Mat. 16:24-26; Luk. 13:24) Meskipun begitu, melalui roh kudus, Yehuwa dapat memberikan kekuatan kepada orang yang lelah. ”Orang yang berharap kepada Yehuwa akan mendapat kekuatan lagi,” tulis nabi Yesaya. ”Seperti burung elang, mereka akan naik dengan sayapnya. Mereka akan berlari dan tidak menjadi letih; mereka akan berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yes. 40:29-31) Karena itu, ada baiknya kita bertanya, Apa sebenarnya penyebab kelelahan rohani?
16. Apa yang dapat kita lakukan untuk menyingkirkan hal-hal yang mungkin menyebabkan kita lelah atau kecil hati?
16 Firman Yehuwa mendesak kita untuk ”memastikan perkara-perkara yang lebih penting”. (Flp. 1:10) Ketika menyamakan kehidupan orang Kristen dengan perlombaan lari jarak jauh, rasul Paulus menyarankan di bawah ilham, ”Biarlah kita juga menanggalkan setiap beban . . . , dan biarlah kita berlari dengan tekun dalam perlombaan yang ditetapkan bagi kita.” (Ibr. 12:1) Intinya adalah bahwa kita harus menghindari pengejaran yang tidak perlu, beban yang tidak perlu, yang akan melelahkan kita. Bisa jadi, ada di antara kita yang berupaya menjejalkan terlalu banyak kegiatan dalam kehidupannya yang sudah sibuk. Maka, jika Saudara sering merasa lelah dan tertekan, ada manfaatnya untuk meninjau ulang banyaknya tenaga yang Saudara gunakan untuk pekerjaan sekuler, seringnya Saudara berwisata, dan intensitas Saudara dalam berolahraga atau melakukan kegiatan santai lain. Sikap masuk akal dan kesahajaan hendaknya menggerakkan kita semua untuk mengakui keterbatasan kita dan meminimalkan kegiatan yang tidak perlu.
17. Mengapa beberapa orang mungkin kecil hati, tetapi jaminan apa yang Yehuwa berikan dalam hal ini?
17 Selain itu, barangkali ada di antara kita yang merasa agak kecil hati karena akhir sistem ini tidak datang secepat yang kita harapkan. (Ams. 13:12) Tetapi, siapa pun yang merasa demikian dapat terhibur oleh kata-kata di Habakuk 2:3, ”Penglihatan itu masih untuk waktu yang ditetapkan, dan ia terus lari bergegas menuju akhir, dan ia tidak akan berdusta. Bahkan jika ia tertunda, tetaplah menantikannya; sebab ia pasti akan menjadi kenyataan. Ia tidak akan terlambat.” Kita memiliki jaminan dari Yehuwa bahwa akhir sistem ini akan tiba tepat waktu!
18. (a) Janji apa saja yang memberi Saudara kekuatan? (b) Apa manfaat artikel berikut bagi kita?
18 Pasti, semua hamba Yehuwa yang setia mendambakan saat ketika kelelahan dan perasaan kecil hati tidak ada lagi, ketika semua yang hidup menikmati ’kegagahan masa muda’. (Ayb. 33:25) Bahkan sekarang kita dapat dibuat perkasa dalam batin melalui tindakan roh kudus dengan berpartisipasi dalam kegiatan rohani yang memberi kekuatan. (2 Kor. 4:16; Ef. 3:16) Jangan biarkan keletihan menghalangi Saudara untuk memperoleh berkat yang kekal. Setiap cobaan—entah yang disebabkan oleh godaan, kelelahan, atau perasaan kecil hati—akan berlalu, kalaupun tidak segera, kelak dalam dunia baru Allah. Dalam artikel berikut, kita akan memeriksa bagaimana roh kudus memberi orang Kristen kuasa untuk bertahan menghadapi penganiayaan, melawan tekanan yang berbahaya dari teman-teman, dan bertekun menanggung berbagai kesengsaraan lain.
-
-
Diberi Kuasa untuk Mengatasi Cobaan Apa PunMenara Pengawal—2011 | 15 Januari
-
-
Diberi Kuasa untuk Mengatasi Cobaan Apa Pun
”Dalam segala perkara aku mempunyai kekuatan melalui dia yang memberikan kuasa kepadaku.”—FLP. 4:13.
1. Mengapa umat Yehuwa menghadapi banyak kesengsaraan?
UMAT Yehuwa sering mengalami berbagai bentuk kesengsaraan. Ada cobaan yang disebabkan oleh ketidaksempurnaan kita sendiri atau yang ditimbulkan oleh sistem sekarang ini. Yang lainnya disebabkan oleh permusuhan antara orang-orang yang melayani Allah dan yang tidak. (Kej. 3:15) Sejak awal sejarah manusia, Allah telah membantu hamba-hamba-Nya yang setia untuk bertahan menghadapi penganiayaan agama, menolak tekanan yang berbahaya dari teman-teman, dan bertekun menanggung segala bentuk kesengsaraan lain. Roh kudus-Nya dapat memberi kita kuasa untuk melakukan hal yang sama.
Dibantu untuk Bertahan Menghadapi Penganiayaan Agama
2. Apa tujuan penganiayaan agama, dan apa saja bentuknya?
2 Penganiayaan agama adalah gangguan atau kesusahan yang sengaja ditimpakan kepada orang-orang karena iman atau kepercayaan mereka. Tujuannya adalah untuk melenyapkan kepercayaan tersebut, mencegah penyebarannya, atau mematahkan integritas para penganutnya. Ada berbagai bentuk penganiayaan, yaitu yang terang-terangan dan yang halus. Alkitab menyamakan serangan Setan dengan serangan singa muda maupun ular kobra.—Baca Mazmur 91:13.
3. Apa ciri penganiayaan yang seperti serangan singa dan ular kobra?
3 Ibarat singa yang buas, Setan sering menyerang secara langsung dengan menggunakan kekerasan, pemenjaraan, atau pelarangan. (Mz. 94:20) Laporan Buku Tahunan yang menggambarkan kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern memuat banyak kisah tentang taktik seperti itu. Massa yang tak terkendali, yang kadang-kadang digerakkan oleh pemimpin agama atau aktivis politik yang fanatik, telah memperlakukan umat Allah dengan buruk di banyak tempat. Penganiayaan seperti serangan singa itu telah menyebabkan beberapa orang berhenti melayani Yehuwa. Ibarat ular kobra, Iblis juga dengan licik menyerang dari tempat tersembunyi untuk meracuni pikiran dan menipu orang-orang sehingga menuruti kemauannya. Bentuk serangan seperti ini dirancang untuk melemahkan atau merusak kita secara rohani. Namun, dengan bantuan roh kudus Allah, kita dapat bertahan menghadapi kedua bentuk penganiayaan itu.
4, 5. Apa cara terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi penganiayaan, dan mengapa? Berikan contoh.
4 Membayangkan berbagai skenario penganiayaan yang mungkin terjadi di masa depan bukanlah cara terbaik untuk mempersiapkan diri. Faktanya, kita sama sekali tidak bisa mengetahui penganiayaan apa yang bakal kita hadapi, maka tidak ada gunanya mengkhawatirkan hal-hal yang mungkin tidak akan pernah terjadi. Tetapi, ada yang dapat kita lakukan. Kebanyakan orang berhasil mengatasi penganiayaan karena mereka telah merenungkan teladan kesetiaan para pemelihara integritas, seperti yang dicatat dalam Alkitab, maupun ajaran dan teladan Yesus. Hal ini memungkinkan mereka memperkuat kasih mereka kepada Yehuwa. Selanjutnya, kasih tersebut membantu mereka melawan cobaan apa pun yang mengadang mereka.
5 Perhatikan contoh dua saudari kita di Malawi. Dalam upaya untuk memaksa mereka membeli kartu anggota partai politik, massa yang beringas memukuli, menelanjangi, dan mengancam akan memerkosa mereka. Massa membohongi mereka bahwa anggota keluarga Betel pun sudah membeli kartu politik. Apa jawaban saudari-saudari itu? ”Kami hanya melayani Allah Yehuwa. Jadi, jika saudara-saudara di kantor cabang telah membeli kartu, itu tidak menjadi soal bagi kami. Kami tidak akan berkompromi, sekalipun kalian membunuh kami!” Setelah mengambil pendirian yang berani itu, kedua saudari tersebut dibebaskan.
6, 7. Bagaimana Yehuwa memberikan kuasa kepada hamba-hamba-Nya untuk menghadapi penganiayaan?
6 Rasul Paulus memerhatikan bahwa orang Kristen di Tesalonika menerima berita kebenaran dengan ”mengalami banyak kesengsaraan” namun ”disertai sukacita dari roh kudus”. (1 Tes. 1:6) Banyak orang Kristen, di masa lampau dan sekarang, yang menghadapi dan mengatasi penganiayaan melaporkan bahwa pada saat yang paling genting dari cobaan itu, mereka mengalami kedamaian batin, salah satu aspek buah roh kudus Allah. (Gal. 5:22) Selanjutnya, kedamaian itu membantu melindungi hati dan kekuatan mental mereka. Ya, Yehuwa menggunakan tenaga aktif-Nya untuk memberikan kuasa kepada hamba-hamba-Nya guna mengatasi cobaan dan bertindak bijaksana sewaktu ditimpa kesengsaraan.a
7 Para pengamat kagum melihat tekad umat Allah untuk memelihara integritas sekalipun menghadapi penganiayaan yang keji. Saksi-Saksi itu seolah-olah dipenuhi kekuatan adimanusiawi, dan memang demikian. Rasul Petrus meyakinkan kita, ”Jika kamu dicela karena nama Kristus, kamu berbahagia, karena roh kemuliaan, yaitu roh Allah, ada padamu.” (1 Ptr. 4:14) Fakta bahwa kita dianiaya karena berpegang pada standar yang adil-benar menunjukkan bahwa kita mendapat perkenan ilahi. (Mat. 5:10-12; Yoh. 15:20) Bukti tersebut benar-benar menghasilkan sukacita!
Dibantu untuk Menolak Tekanan Teman-Teman
8. (a) Apa yang memungkinkan Yosua dan Kaleb untuk menolak tekanan teman-teman? (b) Apa yang dapat kita pelajari dari teladan Yosua dan Kaleb?
8 Bentuk tentangan yang lebih halus yang harus dihadapi orang Kristen adalah tekanan negatif dari teman-teman. Namun, karena roh Yehuwa jauh lebih kuat daripada roh dunia, kita dapat bertahan menghadapi orang-orang yang mengejek kita, yang menyebarkan dusta tentang kita, atau yang berupaya memaksa kita mengikuti standar mereka. Sebagai contoh, apa yang memungkinkan Yosua dan Kaleb memiliki pandangan yang berbeda dengan kesepuluh mata-mata lain yang dikirim ke tanah Kanaan? Roh kudus menggerakkan dalam diri mereka suatu ”roh”, atau kecenderungan mental, yang berbeda.—Baca Bilangan 13:30; 14:6-10, 24.
9. Mengapa orang Kristen harus rela untuk berbeda dari kebanyakan orang?
9 Roh kudus juga memberikan kuasa kepada para rasul Yesus untuk menaati Allah ketimbang orang-orang yang disanjung banyak orang sebagai guru agama sejati. (Kis. 4:21, 31; 5:29, 32) Kebanyakan orang lebih suka mengikuti orang banyak untuk menghindari konfrontasi atau konflik. Tetapi, orang Kristen sejati sering harus mengambil sikap tegas untuk apa yang mereka tahu adalah benar. Meskipun demikian, berkat kekuatan yang diberikan oleh tenaga aktif Allah, mereka tidak takut untuk berbeda. (2 Tim. 1:7) Perhatikan satu bidang di mana kita tidak boleh menyerah kepada tekanan teman-teman.
10. Dilema apa yang mungkin dihadapi beberapa orang Kristen?
10 Beberapa anak muda bisa jadi menghadapi dilema jika mereka tahu bahwa seorang teman telah melakukan sesuatu yang melanggar hukum Allah. Mereka mungkin merasa bahwa jika mereka mencari bantuan rohani bagi teman itu, mereka melanggar aturan tutup mulut yang tidak tertulis; maka, mereka tidak mau buka mulut karena keloyalan yang salah arah. Seorang pelaku kesalahan mungkin bahkan menekan teman-temannya untuk merahasiakan dosanya. Memang, masalah seperti ini tidak hanya dialami kaum muda. Orang dewasa juga mungkin merasa sulit mendekati para penatua sidang sehubungan dengan perbuatan salah yang dilakukan teman atau anggota keluarga. Tetapi, bagaimana seharusnya orang Kristen sejati menyikapi tekanan seperti itu?
11, 12. Apa tanggapan terbaik jika seorang anggota sidang mendesak Saudara agar tidak melaporkan perbuatan salahnya, dan mengapa?
11 Bayangkan situasi ini. Katakanlah, seorang saudara muda bernama Albert mengetahui bahwa Sony, temannya di sidang, mempunyai kebiasaan menonton pornografi. Albert memberi tahu Sony bahwa dia sangat khawatir akan perbuatan temannya itu. Namun, Sony tidak memedulikan kata-katanya. Ketika Albert mendesaknya untuk berbicara kepada penatua tentang hal itu, Sony menjawab bahwa jika mereka berdua benar-benar berteman, Albert tidak akan mengadukan dia. Apakah Albert perlu takut kehilangan temannya? Boleh jadi, dia ragu-ragu apakah para penatua akan memercayainya jika Sony menyangkal semua yang dilaporkannya. Tetapi, keadaannya tidak akan menjadi lebih baik jika Albert tetap tutup mulut. Malah, hal itu bisa merusak hubungan Sony dengan Yehuwa. Albert sebaiknya mengingat kata-kata bahwa ”gemetar terhadap manusialah yang mendatangkan jerat, tetapi ia yang percaya kepada Yehuwa akan dilindungi”. (Ams. 29:25) Apa lagi yang dapat dilakukan Albert? Ia dapat mendekati Sony lagi dengan pengasih dan secara terbuka membahas masalahnya. Hal itu membutuhkan keberanian. Namun, kemungkinan besar kali ini Sony mau menggunakan kesempatan itu untuk membahas problemnya. Albert hendaknya menganjurkan Sony lagi untuk berbicara kepada para penatua dan memberi tahu dia bahwa jika dalam jangka waktu yang masuk akal dia tidak mau melakukannya, Albert sendiri yang akan melaporkannya.—Im. 5:1.
12 Jika Saudara harus menghadapi situasi seperti itu, teman Saudara mungkin pada mulanya tidak menghargai upaya Saudara untuk membantunya. Tetapi, beberapa waktu kemudian ia mungkin menyadari bahwa tindakan Saudara adalah demi kebaikannya. Jika yang bersalah itu mau menerima bantuan, boleh jadi ia akan selalu berterima kasih kepada Saudara atas keberanian dan keloyalan Saudara. Sebaliknya, jika ia tetap marah terhadap Saudara, apakah ia benar-benar teman yang Saudara inginkan? Menyenangkan hati Sahabat kita yang paling agung,Yehuwa, selalu yang terbaik. Jika kita mendahulukan Dia, orang-orang lain yang mengasihi-Nya akan merespek kita atas keloyalan kita dan menjadi teman sejati. Kita hendaknya tidak pernah memberi tempat bagi Iblis dalam sidang Kristen. Jika kita melakukannya, kita benar-benar akan mendukakan roh kudus Yehuwa. Tetapi, kita akan bekerja sama dengan roh itu jika kita berupaya menjaga sidang Kristen tetap murni.—Ef. 4:27, 30.
Diberi Kuasa untuk Menanggung Berbagai Jenis Kesengsaraan
13. Kesengsaraan dalam bentuk apa saja yang dihadapi umat Yehuwa, dan mengapa hal-hal tersebut begitu umum?
13 Kesengsaraan dapat muncul dalam berbagai bentuk—problem keuangan, kehilangan pekerjaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, krisis kesehatan, dan sebagainya. Karena kita hidup pada ”masa kritis”, dapat diharapkan bahwa cepat atau lambat kita semua harus menghadapi salah satu bentuk cobaan. (2 Tim. 3:1) Jika hal itu terjadi, penting untuk tidak panik. Roh kudus dapat memberi kita kuasa untuk bertekun menanggung berbagai kesengsaraan.
14. Apa yang memberi Ayub kuasa untuk bertekun menanggung berbagai kesengsaraannya?
14 Ayub ditimpa kesengsaraan secara bertubi-tubi. Ia kehilangan nafkah, anak-anak, teman-teman, serta kesehatannya, dan istrinya tidak percaya lagi kepada Yehuwa. (Ayb. 1:13-19; 2:7-9) Namun, Ayub menemukan penghibur sejati, yaitu Elihu. Pesan Elihu, dan juga inti dari berita Yehuwa kepada Ayub, adalah, ”Diamlah dan perhatikanlah karya Allah yang menakjubkan.” (Ayb. 37:14) Apa yang membantu Ayub bertekun menanggung berbagai cobaannya? Dan, apa yang dapat membantu kita menanggung cobaan kita? Mengingat dan merenungkan berbagai perwujudan bekerjanya roh kudus dan kuasa Yehuwa. (Ayb. 38:1-41; 42:1, 2) Mungkin kita mengingat kembali saat-saat sewaktu kita melihat bukti adanya minat Allah kepada kita secara pribadi. Allah masih berminat kepada kita.
15. Apa yang menguatkan rasul Paulus untuk menanggung berbagai cobaan?
15 Rasul Paulus menanggung banyak kesengsaraan yang mengancam jiwa demi imannya. (2 Kor. 11:23-28) Bagaimana ia menjaga keseimbangan dan kestabilan emosinya di bawah situasi yang menguji? Ia bersandar kepada Yehuwa melalui doa. Selama masa pengujian yang kelihatannya mencapai klimaksnya pada waktu ia mati sebagai martir, Paulus menulis, ”Tuan berdiri di dekatku dan mencurahkan kuasa ke dalam diriku, agar melalui aku pemberitaan dapat dilaksanakan sepenuhnya dan semua bangsa mendengarnya; dan aku dilepaskan dari mulut singa.” (2 Tim. 4:17) Karena itu, berdasarkan pengalamannya sendiri, Paulus dapat meyakinkan rekan-rekan seimannya bahwa mereka tidak perlu ”khawatir akan apa pun”.—Baca Filipi 4:6, 7, 13.
16, 17. Berikan contoh bagaimana Yehuwa memberi umat-Nya kuasa untuk menghadapi berbagai kesengsaraan dewasa ini.
16 Seorang perintis bernama Roxana merasakan sendiri bagaimana Yehuwa memenuhi kebutuhan umat-Nya. Sewaktu ia meminta izin kepada majikannya untuk bebas kerja beberapa hari guna menghadiri kebaktian distrik, sang majikan menjawab dengan marah bahwa jika ia pergi, ia akan dipecat. Roxana tetap pergi dan berdoa dengan khusyuk agar ia masih bisa bekerja di situ. Setelah itu, ia merasa tenang. Tetapi, pada hari Senin setelah kebaktian, sang majikan benar-benar memecatnya. Roxana sangat risau. Ia membutuhkan pekerjaan itu, meskipun gajinya kecil, untuk membantu menunjang keluarganya. Ia pun berdoa lagi, lalu merenungkan bahwa Allah telah memenuhi kebutuhan rohaninya di kebaktian, maka Dia pasti juga dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya. Sewaktu pulang, Roxana melihat tanda ”Dicari” operator yang berpengalaman menjalankan mesin jahit di pabrik, dan ia pun melamar pekerjaan. Sang manajer tahu bahwa Roxana tidak punya pengalaman namun tetap menawarkan pekerjaan, dengan gaji hampir dua kali lebih besar daripada yang dahulu diterimanya. Roxana merasa bahwa doanya telah dijawab. Tetapi, berkat terbesar adalah bahwa ia dapat menyampaikan kabar baik kepada beberapa rekan sekerjanya. Lima dari mereka, termasuk sang manajer, menerima kebenaran dan dibaptis.
17 Kadang-kadang, kelihatannya doa kita tidak dijawab—sedikitnya tidak langsung atau dengan cara yang kita harapkan. Jika demikian, pastilah ada alasan yang baik. Yehuwa mengetahuinya, tetapi mungkin baru belakangan hal itu menjadi jelas bagi kita. Kita dapat yakin akan satu hal—Allah tidak meninggalkan orang-orang-Nya yang setia.—Ibr. 6:10.
Dibantu untuk Mengatasi Cobaan dan Godaan
18, 19. (a) Mengapa kita dapat mengantisipasi cobaan dan godaan? (b) Bagaimana Saudara dapat berhasil menghadapi cobaan?
18 Umat Yehuwa tidak merasa heran sewaktu menghadapi godaan, perasaan kecil hati, penganiayaan, dan tekanan teman-teman. Pada dasarnya, dunia ini memusuhi kita. (Yoh. 15:17-19) Namun, roh kudus dapat membantu kita mengatasi setiap tantangan yang kita hadapi dalam melayani Allah. Yehuwa tidak akan membiarkan kita digoda melampaui apa yang dapat kita tanggung. (1 Kor. 10:13) Ia tidak akan membiarkan atau meninggalkan kita. (Ibr. 13:5) Ketaatan kepada Firman-Nya yang terilham melindungi dan membentengi kita. Selain itu, roh Allah dapat menggerakkan rekan-rekan seiman untuk mengulurkan bantuan pada saat kita sangat membutuhkannya.
19 Semoga kita semua terus berupaya mendapatkan roh kudus melalui doa dan pelajaran Alkitab. Semoga kita terus ”dibuat penuh kuasa dengan segala kuasa sesuai dengan keperkasaan [Allah] yang mulia sehingga dapat bertekun sepenuhnya dan berpanjang sabar dengan sukacita”.—Kol. 1:11.
[Catatan Kaki]
a Untuk contoh, lihat Menara Pengawal 1 Mei 2001, halaman 16; dan Sedarlah! 8 Februari 1993, halaman 21 dan 22.
-